Universitas Maritim Raja Ali Haji Pusat Jurnal Ilmiah
Not a member yet
    76813 research outputs found

    Penerapan Prinsip Tanggung Jawab Berdasarkan Wanprestasi (Beach of Warranty) dalam Perlindungan Konsumen (Studi Putusan Nomor 151/Pdt.G/2020/PN JKT.SEL)

    Get PDF
    Saat ini industrialisasi berkembang pesat membawa kemajuan ekonomi perdagangan. Hal ini menimbulkan banyak tantangan bagi para pelaku usaha maupun konsumen. Praktik jual beli menimbulkan perjanjian, pembeli berkewajiban melakukan pembayaran sesuai kesepakatan atas kebendaan (barang/jasa) yang diperoleh dan penjual berkewajiban memberikan kebendaan kepada pembeli disertai tanggung jawab atas kondisi kebendaan dan kerugian yang dialami pembeli serta memenuhi segala kewajibannya sesuai perjanjian. Apabila janji yang disepakati bersama tidak terpenuhi, maka dapat menimbulkan kerugian bagi salah satu pihak, sehingga pihak yang merasa dirugikan memiliki hak untuk menuntut ganti kerugian atas tidak terpenuhinya perjanjian jual beli (beach of warranty). Berkaitan dengan kasus yang terjadi antara PT Digital Commerce Indonesia (PT DCI) dan PT Andiarta Muzizat (Ninja Xpress) dengan nomor register: 151/Pdt.G/2020/PN JKT.SEL. Majelis hakim memutuskan Ninja Xpress sebagai tergugat dihukum untuk membayar kerugian material kepada PT DCI atas cidera janji yang dilakukan dalam menjalankan kewajibannya sebagai perusahaan pengiriman barang. Maka rumusan masalah pada tulisan ini mengkaji terkait penerapan prinsip beach of warranty di dalam putusan tersebut. Metode yang digunakan normatif, kesimpulan dari penelitian tindakan hakim dalam memutus perkara ini dan menyatakan ganti rugi tersebut atas dasar wanprestasi telah memenuhi unsur-unsur prinsip ganti rugi berdasarkan wanprestasi (breath of warranty).Saat ini industrialisasi berkembang pesat membawa kemajuan ekonomi perdagangan. Hal ini menimbulkan banyak tantangan bagi para pelaku usaha maupun konsumen. Praktik jual beli menimbulkan perjanjian, pembeli berkewajiban melakukan pembayaran sesuai kesepakatan atas kebendaan (barang/jasa) yang diperoleh dan penjual berkewajiban memberikan kebendaan kepada pembeli disertai tanggung jawab atas kondisi kebendaan dan kerugian yang dialami pembeli serta memenuhi segala kewajibannya sesuai perjanjian. Apabila janji yang disepakati bersama tidak terpenuhi, maka dapat menimbulkan kerugian bagi salah satu pihak, sehingga pihak yang merasa dirugikan memiliki hak untuk menuntut ganti kerugian atas tidak terpenuhinya perjanjian jual beli (beach of warranty). Berkaitan dengan kasus yang terjadi antara PT Digital Commerce Indonesia (PT DCI) dan PT Andiarta Muzizat (Ninja Xpress) dengan nomor register: 151/Pdt.G/2020/PN JKT.SEL. Majelis hakim memutuskan Ninja Xpress sebagai tergugat dihukum untuk membayar kerugian material kepada PT DCI atas cidera janji yang dilakukan dalam menjalankan kewajibannya sebagai perusahaan pengiriman barang. Maka rumusan masalah pada tulisan ini mengkaji terkait penerapan prinsip beach of warranty di dalam putusan tersebut. Metode yang digunakan normatif, kesimpulan dari penelitian tindakan hakim dalam memutus perkara ini dan menyatakan ganti rugi tersebut atas dasar wanprestasi telah memenuhi unsur-unsur prinsip ganti rugi berdasarkan wanprestasi (breath of warranty)

    Pengelolaan Sumber Daya Pesisir Indonesia Setelah Masa Reformasi

    Get PDF
    Wilayah laut Indonesia memiliki luas yang lebih besar daripada wilayah daratan, sehingga sumber daya pesisir dan laut memiliki potensi yang sangat penting. Oleh karena itu, penting untuk melakukan kajian mendalam tentang dinamika hukum pengelolaan sumber daya pesisir, karena kegiatan pembangunan secara langsung maupun tidak langsung memiliki dampak terhadap ekosistem pesisir. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami dinamika hukum pengelolaan pesisir pada era otonomi daerah setelah adanya undang-undang pengelolaan pesisir. Fokus penelitian ini mencakup harmonisasi peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pesisir, keberpihakan peraturan terhadap masyarakat, dan model perencanaan yang digunakan dalam pengelolaan pesisir. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian yuridis normatif, yang melibatkan pengumpulan bahan-bahan seperti peraturan perundang-undangan, asas hukum, doktrin, dan sumber-sumber terkait lainnya yang relevan dengan permasalahan yang diteliti. Data yang diperoleh dari penelitian kepustakaan kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masih terdapat banyak disharmoni dalam peraturan yang terkait dengan pengelolaan pesisir. Namun, dinamika hukum dari awal hingga saat ini telah memperhatikan peran masyarakat pesisir, baik itu masyarakat lokal maupun masyarakat hukum adat.Wilayah laut Indonesia memiliki luas yang lebih besar daripada wilayah daratan, sehingga sumber daya pesisir dan laut memiliki potensi yang sangat penting. Oleh karena itu, penting untuk melakukan kajian mendalam tentang dinamika hukum pengelolaan sumber daya pesisir, karena kegiatan pembangunan secara langsung maupun tidak langsung memiliki dampak terhadap ekosistem pesisir. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami dinamika hukum pengelolaan pesisir pada era otonomi daerah setelah adanya undang-undang pengelolaan pesisir. Fokus penelitian ini mencakup harmonisasi peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pesisir, keberpihakan peraturan terhadap masyarakat, dan model perencanaan yang digunakan dalam pengelolaan pesisir. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian yuridis normatif, yang melibatkan pengumpulan bahan-bahan seperti peraturan perundang-undangan, asas hukum, doktrin, dan sumber-sumber terkait lainnya yang relevan dengan permasalahan yang diteliti. Data yang diperoleh dari penelitian kepustakaan kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masih terdapat banyak disharmoni dalam peraturan yang terkait dengan pengelolaan pesisir. Namun, dinamika hukum dari awal hingga saat ini telah memperhatikan peran masyarakat pesisir, baik itu masyarakat lokal maupun masyarakat hukum adat. &nbsp

    Pertanggungjawaban Negara Dalam Melindungi Data Pribadi Masyarakat Indonesia

    Get PDF
    Revolusi industri terus berkembang di negara Indonesia yang banyak membawa perubahan dalam berbagai kegiatan terkhusus pada pengelolaan data pribadi masyarakat. Namun perkembangan tersebut harus dijaga dan pemerintah bertanggungjawab untuk itu karena dapat di salah gunakan untuk kejatahan cybercrime. Penulisan artikel ini mencoba meneliti seperti apa bentuk tanggungjawab negara untuk menjaga data pribadi masyarakat Indonesia dan sejauh mana pentingnya perlindugan data pribadi bagi masyarakat. Metode yang di gunakan dalam artikel ini yaitu normatif deskriptif. Artikel ini menggunakan sumber data sekunder dengan bahan hukum primer (peraturan perUndang-Undangan), bahan hukum sekunder (buku, jurnal, dan artikel ilmiah). Hasil yang ditemukan adalah bahwa dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan secara tegas disebutkan bahwa setiap penduduk mempunyai hak untuk memperoleh perlindungan atas data pribadi serta dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik  yang disebutkan bahwa Pemerintah melindungi kepentingan umum dari segala jenis gangguan sebagai akibat penyalahgunaan Informasi Elektronik dan Transaksi Elektronik yang mengganggu ketertiban umum, sesuai dengan ketentuan peraturan Perundang-Undangan. Perlindungan data pribadi bagi masyarakat penting karena merupakan hak untuk menikmati hidup, hak untuk ditinggal sendiri (hak untuk tidak diganggu), dan hak kebebasan untuk menjalankan hak sipil yang luas baik hak milik yang tidak berwujud maupun yang berwujud

    Development of Android-based statistics learning simulation media to support student achievement

    Get PDF
    This study aims to (1) produce valid and practical android-based learning media and (2) determine the potential effects on learning outcomes and positive attitudes of students from the development of android-based learning media. The type of research used is research and development using a development model adapted from Plomp. The subjects tested in the research are students who have studied basic statistical material, especially on the size of data centering. Data collection techniques in this study consisted of questionnaires, tests, and interviews. The results of this study include (1) producing valid and practical android-based learning media and (2) having a potential effect on learning outcomes and students\u27 positive attitudes

    Evaluasi Implementasi Algoritma Machine Learning K-Nearest Neighbors (KNN) Dengan Menggunakan Rapid Miner Pada Data Hasil Belajar Siswa SMP

    No full text
    The focus of the PISA 2022 assessment is on the subjects of Mathematics, Language and Science. Therefore, these subjects are compulsory subjects at every level of education. Because learning activities are the most important activities, the success of a learning activity is measured by the learning outcomes that have reached completeness or failed. Prediction of completeness or failure can be done by classifying data using the K-Nearest Neighbors (KNN) algorithm using the RapidMiner application. The KNN algorithm is one of the classification methods for a set of data based on learning data that has been classified before. The data used are student learning outcomes in Mathematics, Indonesian Language and Science subjects at the junior high school education level in Padang city. This research aims to predict student learning outcomes in Mathematics, Indonesian and Science subjects based on student score completeness by comparing various k values to obtain the best performance of this algorithm. The results obtained after analyzing the KNN algorithm are Classification using the KNN algorithm is most accurate when the value of k = 5 and k = 7. Where by using the value of k, the accuracy of the KNN algorithm reaches the maximum result of 94.12%. Thus, this algorithm can help teachers to predict or find out how appropriate student completeness.  Fokus penilaian PISA 2022 adalah terdapat pada mata Pelajaran Matematika, Bahasa dan IPA. Oleh sebab itu, mata Pelajaran tersebut merupakan mata Pelajaran wajib disetiap jenjang pendidikan. Karena kegiatan belajar merupakan kegiatan yang paling pokok maka keberhasilan suatu kegiatan belajar diukur dari hasil belajar yang sudah mencapai ketuntasan atau gagal. Prediksi ketuntatasan atau gagal ini dapat dilakukan dengan mengklasifikasikan data dengan menggunakan algoritma K-Nearest Neighbors (KNN) dengan menggunakan aplikasi RapidMiner. Algoritma KNN adalah salah satu metode klasifikasi terhadap sekumpulan data berdasarkan pembelajaran data yang sudah diklasifikasikan sebelumya. Data yang digunakan adalah hasil belajar siswa pada mata Pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia dan IPA pada jenjang Pendidikan SMP di kota Padang. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi hasil belajar siswa pada mata Pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia dan IPA berdasarkan ketuntasan nilai siswa dengan membandingkan berbagai macam nilai k guna memperoleh performa terbaik dari algoritma ini. Hasil yang diperoleh setelah melakukan analisis dengan algoritma KNN adalah Pengklasifikasian dengan menggunakan algoritma KNN ini paling akurat ketika nilai k = 5 dan k = 7. Dimana dengan menggunakan nilai k tersebut maka akurasi algoritma KNN mencapai hasil maksimal yaitu sebesar 94,12%. Dengan demikian maka algoritma ini dapat membantu guru untuk memprediksi atau mengetahui bagaimana ketuntasan siswa yang sesuai berdasarkan nilai Matematika, Bahasa Indonesia dan IPA yang diperoleh

    Konsentrasi Logam Timbel (Pb) pada Ikan Lele Budidaya di Kolong Bekas Tambang Bauksit Pulau Bintan

    Get PDF
    Pulau Bintan yang memiliki banyak bekas lahan penambangan bauksit yang berpotensi untuk budidaya ikan salah satunya di Senggarang. Data mengenai kandungan logam yang terkandung dalam ikan budidaya kolong bauksit masih minim dilakukan, padahal budidaya ikan dengan keramba jaring apung sudah marak dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan logam Timbel (Pb) pada hati, ginjal, dan daging ikan lele yang dibudidaya di perairan kolong bekas tambang bauksit. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni - Agustus 2023 dengan mengambil sampel pada awal, pertengahan, dan akhir siklus. Analisis kandungan Timbel (Pb) pada hati, ginjal dan daging ikan lele menggunakan acuan SNI 7387:2009. Hasil analisis AAS (Atomic Absorption Spectrophotometer) kandungan Timbel (Pb) pada masing masing sampel yaitu hati berkisar 0,016 - 0,023 mg/kg, ginjal 0,014 - 0,021 mg/kg dan daging sebesar 0,024 - 0,025 mg/kg. Konsentrasi logam pada hati, ginjal, dan daging ikan lele mengalami peningkatan mulai pada fase awal hingga akhir siklus panen. Meskipun demikian berdasarkan hasil perhitungan kadar logam Timbel pada daging ikan lele masih di bawah ambang batas yang telah diatur sesuai dengan SNI 7387: 2009 yaitu 0,3 mg/kg (untuk ikan dan hasil olahannya).Pulau Bintan yang memiliki banyak bekas lahan penambangan bauksit yang berpotensi untuk budidaya ikan salah satunya di Senggarang. Data mengenai kandungan logam yang terkandung dalam ikan budidaya kolong bauksit masih minim dilakukan, padahal budidaya ikan dengan keramba jaring apung sudah marak dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan logam Timbel (Pb) pada hati, ginjal, dan daging ikan lele yang dibudidaya di perairan kolong bekas tambang bauksit. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni - Agustus 2023 dengan mengambil sampel pada awal, pertengahan, dan akhir siklus. Analisis kandungan Timbel (Pb) pada hati, ginjal dan daging ikan lele menggunakan acuan SNI 7387:2009. Hasil analisis AAS (Atomic Absorption Spectrophotometer) kandungan Timbel (Pb) pada masing masing sampel yaitu hati berkisar 0,016 - 0,023 mg/kg, ginjal 0,014 - 0,021 mg/kg dan daging sebesar 0,024 - 0,025 mg/kg. Konsentrasi logam pada hati, ginjal, dan daging ikan lele mengalami peningkatan mulai pada fase awal hingga akhir siklus panen. Meskipun demikian berdasarkan hasil perhitungan kadar logam Timbel pada daging ikan lele masih di bawah ambang batas yang telah diatur sesuai dengan SNI 7387: 2009 yaitu 0,3 mg/kg (untuk ikan dan hasil olahannya)

    Crafting Static Infographic Teaching Materials on Physical Inheritance and Evolution in Phase F to Enhance PPRA

    No full text

    Pengembangan Modul IPA Terpadu Berbasis Problem-Based Learning Terintegrasi Isu Kemaritiman

    Get PDF
    Indonesia merupakan salah satu negara maritim terbesar di dunia yang terbilang lambat dalam mengintegrasikan pengetahuan kemaritiman di dalam pembelajaran. Integrasi pengetahuan kemaritiman ke dalam pembelajaran penting dilakukan untuk menanamkan pengetahuan kelautan kepada peserta didik dan menjadikan peserta didik lebih peka terhadap isu-isu kemaritiman. Integrasi pengetahuan kemaritiman salah satunya dapat dilakukan melalui Mata Pelajaran IPA yang bidang kajiannya erat dengan lingkungan. Dengan memiliki pengetahuan tentang kelautan, peserta didik diharapkan dapat memberikan solusi untuk mengatasi permasalahan-permasalahan kemaritiman.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan Modul IPA berbasis Problem based learning terintegrasi isu-isu kemaritiman yang valid, praktis, dan efektif. Penelitian pengembangkan ini dilakukan dengan tahapan model pengembangan ADDIE. Pada artikel ini, penyajian hasil penelitian dibatasi sampai pada tahapan development. Modul yang telah dikembangkan diuji validitasnya dengan melibatkan beberapa validator. Data hasil uji validitas dianalisis dengan menggunakan Skala Likert. Hasil uji validitas modul menunjukkan bahwa modul berada pada kategori sangat valid untuk aspek materi dan aspek kegrafisan. Hasil ini menunjukkan bahwa modul layak diimplementasikan untuk diuji kepraktisan dan keefektifannya

    Identifikasi Keanekaragaman Jenis dan Frekuensi Kemunculan Penyu Pada Ekosistem Terumbu Karang di Teluk Majene

    Get PDF
    Permasalahan bidang pengelolaan ruang laut masih banyak yang perlu diangkat dan diperbaiki demi terwujudnya bangsa Indonesia sebagai poros maritim dunia. Salah satu permasalahan yang masih perlu pembenahan dan pengembangan adalah terkait upaya konservasi penyu di wilayah Indonesia. Teluk Majene terletak di tengah Kota Majene yang tentunya akan sangat mempengaruhi keberadaan ekosistem di laut termasuk biota penyu. Keberadaan penyu di ekosistem terumbu karang sering terlihat di daerah tersebut oleh nelayan dan para wisatawan lokal, namun pada kenyataannya belum ada sama sekali penelitian-penelitian yang menyentuh mengenai spesies tersebut padahal penyu merupakan spesies yang dilindungi. Oleh karena itu, kami berinisiatif untuk melakukan penelitian dasar sebagai langkah awal untuk konservasi penyu di Teluk Majene, Provinsi Sulawesi Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan frekuensi kehadiran penyu di Kawasan Teluk Majene. Metode penelitian mencakup studi pendahuluan, survey awal, penentuan titik stasiun, pengambilan data lapangan yang meliputi tutupan komunitas karang, jenis dan frekuensi kemunculan. Dari data yang sudah didapatkan maka selanjutnya adalah analisis data. Hasil yang didapatkan adalah terdapat dua spesies penyu yang ditemukan di Teluk Majene. Penyu tersebut adalah dari jenis Penyu Hijau (Chelonia mydas) dan Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata). Sedangkan untuk frekuensi kemunculan penyu yang diamati di Teluk Majene berkisar 50% sampai 100%.Permasalahan bidang pengelolaan ruang laut masih banyak yang perlu diangkat dan diperbaiki demi terwujudnya bangsa Indonesia sebagai poros maritim dunia. Salah satu permasalahan yang masih perlu pembenahan dan pengembangan adalah terkait upaya konservasi penyu di wilayah Indonesia. Teluk Majene terletak di tengah kota Majene yang tentunya akan sangat mempengaruhi keberadaan eksistem di Laut termasuk Biota Penyu. Keberadaan penyu di ekosistem terumbu karang sering terlihat didaerah tersebut oleh nelayan dan para wisatawan lokal namun pada kenyataannya belum ada sama sekali penelitian-penelitian yang menyentuh mengenai spesies tersebut padahal penyu merupaka spesies yang dilindungi. Oleh karena itu kami berinisiatif untuk melakukan penelitian dasar sebagai langkah awal untuk konservasi Penyu di Teluk Majene Provinsi Sulawesi Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan frekuensi kehadiran penyu di Kawasan teluk Majene. Metode penelitian mencakup studi pendahuluan, survey awal, penentuan titik stasiun, pengambilan data lapangan yang meliputi tutupan komunitas karang, jenis dan frekuensi kemunculan. Dari data yang sudah didapatkan maka selanjutnya adalah analisis data. Hasil yang didapatkan adalah terdapat dua spesies penyu yang ditemukan di Teluk Majene. Penyu Tersebut adalah dari jenis Penyu Hijau (Chelonia mydas) dan Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata). Sedangkan untuk frekuensi kemunculan penyu yang diamati di Teluk Majene berkisar 50% sampai 100%

    Karakteristik Jenis Hasil Tangkapan Bagan Tancap Berdasarkan Periode Bulan di Perairan Selat Makassar Kabupaten Pangkep

    Get PDF
    Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan hubungan komposisi jenis, frekuensi kemunculan dan perbedaan hasil tangkapan bagan tancap berdasarkan periode bulan dan dilaksanakan pada Juli-Desember 2020 dan Juni-Oktober 2021 di perairan Selat Makassar Kabupaten Pangkep. Metode studi kasus pada satu unit bagan tancap dengan menggunakan lampu LED berkekuatan daya 450-500 watt. Data yang dikumpulkan sebanyak 76 trip operasi penangkapan dan dikelompokkan berdasarkan 4 periode bulan yaitu periode bulan gelap, gelap ke terang, terang, dan terang ke gelap. Hasil menunjukkan terdapat 28 jenis ikan yang tertangkap dengan frekuensi kemunculan didominasi cumi-cumi sebesar 100% selama penelitian. Komposisi jenis tertinggi pada setiap periode bulan yaitu lemuru yaitu 52,8% pada periode terang ke gelap, peperek 91,98% pada periode gelap, peperek 39,4% pada periode gelap ke terang dan cumi-cumi 40,1% pada periode terang. Hasil tangkapan bagan tancap menunjukkan perbedaan atas pengaruh periode bulan dengan hasil tangkapan tertinggi pada periode bulan gelap.Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan hubungan komposisi jenis, frekuensi kemunculan dan perbedaan hasil tangkapan bagan tancap berdasarkan periode bulan dan dilaksanakan pada Juli-Desember 2020 dan Juni-Oktober 2021 di perairan Selat Makassar Kabupaten Pangkep. Metode studi kasus pada satu unit bagan tancap dengan menggunakan lampu LED berkekuatan daya 450-500 watt. Data yang dikumpulkan sebanyak 76 trip operasi penangkapan dan dikelompokkan berdasarkan 4 periode bulan yaitu periode bulan gelap, gelap ke terang, terang, dan terang ke gelap. Hasil menunjukkan terdapat 28 jenis ikan yang tertangkap dengan frekuensi kemunculan didominasi cumi-cumi sebesar 100% selama penelitian. Komposisi jenis tertinggi pada setiap periode bulan yaitu lemuru yaitu 52,8% pada periode terang ke gelap, peperek 91,98% pada periode gelap, peperek 39,4% pada periode gelap ke terang dan cumi-cumi 40,1% pada periode terang. Hasil tangkapan bagan tancap menunjukkan perbedaan atas pengaruh periode bulan dengan hasil tangkapan tertinggi pada periode bulan gelap

    2,248

    full texts

    76,813

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Maritim Raja Ali Haji Pusat Jurnal Ilmiah
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇