Universitas Maritim Raja Ali Haji Pusat Jurnal Ilmiah
Not a member yet
76813 research outputs found
Sort by
Pelatihan Pengembangan Media Pembelajaran Video Berbasis Kurikulum Merdeka bagi Guru Sebagai Upaya Pencegahan Kekerasan di Sekolah
Kegiatan pelatihan pengembangan media pembelajaran berbasis kurikulum merdeka berangkat dari permasalahan kekerasan yang sering terjadi di sekolah SD Al Washliyah Langsa dan keinginan guru untuk berlatih dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis kurikulum merdeka. Kemudian masih terdapat guru yang belum bisa membuat media ajar pencegahan kekerasan dan belum ada guru mengembangkan media ajar pencegahan kekerasan. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pemahaman guru dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis kurikulum merdeka yang memuat materi pencegahan kekerasan. Kurikulum merdeka yang telah ditetapkan pemerintah merupakan salah satu upaya agar suasana sekolah aman dan nyaman. Agar tujuan tersebut dapat tercapai maka kegiatan ini diselenggarakan dengan menggunakan metode Asset Based Community Development (ABCD). Data peningkatan kemampuan guru diperoleh melalui tes pemahaman dan dianalisis menggunakan uji deskriptif. Pelatihan ini telah meningkatkan kemampuan 25 orang guru Sekolah Dasar dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis kurikulum merdeka yang memuat materi pencegahan kekerasan
Peran Pekerja Sosial Dalam Proses Adaptasi Sosial Warga Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW ) Bengkulu
Peran Pekerja Sosial dalam Proses Adaptasi Sosial Warga Panti Sosial Tresna Werdha Bengkulu. Pekerja sosial sebagai edukator diantaranya memberikan pemahaman berupa pengetahuan terhadap kemampuan untuk berperan aktif menjalani kehidupan dalam panti. Lansia harus mampu memahami bahwa mereka harus mandiri serta harus mampu bersosialisasi, sehingga lansia tidak merasa rendah diri tinggal dalam panti. Peran edukator yang dilakukan pekerja sosial dalam memberikan dukungan kepada lanjut usia untuk tetap dapat dilakukan aktifitas secara mandiri serta tidak memiliki prasangka bahwa lanjut usia merupakan golongan lemah. Pekerja sosial yang bertindak sebagai pembela (advokad) bahwa pekerja sosial dapat menolong lanjut usia agar dapat berkomunikasi ataupun berpendapat dalam menyelesaikan setiap konflik. Peran mediator yang dilakukan pekerja sosial untuk meningkatkan semangat dan memberi motivasi kepada lanjut usia untuk memaksimalkan potensi dan sumber daya yang dimiliki untuk meningkatkan level produktifitas serta pengelolaan usaha penyelesaian konflik secara efektif dan efisien. Peran pekerja sosial sebagai pemungkin (Enabler) yaitu memberikan bimbingan kepada lanjut usia yang didampingi dengan cara memberi motivasi atau dorongan semangat agar lanjut usia lebih bisa menerima kondisi yang sedang dialaminya, serta menjaga kondisi psikologis dari lanjut usia agar tetap stabil.Peran Pekerja Sosial dalam Proses Adaptasi Sosial Warga Panti Sosial Tresna Werdha Bengkulu. Pekerja sosial sebagai edukator diantaranya memberikan pemahaman berupa pengetahuan terhadap kemampuan untuk berperan aktif menjalani kehidupan dalam panti. Lansia harus mampu memahami bahwa mereka harus mandiri serta harus mampu bersosialisasi, sehingga lansia tidak merasa rendah diri tinggal dalam panti. Peran edukator yang dilakukan pekerja sosial dalam memberikan dukungan kepada lanjut usia untuk tetap dapat dilakukan aktifitas secara mandiri serta tidak memiliki prasangka bahwa lanjut usia merupakan golongan lemah. Pekerja sosial yang bertindak sebagai pembela (advokad) bahwa pekerja sosial dapat menolong lanjut usia agar dapat berkomunikasi ataupun berpendapat dalam menyelesaikan setiap konflik. Peran mediator yang dilakukan pekerja sosial untuk meningkatkan semangat dan memberi motivasi kepada lanjut usia untuk memaksimalkan potensi dan sumber daya yang dimiliki untuk meningkatkan level produktifitas serta pengelolaan usaha penyelesaian konflik secara efektif dan efisien. Peran pekerja sosial sebagai pemungkin (Enabler) yaitu memberikan bimbingan kepada lanjut usia yang didampingi dengan cara memberi motivasi atau dorongan semangat agar lanjut usia lebih bisa menerima kondisi yang sedang dialaminya, serta menjaga kondisi psikologis dari lanjut usia agar tetap stabil
Pemberdayaan Lansia Terlantar di Rumah Bahagia Embung Fatimah Kota Tanjungpinang
Penelitian ini tentang upaya pemberdayaan lansia terlantar di Rumah Bahagia Embung Fatimah, Kota Tanjungpinang. Lansia terlantar merupakan kelompok rentan yang sering kali diabaikan dalam masyarakat, dan pemberdayaan mereka adalah suatu hal yang krusial untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dengan petugas Rumah Bahagia Embung Fatimah dan staf di Dinas Sosial Kota Tanjungpinang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberdayaan lansia terlantar dapat meningkatkan kualitas hidup mereka, baik secara fisik maupun psikologis. Program-program pemberdayaan yang melibatkan beragam kegiatan 19eseha dan pelayanan kesehatan telah memberikan manfaat yang signifikan bagi lansia terlantar yang menghuni Rumah Bahagia Embung Fatimah. Selain itu, peran staf di sana dengan pihak-pihak terkait sangat penting dalam memastikan keberlangsungan pemberdayaan ini. Penelitian ini tentang upaya pemberdayaan lansia terlantar di Rumah Bahagia Embung Fatimah, Kota Tanjungpinang. Lansia terlantar merupakan kelompok rentan yang sering kali diabaikan dalam masyarakat, dan pemberdayaan mereka adalah suatu hal yang krusial untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan wawancara terhadap petugas Rumah Bahagia Embung Fatimah, serta staf di Dinas Sosial Kota Tanjungpinang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan lansia terlantar dapat meningkatkan kualitas hidup mereka, baik secara fisik maupun psikologis. Program-program pemberdayaan yang melibatkan beragam kegiatan eseha dan pelayanan esehatan telah memberikan manfaat yang signifikan bagi lansia terlantar yang menghuni Rumah Bahagia Embung Fatimah. Selain itu, peran staf disana dengan pihak-pihak terkait sangat penting dalam memastikan keberlangsungan pemberdayaan ini
Research on spatial reasoning in mathematics education: Trend and opportunity
Spatial thinking is important in learning Science, Technology, Engineering, and Mathematics. Numerous studies about spatial ability in various fields like mathematics, neuroscience and phycologist considered various factors such as gender, age, or demography. However, a few studies are still about enhancing spatial ability in the context of mediated pedagogies. This study aims to describe spatial research on mathematics education, especially related to the intervention or learning design of spatial reasoning. A bibliometric study is employed to determine the research trend of spatial reasoning, especially related to teaching practice. The review follows a structured design consisting of several stages of the PRISMA method. From 652 documents about spatial in mathematics education gathered from the Scopus data, it is reduced to 40 documents regarding spatial reasoning in mathematics education. Further, only 19 documents about intervention and practice in enhancing spatial reasoning exist. This study may benefit researchers in mathematics education by showing the development and trend of spatial reasoning research and suggesting new directions for future research
Pelatihan Pengolahan Berbahan Dasar Ikan bagi Warga Binaan Wanita Rutan Kelas IIB Negara, Jembrana, Bali
The development of fisheries working group activities for women detainees at the detention house of Jembrana as a part of implementation of guidance to the detainees, especially for the women. The objectives of community service activities were providing information and improve skills in the fish processing product as a provision for women detainees when returning to the community. This activity was attended by 14 women detainees and 8 staff members of detention house of Jembrana. Participants were given material related to methods and recipes for making nugget, kaki naga, and scallop followed by hands-on activities in three groups with each facilitator. The first group carried out the practice of making nugget, the second group were making kaki naga, and the third group were making scallop. Similar activities could be continued or other types of training that could be delivered in the next community service activity, namely packaging techniques, determining the selling price, and marketing techniques for processed fish products.Pengembangan kegiatan pokja (kelompok kerja) perikanan bagi tahanan wanita di RumahTahanan Kelas IIB Negara sebagai bentuk implementasi pembinaan kepada warga binaan rumah tahanan IIB khususnya warga binaan wanita. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan bagi warga binaan wanita dan sipir wanita di Rumah Tahanan Kelas IIB Negara, Jembrana, Bali bertujuan untuk memberikan informasi serta peningkatan keterampilan dalam bidang pengolahan hasil perikanan sebagai bekal warga binaan saat kembali ke masyarakat. Kegiatan ini diikuti oleh 14 warga binaan wanita dan delapan staf rumah tahanan. Peserta kegiatan diberikan materi berkait metode dan resep pembuatan nugget, kaki naga, dan scallop yang dilanjutkan dengan kegiatan praktik langsung dalam tiga kelompok dengan masing-masing pendamping. Kelompok satu melaksanakan praktik pembuatan nugget, kelompok dua melaksanakan praktik pembuatan kaki naga, dan kelompok tiga melaksanakan praktik pembuatan scallop. Kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan secara kontinu atau dengan jenis pembinaan lainnya yang dapat disampaikan dalam kegiatan pengabdian masyarakat berikutnya, yaitu teknik pengemasan produk olahan ikan, penentuan harga jual produk olahan ikan, dan teknik pemasaran produk olahan ikan
PROFIL ASAM AMINO DAN ASAM LEMAK IKAN LUNDU (Macrones gulio)
Macrones gulio is a type of fish that lives on the bottom of the waters (demersal), including the catfish species. Information on the nutritional content of fish is very important to study. The purpose of this study was to determine the amino acid, fatty acid and mineral (calcium and phosphorus) composition of the Macrones gulio. The method used in this research is laboratory experimental, with 4 treatment levels, namely whole fish, fillets with skin, head, fins and bones. The parameters observed in this research were amino acid profiles, fatty acid profiles and minerals. The results of the study showed that the highest amino acid in whole parts, heads, bones and fins was glycine and glutamic acid in fillets with skin. The lowest amino acid composition in each part of the fish body is the same, namely the amino acid hisitidine. The total fatty acids in the intact preparation were 26 types of fatty acids. Fillet with skin as much as 28 types of fatty acids. There are 36 types of fatty acids in the head and 38 types of fatty acids in the bones and fins. The highest content of calcium and phosphorus was found in the treatment of bones and fins and the treatment of the head, while the lowest content was found in the treatment of fillets and skin.Ikan lundu merupakan salah satu jenis ikan yang hidup di dasar perairan (demersal), termasuk ke dalam jenis catfish. Informasi kandungan gizi pada ikan merupakan hal yang sangat penting untuk dikaji. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan komposisi asam amino, asam lemak dan mineral (kalsium dan fosfor) ikan lundu (Macrones gulio). Metode yang digunakan dalam peneilitian ini adalah eksperimental laboratorium, dengan 4 taraf perlakuan yaitu ikan utuh (whole), fillet dengan kulit, kepala, dan sirip dan tulang. Parameter yang diamati dalam kegiatan penelitian ini antara lain profile asam amino, profile asam lemak dan mineral. Hasill penelitian menunjukkan asam amino pada bagian utuh, kepala, serta tulang dan sirip tertinggi adalah glisin dan pada bagian fillet dengan kulit adalah asam glutamat. Komposisi asam amino terendah pada setiap bagian tubuh ikan sama yaitu asam amino hisitidin. Jumlah asam lemak pada preparasi utuh sebanyak 26 jenis asam lemak. Bagian fillet dengan kulit sebanyak 28 jenis asam lemak. Pada kepala sebayak 36 jenis asam lemak dan pada bagian tulang dan sirip sebanyak 38 jenis asam lemak. Kandungan Kalsium dan fosfor tertinggi terdapat pada perlakuan tulang dan sirip serta perlakuan kepala, sedangkan kandungan terendah terdapat pada perlakuan fillet daging dan kulit
Jumlah dan Tipe Data Mempengaruhi Akurasi Pendugaan Parameter Surplus Produksi
Surplus produksi dengan metode non-ekuilibrium yang dilengkapi dengan kesalahan pengamatan banyak direkomendasikan penggunaannya untuk pendugaan stok ikan. Metode ini memiliki akurasi yang lebih baik karena memperhitungkan adanya kesalahan pengamatan yang terjadi antara indeks kelimpahan dan biomassa sehingga menghasilkan nilai dugaan parameter surplus produksi yang lebih akurat. Penggunaan metode ini mensyaratkan ketersediaan data runtun waktu yang cukup dan kontras yang baik untuk dapat menghasilkan analisa yang akurat. Dua hal penting tersebut tidak selalu tersedia pada banyak perikanan di dunia, termasuk juga perangkat lunak yang membantu untuk melakukan analisis dengan mempertimbangkan data yang tidak sesuai dengan syarat tersebut. Kekurangan ini berpotensi menghasilkan analisis yang jauh dari akurasi yang diharapkan dan berdampak pada keberlanjutan sumberdaya maupun pendapatan ekonomi dari pihak yang menggantungkan hidupnya dari perikanan. Paper ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan metode surplus produksi pada jumlah dan tipe data yang berbeda untuk kemudian melihat akurasi hasilnya, menggunakan perangkat lunak montiR untuk pendugaan parameter surplus produksi. Analisis dilakukan dengan membuat replikasi data yang kemudian dianalisa untuk tipe data dengan kontras yang baik, data bertipe menurun (one-way-trip) yang diestimasi dengan cara biasa, data bertipe menurun yang diestimasi dengan penalized likelihood berbasis informasi deplesi dan data bertipe menurun yang diestimasi dengan penalized likelihood menggunakan data populasi. Secara umum simulasi ini menghasilkan informasi mengenai pentingnya jumlah data yang cukup sebagai input untuk analisa surplus produksi, serta pentingnya analisa yang disesuaikan dengan tipe datanya. Lebih lanjut kajian ini memberikan rekomendasi pentingnya pengumpulan data yang konsisten dan jangka panjang untuk meningkatkan akurasi pendugaan stok ikan.Surplus produksi dengan metode non-ekuilibrium yang dilengkapi dengan kesalahan pengamatan banyak direkomendasikan penggunaannya untuk pendugaan stok ikan. Metode ini memiliki akurasi yang lebih baik karena memperhitungkan adanya kesalahan pengamatan yang terjadi antara indeks kelimpahan dan biomassa sehingga menghasilkan nilai dugaan parameter surplus produksi yang lebih akurat. Penggunaan metode ini mensyaratkan ketersediaan data runtun waktu yang cukup dan kontras yang baik untuk dapat menghasilkan analisa yang akurat. Dua hal penting tersebut tidak selalu tersedia pada banyak perikanan di dunia, termasuk juga perangkat lunak yang membantu untuk melakukan analisis dengan mempertimbangkan data yang tidak sesuai dengan syarat tersebut. Kekurangan ini berpotensi menghasilkan analisis yang jauh dari akurasi yang diharapkan dan berdampak pada keberlanjutan sumberdaya maupun pendapatan ekonomi dari pihak yang menggantungkan hidupnya dari perikanan. Paper ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan metode surplus produksi pada jumlah dan tipe data yang berbeda untuk kemudian melihat akurasi hasilnya, menggunakan perangkat lunak montiR untuk pendugaan parameter surplus produksi. Analisis dilakukan dengan membuat replikasi data yang kemudian dianalisa untuk tipe data dengan kontras yang baik, data bertipe menurun (one-way-trip) yang diestimasi dengan cara biasa, data bertipe menurun yang diestimasi dengan penalized likelihood berbasis informasi deplesi dan data bertipe menurun yang diestimasi dengan penalized likelihood menggunakan data populasi. Secara umum simulasi ini menghasilkan informasi mengenai pentingnya jumlah data yang cukup sebagai input untuk analisa surplus produksi, serta pentingnya analisa yang disesuaikan dengan tipe datanya. Lebih lanjut kajian ini memberikan rekomendasi pentingnya pengumpulan data yang konsisten dan jangka panjang untuk meningkatkan akurasi pendugaan stok ikan
Makrozoobentos Sebagai Bioindikator Kualitas Perairan di Perairan Kelam Pagi Kelurahan Dompak, Kepulauan Riau
Makrozoobentos adalah organisme yang peka terhadap perubahan lingkungan perairan yang ditempatinya, sehingga sering dijadikan sebagai salah satu indikator biologis kualitas perairan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kondisi parameter fisika dan kimia perairan di Perairan Kelam Pagi, struktur komunitas makrozoobentos di Perairan Kelam Pagi, serta mengetahui kualitas perairan di Perairan Kelam Pagi berdasarkan indikator biologis makrozoobentos. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret 2022 yang berlokasi di Perairan Kelam Pagi Kelurahan Dompak. Penentuan lokasi penelitian menggunakan metode survey dan pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling, yang terdiri dari 40 titik. Pengambilan sampel makrozoobentos menggunakan transek kuadran berukuran 1x1 m. Hasil pengukuran parameter perairan di semua stasiun masih berada pada ambang batas baku mutu PP Republik Indonesia No 22 Tahun 2021 Lampiran VIII. Kelimpahan makrozoobentos tertinggi terdapat pada kelas Gastropoda, sedangkan kelimpahan terendah ialah kelas Sipunculidea. Kategori indeks keanekaragaman (H’) di Perairan Kelam Pagi dikategorikan “sedang”. Kategori keseragaman (E) dikategorikan “tinggi” kategori indeks dominansi (C) dikategorikan “rendah”. Kualitas perairan berdasarkan indikator biologis makrozoobentos berdasarkan indeks AMBI bahwa perairan di Kelam Pagi termasuk dalam kategori “sedikit tercemar”.Makrozoobentos adalah organisme yang peka terhadap perubahan lingkungan perairan yang ditempatinya, sehingga sering dijadikan sebagai salah satu indikator biologis kualitas perairan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kondisi parameter fisika dan kimia perairan di Perairan Kelam Pagi, struktur komunitas makrozoobentos di Perairan Kelam Pagi, serta mengetahui kualitas perairan di Perairan Kelam Pagi berdasarkan indikator biologis makrozoobentos. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret 2022 yang berlokasi di Perairan Kelam Pagi Kelurahan Dompak. Penentuan lokasi penelitian menggunakan metode survey dan pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling, yang terdiri dari 40 titik. Pengambilan sampel makrozoobentos menggunakan transek kuadran berukuran 1x1 m. Hasil pengukuran parameter perairan di semua stasiun masih berada pada ambang batas baku mutu PP Republik Indonesia No 22 Tahun 2021 Lampiran VIII. Kelimpahan makrozoobentos tertinggi terdapat pada kelas Gastropoda, sedangkan kelimpahan terendah ialah kelas Sipunculidea. Kategori indeks keanekaragaman (H’) di Perairan Kelam Pagi dikategorikan “sedang”. Kategori keseragaman (E) dikategorikan “tinggi” kategori indeks dominansi (C) dikategorikan “rendah”. Kualitas perairan berdasarkan indikator biologis makrozoobentos berdasarkan indeks AMBI bahwa perairan di Kelam Pagi termasuk dalam kategori “sedikit tercemar”
The Role of Local Marginalization In Batam Island As An Industrial City In The Border Area of Indonesia
Globalization has an open opportunity for border areas and periphery as a part of the center of industrial cities in Indonesia\u27s development. Collaboration between Indonesia (Riau Island), Malaysia, and Singapore at border areas has involved developed countries with the high support of globalization, so currents have affected the urban system and destroyed many developed traditional regional models. This study aims to evaluate the marginalization of border communities and analyze their participation in sustainable development on Batam Island as an industrial city that is developing between countries. The research applied a descriptive qualitative research method with a case study approach. It used the concept of gentrification as an implication of a new industrial city, describing a phenomenon empirically. The findings show that Batam Island is one of the developing new industrial cities than other cities as a port for international activities in the border area and a high rush of people coming from outside the city to work and settle there. This research concludes that industrial city development strategies in the border area were needed and planned under a more macroscopic framework, for border communities are not deeply marginalized, and as part of modernization, industrial city growth
ANALISIS FITOKIMIA DAN UJI TOKSISITAS EKSTRAK DAUN NIPAH (Nypa fruticans) DENGAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST (BSLT)
Daun nipah (Nypa fruticans) banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan baku kerajinan, olahan makanan, dan sebagai obat tradisional seperti obat sakit perut, dan obat penurun panas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa aktif yang terkandung dalam daun nipah (Nypa fruticans) dan tingkat toksisitasnya. Dilakukan identifikasi senyawa aktif dengan uji fitokimia dan dilanjutkan dengan uji KLT. Ekstrak diuji tingkat toksisitasnya terhadap larva udang A. salina Leach. Data kematian A. salina Leach dianalisis dengan probit Microsoft Excel untuk mengetahui nilai LC50. Hasil analisis fitokimia menunjukan bahwa ekstrak daun nipah (Nypa fruticans) pelarut metanol mengandung senyawa aktif alkaloid, flavonoid, triterpenoid, saponin dan tanin. Ekstrak daun nipah (Nypa fruticans) pelarut klorofom adalah flavonoid dan triterpenoid. Hasil ini diperkuat dengan KLT menggunakan eluen terbaik, pada AA2 menghasilkan 15 spot. Hasil uji toksisitas menunjukkan bahwa nilai LC50 pada ektstrak daun nipah (Nypa fruticans) dengan pelarut metanol sebesar 100,34 ppm. Sedangkan nilai LC50 pada ektstrak daun nipah (Nypa fruticans) dengan pelarut klorofom sebesar 481,87 ppm.Daun nipah (Nypa fruticans) banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan baku kerajinan, olahan makanan, dan sebagai obat tradisional seperti obat sakit perut, dan obat penurun panas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa aktif yang terkandung dalam daun nipah (Nypa fruticans) dan tingkat toksisitasnya. Dilakukan identifikasi senyawa aktif dengan uji fitokimia dan dilanjutkan dengan uji KLT. Ekstrak diuji tingkat toksisitasnya terhadap larva udang A. salina Leach. Data kematian A. salina Leach dianalisis dengan probit Microsoft Excel untuk mengetahui nilai LC50. Hasil analisis fitokimia menunjukan bahwa ekstrak daun nipah (Nypa fruticans) pelarut metanol mengandung senyawa aktif alkaloid, flavonoid, triterpenoid, saponin dan tanin. Ekstrak daun nipah (Nypa fruticans) pelarut klorofom adalah flavonoid dan triterpenoid. Hasil ini diperkuat dengan KLT menggunakan eluen terbaik, pada AA2 menghasilkan 15 spot. Hasil uji toksisitas menunjukkan bahwa nilai LC50 pada ektstrak daun nipah (Nypa fruticans) dengan pelarut metanol sebesar 100,34 ppm. Sedangkan nilai LC50 pada ektstrak daun nipah (Nypa fruticans) dengan pelarut klorofom sebesar 481,87 ppm