Universitas Maritim Raja Ali Haji Pusat Jurnal Ilmiah
Not a member yet
    76813 research outputs found

    Analisis Kelayakan Pengembangan Wilayah Bintan Timur Sebagai Area Industri Pembuatan Kapal

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menemukan lokasi untuk galangan kapal di Bintan Timur yang menyediakan layanan pembuatan kapal baru dengan kedalaman 5 meter dan kapasitas antara 1000 sampai 5000 GT. Dari hasil survei lapangan, dua tempat yang menjadi opsi adalah Desa Galang Batang dan Desa Sungai Enam. Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dipakai untuk mengevaluasi kedua lokasi tersebut berdasarkan kriterianya seperti geografi, infrastruktur, modal, dan pasar. Hasil analisis menunjukkan bahwa Desa Galang Batang mendapatkan nilai lebih tinggi dengan skor 0,82 (82%), dan menurut peraturan pemerintah tentang zona industri, lokasi ini dianggap layak.Penelitian ini bertujuan untuk menemukan lokasi untuk galangan kapal di Bintan Timur yang menyediakan layanan pembuatan kapal baru dengan kedalaman 5 meter dan kapasitas antara 1000 sampai 5000 GT. Dari hasil survei lapangan, dua tempat yang menjadi opsi adalah Desa Galang Batang dan Desa Sungai Enam. Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dipakai untuk mengevaluasi kedua lokasi tersebut berdasarkan kriterianya seperti geografi, infrastruktur, modal, dan pasar. Hasil analisis menunjukkan bahwa Desa Galang Batang mendapatkan nilai lebih tinggi dengan skor 0,82 (82%), dan menurut peraturan pemerintah tentang zona industri, lokasi ini dianggap laya

    Penggunaan Convolutional Neural Network (CNN) untuk Menentukan Kesegaran Ikan Bawal Putih

    Get PDF
    Ikan bawal putih (Pampus argenteus) merupakan salah satu komoditas yang menjadi andalan yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan banyak diekspor dalam keadaan beku. Namun, ikan sangat rentan terhadap kerusakan, sehingga kesegarannya merupakan faktor penting yang mempengaruhi kualitas dan harga jual. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem untuk mengklasifikasikan tingkat kesegaran ikan bawal putih dengan menggunakan metode Convolutional Neural Network (CNN). Citra kepala ikan dipilih sebagai data masukan, yang telah diproses menjadi ukuran 1700x1700 piksel dan disesuaikan dengan resolusi 224x224 piksel sebelum dimasukkan ke dalam model. Arsitektur CNN yang diterapkan terdiri atas tiga lapisan konvolusi dengan penggabungan Max-Pooling, Dropout, Flatten, dan Dense Layer. Proses pelatihan ini berhenti pada epoch ke-30 setelah model mencapai performa yang optimal  dan menghasilkan akurasi pelatihan sebesar 85%, akurasi validasi sebesar 80%, dan akurasi data uji sebesar 81,2%. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa model dapat mengklasifikasikan ikan segar dengan baik (precision 0.865, recall 0.938), cukup memuaskan untuk ikan tidak segar (precision 0.788, recall 0.854), dan kurang efektif untuk ikan yang kurang segar (recall 0.646). Secara keseluruhan, model CNN ini menunjukkan kinerja yang cukup baik dan dapat digunakan sebagai alat bantu untuk secara otomatis mendeteksi tingkat kesegaran ikan bawal putih (Pampus argenteus).Ikan bawal putih (Pampus argenteus) merupakan salah satu komoditas yang menjadi andalan yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan banyak diekspor dalam keadaan beku. Namun, ikan sangat rentan terhadap kerusakan, sehingga kesegarannya merupakan faktor penting yang mempengaruhi kualitas dan harga jual. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem untuk mengklasifikasikan tingkat kesegaran ikan bawal putih dengan menggunakan metode Convolutional Neural Network (CNN). Citra kepala ikan dipilih sebagai data masukan, yang telah diproses menjadi ukuran 1700x1700 piksel dan disesuaikan dengan resolusi 224x224 piksel sebelum dimasukkan ke dalam model. Arsitektur CNN yang diterapkan terdiri atas tiga lapisan konvolusi dengan penggabungan Max-Pooling, Dropout, Flatten, dan Dense Layer. Proses pelatihan ini berhenti pada epoch ke-30 setelah model mencapai performa yang optimal  dan menghasilkan akurasi pelatihan sebesar 85%, akurasi validasi sebesar 80%, dan akurasi data uji sebesar 81,2%. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa model dapat mengklasifikasikan ikan segar dengan baik (precision 0.865, recall 0.938), cukup memuaskan untuk ikan tidak segar (precision 0.788, recall 0.854), dan kurang efektif untuk ikan yang kurang segar (recall 0.646). Secara keseluruhan, model CNN ini menunjukkan kinerja yang cukup baik dan dapat digunakan sebagai alat bantu untuk secara otomatis mendeteksi tingkat kesegaran ikan bawal putih (Pampus argenteus)

    GERAKAN AKSI BERSIH PANTAI SEBAGAI WUJUD KEPEDULIAN MENJAGA LINGKUNGAN DI PULAU PANJANG KABUPATEN SERANG, BANTEN

    Get PDF
    Pulau Panjang merupakan salah satu pulau yang berada di wilayah Teluk Banten, menjadi salah satu jalur laut strategis, termasuk dalam Wilayah Zona Ekonomi Ekslusif Kabupaten Serang, dan menjadi tujuan objek wisata khususnya pantai. Sampah yang berada di pantai akan meningkat seiring dengan peningkatan kegiatan. Oleh karena itu, perlu adanya kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan pantai dengan tidak membuang sampah sembarangan ataupun membersihkan sampah kiriman. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan dan mengklasifikasi jenis sampah yang ada di pulau Panjang. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah partisipatif masyarakat dalam kegiatan aksi bersih dan klasifikasi jenis sampah yang berada di Pulau Panjang. Hasil yang diperoleh yaitu peserta aksi bersih ini diikuti 60 orang peserta yang terdiri atas mahasiswa, masyarakat dan dosen, serta sosialisasi yang terselenggara dengan baik dengan indikator masyarakat yang lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan. Aksi bersih pantai berhasil mengangkut sekitar 20 kantong sampah menunjukan adanya peningkatan kesadaran dan kepedulian masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan pantai di Pulau Panjang

    Determinasi Pengetahuan, Kompetensi, Dan Pelatihan Terhadap Konsistensi Kader Posyandu Dengan Efektivitas Kerja Sebagai Variabel Intervening Di Posyandu Kabupaten Bintan

    Get PDF
    Posyandu is a health care institution carried out from, by and for the community guided by related officers. The cadres have not been effective in working, this can be seen from the decreasing interest of the community to bring their children to the posyandu, this is due to the lack of health efforts in terms of promotive functions and roles of the posyandu then the role of cadres that has not been optimal. The purpose of this study was to determine the determination of knowledge on the consistency of cadres through the effectiveness of posyandu work at the Posyandu Bintan Regency. To determine the determination of competence on the consistency of cadres through the effectiveness of posyandu work at the Posyandu Bintan Regency. To determine the determination of training on the consistency of cadres through the effectiveness of posyandu work at the Posyandu Bintan Regency. To determine the determination of work effectiveness on the consistency of posyandu cadres at the Posyandu Bintan Regency. This study was used for explanatory purposes (explanatory or confirmatory), namely explaining the causal relationship between variables through hypothesis testing. This study is correlational, namely research that attempts to see between two or more variables that have a relationship and how the direction of the relationship is. The results of the study are that competence through work effectiveness has a significant influence on cadre consistency through the results of the path coefficient. Based on the results of the study, it was concluded that when competence increases with the intervening of work effectiveness, it has an effect on the consistency of Posyandu cadres in Bintan Regency. Training through work effectiveness has a significant effect on the consistency of cadres through the results of the path coefficient. Based on the results of the study, it was concluded that when training increases with the intervening of work effectiveness, it has an effect on the consistency of Posyandu cadres in Bintan Regency. Work effectiveness has a significant effect on consistency. Based on the results of the study, it was concluded that when work effectiveness increases, it will increase the consistency of Posyandu cadres in Bintan Regency.Posyandu merupakan sarana kesehatan yang dikelola oleh, untuk, dan dari masyarakat dengan arahan pejabat terkait. Menurunnya minat masyarakat dalam menyekolahkan anaknya di posyandu merupakan bukti bahwa kader belum produktif dalam menjalankan tugasnya. Hal ini disebabkan oleh upaya kesehatan yang kurang maksimal dalam rangka promosi tugas dan fungsi posyandu, yang diikuti dengan kinerja kader yang masih kurang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan tentang konsistensi kader melalui efisiensi kerja posyandu di Posyandu Kabupaten Bintan. Mengkaji efektivitas kerja posyandu di Posyandu Kabupaten Bintan guna mengetahui kompetensi kader berdasarkan konsistensi. Penelitian ini digunakan untuk mengetahui signifikansi temuan (penjelasan atau konfirmasi) yaitu untuk menetapkan hubungan kausal antar variabel melalui pengujian hipotesis. Penelitian ini memiliki fokus korelasional, yaitu bertujuan untuk menguji hubungan antara dua variabel atau lebih khusus untuk mengidentifikasi arah dan besarnya hubungan. Hasil analisis, yaitu Kompetensi melalui efisiensi kerja memiliki dampak yang signifikan terhadap konsistensi kader melalui hasil Koefisien Jalur. Berdasarkan temuan penelitian, disimpulkan bahwa ketika kompetensi profesional meningkat melalui intervensi berbasis efektivitas kerja, hal itu berdampak pada konsistensi kader posyandu di Kabupaten Bintan. Konsistensi kader dipengaruhi secara signifikan oleh pelatihan melalui efektivitas kerja, seperti yang terlihat dari data koefisien jalur. Temuan penelitian mengarah pada kesimpulan bahwa konsistensi kader posyandu di Kabupaten Bintan dipengaruhi oleh peningkatan pelatihan yang sejalan dengan peningkatan efisiensi kerja. Konsistensi dipengaruhi secara signifikan oleh efektivitas kerja. Temuan penelitian mengarah pada kesimpulan bahwa konsistensi kader posyandu di Kabupaten Bintan akan meningkat seiring dengan meningkatnya efektivitas kerja

    Pengaruh Beban Kerja, Pemahaman Teknologi Informasi Dan Kompetensi Terhadap Kinerja Pegawai Pengelola Dana Alokasi Khusus (Dak) Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau Dengan Komitmen Organisasi Sebagai Variabel Intervening

    Get PDF
    The realization of DAK in Riau Islands Province shows a fluctuating trend, namely the fluctuation of the DAK ceiling and budget. Based on the above phenomenon, the reporting of Special Allocation Funds is based on the principle of accountability and commitment and quality of human resources in carrying out tasks and understanding of the OM SPAN application is also important in the management of DAK Province. The purpose of this study was to analyze the Workload on the performance of DAK managers intervening with organizational commitment in Riau Islands Province. Analyze Competence on the performance of DAK managers intervening with organizational commitment in Riau Islands Province. Analyze Mastery of Information Technology on the performance of DAK managers intervening with organizational commitment in Riau Islands Province. The testing of the research hypothesis was carried out using the Structural Equation Model (SEM) approach based on Partial Least Square (PLS). PLS is a structural equation model (SEM) based on components or variants. The results of the study In the relationship between Workload (X1) and Performance (Y) there is a significant relationship in the model. The results of this study can be concluded that high Workload intervening with organizational commitment has an effect on Performance. The results of this study can be concluded that Competence intervening by Organizational Commitment has an effect on Work. It can be interpreted that the original sample has a positive value, meaning that there is a positive relationship in the model. The results of this study can be concluded that Mastery of Information Technology intervening by Organizational Commitment has an effect on Performance.Realisasi DAK Provinsi Kepulauan Riau menunjukan adanya trend fluktuatif yaitu turun naik nya pagu dan anggaran DAK. Berdasarkan fenomena diatas bahwa pelaporan Dana Alokasi Khusus didasari dengan prinsip akuntabilitas serta komitmen dan kualitas sumberdaya manusia dalam menjalankan tugas dan pemahan mengenai aplikasi OM SPAN juga penting dalam manajemen DAK Provinsi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis Beban Kerja terhadap kinerja pengelola DAK di intervening oleh komitmen organisasi di Provinsi Kepulauan Riau. Menganalisis Kompetensi terhadap kinerja pengelola DAK di intervening oleh komitmen organisasi di Provinsi Kepulauan Riau. Menganalisis Penguasaan Teknologi Informasi terhadap kinerja pengelola DAK di intervening oleh komitmen organisasi di Provinsi Kepulauan Riau. Pengujian hipotesis penelitian dilakukan dengan pendekatan Structural Equation Model (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS). PLS adalah model persaman struktural (SEM) yang berbasis komponen atau varian. Hasil penelitian Pada hubungan Beban Kerja (X1) terhadap Kinerja (Y) terdapat hubungan yang signifikan pada model. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan dapat disimpulkan bahwa Beban Kerja yang tinggi yang di intervening oleh komitmen organisasi berpengaruh terhadap Kinerja. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan dapat disimpulkan bahwa Kompetensi yang di intervening oleh Komitmen Organisasi berpengaruh terhadap Kerja. Dapat diintepretasikan original sampel bernilai positif artinya terdapat hubungan positif pada model. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan dapat disimpulkan bahwa Penguasaan Teknologi Informasi yang di intervening oleh Komitmen Organisasi berpengaruh terhadap Kinerja

    Resosialisasi Keluarga Pada Anak Berhadapan dengan Hukum di Kecamatan Batu Aji Kota Batam

    Get PDF
    Anak Berhadapan Hukum (ABH) yang telah menyelesaikan pasca rehabilisasi sering kali menemui kesulitan dalam proses kembali ke dalam masyarakat. Hal ini juga dikarenakan adanya stigma buruk dan juga penolakan dari lingkungan sekitar yang dapat mendorong anak tersebut kembali ke perilaku yang lama dan tidak diterima oleh masyarakat. Oleh karena itu di sinilah pentingnya peran keluarga dalam membantu Anak Berhadapan Hukum untuk melewati tahapan tersebut. Maka dari itu diperlukannya adanya peran keluarga dalam resosialisasi pasca rehabilisasi oleh pihak keluarga untuk mengembalikan anak tersebut ke dalam masyarakat dan juga agar anak tersebut tidak mengulangi kembali kesalahan yang sama. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran keluarga pada resosialisasi Anak Berhadapan Hukum di Kecamatan Batu Aji Kota Batam. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis deskriptif dan juga menggunakan informan sebanyak 3 orang yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling, serta teknik dan alat pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan juga dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori peran oleh tallcot parson. Hasil penelitian ini ialah peran keluarga pada resosialisasi Anak Berhadapan Hukum sangat penting, peran keluarga tersebut dapat dilihat dari pendekatan pihak keluarga, peningkatan kontrol keluarga, komitmen pihak keluarga pada Anak Berhadapan Hukum, kerjasama dalam resosialisasi pihak keluarga dengan pihak lain, penerapan norma dan nilai, dari peran keluarga tersebut dapat membuat Anak Berhadapan Hukum mendapatkan penerimaan kembali ke dalam masyarakat

    Struktur Komunitas Makrozoobentos di Setapuk Besar Kalimantan Barat

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan dan keanekaragaman makrozoobentos di Setapuk Besar, Singkawang, Kalimantan Barat. Penelitian ini dilakukan pada bulan April – Juni 2022. Penentuan stasiun penelitian dilakukan dengan metode purposive sampling, berdasarkan rona lingkungan. Stasiun I berada di pemukiman, Stasiun II berada di dermaga kapal, dan Stasiun III berada jauh dari pemukiman dan dermaga kapal. Makrozoobentos diambil dari sampel sedimen. Sedimen diambil dengan coring berdiamater 2,5 inchi sedalam 40 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi makrozoobentos yaitu 4 kelas dan 18 jenis. Kisaran indeks keanekaragaraman makrozoobentos 1,5-2,0 dikategorikan sedang, indeks keseragaman makrozoobentos 0,77-0,96 dikategorikan tinggi, indeks dominansi makrozoobentos 0,14-0,32 dikategorikan sedang.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan dan keanekaragaman makrozoobentos di Setapuk Besar, Singkawang, Kalimantan Barat. Penelitian ini dilakukan pada bulan April – Juni 2022. Penentuan stasiun penelitian dilakukan dengan metode purposive sampling, berdasarkan rona lingkungan. Stasiun I berada di pemukiman, Stasiun II berada di dermaga kapal, dan Stasiun III berada jauh dari pemukiman dan dermaga kapal. Makrozoobentos diambil dari sampel sedimen. Sedimen diambil dengan coring berdiamater 2,5 inchi sedalam 40 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi makrozoobentos yaitu 4 kelas dan 18 jenis. Kisaran indeks keanekaragaraman makrozoobentos 1,5-2,0 dikategorikan sedang, indeks keseragaman makrozoobentos 0,77-0,96 dikategorikan tinggi, indeks dominansi makrozoobentos 0,14-0,32 dikategorikan sedang

    Kesesuaian dan Daya Dukung Kawasan Wisata Pantai Pasir Manang Kabupaten Kepulauan Anambas

    Get PDF
    Pantai Pasir Manang merupakan suatu kawasan wisata pantai yang memiliki karakteristik ekologi, karena terletak pulau-pulau kecil yang memiliki karakter ekosistem pesisir yang khas. Tujuan dari penelitian adalah mengetahui tingkat kesesuaian dan daya dukung kawasan wisata Pantai Pasir Manang di Kabupaten Kepulauan Anambas. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli 2022 sampai Januari 2023 yang berlokasi di kawasan Pantai Pasir Manang Kabupaten Kepuluan Anambas. Penentuan lokasi penelitian menggunakan metode survei, dan pengambilan sampel dilakukan dengan Teknik Systematic Random Sampling, yang terdiri dari 7 titik sampling. Pengumpulan data primer terdiri dari data parameter kesesuaian wisata pantai, yaitu memiliki kedalaman perairan, tipe pantai, lebar pantai, ketersediaan air tawar, kemiringan pantai, kecepatan arus, kecerahan pantai, biota berbahaya, aksesibilitas, material dasar perairan, penutupan lahan pantai, bongkahan batu, sarana dan prasarana. Hasil penelitian menunjukkan nilai Indeks Kesesuaian Wisata untuk kegiatan rekreasi pantai adalah 92,30%. Hal ini menunjukkan bahwa wilayah Pantai Pasir Manang Kabupaten Kepulauan Anambas tergolong dalam kategori sangat sesuai (S1) untuk dijadikan wisata pantai, dengan nilai Daya Dukung Kawasan Pantai Pasir Manang memiliki daya tampung 286 orang dalam kurun waktu 4 jam/hari/orang.Pantai Pasir Manang merupakan suatu kawasan wisata pantai yang memiliki karakteristik ekologi, karena terletak pulau-pulau kecil yang memiliki karakter ekosistem pesisir yang khas. Tujuan dari penelitian adalah mengetahui tingkat kesesuaian dan daya dukung kawasan wisata Pantai Pasir Manang di Kabupaten Kepulauan Anambas. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli 2022 sampai Januari 2023 yang berlokasi di kawasan Pantai Pasir Manang Kabupaten Kepuluan Anambas. Penentuan lokasi penelitian menggunakan metode survei, dan pengambilan sampel dilakukan dengan Teknik Systematic Random Sampling, yang terdiri dari 7 titik sampling. Pengumpulan data primer terdiri dari data parameter kesesuaian wisata pantai, yaitu memiliki kedalaman perairan, tipe pantai, lebar pantai, ketersediaan air tawar, kemiringan pantai, kecepatan arus, kecerahan pantai, biota berbahaya, aksesibilitas, material dasar perairan, penutupan lahan pantai, bongkahan batu, sarana dan prasarana. Hasil penelitian menunjukkan nilai Indeks Kesesuaian Wisata untuk kegiatan rekreasi pantai adalah 92,30%. Hal ini menunjukkan bahwa wilayah Pantai Pasir Manang Kabupaten Kepulauan Anambas tergolong dalam kategori sangat sesuai (S1) untuk dijadikan wisata pantai, dengan nilai Daya Dukung Kawasan Pantai Pasir Manang memiliki daya tampung 286 orang dalam kurun waktu 4 jam/hari/orang

    Kandungan Besi (Fe) dan Timbel (Pb) di Perairan Taman Gurindam Kota Tanjungpinang

    Get PDF
    Besi (Fe) dan Timbel (Pb) merupakan unsur logam berat sumber pencemar di perairan laut. Fe dapat dijumpai secara alami dan dibutuhkan bagi kehidupan, serta menjadi racun apabila konsentrasi tidak memenuhi kriteria baku mutu. Kegiatan reklamasi yang dilakukan berhampiran dengan pelabuhan berpotensi sebagai penyumbang peningkatan konsentrasi logam berat Fe dan Pb di perairan laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi besi (Fe) dan timbel (Pb), pola sebaran besi (Fe) dan timbel (Pb), serta hubungan jarak daratan (hasil reklamasi) terhadap konsentrasi besi (Fe) dan timbel (Pb) pada Perairan Taman Gurindam Kota Tanjungpinang. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus-September 2022 yang berlokasi di Perairan Taman Gurindam, Kota Tanjungpinang. Metode penelitian ini menggunakan metode survey. Penentuan titik sampling menggunakan metode random sampling yang diambil secara acak sebanyak 30 titik sampling. Selanjutnya dilakukan penggabungan titik sampling (Composite Place Sample) besi (Fe) dan timbel (Pb), ditetapkan sebanyak 15 titik sampling dari 30 titik sampling yang berdekatan. Berdasarkan hasil konsentrasi besi (Fe) dan timbel (Pb) pada Perairan Taman Gurindam Kota Tanjungpinang masih sesuai standar baku mutu PP RI No. 22 Tahun 2021 untuk timbel (Pb) sebesar 0,005 mg/L, sedangkan besi (Fe) belum memiliki baku mutu untuk perairan. Dengan nilai rata-rata konsentrasi besi (Fe) sebesar 7,9 mg/L dan timbel (Pb) sebesar 0,013 mg/L. Pola Sebaran besi (Fe) dan timbel (Pb) menggambarkan titik sampling yang berdekatan dengan reklamasi menunjukkan nilai konsentrasi besi (Fe) dan timbel (Pb) lebih tinggi, dibandingkan dengan titik sampling yang berjauhan dari lokasi reklamasi. Hubungan jarak daratan (hasil reklamasi) dengan konsentrasi besi (Fe) sebesar -0,228 dengan hubungan sangat kuat terhadap jarak dan timbel (Pb) sebesar 0,536 dengan hubungan kuat terhadap jarak di perairan.Besi (Fe) dan Timbel (Pb) merupakan unsur logam berat sumber pencemar di perairan laut. Fe dapat dijumpai secara alami dan dibutuhkan bagi kehidupan, serta menjadi racun apabila konsentrasi tidak memenuhi kriteria baku mutu. Kegiatan reklamasi yang dilakukan berhampiran dengan pelabuhan berpotensi sebagai penyumbang peningkatan konsentrasi logam berat Fe dan Pb di perairan laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi besi (Fe) dan timbel (Pb), pola sebaran besi (Fe) dan timbel (Pb), serta hubungan jarak daratan (hasil reklamasi) terhadap konsentrasi besi (Fe) dan timbel (Pb) pada Perairan Taman Gurindam Kota Tanjungpinang. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus-September 2022 yang berlokasi di Perairan Taman Gurindam, Kota Tanjungpinang. Metode penelitian ini menggunakan metode survey. Penentuan titik sampling menggunakan metode random sampling yang diambil secara acak sebanyak 30 titik sampling. Selanjutnya dilakukan penggabungan titik sampling (Composite Place Sample) besi (Fe) dan timbel (Pb), ditetapkan sebanyak 15 titik sampling dari 30 titik sampling yang berdekatan. Berdasarkan hasil konsentrasi besi (Fe) dan timbel (Pb) pada Perairan Taman Gurindam Kota Tanjungpinang masih sesuai standar baku mutu PP RI No. 22 Tahun 2021 untuk timbel (Pb) sebesar 0,005 mg/L, sedangkan besi (Fe) belum memiliki baku mutu untuk perairan. Dengan nilai rata-rata konsentrasi besi (Fe) sebesar 7,9 mg/L dan timbel (Pb) sebesar 0,013 mg/L. Pola Sebaran besi (Fe) dan timbel (Pb) menggambarkan titik sampling yang berdekatan dengan reklamasi menunjukkan nilai konsentrasi besi (Fe) dan timbel (Pb) lebih tinggi, dibandingkan dengan titik sampling yang berjauhan dari lokasi reklamasi. Hubungan jarak daratan (hasil reklamasi) dengan konsentrasi besi (Fe) sebesar -0,228 dengan hubungan sangat kuat terhadap jarak dan timbel (Pb) sebesar 0,536 dengan hubungan kuat terhadap jarak di perairan

    Klasifikasi Jenis Lamun Menggunakan Ekstraksi Fitur GLCM dan Algoritma K-Nearest Neighbor (KNN)

    Get PDF
    Seagrass is a type of flowering plant (Angiospermae) that grows fully submerged in shallow coastal waters and estuaries, playing a vital role in marine ecosystems. Currently, seagrass species identification is still performed manually by experts, which is time-consuming, costly, and labor-intensive. To support more efficient conservation and ecological monitoring, an automated, fast, and accurate method is needed. This study proposes the combination of the K-Nearest Neighbors (KNN) algorithm for classification and Gray Level Co-occurrence Matrix (GLCM) for texture feature extraction. The seagrass image data was obtained from the Roboflow website, and the value of k used in KNN was set to 3. Feature extraction using GLCM was conducted at angles of 0°, 45°, 90°, and 135°. The results showed the highest accuracy at k=3, with 77.42% accuracy on training data and 73.33% on testing data. Therefore, the combination of KNN and GLCM has proven capable of providing fairly accurate results in identifying seagrass species.Lamun merupakan tumbuhan berbunga yang hidup terendam di perairan laut dangkal dan estuari, berperan penting dalam ekosistem maritim. Identifikasi jenis lamun hingga kini masih dilakukan secara manual oleh ahli, membutuhkan waktu, biaya, dan tenaga yang tidak sedikit. Untuk mendukung efisiensi dalam konservasi dan monitoring ekologis, diperlukan metode otomatis yang cepat dan akurat. Penelitian ini mengusulkan kombinasi metode K-Nearest Neighbors (KNN) untuk klasifikasi dan Gray Level Co-occurrence Matrix (GLCM) untuk ekstraksi fitur tekstur. Data lamun diperoleh dari situs Roboflow, dengan nilai k=3 pada KNN. Ekstraksi fitur GLCM dilakukan menggunakan sudut 0°, 45°, 90°, dan 135°. Hasil menunjukkan akurasi tertinggi pada k=3, yaitu 77,42% untuk data training dan 73,33% untuk data testing. Dengan demikian, kombinasi KNN dan GLCM terbukti mampu memberikan hasil yang cukup akurat dalam identifikasi jenis lamun.

    2,248

    full texts

    76,813

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Maritim Raja Ali Haji Pusat Jurnal Ilmiah
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇