Jurnal IAIN Pontianak (Institut Agama Islam Negeri)

Jurnal IAIN Pontianak (Institut Agama Islam Negeri)
Not a member yet
    1012 research outputs found

    PERAN TAREKAT DALAM MENDIDIK MORAL GENERASI MUDA: STUDI TERHADAP TAREKAT SYᾹŻILIYYAH DI PONDOK PESANTREN DARUSSALAM MAGELANG

    Get PDF
    Abstract Seeing the current condition, there are a lot of moral deviations among the younger generation such as alcohol, brawl, free sex and so forth. This has become one of the social problems carried out by the younger generation and until now it has not been able to be completely resolved. The consequences are quite serious and cannot be considered a simple matter, because these actions have led to criminal activities. Seeing this reality, the younger generation must receive educational attention that emphasizes the spiritual side (read: Sufism) without ignoring the material side. In Islamic teachings, the spiritual side is embodied in the tarekat which emphasizes moral education. Therefore in this study, the role of the Tariqa Syāżiliyyah in the Islamic Boarding School of Magelang Darussalam will be discussed in educating the morale of the young generation. The findings in this study include: the method applied by the Tariqa Syāżiliyyah in educating the morale of the younger generation is by the lecture method, discourses and questions and answers, then to strengthen the spiritual structure by perpetuating the dhikr or wirid-wirid which has been certified by the murshid as cleansing the heart so that always attached to God, so it is not easily influenced by negative things in behavior or actions. The method is applied in daily, weekly, monthly and yearly activities. These activities include wirid tarekat, mujahādah, general recitation, grave pilgrimage, and meetings between murshid and tarekat students. The influence of these activities on the morale of the younger generation includes being more active in worship, patience and gratitude, being careful in all matters, discipline, and tawāḍu '. Keywords: Tariqa Syāżiliyyah, moral education, the young generation, Darussalam boarding school Abstrak Melihat kondisi sekarang ini, banyak sekali terjadi penyimpanganpenyimpangan moral di kalangan generasi muda seperti miras, tawuran, seks bebas dan lain sebagainya. Hal tersebut menjadi salah satu masalah sosial yang dilakukan oleh generasi muda dan sampai saat ini belum bisa diatasi sampai tuntas. Akibat yang ditimbulkan cukup serius dan tidak bisa dianggap sebagai persoalan sederhana, karena tindakan-tindakan tersebut sudah menjerumus pada tindakan kriminal. Melihat realitas tersebut maka generasi mudanya harus mendapat perhatian pendidikan yang menekankan sisi rohani (baca: tasawuf) tanpa mengabaikan sisi materi. Dalam ajaran Islam, sisi rohani diejawantahkan dalam tarekat yang di dalamnya menekankan pendidikan moral. Oleh karena itu dalam kajian ini akan dibahas peran Tarekat Syāżiliyyah di Pondok Pesantren Darussalam Magelang dalam mendidik moral generasi muda. Temuan dalam penelitian ini antara lain: metode yang diterapkan Tarekat Syāżiliyyah dalam mendidik moral generasi muda adalah dengan metode ceramah, wejangan-wejangan dan tanya jawab, kemudian untuk menguatkan struktur kerohaniannya dengan melanggengkan zikir atau wirid-wirid yang telah diijazahkan oleh mursyid sebagai pembersih hati agar selalu terpaut kepada Allah, sehingga tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif dalam perilaku atau tindakan. Metode tersebut diterapkan dalam kegiatan harian, mingguan, bulanan, dan kegiatan tahunan. Kegiatan tersebut antara lain wirid tarekat, mujahādah, pengajian umum, ziarah kubur, dan pertemuan antara mursyid dan murid tarekat. Pengaruh kegiatan tersebut terhadap moral generasi muda di antaranya semakin giat dalam beribadah, sabar dan syukur, berhati-hati dalam segala hal, disiplin, dan tawāḍu’. Kata Kunci: Tarekat Syāżiliyyah, pendidikan moral, generasi muda, pondok pesantren Darussala

    MENYIBAK “ISTANA DI ATAS LANGIT” DIANTARA RELUNG KEHIDUPAN PEREMPUAN Studi Problem dan Isyarat Feminisme hingga Krisis Identitas Perempuan di Batu Ampar

    Get PDF
    Jika dulu di masa kejayaan industri-industri perkayuan, Teluk Air – Batu Ampar sangat dikenali sebagai “Singapurnya”-nya Kalimantan Barat. Keluar-masuk kapal domestik dan asing, seolah menjadi bagian tak terpisahkan dari rutinitas kesibukan kaum Adam maupun Hawa dalam mendulang rupiah. Kini kejayaan itu tinggal kenangan, tersisa hanya ‘nestapa’ seiring collaps-nya segenap perusahaan industri perkayuan, akibat kayu log sebagai bahan baku tidak lagi mampu menopang segenap aktivitas industri perkayuan tersebut. Krisis moneter yang melanda di tahun 1998 lalu, bukan hanya puncak ‘nestapa.’ Tapi, sekaligus tersibaknya problem dan isyarat feminisme yang semakin mendegradasi, bahkan mensubordinasi eksistensi perempuan yang sebelumnya terlihat samar-samar. Struktur patriarkhi yang semakin menjadi “terpaksa” harus ditebus dengan kerja keras kaum Hawa. Berikhtiar merengkuh “belas kasihan” alam demi esensi yang paling mereka jaga, yakni bertahan dan berlangsungnya kehidupan “Istana di Atas Langit” sebagai metafora berumah tangga, meski diantaranya mengalami kegagalan—terpaksa menjadi “kepala” rumah tangga. Sudah barang tentu, problem dan isyarat feminisme menjadi penting dijawab dalam mewujudkan proses masa depan yang sensitif gender, berikut kesetaraan perempuan dari keperkasaan struktur patriarkhi

    TEKNIK KOMUNIKASI DAKWAH MELALUI KESENIAN TUNDANG MAYANG SANGGAR PUSAKA KALIMANTAN BARAT

    Get PDF
    Dakwah kian hari dihadapkan pada tantangan yang tidak ringan. Untuk mengomunikasikan pesan dakwah diperlukan teknik yang sesuai. Kesenian dapat menjadi teknik efektif dalam menyampaikan pesan, di antaranya adalah kesenian Tundang Mayang Sanggar Pusaka Kalimantan Barat. Bagaimana teknik kesenian ini mampu menyampaikan pesan dengan apik? Setelah dikaji ternyata keunggulannya ada pada indahnya gaya bahasanya, pilihan kata dan nadanya menarik, iramanya khas, tiap bait syairnya menghibur, dilengkapi pula dengan ekspresi, lantunan musik, dan juga tarian membuat Tundang memukau

    MENTARJIH PENETAPAN NASAB ANAK ZINA KEPADA AYAH BIOLOGIS BERDASARKAN KONSEP ANAK DAN MAQSAD HIFZ AL-NASL

    Get PDF
    Nasab is a bloodline that binds human relations with the father up, children down and sideways. Preservation of nasab including part of the favors of God that has been given to his servant. Because nasab is the basis for protecting people from damage, intricacy and forgery. In the order of Islamic rules nasab child is given to his father. The indication is that a father in Islam is burdened with the responsibility to provide the fulfillment of clothing, food and shelter for his child, or in the general sense a father is obliged to protect, nurture and be a role model for his children. But what if there is a child who is not allowed to rage on his father as the opinion of the majority of Islamic scholars? namely a child born from the result of a relationship outside of marriage (adultery), where at the time of birth his mother had not had time to get married, despite the opinion of a minority of Islamic scholars who disagree with the opinion of the majority. Therefore, the author tries to explain to give priority (tarjih) to the opinion of the minority from the opinion of the majority who have given biological father the opportunity to determine the child he confesses to himself, even without marrying his mother. Because of minority opinion, when viewed in terms of the broad meaning of maqsad hifz al-nasl is very close. This study is a library research and uses a qualitative-inductive approach or in Arabic called tahlili-istiqrai method with theories that are part of the ushul fiqh methodology. The results that the authors take from this study are with al-tarjih baina qaulauini by looking at the most propositions from both opinions. Among them by looking at the perspective of the concept of children and maqsad hifz al-nasl

    The Implementation of Extracurricular Tahfidz Al-Quran to Increase Student Achievement at MTsN 3 Tulungagung

    Get PDF
    Al-Quran is the greatest miracle of Muslims completing the previous book that must be studied. Tahfidz Al-Quran is present in various boarding schools, formal schools, non-formal schools, to the special institutions of Tahfidz Al-Quran. Starting with applying the results of research at the Hanifida Al-Quran Islamic Boarding School, Jombang in a special class, the extracurricular tahfidz Al-Quran was formed for the regular class as a forum for the talents and interests of students. As well as actualizing the vision and mission of the madrasa in religious terms. Research focus: discussing the existence of tahfidz Al-Quran extracurricular activities aimed at: (1) knowing the form of implementation of Al-Quran tahfidz extracurricular activities (2) knowing the achievements of extracurricular tahfidz al-Quran in MTsN 3 Tulungagung. The research method uses a descriptive qualitative approach. With the technique of collecting interviews, observation, and documentation. Through data analysis techniques: data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Data validity checking: method and source triangulation test. The results of the research: (1) program or extracurricular form of tahfidz Al-Quran at MTsN 3 Tulungagung, among others: a) deposits, b) guidance, c) deresan, d) evaluation (continued verse), and e) pesantren kilat (2) The achievements given by extracurricular tahfidz Al-Quran students at MTsN 3 Tulungagung include: a) in the academic field and b) non-academic

    KONTRIBUSI KYAI AGENG MUHAMMAD BESARI DALAM AKULTURASI DAKWAH ISLAM DI PONOROGO JAWA TIMUR

    Get PDF
    ABSTRACT The spread of Islamic teachings in Ponorogo can not be separated from the role of a kyai. Kyai is domiciled as a central figure in the life system of the community and pesantren. As a promoter in Islamic civilization, kyai figure is faced with socio-cultural reality and social change in society. Da'wah islam becomes a challenge that must be faced because the religion of Islam comes as a religion of renewal of the religion of ancestors who have been ingrained in the environment. The role of Ageng Besari kyai in spreading Islam in Ponorogo can be traced from three important aspects, namely the field of religion, social and political fields. Efforts to spread Islam by Kyai Ageng Besari can be felt throughout the ponorogo region in the form of cultural acculturation as well as historical relics such as mosques, tombs, religious traditions, to the emergence of large pesantren-pesantren that still exist today. Kyai Besari is famous as a great teacher on the island of Java because of his success in educating his students into big people and became a mainstay of ponorogo society as Warok Ponorogo who is famous for his magic

    Pemikiran Maharaja Imam Kerajaan Sambas Haji Mohamad Basioeni Imran Tentang Kemunduran dan Perbedaan Pendapat Umat Islam

    Get PDF
    Dalam berbagai tulisan disebutkan bahwa Maharaja Imam Kerajaan Sambas Haji Mohamad Basioeni Imran adalah seorang pembaru Islam. Beberapa kajian telah dilakukan untuk menunjukkan hal tersebut seperti kajian terhadap pemikiran pendidikan, pemikiran fikih dan pemikiran tafsirnya. Namun beberapa kajian itu belum mampu menjawab pertanyaan mengapa dan bagaimana pembaruan yang digagas oleh Basioeni Imran. Tulisan ini berupaya menjawab pertanyaan mengapa dan bagaimana pemikiran pembaruan Islam Basioeni Imran. Kajian menggunakan metode sejarah dengan sumber-sumber primer karya Basioeni Imran ini berupaya menunjukkan latar belakang sosio-kultural dan pemikiran pembaruan yang digagas oleh Basioeni Imran. Menurut Basioeni Imran, faktor utama penyebab mundurnya umat Islam adalah perbedaan pendapat yang berubah menjadi perselisihan dan perpecahan umat. Termasuk penyebab perpecahan itu adalah sikap taklid dan anggapan bahwa pintu ijtihad sudah tertutup. Jalan keluar dari masalah tersebut adalah memberikan pemahaman dan membuka cakrawala berpikir umat bahwa perbedaan pendapat adalah kenicayaan yang terjadi sejak masa Rasulullah hingga pada masa lahirnya para ulama mujtahid atau para imam mazhab. Jika ulama dan umat dapat menerima perbedaan pendapat sebagai sebuah rahmat, maka upaya selanjutnya adalah membuka kembali peluang setiap orang yang memenuhi persyaratan untuk berijtihad. Dengan demikian akan terjadi dinamika dalam masyarakat, ilmu pengetahuan berkembang sebagaimana terjadi pada masa-masa keemasan Islam.

    KOMUNIKASI PENYULUH AGAMA ISLAM DI ERA DISRUPSI INFORMASI (Studi Penyuluhan Pada Masyarakat Perbatasan Sambas Kalimantan Barat)

    Get PDF
    Dampak perkembangan Era Disrupsi Informasi yang ditandai dengan lajunya perkemabngan teknologi informasi. Tidak bisa dipungkirim juga berdampak secara fundamental terhadap segala aspek kehidupan manusia, tanpa terkuecuali aktifitas kegiatan penyuluhan. Menajdi sangat menarik tentunya bagaiaman pola komunikasi Penyuluh Agama Islam Ketika di hadapkan dengan pergesearan struktur sosial budaya  masyarakatnya, seperti halnya penyuluhan di Perbatasan. Setiap proses komunikasi yang berkembang, tentu juga akan berpengaruh kepada pola komunikasinya, terlebih lagi komunikasi yang melibatkan kegiatan interaksi komunikasi oleh penyuluh agama islam dalam menggunakan media digital. Maka dari itu, untuk mengetahui bagaiamanapola komunikasi yang berkemabng di era disrupsi saat ini, penelitian ini menggunakan penelitian Lapangan dengan metode deskriptif analisis, studi pada masyarakat perbatsan. Berdasarkan analisis lapangan ditemukan beberapa hasil penelitian, diantaranya pola komunikasi yang dilakukan sesuai Tugas dan Funsgisi penyuluh agama di perbatasan pada era disrupsi informasi mengalami perkembangan dan perubahan, diantaranya dengan ditandai nya perubahan pola komunikasinya yaitu, pola komunika roda, pola rantai, dan pola berjairngan

    ETIKA KEAGAMAAN DALAM MENGHADAPI KEMISKINAN DI ERA GLOBALISASI (Kajian Perspektif Agama-Agama)

    Get PDF
    Agama secara inheren memiliki nilai-nilai emansipasi, karena itu dalam sejarah agama telah menempatkan dirinya sebagai penggerak perubahan. Dalam konteks Indonesia, ketertinggalan yang berarti kemiskinan merupakan tantangan yang harus diatasi dengan partisipasi dan keberpihakan agama, karena dari komposisi masyarakat Indonesia dikenal sebagai masyarakat yang religius. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan mengalami peningkatan dari tahun ke tahunnya. Pada bulan maret 2015, jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan) di Indonesia mencapai 28,59 juta orang atau setara dengan 11,22%, bertambah 0,86 juta dari 27,73 juta orang pada bulan september 2014. Informasi ini menunjukkan bahwa problem kemiskinan, alih-alih dapat direduksi, justru mengalami peningkatan setiap tahunnya.Dalam penanggulangan kemiskinan, perbaikan dan pengembangan masyarakat sangat diperlukan untuk memberdayakan masyarakat guna membantu membangun masyarakat secara optimal melalui swadaya atau prakarsanya sendiri dengan cara mengidentifikasi kebutuhannya, menggali serta memanfaatkan sumber daya yang ada demi kesejahteraan bersama. Untuk mencapai tingkat kesejahteraan yang diharapkan, dibutuhkan masyarakat yang mampu menyadari akan kebutuhannya sendiri, meliputi sumber daya dan potensi desa yang ada

    POLA DAKWAH DAN KOMUNIKASI TAREKAT HAQ NAQSYABANDI MENGHADAPI ARUS RADIKALISME DI SOSIAL MEDIA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap tentang pola dakwah dan komunikasi yang digunakan oleh Tarekat Haq Naqsyabandiyah (THN) dalam rangka membendung arus radikalisme di sosial media, yang belakangan ini banyak diperbincangkan di masyarakat, terutama masyarakat terdidik. Masalah dalam penelitian ini difokuskan pada apa yang dilakukan oleh Tarekat Haq Naqsyabandiyah dalam menyikapi maraknya content-content radikal di sosial media. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan fenomenologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa langkah yang ditempuh oleh Tarekat Haq Naqsyabandiyah untuk mengatasi persoalan ini, antara lain: 1) Menguatkan Halaqah Zikir; 2) Menguatkan pemahaman jama’ah terhadap ilmu ketarekatan melalui pembinaan keilmuan dan praktik ketarekatan; 3) Meperkuat dakwah face to face kepada jama’ah, pengurus Yayasan dan masyarakat umum

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal IAIN Pontianak (Institut Agama Islam Negeri) is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇