e-Journal Universitas Indraprasta PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia)
Not a member yet
4693 research outputs found
Sort by
Development of Ethnomathematics-Based Test Instrument to Measure Critical Thinking Ability
In an effort to improve one's critical thinking skills through mathematics, of course, an instrument or special material is needed to measure critical thinking skills, one of which is through an ethnomathematics-based test instrument. This research is research and development (R&D), which involves developing test instruments with the formative research model (Tessmer). This development goes through two stages, namely preliminary and self-evaluation stages. The research was conducted on 4th-semester students who had studied mathematical economics. Validation sheets, tests, and questionnaires were used to collect data. The data collected were analysed using question validity analysis, student and lecturer response analysis, and test quality analysis, including reliability, difficulty level, and differentiability. At the same time, the critical thinking skills of students will be analysed descriptively. The results of this development obtained ethnomathematics-based test instruments that meet the criteria for validity, reliability, differentiability, difficulty level, and practicality according to standards. Thus, ethnomathematics-based test instruments are feasible to use to measure students' critical thinking skills
Stilasi Burung Bangau Mahkota Merah sebagai garnitur pada busana pesta malam
Penelitian ini bertujuan untuk merancang busana pesta malam yang terinspirasi dari burung bangau mahkota merah menggunakan metode penelitian dan pengembangan (research and development) dengan model ADPIE (Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi). Hasil penelitian berupa off-shoulder A-line dress dengan lengan Sabrina, dihiasi stilasi burung bangau mahkota merah menggunakan teknik bordir dan lekapan dengan manik-manik berbentuk piring, bambu, dan tetes air mata. Warna busana terdiri dari putih (lengan), merah (atasan), gradasi putih-abu-abu (bawahan), serta merah jambu (obi), yang dipilih untuk menciptakan keselarasan estetis. Proses pengembangan diawali dengan eksplorasi ide dan pembuatan moodboard, dilanjutkan dengan desain dan produksi busana, serta evaluasi menggunakan analisis deskriptif kuantitatif melalui uji validitas oleh dua ahli busana. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa busana yang dikembangkan memenuhi kualifikasi baik dengan tingkat pencapaian 75,65%
Strategi Inovatif Mengoptimalkan Kompetensi Siswa dengan Merdeka Belajar & Penilaian Otentik
Dalam era globalisasi, perkembangan tekhnologi informasi yang pesat memunculkan tantangan baru, termasuk dalam dunia pendidikan. Konsep merdeka belajar hadir untuk mendorong tranformasi pengajaran, dengan menempatkan siswa sebagai subjek aktif pembelajaran, yang memungkinkan siswa mengeksplorasi potensi mereka secara optimal, holistik dan nyaman, sehingga kompetensi mereka berkembang sesuai tuntutan zaman dimana penilaian otentik menjadi elemen penting untuk memastikan kompetensi siswa relevan dan aplikatif. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif tentang strategi inovatif yang mengintegrasikan merdeka belajar dan penilaian otentik, diharapkan tercipta generasi cerdas yang siap berkontribusi dan bersaing, melalui pelatihan ini, guru dilatih menerapkan strategi pendidikan yang dapat meningkatkan kompetensi siswa secara efektif. Artikel ini berdasarkan hasil Abdimas gasal 2023/2024 bersama guru TK di Depok. Diskusi interaktif kami membahas berbagai studi kasus menunjukkan hasil positif terhadap peningkatan kompetensi siswa
Pemanfaatan Pohon Bambu untuk Meningkatkan Ekonomi Kreatif melalui Kerajinan Tangan Warga Gintung, Jaksel
Kerajinan tangan sering kali memiliki nilai budaya yang tinggi karena banyak yang terinspirasi dari tradisi atau warisan lokal, dan dapat menjadi salah satu cara untuk melestarikan kearifan lokal serta memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat di berbagai daerah. Salah satu bahan baku untuk pembuatan kerajinan tangan adalah pohon babu. Pohon bambu merupakan salah satu tanaman yang tumbuh subur di Indonesia dan dikenal sebagai sumber daya alam yang melimpah Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk membekali peserta dengan keterampilan dasar serta pengetahuan mengenai desain produk dan manajemen produksi kerajinan berbahan dasar bambu. Kegiatan ini melibatkan mitra dari kalangan anggota kelompok tani dan warga Kampung Gintung Poncol RT 011/002. Selain pelatihan pembuatan produk kerajinan bambu, peserta juga diberikan pemahaman tentang pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi dan pemasaran produk. Adapun metode dalam pelaksanaan ini adalah Focus Group Discussion (FGD) , Metode ceramah dan diskusi, metode praktik dan tutorial, metode evaluasi. Hasil dari abdimas ini adalah dengan adanya pelatihan pembuatan kerajinan tas dari kayu bambu masyarakat senang dan antusias untuk bisa memproduksi lebih banyak lagi, Pemanfaatan pohon bambu oleh warga Gintung, Jakarta Selatan, terbukti dapat menjadi salah satu solusi inovatif dalam pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. Ketersediaan bahan baku bambu yang melimpah dan keterampilan masyarakat yang terus ditingkatkan mampu menciptakan produk kerajinan tangan yang bernilai ekonomis tinggi. Kegiatan ini tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan warga, tetapi juga mendorong semangat kewirausahaan dan pelestarian budaya lokal
PENGARUH KESIAPAN BELAJAR DAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI LISAN TERHADAP KEMAMPUAN BERNALAR KRITIS PADA PEMBELAJARAN IPA
The Usage of Synthetic Wood Analysis as an Alternative Material in Kudus Traditional Houses
Kudus traditional houses are known as houses that have distinctive architectural features using teak wood as the primary material. However, the availability of teak wood is increasingly scarce due to continuous exploitation. In contrast, the growth of teak wood takes a long time until it is ready to be harvested and utilized as material. The constant exploitation of teak wood can affect global warming due to reducing forests as carbon sinks. On the other hand, global warming also impacts the durability of teak wood, which is the primary material in traditional Kudus houses, making it more resistant to damage. This condition requires high maintenance and maintenance costs, causing the number of Kudus traditional houses to decrease. In overcoming the dependence on teak materials in Kudus traditional houses, there is a need for a material strategy that can be used sustainably. This research explores sustainable strategies in using Kudus traditional house materials by replacing teak wood with synthetic wood, which is more readily available at a relatively cheaper price. This research method uses a qualitative approach with field observations and literature studies regarding teak materials. The results showed that several types of synthetic wood have the potential to replace teak wood in terms of durability, aesthetics, and environmental sustainability. Using synthetic wood can solve the scarcity of teak wood without sacrificing the cultural value of traditional Kudus houses. This research shows that adopting synthetic materials can effectively preserve traditional architecture while supporting sustainable development
THE EFFECT OF DIFFERENTIATED INSTRUCTION ON STUDENTS’ CRITICAL THINKING SKILLS
The effect of differentiated learning on students' critical thinking skills at Tugu Harum elementary school in the subject of Natural and Social Sciences (IPAS) is the aim of this study. This study employs a quantitative approach, with the Quasi-Experimental Design method being used as a type of non-equivalent control group design. A total of 30 fifth-grade students at elementary school Tugu Harum were selected as the sample for this study. Data collection methods included a 15-item essay test, which was evaluated for validity and credibility. The results showed a very high Cronbach’s Alpha value for the categories. Normality, homogeneity, and hypothesis tests were conducted to analyze the data. The findings indicated that there was a significant difference between the posttest results of the experimental group and the control group. This discovery suggests that the implementation of differentiated learning significantly affects the improvement of students' critical thinking skills. By providing treatments that align with students' readiness, interests, and learning styles, differentiated learning can foster a more active, meaningful, and effective learning process. Therefore, this approach can serve as a creative alternative to enhance the quality of learning in elementary schools, with a particular emphasis on developing critical thinking skills relevant to the 21st century
MENANAMKAN PENGETAHUAN IDENTITAS NASIONAL MELALUI PELAJARAN PPKN SEBAGAI GENERASI MUDA KEPADA SISWA (STUDI KASUS SMK SWASTA SITI BANUN)
KEBIJAKAN PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DALAM MENGEMBANGKAN VIDEO PEMBELAJARAN DI MAN KOTA BINJAI
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan dalam peningkatan kecakapan mengajar guru dalam mengembangkan video pembelajaran di MAN Kota Binjai. Fokus penelitian ini mencakup kebijakan pengembangan video pembelajaran, kompetensi guru, serta hambatan dan upaya dalam meningkatkan kompetensi guru. Studi deskriptif kualitatif ini dilaksanakan di MAN Kota Binjai pada tahun pelajaran 2025/2026, dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi partisipan, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi, penyajian, dan kesimpulan, serta memastikan kredibilitas data melalui standar keabsahan seperti credibility dan dependability. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan peningkatan kompetensi guru mengarah pada pengintegrasian video pembelajaran buatan sendiri ke dalam kelas, serta mendorong guru untuk mengadaptasi pembelajaran yang lebih interaktif dan kontekstual. Namun, partisipasi guru mata pelajaran agama dalam penggunaan video sebagai media pembelajaran masih terbatas. Hambatan utama termasuk kurangnya kompetensi dan literasi digital, serta minimnya pelatihan yang relevan. Upaya yang dilakukan meliputi pengadaan fasilitas dan pelatihan berbasis kebutuhan, seperti workshop penggunaan aplikasi desain video seperti Canva, Capcut, dan PowerPoint Video
THE INFLUENCE OF EDUCATIONAL BACKGROUND AND FAMILY VALUES ON EMPLOYEE WORK ETHIC AT THE OFFICE OF THE MINISTRY OF FOREIGN AFFAIRS OF THE REPUBLIC OF INDONESIA
This study aimed to analyze the influence of educational background and family values on the work ethic of employees at the Office of the Ministry of Foreign Affairs of the Republic of Indonesia. The research employed a descriptive quantitative methodology. The population and sample consisted of employees from the Leadership Strategic Support Bureau within the aforementioned office. Data were collected using a survey method through the distribution of questionnaires. This study utilized a quantitative approach grounded in positivist philosophy, which involves examining specific populations or samples through random sampling, standardized research instruments, and statistical data analysis with the objective of testing predetermined hypotheses. The findings revealed that: (1) Educational background has no significant effect on employee work ethic; (2) Family values have a significant effect on employee work ethic; and (3) Collectively, educational background and family values exert a significant influence on employee work ethi