Universitas Maritim Raja Ali Haji Pusat Jurnal Ilmiah
Not a member yet
76813 research outputs found
Sort by
Upaya Reconditioning Terhadap Nasabah Yang Melakukan Wanprestasi Dalam Perjanjian Kredit Perbankan (Studi Putusan Nomor 54/Pdt.G.S/2021/PN.Soe)
Penyelesaian perkara jalur non-litigasi melalui mediasi tidak terlaksana sepenuhnya, pendekatan mediasi yang dilakukan pada dasarnya mengesampingkan faktor-faktor yang mempengaruhi prestasinya sehingga dikategorikan wanprestasi. Karena menyadari dampak kredit macet tersebut permasalahan ini kemudian dialihkan dan diselesaikan secara litigasi, artinya pelaksanaan upaya administrasi harus direalisasikan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode kualitatif dengan Jenis penelitian hukum normatif. Sifat penelitian yang digunakan adalah analisis deskkriptif. Hasil dari penelitian ialah bahwa penyelesaian permasalahan melalui jalur litigasi menjadi kunci akhir bagi kreditur (PT.Bank Rakyat Indonesia) untuk memulihkan dana pokok yang diserahkan kepada nasabah (debitur) yang melakukan wanprestasi. Keputusan hakim dalam Putusan Nomor 54/Pdt.G.S/2021/PN.Soe tidak memperhatikan tingkah mediasi melalui penyelesaian jalur non-litigasi. Tahap yang dilaksanakan hanya berfokus pada bentuk peringatan baik tertulis maupun lisan, karena menganggap mempengaruhi pinjaman dana masyarakat dan tidak memiliki etikad baik pihak kreditur kemudian menyelesaikan permasalahan tersebut secara hukum (litigasi). kesimpulan penelitian ini ialah penyelesaian secara litigasi tidak dapat serta-merta dijadikan upaya akhir karena pada dasarnya, upaya administrasi dapat dijadikan solusi untuk menyelesaikan permasalahan tersebut melalui (reconditioning) persyaratan kembali dalam proses penyelesaian jalur non-litigasi.Penyelesaian perkara jalur non-litigasi melalui mediasi tidak terlaksana sepenuhnya, pendekatan mediasi yang dilakukan pada dasarnya mengesampingkan faktor-faktor yang mempengaruhi prestasinya sehingga dikategorikan wanprestasi. Karena menyadari dampak kredit macet tersebut permasalahan ini kemudian dialihkan dan diselesaikan secara litigasi, artinya pelaksanaan upaya administrasi harus direalisasikan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode kualitatif dengan Jenis penelitian hukum normatif. Sifat penelitian yang digunakan adalah analisis deskkriptif. Hasil dari penelitian ialah bahwa penyelesaian permasalahan melalui jalur litigasi menjadi kunci akhir bagi kreditur (PT.Bank Rakyat Indonesia) untuk memulihkan dana pokok yang diserahkan kepada nasabah (debitur) yang melakukan wanprestasi. Keputusan hakim dalam Putusan Nomor 54/Pdt.G.S/2021/PN.Soe tidak memperhatikan tingkah mediasi melalui penyelesaian jalur non-litigasi. Tahap yang dilaksanakan hanya berfokus pada bentuk peringatan baik tertulis maupun lisan, karena menganggap mempengaruhi pinjaman dana masyarakat dan tidak memiliki etikad baik pihak kreditur kemudian menyelesaikan permasalahan tersebut secara hukum (litigasi). kesimpulan penelitian ini ialah penyelesaian secara litigasi tidak dapat serta-merta dijadikan upaya akhir karena pada dasarnya, upaya administrasi dapat dijadikan solusi untuk menyelesaikan permasalahan tersebut melalui (reconditioning) persyaratan kembali dalam proses penyelesaian jalur non-litigasi
PENGARUH PENERAPAN MODEL TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) DAN ADVERSITY QUOTIENT TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF PESERTA DIDK PADA MATERI LARUTAN PENYANGGA
Pendidikan sangat ditunjang dengan kemampuan berpikir kreatif. Matematikawan yang berjuang dengan menggunakan pemikiran yang kreatif akan lebih mudah menyerah sehingga membutuhkan keterampilan lain untuk mengubah kesulitan yang dihadapi menjadi peluang untuk menjadi diri sendiri dan bertahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh model individualisasi berbantuan tim dan Adversity Quotient terhadap berpikir kreatif peserta didik pada materi larutan penyangga. Sampel yang digunakan terdiri dari dua kelas di SMAN 13 Kerinci. Alat yang digunakan untuk pengumpulan data yaitu lembar observasi, angket Adversity Quotient, dan tes essai. Analisis data yang digunakan yaitu ANOVA dua arah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan model model individualisasi berbantuan tim dan Adversity Quotient berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kreatif peserta didik dengan rata-rata dari pertemuan 1,2 dan 3 sebesar 54,50. Kemudian terdapat interaksi antara model Team Assisted Individualization dan Adversity Quotient terhadap kemampuan berpikir kreatif peserta didik dilihat dari nilai signifikansi sebesar 0,01<0,05
PENGEMBANGAN PETUNJUK PRAKTIKUM LARUTAN ASAM BASA BERBASIS PBL (PROBLEM BASED LEARNING) BERORIENTASI GREEN CHEMISTRY
Penelitian pengembangan ini didasarkan pada petunjuk praktikum yang dimanfaatkan dalam penunjuang aktivitas praktikum kimia di MA Negeri Demak masih berupa lembar kerja, belum berbasis pemecahan masalah, serta belum menerapkan prinsip green chemistry. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui kualitas serta kevalidan dan menghasilkan produk dalam bentuk petunjuk praktikum berbasis problem based learning (PBL) terkait green chemistry pada materi asam basa kelas XI. Jenis penelitian adalah Research and Development (R&D) dengan model 4-D yang meliputi beberapa fase meliputi fase Define, Design, Develop dan Diffusion, dengan topik penelitian kecil 9 peserta didik. Ciri khas dari buku pedoman pelatihan hasil pengembangan adalah media cetak yang berbasis masalah dan green chemistry. Kualitas panduan praktikum dinilai oleh validator ahli dan respon peserta didik. Hasil uji validasi panduan praktikum ahli materi dan media mendapat kategori sangat valid dengan nilai validitas 0,95 dan 0,94. Dengan jawaban peserta didik terhadap petunjuk praktikum, hasil tes mendapat kategori sangat baik (SB) dengan persentase 89%. Pedoman praktik berbasis PBL untuk materi asam-basa fokus kimia hijau, yang dikembangkan dari data validasi ahli dan tanggapan peserta didik, merupakan bahan ajar yang sesuai dan memerlukan pengujian lebih lanjut di ruang kelas besar untuk menentukan keefektifan pembelajaran
PENGUJIAN KANDUNGAN BAKTERI Salmonella sp. PADA IKAN TUNA (Thunnus sp.) MENGGUNAKAN METODE Real-time PCR (Polymerase Chain Reaction)
Fish is a commodity that decomposes easily and quickly (high perishable food) because it contains protein and water which is quite high, so it requires quick, clean, careful and cool handling (quick, clean, careful and cool). Poor handling caused fish to be easily contaminated with pathogenic bacteria, one of which was Salmonella sp. This study used fresh and processed tuna samples in Denpasar, Bali. The purpose of this study was to detect Salmonella sp. on tuna using real-time PCR method. In addition, to strengthen the test results for Salmonella sp. using real-time PCR, sensory testing was also carried out on appearance, texture, and smell. The test results showed that one sample of tuna was indicated to contain Salmonella sp., this was because the sample had reached a Threshold Cycle (Ct) value of 22.11 through the amplification curve. These results was supported by the results of sensory testing performed on samples that were positive for Salmonella sp. The average sensory value was 26.5 in the Mid Pass category.Ikan merupakan komoditas yang mudah dan cepat membusuk (high perishable food) karena mengandung protein dan air yang cukup tinggi, sehingga diperlukan penanganan yang cepat, bersih, cermat dan dingin (quick, clean, careful and cool). Penanganan yang kurang baik menyebabkan ikan akan mudah tercemar bakteri patogen salah satunya bakteri Salmonella sp. Penelitian ini menggunakan sampel ikan tuna segar dan olahan di wilayah Denpasar, Bali. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeteksi bakteri Salmonella sp. pada ikan tuna menggunakan metode real-timePCR.Selain itu untuk memperkuat hasil pengujian Salmonellasp. menggunakan real-time PCR, juga dilakukan pengujian sensori terhadap kenampakan, tekstur, dan bau. Hasilpengujian menunjukkan bahwa satu sampel ikan tuna terindikasi mengandung bakteri Salmonella sp., hal ini dikarenakan sampel telah mencapai nilai Threshold Cycle (Ct) 22,11 melalui kurva amplifikasi. Hasil tersebut didukung dengan hasil pada pengujian sensori yang dilakukan pada sampel yang positif Salmonella sp. didapatkan nilai rata rata sensori sebesar 26,5 dengan kategori Mid Pass
PENGARUH PENAMBAHAN ALGINAT TERHADAP KUALITAS BAKSO IKAN TODAK (Tylosurus crocodilus)
Meatballs are one of the most popular foods in today\u27s society. Basically, the term meatball is followed by the name of the type of meat, such as: One of them is alginate. In this study, there were first his four normal or control treatments (F0) and (F1, F2, F3, F4), with different formulations of wheat flour and alginate addition. The purpose of this study was to find the optimal formulation of alginate-enhanced swordfish balls to produce fish balls that are nutritious and safe for consumption. As a result of the investigations carried out, the F3 sample was the best value given by the panelists and the approximate test results for the F3 treatment were 66.24% moisture content, 10.53% fat content and 2.21% ash content. became clear. 9.09% protein content, 0.12% carbohydrates. The texture profile analysis test results were a hardness value of 1060, adhesion of 27.99, cohesion of 0.70 and resilience of 50.0. The calculated nutrient adequacy (RDA) is 0.032 for carbohydrate, 14.66 for protein and 11.57 for fat.Bakso adalah salah satu makanan paling populer saat ini. Istilah bakso biasanya diikuti dengan jenis dagingnya, seperti bakso sapi, bakso ikan, bakso ayam, dan sebagainya. Menambahkan BTM (Bahan Tambahan Pangan) salah satunya alginat untuk membuat bakso. Penelitian ini ada empat perlakuan pertama normal atau kontrol (F0) dan (F1, F2, F3, F4) dengan formulasi penambahan tepung dan alginat yang berbeda-beda. Tujuan penelitian ini untuk mencari formulasi terbaik dari bakso ikan todak dengan penambahan alginat untuk menghasilkan bakso ikan yang bergizi dan aman konsumsi. Hasil penelitian yang dilakukan, sampel F3 merupakan niali terbaik yanag diberikan oleh panelis, hasil uji proksimat pada perlakuan F3 memberikan nilai kadar air 66,24%, kadar lemak 10,53%, kadar abu 2,21%, kadar protein 9,09%, karbohidrat 0,12%. Hasil uji Texture Profile Analysis memberikan nilai hardness 1.060, adhesiveness 27,99, cohesiveness 0,70, springiness 50,0. Hasil perhitungan angka kecukupan gizi (AKG) karbohidrat 0,032, protein 14,66, dan lemak 11,57
PENGARUH PENGOLAHAN BAHAN BAKU TERHADAP KARAKTERISTIK TABEL MANDO IKAN TONGKOL (Euthynnus affinis)
The abundance of fish in Natuna waters, especially tuna, so that many food products are produced such as crackers, kernas and mando tables. Mando table is a typical Natuna food made from smoked tuna and sago flour which is then mixed with grated coconut and other spices, boiled tuna, steamed tuna and fried tuna. The process of making mando tables includes preparation of raw materials, determination of mando table formulations, manufacture of mando tables, organoleptic testing, proximate testing and TPA (Texture Profile Analysis). The testing parameters of this research include organoleptic test, proximate testing and TPA (Texture Profile Analysis). From the results of the study from the Mando table, it can be used for organoleptic testing at T1 (30% smoked fish and 26% sago flour) has a yellow brown color, at T1 it has a stronger fish aroma, for T2 it has a savory taste and sufficient fish taste and T2 It has a dense and compact texture. The proximate test results in the Mando T1 table have the best treatment with parameters water content 33.24%, ash content 1.067%, fat content 13.189%, protein content 0.72% and carbohydrate content 50.884%. The results of the TPA (Texture Profile Analysis) test are the best values ??for hardness 2.820%, springiness 64.67%, cohesiviness 0.28% and adhesiveness 51.59% in T1 treatment.Melimpahnya ikan diperairan Natuna, terutama ikan tongkol sehingga banyak produk makanan yang dihasilkan seperti kerupuk, kernas dan tabel mando. Tabel mando merupakan makanan khas Natuna yang terbuat dari ikan tongkol asap dan tepung sagu yang kemudian dicampur dengan kelapa parut dan rempah-rempah lainnya.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pengolahan dari tabel mando dengan jenis bahan baku yang berbeda yaitu dengan menggunakan ikan tingkol asap, ikan tongkol rebus, ikan tongkol kukus dan ikan tongkol goreng. Proses pembuatan tabel mando meliputi persiapan bahan baku, penentuan formulasi tabel mando, pembuatan tabel mando, pengujian organoleptik, pengujian proksimat dan TPA (Texture Profile Analysis). Parameter pengujian penelitian ini meliputi uji organoleptik, pengujian proksimat dan TPA (Texture Profile Analysis). Dari hasil penelitian dari tabel mando dapat untuk pengujian organoleptik pada T1 (ikan asap 30% dan tepung sagu 26%) memiliki warna coklat kekuningan, pada T1 memiliki aroma ikan yang lebih kuat, untuk T2 memiliki rasa yang gurih dan rasa ikan yang cukup dan T2 memiliki tekstur yang padat dan kompak. Hasil uji proksimat pada tabel mando T1 memiliki perlakuan terbaik dengan parameter kadar air 33,24%, kadar abu 1,067%, kadar lemak13,189%, kadar protein 0,72% dan kadar karbohidrat 50,884%. Hasil uji TPA (Texture Profile Analysis) yaitu nilai terbaik pada hardness 2,820%, springiness 64,67%, cohesiviness 0,28% dan adhesiveness 51,59% pada perlakuan T1
PENGELOLAAN PESISIR SELAT SUNDA MELALUI PENANAMAN MANGROVE SEBAGAI UPAYA MITIGASI BENCANA DAN PERUBAHAN IKLIM (BLUE CARBON)
Pesisir Selat Sunda merupakan salah satu daerah yang paling terdampak tsunami Selat Sunda pada tahun 2018, khususnya pada wilayah Panimbang dan Sumur. Dampak tsunami yang cukup besar dirasakan yaitu pada wilayah yang tidak terlindung ekosistem mangrove. Ekosistem mangrove memilki peran yang cukup besar sebagai barrier alami di wilayah pesisir dan berperan dalam mengurangi dampak pemanasan global (blue carbon). Oleh karena itu, sebagai upaya mitigasi terhadap ancaman tsunami serta pemanasan global maka perlu dilakukan kegiatan rehabilitasi ekosistem mangrove di Pesisir Selat Sunda. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di Desa Panimbang Jaya dan Desa Cigorondong. Kegiatan dilaksanakan dalam 3 tahap kegiatan yaitu 1) Survei dan sosialisasi 2) Aksi penanaman mangrove dan 3) Penguatan kelompok masyarakat. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan diantaranya adalah ketersediaan lahan penanaman mangrove yang sesuai dalam hal daya dukung lingkungan. Dalam kegiatan ini juga diperoleh hasil berupa peningkatan pemahaman masyarakat tentang pentingnya ekosistem mangrove. Aksi penanaman mangrove yang dilakukan yaitu sebanyak 8.000 bibit di Desa Panimbang Jaya dan 10.000 bibit di Desa Cigorondong. Adapun penguatan masyarkata yang dilakukan yaitu pembentukan kelompok serta kerjasama dengan kelompok masyarakat sekitar sebagai mitra lokal dalam pengelolaan ekosistem mangrove
Nilai Budaya Lamaholot dalam Penentuan Harga Jual Kain Tenun Ikat: Studi pada Kelompok Perempuan Penenun “Tene Tuen” di Nusa Tenggara Timur
This study aims to reveal the practice of determining the selling price of woven cloth in a women\u27s weaver group called "Tene Tuen". This research was conducted from July to August 2021 through interviews with leaders of the women weaver group. This study used the qualitative method with a descriptive approach as a research method and collected data by using interviews, direct observation, and documentation. This study found that the concept of formulating the selling price set by the (sellers) informants was not only formed by material values but also contained cultural and justice values with a holistic philosophy. In the end, the selling price determined by the tene tuen group seeks to create prosperity and justice for all parties
Improving Students\u27 Speaking Skill Using Fable Pictures Cued And Storytelling Technique
This research used a storytelling technique with fable pictures to help students develop their speaking skills in learning English. Classroom Action Research is used in this study, which is applied in the classroom to see how the students\u27 ability to speak English consists of 10 students from SMA Negeri 1 Sidamanik in the academic year of 2021/2022, North Sumatra. This research showed that the storytelling technique with fable pictures cued could be a helpful method for students in the classroom. Students seemed to have the confidence to speak without being nervous. Also, they enjoyed the fabled story with the picture. The pre-cycle results were 78.0, and cycle 1 increased by 2. 46. In cycle 2, the improvement score received was 5.04, and to combine all the improvements per cycle, which is 7.5. the researchers can conclude that telling stories with pictures cued can improve students\u27 speaking ability
Pelatihan E-LKPD Interaktif Menggunakan Liveworksheets untuk Guru SMP Negeri 14 Tanjungpinang
Perkembangan teknologi digital memberikan kemudahan bagi guru untuk dapat secara mandiri mengembangkan bahan ajar yang efektif digunakan dalam pembelajaran. Hasil observasi awal di SMP Negeri 14 Tanjungpinang masih menujukkan kurangnya pengetahuan dan keterampilan guru terhadap teknologi pembelajaran digital yang dapat digunakan dalam pembuatan bahan ajar. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan wawasan pengetahuan dan melatih keterampilan guru di SMP Negeri 14 Tanjungpinang dalam menghasilkan bahan ajar digital E-LKPD interaktif berbasis Liveworksheets. Kegiatan pengabdian dilaksanakan dalam bentuk pelatihan dan pendampingan, dengan menggunakan metode demonstrasi, praktik kerja, ceramah, dan tanya-jawab. Instrumen angket dengan skala likert digunakan untuk mengumpulkan data perkembangan pengetahuan dan keterampilan peserta setelah mengikuti pelatihan. Data hasil angket selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa peserta memiliki pengetahuan yang lebih baik tentang teknologi digital Liveworksheets; meningkatnya keterampilan guru dalam membuat E-LKPD interaktif menggunakan Liveworksheets. Hasil ini mengimplikasikan Liveworksheets merupakan salah satu teknologi digital yang cukup mudah digunakan oleh guru. Oleh karenanya, Liveworksheets dapat menjadi salah satu teknologi digital yang dapat digunakan oleh tim pengabdian lain yang bermaksud melaksanakan pelatihan berbagai jenis media pembelajaran bagi guru