e-Jurnal Poltekkes Tanjungkarang
Not a member yet
1715 research outputs found
Sort by
Analisis Pelaksanaan Pelayanan Antenatal pada Masa Pandemi Covid-19
Pregnant and lactating women are susceptible to viral infections including Covid-19. One of the reasons is low immunity due to hormonal changes during pregnancy and breastfeeding. the Ministry of Health has made guidelines for pregnant women, childbirth, and newborns during the Covid-19 pandemic. The purpose of this study was to describe the implementation of antenatal care services during the Covid-19 Pandemic. This study analysis of this research sample of pregnant women and midwives in the Puskesmas Way Kandis work area which were taken purposively. the study began by conducting interviews with 4 midwives to get an overview of the implementation of antenatal services, then online data collection was carried out on pregnant women, the analysis was carried out with a systems approach theory. Analysis of the implementation of antenatal services during the Covid-19 pandemic was seen from the input factors, namely characteristics, with the results that 86,6% of respondents were of healthy reproductive age and 72,2% were multiparous. Process: midwives conduct home visits to guide pregnant women in studying the MCH handbook. Output factor: the results of the analysis of the knowledge of the mother, 43% have sufficient knowledge, and 35% have less knowledge. The obstacle for midwives is the non-compliance of the community, especially pregnant women and cadres, in implementing protocols when visiting health services. It is recommended that Puskesmas be more intensive in providing education to pregnant women and their families as well as fostering health cadres to comply with the implementation of health protocols
PSIKOEDUKASI KELUARGA MAMPU MERUBAH PERAN KELUARGA SEBAGAI CAREGIVER PADA PASIEN SKIZOFRENIA
Peran keluarga sebagai caregiver pada pasien skizofrenia menjadi hal utama untuk mencegah kekambuhan serta penting untuk keberhasilan terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh psikoedukasi keluarga terhadap peran keluarga sebagai caregiver pada pasien skizofrenia. Penelitian ini menggunakan rancangan Quasi Experiment. Sampel ditentukan dengan teknik purposive sampling dengan jumlah Sampel 44 responden. Pengumpulan data kuesioner peran keluarga sebagai caregiver pasien skizofrenia. Selanjutnya data diolah dan dianalisis dengan menggunakan Uji Wilcoxon Sing Rank Test pada data inter kelompok, dan uji Mann Whitney Test pada analisis data antar kelompok. Hasil penelitian pada uji inter kelompok diperoleh nilai p value 0,002 pada kelompok perlakuan dan p value 0,317 pada kelompok kontrol. Sedangkan pada uji antar kelompok pada post test p value = 0,000, ini menunjukkan ada pengaruh pemberian psikoedukasi keluarga terhadap peran keluarga sebagai caregiver pada pasien skizofrenia. Melalui pemberian psikoedukasi yang terdiri dari komponen edukasi, keterampilan, komponen emosional, dan komponen sosial dapat merubah perilaku keluarga dalam merawat pasien sehingga peran keluarga sebagai caregiver mengalami perubahan dan mampu membentuk family support group
EFEKTIVITAS VARIASI UMPAN PADA FLY TRAP DALAM PENGENDALIAN KEPADATAN LALAT
Flies are the main vector of gastrointestinal infections, so it must control them. Flytraps are one of the fly control methods that are considered the few risk to environmental health. This study aims to determine the effectiveness of flytraps decoy variations in chikens farm. The study used a completely randomized design (CRD), during February-April 2019. Two types of bait (shrimp and fish gills) were used from traditional market waste and placed in the flytrap (size 50cm x 50cm x 50cm). All trapped flies were counted using a tally counter two times (every 60 minutes). Experiments were carried out with five replication for each type of bait. The results showed that the total number of flies caught using fish gill bait was more (363) than shrimp (317). In the first 60 minutes, shrimp bait attracts as many as 22.8 flies (SD = 1.3) and 40.6 fish (SD = 3.6) in the second 60 minutes. Gill bait of fish attracted 25.4 individuals (SD = 0.9), and 47.2 individuals (SD = 2.6). The time variable shows the effect on the number of flies caught; it's related to decomposition time. The characteristics of fish gills high in water, protein, and blood are thought to cause interest in flies. The use of flytraps with fish gill bait is more effective than shrimp bait to apply it.Â
ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN GAGAL JANTUNG KONGESTIF: STUDI KASUS
Gagal Jantung Kongestif merupakan kondisi dimana jantung mengalami kegagalan memompa aliran darah yang berguna untuk mencukupi kebutuhan metabolisme sel-sel di dalam tubuh. Seseorang yang menderita gagal jantung salah satu dampak yang terjadi mengalami sesak napas, dan batuk yang kadang disertai dengan dahak. Maka dari dampak yang terjadi peneliti melakukan asuhan keperawatan untuk mengatasi masalah ketidakefektifan bersihan jalan napas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui asuhan keperawatan pada pasien dengan gagal jantung kongestif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan rancangan studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan. Pengambilan sampling menggunakan teknik purposive sampling. Sampelnya adalah Ny. S umur 69 tahun di bangsal gerontik di RSJ. Prof. Dr. Soerojo Magelang. Hasil penelitian ditemukan Ny. S setelah dilakukan asuhan keperawatan selama tiga hari betuk berdahak dan sesak napas berkurang Respiratory Rate 20 kali/menit, nadi 84 kali/menit, dan tidak terdengar suara ronchi. Kesimpulan masalah asuhan keperawatan utama pada Ny S dengan gagal jantung kongestif yaitu ketidakefektifan bersihan jalan napa
Efektivitas Kuersetin Fraksinasi Daun Teh Hijau Sebagai Antioksidan dan Antiagregasi Platelet Terhadap Stabilitas Bahan Kontrol dan Darah Simpan
Fungsi Puskesmas berorientasi kepada upaya kuratif dan rehabilitatif, saat ini bergeser kepada upaya preventif dan promotif tanpa mengabaikan orientasi sebelumnya. Untuk dapat melaksanakan fungsi pelayanan laboratorium di puskesmas dibutuhkan sumber daya manusia yang mencukupi baik jumlah maupun mutunya. Berdasarkan Permenkes Nomor 46 Tahun 2015 tentang Akreditasi Puskesmas dokumen yang harus terpenuhi sesuai kriteria persyaratan akreditasi yaitu terdapatnya SOP tentang Pemantapan Mutu Internal (PMI) dan Pemantapan Mutu Eksternal (PME).  Bahan kontrol komersial sangat baik digunakan untuk pelaksanaan PMI karena sangat stabil sampai masa expiry date nya, namun secara ekonomis relatif mahal sehingga untuk penggunaan bahan kontrol komersial secara rutin di laboratorium terutama laboratorium puskesmas atau laboratorium institusi pendidikan kurang terjangkau dan cukup memberatkan. Bahan kontrol yang banyak digunakan di antaranya bahan kontrol darah lengkap komersial untuk pemeriksaan hematologi. Berdasarkan hal tersebut tujuan penelitian adalah untuk menganalisis pembuatan bahan kontrol buatan dari Packed Red Cell sebagai alternatif penggunaan bahan kontrol komersial. Bahan tambahan yang akan digunakan dalam penelitian adalah kuersetin yang diperoleh dari hasil fraksinasi daun teh hijau. Berdasarkan penelitian sebelumnya telah diketahui kuersetin dapat berfungsi sebagai antioksidan dan anti agregasi platelet. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen laboratorium. Hasil penelitian setelah diuji secara statistik dengan uji GLM dapat disimpulkan bahan kontrol yang ditambah dengan kuersetin, jumlah eritrosit stabil selama 20 hari, lekosit stabil 15 hari dan trombosit disimpan selama 5 hari sudah tidak stabil, sedangkan bahan kontrol komersil disimpan selama 15 hari sudah terjadi penurunan jumlah sel
Efektifitas Media Audio Visual pada Kelas Ibu Hamil Terhadap Pengetahuan dan Sikap Ibu dalam Pencegahan Komplikasi Kehamilan dan Persalinan
Background: The cause of maternal death can be prevented by strengthening the knowledge and attitudes of pregnant women, providing education using audio-visual media is a fast way to increase knowledge and change maternal attitudes to prevent complications. Purpose: This study aims to examine the effectiveness of audio-visual media in the class of pregnant women on the knowledge and attitudes of mothers in preventing complications. Methods: Quasi-experimental research design with pre-test - post-test only control group design. The research sample amounted to 20 pregnant women. The total number of samples obtained was 100 pregnant women who were divided into the intervention group and the control group. The samples came from five sub-districts which were taken randomly from 17 sub-districts in South Lampung Regency. The intervention group was given education about preventing complications of pregnancy and childbirth using audio-visual media. Meanwhile, in the control group, education was given with flipchart media. Univariate data analysis using the mean formula. Meanwhile, bivariate analysis using Independent T-test. Results: The study found that the use of audio-visual media in pregnant women's classes was more effective than Flipcharts in increasing knowledge (p-value 0.016) and changing attitudes (p-value 0.000) of pregnant women in preventing pregnancy. complications of pregnancy and childbirth. Conclusion: The use of education with audio-visual media can effectively increase the knowledge and attitudes of pregnant women about preventing complications of pregnancy and childbirth. Suggestions are intended for health workers, pregnant women, and their families, for health agencies to use audio-visual media in delivering material to pregnant women classes. Abstrak.Latar belakang: Penyebab kematian ibu dapat di cegah dengan penguatan pengetahuan dan sikap ibu hamil, pemberian edukasi dengan menggunakan media audio-visual merupakan cara yang cepat dalam meningkatkan pengetahuan dan merubah sikap ibu dalam upaya pencegahan komplikasi. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk melihat efektifitas media Audio visual pada kelas ibu hamil terhadap pengetahuan dan sikap ibu dalam pencegahan komplikasi. Metode: Rancangan penelitian quasi eksperimen dengan pre test - pos test only kontrol group design. Sampel penelitian berjumlah 20 ibu hamil. Jumlah sampel keseluruhan didapat sebanyak 100 ibu hamil yang terbagi dalam kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Sampel berasal dari lima kecamatan yang diambil secara random dari 17 kecamatan yang ada di Kabupaten lampung selatan. Intervensi pada kelompok perlakuan diberikan edukasi tentang pencegahan komplikasi kehamilan dan persalinan menggunakan media audio-visuals. Sedangkan, pada kelompok kontrol edukasi diberikan dengan media lembar balik. Analisis data univariat menggunakan rumus mean. Sedangkan, analisis bivariat menggunakan T-test Independen. Hasil: Penelitian memperoleh hasil bahwa penggunaan media audio visual di kelas ibu hamil lebih efektif dibanding Lembar balik dalam meningkatkan pengetahuan (p-value 0.016) dan merubah sikap (p-value 0.000) ibu hamil dalam pencegahan komplikasi kehamilan dan persalinan. Simpulan: Penggunaan edukasi dengan media audio-visual mampu efektif meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang pencegahan komplikasi kehamilan dan persalinan. Saran ditujukan bagi petugas kesehatan, bagi ibu hamil dan keluarga, bagi instansi kesehatan agar menggunakan media audio-visual dalam penyampaian materi pada kelas ibu hamil
Persepsi Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pada Pekerja Konstruksi dan Faktor yang Mempengaruhinya
Background: The construction sector was one of the highest contributors to work accidents, it took up until 30% of 130,923 cases in Indonesia. PT X one of the companies engaged in the construction and noted there were 18 cases of occupational accidents in 2019. Different perceptions are one of the factors that could cause many occupational accidents. Purpose: To determine the factors associated with perceptions of occupational safety and health risks in construction workers at PT X in 2020. Methods: The total samples obtained were 85 PT X construction workers in 2020. The study was conducted from April 2020 - June 2020. Quantitative study with cross-sectional study design. Data collected was processed by univariate and bivariate analysis with a chi-square test (p<0.05). The primary data collection used questionnaires and secondary data in the form of reports on the number of workers alongside the company work accident data. Results: There was a relationship between knowledge, experience, attitudes, and environmental conditions with the perception of occupational safety and health risks. Conclusions: The company can actively contribute to improving the knowledge and attitudes of construction workers through safety talks, training, installation of occupational safety and health instructions at project sites to help increase the perception of risk among construction workers.Abstrak. Latar Belakang: Sektor konstruksi menjadi salah satu penyumbang angka kecelakaan kerja tertinggi sebanyak 30% dari 130.923 kasus di Indonesia. PT X merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi dan mencatat telah terjadi 18 kasus kecelakaan kerja di tahun 2019. Persepsi yang berbeda-beda merupakan salah satu faktor dasar penyebab kecelakaan kerja. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan persepsi risiko keselamatan dan kesehatan kerja pada pekerja konstruksi di PT X tahun 2020. Metode: Total sampel dalam penelitian ini yaitu sebanyak 85 pekerja konstruksi PT X pada 2020. Penelitian dilakukan pada bulan April 2020 - Juni 2020. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Pengolahan data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji chi-square (p < 0.05). Pengumpulan data menggunakan alat bantu kuesioner dan data sekunder berupa laporan jumlah pekerja serta data kecelakaan kerja perusahaan. Hasil: Terdapat hubungan antara pengetahuan (p=0,016), pengalaman (p=0,001), sikap (p=0,001) dan kondisi lingkungan (p=0,001) terhadap persepsi risiko keselamatan dan kesehatan kerja pada pekerja konstruksi PT X tahun 2020. Simpulan: Perusahaan dapat berkontribusi aktif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap para pekerja konstruksi melalui safety talk, pelatihan, pemasangan   instruksi keselamatan dan kesehatan kerja di lokasi proyek untuk dapat membantu meningkatkan persepsi risiko pada pekerja konstruksi.Â
Uji Efektivitas Ekstrak Rimpang Kunyit dan Perasan Jeruk Nipis Terhadap Pertumbuhan Staphylococcus aureus
Salah satu cara untuk menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus yaitu menggunakan rimpang kunyit (Curcuma demostica Val) dan perasan jeruk nipis (Citrus aurantifolia). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak rimpang kunyit (Curcuma demostica Val) dan perasan jeruk nipis (Citrus aurantifolia) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Jenis penelitian yaitu eksperimen, dengan menggunakan metode Posttest-Only Control Design. Sampel Penelitian sebanyak 54 sampel. Penelitian ini dilakukan di Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Palembang. Hasil dari penelitian ini didapatkan ekstrak rimpang kunyit (Curcuma demostica Val) dapat membentuk zona hambat sebesar 5,3 mm, sedangkan untuk perasan jeruk nipis (Citrus aurantifolia) dapat membentuk zona hambat sebesar 3 mm. Hasil uji statistik Mann-Whitney Test didapatkan sebesar 0.000 artinya terdapat perbedaan antara ekstrak rimpang kunyit (Curcuma demostica Val) dan perasan jeruk nipis (Citrus aurantifolia) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Ekstrak rimpang kunyit (Curcuma demostica Val) dan perasan jeruk nipis (Citrus aurantifolia) bisa digunakan sebagai obat alternative untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh Staphylococcus aureus  tetapi belum bisa menggantikan antibiotik
Telehealth: Elektronik House Call System, Solusi Mengurangi Biaya Perawatan Kesehatan
Tuntutan perawatan yang berkelanjutan di era modern semakin meningkat, untuk itu penyedia layanan kesehatan dituntut untuk dapat memberikan perawatan yang berkualitas. Perawatan transisi merupakan layanan yang dibuat untuk memanajemen pasien ketika di rumah atau saat rawat jalan. Bentuk layanan perawatan transisi yang sudah dikembangkan dalam bentuk system elektronik house call di beberapa Negara bagian dapat meningkatkan koordinasi dan kontinuitas perawatan, mengurangi pendaftaran kembali untuk rawat ulang, mengumpulkan umpan balik positif penyedia perawatan, dan menunjukkan manfaat keuangan melalui panjang pendek lama rawat, biaya lebih rendah dari rawat inap, dan dokumentasi yang lebih baik dari kompleksitas pasien.Program ini meningkatkan komunikasi antara penyedia perawatan primer berbasis rumah dan penyedia rawat inap dari semua disiplin ilmu dan memfasilitasi transfer tepat waktu dan akurat informasi pasien yang kritis sehingga biaya perawatan menjadi menurun
Kualitas Air Rawa terhadap Keluhan Kesehatan Masyarakat Desa
Swamp water is the source of water used Banyu Hirang Village community. The research objective is to analyze the turbidity, levels of iron and organic matter content, and community health complaints. Sampling by purposive proportional random sampling 34 people. Swamp water sampling points were carried out at 7 points, 3Â from dug wells and 4 from drilled wells. Data examination of water quality in the form of turbidity, levels of iron, and organic matter content through laboratory testing in Research and Industry Standards (BARISTAND) Banjarbaru. While data with a health complaint questionnaire interviews. The study states examination physical and chemical parameters in swamp water wells exceeded the threshold-based Permenkes No.32/2017 with a maximum standard of 25 NTU, iron there are 2 points whose threshold value is less than the maximum limit of 10mg/L. In drilled wells with physical parameters of turbidity at 4 points less than the threshold, for iron at 4 points less than the threshold of 1,0mg/L and organic matter, there are 3 points where the threshold value is less than the maximum limit of 10mg/L, while 1 point of 12,86mg/L exceeds the threshold. For health complaints, there are 12% of respondents experience health complaints of red skin, 73% have complaints of itchy skin and 15% have scaly skin. Suggestions to improve health promotion, especially about the importance of treating water before use and immediately swamp allocate construction of water supply to avoid the risk of health problems