Universitas Maritim Raja Ali Haji Pusat Jurnal Ilmiah
Not a member yet
    76813 research outputs found

    Analisis Efektivitas dan Kontribusi Pajak Hotel dan Restoran terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Natuna

    Get PDF
    Original Local Government Revenue is an important indicator in determining the level of regional government independence in the fiscal sector. The higher  Original Local Government Revenue, more independent the region is in managing the existing potential. This study aims to determine how much the level of effectiveness of hotel taxes and restaurant taxes in Kabupaten Natuna and how big their contribution is to the Original Local Government Revenue of  Kabupaten Natuna. The hypothesis put forward in this study that hotel taxes and restaurant taxes have a significant effect on Original Local Government Revenue of  Kabupaten Natuna. The test results from this study the level of effectiveness of hotel and restaurant tax revenue in Kabupaten Natuna  from 2013 to 2020 is categorized as very effective with an achievement rate of more than 100%. The contribution of hotel tax and restaurant tax the Original Local Government Revenue to Kabupaten Natuna  for 2013 to 2020 is very small, with the highest achievement of only 0.84 percent with total revenue of Rp. 3,272,124,202, Partially the hotel tax has a positive effect on Original Local Government Revenue of Kabupaten Natuna, as well as the restaurant tax which has a positive effect on Original Local Government Revenue of Kabupaten Natuna for 2013 to 2020. Simultaneously hotel taxes and restaurant taxes have a positive effect on Original Local Government Revenue of Kabupaten Natuna for 2013 to 2020Pendapatan Asli Daerah bagi setiap daerah otonom merupakan suatu indikator penting dalam menentukan tingkat kemandirian pemerintah daerah di bidang fiskal. Semakin tinggi Pendapatan Asli Daerah maka semakin mandiri daerah tersebut mengelola potensi yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar tingkat efektivitas pajak hotel dan pajak restoran di Kabupaten Natuna dan seberapa besar kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Natuna. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah bahwa pajak hotel dan pajak restoran berpengaruh signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Natuna. Data yang diperlukan dikumpulkan dengan melakukan studi lapangan pada Badan Pengelolaan Pajak Dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kabupaten Natuna dengan melakukan wawancara kemudian diperoleh data sekunder berupa rincian laporan jumlah objek pajak hotel dan restoran dan juga target dan realisasi pajak hotel, pajak restoran dan pendapatan asli daerah Kabupaten Natuna. Metode analisis data yang dipakai adalah metode analisis data deskriftif kuantitatif. Dalam mengolah data digunakan software Stata versi 11.2 kemudian dilakukan analisis data dengan metode analisis efektivitas, analisis kontribusi dan analisis regresi linear berganda. Hasil analisis regresi kemudian diuji dengan uji statistik t (uji signifikasi parameter individual), dan uji koefisien deteminasi (R2). Hasil pengujian adalah bahwa tingkat efektivitas penerimaan pajak hotel dan restoran di Kabupaten Natuna periode tahun 2013 sampai tahun 2020 dikategorikan sangat efektif dengan tingkat capaian lebih dari 100%. Kontribusi pajak hotel dan pajak restoran terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Natuna periode tahun 2013 sampai tahun 2020 tergolong kecil sekali, dengan capaian tertinggi hanya sebesar 0,84 persen dengan jumlah penerimaan sebesar Rp. 3.272.124.202,- Secara parsial pajak hotel berpengaruh  positif terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Natuna, demikian juga dengan  pajak restoran berpengaruh  positif terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Natuna periode tahun 2013 sampai tahun 2020. Secara simultan pajak hotel dan pajak restoran berpengaruh positif terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Natuna periode tahun 2013 sampai tahun 2020.  

    Pelatihan Internet Of Things (IoT) Untuk Peningkatan Kompetensi Guru SMKN 3 Tanjungpinang

    Get PDF
    Pelatihan IoT telah dilakukan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan kompetensi guru SMKN 3 Tanjungpinang dalam mendukung pembelajaran. Pelatihan dilakukan dengan metode transfer knowledge dan training of trainer, dalambentuk pelatihan dan hands-on training. Pelatihan berfokus pada board ESP 8266, aplikasi Arduino IDE, Wemos D1 Mini Board, dankomponen terkait lainnya. Para guru juga diajari cara upload firmware, membaca data dari sensor DHT11, dan menampilkannya di LCD. Dalam tes akhir, para guru menunjukkan pemahaman yang baik tentang materi pelatihan. Hasilnya, sebuah buku panduan telah dihasilkan dan dapat diunduh secara online. Buku panduan ini diharapkan dapat membantu siapa saja yang tertarik dengan pemrograman IoT, terutama bagi mereka yang belum memiliki pengalaman di bidang ini. Kegiatan PKM ini memberikan manfaat bagipara guru SMKN 3 Tanjungpinang serta memberikan kontribusi dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan di bidang pemrograman IoT melalui publikasi buku panduan. Kegiatan PKM ini dapat dijadikan contoh untuk meningkatkan kompetensi danpengetahuan dalam berbagai bidang serta memperkaya wawasan dan pengetahuan masyarakat.Pelatihan IoT telah dilakukan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan kompetensi guru SMKN 3 Tanjungpinang dalam mendukung pembelajaran. Pelatihan dilakukan dengan metode transfer knowledge dan training of trainer, dalam bentuk pelatihan dan hands-on training. Pelatihan berfokus pada board ESP 8266, aplikasi Arduino IDE, Wemos D1 Mini Board, dan komponen terkait lainnya. Para guru juga diajari cara upload firmware, membaca data dari sensor DHT11, dan menampilkannya di LCD. Dalam tes akhir, para guru menunjukkan pemahaman yang baik tentang materi pelatihan. Hasilnya, sebuah buku panduan telah dihasilkan dan dapat diunduh secara online. Buku panduan ini diharapkan dapat membantu siapa saja yang tertarik dengan pemrograman IoT, terutama bagi mereka yang belum memiliki pengalaman di bidang ini. Kegiatan PKM ini memberikan manfaat bagi para guru SMKN 3 Tanjungpinang serta memberikan kontribusi dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan di bidang pemrograman IoT melalui publikasi buku panduan. Kegiatan PKM ini dapat dijadikan contoh untuk meningkatkan kompetensi dan pengetahuan dalam berbagai bidang serta memperkaya wawasan dan pengetahuan masyarakat

    The Effect of Different Compost Fertilizers on Production and Nutritional Content of Azolla caroliniana

    No full text
    Azolla caroliniana Wild. merupakan kelompok pteridophyta yang tumbuh di permukaan air yang subur. A. caroliniana memiliki potensi sebagai pakan alternatif bagi ikan, namun belum banyak dimanfaatkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh berbagai jenis pupuk kandang terhadap produksi dan kandungan nutrisi A. caroliniana. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan P1 (tanah), P2 (kompos sapi), P3 (kompos ayam), P4 (kompos kambing). A. caroliniana dipelihara selama 15 hari dan diberi pupuk dengan dosis 250 g/m2. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah produksi, laju pertumbuhan relatif (RGR), doubling time (DT), dan kadar hara pada A. caroliniana. Hasil penelitian menunjukkan produksi A. caroliniana perlakuan 3 dan 4 tidak berbeda (P>0,05), akan tetapi berbeda dengan perlakuan 1 dan 2. A. caroliniana produksi P1 (0,55 g), P2 (2,07 g), P3 (3,82 g), P4 (4,45 g). RGR berkisar 0,01-0,04 g/hari, DT berkisar 17,19-68,30 hari. Kadar protein awal P (26,79), P1 (19,68), P2 (22,98), P3 (23,19), P4 (23,34), dan kadar serat awal P (7,38), P1 (12,43), P2 (14,92), P3 (13,65), P4 (9,14). Pemberian jenis pupuk kompos ayam dan pupuk kompos kambing memiliki respon yang sama terhadap produksi A. caroliniana.Azolla caroliniana Wild. merupakan kelompok pteridophyta yang tumbuh di permukaan air yang subur. Azolla memiliki potensi yang tinggi, namun belum banyak dimanfaatkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh berbagai jenis pupuk kandang terhadap produksi dan kandungan nutrisi A. caroliniana. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan P1 (tanah), P2 (kompos sapi), P3 (kompos ayam), P4 (kompos kambing). A. caroliniana dipelihara selama 15 hari dan diberi pupuk dengan dosis 250 g/m2. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah produksi, laju pertumbuhan relatif (RGR), doubling time (DT), dan kadar hara pada Azolla. Hasil penelitian menunjukkan produksi Azolla tidak berbeda (P>0,05. A. caroliniana produksi P1 (0,55 g), P2 (2,07 g), P3 (3,82 g), P4 (4, 45 g). RGR berkisar 0,01-0,04 g/hari, DT berkisar 17,19-68,30 hari. Kadar protein awal P (26,79), P1 (19,68), P2 (22,98), P3 (23,19), P4 (23,34), dan kadar serat awal P (7,38), P1 (12,43), P2 (14,92), P3 (13,65), P4 (9,14). Pemberian berbagai jenis pupuk kandang memiliki respon yang sama terhadap produksi A. caroliniana

    PENYUSUNAN PENCATATAN LAPORAN KEUANGAN SEDERHANA UNTUK USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH (UMKM) DESA PENGUJAN

    Get PDF
    Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya laporan keuangan dan penyusunan laporan keuangan secara sederhana pada UMKM di Desa Pengujan, Kecamatan Teluk Bintan. Pengabdian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, pengambilan data dengan melakukan wawancara dan observasi langsung dengan pemilik UMKM tersebut. Hasil wawancara menunjukkan bahwa terdapat kendala yang dialami oleh UMKM dalam penyusunan laporan keuangan yaitu: dikarenakan kurangnya SDM yang memiliki kemampuan dalam bidang akuntansi, kurangnya waktu dalam menyusun laporan keuangan dan pelaku UMKM tidak dapat membedakan antara keuangan usaha dengan keuangan pribadi sehingga para pelaku UMKM tidak mengetahui keuntungan yang didapatkan setiap bulannya. Berdasarkan kendala tersebut kami melakukan kegiatan pengabdian masyarakat dalam bentuk sosialisasi dan pelatihan menyusun laporan keuangan secara sederhana kepada pemilik UMKM di Desa Pengujan. Pelatihan penyusunan laporan keuangan tersebut dilakukan untuk menambah kemampuan dalam mengelola laporan keuangan yang baik pada suatu UMKM yang selanjutnya dapat menjadi acuan dalam pengambilan keputusan manajemen yang akurat

    Analisis Disiplin Kerja Dalam Upaya Meningkatkan Kinerja Karyawan Di Pt Pegadaian Tanjung Uban

    Get PDF
    This study aims to: 1) To find out what causes employees to be less disciplined in working at PT Pegadaian Tanjung Uban, 2) To find out how efforts are made to improve employee performance at PT Pegadaian Tanjung Uban, 3) To find out what efforts are made in improving discipline in working at PT Pegadaian Tanjung Uban. The qualitative descriptive method was applied in this investigation. Data is collected in the field via observation, interview, and direct observation methods, therefore the data used are primary data and secondary data. This research looked at, NVIVO 12 Pro software was assisted in analyzing data. According to the findings of this study, the causes of workers are less disciplined due to lack of leadership firmness, lack of supervision, habits, quiet customer and absence of work. Meanwhile, efforts are made to improve employee performance that has a correlation value of 0.806178, namely at the work appraisal and work evaluation nodes. Furthermore, efforts to improve discipline in work that have a correlation value above 0.5, namely in nodes punishment and job training with a value of 0.921866. It is hoped that PT Pegadaian can continue to improve employee performance and employee discipline at work.This study aims to: 1) To find out what causes employees to be less disciplined in working at PT Pegadaian Tanjung Uban, 2) To find out how efforts are made to improve employee performance at PT Pegadaian Tanjung Uban, 3) To find out what efforts are made in improving discipline in working at PT Pegadaian Tanjung Uban. The qualitative descriptive method was applied in this investigation. Data is collected in the field via observation, interview, and direct observation methods, therefore the data used are primary data and secondary data. This research looked at, NVIVO 12 Pro software was assisted in analyzing data. According to the findings of this study, the causes of workers are less disciplined due to lack of leadership firmness, lack of supervision, habits, quiet customer and absence of work. Meanwhile, efforts are made to improve employee performance that has a correlation value of 0.806178, namely at the work appraisal and work evaluation nodes. Furthermore, efforts to improve discipline in work that have a correlation value above 0.5, namely in nodes punishment and job training with a value of 0.921866. It is hoped that PT Pegadaian can continue to improve employee performance and employee discipline at work

    STRATEGI PEMBELAJARAN PROBLEM BASED INSTRUCTION; ANALISIS KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PADA ASAM-BASA

    Get PDF
    Identifikasi tujuan utama dari studi ini adalah untuk menganalisis keterampilan murid dalam berpikir secara kritis menggunakan strategi pembelajaran Problem Based Instruction (PBI) pada materi asam-basa. Studi ini dilakukan pada murid kelas XII MIAdi MA Nahdlatul Ulama Kediri selama tahun ajaran 2021/2022. Studi ini mengadopsi desain one-shot case study yang bersifat deskriptif. Studi ini melibatkan 25 murid yang dipilih secara purposive sebagai sampel. Untuk memperkuat data yang diperoleh, peneliti menggunakan berbagai instrumen seperti tes, lembar observasi, dan wawancara. Temuan dari studi ini menunjukkan bahwa keterampilan murid dalam berpikir secara kritis yang mendapat pembelajaran melalui strategi pembelajaran PBI menunjukkan persentase yang bervariasi pada kelima sub-indikator berpikir kritis. Sub-indikator yang memiliki persentase tertinggi adalah bertanya dan menjawab pertanyaan menantang dengan persentase 86,76% dan berada pada level yang sangat baik. Sub-indikator terkait penarikan kesimpulan dan penilaian hasil memiliki skor 83,83% dengan level sangat baik. Di sisi lain, sub-indikator menilai kehandalan narasumber memiliki skor 72,79%. Sub indikator yang berfokus pada identifikasi asumsi memiliki peringkat baik dengan skor 70,59%. Namun, sub-indikator untuk mengambil keputusan dari suatu tindakan memiliki persentase terendah sebesar 68,38%, menunjukkan peringkat cukup. Berdasarkan temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa kemampuan berpikir kritis murid pada pembelajaran asam basa memiliki skor rata-rata sebesar 76,67% yang termasuk dalam level baik

    Pengaruh Ketebalan Media Fermentasi Ampas Tahu dan Padat Tebar terhadap Pertumbuhan Cacing Sutra (Tubifex sp.)

    Get PDF
    Budidaya cacing sutra masih sangat minim, karena masih rendahnya hasil kulturnya.  Menggunakan media kultur yang tepat dibutuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ketebalan media fermentasi dan padat tebar yang berbeda terhadap populasi, biomassa dan panjang cacing sutra (Tubifex sp.) yang dikultur pada media fermentasi ampas tahu, dilakukan 12 Februari – 9 April 2021 di Laboratorium Pembenihan dan Pemuliaan Ikan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap pola faktorial (RAL) dengan dua faktor. Faktor pertama ketebalan media dengan tiga taraf masing-masing 1 cm, 1,5 cm, dan 2 cm. Faktor kedua padat tebar dengan empat taraf masing-masing 10g, 15g, 20g dan 25g, selain itu ada media kontrol (K) berupa lumpur kolam, sehingga diperoleh 15 taraf perlakuan. Setiap perlakuan menggunakan 3 kali ulangan. Hasil menunjukkan bahwa pertumbuhan optimal populasi cacing 9971±72,84 individu, pertumbuhan biomassa 77.56±1,05 g, pertambahan panjang 2.60±0,09 cm (P12, kultur cacing sutra menggunakan media fermentasi ampas tahu dengan ketebalan 2,0 cm dan padat tebar 20 g), sedangkan yang terendah terdapat pada perlakuan P1 kultur cacing sutra menggunakan media lumpur kolam dengan ketebalan 2,0 cm padat tebar 10 gram). Berdasarkan hasil uji Analisis Variansi (ANAVA) faktor ketebalan media dan padat tebar, serta kombinasi kedua faktor memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan populasi (individu), biomassa (gram) dan panjang (cm) cacing sutera (Tubifex sp.) (P < 0,05). esimpulan penelitian ini adalah dengan media fermentasi ampas tahu 2 cm dan padat tebar 20 g merupakan titik optimum kultur cacing sutra. Budidaya cacing sutra masih sangat minim, karena masih rendahnya hasil kulturnya.  Menggunakan media kultur yang tepat dibutuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ketebalan media fermentasi dan padat tebar yang berbeda terhadap populasi, biomassa dan panjang cacing sutra (Tubifex sp.) yang dikultur pada media fermentasi ampas tahu, dilakukan 12 Februari – 9 April 2021 di Laboratorium Pembenihan dan Pemuliaan Ikan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap pola faktorial (RAL) dengan dua faktor. Faktor pertama ketebalan media dengan tiga taraf masing-masing 1 cm, 1,5 cm, dan 2 cm. Faktor kedua padat tebar dengan empat taraf masing-masing 10g, 15g, 20g dan 25g, selain itu ada media kontrol (K) berupa lumpur kolam, sehingga diperoleh 15 taraf perlakuan. Setiap perlakuan menggunakan 3 kali ulangan. Hasil menunjukkan bahwa pertumbuhan optimal populasi cacing 9971±72,84 individu, pertumbuhan biomassa 77.56±1,05 g, pertambahan panjang 2.60±0,09 cm (P12, kultur cacing sutra menggunakan media fermentasi ampas tahu dengan ketebalan 2,0 cm dan padat tebar 20 g), sedangkan yang terendah terdapat pada perlakuan P1 kultur cacing sutra menggunakan media lumpur kolam dengan ketebalan 2,0 cm padat tebar 10 gram). Berdasarkan hasil uji Analisis Variansi (ANAVA) faktor ketebalan media dan padat tebar, serta kombinasi kedua faktor memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan populasi (individu), biomassa (gram) dan panjang (cm) cacing sutera (Tubifex sp.) (P < 0,05). esimpulan penelitian ini adalah dengan media fermentasi ampas tahu 2 cm dan padat tebar 20 g merupakan titik optimum kultur cacing sutra. Budidaya cacing sutra masih sangat minim, karena masih rendahnya hasil kulturnya.  Menggunakan media kultur yang tepat dibutuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ketebalan media fermentasi dan padat tebar yang berbeda terhadap populasi, biomassa dan panjang cacing sutra (Tubifex sp.) yang dikultur pada media fermentasi ampas tahu, dilakukan 12 Februari – 9 April 2021 di Laboratorium Pembenihan dan Pemuliaan Ikan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap pola faktorial (RAL) dengan dua faktor. Faktor pertama ketebalan media dengan tiga taraf masing-masing 1 cm, 1,5 cm, dan 2 cm. Faktor kedua padat tebar dengan empat taraf masing-masing 10g, 15g, 20g dan 25g, selain itu ada media kontrol (K) berupa lumpur kolam, sehingga diperoleh 15 taraf perlakuan. Setiap perlakuan menggunakan 3 kali ulangan. Hasil menunjukkan bahwa pertumbuhan optimal populasi cacing 9971±72,84 individu, pertumbuhan biomassa 77.56±1,05 g, pertambahan panjang 2.60±0,09 cm (P12, kultur cacing sutra menggunakan media fermentasi ampas tahu dengan ketebalan 2,0 cm dan padat tebar 20 g), sedangkan yang terendah terdapat pada perlakuan P1 kultur cacing sutra menggunakan media lumpur kolam dengan ketebalan 2,0 cm padat tebar 10 gram). Berdasarkan hasil uji Analisis Variansi (ANAVA) faktor ketebalan media dan padat tebar, serta kombinasi kedua faktor memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan populasi (individu), biomassa (gram) dan panjang (cm) cacing sutera (Tubifex sp.) (P < 0,05). esimpulan penelitian ini adalah dengan media fermentasi ampas tahu 2 cm dan padat tebar 20 g merupakan titik optimum kultur cacing sutra.Budidaya cacing sutra masih sangat minim, karena masih rendahnya hasil kulturnya.  Menggunakan media kultur yang tepat dibutuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ketebalan media fermentasi dan padat tebar yang berbeda terhadap populasi, biomassa dan panjang cacing sutra (Tubifex sp.) yang dikultur pada media fermentasi ampas tahu, dilakukan 12 Februari – 9 April 2021 di Laboratorium Pembenihan dan Pemuliaan Ikan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap pola faktorial (RAL) dengan dua faktor. Faktor pertama ketebalan media dengan tiga taraf masing-masing 1 cm, 1,5 cm, dan 2 cm. Faktor kedua padat tebar dengan empat taraf masing-masing 10g, 15g, 20g dan 25g, selain itu ada media kontrol (K) berupa lumpur kolam, sehingga diperoleh 15 taraf perlakuan. Setiap perlakuan menggunakan 3 kali ulangan. Hasil menunjukkan bahwa pertumbuhan optimal populasi cacing 9971±72,84 individu, pertumbuhan biomassa 77.56±1,05 g, pertambahan panjang 2.60±0,09 cm (P12, kultur cacing sutra menggunakan media fermentasi ampas tahu dengan ketebalan 2,0 cm dan padat tebar 20 g), sedangkan yang terendah terdapat pada perlakuan P1 kultur cacing sutra menggunakan media lumpur kolam dengan ketebalan 2,0 cm padat tebar 10 gram). Berdasarkan hasil uji Analisis Variansi (ANAVA) faktor ketebalan media dan padat tebar, serta kombinasi kedua faktor memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan populasi (individu), biomassa (gram) dan panjang (cm) cacing sutera (Tubifex sp.) (P < 0,05). esimpulan penelitian ini adalah dengan media fermentasi ampas tahu 2 cm dan padat tebar 20 g merupakan titik optimum kultur cacing sutra.

    Pengaruh Penambahan Tepung Labu Kuning, Wortel dan Ubi Jalar Ungu Pada Pakan Pelet Komersial Terhadap Kecerahan Warna Ikan Badut Premnas biaculeatus

    Get PDF
    Ikan badut Premnas biaculeatus hasil biakan atau budidaya cenderung mengalami degeneratif warna atau memiliki warna tubuh yang pudar tidak seperti habitat alami. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kecerahan warna ikan badut melalui penambahan tepung buah yang mengandung ?-karoten pada pakan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4  perlakuan 5 ulangan. Pemberian pakan ikan badut dengan Kontrol (tanpa penambahan tepung), perlakuan A (tepung labu kuning) B (tepung wortel) dan C (tepung ubi jalar ungu) dengan dosis masing-masing 15% (15g/100g pakan). Ikan yang digunakan berukuran panjang dan berat masing-masing  ± 3 cm dan ± 0,5 g. Padat tebar 1 ekor/soliter dan jumlah ikan 20 ekor. Parameter perubahan warna badan merah menunjukkan hasil yang terbaik pada perlakuan B (tepung wortel 15%) dengan nilai R (-14,1± 4,1), G (-16,1±3,8) dan B (-9,3± 5,8). Parameter perubahan warna badan putih diperoleh perlakuan terbaik pada kontrol (tanpa penambahan tepung) dengan nilai R (28,3±0,8), G (34,5±3,1) dan B (28,5±1,0). Parameter laju pertumbuhan bobot mutlak dan panjang mutlak terbaik terdapat pada perlakuan B (tepung wortel 15%) dengan nilai berturut-turut adalah (0,324±0,01) dan (0,64±0,05). Parameter tingkat kelangsungan hidup mendapatkan nilai (100±0,00).Ikan badut Premnas biaculeatus hasil biakan atau budidaya cenderung mengalami degeneratif warna atau memiliki warna tubuh yang pudar tidak seperti habitat alami. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kecerahan warna ikan badut melalui penambahan tepung buah yang mengandung ?-karoten pada pakan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4  perlakuan 5 ulangan. Pemberian pakan ikan badut dengan Kontrol (tanpa penambahan tepung), perlakuan A (tepung labu kuning) B (tepung wortel) dan C (tepung ubi jalar ungu) dengan dosis masing-masing 15% (15g/100g pakan). Ikan yang digunakan berukuran panjang dan berat masing-masing  ± 3 cm dan ± 0,5 g. Padat tebar 1 ekor/soliter dan jumlah ikan 20 ekor. Parameter perubahan warna badan merah menunjukkan hasil yang terbaik pada perlakuan B (tepung wortel 15%) dengan nilai R (-14,1± 4,1), G (-16,1±3,8) dan B (-9,3± 5,8). Parameter perubahan warna badan putih diperoleh perlakuan terbaik pada kontrol (tanpa penambahan tepung) dengan nilai R (28,3±0,8), G (34,5±3,1) dan B (28,5±1,0). Parameter laju pertumbuhan bobot mutlak dan panjang mutlak terbaik terdapat pada perlakuan B (tepung wortel 15%) dengan nilai berturut-turut adalah (0,324±0,01) dan (0,64±0,05). Parameter tingkat kelangsungan hidup mendapatkan nilai (100±0,00)

    IDENTIFIKASI SENYAWA BIOAKTIF PADA KULIT IKAN SEMBILANG (Paraplotosus albilabris) DAN POTENSINYA SEBAGAI ANTIBAKTERI

    Get PDF
    Eel tail catfish is one of the aquatic organisms that contains bioactive compounds. These bioactive compounds have the potential to be developed into anticancer, antimicrobial, and antioxidant properties. The aim of this study was to extract bioactive compounds and measure antibacterial activity. Maceration using three different organic solvents (ethanol, n-hexane, and methanol) was used to remove the bioactive compounds on fish skin. Analysis indicators carried out were identification of bioactive compound, toxicity assay (Brine Sirmp Lethaly Test), and antibacterial activity (agar diffusion). The results of this study showed that ethanol and methanol were able to remove more bioactive compounds than n-hexane, the LC50 of fish skin extract from eel tail catfish (ethanol, methanol, and n-hexane) which was 451.42 ppm; 33853.22 ppm; 29513.84 ppm. The extraction with ethanol had the highest inhibition zone 93 mm for Staphylococcus aureus and 74 mm for Escherichia coli bacteria. It is suspected that the bioactive is classified as a polar bioactive compound.Ikan sembilang adalah salah satu biota perairan yang mengandung senyawa bioaktif. Senyawa bioaktif ini yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi antikanker, antimikroba, dan antioksidan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengekstraksi senyawa aktif dan menguji potensinya sebagai anti bakteri. Maserasi dengan menggunakan tiga jenis pelarut organik yang berbeda (etanol, metanol, n heksan) digunakan untuk mengekstrak komponen bioaktif pada kulit ikan sembilang. Parameter uji yang dilakukan yaitu identifikasi komponen bioaktif, uji toksisitas (Brine Sirmp Lethaly Test), dan uji antibakteri (agar difusi). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelarut etanol dan metanol mampu mengekstrak lebih banyak komponen bioaktif daripada pelarut n-heksan, nilai LC50 ekstrak kulit ikan sembilang (etanol, metanol, dan n-heksan) yaitu 451,42 ppm; 33853,22 ppm; 29513,84 ppm. Hasil ekstraksi dengan pelarut etanol memiliki zona hambat tertinggi yaitu 93 mm untuk bakteri Staphylococcus aureus dan 74 mm untuk bakteri Escherichia coli. Diduga bioaktif tersebut tergolong senyawa bioaktif polar

    Laju Pertumbuhan dan Produksi Biomassa Daun Lamun Thalassia hemprichii di Perairan Desa Pengujan Kabupaten Bintan

    Get PDF
    Desa Pengujan menyimpan kekayaan sumberdaya hayati dan keanekaragaman ekosistem laut tropis yang berlimpah, salah satunya adalah padang lamun. Lamun yang banyak ditemui di Desa Pengujan adalah Thalassia hemprichii. Lamun bagi Perairan Desa Pengujan adalah tempat hidup biota seperti makrozobentos, bivalvia, dan jenis ikan-ikan yang hidup di sekitaran lamun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju pertumbuhan lamun Thalassia hemprichii, produksi biomassa dan hubungan laju pertumbuhan daun lamun dengan parameter lingkungan. Penelitian ini dilakukan dari bulan April – Desember 2021 berlokasi di Perairan Desa Pengujan. Penentuan titik pengambilan sampel menggunakan metode random sampling. Tahap awal yang dilakukan menentukan lokasi di Perairan Desa Pengujan yang memiliki sebaran lamun. Penentuan titik pengamatan menggunakan software ArcGis 10.8 dengan menentukan sebanyak 30 titik pengamatan yang diacak di daerah yang sebaran lamun banyak agar mewakili setiap perairan di Desa Pengujan dengan mengunakan plot 50x50cm. Laju pertumbuhan di 2 minggu pertama lebih besar, kemudian semakin menurun pertumbuhannya diminggu berikutnya selama 60 hari.  Rata-rata pertumbuhan daun lamun dalam 60 hari sebesar 0,7 cm/hari. Biomassa lamun setelah 60 hari di Perairan Desa Pengujan yaitu 108,5 gbk/m2. Hubungan laju pertumbuhan dengan parameter lingkungan selama 60 hari yang sangat signifikan adalah salinitas, TOM dan kecerahan.Desa Pengujan menyimpan kekayaan sumberdaya hayati dan keanekaragaman ekosistem laut tropis yang berlimpah, salah satunya adalah padang lamun. Lamun yang banyak ditemui di Desa Pengujan adalah Thalassia hemprichii. Lamun bagi Perairan Desa Pengujan adalah tempat hidup biota seperti makrozobentos, bivalvia, dan jenis ikan-ikan yang hidup di sekitaran lamun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju pertumbuhan lamun Thalassia hemprichii, produksi biomassa dan hubungan laju pertumbuhan daun lamun dengan parameter lingkungan. Penelitian ini dilakukan dari bulan April – Desember 2021 berlokasi di Perairan Desa Pengujan. Penentuan titik pengambilan sampel menggunakan metode random sampling. Tahap awal yang dilakukan menentukan lokasi di Perairan Desa Pengujan yang memiliki sebaran lamun. Penentuan titik pengamatan menggunakan software ArcGis 10.8 dengan menentukan sebanyak 30 titik pengamatan yang diacak di daerah yang sebaran lamun banyak agar mewakili setiap perairan di Desa Pengujan dengan mengunakan plot 50x50cm. Laju pertumbuhan di 2 minggu pertama lebih besar, kemudian semakin menurun pertumbuhannya diminggu berikutnya selama 60 hari.  Rata-rata pertumbuhan daun lamun dalam 60 hari sebesar 0,7 cm/hari. Biomassa lamun setelah 60 hari di Perairan Desa Pengujan yaitu 108,5 gbk/m2. Hubungan laju pertumbuhan dengan parameter lingkungan selama 60 hari yang sangat signifikan adalah salinitas, TOM dan kecerahan

    2,248

    full texts

    76,813

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Maritim Raja Ali Haji Pusat Jurnal Ilmiah
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇