Jurnal Wacana Kesehatan (Nursing Academy Dharma Wacana.)
Not a member yet
142 research outputs found
Sort by
Hubungan Usia Gestasi Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil
Kebutuhan zat gizi khususnya zat besi pada kehamilan akan mengalami perubahan sesuai dengan usia kehamilan. Jika kebutuhan akan zat besi selama kehamilan tidak tercukupi maka akan berisiko terhadap terjadinya anemia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan usia gestasi dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Kota Metro. Penelitian ini menggunakan studi analitik, rancangan crossectional dengan besar sampel 138 ibu hamil. Pengumpulan data dilakukan menggunakan data sekunder dari Puskesmas se-Kota Metro, Lampung. Analisa data dilakukan menggunakan analisis univariat dan bivariate dengan uji chi-square. Hasil penelitian diketahui bahwa dari 138 ibu hamil, ditemukan 38,4% berada pada usia gestasi trimester III. Kejadian anemia pada kehamilan paling banyak ditemukan pada trimester II (45,7%) dan III (43,5%). Pada uji chi square didapatkan p-value 0,020 (p<0,05), artinya proposi kejadian anemia berbeda nyata antar usia gestasi. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara usia gestasi dengan kejadian anemia pada kehamila
Health Belief Mahasiswa yang Mengkonsumsi Mie Instan
Makanan adalah salah satu bagian penting untuk kesehatan manusia karena dari makanan yang dikonsumsi tubuh manusia mendapatkan asupan-asupan yang dibutuhkan untuk aktifitas sehari-hari seperti karbohidrat, protein, lemak dan vitamin. Makanan yang sebenarnya tidak dibutuhkan oleh tubuh tetapi tetap dikonsumsi oleh manusia diantaranya mie instan. Mie instan sering dikonsumsi oleh mahasiswa dikarenakan cara masak yang mudah dan harga yang terjangkau. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran Health Belief pada mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan jumlah sampel 91 orang. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner. Penelitian ini dilakukan di kampus Akademi Keperawatan Baitul Hikmah Bandar Lampung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang mengkonsumsi mie instan pada mahasiswa cenderung memiliki health belief kategori positif 60 (65,4%). Maka disimpulkan bahwa, sebagian besar mahasiswa cenderung memiliki Health Belief yang memilih setuju. Mahasiswa yang mengkonsumsi mie instan memahami akan pentingnya kesehatan serta mengetahuibahaya dandampak resiko yang akan dihadapi tentang mengkonsumsi mie instan. Dan mahasiswa yang memilih tidak setuju dengan kategori negatif yaitu 31 (34,6%%). Dari kelima dimensi yang memiliki health belief yang paling dominan adalah perceived barriers yang artinya mahasiswa memiliki pemahaman akan perilaku mengenai menurunnya kenyamanan saat meninggalkan perilaku tidak seha
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN INTENSITAS KUNJUNGAN ANTENATAL CARE (ANC) IBU HAMIL
Kunjungan perawatan antenatal minimal dilakukan empat kali, satu kali pada trimester I (usia kehamilan 0-13 minggu), satu kali pada trimester II (14-27 minggu) dan dua kali pada trimester III (28-40 minggu). Banyak penyebab ibu tidak melakukan pemeriksaan kehamilan atau antenatal care (ANC) diantaranya adalah ibu sakit, tidak ada transportasi dan orang yang mampu menjaga anak yang lainya dirumah, kurangnya dukungan suami dan takut atau tidak mau ke pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan pengetahuan dan dukungan suami dengan intensitas kunjungan antenatal care (ANC) di Puskesmas Penumping Surakarta. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional yang terdiri dari 30 ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya di Puskesmas Penumping, teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah chi-scuare dan taraf ketelitian sebesar a = 0,05 untuk mengetahui hubungan Hasil penelitian menunjukkan bahwa; Pengetahuan ibu hamil dan dukungan suami tentang kunjungan antenatal care berpengaruh terhadap intensitas kunjungan antenatal care (p-value < 0,05). Kesimpulan. ada hubungan antara pengetahuan dan dukungan suami dengan intensitas kunjungan antenatal care (ANC) ibu hamil di Puskesmas Penumping Surakarta
HUBUNGAN STIMULASI MOTORIK DENGAN EMOSI ANAK USIA PRA SEKOLAH PADA MASA PANDEMI COVID-19
Anak usia pra sekolah harus tetap mendapatkan stimulasi motoric. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara stimulasi motorik dengan emosi pada anak di masa pandemi covid-19. Pada saat aktivitas di sekolah dihentikan selama masa pandemic covid-19, anak-anak pra sekolah harus tetap mendapatkan stimulasi motorik. Stimulasi motoric saat anak di rumah dilakukan oleh orang tua sehingga orang tua harus memahami pentingnya stimulasi pada anak pra sekolah karena  stimulasi motorik yang kurang baik dapat memicu emosi anak tidak stabil, anak akan merasa kurang percaya diri dan bisa marah dengan dirinya sendiri. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional, responden penelitian ini adalah orangtua walimurid  di TK IT Al Lathif, penelitian dilakukan pada bulan Januari sampai April tahun 2022. Pengambilan data dilakukan pada 70 responden dengan menggunakan total sampling. Tehnik  pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan media google form. Hasil penelitian didapatkan bahwa dari 70 responden yang memiliki stimulasi motorik baik sebanyak 22 responden dengan rincian 19 orang (27,1%) memiliki emosi positif dan 3 orang (4,3%) memiliki emosi negatif, sedangkan yang memilki stimulasi kurang sebanyak 48 orang dengan rincian 2 orang (2,9%) memiliki emosi positif dan 46 orang (65,7%) memiliki emosi negative. Setelah dilakukan uji statistik Chi-Square didapatkan hasil p value < 0,05 yaitu p = 0,043 berarti terdapat Hubungan stimulasi motorik terhadap emosi anak pada masa pandemi covid-19 di TK IT Al Lathif. Peneliti selanjutnya bisa meneliti tentang penanganan dini terkait kurangnya stimulasi motorik lainnya untuk mengatasi keterlambatan motorik ana
Pengaruh Down Syndrome terhadap Perkembangan Akademik Anak di Indonesia
Down syndrome merupakan sebuah kelainan genetik berupa adanya kromosom ekstra di pasangan kromosom ke-21 pada manusia. Anak yang menyandang kelainan ini disebut dengan anak berkebutuhan khusus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan akademik anak yang menderita kelainan down syndrome dan pengaruh kelainan tersebut terhadap perkembangan akademik dan prestasi anak di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka dengan cara mengumpulkan literatur yang berkaitan dengan topik penelitian. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwasanya kelainan down syndrome tidak berpengaruh terlalu besar terhadap perkembangan akademik dan prestasi anak selama mereka terus mendapatkan penanganan dan perhatian khusus baik dari orang tua maupun dari guru di sekolah agar mereka tetap mampu berkembang dan memiliki prestasi seperti anak-anak yang normal pada umumnya
Efektivitas Pendidikan Kesehatan dengan Flipchart Terhadap Pengetahuan dan Kepatuhan Pasien Dalam Melaksanakan Program Diet pada Pasien Diabetes Melitus
Diabetes Melitus (DM) adalah kumpulan penyakit metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah (hiperglikemia) dikarenakan resistensi sekresi insulin. Pendidikan kesehatan adalah upaya meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menolong diri sendiri dan mengembangkan kegiatan yang berwawasan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui apakah ada perbedaan tingkat pengetahuan dan kepatuhan diet penderita diabetes melitus sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif, dengan desain kuasi eksperimen dimana menggunakan pendekatan pre test dan post test pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Sampel pada penelitian ini berjumlah 30 responden yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok 15 responden intervensi dan 15 responden kelompok kontrol. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling. Pengolahan data dilakukan dengan uji statistik paired sample t-test dengan taraf kepercayaan 95% untuk melihat apakah ada perbedaan yang signifikan antara pengetahuan dan kepatuhan pre- test dan post-test. Hasil penelitian karakteristik responden 73,33% berusia <60 tahun dan berjenis kelamin perempuan. Hasil uji Pairet-t test menunjukan ada perbedaan signifikan pengetahuan pada kelompok intervensi dengan p-value 0,001 (p=<0,05), dan ada perbedaan signifikan kepatuhan pada kelompok intervensi dengan p-value 0,000 (p =<0,05). Terdapat perbedaan yang signifikan tingkat pengetahuan dan kepatuhan post-test kelompok intervensi dan kontrol dengan p-value 0,000 ( p=<0,05) dan p-value 0,021 ( p= 0,05). Kesimpulan pendidikan kesehatan dengan menggunakan flipchart efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan diet pada pasien diabetes melitu
PEMBERIAN MINYAK ZAITUN DAN PENGATURAN POSISI MIRING 30 DERAJAT MENURUNKAN KEJADIAN DEKUBITUS PADA PASIEN STROKE
Faktor risiko seseorang terkena dekubitus salah satunya adalah penyakit stroke. Prevalensi munculnya dekubitus adalah sebesar 67% pada pasien rawat inap jangka pendek, dan 92% pada pasien perawatan jangka panjang. Luka tekan meningkatkan mortalitas dan lama hari perawatan. Intervensi Keperawatan yang terpenting dalam menjaga integritas kulit adalah menjaga hidrasi kulit dalam batas wajar dengan pemberian pelembab salah satunya dengan minyak zaitun dan pengaturan posisi miring 30 derajat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian minyak zaitun dan pengaturan posisi miring 30 derajat terhadap kejadian dekubitus pasien stroke. Metode penelitian menggunakan Pre-Experimental with Pre and Post Test. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling sebanyak 30 responden. Alat ukur yang digunakan adalah lembar observasi pressure ulcer data collecting form. Intervensi yang diberikan adalah pemberian minyak zaitun sekali sehari selama 7 hari dan pengaturan posisi miring 30 derajat. Analisis data yang digunakan adalah uji Wilxocon. Hasil penelitian didapatkan ada perbedaan yang signifikan rerata dekubitus antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan p-value = 0,000 (p < 0,05). Peneliti menyarankan pengunaan minyak zaitun secara topikal dapat diterapkan untuk mencegah luka tekan dan pengaturan posisi miring 30 derajat pada pasien terbaring di tempat tidur di rumah sakit
STRETCHING EXERCISE ANTAR WAKTU DIALISA TERHADAP SKOR FATIGUE PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DI RSUD KABUPATEN CIAMIS
Terapi penggantian ginjal (renal replacement therapy) merupakan salah satu terapi yang dipertimbangkan pada pasien penyakit ginjal kronik tahap akhir. Terapi penggantian ginjal dapat berupa dialisis dan transplantasi ginjal. Salah satu manifestasi klinik yang timbul akibat penyakit gagal ginjal kronik ini adalah fatigue. Fatigue adalah perasaan subyektif yang tidak menyenangkan berupa kelelahan, kelemahan, dan penurunan energi. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang sering direkomendasikan sebagai alternatif untuk mengurangi fatigue pasien hemodialisa adalah latihan fisik. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh latihan fisik stretching excercise antar waktu dialisa terhadap skor fatigue. Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental design dengan pendekatan pretest-posttest group design. Sebanyak 34 pasien dengan gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa terdaftar dalam penelitian ini, dibagi menjadi kelompok kontrol  (n=17) dan perlakuan (n=17). Hasil uji T menunjukan skor fatigue pada kelompok intervensi setelah diberikan intervensi latihan fisik stretching exercise dengan (p value = 0,001), sedangkan pada kelompok kontrol terjadi peningkatan rata-rata skor fatigue dengan (p value = 0,059). Terbukti adanya perbedaan yang signifikan rata-rata skor fatigue pada pengukuran pertama dan terakhir (nilai p=0,001). Disarankan untuk institusi pelayanan kesehatan perlu memfasilitasi diterbitkannya prosedur tetap tentang latihan fisik dan mengembangkan latihan fisik sebagai salah satu bagian dari program terapi dan rehabilitasi yang terintegrasi dalam asuhan keperawatan bagi pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisis
PENGARUH AIR KELAPA MUDA TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI
Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang sangat berbahaya. Jika tidak diatasi maka dapat menyebabkan komplikasi. Pengendalian tekanan darah ini dapat dilakukan dengan pengobatan farmakologi dan non farmakologi (terapi komplementer). Salah satu bentuk pengobatan non farmakologi hipertensi yaitu menggunakan air kelapa muda. Tujuan penelitian ini adalah diketahui pengaruh air kelapa muda terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Sumberejo. Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Quasy eksperimen dengan rancangan pre and post test without control. Jumlah sampel dalam penelitian sebanyak 24 responden dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner, tensimeter dan lembar observasi. Penelitian ini menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan pengujian hipotesis menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan ada Pengaruh air kelapa muda terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Sumberejo. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji t diperoleh p-value = 0,003 < (0.05). Kesimpulan penelitian adalah ada Pengaruh air kelapa muda Terhadap Penurunan Tekanan Darah pada pasien Hipertensi. Disarankan kepada penderita hipertensi untuk mencoba alternatif pengobatan lain dalam mengurangi tekanan darah, selain melakukan pencegaha
Pengaruh Home Care Terhadap Dukungan Suami Selama Periode Pascasalin: Scoping Review
Masa nifas (puerperium) adalah masa yang dimulai setelah kelahiran plasenta hingga pulihnya kembali alat-alat reproduksi. Masa ini berlangsung kurang lebih selama 6 minggu. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui perbedaan home care terhadap dukungan suami selama masa pasca salin. Desain yang digunakan yaitu Scoping review menggunakan ceklist PRISMA-ScR metode menggunakan kerangka Arksey dan O’Malley. Alat pencarian di database , Pubmed danEbco s dilakukan untuk mencari artikel mulai dari Desember 2012-Desember 2021. Alat penilaian. Kuesioner buatan peneliti digunakan untuk mengumpulkan data. Validitas dan keandalan kuesioner sudah dievaluasi Hasil yang didapatkan yaitu setelah menerima perawatan di rumah, dukungan suami pada kelompok intervensi (96,74±9,11) berbeda nyata (P=0,001) dari kelompok kontrol (81,17±14,43). Setelah menerima perawatan di rumah, dukungan suami pada kelompok intervensi berbeda nyata dari kelompok control. Program perawatan di rumah diharapkan dapat meningkatkan dukungan suami yang mengarah kemasa nifas yang aman. Menyediakan layanan rumah membutuhkan perencanaan yang matang dan tepat manajemen oleh bidan