e-Jurnal Poltekkes Tanjungkarang
Not a member yet
1715 research outputs found
Sort by
PENGGUNAAN LIDAH BUAYA (Aloe vera) SEBAGAI KOAGULAN ALAMI UNTUK MENURUNKAN KEKERUHAN AIR
Dug wells are the most widely used clean water facilities in the community, but they often have high turbidity levels. So that processing must be done using a coagulant material. Aloe vera is a natural ingredient that contains complex carbohydrates, sugars, and mucilages which can bind particles in water. This study aims to determine the effect of variations in Aloe vera doses on reducing water turbidity. This study used a completely randomized design (CRD) with three dose variations (0.1 ml, 0.2 ml, and 0.3 ml) and six repetitions. A total of 500 ml of raw water from resident wells was used for each treatment. The results showed that at a dose of 0.1 ml, the turbidity decreased by 3.7%, from 41.1 NTU to 39.6 NTU (SD = 0.54). The dose was 0.2 ml, decreased by 6.8% (38.3 NTU; SD = 1.54), and the dose was 0.3 ml decreased by 13.9% (35.4 NTU; SD = 1.02). Statistically, it showed a significant difference in turbidity in each treatment group (p-value <0.05). Research has shown that Aloe vera can be used as a natural coagulant, but further research is needed to determine the correct dosage
Pemanfaatan Pektin Kulit Buah Semangka (Citrullus lanatus) Sebagai Biosorben Ion Logam Cadminum (Cd) dan Timbal (Pb)
tumbuhan. Pektin terdiri dari asam galaktoronat dengan rantai linear yang dihubungkan dengan ikatan  alfa  (1,4). Tujuan penelitian untyuk mengetahui manfaat pektin kulit buah semangka sebagai biosorben logam Cd (II)  dan Pb (II). Jenis penelitian eksperimen, dengan variabel dependen pektin dengan variasi pH 2, 4, 6 dan waktu pengadukan 30, 60, 90 menit, variabel independen kadar logam berat. Analis data menggunakan regresi korelasi. Hasil penelitian pektin hasil ekstraksi dari kulit buah semangka mampu menurunkan kadar logam Cd (II) tertinngi pada pH 2 dengan waktu pengadukan selama 30 menit terjadi penurunan sebesar 94,55%., dengan P-value 0,038, penurunan kadar logam Pb (II) tertinggi pada pH 2 dengan waktu pengadukan 60 menit yaitu sebesar 97,4%, dengan P-value 0,666, Sedangkan pektin pabrikan  mampu menurunkan kadar logam Cd (II) tertinggi pada pH 2 dengan waktu pengadukan selama 60 menit terjadi penurunan sebesar 68,9%, P-value 0,252 Penurunan kadar logam Pb (II) tertinggi pada pH 4 dengan waktu pengadukan 90 menit yaitu sebesar 49,8%. Ph optimum dan waktu pengadukan optimum yaitu pada pH 2 dan waktu pengadukan 30 menit, P-value 0,106. Simpulan pektin kulit semagka dapat menurunkan kadar logam berat dengan P-value 0,038 (<0,05) pada logam Cd(II)
Pengaruh Suplementasi Fe dan Vitamin C terhadap Hemoglobin dan Indeks Eritrosit Remaja Putri
Teenager girls are at risk of suffering from iron nutritional anemia. Anemic teenage girls also have less vitamin C intake. Anemia has an impact on learning achievement, ease of infection and impact when pregnant in the future. The study aimed to find out the effect of giving Fe and vitamin C tablets. The research design was a one-group pre-post test, using 41 Health Analyst female students from Tanjungkarang Health Polytechnic, which were determined by random sampling. Blood added tablets containing 60mg Fe, 400mcg folate, and 500mg vitamin C tablets were given once/week for 17 days (3 tablets). Hb levels were measured before and after supplementation using a digital analyzer MINDRAY BC-3600. Data collection was conducted from August-September 2020. The proportion of Hb <12mg/dl decreased from 20 (48,78%) at before to 16 (39,02%) subject after supplementation. The mean Hb level before supplementation was 12,15mg/dl, MCV 80,11fL, MCH 25,85 lpg and MCHC 32,22% and after supplementation, the mean of Hb was 12,05mg/dl, MCV 79,83 MCH 26,45, and MCHC 33,07. The results of statistic test showed that supplementation had a significant effect on Hb levels (p-value=0,000) MCV (p-value=0,000), MCH (p-value=0,000), and MCHC (p-value=0,000). Supplementation can reduce the proportion of anemia and improve the erythrocyte index. Another research with longer duration time and nutritional education combination is needed to confirm the increasing of nutrient intake (Fe, vitamin C) and Hb level
Pengetahuan dan Sikap Ahli Teknologi Laboratorium Medik terhadap Standar Operasional Prosedur Penanganan Sampel Sputum
Medical Laboratory Technologist (MLT) is the medical team that examined the laboratory, including the sputum specimen, where the sputum specimen is infected that MLT must treat with care, to avoid a work accident or nosocomial infection. The purpose of this research was to find out whether there is a correlation between knowledge and attitude of MLT towards standard operating procedure (SOP) for handling Tuberculosis (TB) sputum samples. This research was conducted through an online questionnaire with a google form, where this questionnaire is filled in at the location of each MLT who works at health centers and hospitals in the Cibinong District area. Sampling techniques in the research of using purposive sampling. The research period was from June to August 2020. This research used primary data with a cross-sectional design involving 46 MLT respondents. A method of data analysis is a quantitative analysis and measured using multiple linear regression analysis. The results showed positive influence work knowledge and attitudes towards the application of SOP for handling TB sputum samples because it has the significant value of 0,012<0,05 and Fcount 4,90>Ftable 3,41 with the results of the coefficient of determination (R-square) of 0,186 (18,6%), therefore, we conclude that there is a correlation between MLT knowledge and attitudes towards the SOP of the handling TB sputum samples with a percentage of 18%
Kajian Minyak Serai Wangi (Cymbopogon nardus L.) terhadap Aedes aegypti
The Aedes aegypti mosquito can develop an immune system against the insecticide used. Control efforts with the use of insecticides are no longer effective if the target insects have become resistant. So there needs to be an effort to overcome the insect resistance that is targeted. Citronella grass is an herbal plant that can be used as an ingredient in vegetable pesticides. The leaves and stems are distilled to produce essential oil known as citronella oil. This research is about studying the effects of citronella oil against the resistance of the vector carrier for dengue fever, namely Aedes aegypti. The detection of citronella essential oil (Cymbopogon nardus L.) by Thin Layer Chromatography showed a reduction in UV254 visualization (Rf 0,68). The resistance test showed that the mortality percentage of adult mosquitoes Aedes aegypti exposed to 0.03% alphacymethrin was 73,7% resistant criteria (<90%). The mortality percentage of adult mosquitoes Aedes aegypti exposed to Alphacypermethrin (0,03%) and citronella oil was 2,5% each; 5%; 7,5% and 10% with treatment time 15 respectively, namely 18,7%, 50,7%, 70,7% and 82,7%; the treatment time of 30 minutes consecutively is 62,7%, 89,3%, 96% and 97,3% and the treatment time is 60 minutes respectively, namely 93,3%, 98,7%, 98,7% and 100%. There was an increase in the percentage of mosquito deaths exposed to the combination of alphacypermethrin and citronella oil, compared to those without citronella oil, this indicates that mosquitoes are more susceptible and resistance has decreased due to exposure to citronella oil.Â
Efektifitas Prenatal Yoga dalam Penanganan Kehamilan Sungsang
Latar belakang : Sekitar 3-4% bayi berada dalam posisi sungsang ketika lahir. Penatalaksanaan kehamilan sungsang ada dua cara yaitu knee chest position (posisi dada-lutut) pada ibu dan versi luar . Selain knee chest , saat ini berkembang latihan fisik atau senam yang bisa dilakukan ibu hamil untuk menciptakaan ruang abdomen yang luas buat janin yaitu melakukan gerakan-gerakan prenatal yoga. Tujuan : untuk efektifitas Prenatal Yoga dalam penanganan Kehamilan Sungsang. Metode : Jenis Penelitian yaitu kuantitatif (analitik) dengan desain quasi eksperimental  dengan two group dengan Pre test and Post Test Design. Populasi adalah semua ibu hamil dengan sungsang usia > 28 minggu. Waktu penelitian Juni-Desember 2020, alat pengumpulan data adalah ceklist. Analisis data adalah univariat, bivariat menggunakan t-test. Hasil : presentasi janin sebelum perlakuan sebagian besar adalah bokong murni (50%) pada kelompok intervensi dan 43,7% pada kelompok kontrol , dan presentasi janin setelah perlakuan sebagian besar presentasi kepala yaitu 81,2% pada kelompok intervensi dan 43,7% pada kelompok kontrol. Berdasarkan waktu yang diperlukan untuk merubah presentasi janin dari bokong ke kepala sebagian besar berada pada rentang waktu 8-14 yaitu 37,5% pada kelompok intervensi dan > 21 hari yaitu 43,7% pada kelompok control. P-Value sebesar 0,024. Simpulan :  ada perbedaan rata-rata waktu yang diperlukan untuk merubah presentasi janin dari presentasi bokong ke presentasi kepala pada ibu hamil yang melakukan prenatal yoga dan posisi knee chest Saran bagi tenaga kesehatan untuk dapat menerapakan prenatal yoga dalam penanganan kehamilan sungsang sehingga proses persalinan dapat berlangsung pervaginam dan menurunkan komplikasi pada janin
PEMANFAATAN SAMPAH ORGANIK PASAR SEBAGAI PAKAN IKAN
Berbagai aktifitas manusia menghasilkan sampah. Semakin banyaknya sampah menimbulkan masalah kesehatan. Sebenarnya, sampah organik masih dapat dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak seperti ikan.Penelitian eksperimen menguji penambahan dosis sampah organik pada dedak agar dapat menjadi pakan ikan. Variasi perlakuan terdiri dari variasi dosis penambahan hasil fermentasi terhadap bahan pakan. Dengan dosis yang ditambahkan terdiri dari 3 kategori yaitu 25%, 45%, dan 65% untuk setiap 5 Kg bahan baku.Hasil penelitian mendapatkan bahwa kandungan karbohidrat yang terdapat dalam pakan dengan penambahan dosis sampah organik 25%, 45%, dan 65% memenuhi syarat untuk diberikan kepada ikan herbivora dan omnivora
GAMBARAN KONDISI PERUMAHAN DI DESA SUKOSARI KECAMATAN BARADATU KABUPATEN WAY KANAN
Rumah merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia. Konstruksi rumah dan lingkungan yang tidak memenuhi syarat kesehatan merupakan faktor risiko terhadap berbagai jenis penyakit. Penelitian bertujuan mendapatkan gambaran kondisi kesehatan perumahan di Desa Sukosari Kecamatan Baradatu Kabupaten Way Kanan. Variabel yang diteliti adalah langit-langit, dinding lantai, jendela kamar tidur, jendela ruang keluarga, ventilasi, sarana pembuangan asap dapur, dan pencahayaan.Jenis penelitian adalah deskriptif, untuk mendapatkan gambaran kondisi kesehatan perumahan. Populasi penelitian adalah seluruh rumah yang berjumlah 297 rumah. Sampel sebanyak 75 rumah, dipilih secara acak dengan teknik systematic random sampling. Keseluruhan data dibandingkan dengan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 829/Menkes/SK/VII/1999, tentang persyaratan kesehatan perumahan.Hasil penelitian mendapatkan bahwa secara umum kondisi kesehatan perumahan masih kurang baik. Sebanyak 80% rumah tinggal belum dilengkapi langit-langit, dinding rumah masih semi permanen (17,3%), dan lantai tanah (14,7%). Mayoritas rumah tinggal telah memiliki jendela kamar tidur (85,3%) dan jendela pada ruang keluarga (88,0%). Sehingga penerangan pada 72,0% rumah telah memenuhi syarat kesehatan (50-100 lux). Namun hanya 29,3% rumah yang memiliki ventilasi memenuhi syarat kesehatan, dan sebagian besar (72,0%) tidak memiliki lubang asap dapur.Perlu peningkatan pengetahuan masyarakat tentang rumah sehat serta kaitannya dengan penyakit. Metode penyuluhan secara langsung dan penggunaan media menjadi pilihan dalam proses perubahan perilaku masyarakat. Dibutuhkan keterlibatan semua pihak dalam upaya meningkatkan cakupan rumah sehat, dan penurunan angka penyakit
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU CUCI TANGAN PAKAI SABUN (CTPS) PADA SISWA SEKOLAH DASAR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GEDONG TATAAN
Cuci tangan pakai sabun (CCTPS) merupakan tindakan membersihkan tangan dan jari jemari menggunakan sabun dan air mengalir. CPTS juga untuk memutuskan mata rantai penularan penyakit. Tujuan penelitian mengetahui gambaran pengetahuan dan perilaku CTPS pada siswa sekolah dasar di wilayah kerja Puskesmas Gedong Tataan. Variabel yang diteliti adalah pengetahuan, fasilitas, dan perilaku CPTS.Dari hasil penelitian mendapatkan sebanyak 69,2% siswa memiliki pengetahuan yang baik, dan 53,3% memiliki perilaku yang baik dalam CTPS. Sebanyak 25% (N=40) sekolah sudah tersedia fasilitas CTPS secara lengkap.Perlu meningkatkan pengetahuan siswa dan guru sekolah melalui penyuluhan agar perilaku CTPS menjadi sebuah perilaku yang melekat pada anak sekolah. Menyiapkan fasilitas serta peraturan sekolah menjadi prasarana dalam menciptakan perubahan perilaku
HUBUNGAN FAKTOR IKLIM DENGAN KASUS DBD DI KOTA BANDAR LAMPUNG TAHUN 2015 – 2019
Dengue hemorrhagic fever (DHF) case in Bandar Lampung City shows an increasing trend of cases. In 2014, the number of cases was 389 cases; by the end of 2018, it had increased to 1,114 cases. Climatic factors are thought to have contributed to the increase in cases. This study aims to determine the relationship between climate factors and the number of dengue cases in 2015-2019. The study used secondary data with a cross-sectional design. Data were obtained from the Bandar Lampung City Health Office and the Meteorology, Climatology, and Geophysics Agency (BMKG). Univariate analysis with Mean, Median, Minimum-Maximum. The Kolmogorov-Smirnov test was carried out to determine the normality of the data, followed by bivariate analysis with Pearson Correlation and Spearman's Rank. Multivariate analysis was performed with Linear Regression by considering the regression assumption. The study found that more dengue cases were in January, February, March. A negative correlation was shown between temperature and the incidence of DHF (r=-0.274; p-value=0.038), and a positive correlation with humidity (r=0.390; p-value=0.002), and rainfall (r=0.370; p-value= 0.005). Air humidity and rainfall affect the number of dengue cases, respectively 33.0% and 30.5%. The results of this study have provided evidence of a relationship between climate factors and cases of DHF. It is hoped that this can be an input for the prevention and control of dengue fever