e-Jurnal Poltekkes Tanjungkarang
Not a member yet
1715 research outputs found
Sort by
EVALUASI PENERAPAN POUR-FLUSH TOILET (PFT) KOMUNAL DI RT 02 RW 12, DESA CIKADUT, KECAMATAN CIMENYAN, KABUPATEN BANDUNG
Akses sanitasi yang layak perlu dimiliki oleh setiap masyarakat di Indonesia. Penerapan Pour-Flush Toilet (PFT) atau jamban siram merupakan salah satu inisiasi Desa Cikadut dalam memenuhi kebutuhan akses sanitasi layak bagi warganya. Namun, penerapan jamban siram di suatu daerah dapat menjadi tidak berkelanjutan akibat tidak sesuainya bangunan jamban dengan standar pembangunan dan minimnya pasrtisipasi masyarakat. Tidak berlanjutnya teknologi sanitasi dapat menjadi penyebab dari sanitasi yang buruk dan menurunnya kesehatan warga. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan jamban siram di RT 02 RW 12 Desa Cikadut, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung dari aspek teknis dan nonteknis. Keberhasilan aspek teknis dianalisis atas dasar kesesuaian kondisi eksisting komponen-komponen jamban siram dengan kriteria desain yang disarankan. Keberhasilan aspek nonteknis ditentukan berdasarkan potensi keberlanjutan penerapan jamban siram berdasarkan analisis hasil kuesioner dan wawancara terkait partisipasi dan kepuasan warga pengguna rutin jamban siram. Hasil penelitian menunjukkan 71,43% komponen jamban memenuhi kriteria desain yang disarankan. Desain cubluk masih kurang dalam 1,62 m serta belum pernah dilakukan penyedotan. Partisipasi masyarakat yang tinggi dari proses sosialisasi awal hingga proses perawatan jamban siram, tingkat kepuasan yang tinggi, serta pemimpin setempat yang aktif merupakan alasan utama berhasilnya penerapan sanitasi layak di RT 02 RW 12 Desa Cikadut. Penerapan jamban siram di RT 12 RW 02 Desa Cikadut belum berhasil pada aspek teknis dan berhasil pada aspek nonteknis
Correlation between Neutrophile to Lymphocyte Ratio and D-dimer with COVID-19 Severity
SARS-CoV-2, a lung-damaging virus, is what causes COVID-19. While a decline in lymphocyte counts suggests immune system harm, a rise in neutrophil counts reflects the severity of the inflammatory response. A high NLR value results from an increase in neutrophils and a decrease in lymphocytes. On the other hand, when plasmin breaks down fibrin to dissolve blood clots, it creates pieces called D-dimers. ARDS is predicted by an elevated D-dimer level. The study's objective was to ascertain how the severity of COVID-19 patients at Dr. H. Abdul Moeloek in 2021 related to NLR and D-dimer levels. Analytical research with a retrospective design is being conducted. The Rank Spearman correlation test and Pearson Chi-Square analyzed medical record data for COVID-19 patients. The study was carried out in Dr. H. Abdul Moeloek in June 2022. 205 COVID-19 patients who underwent NLR and D-dimer testing and were categorized based on the severity of the condition served as the study's subjects. The test findings revealed a substantial connection between NLR and D-dimer (r=0.583), demonstrating a strong and favorable link. NLR and illness severity showed a significant relationship (r=0.49). D-dimer and illness severity also showed a strong connection (r=0.51)
Effects of Stunting on the Decreased Cardiorespiratory Fitness of Children Aged 9 to 11 Years in Bandar Lampung, Indonesia
Introduction: The impact of low cardiorespiratory fitness levels can increase cardiovascular disease and other degenerative diseases. Children with stunting need attention to cardiorespiratory fitness levels. Purpose: This study aims to determine the effect of stunting on cardiorespiratory fitness in children aged 9-11 years. Methods: This type of research is observational analytic with a cross-sectional design. The sample of this study was 77 elementary school children who were taken using consecutive sampling techniques. Measurement of the research variable cardiorespiratory fitness level using the modified Harvard step test and the stunting variable measured using the child's Body Length/Height measurement index, stunting if the measurement is at the threshold of -3SD to < -2SD. Data were analyzed by the Spearman test. Results: A total of 77 children were found to be stunted, with a cardiorespiratory fitness level of 92.3% and a poor level of 7.7%. Meanwhile, children in the non-stunting category had 23.7% less cardiorespiratory fitness and no poor fitness. The analysis results show a relationship between stunting and cardiorespiratory fitness in children (p=0.000), which is a very strong relationship (r=0.917). Conclusion: Stunting in children has a chronic effect on cardiorespiratory fitness. It is necessary to improve cardiorespiratory fitness in children with measurable physical exercise and improved micronutrients to prevent early impact on adulthood.
Latar Belakang: Dampak tingkat kebugaran kardiorespirasi yang rendah dapat meningkatkan penyakit kardiovaskular dan penyakit degenerative lain. Anak dengan stunting perlu mendapatkan perhatian tingkat kebugaran kardiorespirasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek stunting dengan kebugaran kardiorespirasi pada anak usia 9-11 tahun. Metode: Jenis penelitian ini bersifat analitik observasional dengan desain cross sectional. Sample penelitian ini adalah anak SD berjumlah 77 orang yang diambil menggunakan teknik consecutive sampling. Pengukuran variabel penelitian tingkat kebugaran kardiorespirasi mengunakan Harvard step test yang dimodifikasi dan variabel stunting diukur menggunakan indeks pengukuran PB/ TB anak, stunting jika pengukuran berada pada ambang batas -3SD sd < -2SD. Data dianalisis dengan uji Spearman. Hasil: Partisipan total 77 anak menemukan dengan kategori stunting yang mengalami kebugaran kardiorespirasi level kurang 92,3% dan level buruk 7,7%. Sedangkan, anak kategori tidak stunting terdapat anak dengan kebugaran kardiorespirasi kurang 23,7% dan kebugaran buruk tidak ditemukan. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan stunting dengan kebugaran kardiorepirasi pada anak (p=0,000) dengan hubungan sangat kuat (r=0,917). Simpulan: Stunting pada anak memberikan pengaruh yang kronis pada kebugaran kardiorespirasi. Perlu meningkatkan tingkat kebugaran kardiorespirasi pada anak dengan latihan fisik yang terukur maupun peningkatan gizi mikro untuk mencegah sejak dini dampak pada masa dewasa
Literature Review: Implications of Acceptance and Commitment Therapy (ACT) on Anxiety in Schizophrenic Patients
Schizophrenia often causes emotional disturbances such as anxiety and depression, which are common mental health problems. Third-wave cognitive therapy such as ACT (Acceptance and Commitment Therapy) in treating anxiety disorders, depression, and anxiety is a practical choice. This literature review aims to identify, evaluate, and synthesize the literature on acceptance and commitment therapy and its application to anxiety in patients with schizophrenia. It also integrates knowledge and experience with the medical literature. The method used is a systematic literature review by analyzing several articles using electronic databases, including ProQuest, Google Scholar, and PubMed. The results of ten selected journal articles demonstrate that ACT is effective in reducing symptoms of anxiety and depression. ACT is effective at treating symptoms of anxiety and depression, and ACT is more effective at treating symptoms of depression than any other available treatment
Efek Protektif Ekstrak Kulit Batang Bakau Rhizophora apiculata terhadap Kerusakan Histologi Paru Rattus norvegicus yang Diinduksi Asap Rokok
Rhizophora apiculata berpotensi dikembangkan sebagai antioksidan. Penelitian ini membandingkan efek protektif beberapa ekstrak kulit batang Rhizophora apiculata pada paru tikus yang terpapar asap rokok. Penelitian ini menggunakan 30 tikus yang dibagi menjadi 6 kelompok. Kelompok KN adalah kontrol normal yang tidak dipaparkan asap rokok. 5 kelompok lainnya mendapat paparan asap rokok 24 batang/hari selama 30 hari. K1 hanya dipaparkan asap rokok, kelompok K2 dipaparkan asap rokok dan diberikan vitamin C dengan dosis 9 mg/kgBB perhari. Kelompok lainnya dipaparkan asap rokok dan diberikan ekstrak etanol (P1) ekstrak methanol (P2) ekstrak n-heksana (P3) kulit batang Rhizophora apiculata. dengan dosis 56,55 mg/kgBB per hari selama 30 hari. Pada hari ke-31, tikus diterminasi dan dilakukan pemeriksaan mikroskopis paru untuk melihat kerusakan jaringan paru pada perbesaran perbesaran mikroskop 400x. Hasil rerata persentase kerusakan paru pada KN, K1, K2, P1, P2, dan P3 secara berurutan adalah 2; 40,667; 23,333; 20; 25,333; 24. Hasil skoring kerusakan paru pada KN, K1, K2, P1, P2, dan P3 secara berurutan adalah 0,06; 1,22; 0,70; 0,60; dan 0,76. Terdapat perbedaan bermakna (p-valu
Efektivitas Media Video Persalinan terhadap Pengetahuan Proses Persalinan pada Ibu Primigravida
Primigravida memiliki ketakutan yang meningkat semakin dekatnya waktu persalinan, dikarenakan kurangnya pengetahuan apa yang akan terjadi selama proses persalinan serta adanya cerita mengenai proses persalinan yang menakutkan. Pendidikan kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan dengan bantuan media edukasi yang memiliki peran sebagai penyalur informasi salah satunya adalah media video. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas penggunaan media edukasi video persalinan terhadap peningkatan pengetahuan proses persalinan pada ibu primigravida. Penelitian ini menggunakan desain penelitian quasi experiment pre-posttest dengan kelompok kontrol. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann U Whitney. Instrumen penelitian yang digunakan kuesioner. Sampel dihitung menggunakan teknik purposive sampling dengan total sampel 108 responden. Hasil penelitian didapatkan nilai p-value 0,0001(Î
Improved Family Coping Caring for Autistic Disorder Children with Knowledge Education: A Cross-Sectional Study
Background: Cognitive, communication, social interaction, behavior patterns, and activity limitations in autistic children become a source of stress for parents. Parents' negative assessment of autistic children leads to maladaptive coping and results in inappropriate parenting behavior. Objective: This study focuses on evaluating parents' knowledge of autistic disorders and their relationship to coping in caring for children with autism. Method: Cross-sectional study is the design of this study. Involving 22 respondents, namely parents of children with autism whose children attend education at Special Schools (SLB) in Malang City. The data collection instrument was developed based on the Knowledge about Childhood Autism Among Health Workers (KCAHW) questionnaire to obtain data on family knowledge variables. Family coping variables using McCubbin's F-COPES questionnaire. Both questionnaires are tools that have been tested for reliability. Analystsare statisticians using the Spearman Rank test with a significance of 5%. Results: 64% of Parisipans had high knowledge of autism and 14% of parents had maladaptive coping. The results of statistical tests found that the level of knowledge about autism was related to family coping mechanisms in children with autisme disorder (p-value 0.003; r 0.599). Conclusion: Adaptive coping of families with autistic disorder children increases with good parental knowledge. Therefore, health education about autism and its care is always informed to the public to prevent maladaptive coping in the care of children with autism disorders in the family.
Latar belakang: Keterbatasan kognitif, komunikasi, interaksi sosial, pola perilaku, dan aktivitas pada anak autis menjadi sumber stres bagi orang tua. Penilaian negatif orang tua terhadap anak autis menyebabkan koping maladaptif dan berdampak pada perilaku pengasuhan yang tidak tepat. Tujuan: Penelitian ini berfokus pada evaluasi pengetahuan orang tua tentang gangguan autis dan hubungannya dengan koping dalam merawat anak autisme. Metode: Studi cross sectional merupakan rancangan penelitian ini. Melibatkan 22 responden, yaitu orang tua dari anak dengan Autis yang anaknya mengikuti Pendidikan di Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kota Malang. Instrument pengumpulan data dikembangkan berdasarkan kuesioner Knowledge about Childhood Autism Among Health Workers (KCAHW) untuk memperoleh data variabel pengetahuan keluarga. Variabel koping keluarga menggunakan kuisioner F-COPES McCubbin. Kedua kuesioner tersebut merupakan alat yang sudah diuji reabilitasnya. Analisis statistik menggunakan Rank Spearman test dengan signifikansi 5%. Hasil: Partisipan sebanyak 64% memiliki pengetahuan yang tinggi tentang gangguan autism dan masih terdapat orang tua yang memiliki koping maladaptif 14%,. Hasil uji statistik menemukan bahwa tingkat pengetahuan tentang autisme berhubungan dengan mekanisme koping keluarga pada anak dengan gangguan autisme (p-value 0,003; r 0,599). Simpulan: Koping adaptif keluarga yang memiliki anak gangguan autis meningkat dengan pengetahuan orang tua yang baik. Edukasi tentang autisme dan perawatannya perlu selalu diinformasikan kepada masyarakat untuk mencegah koping maladaptif dalam perawatan anak dengan gangguan autisme di keluarga
HUBUNGAN SIKAP, PENGETAHUAN, DAN DUKUNGAN TOKOH MASYARAKAT DENGAN PERILAKU BUANG AIR BESAR SEMBARANGAN (BABS) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KELURAHAN PADEMANGAN BARAT II TAHUN 2022
Puskesmas Kelurahan Pademangan Barat II merupakan salah satu puskesmas yang ada di Kecamatan Pademangan. Di kelurahan tersebut, masih terdapat 220 KK yang belum memiliki akses septic tank dan melakukan praktek buang air besar sembarangan (BABS). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan faktor sikap, pengetahuan, dan dukungan tokoh masyarakat dengan perilaku BABS. Penelitian menggunakan rancangan cross sectional. Populasi adalah seluruh kepala keluarga yang belum memiliki akses septic tank atau jamban sehat sejumlah 220 KK dan sampel berjumlah 142 KK dihitung dengan rumus Slovin. Penentuan sampel menggunakan tehnik simple random sampling. Data di analisis dengan uji chi square (α=0,05). Hasil analisis menunjukan adanya hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen yaitu faktor sikap (p=0,003), pengetahuan (p=0,002), dan dukungan tokoh masyarakat (p=0.000). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor sikap, pengetahuan, dan dukungan tokoh masyarakat memiliki pengaruh terhadap perilaku BABS. Disarankan adanya komitmen yang nyata dari masyarakat dan dukungan penuh lintas sektor terkait, untuk secara bersama-sama melakukan upaya perubahan perilaku
Intervensi Jus Wortel terhadap Pasien Hipertensi: Systematic Literature Review of True-Experimental Design
Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah tekanan darah sistolik >140mmHg dan tekanan diastolik >90mmHg. Buah dan atau sayuran bisa menguranginya. Wortel merupakan salah satu sayuran penurun tekanan darah tinggi/hipertensi yang terdiri dari kalium, beta karoten, dan magnesium. Tujuan penelitian untuk meninjau literatur secara sistematis dan melakukan meta-analisis berdasarkan desain eksperimental nyata. Metode yang digunakan dengan mencari literatur dan database elektronik utama yaitu Google Scholar, Portal Garuda, JSTOR, PubMed NCBI, dan Science Direct yang diterbitkan pada 2011-2021. Untuk menilai kualitas artikel yang digunakan di Joanna Briggs Institute (JBI) dan diurutkan berdasarkan kriteria inklusi-eksklusi mengikuti PRISMA. Dua ratus sembilan artikel dimasukkan dalam meta-analisis dan diambil review dari 8 artikel kriteria inklusi. Jumlah rerata intervensi jus wortel berpengaruh terhadap sistolik 7,67mm/Hg dan rerata tekanan darah diastolik 25,62mm/Hg cukup menurunkan tekanan darah dengan sistolik 5,6mm/Hg dan diastolik 11,57mm/Hg. Berdasarkan desain eksperimen kebenaran jus wortel berkontribusi terhadap penurunan tekanan darah/hipertensi sistolik dan diastolik