Jurnal Kesehatan Indra Husada
Not a member yet
    212 research outputs found

    HUBUNGAN STATUS KEPESERTAAN, DAN PROVINSI DENGAN PEMANFAATAN PELAYANAN PROMOTIF DAN PREVENTIF BPJS KESEHATAN DI INDONESIA: (Menggunakan Data Sampel BPJS Kesehatan Tahun 2015-2018)

    No full text
    ABSTRACT JKN is one of the government programs organized by the Health Social Security Administering Body to organize a health service system for the entire community in order to improve the health status of the community through health provided to participants to obtain health care benefits and protection in meeting basic health needs. This study is to analyze the factors that influence the use of promotive and preventive services from BPJS Health in Indonesia in 2015-2018.   This study uses a quantitative method with a cross sectional research design. The population in this study were participants of the 2015-2018 BPJS Health Indonesia, amounting to 200,259,147 people, and using samples from the 2015-2018 BPJS Kesehatan website as many as 4,317,826 participants. The hypothesis test in this study uses the Chi-Square test because the data used is categorical data. The independent variables include membership status and province while the dependent variable is the accessibility of promotive and preventive services. The results of this study indicate that there is a relationship between membership status and accessibility of promotive and preventive services with a p-value of 0.000 ≤ 0.05, and, there is also a relationship between province and accessibility of promotive and preventive services with a p-value of 0.000 ≤ 0.05. The conclusion of this study is that membership status and province are related to the utilization of promotive and preventive services by BPJS Health participants in Indonesia. FKTP It is necessary to increase socialization and promotion of health for the services of the BPJS Health program to the entire community. The BPJS Health program can be utilized as well as possible by the community. Keywords : Accessibility, BPJS Health insurance, Promotive and PreventiveABSTRAK JKN merupakan salah satu program dari pemerintahan yang diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosisal Kesehatan untuk menyelenggarakan sistem pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui kesehatan yang diberikan kepada peserta untuk memperoleh manfaat pemeliharaan kesehatan dan perlindungan dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatan. Tujuan dalam penelitian ini untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi pemanfaatan pelayanan promotif dan preventif dari BPJS Kesehatan di Indonesia pada Tahun 2015-2018.             Metode penelitian ini menggunakan metode Analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini merupakan peserta BPJS Kesehatan Indonesia tahun 2015-2018 yang berjumlah 200.259.147 jiwa, dan menggunakan sampel dari website BPJS Kesetan tahun 2015-2018 sebanyak 4.317.826 peserta. Uji hipotesis pada penelitian ini menggunakan uji Chi-Square karena data yang digunakan adalah data kategorik. Variabel independen antara lain status kepesertaan dan provinsi sedangkan variabel dependen adalah Aksesibilitas pelayanan promotif dan preventif.             Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada hubungan antara status Ekonomi dengan aksesibilitas pelayanan promotif dan preventif dengan p-value 0.000 ≤ 0.05, dan, ada hubungan pula antara letak Geografis dengan aksesibilitas pelayanan promotif dan preventif dengan p-value 0.000 ≤ 0.05.             Simpulan penelitian ini adalah faktor status kepersertaan dan provinsi berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan promotif dan preventif oleh peserta BPJS Kesehatan di Indonesia. FKTP Perlu memperbanyak sosialisasi dan promosi kesehatan terhadap pelayanan program BPJS Kesehatan kepada seluruh masyarakat program BPJS Kesehatan dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh masyarakat.   Kata Kunci                : Akesesibilitas, BPJS Kesehatan, Promotif  dan Preventi

    YOGA PRENATAL DALAM MENGURANGI EMESIS GRAVIDARUM

    No full text
    Morning sickness or Emesis gravidarum (nausea, vomiting) is a discomfort that occurs in the first trimester of pregnancy caused by increased levels of the hormones estrogen, progesterone and HCG (Hormone Chorionic Gonadotropin). The increase in these hormones triggers discomfort and anxiety. Pregnant women who continuously experience emesis gravidarum will feel worried about the insufficient nutrition of the fetus they are carrying. This will indirectly have an impact on the psychological health of pregnant women. This study aims to determine the effect of prenatal yoga in reducing emesis gravidarum. This type of research is quasy experiment with a one group pretest-posttest design approach. The population in this study were all pregnant women with gestational age ≤ 12 weeks. Samples were all pregnant women of gestational age ≤ 12 weeks with emesis gravidarum. The sampling technique used is purposive sampling. The data collection instrument is a questionnaire. Data were analyzed using homogeneity test and paired sample t test. Results: Homogeneity test for the characteristics of each group which includes age, parity, occupation and income, shows a p value > 0.05. The non-parametric Wilcoxon test results obtained a p value of 0.003 (p <0.05). There are differences in the scale of nausea and vomiting before and after the implementation of prenatal yoga. Suggestion: Pregnant women should be active in participating in prenatal yoga activities provided by the nearest health facility in order to improve physical fitness and psychological health, especially in reducing anxiety due to emesis gravidarum.Morning sickness atau Emesis gravidarum (mual muntah) merupakan ketidaknyamanan yang terjadi pada kehamilan trimester I yang disebabkan karena peningkatan kadar hormon estrogen, progesterone dan HCG (Hormon Chorionic Gonadotropin). Peningkatan hormon tersebut memicu rasa tidak nyaman dan kecemasan. Ibu hamil yang terus menerus mengalami emesis gravidarum akan merasakan kekhawatiran akan ketidakcukupan nutrisi janin yang sedang dikandung. Hal ini secara tidak langsung akan berdampak pada kesehatan psikis ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh yoga prenatal dalam mengurangi emesis gravidarum. Jenis penelitian quasy eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil dengan usia kehamilan ≤ 12 minggu. Sampel adalah semua ibu hamil usia kehamilan ≤ 12 minggu dengan emesis gravidarum. Teknik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling. Instrument pengumpulan data yaitu kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji homogenitas dan paired sample t test. Hasil : Uji homogenitas terhadap karakteristik masing-masing kelompok yang meliputi usia, paritas, pekerjaan dan pendapatan, menunjukkan nilai p > 0.05. Hasil uji non parametrik Wilcoxon test diperoleh nilai p 0.003 (p< 0.05). Terdapat perbedaan skala mual muntah sebelum dan setelah pelaksanaan yoga prenatal. Saran: Ibu hamil sebaiknya aktif dalam mengikuti kegiatan yoga prenatal yang disediakan faskes terdekat guna untuk meningkatkan kebugaran tubuh dan kesehatan psikis khususnya dalam mengurangi kecemasan akibat emesis gravidarum

    HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG ANEMIA DENGAN KEPATUHAN MENGKONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH DI DESA CITAMIANG WILAYAH KERJA PUSKESMAS KADUDAMPIT KABUPATEN SUKABUMI

    No full text
    Anemia in pregnancy is a condition where the hemoglobin level is <11gr/dl. Compliance of pregnant women with taking iron supplement tablets during pregnancy can prevent anemia. Factors that can affect compliance is knowledge. The purpose of this study was to determine the relationship between pregnant women\u27s knowledge about anemia and adherence to consuming blood-supplemented tablets in Citamiang Village, Working Area of ​​the Kadudampit Health Center, Sukabumi Regency. Knowledge is the result of knowing after people sense an object. Compliance is the stage where the patient carries out the treatment method and behavior suggested by the health worker. This type of research is correlational research. The population is a group of researchers who are determined to draw conclusions with a sample of 46 respondents. How to take samples using total sampling. Hypothesis analysis using Somer\u27s Correlation d. The results showed that most of them had less knowledge and most had moderate adherence. The results of the correlation test obtained a P-value of 0.004, which means H0 was rejected, the somers\u27 correlation value was 0.415. This research can be interpreted that there is a relationship between knowledge about anemia and adherence to consuming iron tablets. It is hoped that the Kadudampit Health Center will provide guidance to cadres to increase the motivation of pregnant women to always have their pregnancies checkedAnemia dalam kehamilan adalah kondisi kadar hemoglobin <11gr/dl. Kepatuhan Ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet tambah darah selama kehamilan dapat mencegah anemia. Faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya kepatuhan adalah pengetahuan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan Ibu hamil tentang anemia dengan kepatuhan mengkonsumsi tablet tambah darah di Desa Citamiang Wilayah Kerja Puskesmas Kadudampit Kabupaten Sukabumi. Pengetahuan merupakan hasil tahu setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek. Kepatuhan merupakan tahap pasien melaksanakan cara pengobatan serta perilaku yang disarankan oleh petugas kesehatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasional. Populasi adalah sekumpulan orang ditetapkan peneliti untuk ditarik kesimpulannya dengan sampel sebanyak 46 responden. Cara pengambilan sampel menggunakan total sampling. Analisis hipotesis menggunakan Korelasi Somer’s d.  Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar memiliki pengetahuan yang kurang dan Sebagian besar memiliki kepatuhan sedang. Hasil uji korelasi didapatkan P-value 0.004 yang berarti H0 ditolak, nilai korelasi somer’s d 0.415. Penelitian ini dapat disimpulkan ada hubungan pengetahuan tentang anemia dengan kepatuhan mengkonsumsi tablet tambah darah. Diharapkan Puskesmas Kadudampit melakukan pembinaan kepada kader untuk meningkatkan motivasi Ibu hamil agar selalu memeriksakan kehamilannya

    HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH ORANG TUA DENGAN PERILAKU BULLYING PADA REMAJA

    No full text
    bullying behavior which is all forms of oppression or violence that is carried out intentionally by one or a group of people who are stronger or more powerful towards others where bullying behavior is caused by poor parenting in educating teenagers. In addition, bullying behavior can be carried out directly in the form of verbal bullying and nonverbal/nonphysical bullying.The purpose of this study was to determine the relationship between parenting and bullying behavior in adolescents. This study uses a systematic literature review method that combines literature search and selection based on Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta analyzes (PRISMA). In the process of identifying the literature, it uses relevant keywords. The results of 4 articles research show that there is a relationship between parenting patterns and bullying behavior in teenagers. Whereas, 1 article shows that there is no relationship between parenting patterns and bullying behavior in teenagers, because there are several other factors that influence but cannot be controlled. The conclusion of this study is that parenting is related to bullying behavior in teenagers. However, the suggestions addressed to parents should be more concerned with their children, so that they can avoid bullying behavior both as victims or perpetrators, as well as there must be an active role for parents in increasing children\u27s confidence.Perilaku bullying merupakan segala bentuk penindasan atau kekerasan yang dilakukan dengan sengaja oleh satu atau sekelompok orang yang lebih kuat atau berkuasa terhadap orang lain dimana perilaku bullying ini disebabkan oleh karena pola asuh orang tua yang kurang baik dalam mendidik remaja, perilaku bullying dapat dilakukan secara langsung yang berupa verbal bullying dan Nonverbal/nonphysical bullying Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pola asuh orang tua dengan perilaku bullying pada remaja. Metode penelitian ini menggunakan metode systematic literature review. Pencarian dan seleksi literature berdasarkan Prefered Reporting Items for Systematic Reviews and Meta analyses (PRISMA). Proses identifikasi literature menggunakan kata kunci yang relevan. Hasil penelitian dari 4 artikel menunjukan ada hubungan antara pola asuh orang tua dengan perilaku bullying pada remaja dan 1 artikel menunjukan tidak ada hubungan antara pola asuh orang tua dengan perilaku bullying pada remaja karena ada beberapa faktor lain yang mempengaruhi tetapi tidak bisa dikendalikan. Simpulan penelitian ini pola asuh orang tua berhubungan dengan perilaku bullying pada remaja. Saran ditujukan kepada orang tua harus lebih peduli dengan anak, sehingga dapat menghindari dari perilaku bullying baik sebagai korban maupun pelaku, begitu juga harus ada peran aktif orang tua dalam meningkatkan kepercayaan diri anak

    KECEMASAN PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II BERDASARKAN LAMANYA SAKIT

    No full text
    Diabetes mellitus (DM) is a chronic disease that occurs when the pancreas does not produce enough insulin or when the body cannot effectively use the insulin produced. Someone who has diabetes mellitus is required to undergo several treatments, changes in lifestyle and regulation of food  consumption. Changes in life can result in people with diabetes mellitus showing negative psychological reactions including anxiety. The purpose of this study was to determine the anxiety in patients with type II diabetes mellitus based on the duration of illness in the Internal Diseaase Room of Waled Hospital, Cirebon Regency. This type of research is descriptive quantitative with a retrospektif approach. The population in this study were all type II diabetes mellitus patients who were treated in the Internal Diseaase Room of Waled Hospital, Cirebon Regency in 2018 with 224 people and 69 people using the purposive sampling method. Data analysis was performed using univariate analysis with percentage. The results showed that more than a portion of respondents experienced moderate anxiety as many as 45 people (55.2%) and more than some respondents suffered from type II diabetes mellitus ≤ 5 years as many as 41 people (59.4%). It is expected that patients with type II diabetes mellitus can improve their ability to reduce their anxiety levels by doing positive things, such as attending dietary counseling for patients with type II diabetes mellitusDiabetes melitus (DM) adalah penyakit kronis yang terjadi ketika pankreas tidak memproduksi insulin yang cukup atau ketika tubuh tidak dapat secara efektif menggunakan insulin yang dihasilkan. Seseorang yang mengalami penyakit diabetes melitus diharuskan menjalani beberapa pengobatan, perubahan pola hidup dan pengaturan konsumsi makanan. Perubahan dalam hidup dapat mengakibatkan penderita diabetes melitus menunjukkan reaksi psikologis yang negatif diantaranya adalah kecemasan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kecemasan pada pasien diabetes melitus tipe II berdasarkan lamanya sakit. Jenis penelitian adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan restrospektif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien diabetes melitus tipe II yang dirawat di Ruang Rawat Inap Penyakit Dalam RSUD Waled Kabupaten Cirebon pada tahun 2018 sebanyak 224 orang dan pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling sebanyak 69 orang. Analisa data dilakukan dengan menggunakan analisa univariat dengan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari sebagian responden mengalami kecemasan sedang sebanyak 45 orang (55,2%) dan lebih dari sebagian responden menderita diabetes melitus tipe II ≤ 5 tahun sebanyak 41 orang (59,4%). Diharapkan pasien diabetes melitus tipe II dapat meningkatkan kemampuannya dalam menurunkan tingkat kecemasannya dengan melakukan halhal yang positif, seperti mengikuti konseling mengenai diet untuk pasien diabetes melitus tipe II

    HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PERILAKU IBU HAMIL DALAM MELAKSANAKAN PEMERIKSAAN KEHAMILAN DIMASA PANDEMI CORONA VIRUS DISEASE 2019 (COVID-19)

    No full text
    The non-natural disaster, COVID-19, has been declared as a global pandemic that  impact on the high death rate. Maternal and neonatal health services are one of the affected  terms in access and quality.  It is feared that this leads to an increase in morbidity and mortality of mothers and newborns. Pregnant women have a higher risk of serious illness, higher morbidity and mortality than the general population. The purpose of this study was to analyze the relationship between knowledge and attitudes of pregnant women’s behavior in checking her pregnancy during the Covid-19 pandemic. The research method used a Cross Sectional Study, with  population were  pregnant women whom  had Ante Natal Care   at RSAB Harapan Kita - Jakarta. The number of  samples were 50 pregnant women. Data Analysis used by chi-square test to looking for  a relationship between knowledge and attitude variables and behavior variables. The results showed that was a low level of knowledge  not related to behavior with a value of 0.493, but a positive attitude resulted in positive behavior with a value of 0.018. The result also shown,  the factor related to the behavior of the mother in the implementation of Ante Natal Care  was  attitude. The conclusion of the study was  there is no relationship between knowledge and behavior, but attitudes have a relationship with the behavior of pregnant women in checking their pregnancy at RSAB Harapan Kita - Jakarta   Keyword : Covid-19, pregnant women, pregnancy, ante natal careBencana nonalam COVID-19, telah ditetapkan sebagai pandemi global yang berdampak terhadap tingginya angka kematian. Pelayanan kesehatan maternal dan neonatal menjadi salah satu layanan yang terkena dampak baik secara akses maupun kualitas. Dikhawatirkan, hal ini menyebabkan adanya peningkatan morbiditas dan mortalitas ibu dan bayi baru lahir. Ibu hamil memiliki risiko lebih tinggi untuk terjadinya penyakit berat, morbiditas dan mortalitas lebih tinggi dibandingkan dengan populasi umum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan pengetahuan dan sikap ibu hamil dengan perilaku dalam memeriksakan kehamilan dimasa pandemik Covid.19. Metode penelitian menggunakan Cross Sectional Study terhadap 50 orang dari populasi ibu hamil yang memeriksakan kehamilan di RSAB Harapan Kita - Jakarta. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 50 ibu hamil. Analisis data menggunakan uji chi-kuadrat untuk melihat ada tidaknya hubungan antara variabel pengetahuan dan sikap dengan variabel perilaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan yang rendah tidak berhubungan dengan perilaku dengan nilai ρ 0,493, namun sikap yang positif menghasilkan perilaku yang positif dengan nilai ρ 0,018. Dari hasil penelitian ini dapat dilihat bahwa faktor yang berhubungan dengan perilaku ibu dalam pelaksanaan pemeriksaan kehamilan adalah sikap. Kesimpulan pada penelitian adalah tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dengan perilaku, namun sikap mempunyai hubungan dengan perilaku ibu Hamil dalam memeriksakan kehamilanya di RSAB Harapan Kita - Jakarta.   Kata Kunci : Covid.19, ibu hamil, pemeriksaan kehamilan. &nbsp

    HUBUNGAN ANTARA PERILAKU PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK (PSN) DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD)

    No full text
    HF in Indonesia in 2019 was 51.48 per 100,000 population, an increase from two years ago, namely 2016 and 2017 when the DHF incidence rate (IR) was 26.1 and 24.75 per 100,000 population. . Based on the case fatality rate (CFR), it seems to have decreased slightly from 0.71% in 2018 to 0.67% in 2019. The purpose of this study was to determine the relationship between mosquito nest eradication behavior (PSN) and the incidence of dengue hemorrhagic fever (DHF). The type of research used is a literature review with a systematic literature review method, the number of articles reviewed is 5 articles , the process of analyzing articles with techniques for finding similarities, providing views, comparing, and summarizing. The result of this study is that there is a relationship between mosquito nest eradication behavior (PSN) and the incidence of dengue hemorrhagic fever (DHF). The existence of a relationship can be seen from several studies which state that many family heads do not carry out PSN properly. The conclusion of this study is that there is a significant relationship between PSN behavior and the incidence of DHF. So the head of the family is expected to be able to set an role model for his family to carry out behavior in eradicating mosquito nests properly so as to reduce the incidence of DHF.Berdasarkan data dari Kemenkes RI tahun 2019 Incidence rate (IR) DBD di Indonesia tahun 2019 sebesar 51,48 per 100.000 penduduk, meningkat daripada dua tahun lalu yakni 2016 dan 2017 saat incidence rate (IR) DBD sebesar 26,1 dan 24,75 per 100.000 penduduk. berdasarkan angka kematian atau case fatality rate (CFR) terlihat menurun sedikit dari tahun 2018 sebesar 0,71%  menjadi 0,67% di 2019. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara perilaku pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan kejadian demam berdarah dengue (DBD). Jenis penelitian yang digunakan adalah literature review dengan metode systematic literature review, jumlah artikel yang di review sebanyak 5 artikel, proses analisis artikel dengan teknik mencari kesamaan, memberikan pandangan, membanding, dan meringkas. Hasil penelitian ini adalah terdapat hubungan antara perilaku pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan kejadian demam berdarah dengue (DBD). Adanya hubungan dilihat dari beberapa penelitian yang menyatakan kepala keluarga banyak yang tidak melaksanakan PSN dengan baik. Simpulan dari penelitian ini adalah adanya hubungan signifikan antara perilaku PSN dengan kejadian DBD. Maka kepala keluarga diharapkan dapat memberi contoh bagi  keluarganya agar melaksanakan perilaku dalam memberantas sarang nyamuk dengan baik sehingga dapat mengurangi angka kejadian DB

    HUBUNGAN PENGETAHUAN SISWI TENTANG VULVA HYGIENE DENGAN KEJADIAN KEPUTIHAN PADA SISWI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 4 KOTA SUKABUMI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KARANGTENGAH KOTA SUKABUMI

    No full text
    One of the adolescent problems is the lack of maintaining cleanliness in the female organs which can lead to several consequences, such as vaginal discharge in adolescents, including adolescents in Junior high School Students State 4 Sukabumi City. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge of vulvar hygiene and the incidence of vaginal discharge. Vaginal discharge is a condition in which the vagina secretes fluid or mucus. Vaginal discharge is not always a disease because there is also a normal vaginal discharge. This type of research is correlational with a cross sectional approach. The population is all students at hight School State 4 high School Students State 4 Sukabumi City, namely 289 students with a sample of 168 students and using the Proportional Stratification Random Sampling technique. There are 25 valid statement items out of 30 statement items. The reliability results of the 25 valid statement items are 0.630. Data collection techniques using questionnaires and statistical analysis using phi correlation. Based on the results of the study, it was found that the knowledge of respondents in the poor category was 118 respondents (70.2%) and the incidence of vaginal discharge had experienced vaginal discharge as many as 136 respondents (81%). Result p-value = 0.004. So this study shows that there is a relationship between students\u27 knowledge of vulvar hygiene and the incidence of vaginal discharge. Based on the conclusion, there is a relationship between knowledge of vulvar hygiene and the incidence of vaginal discharge. It is hoped that the Karangtengah Health Centre will further optimize the youth health program by providing counseling to schools regarding clean behavior that must be owned by every school member.Salah satu masalah remaja yaitu kurangnya menjaga kebersihan pada organ kewanitaan yang dapat menimbulkan beberapa akibat, seperti keputihan pada remaja termasuk remaja yang ada di Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Kota Sukabumi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan vulva hygiene dengan kejadian keputihan. Keputihan adalah kondisi vagina mengeluarkan cairan atau lendir. Keputihan tidak selamanya merupakan penyakit karena ada juga keputihan yang normal. Jenis penelitian adalah korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasinya adalah seluruh siswi di Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Kota Sukabumi yaitu 289 siswi dengan sampel 168 siswi dan menggunakan teknik Proportional Stratifikasi Random Sampling. Item pernyataan yang valid sebanyak 25 item dari 30 item pernyataan. Hasil reliabilitas dari 25 item pernyataan yang valid sebesar 0,630. Teknik pengambilan data menggunakan kuesioner dan analisis statistik menggunakan korelasi phi. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan pengetahuan responden dalam kategori kurang 118 responden (70,2%) dan kejadian keputihan pernah mengalami keputihan sebanyak 136 responden (81%). Hasil p-value = 0,004. Maka penelitian ini menunjukan terdapat hubungan antara pengetahuan siswi tentang vulva hygiene dengan kejadian keputihan. Berdasarkan simpulan, terdapat hubungan pengetahuan vulva hygiene dengan kejadian keputihan. Diharapkan bagi Puskesmas Karangtengah lebih mengoptimalkan program kesehatan remaja dengan memberikan konseling terhadap sekolah mengenai perilaku bersih yang harus dimiliki oleh setiap anggota sekola

    KETERATURAN ANC TERHADAP KEPATUHAN KONSUMSI TABLET BESI SELAMA KEHAMILAAN

    No full text
    Background: Iron deficiency is still a health problem for pregnant women in Indonesia with a prevalence of 37.1%. This study aims to determine the relationship between ANC regularity and consumption of iron tablets during pregnancy. Methods: This type of research uses observational analytic using a cross sectional design. The sampling technique is tolat sampling, with a total sample of 52 respondents. Data were taken by observing retrospective data from respondents\u27 medical records. The analysis technique uses the Chi-Square test. Results: The statistical test results showed a significant relationship between the regularity of ANC and adherence to iron tablet consumption during pregnancy (pv=0.002). Conclusion: Obedience of pregnant women in consuming iron tablets is very important for monitoring, this monitoring can be done when the mother visits the ANC.Latar Belakang: Defisiensi besi measih menjadi masalah kesehatan ibu hamil di Indonesia dengan prevalensi 37,1%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan keteraturan ANC terhadap konsumsi tablet besi selama kehamilan. Metode: Jenis penelitian menggunakan analitik obsevasional dengan menggunakan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampe tolat sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 52 responden. Data diambil dengan observasi data retrospektif catatan medik responden. Teknik Analisa menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil uji statistic ada hubungan yang signifikan antara keteraturan ANC terhadap kepatuhan konsumsi tablet besi selama kehamilan (pv=0.002). Kesimpulan: Kapatuhan ibu hamil dalam konsumsi tablet besi sangat penting dilakukan pemantauan, pemantauan ini dapat dilakukan pada saat ibu melakukan kunjungan ANC

    PENGARUH BEBAN KELUARGA, STRATEGI KOPING DAN SELF EFFICACY TERHADAP KEMAMPUAN KELUARGA DALAM MERAWAT PASIEN SKIZOFRENIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BAROS KOTA SUKABUMI

    No full text
    The number of mental disorders every year has increased very significantly and continues to grow. Schizophrenia is a chronic psychotic disorder that has an impact not only on the sufferer but also on his family so that the ability of the family is needed in caring for family members. Family ability is influenced by family burden, coping strategies and self efficacy. The purpose of the study was to determine the effect of family burden, coping strategies and self-efficacy on the ability of families to treat schizophrenia patients in the Baros Public Health Center, Sukabumi City. This study uses a correlational method with a cross sectional approach. The population and sample were all families who cared for schizophrenia patients in the Baros Public Health Center, Sukabumi City, with 30 respondents using total sampling technique. The instrument used for the family burden variable is the Zarit Burden Interview (ZBI), for self-efficacy using the General Self Efficacy instrument, for coping strategies using Brief COPE, while measuring the dependent variable, namely the family\u27s ability, refers to a questionnaire and observation sheet modified from FAD ( Family Assessment Device). Statistical analysis in this study using simple regression analysis and multivariate analysis using multiple regression analysis. The results showed that there was an influence of family burden, coping strategies and self-efficacy on the family\u27s ability to treat schizophrenia patients in the Baros Public Health Center, Sukabumi City.  Jumlah gangguan jiwa setiap tahunnya mengalami peningkatan yang sangat signifikan dan terus bertambah. Skizofrenia termasuk gangguan psikotik kronis yang memiliki dampak tidak hanya masalah bagi penderita namun berdampak juga bagi keluarganya sehingga kemampuan keluarga sangat diperlukan dalam merawat anggota keluarganya. Kemampuan keluarga dipengaruhi oleh beban keluarga, strategi koping dan self efficacy. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh beban keluarga, strategi koping dan self efficacy terhadap kemampuan keluarga dalam merawat pasien skizofrenia di wilayah kerja Puskesmas Baros Kota Sukabumi. Penelitian ini menggunakan metode korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dan sampel adalah seluruh keluarga yang merawat pasien skizofrenia di Wilayah Kerja Puskesmas Baros Kota Sukabumi sebanyak 30 responden menggunakan teknik pengambilan sampel total sampling. Instrumen yang digunakan pada variabel beban keluarga menggunakan Zarit Burden Interview (ZBI), untuk self efficacy menggunakan instrumen General Self Efficacy, untuk strategi koping menggunakan Brief COPE, sedangkan untuk mengukur variabel dependen yaitu kemampuan keluarga mengacu pada kuesioner dan lembar observasi yang dimodifikasi dari FAD (Family Assesment Device). Analisis statistik dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi sederhana dan analisa multivariat menggunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh beban keluarga, strategi koping dan self efficacy terhadap kemampuan keluarga dalam merawat pasien skizofrenia di wilayah kerja Puskesmas Baros kota Sukabumi. &nbsp

    56

    full texts

    212

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Kesehatan Indra Husada
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇