Jurnal Wacana Kesehatan (Nursing Academy Dharma Wacana.)
Not a member yet
142 research outputs found
Sort by
Hubungan Faktor Psikologis (Stres dan Depresi) Dengan Kadar Gula Darah Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2
Beberapa faktor resiko yang diduga berperan terhadap timbulnya penyakit diabetes mellitus diantaranya riwayat keluarga, lingkungan, usia, etnis, hipertensi, gaya hidup tidak sehat, dan faktor psikologis stress dan depresi. Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk mengetahui hubungan faktor psikologis stres dan depresi dengan kadar gula darah penderita diabetes mellitus tipe 2. Jenis penelitian studi korelasi dengan populasi penderita diabetes mellitus tipe 2 yang berkunjung ke UPTD Puskesmas Ganjar Agung Metro Barat dari bulan Februari sampai Maret 2022, dengan jumlah sampel 45 orang. Sampel diambil secara eksidental sampling yaitu semua penderita diabetes mellitus tipe 2 yang datang pada saat dilakukan penelitian akan dijadikan sampel. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan kuesioner Depression Anxiety and Stress Scale (DASS). Analisis menggunakan uji person product moment. Rata-rata skor gejala stres penderita diabetes mellitus yaitu sebesar 14,56±4,808 (CI95% 13,11-16,00). Pada pengukuran gejala depresi didapatkan rata-rata skor drepesi sebesar 10,78±3,081 (CI95% 9,85-11,70), dan pada pengukuran gula darah sewaktu didapatkan rata-rata skor gula darah sebesar 251,93±37,373 mg/dl (CI95% 240,71-263,16). Hasil menunjukkan bahwa tingkat stres dan depresi memiliki hubungan signifikan dengan kadar gula darah penderita diabetes mellitus. Hubungan stres dengan gula darah termasuk dalam kategori kuat dan pada depresi termasuk dalam kategori cukup. Arah korelasi menunjukkan arah positif artinya semakin tinggi tingkat stres dan depresi maka kadar gula darah penderita diabetes mellitus akan semakin meningkat. Bagi penderita diabetes mellitus disarankan untuk dapat melakukan aktivitas fisik dan melakukan kegiatan yang positif untuk menghindari stres dan depresi
Pengetahuan Remaja Tentang Social Distancing Sebagai Upaya Memutuskan Mata Rantai Penularan Covid 19
Corona virus atau sering disebut dengan istilah COVID-19 adalah salah satu wabah penyakit menular yang disebabkan oleh virus corona jenis baru. Upaya untuk memutus mata rantai penularan covid-19 salah satunya adalah dengan melakukan social distancing. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan remaja terhadap promosi kesehatan melalui media youtube tentang social distancing sebagai upaya memutuskan mata rantai penularan covid 19 di seluruh wilayah UPTD Puskesmas Kota Metro. Jenis penelitian deskriptif, populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja di seluruh wilayah kerja UPTD Puskesmas Metro Kota sebanyak 29.775 jiwa, sampel 50 orang Analisis menggunakan analisis univariat. Hasil analisis menunjukkan bahwa karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin terbanyak adalah perempuan (84%) Usia 15 dan 17 tahun (26%), pendidikan sekolah menengah pertama (76%). Tingkat pengetahuan responden dengan kategori baik sebanyak 47 orang (94%) dan cukup sebanyak 3 orang (6%). Pengetahuan remaja tentang social distancing termasuk dalam kategori baik. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi informasi dalam program pencegahan penyebaran covid-1
Hubungan Discharge Planning Dengan Kepatuhan Pasien Untuk Kontrol Kembali Pasca Rawat Inap Di RS Yukum Medical Center Kabupaten Lampung Tengah
Menurut Kementerian Kesehatan RI (2020), dari 119.665 pasien di Indonesia yang berhasil dipulangkan dengan kondisi sehat, hanya 35% saja pasien yang patuh pemeriksaan kesehatan ulang (control). Dampaknya masih terdapat 65% pasien yang melakukan rehospitalisasi. Salah satu faktor yang mempengaruhi kepatuhan untuk kontrol yaitu pemberian dischare planning. Di Rumah Sakit Yukum Medical Centre terdapat ±60% saja pasien yang melakukan kunjungan ulang atau patuh untuk melakukan kontrol. Tujuan dari penelitian ini adalah diketahui hubungan discharge planning dengan kepatuhan pasien untuk kontrol Di RS Yukum Medical Center Kabupaten Lampung Tengah. Jenis penelitian yang digunakan kuantitatif, rancangan dalam penelitian analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien rawat inap di RS Yukum Medical Center Lampung Tengah yang berjumlah 80 responden. Dalam penelitian ini teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Berdasarkan hasil uji statistik, didapatkan p-value 0,002 atau p-value < nilai α (0,05) yang artinya terdapat hubungan secara statistik discharge planning dengan kepatuhan pasien untuk kontrol Di RS Yukum Medical Center Kabupaten Lampung Tengah. Diharapkan pihak RS membuat SOP control kembali saat discharge planning, memberikan pelatihan kepada seluruh tenaga keperawatan tentang system pemberian discharge planning dan memberikan sosialisasi kepada pasien bahwa kunjungan kontrol wajib dilakukan
METODE PENURUNAN NYERI AKIBAT TINDAKAN INVASIVE PADA ANAK USIA PRA SEKOLAH (3-6 TAHUN) DENGAN VIDEO ANIMASI, STORY TELLING DAN NAFAS DALAM
Hospitalisasi sering kali menjadi krisis pertama yang harus dihadapi anak. Dari 170 anak yang mengalami hospitalisasi di Ruang Anak RSUD Jend. A. Yani Metro mereka dilakukan pemasangan infus. Stressor utama pada anak saat harus menjalani perawatan selama hospitalisasi adalah takut akan hal yang mencederai tubuh mereka sehingga menimbulkan nyeri. Tujuan penelitian ini menganalisis perbandingan efektifitas menonton video animasi dan story telling terhadap pengurangan nyeri tindakan invasif pada Anak Usia Pra Sekolah.  Desain penelitian menggunakan eksperimen semu (quasi-experimen), dengan menggunakan rancangan posttest design Pengumpulan data dilakukan selama 4 bulan dengan jumlah total sampel adalah 48 yang terbagi menjadi 3 kelompok yaitu nafas dalam, menonton video animasi dan story telling. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi skala pengukuran nyeri FLACC dan hasil nyeri akan dinalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji ANOVA. Tingkat nyeri saat diberikan aktivitas menonton video animasi dan story telling menunjukkan skala nyeri anak saat pemasangan infus berada pada rileks dan nyeri ringan. Mean rata-rata tingkat nyeri responden pada kelompok video animasi adalah 1,936 sedangkan pada kelompok story telling 5,813 dan pada kelompok nafas dalam 1,500. Hasil uji analisis variasi didapatkan p value 0,000. Hal ini berarti ada perbedaan ketiga teknik manajemen nyeri: nafas dalam, menonton video animasi dan story telling terhadap pengurangan nyeri tindakan invasive pada anak usia pra sekolah. Tenaga kesehatan hendaknya dapat memilih teknik manajemen nyeri  sebagai alternatif tindakan pengalihan pada anak yang akan dilakukan pemasangan infus, baik nafas dalam, story telling maupun video animasi yang lebih memberi kenyamanan dan disukai anak
Frekuensi Menyusui Dengan Kelancaran Produksi Air Susu Ibu
Sebagian besar ibu menyusui mengeluh tidak lancarnya ASI di karenakan jumlah ASI yang sangat sedikit dan tidak memadai sehingga ibu memilih untuk memberikan susu formula, Produksi ASI yang tidak lancar menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kegagalan dalam pemberian ASI. Penelitiana ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara frekuensi menyusui dengan kelancaran produksi ASI di wilayah kerja UPT Puskesmas Kalirejo Kabupaten Pesawaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan rancangan crosssectional. Populasi tempat penelitian ini 620 ibu menyusui dan besar sampel dalam penelitian ini sebanyak 56 ibu menyusui yang memiliki anak 0-1 tahun. Pengambilan sampel menggunakan tehnik cluster sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner berupa 7 pertanyaan Frekunsi menyusui nilai 0,772-0,797 (> 0,468) dan 10 Pertanyaan kelancaran asi 0.595-0,968 (< 0,468), teknik yang digunakan dengan wawancara. Analisis data yang digunakan yaitu uji chisquare. Hasil analisis bivariat hubungan frekuensi menyusui dengan kelancaran produksi ASI di dapatkan hasil P-value ≤ 0,05. Kesimpulan terdapat hubungan antara frekuensi menyusui dengan kelancaran produksi ASI Analisis data yang digunakan yaitu uji chisquare. Hasil P- Value = .000 (<0,05) yang artinya ada hubungan antara frekuensi menyusui dengan kelancaran produksi ASI. Hasilnya terdapat hubungan antara frekuensi menyusui dengan kelancaran produksi ASI
HUBUNGAN USIA IBU DENGAN KEJADIAN KEK PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GANJAR AGUNG KECAMATAN METRO BARAT KOTA METRO
Kurangnya asupan energi dari zat gizi makro mencakup karbohidrat, protein dan lemak serta zat gizi mikro pada wanita menjadi penyebab masalah kurang energi kronik pada kehamilan yang dapat meningkatkan resiko terhadap pertumbuhan fisik yang abnormal pada anak atau terjadinya stunting. Masalah tersebut akan semakin buruk jika seorang wanita tidak memperhatikan usia untuk hamil. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan usia ibu dengan kejadian KEK pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Ganjar Agung Kecamatan Metro Barat Kota Metro. Jenis penelitian studi analitik, rancangan case control. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Ganjar Agung Kecamatan Metro Barat, sampel 108 orang terbagi dalam kelompok eksperimen dan kontrol masing-masing 36 orang. Analisis menggunakan uji chi square. Hasil analisis menunjukkan bahwa ibu dengan usia resiko tinggi (35 tahun) yang ditemukan pada kelompok kasus sebanyak 13 (36,1%). Sedangkan ibu dengan usia resiko rendah (20-35 tahun) yang ditemukan pada kelompok kasus sebanyak 23 (63,9%) orang. Pada uji beda proporsi (continuity correction) diperoleh nilai p = 0,027 (p35 tahun berisiko 3,134 kali lebih besar mengalami KEK dibandingkan dengan ibu hamil berada pada usia antara 20-35 tahun. Usia ibu merupakan salah satu faktor yang terbukti berhubungan dengan kejadian KEK dimana ibu dengan usia 35 memiliki resiko lebih tinggi mengalami KEK dibandingkan pada usia reproduksi sehat
BERMAIN (PUZZLE) TERHADAP KECEMASAN ANAK USIA PRASEKOLAH YANG MENGALAMI HOSPITALISASI
Hospitalisasi merupakan bagian yang dimana anak harus beradaptas dengan lingkungan yang baru, mengurangi perpisahan dengan keluarga, nyeri ditubuh akibat dari traumatic. Hal ini dapat mengakibatkan anak menjadi ketkutan, merasa terancam, gelisah dan cemas. Penelitian ini bertujuan untuk diketahui pengaruh terapi bermain (puzzle) terhadap kecemasan anak usia prasekolah (4-6 tahun) yang mengalami hospitalisasi di ruang anak RSUD Pringsewu. Penelitian kuantitatif dengan pendekatan crossectional rancangan penelitian eksperimen semu. Populasi dalam penelitian ini adalah anak yang berusia 4- 6 tahun yang dirawat di ruang anak RSUD Pringsewu dengan jumlah populasi 16 responden,Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner dan lembar SOP Terapi Bermain. Hasil penelitian menunjukkan diketahui mean tingkat kecemasan akibat hospitaliisasi pada anak usia prasekolah sebelum pemberian intervensi 20,94 dengan tingkat kecemasan minimal 16 dan maximal 26 poin. Dan diketahui mean tingkat kecemasan akibat hospitalisasi pada anak usia prasekolah setelah pemberian intervensi 13,38 dengan tingkat kecemasan minimal 8 dan maximal 19 poin. Sehingga hasil analisis uji bivariat pada r tabel 12,638 dan r hitung 1,746 . Selanjutnya berdasarkan hasil uji statistik didapatkan p-value = 0,000 (p-value < α = 0,05) yang berarti ada pengaruh terapi bermain terhadap tingkat kecemasan akibat hospitalisasi pada anak usia prasekolah di ruang anak. Saran menyediakan suatu ruangan bermain anak disertai Standar Operasional Pelaksanaan tindakan yang akan dilakukan sehingga dapat meningkatkan keterampilan petugas dalam melaksanakan asuhan / pelayanan kepada pasien
ANALISIS iPENGETAHUAN iIBU iTENTANG iGIZI iBALITA iDENGAN i PERTUMBUHAN iBALITA
Status igizi imerupakan isalah isatu ifaktor iyang imemperngaruhi ipertumbuhan ianak. iRendahnya itinggi ibadan berdasarkan iumur ipada ianak ibalita idi iIndonesia i35,7%. iStatus igizi ibalita iberdasarkan iMDGs idi iLampung Tahun i2010-2015 idengan igizi ikurang i18,8%, ikurus i11,8% idan ipendek i42,6%. iTujuan ipenelitian iini iadalah untuk imengetahui ihubungan ipengetahuan iibu itentang igizi ibalita idengan ipertumbuhan ibalita. iJenis iPenelitian iini ikuantitatif, irancangan ianalitik icross isectional. iBesar isampel idalam ipenelitian iini iberjumlah i55 iorang isiswa iPAUD iKenangan iHadimulyo iBarat iKota iMetro iTahun i2016 idengan iteknik ipengambilan isample imenggunakan itotally isampling. iCara ipengumpulan idata imenggunakan ichecklist. iAnalisis iyang idigunakan iadalah iuji ichi isquare i(α=0.05). iHasil imenunjukkan iproporsi ipengetahuan iibu itentang igizi ibalita i92,3% ikategori ibaik, iproporsi istatus ipertumbuhan ibalita i7.7% itidak inormal. iTidak iada ihubungan iantara ipengetahuan iibu idengan ipertumbuhan ibalita idi iPAUD iKenanga iHadimulyo iBarat iKota iMetro iTahun i2016 idengan inilai iP ivalue i0.253. iKesimpulan ipenelitian iini itidak iada ihubungan iantara ipengetahuan iibu itentang igizi ibalita idengan ipertumbuhan ibalita idi iPAUD iKenanga iHadimulyo iKota iMetro itahun i2016. iSaran iperlu idilakukan ipenelitian ilebih ilanjut idengan ivariabel ipenelitian iyang ilebih ibanyak idan ilebih ispesifik.Â
KUALITAS HIDUP PASIEN KANKER YANG MENJALANI KEMOTERAPI DI BANDUNG CANCER SOCIATY
Kanker merupakan masalah kesehatan di seluruh dunia dan diproyeksikan angka morbiditas akan terus meningkat 70% pada tahun 2030. Kemoterapi merupakan salah satu teknik pengobatan kanker yang berdampak terhadap kondisi fisiologis, dan psikologis, sehingga berpengaruh pada kualitas hidup pasien. Tujuan penelitian untuk mengetahui kualitas hidup pasien kanker yang menjalani kemoterapi. Metode penelitian adalah  deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien kanker di Bandung  Cancer  Society (BCS) dengan jumlah sampel 30 orang. Teknik sampling menggunakan quota sampling, dengan karakteristik sampling semua pasien kanker yang menjalani kemoterapi yang rutin datang ke BCS yang berespon terhadap peneliti saat pengumpulan data sampai berjumlah 30 orang. Intrument yang digunakan untuk mengukur kualitas hidup dengan intrumen baku EOTC QLQ C-30. Intrument tersebut mengelompokkan menjadi 3 skala, yaitu skala fungsional, skala gejala, dan skala kesehatan secara umum. Hasil penelitian kualitas hidup pasien kanker yang menjalani kemoterapi adalah skala fungsional katagori baik, skala gejala katagori buruk,  dan skala kesehatan secara umum katagori sedang. Kesimpulan kualitas hidup pasien kanker yang menjalani kemoterapi berada pada katarori sedang (614,55), sehingga disarankan perlunya informasi yang diberikan secara terus menerus kepada pasien terkait kondisi yang akan dialami selama menjalani kemoterap
DETERMINAN PERSEPSI SUAMI TENTANG PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI ANALISIS SDKI 2017
Indonesia memiliki jumlah penduduk terbanyak ke empat didunia. Pertambahan penduduk yang tidak terkendali akan menyebabkan penurunan tingkat kesejahteraan. Pemerintah melakukan berbagai upaya untuk mengendalikan pertambahan penduduk tersebut salah satunya dengan penggunaan alat kontrasepsi. Berbagai factor yang mempengaruhi keberhasilan penggunaan alat kontrasepsi, salah satunya adalah persepsi suami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui factor-faktor yang berhubungan dengan persepsi suami tentang penggunaan alat kontrasepsi. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan Analisis Data Sekunder (ADS). Data pada penelitian ini adalah data SDKI 2017 yang memenuhi kriteria penelitian yaitu sebanyak 9.940. Hasil analisa data menemukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pekerjaan, wilayah tempat tinggal, tingkat ekonomi dan tingkat pendidikan dengan persepsi suami tentang penggunaan alat kontrasepsi. Pada penelitian ini juga menemukan bahwa factor yang paling mempengaruhi persepsi suami adalah wilayah tempat tinggal dengan ods rasio 1,515. Informasi tentang pentingnya penggunaan alat kontrasepsi dapat dilakukan lebih baik tidak hanya di daerah perkoataan tetapi juga pada daerah pendesaa