e-Journal Universitas Indraprasta PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia)
Not a member yet
4693 research outputs found
Sort by
The research aims to empirically determine and analyze the following: 1) The combined effects of students' perceptions and personalities on their speaking skills, 2) The impact of students' perceptions of teaching techniques on their speaking skills, and 3) The influence of students' personalities on their speaking skills. A quantitative approach was employed in this study, utilizing a survey method. The research population comprised students from selected Private Junior High Schools in West Jakarta, with 76 samples randomly selected. Data collection was conducted through tests and questionnaires. The conclusions drawn from the study are as follows: 1) With a significance score (Sig.) of 0.000 < 0.05 and Fo = 63.524, it is evident that there are significant combined effects of students' perceptions of teaching methods and their personalities on their speaking skills. 2) The significant impact of students' perceptions of teaching methods on their speaking skills is demonstrated by a significance score (Sig.) of 0.001 < 0.05 and tcount = 3.360. 3) A significant influence of students' personalities on their speaking abilities is indicated by a significance score (Sig.) of 0.000 < 0.05 and tcount = 8.326
Open Space as Urban Space Structure, Case Study Park Area in Depok Jaya Urban Village, Depok
Rancang Bangun Alat Bantu Hand Stacker Menggunakan Sistem Penggerak Electric Winch di PT. X
Warehouse adalah fasilitas penyimpanan temporer untuk bahan baku, barang setengah jadi, dan produk jadi. Di PT. X, pekerja masih menggunakan metode manual handling untuk menyusun material ke rak, yang menyebabkan beban kerja berat dan kelelahan. Penelitian ini merancang alat bantu hand stacker dengan menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD) untuk memenuhi kebutuhan pekerja. Perancangan alat dilakukan dengan software Autodesk Inventor. Hasilnya, hand stacker yang dirancang dapat mengangkat beban hingga 100 kg dan mencapai ketinggian 150 cm. Dimensi alat ini disesuaikan dengan ukuran tubuh pekerja, dengan tinggi rangka 2000 mm, lebar 780 mm, dan panjang 1590 mm. Setelah diuji dua kali, alat ini telah terbukti memenuhi spesifikasi dan lolos pada tahap pengujian
Kausalitas Pengangguran Terbuka dan Pariwisata Dalam Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Maluku Tahun 2005-2023
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa kausalitas pengangguran terbuka dan pariwisata terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Maluku pada tahun 2005 hingga 2023. Metode analisis yang digunakan adalah regresi berganda dengan diikuti penguji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan nilai konstanta sebesar 0,555. Hal ini bermakna variabel independen pengangguran terbuka dan pariwisata tetap atau tidak berubah, dengan asumsi cateris patribus maka pertumbuhan ekonomi akan meningkat 0,555 persen. Variabel pengangguran terbuka memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dengan nilai koefisien sebesar -0,500. Variabel pariwisata memliliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dengan nilai koefisien sebesar 0,277. Hasil penelitian juga menunjukkan hasil Adjusted R Square sebesar 0,672 atau 67,2 persen yang bermakna hubungan variabel tersebut cukup tinggi. Selain itu juga menunjukkan hasil F hitung sebesar 14,327 nilai signifikan 0,001 yang dapat disimpulkan bahwa variabel pengangguran terbuka dan pariwisata berpengaruh positif signifikan bersama-sama terhadap variabel pertumbuhan ekonomi
Development of Digital Literacy Assessment Instruments in Physics Learning at MAN 5 Batanghari
This research is motivated by the importance of students' digital literacy skills in the learning process. This research is a type of descriptive qualitative research, with the aim of knowing how the digital literacy assessment instrument was developed. The population of this study were students at MAN 5 Batangahari, from which the population was sampled using a purposive sampling technique, namely class X students at MAN 5 Batanghari who majored in MIPA, totaling 35. The data collection instrument used was structured interview sheets. for teachers and students. Then data analysis in this study used Miles and Huberman's analysis which consisted of data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The result of this study is the need to develop a digital literacy assessment instrument that is in accordance with digital literacy indicators and learning objectives because there are not many assessment instruments available to measure digital literacy
Implementation of the Each One Teach One and Student Debate Learning Model to Achieve Biology Learning Completeness and Critical Thinking at Senior High School
Learning models are activities carried out by teachers and students to achieve learning objectives effectively and efficiently. The study aims to examine the implementation of using the Each One Teach One and Student Debate learning models to achieve complete biology learning and critical thinking among senior high school students in Gowa Regency. The research is quantitative with a quasi-experimental research design; the 1st Experimental class was treated with the Each One Teach One model, and the second experimental class was treated through the Student Debate model. The research consists of the preparation stage, implementation of experiments, conclusions, and reporting results. At the end of each biology learning experiment, a post-test was conducted to determine the student's final ability. Each One Teach One and Student Debate learning model has a real effect on the learning outcomes of students in Science Class XI so that they reach the value of learning completeness. The results of hypothesis testing with a probability of 0.018 (<0.05) show that both learning models have a significant effect on learning completeness. The advantages of using this learning model are encouraging students to cooperate with their colleagues so as to create active learning, increasing analytical power, arousing learning motivation, establishing good communication, stimulating students to do their best individually and collectively, and arousing student creativity, and students' critical thinking skills achievement
Pilah sampah melalui media edukasi kreatif: pendekatan design thinking
Latar belakang penelitian ini adalah meningkatnya volume sampah di Indonesia yang tidak diimbangi dengan solusi yang tepat untuk menanganinya. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan pengadaan tempat pembuangan akhir sampah (TPST), seperti TPST Bantargebang. Namun, TPST ini memiliki permasalahan penyusutan kapasitas ruang sampah dan belum menerapkan sistem pengelolaan yang baik. Pendidikan merupakan salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan sampah, termasuk pada anak usia dini. Salah satu cara yang menarik untuk mengedukasi anak usia dini adalah dengan menggunakan media edukasi bermain. Media edukasi bermain ini perlu dirancang dengan memperhatikan visual yang menarik bagi anak. Perancangan ini bertujuan untuk merancang media edukasi bermain berbasis visual dan warna untuk menumbuhkan kebiasaan memilah sampah pada anak usia dini. Perancangan ini menggunakan metode design thinking dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan studi pustaka disertai dengan pengujian menggunakan metode focus group discussion. Media edukasi kreatif ini menggunakan unsur simbolik penggunaan warna sesuai dengan kategori penggolongan tempat sampah yaitu hijau dan kuning dengan hasil bahwa media edukasi kreatif ini dapat membantu anak-anak untuk mengingat dan memudahkan anak-anak dalam mebedakan sampah organik dan non-organik. Sehingga dapat disimpulkan melalui peracangan ini yang membawa pendekatan visual dan media pembelajaran interaktif, media ini dapat menjadi alternatif solusi dalam pendidikan mengenai sampah sejak dini
Peran motion graphic pada media augmented reality dalam membangun user engagement
Permasalahan sampah di Kampung Braga yang mengancam kualitas air dan lingkungan serta rendahnya kesadaran masyarakat, khususnya anak-anak, membutuhkan metode edukasi yang inovatif. Media konvensional seperti buku dan poster kurang efektif untuk menarik perhatian anak-anak, sehingga membutuhkan pendekatan baru. Penelitian ini berfokus pada peran motion graphic dalam media Augmented Reality (AR) untuk meningkatkan keterlibatan pengguna dalam mengedukasi bahaya sampah. Melalui observasi dan wawancara dengan tujuh anak dari Kampung Braga, penelitian ini menemukan bahwa motion graphic dalam media AR secara efektif meningkatkan keterlibatan pengguna dan memberikan pemahaman yang lebih baik tentang isu sampah dibandingkan dengan media konvensional. Pengamatan menunjukkan bahwa anak-anak menunjukkan ketertarikan pada visual animasi yang muncul dari gambar yang dipindai. Hal ini sejalan dengan hasil wawancara, di mana ketujuh anak tersebut menyatakan bahwa mereka memahami hubungan antara objek yang diilustrasikan dengan gerakan yang ditampilkan melalui AR
THE EFFECTIVENESS OF MKWK IN INCREASING UNDERSTANDING OF INTERFAITH TOLERANCE VALUES AMONG STUDENTS
CLASSROOM MANAGEMENT IN INCREASING STUDENTS' INTEREST IN LEARNING AT MADRASAH ALIYAH AL-MUKHLISHIN BATU BARA
Classroom management encompasses all teacher actions that aim to establish and maintain optimal conditions for teaching and learning, thereby increasing student engagement in the educational process. This study used qualitative research in a descriptive format, focusing on homeroom teachers and grade X students as subjects. Data collection strategies included observation, interviews and documentation. The study findings show that classroom management strategies to increase student engagement involve careful preparation of educational resources, including lesson plans, using diverse teaching methods, and connecting students with real-world experiences to make learning fun rather than boring. The implementation of classroom management to increase students' interest in learning involves teachers using diverse teaching methods, continuously refining appropriate learning models and being prepared to help students, thereby promoting increased student engagement and optimising educational outcomes. Constraints and challenges in classroom management that affect student engagement in learning occur during the last hour of teaching and during key discussions or material that students find challenging. In addition, the limited provision of resources exacerbates the decline in students' interest in learning