e-Journal Universitas Indraprasta PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia)
Not a member yet
4693 research outputs found
Sort by
PENGARUH PENGGUNAAN INTERNET TERHADAP PERILAKU DELINKUEN REMAJA DENGAN SELF-CONTROL SEBAGAI MEDIATOR
Perilaku delinkuen bentuk gangguan tingkah laku yang berulang dan menetap, di mana perilaku tersebut melanggar norma sosial atau aturan-aturan sesuai usia remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran self-control dalam memediator pengaruh penggunaan internet terhadap perilaku delinkuen remaja. Jenis pendekatannya adalah kuantitatif. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa SMP disalah satu sekolah di Banda Aceh yang berusia 13-15 tahun, memiliki gadget yang menggunakan internet dan pernah melakukan perilaku delinkuen. Data yang diperoleh menghasilkan partisipan sebanyak 181 orang sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan. Pengolahan data dilakukan menggunakan metode Structural Equation Model (SEM) yang dioperasikan melalui program Partial Least Square (PLS) dengan menggunakan software SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Penggunaan internet berpengaruh positif terhadap perilaku delinkuen remaja (2) Penggunaan internet berpengaruh negatif terhadap self-control remaja (3) Self-control berpengaruh negatif terhadap perilaku delinkuen remaja, dengan nilai koefisien (4) Self-control signifikan memediasi hubungan antara penggunaan internet dan perilaku delinkuen remaja
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN SENI PERAN UNTUK MENINGKATKAN APRESIASI BUDAYA DI LINGKUNGAN SEKOLAH
Di era globalisasi dan modernisasi saat ini, budaya lokal menghadapi tantangan besar untuk tetap lestari di tengah gempuran budaya asing, Generasi muda, khususnya siswa di sekolah, cenderung lebih tertarik pada budaya modern yang tersebar luas melalui teknologi digital dan media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam bagaimana perencanaan seni peran di sekolah SMP Muhammadiyah 2 Karang Tengah. Penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan pendekatan secara mendalam. Dimana data tersebut diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini yaitu guru seni, dan peserta didik SMP Muhammadiyah 2 Karang Tengah. Temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa perencanaan pembelajaran seni peran masih terkendala dalam pengajaran guru seni, karena peneliti mengamati bahwa siswa kurang aktif dalam memperagakan seni peran, guru seni hanya memberikan arahan dan pengertian tentang seni peran tanpa memperagakan bagaimana peran tokoh masing-masing. Sehingga kurang siswa mengapresiasi budaya yang diberikan oleh guru, maka perencanaan dalam seni peran kurang maksimal. Namun, perencanaan yang baik sebelum menuju ke pementasan, guru wajib mengajarkan dasar seni peran dan di peragakan langsung sehingga siswa tertarik mempelajari seni peran, maka dari itu guru wajib memahami dasar seni peran, sehingga apresiasi siswa tersampaikan dan semakin tertarik belajar seni peran
ANALISA EFEKTIFITAS KEBIJAKAN KURIKULUM MERDEKA (STUDI KASUS DI SMK AS-SYAFIIYAH)
Keberadaan kurikulum merdeka sejak diawal pasca Covid 19 menjadi sebuah tantangan yang berbeda bagi guru. Kurikulum Merdeka merupakan kebijakan pemerintah yang bertujuan untuk memberi kebebasan kepada tingkat satuan pendidikan dalam menyusun kurikulum sesuai dengan kebutuhan serta karakteristik peserta didik masing maisng. Implementasi kurikulum merdeka sampai sekarang masih terus dilakukan agar memberikan keseragaman bagi seluruh tingkat satuan pendidikan di Indonesia, dalam beberapa sekolah telah menerapkan kurikulum tersebut dengan kekhasannya yaitu adanya program P5 dan kemandirian peserta didik dalam membuat proyek terkait bidang materi yang dibahas saat itu. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah dan melihat lebih jauh tentang efektivitas kebijakan kurikulum merdeka yang diterapkan di SMK As-Syafiiyah, analisa ini diperlukan dikarenakan dengan adanya kurikulum merdeka sangat penting untuk mengevaluasi efektivitas, keberlanjutan, dan dampak dari implementasi kebijakan tersebut. Metode yang dilakukan peneliti dalam mengumpulkan data adalah dengan melakukan wawancara oleh wakil kurikulum, guru serta kepala sekolah SMK As-Syafiiyah serta pengumpulan data di lapangan. Analisis menunjukkan bahwa kebijakan Kurikulum Merdeka memberikan keleluasaan bagi sekolah untuk merancang kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Pendekatan ini dapat meningkatkan relevansi dan keterhubungan materi pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari peserta didik, sehingga memudahkan mereka untuk memahami konsep yang diajarkan. Efektivitas kebijakan Kurikulum Merdeka mencerminkan potensi positif dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran dan keterlibatan peserta didik. Meski demikian, tantangan dalam pelaksanaan dan kebutuhan akan penyempurnaan masih harus diperhatikan agar kebijakan ini dapat memberikan hasil yang optimal bagi dunia pendidikan di Indonesia
IMPLEMENTASI PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 47 TAHUN 2008 TENTANG WAJIB BELAJAR TERHADAP ANAK PUTUS SEKOLAH PENDIDIKAN FORMAL (Studi Kasus Di Desa Sungai Raja, Kabupaten Labuhanbatu Utara)
Implementasi Pembelajaran Kurikulum Merdeka Penguatan Karakter Sebagai Identitas Budaya Bangsa
The Merdeka Curriculum is an educational approach that aims to develop students' potential holistically by paying attention to local wisdom and national character. Merdeka curriculum learning also emphasizes national identity and culture as an important part of education. Through learning about history, culture, and traditional values, students are given a deeper understanding of the identity and cultural richness of their nation. This aims to strengthen the feeling of love for the country, foster a sense of unity, and maintain cultural diversity in Indonesia. Independent Curriculum Learning is an approach promoted in an effort to strengthen the essence of education, which includes character development and strengthening national identity and culture. This research uses descriptive analytical methods with a qualitative approach to explore various literature and policies related to independent curriculum learning. The aim of this research is to show the need for curriculum development that is responsive to the contextual needs of society as well as strengthen the role of teachers in implementing independent curriculum learning effectively at the formal education level
Inovasi Pembelajaran dalam Mengoptimalkan Peran Teknologi AI sebagai Pendukung Pembelajaran Adaftif Proses Belajar Mengajar di SMPN 271
Seiring berbagai tugas disamping pembelajaran guru juga memiliki tugas administratif yang semuanya bersamaan dalam setiap tahun ajarannnya adanya teknologi Artificial intelligence (AI) membantu guru baik untuk pembelajaran dan tugas administrative lainnya. Tujuan utama dari program pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk mengembangkan inovasi pembelajaran yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam mendukung pembelajaran adaptif di SMPN 271. Pembelajaran adaptif merupakan pendekatan yang memungkinkan penyesuaian metode dan materi ajar sesuai dengan kebutuhan individu siswa, sehingga meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses belajar mengajar. Metode pendekatan AI secara menyeluruh dan peran teknologi AI, diharapkan dalam sistem pembelajaran dapat menjadi lebih dinamis, interaktif, dan terfokus pada perkembangan masing-masing siswa. Program ini melibatkan pelatihan guru untuk mengintegrasikan AI dalam kegiatan belajar, pengembangan modul pembelajaran yang sesuai dengan teknologi, serta evaluasi terhadap dampak implementasi AI dalam pembelajaran. Hasil dari kegitan pengabdian masyarakat ini diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di SMPN 271 serta menjadi model inovasi pendidikan berbasis teknologi di tingkat sekolah menengah
PERJUANGAN PGRI DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN GURU DI ERA REFORMASI (1999-2003) (STUDI KASUS PGRI DKI JAKARTA DAN DEPOK)
Pengaruh Motivasi Belajar Dan Disiplin Belajar Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas X Mata Pelajaran Projek IPAS (Survei Pada SMK Negeri di Kabupaten Bekasi)
Parents Role and the Representation of Bullying Acts in the Drama "The Glory" by Kim Eun Sook and "Pyramid Game" by Choi So I (Semiotics Analysis)
The phenomenon of bullying is widespread in society and involves a group of people or individuals which is often triggered by pressure from both social norms and class levels in society, making someone a perpetrator or passive observer of bullying behavior. This research is a qualitative study that observes the role of parents in dealing with bullying, and the representation of bullying that occurs in the drama "The Glory" by Kim Eun Sook and "Pyramid Game" by Choi So-i using Roland Barthes' semiotic analysis by explaining the meaning of connotation, denotation and myth. Based on the research results, the role of parents in acts of bullying in the form of negative responses is represented more in the drama "The Glory" by Kim Eun Sook with 71% of views, while the representation of acts of bullying from both dramas shows verbal bullying as much as 44% in the drama "Pyramid Game" by Choi So-I
Pengukuran Kinerja Sustainable Manufacturing Menggunakan Pendekatan Triple Bottom Line Untuk Menyeimbangkan Ekosistem Pada Pabrik Kelapa Sawit
Minyak kelapa sawit (CPO) Indonesia merupakan hasil pengolahan tanaman kelapa sawit yang menjadi sumber penghasil devisa bagi Indonesia pada masa pengembagan era perkebunan kelapa sawit. Aceh merupakan salah satu Provinsi yang memiliki perkebunan kelapa sawit terluas kedelapan di Indonesia. PT Perkebunan Nusantara IV Regional VI KSO merupakan salah satu perusahaan BUMN, pabrik pengolahan kelapa sawit PKS Tanjung Seumantoh yang berlokasi Kecamatan Karang Baru Kabupaten Aceh Tamiang, telah berdiri sejak tahun tujuh puluhan dan sampai saat ini masih aktif memproduksi kelapa sawit. Pabrik kelapa sawit banyak memberi dampak positif dan negatif. Manufaktur berkelanjutan memiliki tiga pilar utama yaitu ekonomi, lingkungan, dan sosial yang biasa disebut dengan tripple bottom line (TBL). Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kinerja sustainable manufakturing di PKS Tj. Seumantoh, sehingga dampak negatif dari proses manufacturing dapat diminimalkan. Metode yang digunakan dalam pemecahan masalah dalam penelitian ini adalah analitychal hierarchy process (AHP). Hasil penelitian diperoleh bahwa kinerja sustainable manufaktur di PKS Kabupaten Aceh Tamiang berada pada level average yaitu bernilai 63,394. Oleh sebab itu harus bisa meningkatkan kinerjanya agar lingkungan, ekonomi, dan sosial tetap terjaga keseimbangannya. Pengukuran kinerja yang rendah adalah terdapat pada kriteria lingkungan diikuti oleh sosial dan ekonomi, nilainya berturut-turut adalah 7,842, 20,817 dan 34,736. Oleh sebab itu PKS Tj. Seumantoh perlu memperbaiki kinerja