Jurnal Keperawatan Indonesia (JKI)
Not a member yet
    579 research outputs found

    Tinjauan Kasus : Klien Menarik Diri

    Full text link
    Menarik diri adalah suatu pola tingkah laku menghindari kontak dengan orang, situasi atau lingkungan yang penuh dengan stress yang dapat menyebabkan kecemasan fisik dan psikologis. Individu yang menarik diri cenderung untuk menghindari hubungan interpersonal dan dalam menghadapi realitas. Dampak dari perilaku menarik diri adalah gangguan perawatan diri, gangguan penampilan dii dan potensial terjadinya halusinasi bahkan keinginan untuk bunuh diri. Mengingat dampak tersebut maka diperlukan asuhan keperawatan yang komprehensif dan intensif khususnya untuk menarik diri. Withdrawal is a pattern of behavior to avoid contact with others, stressful situation and environment which can cause the physical and psychological distress. The individual who withdrawal tends to avoid interpersonal relationship, and face the reality. The withdrawal behavior can lead to problems related to self care and personal appearance and potential hallucination even attempted suicide. Considering the impact of withdrawal behaviors on individual, comprehensive and intensive nursing care specifically planned for client with withdrawal are acquired

    Keperawatan Pasien Berpenyakit Kronis

    Full text link
    Keperawatan merupakan falsafah mendasar praktik keperawatan. Dikembangkan oleh Watson (1985), keperawatan terdiri atas 10 faktor karatif yang menganjurkan perawat memberikan asuhan keperawatan paripurna kepada para pasien  sehubung dengan kondisi penyakit mereka, termasuk pasien berpenyakit kronis. Penyakit kronis ialah penyakit yang karena cirri-cirinya membutuhkan perawatan jangka panjang. Biasanya disebabkan oleh perubhan patologi yang “irreversible†dimana mengarahkan kemampuan seseorang karena kegagalan fungsi tubuh. Penyakit kronis menciptakan banyak masalah tidak hanya pada individu dan keluarga tetapi juga pada pemberi pelayanan kesehatan termasuk perawat. Mereka harus “hidup†dengan pasien dari hari ke hari dan mengatasinya. Mereka berada pada status kematian yang datangnya tidak dapat diperkirakan dengan tepat. Perawat merasa putus asa terhadap prognosa penyakit menyebabkan mereka sulit merawat pasien berpenyakit kronis. Hal ini juga merupakan salah satu alasan mengapa perawat tidak mampu memperlihatkan perilaku merawat seperti yang dikatakan Watson. Artikel ini mencoba menguraikan teori merawat berdasarkan kasih sayang, factor yang mempengaruhi perawat dalam merawat, dan alasan pemberian perawatan pada pasien berpenyakit kronis dengan menggunakan sikap merawat yang tepat. Caring is a fundamental philosophy of nursing practice. It was developed by Watson (1985). It consist of ten carrative factors that allow nurses to provide a comprehensive nursing care to patients regardless of their condition of illness including patients with chronic illness. Chronic illness is a variety of illness that because of its characteristic needs long term care. It is usually caused by non-reversible pathological alteration that lead to incapacity of a person due to impairment of body function. Chronic illness has created many problems not only for individuals and families but also for health care providers including nurses. They have to “live†with the patient day to day and cope with it. Following the chronicity of disease, death will come unpredictably. Nurses feel a sense of hopelessness with regard to the prognosis that make them difficult to care for individuals with chronic illness. This is also one of the reasons why nurses are unable to demonstrate caring behavior as stated by Watson. This article attempts to describe about theory of caring, factors influencing nurses caring behavior, and reasons to provide care to patients with chronic illness using appropriate caring behavior

    Perbedaan Persepsi Harapan antara Keluarga dan Lansia tentang Pemenuhan Kebutuhan Lansia Selama Tinggal Bersama

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan menguraikan perbedaan persepsi keluarga dan lansia tentang pemenuhan kebutuhan lansia selama mereka tinggal bersama. Sampel terdiri dari tiga puluh keluarga (anak/menantu wanita Lansia) dan 30 Lansia wanita yang dipilih secara purposive dan tinggal dalam satu rumah. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang besar antara harapan keluarga dengan Lansia dalam hampir semua pemenuhan kebutuhan Lansia, kecuali kebutuhan spiritual. The purpose of this research was to describe the different perception of expectation between the family and the elderly concerning their needs. Thirty families (daughter daughter in law) and 30 Elderly women who were pusposefully selected and stayed at the same house. The result of this study revealed that there were different expectations as perceived by families and the elderly woman for all aspects of the elderly needs expect for spiritual needs

    Pengaruh Faktor-Faktor Sosial Demografis dan Psikososial Pada Praktik Kesehatan Ibu Pramigravida Selama Kehamilan

    Full text link
    Faktor-faktor sosial demografis dan psikososial yang berpengaruh pada praktik kesehatan ibu hamil di Amerika Serikat ditinjau kembali, sebagai dasar untuk melihat implikasinya pada pramigravida di Indonesia selama trimester kedua. Faktor-faktor sosial demografis meliputi ras, usia, pendidikan dan status sosial ekonomi. Faktor-faktor psikososial mencakup dukungan sosial, motivasi dan stres. Tiga belas jurnal kesehatan dan keperawatan di Amerika Serikat dikaji. Hasilnya menunjukkan bahwa, dengan mengabaikan ras, selama kehamilan wanita di Amerika Serikat melakukan penyesuaian terhadap praktik kesehatannya. Diantaranya beberapa kelompok budaya di Amerika Serikat, faktor-faktor sosial demografis berpengaruh pada perbedaan praktik kesehatan ibu. Status sosial ekonomi dan dukungan sosial merupakan faktor dominan dan penentu kuat pada praktik kesehatan ibu. Penelitian menunjukkan ketidaksesuaian hasil yang berkaiatan dengan pengaruh stres dan motivasi pada praktik kesehatan ibu. The socidemographic and psychososial factors that have an impact on the maternal health practices during pregnancy among United States population were reviewed, as a base to the implication for Indonesia primigravidas during the second trimester. The sociodemographic factors included race, age, education, and socioeconomic status. The pychosocial factors included social support, motivation, and stress. Thirteen reviews from nursing and health journals in the pragnancy regardless of race. Some sociodemographic factors impact differently among the cultures. Socioeconomic status is a strong predictor of the maternal health practice as well as social support. There are inconsistent findings regarding the impact of stress motivation on maternal health practices

    Peranan Perawat dan Bidan Dalam Pelayanan Konseling Kontrasepsi Mantap

    Full text link
    Untuk lebih meningkatkan mutu pelayanan kontrasepsi mantap, sejak tahun 1984 telah diselenggarakan pelayanan konseling kontrasepsi oleh bidan terlatih, yang kemudian sejak lima tahun terakhir juga oleh perawat terlatih. Penelitian ini bermaksud mendapatkan informasi tentang pendayagunaan perawat dibandingkan dengan bidan dalam pelayanan konseling kontrasepsi mantap. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara dan pengamatan terhadap 117 perawat dan bidan yang mengikuti pelatihan konseling kontrasepsi mantap pada tahun 1994. Hasil penelitian menyimpulkan pendayagunaan perawat dan bidan dalam pelayanan konseling kontrasepsi mantap memberikan hasil yang tidak berbeda bermakna. In order the further improve the quality of voluntary surgical contraception (VSC) services, since 1984, the VSC counseling services had been provided by the trained midwives, and then in the five years, also by the trained nurses. The aims of this study is to collect information regarding the roles of nuses in comparation to midwives in VSC counseling services. The method of data collection used was interview and observation towards 117 nurses and midwives who had been trained on VSC counseling techniques in1994. The result of study found out that the roles of nurses in VSC counseling services are as good as the midwives

    Dampak Hospitalisasi Neonatus pada Keluarganya

    Full text link
    Gangguan tali kasih antara keluarga dan bayinya dapat timbul bila bayi-bayi dirawat inap. Respons kehilangan dapat timbul pada orang tua, saudara sekandung, maupun anak/bayi yang sakit. Hal yang sama juga terjadi bila bayi meninggal. Reaksi berduka dapat diobservasi dari perubahan fisiologis dan psikologis yang dialami keluarga.Kemampuan orangtua dan saudara sekandung untuk mengatasi proses berduka dipengaruhi oleh kepribadian, latar belakang sosial budaya serta system pendukung. Perawat dapat mendukung keluarga dengan memberikan asuhan keperawatan yan difokuskan pada bantuan terhadap keluarga dalam menghadapi proses berduka secara optimal. The psychological attachment problems in the relationship between family and the baby may emerge during the hospitalization of the baby. The grieving process may be experienced by the parents, the siblings and even the baby him/herself. Similar feeling may also be felt by the family if the baby died. The grieving reactions can be observed through physiological and psychological changes experienced by the family. The ability of the parent and siblings can be affected by their personality, social-culture background and the availability of support system. Nurses can support the family by providing nursing care focusing on helping the family to undergo the grieving process optimally

    Kesehatan Jiwa Wanita Usia Pada Usia Produktif: Suatu Kajian Masalah

    Full text link
    Kesehatan jiwa wanita sangat mempengaruhi kesehatan wanita. Pada usia produktif gangguan kesehatan jiwa wanita sering berhubungan dengan: perannya sebagai istri, ibu dan pekerja; kondisi kesehatan fisik terutama kondisi bagian tubuh yang menjadi simbol kewanitaan; serta penganiayaan fisik atau mental. Proses berduka, kemurungan, psikosa paska melahirkan, bunuh diri merupakan reaksi negatif dari gangguan terhadap kesehatan jiwa. The status of woman mental health gives a lot of influences to the whole of her health condition. On productive age, the alteration of woman’s mental health  could be induced by her role as wife, mother and worker, her physical condition mainly the condition of sexual organ; as well as physical and mentaly abused. Grieving process, depression, psicosa after labour and suicide are negative responses that was triggered by those alterations

    Reflection on Mental Health System and Quality Assurance: Considering the Relevance of the Australian Experience for Indonesia

    Full text link
    Pelayanan kesehatan jiwa di Australia telah berkembang menjadi pelayanan yang berorientasi pada komunitas dan sensitive terhadap kebutuhan dan hak klien dengan gangguan jiwa. Perkembangan ini mempunyai implikasi pada system kesehatan jiwa komunitas., kebijakan tentang kesehatan jiwa, legalisasi, pelayanan kesehatan jiwa, pelayanan pembauran, begitu pula implikasi terhadap praktek keperawatan. Perubahan dalam pelayanan kesehatan jiwa menuntut perawat untuk memiliki pengetahuan yang teoritis yang lebih baik dan kemampuan untuk melakukan praktek keperawatan secara professional.Di Indonesia, kajian yang ekstensif tentang kebutuhan masyarakat dengan masalah kesehatan jiwa, sumber yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan tersebut, serta keyakinan, nilai dan sikap tenaga professional kesehatan jiwa tentang ilmu kedokteran dan perilaku dari negara barat yang mempengaruhi pelayanan kesehatan jiwa, sangat diperlukan untuk pengembangan system kesehatan jiwa yang lebih efektif dan efesien. The mental health services in Australia have been developed to be more community based services and sensitive to the needs and rights of the mentally ill. This development has implications for mental health system and the community, mental health policy, legislation, mental health services, mainstreaming services as well as implications for nursing practice. The change in mental health services required the nurse to have the better theoretical knowledge and competence to practice professionally. In Indonesia, the extensive study on the needs of the people with mental health problem and the existing resource to meet those needs, as well as the current beliefs, values and attitudes held by mental health professionals towards the Western medical and behavioral science influence on mental health services is an important process in developing more efficient and effective mental health system

    Peran Perawat Dalam Penerapan ‘PHC’ Pada Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak – Keluarga Berencana

    Full text link
    Penelitian ini menggunakan desain penelitian eksploratif yang bertujuan menguraikan kegiatan yang dilakukan perawat dan mengindentifikasi faktor yang mempengaruhi kegiatan perawatan dalam pelayanan KIA dan KB di Puskesmas dan di masyarakat.Penelitian dilakukan terhadap empat perawat yang masing-masing bekerja di Puskesmas Induk dan Puskesmas Pembantu di Bogor dan Puskesmas Induk dan Puskesmas Pembantu di Depok. Tiap perawat diamati oleh dua orang peneliti selama jam kerja untuk mengetahui jumlah waktu yang digunakan untuk kegiatan KIA dan KB.Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosentase waktu rata-rata yang digunakan perawat untuk pelayanan KIA dan KB adalah 29,6% dari total waktu pelayanan Puskesmas. Waktu yang lain digunakan oleh perawat untuk melaksanakan kegiatan pemeriksaan, penyuntikan, pengisian kartu pemanggil pasien dan menyiapkan obat. Perawat yang bekerja pada Puskesmas di Bogor menunjukkan bobot kegiatan paling tinggi dalam pelayanan KIA dan KB, sedangkan tiga perawat lainnya, hanya melakukan kegiatan pada Balai Pengobatan, depot obat dan kegiatan non keperawatan lain. Kegiatan perawat tertinggi di Posyandu adalah pemberian imunisasi dan pemantauan pertumbuhan yaitu 89,3% dari kegiatan lain. Puskesmas yang memberikan kewenangan yang lebih besar kepada perawat dan perawat dengan kemampuan lebih untuk melakukan pelayanan KB, ternyata menunjukkan cakupan KB yang cukup tinggi, yaitu 82,4%.Beberapa faktor yang menyebabkan perawat kurang berperan dalam pelayanan KIA dan KB antara lain karena perawat tidak diberikan kewenangan untuk memberikan pelayanan KIA dan KB, serta uraian tugas yang kurang jelas dan tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan perawat. This resort utilized exploratif descriptive design with the purpose of describing the nurse’s activities and identification of factor affective nursing activities in maternal child healt care and family planning services in health center and community.For nurses working at twograin health center and to subdistrict health center located in Bogor and Depok were included in this study. Each nurse was observed by two observers throughout the working in hours to collect data on time spent bu nurses for maternal child health care and family planning services.The result of study revealed that the average of presentage time spent by nurses to provide maternal child health care and family planning sevices was 26,6% of total time spent in health center. The rest of time was spent by nurses for non-nursing activities such as examination parenteral medication, filling out frames, calling for patients and preparing the madication. The nurse who worked at health center in Bogor. Showed the most time spent for maternal child health care and family planning services, while another three nurses only worked at medical room, and drug counter and did non-nursing activities. Imunization and mentoring of child growth were reported as the most activities done (89,3%) at integrated health post (Posyandu) compared to another nurses’s activities. The health center with more autonomy giren to the nurses and asses with more competencies to provide family planning services that infact had an high coverage of family planning which was 82,4%.Several factors affecting the low contributing of nurses on mater hal child health care of family planning have been identified in this study were that those nurses were not authorized to offer maternal child health care of family planning, and the unclear job descriptions, as well ad inadequate educational background of nurses

    502

    full texts

    579

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Keperawatan Indonesia (JKI)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇