Jurnal IAIN Pontianak (Institut Agama Islam Negeri)
Jurnal IAIN Pontianak (Institut Agama Islam Negeri)Not a member yet
1012 research outputs found
Sort by
Beroahan Local Tradition of Commmunity in Kotabaru, Melawi West Kalimantan
Communities always have local wisdom for their interests and survival. Like wise with the community in Kotabaru, Tanah Pinoh District, Melawi Regency, West Kalimantan. Based on data obtained through interviews and observations at Kotabaru, the community inherited many local traditions; one of them is prayer. Beroah is a tradition of Kotabaru people who are chosen, carried out by people who want to do it, and usually carried out by capable communities. In the past until now prayers have always been carried out by Muslim communities to pray or send prayers to people who passed away. The aim is to pray for people who passed away. Prayers are usually carried out when the day of one's death and can also be carried out after the second, third, seventh, one hundredth and even one thousandth day
Character Reinforcement of Social Care Through Puluang Tradition in Wajok Hilir Village Mempawah
Social care is an achievement outside of itself to help others or others through positive actions, eagerness, full of meaning and relationships that bind the community together. Along with the development of the times, the values of social care continue to experience degradation, especially among the younger generation or among students. To revive social care, the values related to togetherness need to be explored, namely the values contained in mutual cooperation activities. The mutual cooperation activities can be found in the people’s life of Wajok Hilir Village. This area is urban areas, located in Mempawah Regency. The population of this village consists of various tribes. This community is a village that has a majority of Bugis migrant from Sidendreng residents, Makasar. Puluang Tradition is a cultural custom that is still carried out by the Bugis tribe in Wajok Hilir Village. In tradition this usually occurs in an activity such as farming, marriage and building a new home. The tradition is full of social caring character values, such as being light-hearted, diligent, collaborating, having cooperation and being reciprocated
The Death Tradition of Malay Communities of Sungai Raya Dalam Village West Kalimantan
Islam and culture cannot be separated since there are already Shari'a provisions about certain thing. However, when the Shari'a is practiced, it needs human interpretatation to understand. So, it will show one form of culture. This paper describes the form of the Malay community tradition in West Kalimantan in welcoming death. In Islam, if someone dies, there is an obligation for the living person to bathe, forgive, overtake and bury. In addition to these provisions, in practice, in the midst of the Islamic community, Malays in Sungai Raya Dalam, there is a tradition of mourning, handling bodies, until tahlilan after the body is buried. This tradition shows how the local culture relates to Islam. At the same time, showing Islam and local culture complement each other in the space of life of the Malay community
KONSTRUKSI ANAK MELALUI BAHASA PELABELAN (STEREOTIPE) DI KALANGAN KELUARGA DAN MASYARAKAT
This article is motivated by the argument that in the family environment and plural communities occur calling or greeting children with labeling languages, such as children with bau kencur (Indonesian: smells like kaempferia galangal), bodoh (stupid kids), gemuk (fat children), anak ingusan (snot-nosed kids). Whereas the psychological study expresses that there are impacts on growth and development of children. Therefore, in this article it is concluded that, in the social life environment, labeling is something that is considered natural, because the community has already given a labeling to a person, by not considering and understanding the psychological and intellectual conditions of the person concerned. The use of labeling language for children in the family and community is considered normal, but behind that habit it is not denied that there is an adverse impact on the child's growth and psychological development. The effects of labeling include disturbing self-confidence, decreasing social skills in the community, loss of self-confidence, and weakening of the soft skills possessed by children.
[Artikel ini dilatarbelakangi oleh argumentasi bahwa di lingkungan keluarga dan masyarakat jamak terjadi memanggil atau menyapa anak-anak dengan bahasa pelabelan, seperti, anak bau kencur, anak bodoh, anak gemuk, anak ingusan. Padahal secara kajian psikologis ungkapan-ungkpan tersebut berdampak terhadap pertumbuhan dan perkembangan psikologis anak. Oleh sebab itu, dalam artikel ini disimpulkan bahwa, dalam lingkungan kehidupan sosial masyarat, labeling merupakan sesuatu yang dianggap wajar, karena masyarakat sudah jamak memberikan pelabelan pada seseorang, dengan tidak mempertimbangkan dan memahami keadaan psikologis dan intlektual orang yang bersangkutan. Penggunaan bahasa pelabelan bagi anak di kalangan keluarga dan masyarakat sudah dianggap biasa, namun dibalik keterbiasaan itu tidak dimungkiri terdapat dampak yang kurang baik bagi pertumbuhan dan perkembangan psikologis anak. Dampak-dampak yang ditimbulkan dari pelabelan di antaranya, mengusik kepercayaan diri, menurunnya keterampilan bersosialisasi di lingkungan masyarakat, hilangnya kepercayaan diri, dan melemahnya sof skill yang dimiliki oleh anak]
Pendampingan Psikologis terhadap Anak Korban Human Trafficking
The sophisticated slavery or human trafficking is one of the trans-national crimes that is difficult to eradicate. This crime related to an exploitation of human, physically and psychologically, which is done by perpetrators without looking at the impact in the future. Furthermore, the psychology, social, and health problems, as well the damage of humanity values become the phenomenon which are triggered by human trafficking. For instance, the children trafficking cases, those problems rise and cause the trauma that is patched on their life. Besides, at the very young ages, they experience such horrible problems related to trafficking. Thus, the psychological guidance and counseling for children as victims of trafficking is really necessary. This action could be done in continuity and well-planned manner, that it could be restore their confidence after being the victims. Moreover, this companion program is performed in order to heal the trauma. Therefore, it could be a motivation for the victims to live their better life in the future
TAWARAN YUSUF QARADHAWI DALAM PENYATUAN AWAL BULAN QAMARIYAH
Referensi tertinggi bagi umat Islam dalam memahami hukum Islam adalah al-Qur’an dan hadis. Bagi umat Islam, hadis menduduki peringkat kedua setelah al-Qur’an. Dalam sejarah Islam, hadis merupakan salah satu sumber polemik dalam hukum Islam. Terdapat banyak kritikan yang tertuju pada hadis, mulai dari masalah kodifikasi, transmisi, dan fiqh al-hadis. Kritik tersebut muncul dengan asumsi dasar bahwa hadis berbeda dengan al-Qur’an. Meskipun demikian, di era modern, problematika hadis lebih cenderung pada masalah pemahaman. Di antara problema yang masih terjadi sampai sekarang adalah pemahaman terhadap hadis-hadis rukyat hilal yang terkait dengan penentuan awal bulan Kamariah.
Diskursus tentang perbedaan penentuan awal bulan Hijriah merupakan konsekwensi dari perbedaan sudut pandang pemahaman terhadap hadis-hadis rukyat hilal. Oleh sebab itu metode pemahaman hadis terhadap hadis rukyat hilal merupakan sesuatu yang urgen untuk ditelaah. Berpijak dari latar belakang tersebut, maka permasalahan yang hendak dicari jawabannya adalah bagaimana implikasi dari pemahaman Yusuf al-Qaradawi terhadap hadis-hadis rukyat hilal?
Penelitian ini sepenuhnya merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan sejarah (sejarah intelektual dan sejarah sosial). Data permasalahan dicari dan diteliti langsung dari sumber utamanya, yaitu buku-buku karya Yusuf al-Qaradawi, seperti di antaranya Kaifa Nata’a>malu ma’a as-Sunnah an-Nabawiyyah Ma’a>lim wa D}awa>bit}, Taisi>r al-Fiqh fi> D}aui al-Qur’a>n wa as-Sunnah (Fiqh as}-S}iya>m), as-Sunnah Mas}dara>n li al-Ma’rifah wa al-H}ad}a>rah, dan beberapa karya lainnya, serta kitab hadis sembilan (al-kutub at-tis’ah).
Untuk menganalisis datanya, penulis menggunakan metode deskriptif analitik, metode komparatif, dan intertekstualitas. Metode deskriptif analitik dalam penelitian ini berfungsi untuk mendeskripsikan data-data penelitian. Metode komparatif secara teknis digunakan untuk membandingkan pandangan-pandangan para ulama sebelum al-Qaradawi dengan pandangan Yusuf al-Qaradawi terkait pemahaman hadis. Perbandingan di sini dimaksudkan untuk memperoleh gambaran pandangan ulama dengan pandangan Yusuf al-Qaradawi. Sementara itu metode intertekstualitas dimaksudkan untuk memperoleh gambaran yang utuh atas pandangan al-Qaradawi.
Untuk menjawab rumusan masalah di atas, penulis menggunakan teori astronomi terkait rukyat hilal. Teori ini digunakan untuk memverifikasi dan menganalisa teori pemahaman hadis yang ditawarkan Yusuf al-Qaradawi dalam memahami hadis-hadis tentang rukyat hilal
Roadmap Riset dan Publikasi; Menuju Keunggulan Kompetitif dan Komparatif IAIN Pontianak Berbasis Kebudayaan Islam Borneo
Unsur-unsur yang harus ada dalam penyusunan Roadmap riset dan publikasi adalah; a) Rencana Strategis Perguruan Tinggi, b) Rencana Operasional Perguruan Tinggi , c) dokumen Penelitian 4 tahun terakhir, d) data kepakaran dosen berdasarkan keahlian/bidang ilmu dan sertifikasi, e) analisis SWOT, f) visi misi fakultas, jurusan dan unit kerja, g) hasil evaluasi diri, h). Roadmap penelitian invidivu dosen, i) keahlian/bidang ilmu dosen, j) kesesuaian dengan mata kuliah. Pembuatan Roadmap Riset dan Publikasi harus melibatkan seluruh civitas akademika yang perwakilan dari unit yang berkaitan dengan profesionalisme dosen, yaitu Rektor, wakil rektor I, II dan III, fakultas, jurusan, konsorsium dosen. Tracking Kepakaran dosen diupayakan melalui diwajibkannya dosen IAIN Pontianak untuk membuat Roadmap penelitian dan publikasi secara individu, penyesuaian penelitian dan publikasi dengan kepakaran, penyesuaian penelitian dan publikasi dengan visi misi jurusan yang menjadi homebase dosen/peneliti
MENELISIK KETEGASAN HUKUM KELUARGA ISLAM DI PAKISTAN
Penerapan hukum keluarga di Pakistan terbilang yang paling tegas dibandingkan dengan negara-negara Islam lainnya. Keberadaan sanksi-sanksi dalam ranah hukum keluarga menunjukkan keberanian dan merupakan sebuah pembaruan hukum yang progresif. Permasalahannya ialah bagaimana historisitas negara Pakistan dan bagaimana ketegasan hukum keluarga Islam di Pakistan. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif, dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan hukum Islam, serta dianalisis menggunakan metode analisis isi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Hukum Islam di Pakistan, khususnya hukum keluarga mengalami pembaharuan hukum. Hukum keluarga diatur dalam The Muslim Family Laws Ordonance tahun 1961 yang mengatur hukum keluarga, di antaranya mengatur masalah batas usia nikah, pencatatan pernikahan, maskawin, poligami, dan proses perceraian. Semua ketentuan ini diatur dengan ketat dan masing-masing memiliki sanksi pidana bagi yang melanggarnya, inilah bentuk ketegasan hukum keluarga di Pakistan
MANAJEMEN DAKWAH HALAQAH DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BORNEO MELALUI KHATULISTIWA BERBAGI
Dakwah Management of the Halaqah Khatulistiwa Berbagi is a dakwah activity in a systematic and coordinative manner that starts from planning, organizing, implementing, monitoring and evaluating da'wah activities. Khatulistiwa Berbagi activities are engaged in the field of education by establishing an informal Equator Sharing school. The research method used is qualitative research. Data collected through literature and field studies through observation, participant observation, and interviews. Analysis of the data used an interpretive approach. The focus of this study is how do the Dakwah Management of the Halaqah Khatulistiwa Berbagi? How does the Dakwah Halaqah of Khatulistiwa Berbagi share? Who are the Khatulistiwa Berbagi’s partners? The results of the study illustrate that the management of the Halaqah Da'wah Khatulistiwa Berbagi has applied modern management as seen from the placement of Human Resources in accordance with their respective expertise there has been a clear division of tasks among the administrators and teachers. Da'wah is done by grouping students according to their level of education. Dakwah Khatulistiwa Berbagi’s partners are Munzalan Mubarakan, IAIN Pontianak, STAN, and Pontianak City Health Office.
[Manajemen dakwah halaqah Khatulistiwa Berbagi adalah suatu kegiatan dakwah yang dilaksanakan oleh Khatulistiwa Berbagi secara sistematis dan koordinatif yang dimulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi kegiatan dakwah. Kegiatan dakwah Khatulistiwa Berbagi bergerak dalam bidang pendidikan dengan mendirikan sekolah informal Khatulistiwa Berbagi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Pengumpulan data melalui studi pustaka dan lapangan melalui pengamatan, observasi partisipan, dan wawancara. Analisa yang digunakan dengan pendekatan interpretif. Adapun fokus dalam penelitian ini adalah bagaimanakah manajemen dakwah halaqah Khatulistiwa Berbagi? Bagaimanakah dakwah halaqah Khatulistiwa berbagi? Siapa sajakah mitra dakwah Khatulistiwa Berbagi? Hasil penelitian menggambarkan bahwa manajemen dakwah halaqah Khatulistiwa Berbagi sudah menerapkan manajemen modern yang terlihat dari penempatan SDM sesuai dengan keahlian masing-masing, sudah ada pembagian tugas yang jelas di antara pengurus dan guru-guru. Dakwah halaqah dilakukan dengan cara mengelompokkan peserta didik sesuai dengan tingkat pendidikan. Mitra dakwah Khatulistiwa Berbagi adalah Munzalan Mubarakan, IAIN Pontianak, STAN, dan Dinas Kesehatan Kota Pontianak].
Kata Kunci: Manajemen Dakwah, halaqah, Khatulistiwa Berbag
Hypnoteachingg: Solusi Siswa Learning Disorder
This study wants to analyze the extent to which the role of hypnoteaching is offered by the world to academics in the education fild to overcome the problem of learning disorder students. The reseach methode used is the reseach library. Based on the reseach it was concluded that hypnoteaching is the most accurate and relevant solution to create the effectiveness of learning disorder learning students, although sometimes only through simple strategies. By hypnoteaching, learning disorder students will feel more likely to be present and not cornered even though their essence is not the same as other normal humans. The implication og this study is that the theories that are conceptualized in hypnoteaching succeed in reducing students’ learning disorder anxiety while participating in learning activities