Jurnal Wacana Kesehatan (Nursing Academy Dharma Wacana.)
Not a member yet
142 research outputs found
Sort by
PENERAPAN TEORI KENYAMANAN KOLCABA PADA ANAK YANG MENGALAMI PENINGKATAN SUHU TUBUH
Anak sangat berisiko tertular penyakit terutama penyakit infeksi karena sistem imunitas anak masih belum terbentuk sempurna. Salah satu tanda anak mengalami infeksi adalah demam. Demam merupakan salah satu gangguan kenyamanan fisik. Upaya memberikan kenyamanan anak yang mengalami demam dengan pendekatan teori kenyamanan Kolcaba adalah dengan pengukuran suhu menggunakan termometer arteri temporal. Metode: Pada penelitian ini menggunakan metode studi kasus yang bertujuan untuk mengetahui efektifitas pengukuran suhu arteri temporal pada anak yang demam. Studi kasus dilakukan pada kelima anak yang mengalami masalah peningkatan suhu tubuh. Hasil : Pengukuran suhu dengan termometer arteri temporallebih dirasakan nyaman oleh anak yang mengalami demam. Pembahasan: Pengukuran suhu temporal ini dirasakan lebih nyaman dan tidak menakutkan bagi anakkarena waktu pengukuran yang lebih singkat (kurang dari 2 detik). Kesimpulan: Perawat dapat melakukan pengukuran thermometer arteri temporal pada anak demam sebagai penerapan teori kenyaman Kolcaba dan pemberian intervensi keperawatan atraumatik
STRESS DAN MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA PROFESI KEPERAWATAN
Profesi merupakan sebuah pekerjaan yang ideal dan mengacu pada suatu sekelompok ilmu yang tidak pasti tetapi ada, sedangkan profesi keperawatan menjadi bagian dari profesi dan harus dilalui melalui program pendidikan ners.Untuk mencapai profesi dapat ditempuh melalui pendidikan. Proses pendidikan tersebut memerlukan energy dan kesiapan mental yang berdampak pada psikologi seseorang bahkan memicu munculnya stress. Bahkan pendidikan yang ingin di capai untuk menyelesaikan proses belajar dengan baik, maksimal dan tepat waktu dibutuhkan motivasi yang kuat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat stress dengan motivasi belajar pada mahasiswa profesi ners di rumah sakit RSUD Dr. H Abdoel Moeloek tahun 2019. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, dengan Pendekatan penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah mahasiswa profesi ners yang praktik di RSUD Dr.H Abdul Moeloek dan sampel penelitian ini berjumlah 154 orang. Variabel penelitian ini adalah Tingkat stress dan motivasi belajar. Jenis uji yang digunakan uji gamma.. Hasil analisis didapatkan nilai p-value 0,058 (p-value >0,05) sehingga didapatkan kesimpulannya bahwa tidak ada hubungan tingkat stress dengan motivasi belajar mahasiswa profesi keperawata
STUDI PENOMENOLOGI PENGALAMAN IBU MELAKUKAN PERSALINAN DI RUMAH DI WILAYAH UNIT IX KECAMATAN RIMBO ULU KABUPATEN TEBO JAMBI
Persalinan di rumah merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi masih tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia. Penelitian ini membahas tentang pengalaman ibu melakukan persalinan di rumah di wilayah unit IX Kecamatan Rimbo Ulu Kabupaten Tebo Jambi. Jambi merupakan wilayah dengan tingkat persalinan ditolong tenaga kesehatan tanpa melalui fasilitas kesehatan paling tinggi dibandingkan dengan wilayah lainnya di Sumatera, yaitu 37,21%. Hal ini tentunya menjadi persoalan tersendiri bagi para tenaga medis yang ada untuk meminimalisir angka kematian ibu dan anak dalam persalinan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengalaman ibu melakukan persalinan di rumah di wilayah Unit IX Kecamatan Rimbo Ulu  Kabupaten Tebo Jambi. Metode penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dengan subjek penelitian ibu yang memutuskan untuk melakukan persalinan di rumah. Subyek dalam penelitian ini berjumlah 7 orang partisipan inti dan 5 orang partisipan pendukung sumber data primer dan sekunder diperoleh melalui studi lapangan dan studi analisis penelitian ini menggunakan model Colaizzi dengan instrumen penelitian adalah peneliti itu sendiri. Hasil: 1) dapat melahirkan di rumah merupakan peristiwa yang menyenangkan bagi ibu, 2) keterbatasan alat dan kemungkinan terjadinya komplikasi menjadi sumber kekhawatiran ibu, 3) Ibu mendapatkan sosial support yang kuat untuk melakukan persalinan di rumah, dan persalinan di rumah merupakan keputusan bersama
ANALISIS RISIKO PENYAKIT DAN KECELAKAAN KERJA MENGGUNAKAN MODEL UPAYA KESEHATAN KERJA DI INDUSTRI BATIK RUMAHAN
Batik merupakan warisan dunia yang saat ini mengalami perkembangan pesat baik pada industri kecil, menengah bahkan skala besar. Di sisi lain industri batik rumahan dapat menimbulkan masalah kesehatan bagi pekerjanya yang disebabkan proses produksi dan lingkungan fisik rumah. Penting untuk dilakukan analisis lebih lanjut mengenai beberapa faktor risiko penyakit akibat kerja dan kecelakaan kerja yang dapat terjadi pada pengrajin batik. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional deskriptif dengan pendekatan analitik. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh industri batik yang pekerjanya bekerja di lokasi industri batik Bantul. Hasil diperoleh sebanyak 76% pengrajin batik berjenis kelamin perempuan, 98% responden berusia ≥ 45 tahun, sebanyak 81% responden memiliki masa kerja ≥ 10 tahun dan bidang pekerjaan yang terbanyak adalah membatik cap. Kondisi lingkungan dan aktifitas dalam industri batik yang memiliki risiko menimbulkan penyakit dan kecelakaan akibat kerja antara lain lingkungan kerja yang berdebu, membatik dengan canting maupun cap menggunakan lilin panas dengan posisi duduk dan berdiri, mewarnai dengan bahan kimia, dan merebus kain batik untuk pelorodan lilin. Maka dapat disimpulkan risiko penyakit akibat kerja pada pengrajin batik antara lain gangguan pernafasan, gangguan muskuloskeletal, kelelahan pada otot mata dan iritasi kulit, sedangan risiko kecelakaan kerjanya adalah luka bakar. Disarankan kepada pekerja agar lebih mewaspadai risiko PAK dan KK sebagai dampak konsekuensi pekerjaan dan lingkungan kerja sehingga kesehatan dan keselamatan perorangan dapat tercapai.  Kata kunci : penyakit akibat kerja, kecelakaan kerja, pekerja batik, pengkajian model UK
HUBUNGAN SIKAP MASYARAKAT TERHADAP PERILAKU DISKRIMINASI PADA PENDERITA KUSTA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MULYO REJO KECAMATAN BUNGA MAYANG KABUPATEN LAMPUNG UTARA
Penyakit kusta merupakan salah satu penyakit menular yang dapat menimbulkan kecacatan. Penyakit kusta sangat ditakuti dimasyarakat sehingga menimbulkan dampak sosial yaitu adanya stigma negatif . Stigma negatif tersebut dapat berakibat adanya perilaku diskriminasi di masyarakat. Data dari dinas lampung Utara menunjukkan bahwa terjadi peningkatan dalam tiga tahun terakhir (2015-2017). Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan sikap masyarakat dengan perilaku diskriminasi pada penderita kusta. Metode penelitian menggunakan pendekatan cross sectional, Populasi dalam penelitian adalah seluruh masyarakat di wilayah kerja puskesmas mulyo rejo kecamatan bunga mayang kabupaten Lampung Utara. Penelitian telah dilaksanakan bulan Mei –Juni tahun 2018. Pengambilan data dengan kuesioner yang langsung diisi oleh responden. Analisis data secara univariat dan bivariat (chi square). Hasil penelitian diketahui sebagian besar responden memiliki sikap negatif sebanyak 156 (52,7%) responden, perilaku negatif sebanyak 151 (51,0%) responden. Ada hubungan faktor sikap masyarakat terhadap perilaku diskriminasi pada penderita kusta di wilayah kerja Puskesmas Mulyo Rejo Kecamatan Bunga Mayang Kabupaten Lampung Utara tahun 2018 (p-value = 0,000 OR 2,774) Disarankan untuk melakukan penyuluhan tentang kusta dapat dimasukkan ke daftar penyuluhan bulanan di Puskesmas, penyuluhan tidak hanya dilakukan terhadap pasien kusta namun juga terhadap masyarakat lainnya
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ORANG TUA DALAM MENCEGAH CEDERA PADA ANAK USIA TODDLER DI PAUD TUNAS BANGSA
Semua orang tua menyebutkan bahwa anak mereka pernah mengalami cedera. Data WHO cedera mengakibatkan 5,8 juta kematian di seluruh dunia. Cedera di Indonesia di dominasi oleh luka lecet/memar sebesar 70,9%, cedera di provinsi Lampung yang terjadi pada anak meliputi 76,3% lecet/memar dan untuk Kabupaten Pesawaran sebesar 19%. Cedera tidak terjadi apabila orang tua memiliki pengetahuan tentang tumbuh-kembang anak usia prasekolah dan sikap yang tanggap jika anak mengalami cedera dan tindakan pencegahan berupa pengawasan dapat dilakukan oleh orang tua, karena dalam beraktivitas anak tidak memperhatikan bahaya yang mungkin akan terjadi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-faktor yang mempengaruhi orang tua dalam mencegah cedera pada anak usia toddler di PAUD Tunas Bangsa tahun 2018. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Penelitian ini mengunakan metode survei dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini telah dilaksanakan di PAUD Tunas Bangsa Negeri Sakti. Adapun waktu pelaksanaannya pada tanggal 5 - 26 Maret 2018. Jumlah populasi adalah orang tua yang memiliki anak usia toddler. Adapun jumlahnya yaitu 41 orang. Sampel sejumlah 41 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling. Hasil analisis menunjukan faktor yang paling berpengaruh terhadap pencegahan cedera adalah faktor pengetahuan dengan Pvalue <0,001 (<0.05) dengan odds Ratio sebesar 0.011 (0.001- 0.130). Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan pengetahuan tentang mencegah cedera pada anak. Dan menjadikan sikap orang tua lebih tanggap melakukan pertolongan pada anak yang cedera kemudian lebih berhati-hati dalam mendampingi tumbuh kembang anak karena rasa penasaran anak yang tinggi dapat mengakibatkan adanya cedera pada anak
PENGARUH SENAM KAKI DIABETES TERHADAP NILAI ANKLE BRACHIAL INDEX (ABI) DAN NILAI IPSWICH TOUCH TEST (IPTT) PADA PASIEN DM TIPE 2
Diabetes Melitus (DM) menyebabkan komplikasi yang dapat melibatkan vaskuler dan persarafan seperti oklusi arteri perifer dan neuropati. Penentuan sirkulasi perifer melalui pengukuran Ankle Brachial Index (ABI) merupakan metode invasif untuk memeriksa sirkulasi arteri perifer dan sebagai skrining terhadap adanya penyakit arteri oklusi perifer. Sementara itu, IpTT merupakan metode baru untuk mendeteksi penderita diabetes yang kehilangan sensasi kaki dan sebagai informasi untuk skrining adanya neuropati diabetes. Metode ini mudah, aman, cepat, dan mudah di lakukan dan diajarkan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai apakah intervensi senam kaki dapat mempengaruhi Ankle Brachial Index (ABI) dan Nilai Ipswich Touch Test (IpTT) pada pasien DM Tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Tejoagung Kota Metro, Lampung. Pengambilan data menggunakan purposive sampling. Sampel pada penelitian ini terbagi menjadi kelompok intervensi (n = 18) dan kelompok kontrol (n = 18). Berdasarakan uji GLM - RM terdapat peningkatan nilai ABI  dan IpTT pada kelompok intervensi sepanjang periode follow up (pre test, post test I, dan post test II).  dengan p value 0,000. Senam kaki diabetes dapat direkomendasikan sebagai intervensi mandiri keperawatan sebagai upaya pencegahan komplikasi gangguan vaskuler dan persarafan Kata kunci: Diabetes Melitus, Senam Kaki Diabetes, ABI, IpT
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN SISWA DALAM MENGHADAPIBENCANADIBANTUL YOGYAKARTA
Latar Belakang: Bantul merupakan salah satu wilayah rawan bencana yang ada di Yogyakarta. Hasil wawancara dengan kepala SD N 2 Padokan diperoleh bahwa sekolah belum pernah ada pelatihan mengenai bencana dan belum diberlakukan kurikulum mengenai mitigasi bencana. Anak merupakan kelompok usia yang sangat rentan terhadap dampak bencana baik fisik maupun psikologis. Pengetahuan tentang kesiapsiagaan bencana penting dilakukan untuk upaya preventif menghadapi bencana. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan mengenai kesiapsiagaan siswa terhadap kejadian bencana gempa bumi di SD N 2 Padokan, Bantul.Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain quasi experiment. Rancangan yang digunakan adalah pre test and post test nonequivalent control group.Jumlah sampel pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol masing-masing sebanyak 27 siswa kelas V. Metode pengambilan data dilakukan dengan purposive sampling sesuai dengan kriteria. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner dan menggunakan analisis statistik nonparametrik Wilcoxon dengan bantuan program SPSS v.17 for Windows.Hasil: hasil penelitian menunjukkan tidak ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan kesiapsiagaan bencana gempa bumi di SD N 2 Padokan didapatkan hasil p value 0.480 dengan α 0.05. Pada kelompok intervensi perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah ditunjukkan dengan p value 0.180, sementara untuk kelompok control 1.000. Kesimpulan: tidak ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan kesiapsiagaan bencana di SD N 2 Padoka
PREVALENSI GEJALA PREMENSTRUAL SYNDROME (PMS) DAN PREMENSTRUAL DYSPHORIC DISORDER (PMDD) PADA REMAJA DI KOTA YOGYAKARTA
Premenstrual Syndrome dan Premenstrual Dysphoric Disorder merupakan gangguan yang terjadi pada remaja pada periode menstruasi.Gangguan ini menyebabkan terganggunya kegiatan harian bahkan dapat menurunkan kualitas hidup remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui presentase remaja yang mengalami gejala premenstrual syndrome dan premenstrual dysphoric disorder serta akibatnya di kota Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif cross sectional. Pengambilan data dilakukan di 3 SMA yang ada dikota Yogyakarta. Pemilihan 3 SMA tersebut didapatkan dari cluster sampling yaitu mengelompokkan SMA yang ada di Yogyakarta kedalam 4 kelompok yaitu SMA Negeri, SMA khusus putri, SMA Yayasan Keagamaan dan SMA Yayasan Non Keagamaan, namun untuk SMA khusus putri peneliti tidak mendapatkan izin penelitan dari sekolah. Setelah mengelompokkan SMA teknik sampling yang digunakan yaitu simple random sampling sehingga di dapatkan 3 SMA.Pengambilan data dilakukan pada siswi kelas 2 dengan teknik total sampling, dengan sample 233 responden.Analisa data menggunakan analisa univariat dengan SPSS 21 yang berlisensi resmi. Hasil analisa data mendapatkan hasil remaja yang mengalami gejala PMS sebanyak 99 remaja atau 42,5% dan yang mengalami gejala PMDD sebanyak 55 remaja atau 23,6%. Gejala fisik yang paling banyak dialami remaja adalah nyeri otot dan persendiaan sedangkan pada gejala psikologis dan tingkah laku yang paling banyak dialami remaja adalah mudah marah. Gejala yang dialami remaja mengganggu belajar sehingga 52,8% remaja tidak dapat mengikuti pelajaran secara efektif
MHEALTH UNTUK KEPATUHAN PASIEN TB DALAM PENGOBATAN: SEBUAH TINJAUAN LITERATUR
Tuberkulosis (TB) merupakan masalah kesehatan yang menjadi perhatian dunia. Indonesia menduduki peringkat nomor 3 tertinggi di dunia. Mobile phone merupakan teknologi yang sudah tidak asing lagi bagi berbagai kalangan usia. Mobile phone yang digunakan untuk kesehatan dikenal sebagai mHealth. Manfaat mHealth dapat digunakan dalam mengatasi faktor yang menyebabkan rendahnya kepatuhan pengobatan. Metode:Pencarian artikel yang relevan telah dilakukan dengan menggunakan kata kunci “mHealth for TB†AND “mHealth for Adherance TBâ€. Pencarian literatur dengan menggunakan mesin pencarian online Sciencedirect, EBSCO, Proquest, google scholar dari tahun 2013-2019. Hasil:Penggunaan mHealth terdiri dari sms otomatis, panggilan telfon, dan video edukasi. Pemanfaatan dari berbagai jenis mHealth ini digunakan sesuai dengan kebutuhan dari pasien. Manfaat mHealth sms otomatis dan telfon yaitu sebagai pengingat minum obat dan jadwal kunjungan rutin. Video edukasi memberikan informasi mengenai TB dan motivasi dari kelompok sebaya. Kesimpulan: Penggunaan teknologi mHealthdapat meningkatkan kepatuhan pasien TB dalam pengobatan dengan metode pengingat minum obat, jadwal kunjungan rutin, edukasi, dan dukungan sosial. Rekomendasi: Beberapa manfaat penggunaan mHealth telah dibuktikan oleh beberapa studi di luar negeri. Untuk itu diperlukan studi lebih lanjut tentang intervensi pelayanan kesehatan seperti DOTS pada pasien TB menggunakan aplikasi mHealth di Indonesia