Universitas Maritim Raja Ali Haji Pusat Jurnal Ilmiah
Not a member yet
76813 research outputs found
Sort by
Penggunaan madu sebagai bahan seks reversal alami untuk ikan cupang Betta splendens (Teleostei: Osphronemidae) melalui perendaman embrio
Individu jantan Betta splendens memiliki warna dan bentuk yang digemari di pasar ikan hias dibandingkan betina. Karena itu budidaya cupang dapat dilakukan melalui produksi jantan menggunakan teknologi seks reversal dalam mengarahkan perkembangan kelamin ikan menjadi jantan (maskulinisasi). Bahan alami yang telah digunakan untuk maskulinisasi ikan adalah madu. Karena itu tujuan penelitian adalah mengkaji penggunaan madu melalui perendaman embrio untuk maskulinisasi ikan cupang. Keberhasilan maskulinisasi dianalisis melalui karakteristik madu, persentase ikan jantan, tingkat penetasan telur, mortalitas tiap 15 hari, dan sintasan pada akhir pemeliharaan. Embrio yang digunakan berumur 20 jam setelah pembuahan. Perlakuan penelitian adalah perendaman embrio cupang di dalam larutan madu (mL L-1) 5, 10, 15, 20, dan 25. Perendaman dilakukan selama 7 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa madu yang digunakan memiliki kalium 0,31% dan pH 4. Pada penelitian ini pemberian madu tidak berpengaruh terhadap jumlah cupang jantan. Pemberian madu 25 mL L-1 air menghasilkan 56,98±4,58% jantan, tingkat penetasan telur 99,17±1,67%, dan sintasan umur 90 hari setelah menetas 79,89±4,50%. Mortalitas terjadi pada awal pemeliharaan larva. Setelah umur 60 hari setelah menetas tidak terjadi kematian pada cupang. Nilai tingkat penetasan telur dan sintasan yang tinggi menunjukkan bahwa madu adalah bahan alami yang aman digunakan untuk maskulinisasi ikan dalam budidaya monoseks.Individu jantan Betta splendens memiliki warna dan bentuk yang digemari di pasar ikan hias dibandingkan betina. Karena itu budidaya cupang dapat dilakukan melalui produksi jantan menggunakan teknologi seks reversal dalam mengarahkan perkembangan kelamin ikan menjadi jantan (maskulinisasi). Bahan alami yang telah digunakan untuk maskulinisasi ikan adalah madu. Karena itu tujuan penelitian adalah mengkaji penggunaan madu melalui perendaman embrio untuk maskulinisasi ikan cupang. Keberhasilan maskulinisasi dianalisis melalui karakteristik madu, persentase ikan jantan, tingkat penetasan telur, mortalitas tiap 15 hari, dan sintasan pada akhir pemeliharaan. Embrio yang digunakan berumur 20 jam setelah pembuahan. Perlakuan penelitian adalah perendaman embrio cupang di dalam larutan madu (mL L-1) 5, 10, 15, 20, dan 25. Perendaman dilakukan selama 7 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa madu yang digunakan memiliki kalium 0,31% dan pH 4. Pada penelitian ini pemberian madu tidak berpengaruh terhadap jumlah cupang jantan. Pemberian madu 25 mL L-1 air menghasilkan 56,98±4,58% jantan, tingkat penetasan telur 99,17±1,67%, dan sintasan umur 90 hari setelah menetas 79,89±4,50%. Mortalitas terjadi pada awal pemeliharaan larva. Setelah umur 60 hari setelah menetas tidak terjadi kematian pada cupang. Nilai tingkat penetasan telur dan sintasan yang tinggi menunjukkan bahwa madu adalah bahan alami yang aman digunakan untuk maskulinisasi ikan dalam budidaya monoseks.Individu cupang jantan Betta splendens memiliki warna dan bentuk yang digemari di pasar. Karena itu budidaya cupang dapat dilakukan melalui produksi jantan. Hal ini dapat dilakukan melalui teknologi seks reversal untuk mengarahkan perkembangan kelamin ikan menjadi jantan (maskulinisasi). Salah satu bahan yang dapat digunakan adalah madu. Berdasarkan hal tersebut maka tujuan penelitian adalah untuk mengkaji penggunaan madu terhadap keberhasilan maskulinisasi ikan cupang melalui perendaman embrio. Keberhasilan maskulinisasi dianalisis melalui karakteristik madu, persentase ikan jantan, tingkat penetasan telur, dan sintasan pada akhir pemeliharaan ikan cupang. Embrio yang digunakan berumur 20 jam setelah pembuahan. Perlakuan penelitian adalah perendaman embrio cupang ke dalam larutan madu (mL L-1) 5, 10, 15, 20, 25. Perendaman dilakukan selama 7 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa madu yang digunakan memiliki kalium o,31% dan pH 4. Pemberian madu 25 mL L-1 air menghasilkan 56,98±4,58% jantan, tingkat penetasan telur 99,17±1,67%, dan sintasan umur 90 hari setelah menetas 79,89±4,50%. Nilai tingkat penetasan telur dan sintasan yang tinggi menunjukkan bahwa madu adalah bahan alami yang aman digunakan untuk maskulinisasi ikan dalam budidaya monoseks
Pertumbuhan, Tingkat Kelangsungan Hidup dan Stres Salinitas Litopenaeus Vannamei Melalui Pengkayaan Artemia dengan Alginat
Salah satu faktor penurunan produktivitas udang disebabkan oleh faktor lingkungan, termasuk salinitas dan kualitas pakan, sehingga perlu ditingkatkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian Artemia yang diperkaya alginat terhadap tingkat kelangsungan hidup, pertumbuhan dan ketahanan terhadap stres salinitas pada Post-Larva (PL)1 Litopenaeus vannamei. Pengkayaan Artemia dilakukan dengan proses perendaman selama satu jam. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok, dengan Kontrol (tanpa pengkayaan alginat) dan 3 perlakuan (pengkayaan Artemia sebanyak 10 ekor/mL/hari dengan alginat pada dosis 0 (kontrol), 400, 600, 800 ppm). Setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Pemeliharaan dengan pemberian pakan pengkayaan Artemia dilakukan selama 14 hari. Pertumbuhan panjang mutlak tertinggi diperoleh perlakuan yang diberi Artemia yang diperkaya alginat 600 ppm. Pertumbuhan mutlak berat diperoleh dari perlakuan Artemia dengan pengkayaan alginat 600 dan 800 ppm. Ketahanan stres salinitas tertinggi dengan kematian terlama diperoleh pada perlakuan yang diberi Artemia dengan pengkayaan alginat 400 ppm. Pemberian Artemia yang diperkaya alginat mampu meningkatkan pertumbuhan dan ketahanan terhadap stres salinitas PL L. vannamei, namun tidak menunjukan pengaruh terhadap tingkat kelangsungan hidup.Salah satu faktor penurunan produktivitas udang disebabkan oleh faktor lingkungan, termasuk salinitas dan kualitas pakan, sehingga perlu ditingkatkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian Artemia yang diperkaya alginat terhadap tingkat kelangsungan hidup, pertumbuhan dan ketahanan terhadap stres salinitas pada Post-Larva (PL)1 Litopenaeus vannamei. Pengkayaan Artemia dilakukan dengan proses perendaman selama satu jam. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok, dengan Kontrol (tanpa pengkayaan alginat) dan 3 perlakuan (pengkayaan Artemia sebanyak 10 ekor/mL/hari dengan alginat pada dosis 0 (kontrol), 400, 600, 800 ppm). Setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Pemeliharaan dengan pemberian pakan pengkayaan Artemia dilakukan selama 14 hari. Pertumbuhan panjang mutlak tertinggi diperoleh perlakuan yang diberi Artemia yang diperkaya alginat 600 ppm. Pertumbuhan mutlak berat diperoleh dari perlakuan Artemia dengan pengkayaan alginat 600 dan 800 ppm. Ketahanan stres salinitas tertinggi dengan kematian terlama diperoleh pada perlakuan yang diberi Artemia dengan pengkayaan alginat 400 ppm. Pemberian Artemia yang diperkaya alginat mampu meningkatkan pertumbuhan dan ketahanan terhadap stres salinitas PL L. vannamei, namun tidak menunjukan pengaruh terhadap tingkat kelangsungan hidup
Target Strength Ikan Kerapu Cantang Terhadap Panjang Total Ikan Menggunakan Singlebeam Echosounder
Ikan Kerapu Cantang (Epinephelus fuscoguttatus >< Epinephelus lanceolatus) adalah salah satu produk budidaya utama di Indonesia dan mempunyai nilai harga yang tinggi yaitu berkisar mulai dari Rp. 110.000 hingga Rp.120.000/kg dan sudah menjadi komoditas ekspor penting terutama ke Hongkong, Jepang, Singapura dan Cina. Metode Hidroakustik merupakan metode deteksi objek (ikan) bawah air baik di kolam maupun di laut dan Nilai Target Strength (TS) merupakan parameter utama untuk menduga objek dibawah air, oleh karena itu perlunya dilakukan penelitian terkait nilai Target Strength (TS) dengan tujuan untuk mengetahui nilai hambur balik Ikan Kerapu Cantang yang selanjutnya akan dihubungkan dengan ukuran ikan tersebut. Berdasarkan hasil pengukuran terhadap 30 sampel Ikan Kerapu Cantang yang terdiri dari berbagai macam ukuran, maka nilai TS yang didapat berkisar dari -56,17 hingga -40,4. Hubungan linier positif dapat terlihat dari hasil uji statistik yaitu mempunyai nilai R2 0,8. Berdasarkan hasil statistik di atas bahwa nilai rata-rata TS dipengaruhi nilai TL Ikan Kerapu Cantang. Adapun hasil dari uji statistik tersebut didapatkan persamaan sebagai berikut: TS200kHz = -87,92+42,75log10 (TL) (95% CI: -44,39 to -49,01 dB, 9 to 10 TL mm; R2=0,83).Ikan Kerapu Cantang (Epinephelus fuscoguttatus >< Epinephelus lanceolatus) adalah salah satu produk budidaya utama di Indonesia dan mempunyai nilai harga yang tinggi yaitu berkisar mulai dari Rp. 110.000 hingga Rp.120.000/kg dan sudah menjadi komoditas ekspor penting terutama ke Hongkong, Jepang, Singapura dan Cina. Metode Hidroakustik merupakan metode deteksi objek (ikan) bawah air baik di kolam maupun di laut dan Nilai Target Strength (TS) merupakan parameter utama untuk menduga objek dibawah air, oleh karena itu perlunya dilakukan penelitian terkait nilai Target Strength (TS) dengan tujuan untuk mengetahui nilai hambur balik Ikan Kerapu Cantang yang selanjutnya akan dihubungkan dengan ukuran ikan tersebut. Berdasarkan hasil pengukuran terhadap 30 sampel Ikan Kerapu Cantang yang terdiri dari berbagai macam ukuran, maka nilai TS yang didapat berkisar dari -56,17 hingga -40,4. Hubungan linier positif dapat terlihat dari hasil uji statistik yaitu mempunyai nilai R2 0,8. Berdasarkan hasil statistik di atas bahwa nilai rata-rata TS dipengaruhi nilai TL Ikan Kerapu Cantang. Adapun hasil dari uji statistik tersebut didapatkan persamaan sebagai berikut: TS200kHz = -87,92+42,75log10 (TL) (95% CI: -44,39 to -49,01 dB, 9 to 10 TL mm; R2=0,83)
Smart City Policy Innovation in the City of Jambi
This paper intends to describe the policy innovations of the Jambi’s government in realizing a smart city with a focus on the use of RT-based urban villages (Kampung Bantar) and its meaning for the welfare of urban residents. To explain this case, researcher used qualitative research methods. This method was used because this research is related to the local government\u27s in-depth understanding of smart cities. This research requires secondary data in the form of official government documents, for example several regional regulations, mayoral decrees and regulations, as well as other documents regarding city development policies towards smart cities. Primary data is also used in the form of interview results with informants obtained through in-depth interviews. This paper will answer common questions: how is smart city in Jambi city implemented? Specifically, it will answer: what is the role of the village in realizing a smart city and giving meaning to the welfare of urban residents. The findings show that there is a strong relationship between leadership innovation and social capital in the utilization of settlements to realize Jambi as a smart cit
Learning From Home Policy Evaluation in The Covid-19 Pandemic in Tanjungpinang City
Against the Corona Virus Disease (covid-19), the government has formulated many policies that are expected to inhibit the spread of COVID-19. In the education sector, the Ministry of Education and Culture issued Circular Letter Number 15 of 2020 concerning Guidelines for Organizing Learning from Home in the Emergency Period for the Spread of Covid-19. This policy has been implemented in every region in Indonesia. In its implementation, there are differences in the media and methods used. Being a smart city with good infrastructure and telecommunications conditions makes it easier for Tanjungpinang City to implement policies for implementing learning from home. Based on previous research conducted by Afhan, Putri and Winarti, it was found that the implementation of bold learning at SMP Negeri 3 Tanjungpinang during the COVID-19 pandemic in 2020 went according to instructions from the Ministry of Education and Culture and the Tanjungpinang City Education Office. At the same time, the implementation of the policy for organizing learning from home in Tanjungpinang City has not run as it should as stated in the Ministerial Circular. SD Negeri 15 Bukit Bestari, Tanjungpinang City, carries out learning from home only by doing LKS (Student Worksheets), without using e-learning media in the form of synchronous and asynchronous. Seeing the phenomenon of implementing different learning from home policies in Tanjungpinang, raises the question of how the impact of the policy of implementing learning from home during the COVID-19 pandemic in Tanjungpinang City will be? In analyzing policy, this research uses Dunn\u27s perspective. Dunn suggests six indicators for policy, namely effectiveness, efficiency, assessment, equity, responsiveness and accuracy. The method used in this research is descriptive quantitative method. In this study, the total population was 46,964 people, the number of samples taken was 556 people using the Cluster Random Sampling Technique. This sample is used as respondents who come from the target group, namely parents/guardians of students in Tanjungpinang City from the elementary level to high school equivalent. Data presentation is done by making tables and graph analysis results. In addition to making tables and graphs, the research results are also narrated descriptively and analytically. From the results of the analysis above, it can be concluded that of the six indicators of policy evaluation for the implementation of learning from home, the indicators that get a fairly high score are indicators of effectiveness, accuracy and equity with the sub-indicator of justice. Meanwhile, indicators of efficiency, adequacy, responsiveness and equity with sub-indicators of equitable distribution of infrastructure are still relatively lo
Social Mapping in the Development of Border Area: Case Study of Batu Ampar Village
Social mapping is something important to do before empowering society. The activities of dedication to society are identified with various potential and problems that exist in society. The purpose of this service activity is to map the actors, potential and problems that exist in the village of Batu Ampar in the Anambas Islands. The results of the dedication, based on the data obtained on social maps in the village of Batu Ampar, are analyzed on the interaction between actors involved both individuals and sufficiently good organizational groups that are dominated by interactions that are associative or relationships that potentially produce cooperation and synergies
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PESISIR MELALUI PROGRAM REHABILITASI EKOSISTEM MANGROVE DI KAWASAN PESISIR SEI CARANG KOTA TANJUNGPINANG, KEPULAUAN RIAU
Pasca penambangan bauksit di sekitar kawasan estuari Sei Carang menyisakan permasalahan berupa keterbukaan lahan mangrove dan sedimentasi perairan yang cukup tinggi. Sementara di sekitar perairan tersebut terdapat perkampungan masyarakat pesisir yang manfaatkan perairan estuari Sei Carang sebagai tempat penangkapan ikan, udang dan kepiting bakau. Untuk itu, diperlukan sinergisitas kelompok masyarakat pesisir setempat untuk melakukan rehabilitasi ekosistem mangrove. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberdayakan kelompok masyarakat pesisir melalui program rehabilitasi ekosistem mangrove di sekitar kawasan estuari Sei Carang yang sedang mengalami degradasi. Kegiatan pengabdian dilaksanakan dengan metoda pelatihan praktis melalui teknik ceramah dan diskusi kelompok serta kegiatan simulasi dengan melakukan pendampingan intensif kepada kelompok masyarakat mengenai penanaman mangrove pada lahan kritis dengan tingkat sedimentasi yang cukup tinggi merupakan media substrat yang tidak subur pasca penambangan bauksit. Tercapainya tujuan ini karena respon yang positif dari kelompok masyarakat binaan dimana antusias masyarakat yang cukup tinggi pada saat pelaksaan pelatihan dan pendampingan terkait hal-hal teknis rehabilitasi ekosistem mangrove pada lahan kritis bekas tambang bauksit disekitar perkampungan mereka. Keberhasilan ini diukur dari empat komponen yaitu keberhasilan target peserta, ketercapaian tujuan, ketercapaian materi, dan kerjasama dalam pengabdian
Pengaruh Intellectual Capital, Kebijakan Dividen, dan Pertumbuhan Aset terhadap Kinerja Perusahaan dengan Komite Audit sebagai Variabel Moderasi
This study aims to determine the influence of intellectual capital, dividend policy, and asset growth on company performance with the audit committee as a coding variable in Primary Consumer companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2017-2021. The population in this study was 66 companies. The sampling method in this study used the purposive sampling method, so that a research sample of 18 Primary Consumer companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2017-2021 was obtained. The data source used in this study is secondary data. Data analysis was performed using Eviews 10. Partial intellectual capital and dividend policy have no effect on the company\u27s performance, Asset growth affects company performance, the audit committee as a moderation variable can moderate the effect of asset growth relationships on company performance, but cannot moderate intellectual capital relationships on company performance, as well as dividend policy on company performance
The Effect of Comic Strips towards Students’ Reading Comprehension
This study aimed to know the effect of comic strips towards students’ reading comprehension at tenth grade students of a Senior High School in Tanjungpinang. The research design in this study was quantitative approach namely pre-experimental research. The participants of this study were a class of tenth grade students in the academic year of 2021/2022. The instruments for collecting the data were reading comprehension test given as pre-test and post-test. The test consisted of 20 questions and the format was multiple choice. The questions made by the researcher according to strategies for reading comprehension and validated by the lecturer and teacher at the target school. The test is given to other class which was similar level to the target class in the same school before given to the experimental class as post-test and pre-test to get the reliability of the test. The results of data analysis revealed that the effect of comic strips towards students’ reading comprehension for tenth grade students was very good. It improved significantly the students’ reading comprehension
Problem Hukum dalam Perlindungan Pekerja Rumah Tangga di Indonesia
Tidak sedikit masyarakat Indonesia memilih bekerja di sektor informal, salah satunya menjadi pekerja rumah tangga. Sektor informal, pekerja rumah tangga selama ini belum ada payung hukum khusus yang mengatur terkait dengan hubungan kerja pekerja rumah tangga. Pada tahun 2004, rezim pemerintahan yang memegang kekuasaan sudah membuat Rancangan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga, namun sampai saat ini belum disahkan. Penelitian ini untuk mengetahui problem hukum perlindungan pekerja rumah tangga. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian yuridis normatif dengan menggunakan data primer dan data sekunder, dengan teknik penarikan kesimpulannya menggunakan teknik induktif. Hasil penelitian menunjukan bahwa pekerja rumah tangga tidak diatur dalam Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, namun perlindungan pekerja rumah tangga diatur dalam Undang-undang Nomor 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga, sehingga perluperaturan khusus yang mengatur tentang perlindungan dalam hubungan kerja pekerja rumah tangga mulai dari barometer cara perekrutan, pihak penyalur, pihak pemberi kerja, pihak pekerja, jam kerja, pelatihan kerja, menentukan beban kerja, upah, pengawasan, dan sanksi untuk para pihak yang melanggar