e-Journal Universitas Indraprasta PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia)
Not a member yet
4693 research outputs found
Sort by
PERAN GURU BK DALAM MENGATASI SISWA BERMASALAH MELALUI BIMBINGAN KONSELING INDIVIDU DENGAN TEKNIK EMPTY CHAIR
Penelitian ini menyelidiki peran konselor sekolah dalam menggunakan teknik Empty chair dalam konteks konseling individu di lingkungan sekolah. Berdasarkan teori-teori psikologi seperti teori Gestalt dan analisis transaksional Berne, penelitian ini menggunakan pendekatan analisis deskriptif kualitatif, yang mencakup analisis literatur dan wawancara mendalam dengan konselor sekolah, untuk meneliti bagaimana teknik Empty chair dapat membantu siswa dalam mengatasi masalah mereka. Temuan analisis literatur mengungkapkan bahwa teknik Empty chair memberi siswa kesempatan untuk mengeksplorasi perasaan, pikiran, dan perilaku mereka lebih dalam, sejalan dengan penekanan teori Gestalt pada kesadaran diri. Selain itu, analisis transaksional Berne memperkuat penerapan teknik tersebut dengan mengakui bahwa individu memiliki berbagai status ego yang memengaruhi perilaku mereka. Wawancara mendalam dengan konselor sekolah menunjukkan bahwa teknik Kursi Kosong telah memberikan manfaat yang signifikan bagi siswa, termasuk peningkatan pemahaman diri dan keterampilan interpersonal. Namun, tantangan dalam penerapan teknik ini juga diakui, termasuk keterbatasan waktu dan sumber daya, serta penolakan siswa terhadap konseling. Sebagai kesimpulan, penelitian ini menggarisbawahi peran penting konselor sekolah dalam memanfaatkan teknik Kursi Kosong untuk secara efektif mendukung siswa dalam mengatasi tantangan mereka di lingkungan sekolah
PENGARUH BUDAYA ORGANISASI, KEPUASAN KERJA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KOMITMEN ORGANISASI GURU SLB
HUBUNGAN KEMAMPUAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENGANALISIS KURIKULUM DAN MENDESAIN PEMBELAJARAN DI SMA LUBUK PAKAM
Untuk mengetahui seberapa besar hubungan kapasitas seorang guru PAI dalam analisis kurikulum dalam menciptakan pembelajaran dengan sampel sebanyak 20 peserta dari populasi 20 orang pengajar Pendidikan Agama Islam menjadi tujuan penelitian ini. Kuesioner skala Likert berfungsi sebagai alat penelitian. Setelah itu digunakan metode analisis korelasi product moment dasar untuk mengolahnya. Temuan penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara desain pembelajaran PAI dengan kapasitas pengajar PAI dalam mengkaji kurikulum. Nilai korelasi sebesar 0,772 menunjukkan hal tersebut. Dengan demikian, derajat korelasi kapasitas guru PAI dalam mengevaluasi kurikulum dengan desain pembelajaran dalam penelitian ini adalah sebesar 62%; persentase sisanya ditentukan oleh faktor-faktor lain yang tidak dimasukkan dalam analisis. Penelitian ini berimplikasi pada upaya peningkatan kapasitas guru Pendidikan Agama Islam dalam menganalisis kurikulum. Hal ini dapat dicapai dengan beberapa cara, misalnya dengan memberikan pelatihan yang materi pelajarannya dikaitkan dengan kajian permasalahan yang dapat meningkatkan kapasitas mereka dalam mengajar, sehingga pengetahuan keilmuan pendidikan mereka dapat memberikan kontribusi yang lebih bermakna terhadap upaya peningkatan pembelajaran
PENDIDIKAN AKHLAK MULIA DAN PENDIDIKAN KARAKTER: PERSEPSI GURU PAI SEKOLAH MENENGAH ATAS TANJUNG PURA
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pandangan para pendidik PAI tentang pendidikan karakter dan pengajaran akhlak mulia, serta mengidentifikasi persamaan dan perbedaan pandangan tersebut. Mengenai penelitian kualitatif semacam ini. Memanfaatkan metode untuk mengumpulkan informasi seperti survei, wawancara, dan penelitian tercatat. Data disajikan melalui analisis interaktif berdasarkan model Huberman dan Miles. Berdasarkan temuan penelitian, para pendidik PAI di Kec. Sekolah Menengah Atas Tanjung Pura meyakini bahwa pendidikan akhlak mulia merupakan upaya nyata untuk meningkatkan ketaqwaan siswa kepada Allah SWT dengan cara mengajarkan prinsip-prinsip akhlak yang unggul. Dari cara siswa belajar membaca Alquran, beristighfar, dan mengikuti kegiatan kemanusiaan seperti gotong royong dan infaq dan sedekah, serta rukun iman, ihsan, syukur, ketaatan, dan husnuzzan, terlihat jelas bahwa guru menanamkan akhlak. nilai-nilai seperti ini pada siswanya. Pendidikan karakter, menurut para pendidik PAI, adalah suatu program yang bertujuan untuk mengajarkan siswa untuk menghargai dan menghormati orang lain, serta menerima tanggung jawab atas pilihan dan perilakunya sendiri, melalui penggunaan teknik pelatihan yang ditunjukkan melalui perkataan, sikap, dan perilaku. perbuatan. Pendidikan akhlak mulia dan pendidikan budi pekerti menurut sudut pandang para pengajar PAI adalah sama dan berbeda karena menggunakan pendekatan yang berbeda. Metode-metode seperti pendekatan pembiasaan, keteladanan, bimbingan, serta penghargaan dan hukuman juga dapat dibandingkan. Secara umum pendidikan karakter dan pendidikan akhlak mulia cukup sebanding
ANALISIS KEBERHASILAN PEMBELAJARAN AQIDAH AKHLAK DALAM MEMBINA KARAKTER ISLAMI SISWA DI MADRASAH ALIYAH NEGERI 3 MEDAN
FAKTOR PENENTU DIVERSIFIKASI PENDAPATAN PERUSAHAAN PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA
Diversifikasi pendapatan adalah sebuah metode yang selalu digunakan oleh perusahaan untuk mencapai pendapatan maksimal. Terutama di perusahaan perbankan di mana pendapatan perusahaan hanya melalui transaksi bunga. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh diversifikasi pendapatan terhadap pendapatan bunga dan pendapatan non-bunga di perusahaan perbankan di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2019-2023. Indikator makro juga termasuk dalam variabel independen, yaitu GDP dan tingkat inflasi. Data panel yang digunakan dalam eViews 12 adalah data dari perusahaan perbankan konvensional yang memiliki data lengkap untuk tahun penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan rasio perbankan yang paling tinggi memiliki pengaruh terhadap diversifikasi pendapatan adalah rasio likuiditas yang diukur dengan proksi loan to asset ratio (LTA) dan rasio biaya terhadap pendapatan yang mengukur efisiensi perusahaan. Tingkat risiko perbankan yang diukur dengan proksi z-score dan rasio kecukupan modal (CAR) juga memiliki pengaruh positif pada tingkat signifikansi 5 persen, sedangkan variabel ukuran perusahaan dan rasio kapitalisasi pasar memiliki pengaruh pada tingkat signifikansi 10 persen. Hasil regresi menggunakan metode berbeda menghasilkan indikator good corporate governance (GCG) dengan variabel board size (BS) dan indikator makro yang tidak memiliki pengaruh terhadap diversifikasi pendapatan
ANALISIS PENENTUAN USAHA BIMBINGAN BELAJAR (BIMBEL): WARALABA vs NIRWARALABA di KABUPATEN BEKASI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model lembaga Bimbingan Belajar (Bimbel) yang layak di Bekasi, Jawa Barat. Coba bandingkan kelebihan dan kekurangan waralaba yang merupakan salah satu model bisnis yang paling dikenal daripada Non-Waralaba (usaha mandiri). Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif untuk menjawab permasalahan yang ditemukan peneliti dan melakukan analisis terhadap fenomena yang terjadi di lembaga bimbingan belajar dengan analisis SWOT untuk mengkaji kekuatan dan peluang kemudian dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk mengurangi kelemahan dan ancaman. Setelah dilakukan analisis SWOT dan perumusan strategi baru, ternyata Bimbel masih mendapatkan kendala strategi dari berbagai sektor. Lebih jauh lagi, Bimbel membutuhkan strategi bisnis yang dijalankan dengan baik dalam memilih Franchising daripada Non-Franchising (usaha mandiri). Penelitian ini menggali data dengan menggunakan 6 Bimbel yang terdiri dari 3 Waralaba dan 3 Bimbel lainnya Non Waralaba yang kesemuanya dioperasikan di Bekasi