eJournal Badan Penelitan dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan
Not a member yet
    5683 research outputs found

    GROWTH AND FEED CONVERSION RATIO OF OREOCROMIS NILOTICUS FEEDED MAGGOT AND NATURAL INGREDIENTS IN CULTIVATION BASED ON BUDIKDAMRUM TECHNOLOGY

    Get PDF
    Tilapia fish Oreochromis niloticus is one type of freshwater fish that is widely cultivated by farmers. Cultivation of tilapia in drums (budikdamrum) has the potential to be carried out on limited land by feeding maggot. This research was conducted to evaluate the feeding of maggot (Hermetia illucens) combined with natural ingredients on the growth and feed conversion ratio of tilapia based on budikdamrum technology. The study was carried out with 2 treatments, namely DP (fish fed with maggot 10 g/day + natural ingredients in the form of Moringa leaf flour (Moringa oleifera), garlic flour (Allium sativum), tapioca flour), and DK (fish fed pellets of 10% biomass/day without natural ingredients). Kale plants were grown in 5 cups filled with foam and activated carbon mounted on the top of the drum. Fish were kept for 25 days, and sampling was done every 3 days. The results showed that the growth of tilapia in DK was higher than DP (P<0.05). Specific growth of fish weight 6.01±0.13 – 7.13±0.04% and length 1.90±0.06 – 2.42±0.32 cm. absolute growth of fish weight 4.67±0.03 – 6.62±0.89 g and length 2.85±0.10 – 3.73±0.44 cm. The feed conversion ratio did not show any difference between DP and DK (P>0.05), namely 1.26±0.08 – 1.38±0.19. The survival rate of tilapia treated with DP was higher than DK (P<0.05) with a range of 89±4.90 - 98±2.83%. The water quality obtained in this study was included in the category of requirements for tilapia cultivation. The application of the budikdamrum technology is recommended for rearing tilapia with maggot feed as additional feed mixed with natural ingredients

    Karakteristik Mutu, Rantai Dingin, Rendemen dan Produktivitas Pengolahan Tuna (Thunnus sp.) Cube Beku di CV. Satu Tuna Nusantara, Denpasar-Bali

    Get PDF
    Tuna (Thunnus sp.) merupakan jenis ikan laut pelagis yang termasuk dalam keluarga Scombroidae. Salah satu produk atau olahan dari ikan tuna adalah produk tuna cube beku. Tujuan penilitian ini adalah untuk mengetahui mutu, rantai dingin, rendemen dan produktivitas peoduk tuna cube beku. Pengujian mutu bahan baku dan produk tuna cube beku meliputi pengujian organoleptik, mikrobiologi (Angka Lempeng Total, Salmonella, Vibrio cholerae, Escherichia coli, Coliform dan Vibrio parahaemolyticus), dan kimia (histamin). Dalam proses pengolahan dilakukan pengamatan penerapan rantai dingin, rendemen dan produktivitas. Hasil uji organoleptik bahan baku mendapatkan nilai 8 sedangkan organoleptik produk tuna cube beku mendapatkan nilai 9. Hasil uji mikrobiologi pada tuna cube  beku ALT bakteri tidak melebihi dari 5 x 10 ³ kol/g, Coliform <3, E.coli <3, Salmonella dan Vibrio cholerae Negatif serta Vibrio parahaemolyticus Negatif. Sistem rantai dingin sudah diterapkan dengan baik. Rendemen pada tahap pembentukan cube 16,38% dengan produktifitas karyawan yang memenuhi standar perusahaan. Secara keseluruhan produk tuna cube beku telah memenuhi standar SNI Tuna Steak Beku SNI 8271: 2016 untuk standar ekspor

    POPULATION PARAMETERS OF RED SNAPPER (Lutjanus malabaricus) IN ARAFURA SEA FMA 718

    Get PDF
    The utilization of red snapper (Lutjanus malabaricus) in Arafura waters is already at its optimum point and is classified as over-exploited. Information on population parameters is needed so that management can be sustainable. This study aims to determine several aspects of population parameters (Lc, Lm, L, t0, K, Z, M, F, E). The data collection method uses red snapper sampling including sex, length, and total weight in the 2021-2022 fishing period at PPP Mayangan, Probolinggo. The total number of red snapper samples was 3,077 with the smallest length being 19 cm and the largest being 89 cm. The results showed a relationship between length and weight W = 4,106.10-2 L1,730 with a value of b = 1,730, meaning that b < 3 indicates a negative allometric growth pattern. Average length caught (Lc = 50 cmTL) < Average length at maturity (Lm = 52 cmTL). Based on the Von Bertalanffy model formula, the growth parameter values are obtained, namely asymptotic length (L∞) = 96 cm, growth coefficient (K) = 0.72 per year, and age at zero length (t0) = -0.789. The growth equation is Lt = 96[1-e-0,72 (t-(-0,789))]. The value of natural mortality (=M) is 1.04 per year and the value of mortality due to fishing (=F) is 1.39 per year so the total mortality (=Z) is 2.43 per year. The exploitation value/utilization rate (=E) is 0.57. This shows that the utilization level has experienced more capture and reached the optimum level

    Pemanfaatan PLTS Dalam Usaha Peningkatan Kesehatan dan Keamanan Nelayan serta Kelestarian Lingkungan dalam Mendukung Blue Economy

    Get PDF
    Penggunaan energi listrik yang bersumber dari pembakaran energi fosil dalam kegiatan penangkapan ikan telah dilakukan sejak lama di Desa Tablolong. Energi listrik ini bersumber dari genset dan dipergunakan untuk menghidupkan lampu dan alat komunikasi dalam mendukung kegiatan penangkapan ikan. Seiring berjalannya waktu dan penggunaan energi fosil yang terus menerus tentu memberikan dampak yang kurang baik terhadap nelayan dan juga lingkungan di sekitar daerah penangkapan ikan akibat limbah yang dihasilkan. Oleh karena itu maka dilakukan usaha pemanfaatan PLTS untuk mengatasi permasalahan yang ada dengan memanfaatkan energi matahari yang melimpah di Nusa Tenggara Timur guna mendukung ekonomi biru. 24 nelayan diberikan kuesioner dalam pemanfaatan PLTS kemudian dianalisis dengan Uji Wilcoxon untuk mengetahui dampak pemanfaatan PLTS terhadap para nelayan. Hasil tes Wilcoxon menunjukkan perbedaan yang signifikan (nilai p<0,05) dalam kesehatan, keamanan, dan kelestarian lingkungan setelah pemasangan panel surya. Nilai p yang lebih kecil dari 0,001 menunjukkan perbedaan yang sangat signifikan. Hasil ini menunjukkan bahwa PLTS yang digunakan untuk mendapatkan listrik di kapal nelayan di Desa Tablolong memberikan efek yang baik.  Dampak positif dapat dilihat dari peningkatan kesehatan, keamanan dan kelestarian lingkungan yang terjadi setelah pemasangan PLTS di atas kapal

    Kajian Potensi Karbon Biru dan Habitat Penyu Daerah Konservasi Kabupaten Berau: Studi Kasus Biduk Biduk

    Get PDF
    Daerah Biduk-biduk merupakan bagian dari 285.266 ha kawasan konservasi laut daerah Berau. Lamun merupakan salah satu ekosistem pesisir yang dapat dikaitkan dengan keberadaan penyu dan potensi sebagai penyimpan karbon pesisir. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei, studi literatur dan analisis di laboratoraium. Kondisi eksisting lamun yang ditemukan dengan indeks nilai penting (INP) jenis Halophila ovalis (Ho) di P Kaniungan Besar dan Halodule pinifolia (Hp) di Teluk Sulaiman merupakan lamun berukuran kecil yang membentuk hamparan. Stok karbon pada  biomasa lamun sebesar 2,11 kgC/ha setara dengan penyerapan 7,74 kgCO2e/ha. Ekosistem lamun yang berukuran kecil membentuk hamparan menunjukkan jenis lamun yang tumbuh rapat dan merupakan makanan bagi penyu dan biota lainnya. Keberadaan rhizoma lamun akan menjaga stok karbon sedimen dan membuat  sedimen menjadi stabil. Produksi perikanan di Kecamatan Biduk-biduk meningkat 7,7 % sejak tahun 2010 sampai 2014. Sehingga diperlukan menjaga keberadaan ekosistem lamun di Kecamatan Biduk-Biduk khususnya dan Kabupaten Berau pada umumnya agar keberadaan penyu dan layanan ekosistem lamun terpelihara dengan baik

    Strategi Pengembangan Budi Daya Ikan pada Keramba Adaptif di Wilayah Pesisir: Studi Kasus di Kota Pekalongan

    Get PDF
    Budidaya ikan dengan keramba adaptif merupakan salah satu alternatif pengembangan kegiatan usaha perikanan di wilayah pesisir. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis potensi pengembangan budidaya ikan keramba adaptif sebagai bentuk adaptasi terhadap dampak banjir rob dan perubahan iklim. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Bandengan Kota Pekalongan pada bulan Juli-Agustus 2022. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan purposive sampling kemudian dilakukan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter kualitas air di lokasi budidaya masih layak dan sesuai untuk kegiatan budidaya ikan. Kemudian untuk indikator produktivitas panen masih cukup tepat dan menguntungkan jika siklus bisnis operasional ini. Selanjutnya dari analisis identifikasi faktor internal usaha, 6 unsur kekuatan dan 4 unsur kelemahan berpengaruh terhadap operasional budidaya ikan. Sedangkan dari identifikasi faktor bisnis eksternal, terdapat 5 elemen peluang dan 2 elemen ancaman yang dapat mempengaruhi siklus budidaya operasional. Dari hasil analisis matriks SWOT dengan membandingkan unsur peluang usaha, kelemahan, kekuatan, dan ancaman diperoleh titik perbandingan antara 2,04 dan 1,38, atau jika dimasukkan ke dalam matriks SWOT berada pada kuadran pertama atau kekuatan yang baik untuk menjadi dikembangkan lebih lanjut. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kegiatan budidaya ikan dengan konsep keramba adaptif sangat layak dan menguntungkan untuk dikembangkan di wilayah pesisir yang rentan terhadap banjir rob dan dampak perubahan ikli

    Front and Back Matter

    No full text

    QUALITY OF Tetraselmis sp. CULTURED BY TIGER SHRIMP AQUACULTURE WASTE AS FERTILIZER

    Get PDF
    Tiger shrimp aquaculture waste still contained amount of nutrients needed by phytoplankton for its growth. Among nutrients was resulted from intensive aquaculture still can be used by phytoplankton. Phytoplankton used nitrates and phosphates for its growth and development. Phytoplankton requires nitrate concentration in 0,9-3,5 mg/ and phosphate in 0,27-5,51 mg/l. Utilization of tiger shrimp aquaculture waste for Tetraselmis sp. quality can be seen using fluorescence microscope with the cell of Tetraselmis sp. had to stained by acridine orange before observed using fluorescence microscope. The concept of this staining when cells of Tetraselmis sp. radiated green colour showed that cells was alive whereas cells radiated orange colour showed that cells was dead or damaged. This matter caused living cells could reducted acridine orange pigment enzymatically until become green radiated cells, instead damaged cells showed orange colour. Research procedures included cultivating Tetraselmis sp. in various dosages waste of tiger shrimp aquaculture as fertilizer. This various dosages are 2 g/l, 4 g/l, 6 g/l and 8 g/l. Culture media for Tetraselmis sp. was saltwater. Sterile saltwater was put into jars about 1 L and later added wastewater to jars. Reading of protein expression helped using imageJ software that showed histogram graphics accompanied by mean. Mean resulted by graphics indicated protein could be expressed. Based on expression of fluorescence protein with 2 g/l wastewater dosage showed that amount of protein could be ecpressed was higher than other wastewater dosage by mean value from ImageJ

    Silvofishery Ecopreneurship - Strategi Untuk Pengembangan Ekosistem Mangrove Sebagai Kawasan Budi Daya Berkelanjutan

    Get PDF
    Areal hutan mangrove berpotensi untuk dikembangkan sebagai kawasan budidaya untuk meningkatkan pendapatan masyarakat di wilayah pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan kawasan budidaya pada ekosistem mangrove tanpa merusak fungsi ekologisnya. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan metodologis deksriptif kualitatif, dengan data-data primer yang diperoleh dari wawancara mendalam dengan responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling berdasarkan profesi responden. Data-data dari responden tersebut diverifikasi dengan observasi dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teknik SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats). Lokasi penelitian adalah ekosistem hutan mangrove di Kecamatan Sanrobone Kabupaten Takalar, di mana masyarakat melakukan kegiatan penangkapan dan budi daya ikan di kawasan sekitarnya. Hasil SWOT menunjukkan bahwa lokus strategi terbaik berada pada kuadran I (0,55; 0,68) (strategi agresif), yaitu memaksimalkan kekuatan serta peluang untuk meraih keuntungan berkelanjutan. Strategi tersebut mencakup tiga poin utama: (1) penerapan konsep silvofishery-ecopreneurship, yang memadukan budidaya dengan pelestarian ekosistem mangrove, dan (2) peningkatan peran lembaga masyarakat dalam pengelolaan kawasan mangrove. (3) pemberdayaan masyarakat untuk menciptakan kemandirian dengan inovasi yang berbasis kegiatan budidaya berkelanjutan. Implikasi dari hasil ini adalah bahwa pendekatan ecofishery-ecopreneurship perlu dipertimbangkan dalam pengembangan kebijakan pengelolaan hutan mangrove di berbagai lokasi. Tittle: Silvofishery Ecopreneurship – A Strategy for Developing Mangrove Ecosystem as a Sustainable Aquaculture Area Mangrove forests are potential to be developed as sustainable cultivation areas to increase the income of coastal communities. This study aims to analyze the strategy for developing cultivation areas in mangrove ecosystems without destroying their ecological functions. A qualitative descriptive method was conducted in this study based on primary data obtained from in-depth interviews. Sampling using the purposive sampling technique based on the profession of the respondent. The data of respondents are verified by observation and documentation. The data were analyzed using SWOT analysis (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats). The research location is a mangrove forest ecosystem in Sanrobone District, Takalar Regency, where the community carries out fishing and fish farming activities in the surrounding area. The SWOT analysis results show that the best strategic locus is in quadrant I (0.55; 0.68) (aggressive strategy), namely maximizing strengths and opportunities to gain sustainable profits. The strategy includes three main points: (1) application of the silvofishery-ecopreneurship concept, which combines cultivation with the preservation of mangrove ecosystems, and (2) increasing the role of community institutions in managing mangrove areas. (3) community empowerment to create independence with innovation based on sustainable cultivation activities. The implication of these results is that the ecofishery-ecopreneurship approach needs to be considered in the development of mangrove forest management policies in various locations

    Persepsi Masyarakat Untuk Pengembangan Wisata Berkelanjutan di Pesisir Madura

    Get PDF
    Pemerintah Kabupaten Bangkalan menyusun rencana untuk mengoptimalkan potensi wilayah pesisir melalui pembangunan wisata berkelanjutan di Desa Tajungan. Dalam hal ini, pelibatan masyarakat dalam perumusan kebijakan terkait merupakan hal yang sangat relevan. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi persepsi masyarakat, terutama mengenai dampak terkait, yang harus diprioritaskan penanganannya oleh pengambil kebijakan. Terdapat tiga kriteria dampak pengembangan pariwisata berkelanjutan, baik positif maupun negatif, yang dijadikan fokus perhatian dalam penelitian ini, yaitu dampak ekonomi, sosial budaya, dan lingkungan. Pendekatan penelitian bersifat kuantitatif, dengan pemilihan responden secara purposive. Jumlah responden sebanyak 25 orang dari 8 kategori. Model yang diacu dalam penelitian ini adalah Analytic Hierarchy Process. Hasil menunjukkan bahwa dampak positif yang menjadi harapan masyarakat dan harus menjadi prioritas perhatian adalah dampak ekonomi berupa dorongan untuk perkembangan kewirausahaan, dampak sosial budaya terkait penambahan infrastruktur baru, dan dampak lingkungan peningkatan kesadaran lingkungan. Sementara itu, dampak negatif yang menjadi kekhawatiran utama masyarakat dan perlu menjadi fokus perhatian pengambil kebijakan adalah dampak ekonomi terkait ketergantungan terhadap pencaharian berbasis pariwisata, dampak sosial berupa tekanan infrastruktur dan kemacetan. Implikasi kebijakan dari hasil-hasil tersebut adalah: perlunya program-program untuk mendorong kewirausahaan, misalnya melalui penyelenggaraan pelatihan dan pembimbingan usaha, dan penguatan modal usaha. Sisi infrastruktur perlu didukung dengan alokasi anggaran khusus yang diarahkan pada perbaikan jalan dan infrastruktur desa. Untuk aspek lingkungan, hasil penelitian mengarah pada implikasi tentang perlunya upaya masif untuk peningkatan kesadaran masyarakat tentang berbagai aspek lingkungan.Tittle: Community Perception for the Development of Sustainable Tourism on Coastal Madura The government of Bangkalan Regency has developed a plan to optimize the potential of the coastal area of Tajungan Village for sustainable tourism development. In this case, it is relevant to involve community in formulating related policies. The research aims to identify public perceptions, especially regarding the related impacts, that must be put in priority for by policymakers. There are three criteria of the impact of sustainable tourism development, both positive and negative, which are the focus in this study, namely economic, sociocultural, and environmental impacts. The research approach is quantitative, with a purposive selection of respondents. The number of respondents was 25 people from 8 categories. The study refer to the model of Analytic Hierarchy Process. The results of the study showed that the positive impacts, which are expected by the community and must be put in priority, are economic impacts in the form of encouragement for entrepreneurial development, sociocultural impacts related to the addition of new infrastructure and environmental impacts of increasing environmental awareness. The negative impacts, which become the community’s main concern and need to be the focus of policymakers, are economic impacts related to dependence on tourism-based livelihoods and social impacts in the form of pressure on infrastructure and congestion. Policy implications of those results are the need for entrepreneurship programs include business training and mentoring, and capital reinforcement. The infrastructure must be encourage with financial support to improve roads and village infrastructure. For environmental aspects, implications regarding the need for massive efforts to increase public awareness of various environmental aspects

    4,323

    full texts

    5,683

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    eJournal Badan Penelitan dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇