Universitas Muhammadiyah Sorong: eJournal Collections
Not a member yet
    2015 research outputs found

    Lexical and Grammatical Meanings in Selected of The Jakarta Post Headlines: Semantic Analysis

    Get PDF
    The present study aims to analyze the lexical and grammatical meanings in selected headlines from The Jakarta Post. The research employs a qualitative approach with a descriptive design, aiming to explore and describe the semantic phenomena in the use of language within news headlines. The data consists of 75 headlines from The Jakarta Post published in December 2024. These headlines were selected based on their relevance and their representation of clear lexical and grammatical meanings. The data collection technique used in this study is documentation, where news headlines are systematically gathered for analysis. Data analysis follows the interactive model, which involves three stages, i.e. data reduction, data categorization, and conclusion drawing. In the first stage, relevant data are filtered and summarized. In the second stage, the data are categorized into lexical and grammatical meaning categories. Finally, conclusions are drawn based on the analysis results. The study reveals that lexical meanings in The Jakarta Post headlines provide clear, context-independent word interpretations. While grammatical meanings, shaped through affixation, composition, abbreviations, and acronyms, modify word forms to convey specific grammatical roles. Headlines effectively utilize these meanings to deliver concise and impactful messages. Understanding lexical and grammatical meanings is essential for decoding the semantic intricacies in news headlines. These meanings enhance clarity and efficiency in communication, making headlines more accessible and engaging for readers

    The Ability to Write Description Text By First Year Students of English Department at Universitas Muhammadiyah Sorong

    Get PDF
    Writing is a communication activity to convey messages (information) in writing to other parties using written language as a medium. Writing is also very important for students to be able to develop students' critical thinking power towards an issue that is being hotly discussed and expressed in writing activities. This study aims to disclose first year English students’ ability to write descript text at Universitas Muhammadiyah Sorong. This study was held under descriptive qualitative. The participants of this research were the English students of Universitas Muhammadiyah Sorong, in academic year 2023/2024. The researcher used a subjective test as the instrument to obtained the data. the data was collected by giving a subjective test. It is used to describe student’s ability in making descriptive text. the research results it was found that the researcher shows the data that has been added up and provided by the assessor. It can explained that there were 8 (40%) students who got the fairly good category, 6 (30%) got the poor category, 3 students (15%) got the excellent category and 3 students (15%) have a good category. The total score of students' descriptive text writing ability in raters was 1,284 while the test average of the raters was 64.2. That was it It is clear that students' writing ability in descriptive text is included in the fairly good category

    Studi Perbandingan Algoritma YOLO dan FOMO untuk Object Detection pada Perangkat ESP32-CAM

    Get PDF
    Penelitian ini membandingkan performa dua algoritma pendeteksian objek, YOLO (You Only Look Once) dan FOMO (Faster Objects, More Objects), pada ESP32-CAM dengan sumber daya yang lebih rendah. Meskipun YOLO sering digunakan dalam aplikasi pendeteksian objek, namun penggunaannya pada perangkat dengan performa komputer yang rendah, seperti ESP32-CAM, masih terbatas. Sementara FOMO, yang dirancang untuk perangkat dengan keterbatasan komputasi, dianggap mampu memberikan alternatif yang lebih efektif. Penelitian ini mengevaluasi kinerja kedua algoritma berdasarkan tiga parameter utama: akurasi deteksi, waktu inferensi, dan penggunaan memori RAM. Penemuan penelitian menunjukkan, FOMO memiliki keunggulan signifikan dibandingkan YOLOv5 Nano dalam hal waktu inferensi, yang lebih cepat hingga beberapa kali lipat. Meskipun FOMO menghasilkan F1 Score yang sangat tinggi (99,2%), perbandingan akurasi menggunakan metric mAP tidak dapat dilakukan dengan FOMO. YOLOv5 Nano, di sisi lain, memiliki akurasi yang lebih baik pada mAP tetapi membutuhkan waktu inferensi yang lebih lama dan penggunaan memori yang lebih besar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memastikan bahwa FOMO kekurangan di area lain dan YOLOv5 Nano dapat dioptimalkan lebih lanjut, terutama dalam deteksi objek dan waktu inferensi yang lebih efisien di perangkat dengan sumber daya terbatas.Penelitian ini membandingkan performa dua algoritma pendeteksian objek, YOLO (You Only Look Once) dan FOMO (Faster Objects, More Objects), pada ESP32-CAM dengan sumber daya yang lebih rendah. Meskipun YOLO sering digunakan dalam aplikasi pendeteksian objek, namun penggunaannya pada perangkat dengan performa komputer yang rendah, seperti ESP32-CAM, masih terbatas. Sementara FOMO, yang dirancang untuk perangkat dengan keterbatasan komputasi, dianggap mampu memberikan alternatif yang lebih efektif. Penelitian ini mengevaluasi kinerja kedua algoritma berdasarkan tiga parameter utama: akurasi deteksi, waktu inferensi, dan penggunaan memori RAM. Penemuan penelitian menunjukkan, FOMO memiliki keunggulan signifikan dibandingkan YOLOv5 Nano dalam hal waktu inferensi, yang lebih cepat hingga beberapa kali lipat. Meskipun FOMO menghasilkan F1 Score yang sangat tinggi (99,2%), perbandingan akurasi menggunakan metric mAP tidak dapat dilakukan dengan FOMO. YOLOv5 Nano, di sisi lain, memiliki akurasi yang lebih baik pada mAP tetapi membutuhkan waktu inferensi yang lebih lama dan penggunaan memori yang lebih besar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memastikan bahwa FOMO kekurangan di area lain dan YOLOv5 Nano dapat dioptimalkan lebih lanjut, terutama dalam deteksi objek dan waktu inferensi yang lebih efisien di perangkat dengan sumber daya terbatas

    Analisis Stakeholder Mapping dalam Pelaksanaan pendidikan Inklusi: Power dan Interest perspektif

    No full text
    Artikel ini bertujuan untuk menggambarkan peran pemangku kepentingan dalam pelaksanaan pendidikan inklusi di Kabupaten Bojonegoro. Masalah difokuskan pada analisis power dan interest para pemangku kepentingan dalam mendukung pendidikan inklusi. Guna mendekati masalah ini dipergunakan acuan teori stakeholder mapping dari Fran Ackermann dan Colin Eden (2011).  Data-data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis secara kualitatif. Kajian ini menyimpulkan bahwa dalam analisis power Kepala sekolah memiliki kewenangan tinggi dalam pengambilan keputusan di sekolah, sedangkan Dinas Pendidikan memiliki kekuatan formal melalui kebijakan, namun belum menyusun juknis atau juklak. Guru memiliki power teknis tetapi rendah dalam kebijakan, sementara masyarakat umum dan media lokal memiliki power rendah karena tidak terlibat langsung dalam pengambilan keputusan. Dalam analisis interest, kepala sekolah, guru, dan guru pendamping khusus (GPK) menunjukkan tingkat kepentingan tinggi, sedangkan orang tua siswa, meski memiliki interest besar, bersikap lebih pasif. Sebaliknya, masyarakat umum dan media lokal menunjukkan interest rendah karena tidak terlibat langsung dalam pelaksanaan pendidikan inklusi. Kolaborasi antar pemangku kepentingan diperlukan untuk mengatasi tantangan seperti minimnya pelatihan guru, keterbatasan fasilitas, dan ketiadaan regulasi teknis. Penelitian ini kontribusi berkontribusi memberikan rekomendasi strategis untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan pendidikan inklusi di tingkat lokal. &nbsp

    Strategi Penguatan Karakter Gotong Royong Melalui Tema Berkebhinekaan Global Pada Peserta Didik SD Negeri Joglo 76 Surakarta

    Get PDF
    The limited interaction during the pandemic and the phenomenon of learning loss gave birth to a transformation of the mutual cooperation character of students. Through the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5), a strategy is needed to optimize the achievement of character dimensions and learning objectives. Based on a qualitative method through a case study approach with Vygotsky's Zone of Proximal Development (ZPD) theory, this study was conducted to determine the strategies implemented by schools and teachers in strengthening the mutual cooperation character with P5 Global Diversity Theme. Data were collected and analyzed using purposive sampling techniques through Miles and Huberman analysis, this study involved the Deputy Head of Curriculum as the designer of P5 activities, a team of facilitators and driving teachers as those responsible for P5 and students as learning subjects. The results of the study showed that the roles of teachers, peers, and parents were actively involved in implementing the mutual cooperation strengthening strategy. This strategy is realized through theme planning and project mapping, providing assistance (scaffolding) and reducing the intensity of scaffolding, and evaluation with assistance differentiation analysis to encourage students to achieve their actual mutual cooperation potential.Keterbatasan interaksi pada masa pandemi dan fenomena learning loss melahirkan transformasi karakter gotong royong peserta didik. Melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), strategi diperlukan untuk optimalisasi capaian dimensi karakter dan tujuan pembelajaran. Berbasis metode kualitatif melalui pendekatan studi kasus dengan teori Zone of Proximal Development (ZPD) Vygotsky, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui strategi yang diterapkan sekolah dan guru dalam penguatan karakter gotong royong dengan P5 Tema Berkebhinekaan Global.  Data diambil dan dianalisis menggunakan teknik purposive sampling melalui analisis Miles dan Huberman, penelitian ini melibatkan Wakil Kepala Bidang Kurikulum sebagai perancang kegiatan P5, tim fasilitator dan guru penggerak sebagai penanggung jawab P5 serta peserta didik sebagai subjek pembelajaran. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran guru, teman sebaya, dan orang tua terlibat aktif dalam implementasi strategi penguatan gotong royong. Strategi ini diwujudkan melalui perencanaan tema dan pemetakan projek, pemberian bantuan (scaffolding) serta pengurangan intensitas scaffolding, dan evaluasi dengan analisis diferensiasi bantuan untuk mendorong peserta didik mencapai potensi gotong royong secara aktual

    Legal Analysis of Judges on Strike for Salary Increase: Ethical Violation or Constitutional Rights?

    Get PDF
    This study highlights the conflict between judges’ constitutional right to strike and their professional ethical code demanding integrity and neutrality in judicial duties. Using a normative approach through regulatory review, case analysis, and international policy comparison, this research finds that while the right to strike is acknowledged in Article 28E of the 1945 Constitution, its application to judges presents significant challenges. Judges, as enforcers of justice, have a responsibility to uphold the profession’s dignity, and engaging in strikes for salary demands risks eroding credibility and public trust. The findings show that strikes by judges in Indonesia often breach ethics as stipulated in the Code of Ethics and Guidelines for Judges’ Conduct (KEPPH), where such actions are viewed as prioritizing personal interests over judicial duties. Comparative studies indicate that judges’ involvement in similar actions may harm public perception and disrupt institutional stability. As a solution, this study recommends stricter regulations on judges’ work rights and limitations, along with comprehensive welfare policies to meet judges’ economic needs without compromising professional ethics. With clear regulations, a balance can be achieved between judges’ constitutional rights and the obligation to maintain judicial integrity and public trust

    The Utilization of Internet of Things for Scheduled Monitoring and Automation of Rose Plant Maintenance

    No full text
    An automated monitoring system for scheduled watering and fertilization of rose plants was developed using Internet of Things (IoT) technology to support smart and efficient plant maintenance. The ESP8266 microcontroller serves as the central control unit, integrated with a soil moisture sensor to detect water levels in the growing medium and a Real Time Clock (RTC) module to enable automatic scheduling of fertilization. The system is equipped with an LCD display that shows real-time information on soil moisture, ambient temperature, pump status, and fertilization timing. All data can be monitored remotely in real-time via the Arduino IoT Cloud platform using a smartphone. A buzzer is used as an indicator to provide notification when the fertilization pump is activated or deactivated. The system is designed to assist users with limited time for plant care, ensuring that water and nutrient requirements are consistently maintained. The system was developed using a prototyping approach, followed by functional testing through blackbox testing and User Acceptance Testing (UAT). Results indicate that all main features operate as intended, the user interface is intuitive, and the system demonstrates stable performance. Therefore, this system provides an effective and practical solution for automated, schedule-based rose plant care with remote monitoring capabilities.Sistem monitoring otomatis untuk penyiraman dan pemupukan terjadwal tanaman pada mawar dikembangkan dengan memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT) guna mendukung perawatan tanaman yang cerdas dan efisien. Mikrokontroler ESP8266 digunakan sebagai kontrol pusat yang terintegrasi dengan sensor kelembaban tanah (Soil Moisture Sensor) untuk mendeteksi kadar udara dalam media tanam, serta modul Real Time Clock (RTC) untuk mengatur jadwal pemupukan secara otomatis. Sistem ini dilengkapi dengan layar LCD yang menampilkan informasi mengenai kelembaban tanah, suhu lingkungan, status pompa, dan waktu pemupukan. Seluruh data dapat terdeteksi secara real-time melalui platform Arduino IoT Cloud menggunakan perangkat smartphone. Sebagai indikator, buzzer digunakan untuk memberikan notifikasi saat pompa pemupukan aktif maupun tidak aktif. Sistem ini dirancang untuk membantu pengguna yang memiliki keterbatasan waktu dalam merawat tanaman, sehingga kebutuhan udara dan nutrisi tanaman tetap terjaga secara rutin. Pengembangan sistem dilakukan dengan pendekatan metode prototyping, kemudian dilakukan pengujian menggunakan teknik blackbox dan user Acceptance Testing (UAT). Hasil dari pengujian tersebut menunjukkan bahwa semua fitur utama berfungsi sebagaimana yang diharapkan, tampilan antarmuka mudah dipahami oleh pengguna, dan sistem menunjukkan kinerja yang cukup stabil. Oleh karena itu, sistem ini menjadi solusi efektif dan praktis dalam tanaman merawat mawar secara otomatis, sesuai jadwal, serta dapat mendeteksi dari lokasi yang jauh

    Klasifikasi Kelayakan Penerima Bantuan Sosial dengan Metode K-Nearest Neighbors

    Get PDF
    Social assistance distribution in Indonesia still faces various challenges, including inaccurate recipient data, complex bureaucracy, and lack of transparency, often resulting in misdirected aid. This study aims to optimize the application of the K-Nearest Neighbors (K-NN) method for classifying the eligibility of social assistance recipients by testing several data train-test split ratios and variations of the parameter k. The primary objective is to develop an accurate and reliable classification model to support policy-making in social assistance distribution at Kuto Batu Village, Palembang. The dataset includes citizens' socioeconomic attributes and undergoes preprocessing steps such as data cleaning, encoding, and handling missing values before being applied to the K-NN algorithm. Four data split scenarios are tested—80/20, 70/30, 60/40, and 50/50—to determine the optimal configuration. Evaluation results show model accuracies of 97.44%, 98.30%, 97.10%, and 98.00% for the respective splits. The 70/30 split yields the best performance with 98.30% accuracy, 100% precision, 98% recall, and 98.98% F1-score. This ratio is selected as the optimal configuration due to its balance between sufficient training data for pattern learning and adequate test data for evaluating model generalization. These findings demonstrate that the K-NN method is effective in objectively distinguishing eligible and ineligible recipients and has strong potential as the foundation for a decision support system to improve transparency and targeting accuracy in social assistance programs.Penyaluran bantuan sosial di Indonesia masih menghadapi kendala, seperti data penerima yang tidak akurat, birokrasi rumit, dan kurangnya transparansi, sehingga bantuan sering tidak tepat sasaran. Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan metode K-Nearest Neighbors (K-NN) dalam mengklasifikasikan kelayakan penerima bansos melalui pengujian rasio data latih-uji dan variasi parameter k. Sasaran penelitian adalah menghasilkan model klasifikasi yang lebih akurat dan dapat menjadi rujukan bagi kebijakan penyaluran bansos di Kelurahan Kuto Batu.Penelitian ini dilakukan untuk mengkategorikan kelayakan penerima bantuan sosial menggunakan metode K-Nearest Neighbors (K-NN) di Kelurahan Kuto Batu sebagai lokasi penelitian. Penelitian menunjukkan bahwa metode K-Nearest Neighbors (K-NN) efektif dalam klasifikasi kelayakan penerima bantuan sosial di Kelurahan Kuto Batu. Dari berbagai rasio pembagian data, skenario 70:30 menghasilkan performa terbaik dengan akurasi 98,30%, presisi 100%, recall 98%, dan F1-Score 98,98%. Hasil ini membuktikan model mampu membedakan penerima layak dan tidak layak secara optimal.Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode K-Nearest Neighbors (K-NN) terbukti efektif dalam mengklasifikasikan kelayakan penerima bantuan sosial di Kelurahan Kuto Batu. Pengujian dilakukan melalui beberapa skenario pembagian data untuk menemukan proporsi data pelatihan dan data pengujian yang paling optimal, yaitu pada rasio 80/20, 70/30, 60/40, dan 50/50. Hasil evaluasi menunjukkan akurasi model sebesar 97,44% pada pembagian data 80/20, 98,30% pada 70/30, 97,10% pada 60/40, dan 98,00% pada 50/50. Di antara semua skenario, pembagian data 70/30 menghasilkan akurasi tertinggi yaitu 98,30%, disertai dengan presisi sebesar 100%, recall 98%, dan nilai F1-Score sebesar 98,98%. Nilai-nilai tersebut menandakan bahwa model memiliki performa sangat baik dalam membedakan antara data penerima bantuan yang layak dan tidak layak

    Analisis Ergonomi Lingkungan Pabrik Tahu Berdasarkan Parameter Fisik Kerja

    Get PDF
    This study aims to evaluate the working environment based on physical parameters, including lighting, noise, temperature, and humidity, at RR tofu factory in Cikampek, Karawang. A quantitative approach was used through field observations and direct measurements at 11 designated work points. The measurement results were compared against the standards set by the Indonesian Ministry of Manpower Regulation No. 5 of 2018 and relevant international guidelines. Findings show that the average lighting intensity was 148 lux, which falls below the minimum standard of 200 lux, and the Uniformity Ratio of 0.061 indicates poor light distribution. The average noise level was 77 dBA, below the threshold of 85 dBA for 8-hour workdays, with a noise dose of 15.75%, indicating a safe condition. However, the Temperature Humidity Index (THI) values in all areas indicate a "high danger" level, suggesting significant risks of heat stress and decreased productivity. Improvements are recommended by installing additional lighting, rearranging the lighting system, providing hearing protection in noisy areas, enhancing ventilation, and offering sufficient rest facilities. Periodic evaluations are essential to maintain an ergonomic and safe working environment.Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi lingkungan kerja berdasarkan parameter fisik, yaitu pencahayaan, kebisingan, temperatur, dan kelembaban pada pabrik tahu RR di Cikampek, Karawang. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui observasi lapangan dan pengukuran langsung pada 11 titik kerja. Hasil pengukuran dibandingkan dengan standar dari Permenaker No. 5 Tahun 2018 serta standar internasional yang berlaku. Hasil menunjukan bahwa rata-rata pencahayaan sebesar 148 lux belum memenuhi standar minimum (200 lux), dan distribusi pencahayaan tergolong buruk dengan Uniformity Ratio sebesar 0,061. Rata-rata tingkat kebisingan tercatat 77 dBA, masih di bawah ambang batas 85 dBA untuk 8 jam kerja, dengan dosis kebisingan 15,75% yang masih tergolong aman. Namun, nilai Temperature Humidity Index (THI) pada seluruh titik menunjukan kategori “bahaya tinggi”, yang berarti pekerja beresiko mangalami stres panas dan penurunan produktivitas. Disarankan adanya perbaikan pencahayaan melalui penambahan lampu dan penataan ulang sistem penerangan, penggunaan alat pelindung telinga di area bising, serta pengendalian suhu melalui ventilasi tambahan dan pemberian fasilitas istirahat yang memadai. Evaluasi berkala sangat diperlukan untuk menjaga lingkungan kerja tetap ergonomis dan aman

    Analisis Risiko Pada Usaha Mebel Menggunakan House of Risk

    Get PDF
    The furniture industry is one of the manufacturing sectors that makes a significant contribution to the economy. However, the complexity of the production process, ranging from raw material procurement to product distribution, makes this industry vulnerable to various internal and external risks. If not properly managed, these risks may hinder production targets, reduce product quality, and weaken the company’s competitiveness. This study aims to identify and design risk mitigation strategies in a furniture business in Yogyakarta using the House of Risk (HoR) method. Data were collected through observation and questionnaires to assess risk events and risk agents. The HoR phase 1 analysis identified nine risk events and twenty-two risk agents, with five priority risk agents, namely raw material shortages due to poor planning, suboptimal maintenance, limited raw material stock from suppliers, delays in machine spare parts procurement, and lack of worker skills. Subsequently, HoR phase 2 produced five main mitigation strategies, including improving raw material requirement calculations, establishing clear maintenance schedules, expanding supplier networks, enhancing interdepartmental coordination, and providing worker training and certification. The findings indicate that the application of the HoR method can assist furniture companies in prioritizing risk sources and formulating more systematic and targeted mitigation strategies.Industri mebel merupakan salah satu sektor manufaktur yang memiliki kontribusi penting terhadap perekonomian. Namun, kompleksitas proses produksi membuat industri ini rentan terhadap berbagai risiko, baik internal maupun eksternal. Jika tidak dikelola dengan baik, risiko-risiko tersebut dapat menghambat pencapaian target produksi, menurunkan kualitas produk, serta melemahkan daya saing perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan merancang strategi mitigasi risiko pada usaha mebel di Yogyakarta menggunakan metode House of Risk (HoR). Data dikumpulkan melalui observasi dan kuesioner untuk menilai kejadian risiko (risk event) dan sumber risiko (risk agent). Analisis HoR fase 1 menghasilkan 9 kejadian risiko dan 22 sumber risiko, dengan lima sumber risiko prioritas yaitu kehabisan bahan baku akibat perencanaan yang kurang baik, maintenance tidak optimal, keterbatasan stok bahan baku dari supplier, keterlambatan pengadaan suku cadang mesin, serta kurangnya keterampilan tenaga kerja. Selanjutnya, melalui HoR fase 2 dirumuskan lima strategi mitigasi utama, yaitu perbaikan perhitungan kebutuhan bahan baku, penjadwalan maintenance yang jelas, perluasan jaringan supplier, peningkatan koordinasi antar divisi, serta pelatihan dan sertifikasi tenaga kerja. Hasil penelitian ini dapat menjadi gambaran bahwa penerapan metode HoR mampu membantu perusahaan mebel dalam memprioritaskan sumber risiko dan merumuskan strategi mitigasi yang lebih terarah

    1,771

    full texts

    2,015

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Muhammadiyah Sorong: eJournal Collections
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇