Journals of State Polytechnic of Madiun
Not a member yet
498 research outputs found
Sort by
Monitoring System Panel ATS–AMF Berbasis Internet Of Things (IoT) Cloud
Monitoring ialah pekerjaan memantau suatu hal. Pada sistem monitoring terdapat beberapa aspek yang perlu untuk diperhatikan, diantaranya adalah pendekatan pembacaan nilai dan akurat pembacaan. Dalam hal monitoring ketelitian dan keakuratan pembacaan sangatlah penting. Saat ini banyak metode yang digunakan untuk me monitoring secara jarak jauh salah satunya dengan metode Internet of things (IoT). Monitoring panel ATS-AMF dengan metode IoT dapat mempermudah kerja operator karena dapat memonitoring parameter panel darik jarak jauh melalui aplikasi cayenne pada smartphone. Monitoring ATS-AMF dengan metode IoT menggunakan modul wifi ESP 12-E berfungsi untuk mengirimkan data menuju server dan aplikasi pada smartphone sebagai penerima setiap kondisi panel ATS-AMF berubah ubah, sedangkan untuk otak dari keseluruhan sistem menggunakan Arduino Mega 2560. Setelah dilakukan monitoring didapat nilai-nilai dari panel ATS-AMF berupa tegangan dari sumber PLN dan Genset, frekuensi pada PLN, arus pada beban dan tegangan aki genset. Setiap perubahan kondisi panel ATS-AMF sistem dapat mengirim secara baik
Perancangan Solar Charge Controler Menggunakan Control Proportional Integral Derivative (PID) Pada Prototype Traffic Light
Photovoltaic adalah teknologi untuk mengubah atau mengkonversi radiasi matahari menjadi energi listrik. Sistem kontrol Proportional Integral Derivative (PID) merupakan sistem kontrol yang di gunakan secara luas. Solar charge controller mengatur kelebihan pengisian dari panel surya ke baterai sebab baterai sudah terisi penuh (over charging) dan juga mengatur kelebihan tegangan (voltase). kelebihan tegangan dan pengisian pada baterai akan mengurangi umur baterai. Buck converter merupakan salah satu converter DC-DC yang berfungsi menurunkan tegangan DC (arus searah). Buck converter mempunyai tegangan output yang lebih rendah dari pada tegangan input.Dari hasil perancangan, pengujian, dan analisa, telah berhasil dibuat topologi buck converter menggunakan control Proportional Integral Derivative (PID) pada solar charger control prototype traffic light yang dapat mempertahankan nilai tegangan charger battery yang juga tegangan perangkat system traffic light. Berdasarkan karakteristik solar cell yang digunakan, dan pemilihan battery di 12V, buck converter ini cocok di gunakan pada jam 09.00-16.00
PERANAN FASHION DAN PAKAIAN SEBAGAI KOMUNIKASI IDENTITAS SOSIAL
As one of the clearest markers of many outward appearance markers, clothing is a distinctive individual and group identity. Therefore, even though being worn in a single organization, the symbol of uniform can have its own identity and tradition. Fashion and clothing are ways that individuals use to determine themselves as individuals and express some of their uniqueness. As a form of individualistic expression, there are values in fashion that are promoted or communicated through what is displayed. Relating this concept to dress policies for students of the Madiun State Polytechnic Business Administration Study Program on certain days. In terms of context, the evaluation results using the CIPP evaluation model (context, input, process, product) shows that, the implementation of this policy supports a character that is more disciplined, obedient and orderly in regulations, creates authority through habituation and can reduce economic inequality and establish a sense of belonging towards the Study Program institutions and a sense of unity, as an identity or differentiation with other Study Program students. With regard to input, although there are various reactions to the implementation of the policy, there is no direct rejection. From the prospective of process, the means used are announcements posted on the Announcement Board of the Department and policy writing in the Guidebook. Whereas in terms of product, the changes that occur after students wear uniforms are to be more orderly, more disciplined, more controlled in acting, as well as feeling more authoritative, and can be emulatedSebagai salah satu penanda yang paling jelas dari sekian banyak penanda penampilan luar, pakaian merupakan pembeda secara perorangan maupun identitas kelompok tertentu. Artinya bahwa, meskipun berada di dalam satu wadah suatu organisasi, simbol pakaian seragam dapat memiliki identitas dan tradisi sendiri. Fashion dan pakaian merupakan cara yang digunakan individu untuk membedakan dirinya sendiri sebagai individu dan menyatakan beberapa keunikannya. Sebagai suatu bentuk dari ekspresi individualistik, di dalam sebuah fashion terdapat nilai-nilai yang ingin dipromosikan atau dikomunikasikan melalui apa yang ditampilkan. Sebagaimana kebijakan penggunaan seragam pada hari tertentu bagi mahasiswa Program Studi Administrasi Bisnis Politeknik Negeri Madiun. Dari hasil evaluasi dengan menggunakan model evaluasi CIPP (context, input, process, product) menunjukkan bahwa dari sisi context, implementasi kebijakan tersebut mampu mendorong karakter yang lebih disiplin, taat, dan tertib pada peraturan, membentuk kewibawaan melalui pembiasaan dan dapat mengurangi kesenjangan ekonomi serta membentuk sense of belonging terhadap institusi Program Studi dan sense of unity, sebagai identitas atau pembeda dengan mahasiswa Program Studi lain. Sedang dari sisi input, meskipun terdapat beragam reaksi atas implementasi kebijakan tersebut, namun tidak ada penolakan secara langsung. Kemudian dari sisi process, sarana yang digunakan adalah pengumuman yang ditempel pada Papan Pengumuman Jurusan dan tulisan di Buku Pedoman. Dari sisi product, perubahan yang terjadi setelah mahasiswa menggunakan seragam adalah menjadi lebih tertib, lebih disiplin, lebih terkontrol dalam bertindak, merasa lebih berwibawa, dan dapat diteladani
E-filling dalam Menunjang Efektivitas Kerja Karyawan
The development of ICT in various aspects including office management. Now archives have also used technology as a tool to process, access and disseminate and preserve archives. Archives that have use value are now presented and accessed through electronic media. At the Business Administration Department of Madiun State Polytechnic has been acting as an archive processing unit and also manages electronic records. Therefore, in this study wanted to find out how far the use of electronic archives in the Business Administration Department of Madiun State Polytechnic in supporting the effectiveness of employee performance by managing archives. This type of research is a qualitative descriptive study. Where the object of this research is electronic archives in the Business Administration Department of Madiun State Polytechnic. Data collection techniques use observation, interviews and documentation. Data analysis techniques in this study use interactive analysis models. Based on the results of the study showed the use of E-filling has not been able to fully support the work effectiveness of the administrative staff of the Department of Business Administration, Madiun State Polytechnic.Dengan semakin berkembangnya TIK diberbagai aspek termasuk juga bidang perkantoran. Kini kearsipan juga telah memanfaatkan teknologi sebagai alat untuk mengolah, mengakses dan menyebarkan serta melestarikan arsip. Arsip-arsip yang memiliki nilai guna sekarang telah disajikan dan diakses melalui media elektronik. Pada Jurusan Administrasi Bisnis Polieknik Negeri Madiun selama ini bertindak sebagai unit pengolah arsip juga mengelola arsip elektronik. oleh karena itu, dalam penelitian ini ingin mengetahui sejauh mana pemanfaatan arsip elektronik di Jurusan Administrasi Bisnis Polieknik Negeri Madiun dalam menunjang efektivitas kinerja karyawan dengan mengelelo arsip secara elektronik . Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Dimana objek penelitian ini adalah arsip elektronik di Jurusan Administrasi Bisnis Polieknik Negeri Madiun. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan model analisis interaktif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan penggunaan E-filling belum mampu sepenuhnya menunjang efektivitas kerja pada karyawan bagian administrasi Jurusan Administrasi Bisnis Politeknik Negeri Madiun
PEMANFAATAN KOMUNIKASI DARI MULUT KE MULUT (WORD OF MOUTH) DALAM BISNIS AYAM PANGGANG GANDU
The strategy used by the Gandu Roast Chicken business actors in building consumer perception is done by forming positive quality perceptions through the attributes of roasted chicken products, especially in terms of quality, features, price, and service excellence. The excellence of the products and services presented has made consumers satisfied and finally shared their experiences with others. The occurrence of oral, written, and electronic communication through WOM (word of mouth) and E-WOM (electronic word-of-mouth) between communities encourages the formation of brand identity and gives rise to brand image, positive perceptions in the minds of consumers related to Chicken Roasted Gandu. Whether we realize it or not, consumers who are satisfied with the quality of products and services have promoted it, recommending it to others around them. Information about excellence that is spread through E-WOM obtained from others has a strong influence. Recommendations from other consumers are more reliable, because they are independent, non-commercial, honest, and have no relationship with business actors. Besides that, the range of its spread is also very wide, because it takes place on social networking sites of the internet and social media that have no geographical restrictions, time or social ties, so before deciding to buy a product, consumers can get many opportunities to exchange information easily and effectively. Utilization of E-WOM can increase sales significantly in a relatively fast timeStrategi yang digunakan para pelaku usaha Ayam Panggang Gandu dalam membangun persepsi konsumen dilakukan dengan cara membentuk persepsi kualitas positif melalui atribut produk ayam panggang, khususnya dari sisi kualitas, fitur, harga, dan pelayanan prima. Keungggulan produk dan layanan yang dihadirkan telah membuat konsumen puas dan akhirnya menceritakan pengalamannya kepada orang lain. Terjadinya komunikasi lisan, tertulis, dan elektronik melalui WOM (word of mouth) dan E-WOM (electronic word-of-mouth) antar masyarakat mendorong terbentuknya brand identity dan menimbulkan brand image, persepsi positif di benak konsumen terkait Ayam Panggang Gandu. Disadari atau tidak, konsumen yang puas dengan kualitas produk dan layanan telah melakukan promosi, merekomendasikan kepada orang lain di sekitarnya. Informasi keunggulan yang tersebar melalui E-WOM yang diperoleh dari orang lain memiliki pengaruh kuat. Rekomendasi dari konsumen lain lebih dapat dipercaya, karena bersifat mandiri, non komersial, jujur, dan tidak ada hubungan dengan para pelaku usaha. Disamping itu daya jangkau penyebarannya pun sangat luas, karena berlangsung di situs jejaring sosial (social networking sites) internet dan media sosial yang tidak ada batasan geografis, waktu maupun ikatan sosial, sehingga sebelum memutuskan untuk membeli suatu produk, konsumen dapat memperoleh banyak kesempatan untuk bertukar informasi dengan mudah dan efektif. Pemanfaatan E-WOM dapat meningkatkan penjualan secara signifikan dalam waktu relatif cepat
SERVICE EXCELLENCE, DAMPAK DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN DAN LOYALITAS PELANGGAN
The purpose of this article is to convey the influence and impact of excellent service on customer satisfaction and loyalty. Excellent service is one of the efforts made by the company to serve customers as well as possible, so as to provide satisfaction to customers and meet the needs and desires of customers, both in the form of products or services. Excellent service is the best service provided by the company to meet the expectations and needs of customers, both customers within the company and outside the company. In excellent service there are two interrelated elements, namely service and quality. Both elements are very important to be considered by service personnel (salespeople, traders, waiters, or salesmen). Quality Service (Service Excellence) can create satisfaction and can create customer loyalty without going through customer satisfaction. The concept of excellent service can be applied to various organizations, agencies, governments, or business companies.Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menyampaikan pengaruh dan dampak dari pelayanan prima terhadap kepuasan dan loyalitas pelanggan. Pelayanan prima adalah salah satu usaha yang dilakukan perusahaan untuk melayani pembeli (pelanggan) dengan sebaik-baiknya, sehingga dapat memberikan kepuasan kepada pelanggan dan memenuhi kebutuhan serta keinginan pelanggan, baik yang berupa produk barang atau jasa. Pelayanan prima adalah pelayanan terbaik yang diberikan perusahaan untuk memenuhi harapan dan kebutuhan pelanggan, baik pelanggan didalam perusahaan maupun diluar perusahaan. Dalam pelayanan prima terdapat dua elemen yang saling berkaitan, yaitu pelayanan dan kualitas. Kedua elemen tersebut sangat penting untuk diperhatikan oleh tenaga pelayanan (penjual, pedagang, pelayan, atau salesman). Pelayanan Prima (Service Excellence) yang berkualitas dapat menciptakan kepuasan dan dapat menciptakan Loyalitas pelanggan tanpa melalui kepuasan pelanggan. Konsep pelayanan prima dapat diterapkan pada berbagai organisasi, instansi, pemerintah, ataupun perusahaan bisnis
PERANAN HOME INDUSTRY GENTENG TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI PENGUSAHA KECIL GENTENG
Indonesia\u27s economic strength basically lies on the micro, small and medium sectors (MSME). From the population of business entrepreneurs which reaches the total of 99.9%, this sector is able to absorb employment of 96.7% or 114,819,199 people and reach 60.34% of Indonesia\u27s gross domestic product (GDP). This data shows that the MSME business has a very strategic role in Indonesia economy. Besides being a major player in economic activities in various sectors, MSMEs are also the largest providers of employment, important players in the development of local economic activities and in community empowerment, as creators of new markets and resources, and have an important role in maintaining the balance of payments through Export activities. On a small scale, the roof tile house industry in Gulun Village, Maospati District, Magetan Regency shows no less importance in the socio-economic life of the Gulun Village community. The home industry implications for the social life of the Gulun Village community which include jobs, income, and education level are very significant. The functioning of the roof tile house industry as a village financial institution so far has supported the creation of community welfare in Gulun Village. Besides absorbing a lot of labor, these entrepreneurs are able to send their children to a higher education level, some of them even reach university level.Kekuatan ekonomi Indonesia pada dasarnya berada di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dari populasi pelaku usaha yang mencapai 99,9%, sektor usaha ini mampu menyerap tenaga kerja sebesar 96,7% atau 114.819.199 orang dan secara agregat telah menyumbang sekitar 60,34% terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Data tersebut menunjukkan bahwa bisnis UMKM memiliki peran yang sangat strategis dalam perekonomian Indonesia. Disamping berkedudukan sebagai pemain utama dalam kegiatan ekonomi di berbagai sektor, UMKM juga merupakan penyedia lapangan kerja yang terbesar, pemain penting dalam pengembangan kegiatan ekonomi lokal maupun dalam pemberdayaan masyarakat, sebagai pencipta pasar baru dan sumber inovasi, serta memiliki peran cukup penting dalam menjaga neraca pembayaran melalui kegiatan ekspor. Dalam skala kecil, home industrygenteng di Desa Gulun, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan menunjukkan tak kalah penting peranannya dalam kehidupan sosial ekonomi masyarakat Desa Gulun. Implikasi home industryini terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat Desa Gulun yang meliputi pekerjaan, pendapatan, dan tingkat pendidikan sangat signifikan. Seiring dengan berfungsinya home industry genteng sebagai lembaga perekonomian utama Desa selama ini telah mendorong terciptanya kesejahteraan masyarakat di Desa Gulun. Disamping banyak menyerap tenaga kerja,dari pendapatan home industry ini para pelaku usaha mampu menyekolahkan anak-anaknya pada jenjang yang lebih tinggi, bahkan sebagian di antaranya mencapai jenjang perguruan tinggi
STRATEGI RETENSI KARYAWAN DALAM PENURUNAN ANGKA TURNOVER
Employee retention that is not done well in a company will result in high turnover rates. And the company\u27s losses can not be avoided again when the turnover rate is very high because it will also affect the additional costs of recruitment and training of new employees, the decline of certain unit performance, and also the loss of knowledge and skills capital that has been given by the company. Regarding high turnover rates in a company, the Personnel Unit is required to be able to manage human resources well which is able to reduce the turnover rate. There are five types of employee retention strategies, namely compensation, fulfillment of employee expectations, employee induction, attention to employees\u27 families, and employee training and development.Retensi karyawan yang tidak dilakukan dengan baik dalam sebuah perusahaan akan berakibat pada tingginya angka turnover. Dan kerugian perusahaan tidak dapat dielakkan lagi ketika angka turnover sangat tinggi karena akan berdampak pula terhadap penambahan biaya rekrutmen dan pelatihan karyawan baru, turunnya kinerja unit tertentu, dan juga hilangnya modal pengetahuan dan keterampilan yang telah diberikan perusahaan. Terkait angka turnover yang tinggi pada suatu perusahaan, Unit Personalia dituntut mampu melakukan pengelolaan sumber daya manusia dengan baik yang mampu menekan angka turnover tersebut. Ada lima macam strategi retensi karyawan yaitu kompensasi, pemenuhan harapan karyawan, induksi karyawan, perhatian terhadap keluarga karyawan, serta pelatihan dan pengembangan karyawan