Universitas Muhammadiyah Sorong: eJournal Collections
Not a member yet
2015 research outputs found
Sort by
Empowering Classroom Interaction: Innovative Teaching Techniques by English Teachers at Islamic High School Students
This study explores the effectiveness of innovative teaching techniques in enhancing classroom interaction and student engagement in an Islamic high school setting. Employing a qualitative research approach, observations and interviews were conducted with English teachers and students at SMA Islam Guppi in Kota Sorong. The findings reveal that structured explanations, interactive learning through questioning and group work, effective classroom management, positive reinforcement, and task-based learning contribute significantly to student motivation and participation. These techniques align with key educational theories, such as Vygotsky’s Zone of Proximal Development, Mercer’s Sociocultural Theory, and Schunk’s Self-Regulated Learning Theory. The study underscores the importance of adaptable teaching strategies that accommodate diverse learning needs and foster an engaging educational environment
Hubungan Nilai Kuat Tekan Beton Porous Dengan Superplasticizer Terhadap Nilai Prositas, InFiltrasi Dan Permeabilitas
Bahu jalan belum dapat berperan secara signifikan dalam pengelolaan air di sekitar jalan, sehingga terjadi genangan air pada bahu jalan karena kurangnya daerah resapan air pada bahu jalan. Oleh karena itu, bahu jalan harus terbuat dari beton yang mampu mengalirkan air ke tanah agar tidak terjadi genangan air. Beton porous kurang cocok digunakan pada perkerasan yang membutuhkan kuat tekan tinggi. Hal ini disebabkan karena bentuk beton prous mempunyai rongga-rongga sehingga menyebabkan kuat tekan beton prous relatif rendah. Untuk menghindari hal ini, superplasticizer dapat digunakan untuk menaikan kuat tekannya. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi superplasticizer terhadap permeabilitas, porositas dan infiltrasi beton porous serta hubungan kuat tekan terhadap permeabilitas, infiltrasi dan porositas berdasarkan variasi superplasticizer. Variasi Superplasticizer yang digunakan sebesar 0%,1%,1.5%, dan 2 % dengan komposisi 5:1. Dari penelitian ini, hubungan kuat tekan dengan permeabilitas, hubungan kuat tekan maka semakin tinggi juga nilai infiltrasi, permeabilitas dan porositas. Penyebab dari hasil analisa tersebut adalah karena adanya penambahan superplasticizer yang membuat nilai kuat tekan beton porous menjadi rendah tetaoi meningkatkan nilai porositas yang mengakibatkan nilai permeabilitas dan infiltrasi juga tinggi
Pemanfaatan Limbah Cangkang Kerang Sungai (Lokan) Sebagai Bahan Campuran Pada Beton Dengan Penambahan Superplasticizer
Semen memiliki peranan yang sangat penting pada beton karena sebagai bahan pengikat yang mengeras dan menyatukan agregat. Maka, untuk mengurangi penggunaan semen secara berlebihan, diperlukan suatu inovasi beton terbaru, agar konstruksi beton dimasa yang akan datang lebih ramah lingkungan serta berkelanjutan. Dengan memanfaatkan cangkang kerang sebagai bahan campuran semen pada beton, diharapkan dapat menjadi alternatif dan dapat meningkatkan kuat tekan beton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja kuat tekan beton menggunakan cangkang kerang Lokan sebagai bahan campuran semen serta dengan penambahan superplasticizer. Metode penelitian ini yaitu uji eksperimental.Variasi cangkang kerang yang digunakan sebesar 2% dan 5% serta pada masing-masing variasi dilakukan penambahan 2% dan 3% superplasticizer pada umur beton 14 dan 28 hari.. Hasil penelitian menunjukan bahwa semakin besar presentase cangkang kerang yang digunakan, nilai kuat tekan akan semakin menurun dan pada beton cangkang kerang penambahan superplasticizer kekuatan beton maksimal pada penambahan 2% superplasticizer serta beton mengalami penurunan kuat tekan pada penambahan sebesar 3% superplasticizer
Kriminalitas Sosial Masyarakat Urban di Kampung Baru Kota Sorong
Criminality Crime is a complex phenomenon that affects the lives of urban communities. This research aims to analyse the factors influencing urban communities' social criminality. Social criminality in Kampung Baru Kota Sorong, and how social criminality affects people's lives. know how social criminality affects people's lives. Methods The research method used is a qualitative method with data collection techniques data collection techniques through interviews and observations. The results showed that factors that influence the social criminality of urban communities in Kampung Baru, Sorong City are the influence of liquor poverty, unemployment, social criminality and the influence of alcohol. Baru Kota Sorong is influenced by liquor poverty, unemployment, lack of education, and environmental influences. In addition, this research also found that the social criminality of urban communities in Kampung Baru has a significant impact on people's lives, such as the significant impact on people's lives, such as increased safety and security concerns. This research is expected to contribute to the development of strategies to prevent and combat social criminality in urban communities. social criminality in urban communities.urban. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengruhi kriminalitas sosial masyarakat urban di Kampung Baru Kota Sorong, serta untuk mengetahui bagaimana kriminalitas sosial terhadap kehidupan masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kriminalitas sosial masyarakat urban di Kampung Baru Kota Sorong adalah pengaruh minuman keras kemiskinan, pengangguran, kurangnya pendidikan, dan pengaruh lingkungan. Selain itu, penelitian ini juga menemukan bahwa kriminalitas sosial masyarakat urban di Kampung Baru memiliki dampak yang signifikan terhadap kehidupan masyarakat, seperti meningkatnya kekhwatiran akan keselamatan dan keamanan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pengembangan strategi pencegahan dan penaggulangan kriminalitas sosial di masyarakat urban
Kolaborasi Antarlembaga dalam Penguatan Ketahanan Sosial: Studi TNI dan Pemerintah Daerah di Distrik Teminabuan
This study aims to describe and analyze the forms of cooperation between the TNI and local government in efforts to enhance social resilience in Teminabuan District. The research employed a qualitative approach with a descriptive research design. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and document analysis, with informants purposively selected from the TNI, local government officials, and community leaders. The data were analyzed inductively using the interactive analysis model developed by Miles and Huberman. The findings indicate that collaboration between the TNI and local government is implemented through various initiatives, including infrastructure development programs, social service provision, local potential–based economic empowerment, and the strengthening of social relations grounded in local cultural values. This cooperation plays a significant role in enhancing social stability and strengthening community capacity to cope with social vulnerabilities. Nevertheless, the collaboration faces several challenges, such as budget constraints, slow bureaucratic processes, and resistance from segments of the community. The study concludes that synergy between the TNI and local government constitutes a strategic approach to strengthening community social resilience, particularly when supported by sustained coordination and active community participationPenelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisis bentuk kerja sama antara TNI dan pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan ketahanan sosial di Distrik Teminabuan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan telaah dokumen, dengan informan yang ditentukan secara purposive dari unsur TNI, pemerintah daerah, serta tokoh masyarakat. Data dianalisis secara induktif menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi antara TNI dan pemerintah daerah diwujudkan dalam berbagai program pembangunan infrastruktur, pelayanan sosial, pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal, serta penguatan hubungan sosial yang berlandaskan nilai-nilai budaya setempat. Kerja sama ini berperan penting dalam meningkatkan stabilitas sosial dan memperkuat kemampuan masyarakat dalam menghadapi berbagai kerentanan sosial. Meskipun demikian, pelaksanaan kolaborasi masih menghadapi sejumlah hambatan, seperti keterbatasan anggaran, proses birokrasi yang lambat, serta adanya resistensi dari sebagian masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sinergi antara TNI dan pemerintah daerah merupakan langkah strategis dalam memperkuat ketahanan sosial masyarakat, terutama apabila didukung oleh koordinasi yang berkelanjutan dan keterlibatan aktif masyarakat
Implementasi Sistem Pelayanan Rakyat Sidoarjo di Desa Gempolsari Kecamatan Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo
This research aims to find out how the SIPRAJA program is implemented as a form of innovation and realization of smart governance in the government of Gempolsari Village, Tanggulangin District, Sidoarjo Regency. This research uses descriptive research with qualitative research methods and data collection techniques in the form of interviews, documentation and observation. The results of the study show that the Sidoarjo People's Service System (SIPRAJA) in Gempolsari Village, Tanggulangin District, Sidoarjo Regency, from the communication factor, requires consistency by the village government in carrying out continuous outreach regarding the SIPRAJA application. From the resource factor, the Gempolsari Village government needs to consider adding staff to support the SIPRAJA application services. From the disposition factor, it is good, the village government has carried out its duties by carrying out tasks optimally, responsibly, and not half-heartedly even without additional incentives. For bureaucratic structure factors, there needs to be a review of the flow in the document verification process between sub-district and village governments so that it is more structured and reduces overlapping responsibilities.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi program SIPRAJA sebagai bentuk inovasi dan perwujudan smart governance di pemerintahan Desa Gempolsari, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan metode penelitian kualitatif serta menggunakan teknik pengumpulan data berupa wawancara, dokumentasi dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sistem Pelayanan Rakyat Sidoarjo (SIPRAJA) di Desa Gempolsari, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo dari faktor komunikasi perlu adanya konsistensi yang dilakukan pemerintah desa dalam melakukan sosialisasi berkelanjutan mengenai aplikasi SIPRAJA. Dari faktor sumber daya pemerintah Desa Gempolsari perlu mempertimbangkan penambahan staf untuk mendukung pelayanan aplikasi. Dari faktor disposisi sudah baik, pemerintah desa sudah melakukan tugasnya dengan melaksanakan tugas-tugas dengan maksimal, bertanggung jawab, dan tidak setengah-setengah meskipun tanpa adanya insentif tambahan. Untuk faktor struktur birokrasi perlu adanya peninjauan ulang terkait alur dalam proses verifikasi dokumen antara pemerintah kecamatan dan desa agar lebih terstruktur dan mengurangi tumpang tindih tanggung jawab
Community Involvement in the Development of Tourism Villages in Turgak Village Belalau Subdistrict West Lampung
The lack of community participation in tourism development in Turgak Village is a significant concern. This study aims to explore public participation in the development of Turgak Village, focusing on transforming it into a tourist destination. The research employs a qualitative design, using interviews and observations, with data analysis conducted through interactive techniques. The findings reveal that public participation in the development of Turgak Village remains low. Contributing factors include limited understanding of the village's tourism potential, reluctance from some residents to engage, and a lack of innovation in tourism development. Despite existing efforts through community initiatives and mutual cooperation, further involvement from local government is necessary to boost participation and improve management. Therefore, recognizing public participation as a key factor in the success of Tourism Village development is crucial.Kurangnya partisipasi masyarakat dalam pengembangan pariwisata di Desa Turgak menjadi perhatian yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi partisipasi publik dalam pengembangan Desa Turgak, dengan fokus pada transformasinya menjadi destinasi wisata. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif, menggunakan wawancara dan observasi, dengan analisis data dilakukan melalui teknik interaktif. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa partisipasi publik dalam pengembangan Desa Turgak masih rendah. Faktor penyebabnya antara lain pemahaman yang terbatas tentang potensi pariwisata desa, keengganan sebagian warga untuk terlibat, dan kurangnya inovasi dalam pengembangan pariwisata. Meskipun ada upaya yang sudah ada melalui inisiatif masyarakat dan kerja sama bersama, keterlibatan lebih lanjut dari pemerintah daerah diperlukan untuk meningkatkan partisipasi dan meningkatkan manajemen. Oleh karena itu, mengakui partisipasi publik sebagai faktor kunci dalam keberhasilan pengembangan Desa Wisata menjadi sangat penting
Village Leadership Synergy in Facing Development Challenges in Papua
This study aims to analyze how village leadership synergy can be a determining factor in facing development challenges in Papua. Using a qualitative approach and case study method, this study explores village leadership patterns, obstacles faced, and strategies that can be applied to strengthen inclusive and sustainable village development. The results of the study indicate that strong, collaborative, and community-based village leadership can increase development effectiveness. However, challenges such as limited infrastructure, less than optimal coordination, and human resource capacity that needs to be improved are still the main obstacles. Therefore, a more comprehensive strategy is needed, including increasing leadership training, more efficient budget allocation, and stronger support from local governments and related institutions. With closer cooperation between village heads, traditional leaders, and other stakeholders, development in Papua can run more effectively and sustainably. Community-based approaches and community empowerment must be the main priorities in village development policies. By actively involving the community in the planning and implementation process of development programs, it is hoped that the results achieved can be more in line with local needs and increase the sense of ownership and responsibility of the community towards the development of their village.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana sinergi kepemimpinan desa dapat menjadi faktor penentu dalam menghadapi tantangan pembangunan di Papua. Dengan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus, penelitian ini mengeksplorasi pola kepemimpinan desa, hambatan yang dihadapi, serta strategi yang dapat diterapkan untuk memperkuat pembangunan desa secara inklusif dan berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan desa yang kuat, kolaboratif, dan berbasis komunitas mampu meningkatkan efektivitas pembangunan. Namun, tantangan seperti keterbatasan infrastruktur, koordinasi yang kurang optimal, serta kapasitas sumber daya manusia yang perlu ditingkatkan masih menjadi kendala utama. Oleh karena itu, strategi yang lebih komprehensif diperlukan, termasuk peningkatan pelatihan kepemimpinan, alokasi anggaran yang lebih efisien, serta dukungan yang lebih kuat dari pemerintah daerah dan lembaga terkait. Dengan adanya kerja sama yang lebih erat antara kepala desa, tokoh adat, dan pemangku kepentingan lainnya, pembangunan di Papua dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. Pendekatan berbasis komunitas dan pemberdayaan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam kebijakan pembangunan desa. Dengan melibatkan masyarakat secara aktif dalam proses perencanaan dan pelaksanaan program pembangunan, diharapkan hasil yang dicapai dapat lebih sesuai dengan kebutuhan lokal serta meningkatkan rasa kepemilikan dan tanggung jawab masyarakat terhadap pembangunan desa mereka
Digitalisasi Layanan Kepolisian: Studi Tentang Efektivitas dan Kendala dalam Penggunaan “Polri Super App” Untuk Pelayanan Publik
This study aims to analyze the implementation of the Polri Super App in the service of issuing Police Record Certificates (SKCK) at the Parepare District Police, by highlighting user responses, officer readiness, and technical and social challenges in the utilization of this digital service. A qualitative approach was employed through in-depth interviews, surveys, and field observations conducted from March to April 2025. The findings show that although the application is considered to improve service efficiency, there are still barriers in the form of low user digital literacy, limited officer training, and technical constraints such as data synchronization and system errors. Additionally, infrastructure gaps in certain areas also hinder equitable access. This research recommends strengthening application features, regular training for officers and users, and inclusive policies that accelerate the transformation of technology-based public servicesPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Polri Super App dalam pelayanan penerbitan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) di Polres Parepare, dengan menyoroti respons pengguna, kesiapan petugas, serta tantangan teknis dan sosial dalam pemanfaatan layanan digital ini. Pendekatan kualitatif digunakan melalui wawancara mendalam, survei, dan observasi lapangan selama Maret–April 2025. Temuan menunjukkan bahwa meskipun aplikasi dinilai meningkatkan efisiensi layanan, masih terdapat hambatan berupa rendahnya literasi digital pengguna, keterbatasan pelatihan petugas, serta kendala teknis seperti ketidaksinkronan data dan error sistem. Selain itu, kesenjangan infrastruktur di beberapa wilayah turut menghambat pemerataan akses. Penelitian ini merekomendasikan penguatan fitur aplikasi, pelatihan rutin bagi petugas dan pengguna, serta kebijakan inklusif yang mempercepat transformasi layanan publik berbasis teknologi
Kontribusi Aktor Non Negara dalam SDGs: Studi mengenai Schoters dalam Pembelajaran Berbasis Digital di Indonesia
Quality education is a key factor in achieving sustainable development, yet Indonesia continues to face challenges related to inequality in access, regional disparities, and limitations in formal education resources. In this context, non-state actors like Schoters play a relevant role by introducing innovations in non-formal, technology-based education. This study aims to explore how Schoters contributes to the achievement of Sustainable Development Goal (SDG) 4: inclusive, equitable, and quality education. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through semi-structured interviews and online document analysis. The findings indicate that Schoters successfully builds a digital learning ecosystem through mentorship, structured learning plans, and interactive consultation services, reflecting the three key interactions in online learning communities. Moreover, Schoters’ initiatives indirectly support the alleviation of poverty (SDG 1) and the provision of decent work and economic growth (SDG 8) by opening access to international education and career opportunities. Community-based strategies, cross-subsidization, and the use of digital platforms have helped Schoters extend its educational reach. This study concludes that innovation by non-state actors can complement public policy in supporting sustainable education transformation in Indonesia.Pendidikan berkualitas menjadi faktor penting dalam pembangunan berkelanjutan, namun Indonesia masih menghadapi tantangan dalam hal kesenjangan akses, ketimpangan wilayah, dan keterbatasan sumber daya pendidikan formal. Dalam konteks ini, peran aktor non-negara seperti Schoters menjadi relevan, terutama melalui inovasi pembelajaran digital yang bersifat non-formal. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana kontribusi Schoters mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin keempat, yakni pendidikan inklusif, setara, dan berkualitas. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data berupa wawancara semi-terstruktur dan analisis dokumen daring. Hasilnya menunjukkan bahwa Schoters berhasil membangun ekosistem pembelajaran digital melalui mentorship, learning plan terstruktur, dan konsultasi daring, yang memperkuat tiga aspek interaksi dalam online learning communities. Tidak hanya pada SDGs 4, temuan juga mengindikasikan kontribusi Schoters terhadap pengentasan kemiskinan (SDGs 1) dan penyediaan pekerjaan layak (SDGs 8). Strategi berbasis komunitas, sinergi dengan sektor swasta, serta pemanfaatan infrastruktur digital turut memperluas jangkauan layanan pendidikan mereka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa inovasi oleh aktor non-negara dapat menjadi pelengkap kebijakan publik dalam mewujudkan transformasi pendidikan yang berkelanjutan