e-Jurnal Poltekkes Tanjungkarang
Not a member yet
    1715 research outputs found

    Hubungan Usia dan Status Menopause dengan Kejadian Bacterial Vaginosis pada Pasien Keputihan

    Get PDF
    Bacterial Vaginosis (BV) is a condition of imbalance in the vaginal ecosystem, namely decreased number Lactobacillus followed by an increase in numbers Gardnerella vaginalis and other anaerobic bacteria. About 90% of Indonesian women have the potential to experience vaginal discharge because Indonesia has a tropical climate and the incidence continues to increase every year up to 70%. The purpose of this research was to determine the correlation between age and menopausal status with the incidence bacterial vaginosis in vaginal patients. This research method is observational analytic, looking at the correlation between age and menopausal status with incidence bacterial vaginosis in vaginal patients. The number of samples used was 28 patients. Diagnosis bacterial vaginosis was carried out using the Gram staining method then a nugent scoring system was carried out by adding up the three morphological forms of bacteria found (large-sized Gram-positive rods, small-sized Gram-variable rods and bent Gram-negative rods/Gram-variable rods). Data analysis used fisher's exact test. Based on the results of the research, the prevalence of positive BV was 67.9% with the most characteristics of patients aged over 51 years at 90.9%, menopause at 90.9%. The fisher's exact test analysis showed a p-value for age = 0.020 (

    Manfaat dan Hambatan Telehealth pada Asuhan Antenatal: Studi Literatur

    No full text
    Indikator penting kesehatan ibu dan anak dalam mengukur derajat kesehatan suatu negara adalah status kesehatan ibu dan anak. Jumlah Angka Kematian Ibu (AKI) dapat diakibatkan komplikasi kehamilan. Pada kehamilan, diperlukan asuhan yang berkesinambungan dan berkualitas oleh petugas kesehatan melalui pemeriksaan antenatal. Pada awal pandemi COVID-19, praktik telehealth untuk layanan terkait kehamilan diterapkan dengan cepat. Telehealth untuk layanan terkait kehamilan kemungkinan akan terus berlanjut  walaupun pandemi telah berlalu. Agar sistem kesehatan dapat memberikan layanan terkait kehamilan yang berpusat pada individu melalui telehealth, maka diperlukan telaah untuk memahami manfaat dan hambatan pelaksanaan telehealth agar bisa terus dikembangkan. Metode yang digunakan adalah studi literatur. Database yang digunakan adalah Pubmed dan Google scholar. Kata kunci telehealth, pregnancy, dan antenatal. Kriteria inklusi adalah literatur yang dapat diakses PDF, terbit dalam kurun waktu 2019-2023. Terpilih 5 artikel yang selanjutnya ditelaah. Hasil diperoleh bahwa telehealth memiliki manfaat diantaranya membatasi paparan COVID-19, memastikan akses berkelanjutan terhadap layanan,  kenyamanan, efisiensi waktu. Hambatannya diantaranya ketidakkonsistenan mengenai kualitas dan jenis layanan telehealth yang tersedia, logistik penjadwalan telehealth yang belum teratur, serta kurangnya privacy. Disimpulkan bahwa telehelath merupakan inovasi pelayanan yang harus terus dikembangkan dengan memperhatikan manfaat dan hambatan yang telah terjadi

    Dukungan Keluarga, Pengetahuan, dan Sikap Menurunkan Kecemasan Lansia dalam Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19: Studi Cross Sectional

    Get PDF
    Latar Belakang: Vaksinasi COVID-19 sebagai salah satu upaya pemerintah untuk menekan angka penyebaran COVID-19. Sementara, efek samping vaksinisasi COVID-19 menjadi salah satu penyebab kecemasan pada lansia. Dampak kecemasan dapat mempengaruhi lansia untuk memberikan keputusan untuk tidak melakukan vaksinasi COVID-19. Penting mengkaji kemungkinan faktor risiko kecemasan lansia yang diberikan vaksinasi COVID-19. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji beberapa faktor risiko kecemasan pada lansia, antara lain dukungan keluarga, pengetahuan, dan sikap dalam pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Wilayah Kerja Puskesmas Perumnas Kecematan Kadia. Hasil studi diharapkan dapat memberikan kontribusi alternatif pengembangan intervensi lansia yang cemas menghadapi vaksinasi COVID-19 berdasarkan faktor risiko. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportional random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 57 responden lansia yang berusia 64 – 75 tahun. Data hasil penelitian dianalisis secara univariat maupun bivariat. Hasil: Penelitian menemukan hasil 82,5% lansia mengalami cemas untuk diberikan vaksinasi COVID-19. Faktor risiko pengetahuan, sikap dan dukungan keluarga mempunyai hubungan yang bermakna dengan kecemasan lansia melakukan vaksinasi COVID-19 (p-value > 0,05). Simpulan: Kecemasan lansia dalam vaksinasi COVID-19 dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain: pengetahuan, dukungan keluarga, dan sikap lansia terhadap vaksinasi COVID-19. Lansia agar tidak cemas hendaknya tidak terpengaruh isu-isu negatif tentang vaksinasi COVID-19 dan lebih mempercayai informasi dari pihak pemerintah tentang informasi vaksinasi COVID-19. Abstract: Family Support, Knowledge, and Attitudes Reduce Elderly Anxiety in the Implementation of COVID-19 Vaccination: Cross-Sectional Study Background: Background: Vaccination against COVID-19 is one of the government's efforts to reduce the spread of COVID-19. Meanwhile, the side effects of COVID-19 vaccination are one of the causes of anxiety in the elderly. The impact of anxiety can influence the elderly to make a decision not to vaccinate against COVID-19. It is important to examine possible risk factors for anxiety in the elderly given the COVID-19 vaccination. Purpose: This study aims to examine several risk factors for anxiety in the elderly, including family support, knowledge, and attitudes in carrying out the COVID-19 vaccination in the Working Area of the Perumnas Health Center, Kadia District. The results of the study are expected to provide an alternative contribution to the development of interventions for the elderly who are anxious about facing COVID-19 vaccination based on risk factors. Methods: This research is a quantitative study using a cross-sectional approach. The sampling technique used proportional random sampling with a total sample of 57 elderly respondents aged 64-75 years. Research data were analyzed using univariate or bivariate. Results: The study found that 82.5% of the elderly experienced anxiety about being given the COVID-19 vaccination. Knowledge, attitude, and family support risk factors have a significant relationship with the anxiety of the elderly doing the COVID-19 vaccination (p-value > 0.05). Conclusion: The elderly's anxiety about the COVID-19 vaccination is influenced by several factors, including knowledge, family support, and the attitude of the elderly toward the COVID-19 vaccination. So that the elderly are not worried, they should not be influenced by negative issues regarding COVID-19 vaccination and trust information from the government about COVID-19 vaccination information

    Microbiological Test and Antioxidant Activity of Moringa Leaf Brownies Substituted with Tempeh Flour which is High in Protein for Anemic Pregnant Women

    Get PDF
    Brownies are food, a distraction loved by all class ages. Most study regarding the added brownies' and other material shows that the product experience organoleptic changes and does not increase mark nutrition, including antioxidants. This study test marks microbiology and activity of leaf brownies antioxidants moringa substituted flour tempeh. This is the advanced study year, the second which brownies are the most liked, and the control will be compared in a manner mark microbiology and activity antioxidants. The research method in this study is draft random complete (RAL) with five replications. Leaf moringa, added to making these brownies, is porridge leaf moringa obtained from fresh leaf moringa, as much as 10% of the total flour. Treatment consisted of different composition bases comprising brownies from flour wheat compared flour tempeh with substitution tempeh flour, which is 100:0 (A1) and 75:25(A3), the most preferred panelist from the previous study. Good brownies products it controls, and A3 have marked microbiology following SNI standards to consume them safely. Activity value antioxidants from A3 are taller compared to controls. Recommended brownies products using leaf moringa as additional toppings to minimize decline activity antioxidants because of the oven

    Kombinasi Aromaterapi dan Hidroterapi dalam Menurunkan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi Primer

    Get PDF
    Hipertensi merupakan penyakit sistem kardiovaskuler yang menyebabkan gangguan pada pembuluh darah yang mengakibatkan jantung bekerja lebih keras karena terhambatnya suplai oksigen dan nutrisi yang terbawa oleh darah ke jaringan tubuh yang membutuhkannya. Hipertensi memiliki tanda dan gejala tekanan darah sistolik ≥140mmHg dan/atau tekanan darah diastolik ≥90mmHg setelah pemeriksaan berulang dan seringkali disadari ketika telah terjadi komplikasi. Upaya yang dapat dilakukan sebagai pengobatan adalah dengan aromaterapi mawar dan hidroterapi rendaman kaki air hangat. Tujuan Penelitian untuk mengetahui efektivitas kombinasi aromaterapi dan hidroterapi dalam menurunkan tekanan darah pasien hipertensi. Jenis penelitian ini adalah Quasy Experimental Design dengan rancangan pre-post design with group control serta dengan simple random sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini 40 responden pasien hipertensi primer yang rutin berobat ke Puskesmas, tidak mengonsumsi alkohol dan tidak merokok. Hasil penelitian menunjukkan selisih rata-rata penurunan tekanan darah sistole pada kelompok kombinasi lebih efektif dari kelompok hanya minum obat sebesar 6,8mmHg, lebih tinggi dari kelompok aromaterapi sebesar 3,0mmHg serta lebih efektif dari kelompok hidroterapi sebesar 4,0mmHg. Rata rata penurunan tekanan darah diastolik pada kelompok kombinasi lebih efektif dari kelompok hanya minum obat sebesar 3,8mmHg, lebih efektif dari kelompok aromaterapi sebesar 1,9mmHg serta kelompok hidroterapi sebesar 3,0mmHg. Hasil pengujian menggunakan uji One Way ANOVA didapat nilai signifikansi 0,0

    The Effect of START Triage Simulation Method on the Preparedness of Puskesmas Nurses at Risk Disaster in Helping Victims in Ternate

    Get PDF
    Background: Disasters can cause deaths, injuries, damage to health facilities and public health problems. An effective approach is needed in handling victims through triage. Objective; analyzed the effect of the START triage method simulation on preparedness to help disaster victims by nurses at the Disaster Prone Health Center in Ternate City. Method: This research design is quasi experimental Pretest-posttest Control Group Design. The sample for this research is 50 nursing staff spread across 4 health centers in disaster-prone areas. The instruments used were questionnaires and observation sheets. Data analysis used the Wilcoxon test. Results: The research results showed that using the Wilcoxon test (α=0.05), the p value for the control group was 0.001 and the p value for the treatment group was 0.000. Conclusion: Providing the START triage method simulation to the treatment group had an effect on preparedness to help disaster victims by community health center nurses

    Hubungan Kondisi Sanitasi Dasar Rumah Dengan Kejadian Diare (Studi di Wilayah RW 5 Sukomanunggal Baru PJKA Kec. Sukomanunggal Kota Surabaya Tahun 2023)

    Get PDF
    Sanitasi dasar yang tidak diterapkan dengan baik dapat menimbulkan penyakit diare. Pada tahun 2022 jumlah rumah tidak sehat di wilayah RW 5 Sukomanunggal Baru PJKA sebanyak 191 rumah dari 353 rumah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kondisi sanitasi dasar rumah dengan kejadian diare di wilayah RW 5 Sukomanunggal Baru PJKA. Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan case control. Populasi yang digunakan yaitu semua rumah penderita diare selama 5 bulan terakhir tahun 2022 yang tercatat di Puskesmas Simomulyo. Pengambilan sampel dilakukan dengan Simple Random Sampling. Besar sampel kasus sebanyak 36 dan sampel kontrol 36. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi, kemudian diuji dengan Chi square pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan signifikan antara sarana penggunaan jamban dengan kejadian diare (P=0,000), ada hubungan antara pengelolaan sampah dengan kejadian diare (P =0,033), ada hubungan antara saluran pembuangan air limbah dengan kejadian diare (P =0,018). Kesimpulannya adalah penggunaan jamban, pengelolaan sampah dan SPAL berhubungan signifikan dengan kejadian diare. Disarankan maasyarakat dapat membersihkan jamban menggunakan desinfeksi, tempat sampah yang digunakan diberi tutup dan dikosongkan setiap 1x24 jam, serta melakukan kerja bakti seminggu sekali untuk membersihkan SPAL yang digunakan

    Analisis Risiko Gangguan Saluran Pernafasan Pada Pekerja Industri Sabut Kelapa

    Get PDF
    Kegiatan industri sabut kelapa berupa proses pencacahan, pengayakan, penjemuran dan pengepressan menghasilkan debu sabut kelapa yang termasuk Total Suspended Partikulat (TSP). Pencemaran TSP berdampak pada gangguan saluran pernafasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui risiko gangguan saluran pernafasan pada pekerja industri sabut kelapa di PT. Makanya Agri Utama. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan analisis risiko kesehatan lingkungan (ARKL). Sampel penelitian ini adalah sampel udara parameter TSP di dua titik yaitu bagian pencacahan pengayakan dan pengepressan pejemuran. Sampel pekerja yaitu sebanyak 13 pekerja. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan alat HVAS metode gravimetri, timbangan, dan kuesioner. Bahaya yang ditemukan berupa banyaknya debu sabut kelapa yang menempel di pakaian pekerja, kondisi tempat produksi yang memiliki atap, namun  tidak ada sekat, bahaya operasional mesin, kebisingan, masih ada pekerja yang tidak menggunakan APD, dan belum adanya pelaksanaan kegiatan pengendalian mutu. Konsentrasi TSP titik pencacahan pengayakan yaitu 5,494 mg/m3, titik pengepressan penjemuran yaitu 2,109 mg/m3. Hasil pengukuran konsentrasi TSP kedua titik tersebut melebihi nilai baku mutu yaitu 0,23 mg/m3 menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No.2 tahun 2023. Sebanyak 46,2% pekerja mengalami gangguan saluran pernafasan dan semua pekerja berisiko (RQ>1) pada masa kerja realtime maupun lifetime

    Masase Punggung (Back Rub) dengan Minyak Zaitun Meningkatkan Kualitas Tidur Pasien Post-Operasi

    Get PDF
    Istirahat dan tidur merupakan kebutuhan dasar yang dibutuhkan oleh semua orang. Untuk dapat berfungsi secara normal, maka setiap orang memerlukan kebutuhan istirahat tidur yang cukup. Pola dan tidur yang baik dan teratur memberikan efek yang bagus terhadap kesehatan. Pasien dengan pembedahan mengalami gangguan kebutuhan tidur, ditandai dengan kualitas tidur yang buruk. Selain terapi farmakologi, keluhan gangguan kebutuhan tidur dapat diatasi secara farmakologi maupun nonfarmakologi. Masase punggung merupakan salah satu intervensi untuk mengatasi masalah gangguan kebutuhan tidur pada pasien pot operasi. Penelitian dilaksanakan pada bulan September s.d Oktober 2018. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh masase punggung dengan minyak zaitun terhadap kualitas tidur pasien di RSD Mayjend HM Ryacudu Kotabumi Lampung Utara. Rancangan penelitian adalah quasi eksperimen dengan one group pre-test and post-test design.Populasi pada penelitian ini adalah pasien post-operasi. Dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling, melibatkan 30 responden. Analisis data menggunakan paired t-test. Hasil uji statistik diperoleh nilai p=0,000. Maka dapat disimpulkan terdapat pengaruh yang signifikan tindakan masase punggung terhadap kualitas tidur pasien post operasi. Berdasarkan hasil penelitian, prosedur masase punggung dapat digunakan sebagai salah satu intervensi keperawatan untuk mengatasi masalah tidur pada pasien post-operasi

    Hubungan Konsumsi Kopi Dengan Kadar Asam Urat

    Get PDF
    Kopi mengandung senyawa polifenol. Senyawa polifenol dalam kopi diantaranya adalah asam klorogenat yang berfungsi dalam metabolisme asam urat yaitu dapat menghambat kerja xantine oxidase. Asam klorogenat juga bersifat diuretik yang dapat meningkatkan pengeluaran asam urat melalui urine Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan konsumsi kopi dengan kadar asam urat pada peminum kopi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Penelitian ini melibatkan 85 responden yang ditentukan dengan cara accidental sampling. Responden terdiri dari laki-laki dan perempuan berusia 17-72 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang memiliki kadar asam urat normal sebanyak 86% sedangkan yang memiliki kadar asam urat tinggi sebanyak 14%. Persentaase terbanyak responden dengan kadar asam urat tinggi ditemukan pada volume konsumsi kopi 200 ml dalam sehari. Sedangkan responden yang mengonsumsi kopi dengan volume 800 ml dalam sehari semuanya memiliki kadar asam urat normal. Analisis korelasi menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara volume konsumsi kopi dengan kadar asam urat dan terdapat korelasi negatif yang sangat rendah yaitu -0,019. Simpulan hasil penelitian menggambarkan volume kopi yang dikonsumsi memiliki korelasi negatif yang rendah terhadap kadar asam urat dalam darah

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-Jurnal Poltekkes Tanjungkarang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇