e-Journal Universitas Indraprasta PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia)
Not a member yet
    4693 research outputs found

    Perspektif semiotika budaya pada dimensi visual komunikatif pada UPT Museum Sulawesi Tengah

    Get PDF
    Museum sebagai kuratorial lembaga kebudayaan memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi sejarah dan identitas budaya melalui display benda-benda yang mengandung elemen visual yang bersifat komunikatif. Unit Pelaksana Teknis (UPT) Museum Sulawesi Tengah menyajikan berbagai artefak dan informasi budaya yang sarat makna, tetapi belum banyak diteliti dari perspektif semiotika budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dimensi visual komunikatif pada UPT Museum Sulawesi Tengah dengan pendekatan semiotika budaya untuk mengungkap makna simbolik yang terkandung di dalamnya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan pendekatan semiotika budaya, khususnya model semiotika budaya Peirce-Lotman yang mengkaji denotasi, konotasi, dan mitos dalam elemen visual. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, dokumentasi visual, dan wawancara dengan pihak museum dan pengunjung untuk mendapatkan pemahaman mendalam mengenai interpretasi visual yang terjadi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa elemen visual pada UPT Museum Sulawesi Tengah tidak hanya berfungsi sebagai sarana informasi, tetapi juga sebagai media konstruksi identitas budaya lokal. Analisis menunjukkan adanya lapisan makna yang kompleks, mulai dari makna literal hingga simbolik yang dipengaruhi oleh konteks sosial-budaya masyarakat Sulawesi Tengah. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan pentingnya pemahaman semiotika budaya dalam merancang komunikasi visual yang efektif di museum sebagai media edukasi budaya

    MANAJEMEN KURIKULUM DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN PADA PROGRAM PENDIDIKAN KESETARAAN PAKET C (STUDI MULTISITUS DI SPNF SKB KOTA YOGYAKARTA DAN SPNF SKB KOTA SURAKARTA)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen kurikulum, kendala yang dihadapi, serta solusi untuk mengatasi kendala terkait manajemen kurikulum dalam meningkatkan mutu pendidikan pada Program Pendidikan Kesetaraan Paket C di SPNF SKB Kota Yogyakarta dan SPNF SKB Kota Surakarta. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian multisitus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis situs tunggal dan analisis data lintas situs. Pengecekan keabsahan data dengan kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas dan konfirmabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua SPNF SKB telah menerapkan Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka secara adaptif sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan karakteristik lokal. Manajemen kurikulum dilakukan secara sistematis melalui tahapan perencanaan berbasis kebutuhan, pengorganisasian sumber daya, pelaksanaan pembelajaran kontekstual, serta evaluasi berkelanjutan. Temuan juga menunjukkan adanya kesamaan dalam prinsip dasar pengelolaan kurikulum, namun terdapat perbedaan dalam pengorganisasian sumber daya dan strategi pelaksanaan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kapasitas pengelola dan pendidik, pengembangan kurikulum kontekstual, serta peningkatan kolaborasi lintas sektor dalam mendukung keberlanjutan program pendidikan kesetaraan

    PENGEMBANGAN MODUL BAHASA INDONESIA BERBASIS KEARIFAN LOKAL PADA KELAS VI PAKET A DI SPNF SKB PASAMAN

    Get PDF
    Pendidikan nonformal menyediakan jalur pembelajaran alternatif untuk mendukung pendidikan sepanjang hayat, terutama bagi masyarakat yang tidak dapat mengakses atau menyelesaikan pendidikan formal. Salah satu bentuknya adalah Program Paket A, setara dengan pendidikan dasar, yang memainkan peran strategis dalam mengatasi rendahnya tingkat literasi di Indonesia. Namun, siswa Paket A di SPNF SKB Pasaman sering mengalami prestasi membaca yang rendah karena penggunaan modul berstandar nasional yang kurang relevan dengan budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi modul bahasa Indonesia berbasis kearifan lokal untuk siswa kelas enam Paket A, dengan fokus pada validitas, kepraktisan, dan efektivitasnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian dan Pengembangan (R&D) dengan model ADDIE, yang melibatkan 20 siswa berusia 12–15 tahun sebagai partisipan. Validasi oleh para ahli menunjukkan bahwa modul tersebut mencapai skor 3,60 untuk konten (sangat valid) dan 3,30 untuk media dan bahasa (valid). Uji praktikalitas dengan guru dan siswa menghasilkan skor rata-rata 41,45, yang dikategorikan sangat praktis. Uji efektivitas menggunakan uji-t sampel berpasangan menunjukkan peningkatan hasil belajar yang signifikan, dengan nilai t sebesar 14,81 (lebih besar dari nilai t tabel sebesar 2,093) dan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengintegrasian kearifan lokal ke dalam bahan ajar meningkatkan relevansi, motivasi, dan keterlibatan, yang mengarah pada peningkatan pencapaian literasi yang terukur. Dengan demikian, modul yang dikembangkan layak digunakan dalam Program Paket A dan berpotensi untuk diadaptasi ke mata pelajaran dan jenjang pendidikan lain guna meningkatkan kualitas pendidikan nonformal

    TREN PEMETAAN RISET ENTREPRENEURSHIP EDUCATION DAN EDUCATION COMPUTING DI UNIVERSITAS: SEBUAH ANALISIS BIBLIOMETRIK

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan memetakan tren penelitian Entrepreneurship Education dan education computing di universPenelitian ini bertujuan memetakan tren riset Entrepreneurship Education dan education computing di universitas melalui analisis bibliometrik. Data diperoleh dari basis data Scopus dengan kata kunci “Entrepreneurship Education” AND “Education computing” AND University pada 2 September 2025. Dari 220 dokumen yang ditemukan, sebanyak 219 dokumen berbahasa Inggris dianalisis lebih lanjut menggunakan Publish or Perish, Microsoft Excel, dan VOSviewer. Hasil penelitian menunjukkan tren publikasi meningkat signifikan sejak 2020, seiring percepatan transformasi digital di masa pandemi. Sumber publikasi didominasi prosiding internasional dan jurnal multidisipliner, dengan kontribusi terbesar berasal dari Tiongkok (135 dokumen), disusul Amerika Serikat (19 dokumen). Artikel paling berpengaruh membahas kompetensi digital pendidik, model pembelajaran berbasis pengalaman, serious games, dan faktor institusional kewirausahaan. Visualisasi kata kunci mengungkap empat klaster utama: (1) niat dan efikasi kewirausahaan, (2) pembelajaran teknik dan pengalaman, (3) kecerdasan buatan dan big data, serta (4) evaluasi komputasional. Overlay visualization menunjukkan kebaruan riset pada tema keberlanjutan, model bisnis, dan kemampuan inovasi. Penelitian ini berkontribusi memperkaya literatur interdisipliner dan memberi rujukan strategis bagi universitas dalam merancang kurikulum adaptif berbasis teknologi untuk memperkuat peran sebagai penggerak inovasi dan kewirausahaan digital

    DIGITAL DIVIDE DALAM PENERAPAN PENDEKATAN DEEP LEARNING DI SEKOLAH NEGERI KOTA PEKANBARU

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manifestasi digital divide dalam implementasi pendekatan deep learning pada institusi pendidikan di Pekanbaru serta mengkaji implikasinya terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) dan SDG 10 (Reduced Inequalities). Latar belakang penelitian berangkat dari ketimpangan nyata antara sekolah maju yang mampu mengintegrasikan teknologi canggih secara menyeluruh dan sekolah berkembang yang masih terkendala infrastruktur, sumber daya manusia, serta dukungan sosial ekonomi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain comparative case study, melibatkan dua lembaga pendidikan yang kontras: SMPN 4 Pekanbaru sebagai representasi sekolah maju dan SMPN 50 Pekanbaru sebagai representasi sekolah berkembang. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis menggunakan kerangka Miles, Huberman, dan Saldaña melalui tahap kondensasi, display, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan signifikan dalam aspek infrastruktur, kompetensi tenaga pendidik, serta profil sosial ekonomi siswa yang berdampak langsung pada kualitas pembelajaran. Sekolah maju berhasil mengimplementasikan sistem pembelajaran adaptif dan berbasis analitik, sementara sekolah berkembang masih bergantung pada metode konvensional. Kesenjangan ini memperlebar jurang kualitas pendidikan, memperkuat stratifikasi sosial, serta berpotensi menciptakan sistem pendidikan dua jalur yang kontraproduktif terhadap visi kesetaraan pendidikan dan pembangunan berkelanjutan

    PROBLEMS AND CHALLENGES IN 21ST CENTURY BIOLOGY LEARNING: A QUALITATIVE STUDY

    Get PDF
    Biology learning involves real-world problems including biodiversity, plants, and animals, as well as those important to students' daily lives. Biology learning in the 21st century is meant to give students active, relevant, and contextual learning, and it is directly tied to digitalization. This study aims to investigate the problems and challenges in teaching biology in public high schools in Kerinci Regency, Indonesia, in light of the needs of the 21st century. This is a survey study using qualitative data. A questionnaire was used as an instrument. Simple random sampling is used in the sampling procedure. The study included 166 students and 14 high school biology teachers who participated in this study from across Kerinci Regency. The Miles and Huberman approach is used in the data analysis technique, aided by the Atlas. ti 22 program. According to the findings, high school biology students and teachers in Kerinci Regency face several problems related to the biology study, including 1) latin language (biological terms); 2) laboratory (practicum); 3) material references (package books); and 4) learning that is considered uninteresting. The main challenges by biology teachers in the 21st century is adopting student-centered, active, meaningful, collaborative, and interesting learning. Technology is always evolving in the 21st century, biology teachers need to become more technologically and digitally literate

    Pemanfaatan Smartphone untuk Foto Produk di Komunitas Daluwang Desa Cikedung Lor Indramayu

    Get PDF
    Daluwang, yang diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia (WBTBI) sejak 2014, memiliki potensi ekonomi besar, namun pemanfaatannya masih terbatas. Di Desa Cikedung Lor, pengrajin menghadapi kendala minimnya diversifikasi produk dan kurangnya strategi pemasaran modern, sehingga hasil produksi sulit bersaing di pasar luas. Pemanfaatan smartphone untuk foto produk dapat mendukung pemasaran tidak hanya daluwang tapi produk-produk lainnya yang dihasilkan oleh komunitas ini. Tantangan yang dihadapi adalam kurangnya keterampilan dalam mepresentasikan peroduk secara menarik. Melalui pelatihan ini diharapkan para anggota komunita mampu memaksimalkan penggunaan smartphone untuk foto produk yang dihasilkan. Pelatihan fotografi produk menggunakan smartphone difokuskan pada teknik dasar pencahayaan, komposisi, dan pengeditan, sehingga pengrajin mampu menghasilkan foto berkualitas untuk promosi di media sosial dan platform daring. Hasil pelattihan ini memperlihatkan pengingkatan signifikan dalam kualitas pemotretan produk. Program pelatihan ini membuktikan bahwa teknologi smartphone dapat digunakan menjadi alat pemberdayaan yang efektif dalam mendukung ekonomi kreatif berbasis budaya lokal

    Pengaruh Kedisiplinan Dan Keaktifan Belajar Terhadap Prestasi Belajar Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kedisiplinan dan keaktifan belajar terhadap prestasi belajar Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN) pada siswa Madrasah Aliyah Swasta di Kota Tangerang. Menggunakan metode survei dengan pendekatan kuantitatif, penelitian ini melibatkan sampel sebanyak 100 siswa yang dipilih secara random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan tes prestasi belajar, kemudian dianalisis menggunakan teknik regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedisiplinan dan keaktifan belajar secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar PPKN, dengan koefisien determinasi sebesar 24,6%. Secara individual, kedisiplinan (β = 0,251, p < 0,05) dan keaktifan belajar (β = 0,170, p < 0,05) juga menunjukkan pengaruh yang signifikan. Temuan ini menegaskan pentingnya pengembangan strategi pembelajaran yang menitikberatkan pada peningkatan kedisiplinan dan keaktifan belajar siswa untuk meningkatkan prestasi akademik dalam bidang PPKN. Implikasi penelitian ini relevan bagi pengembangan kebijakan pendidikan dan praktik pengajaran di tingkat Madrasah Aliyah

    3,636

    full texts

    4,693

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-Journal Universitas Indraprasta PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇