Jurnal Keperawatan Komprehensif (JKK)
Not a member yet
497 research outputs found
Sort by
Persepsi Pasien/keluarga terhadap Mutu Pelayanan Rawat Jalan (Reliability, Assurance, Empathy) di RS Misi Lebak
Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk melihat gambaran persepsi pasien terhadap mutu pelayanan RS Misi Lebak berdasarkan jenis kelamin, reliability (kehandalan) , assurance (jaminan) dan empathy (kepedulian). Penelitian dilakukan di pelayanan rawat jalan RS Misi Lebak. Metode penelitian ini adalah survey dengan pendekatan cross sectional, dengan jumlah sampel 110 orang yang merupakan pasien rawat jalan yang telah selesai mendapatkan pelayanan kesehatan.  Pengumpulan data didapatkan melalui kuesioner kepuasan pasien, sedangkan analisa data yang dilakukan dengan menggunakan analisa Univariat, Bivariat Uji Chi-Square. Hasil uji statistika diperoleh ada hubungan yang signifikan antara reliability  (P = 0.040), assurance (P = 0.000 ), empathy (P = 0.000 ) dengan persepsi terhadap mutu pelayanan rawat jalan
Gambaran Intensi Minum Obat Pencegah Filariasis Pada Ibu Rumah Tangga Di Desa Citalahab Kecamatan Karangjaya Kabupaten Tasikmalaya
ABSTRAK PENDAHULUAN: Program Pemberian Obat Pencegahan secara Massal (POPM) Filariasis di Indonesia dilaksanakan sebagai salah satu upaya memutuskan rantai penularan Filariasis di daerah endemi. Target cakupan POPM Filariasis ditetapkan sebesar 85%. Pada tahun 2015 cakupan minum obat terendah di wilayah Kabupaten Tasikmalaya berada di Desa Citalahab Kecamatan Karangjaya dengan persentase minum obat pencegahan sebesar 46,95% dari jumlah sasaran minum obat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran intensi minum obat pencegah Filariasis pada ibu rumah tangga di Desa Citalahab Kecamatan Karangjaya Kabupaten Tasikmalaya. METODE PENELITIAN: Metode penelitian yang digunakan adalah cross sectional study. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 166 orang responden. Lokasi penelitian dilakukan di Desa Citalahab Kecamatan Karangjaya Kabupaten Tasikmalaya. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang mengukur intensi. Analisis data disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi. KESIMPULAN: Hasil penelitian menunjukan  intensi minum obat pencegah Filariasis pada ibu rumah tangga di Desa Citalahab Kecamatan Karangjaya masih rendah.  ABSTRACTINTRODUCTION: Mass Drug Administration (MDA) Program of Lymphatic Filariasis   in Indonesia was implemented as an effort to break the chain of transmission of Filariasis in endemic areas. Target coverage of MDA is set at 85%. In 2015, the lowest drug coverage in Tasikmalaya Regency was in Citalahab Village, Karangjaya District with the percentage of MDA coverage (46.95%) from the target.. The purpose of this research was to explore the description of intention to mass drug administration of Lymphatic Filariasis in housewife in Citalahab village, Karangjaya sub-district, Tasikmalaya regency. RESEARCH METHOD: The research method used is cross sectional study. The sampling technique used simple random sampling method with 166 respondents. The research location was done in Citalahab Village, Karangjaya Sub-district, Tasikmalaya Regency. Data collection uses questionnaires that measure intentions. Data analysis was presented in the form of frequency distribution. CONCLUSIONS: The results showed the intention of taking the drug of prevention of filariasis in housewife in Citalahab Village, Karangjaya Sub-district is still lo
GAMBARAN PELAKSANAAN PERAN KADER TUBERKULOSIS PADA PROGRAM DOTS DI KECAMATAN BANDUNG KULON
Strategi DOTS direkomendasikan oleh WHO sejak tahun 1995 untuk penanggulangan penyakit TB. Keberhasilan pelaksanaan DOTS di masyarakat perlu melibatkan peran petugas kesehatan, keluarga, dan kader komunitas yang telah mengikuti pelatihan. Keberadaan kader TB di tengah masyarakat ini diharapkan dapat membantu penanggulangan penyakit TB. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran pelaksanaan peran kader tuberkulosis pada program DOTS di Kecamatan Bandung Kulon. Penelitian ini dilakukan secara deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Terdiri atas satu variabel dengan lima domain. Sampel dalam penelitian adalah 66 kader tuberkulosis yang telah mengikuti pelatihan. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner melalui teknik wawancara. Kuesioner yang digunakan sudah dilakukan uji validitas isi dilakukan pada tiga peneliti TB dan komunitas. Uji reliabilitas dengan Kuder Richardson formula 21 dengan nilai 0,88. Nilai uji reliabilitas instrumen 0,8. Analisis data menggunakan distribusi frekuensi yang dilakukan secara komputerisasi. Hasil penelitian sebagian besar pelaksanaan peran kader tuberkulosis dalam program DOTS dalam kategori baik sebanyak 42 responden (63,6%) dan 24 responden (36,6%) dalam kategori tidak baik. Domain sebagai pemberi penyuluhan (63,6%) dan penjaringan suspek TB (68,2%) dalam kategori baik. Akan tetapi, domain peran sebagai koordinator PMO (63,4%) dan pembimbing dan pemotivasi PMO (63,6%) dalam kategori tidak baik serta domain peran sebagai PMO (50%) dalam kategori sama baik. Berdasarkan hasil Penelitian diharapkan petugas kesehatan yang menjalani program DOTS dapat mengevaluasi dan memperbaiki aspek yang kurang dalam pelaksanaan peran kader TB
HUBUNGAN SIBLING RIVALRY DENGAN CEDERA PADA ANAK USIA BALITA DI DESA CIPACING KECAMATAN JATINANGOR
Latar belakang. Sibling rivalry terjadi pada anak usia balita yang memiliki saudara kandung, kecemburuan dan kebencian menyebabkan kompetisi untuk mendapatkan perhatian dari orangtua. Dampak sibling rivalry antara lain dapat menimbulkan risiko cedera fisik pada anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan sibling rivalry dengan kejadian cedera pada anak usia balita di Desa Cipacing Kecamatan Jatinangor. Metode. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 47 responden yang dipilih meggunakan teknik total sampling. Instrumen sibling rivalry dari penelitian Vevandi (2015). Instrumen cedera dikembangkan dari WHO. Data dianalisis menggunakan distribusi frekuensi dan ujia Spearman-Rank. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan 31 responden (66%) memiliki anak yang mengalami sibling rivalry pada tingkat sedang dan 28 responden (59,6%) anak mengalami cedera ringan. Terdapat hubungan yang lemah antara sibling rivalry dengan cedera pada anak usia balita di Desa Cipacing Kecamatan Jatinangor (p-value=0,048; r-value=0,290). Kesimpulan. Hasil penelitian menyarankan diperlukannya edukasi tentang pencegahan kecelakaan pada anak (bimbingan antisipasi pada orangtua)
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN LANSIA TENTANG SENAM OTAK DI WILAYAH RW 06 KELURAHAN PAMOYANAN KOTA BANDUNG
Otak manusia seperti hologram, terdiri atas tiga dimensi dengan bagian-bagian yang saling berhubungan sebagai satu kesatuan. Latihan otak dapat membuat otak bekerja aktif. jika lansia tidak mengetahui senam otak, maka lansia akan mengalami daya ingat yang kurang baik. Senam otak adalah rangkaian gerakan sederhana yang dapat menyeimbangkan setiap bagian otak atau latihan berbasis gerakan tubuh sederhana yang dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja. Penelitian dilakukan bertujuan untuk megetahui gambaran tingkat pengetahuan lanjut usia tentang senam otak di wilayah RW 06 Kelurahan Pamoyanan Kota Bandung. Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia yang berusia 45-60 tahun sebanyak 345 orang, sedangkan jumlah sampel penelitian sebanyak 72 responden dengan menggunakan  teknik  purposive  sampling. Kuesioner dikembangkan dengan mengacu pada tinjauan pustaka yang terdiri atas data pengetahuan tentang senam otak sebanyak 28 pernyataan. Berdasarkan hasil penelitian pengetahuan lanjut usia tentang senam otak di wilayah RW 06 Kelurahan Pamoyanan Kota Bandung tahun 2016 didapatkan bahwa 76,4% memiliki pengetahuan baik tentang senam otak. Lansia yang berusia 45-60 tahun memiliki pengetahuan baik tentang senam otak. Diharapkan kepada petugas kesehatan di Puskesmas Pasirkaliki agar melakukan kegiatan senam ota
GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN KELUHAN TENTANG MENSTRUASI DIANTARA REMAJA PUTERI
Latar Belakang: Menstruasi merupakan hal yang biasa terjadi pada perempuan yang sudah memasuki masa remaja remaja. Sebagian remaja memiliki keluhan-keluhan saat menstruasi terjadi. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran pengetahuan, sikap dan keluhan remaja puteri mengenai menstruasi. Metode: Desain penelitian deskriptif kuantitatif.. Jumlah sampel sebanyak 100 santriwati. Penelitian dilakukan di pondok pesantren Al-Musaddadiyah Garut pada tahun 2017. Instrumen yang digunakan terdiri dari data keluhan saat menstruasi, pengetahuan, dan sikap yang dibuat berdasarkan referensi terkait dan telah dilakukan uji konten dan uji reabilitas serta uji validitas. Data dianalisis dengan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukan bahwa lebih dari setengah responden sebanyak 69 orang (69%) mengalami keluhan pegal dan sebagian responden sebanyak 56 orang (56 %) mengalami dismenorhoe saat menstruasi.Pada variabel pengetahuan dan sikap tentang perawatan saat menstruasi ditemukan bahwa semua responden sebanyak 100 orang (100%) berpengetahuan buruk dan sebagian besar responden sebanyak 78 orang (78%) memiliki sikap tidak mendukung terhadap perawatan saat menstruasi . Kesimpulan: para remaja cenderung mengalami keluhan saat menstruasi, serta memiliki pengetahuan buruk dan sikap tidak mendukung tentang perawatan saat menstruasi
Tingkat Perkembangan Balita Usia 1 Bulan – 6 Tahun Di Kecamatan Cibiuk Kabupaten Garut
ABSTRAK Angka penyimpangan perkembangan pada anak saat ini semakin meningkat. Faktor yang penting untuk mendeteksi penyimpangan perkembangan adalah skrining perkembangan. Sejauh ini beberapa literatur lebih banyak membahas perkembangan pada anak di daerah perkotaan, dan sedikit sekali hasil penelitian yang memaparkan perkembangan pada anak di daerah pedesaan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran perkembangan anak usia 1 bulan – 6 tahun dalam aspek perkembangan personal sosial, adaptif motorik halus, bahasa, dan motorik kasar. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Penelitian dilakukan di Kecamatan Cibiuk Kabupaten Garut. Pengambilan sampel dengan cara purposive sampling, didapatkan 130 responden. Tingkat perkembangan diukur menggunakan Denver Development Screening Test II (DDST II). Analisis data dengan menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar anak mengalami perkembangan normal, yaitu usia 1-12 bulan 74% normal, usia >1-3 tahun 64% normal, dan usia >3-6 tahun 65% normal. Sedangkan berdasarkan empat aspek perkembangan didapatkan data bahwa persentase terbesar suspect (dicurigai adanya gangguan) terdapat pada aspek perkembangan personal sosial dialami anak usia >3-6 tahun, presentase suspect perkembangan adaptif-motorik halus terbesar dialami anak usia >3-6 tahun, presentase suspect perkembangan bahasa terbesar dialami anak usia >3-6 tahun, dan presentase suspect perkembangan motorik kasar terbesar dialami anak usia >1-3 tahun. Suspect (dicurigai adanya gangguan) pada tiap aspek perkembangan dipengaruhi oleh berbagai hal, yang paling berperan diantaranya adalah stimulasi. Sehingga gambaran perkembangan saat ini mungkin akan berbeda dengan gambaran perkembangan di masa yang akan datang, apabila anak dilakukan stimulasi. Peneliti merekomendasikan agar perawat meningkatkan diseminasi informasi mengenai stimulasi untuk mengoptimalkan perkembangan pada anak. ABSTRACT Developmental disorders in children is increasing. One of the factors that are important to detect developmental disorders are developmental screening. However, literature mainly discussed on child development in urban areas, and very little research that explained the development of children in rural areas. The aim of this study was to describe children developmental level age 1 month until 6 years in rural areas. The sub variabel that are studied personal social aspect, fine motor-adaftive, language, and gross motor development. The childen development screening can use Denver Development Screening Test II (DDST II), in which categories as normal and suspect. This study conducted in District of Cibiuk, Garut Residence. There were 130 respondent was taken with purposive sampling techique in this study. Design of this study was descriptive. Child development was measured by Denver Developmental Screening Test II. Data analysis was used distribution of frequency. This result of this study showed that most children had normal development level, there were 74% in children age 1-12 month, 64% in children 1-3 years old, and 65% in children >3-6 years old. Based on the developmental aspect, the result showed that the higher precentage of suspect on the personal sosial aspect were in children age >3-6 years old, higher precentage of suspect of the fine motor-adaftive aspect were in children age >3-6 years old, higher precentage of suspect of language aspect were in children age >3-6 years old, and higher precentage of suspect of the gross motor aspect were in children age >1-3 years old. The suspect in  developmental children were influenced by various factor, such as stimulation. Researcher recommend that nurses need to intensified dissemination of information about stimulation in children to optimize growth developmental in children
PENGETAHUAN TIM REAKSI CEPAT TENTANG BANTUAN HIDUP DASAR
Cardiac arrest termasuk kejadian kegawatdaruratan yang membutuhkan bantuan hidup dasar dengan resusitasi jantung paru. Upaya pertolongan bantuan hidup dasar yang terlambat diberikan dapat berdampak kematian pada pasien. Tim reaksi cepat sebagai tenaga kesehatan yang dibentuk khusus untuk menangani pasien kegawatdaruratan dituntut mampu memberikan pertolongan pada pasien gawat darurat dengan cepat dan tepat. Tim reaksi cepat membutuhkan pengetahuan dalam melakukan tindakan bantuan hidup dasar. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi pengetahuan Tim Reaksi Cepat tentang Bantuan Hidup Dasar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif pada 37 anggota tim reaksi cepat yang dipilih menggunakan total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan yang disusun dan dikembangkan peneliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan sebagian besar dalam kategori kurang yaitu sebanyak 36 responden (97,3%) dan satu responden (2,7%) memiliki pengetahuan baik. Responden dengan katergori pengetahuan yang kurang memiliki kategori kurang di semua indikator seperti, pada pengetahuan konsep dasar, pengkajian respon dalam BHD, resusitasi paru dalam BHD, resusitasi jantung dalam BHD, dan AED dalam BHD. Perlu adanya peningkatan pengetahuan tentang bantuan hidup dasar dengan mengadakan pelatihan, evaluasi serta pembaharuan standar prosedur operasional BHD
TINGKAT USABILITAS DAN KEPUASAN EVERNOTE SEBAGAI PLATFORM E-LEARNING UNTUK MATA KULIAH ILMU DASAR KEPERAWATAN DI FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS PADJADJARAN
Evernote adalah aplikasi yang dapat digunakan sebagai platform e-learning alternatif untuk pendidikan tinggi. Namun, belum diketahui tingkat usabilitas dan kepuasannya pada pendidikan keperawatan di Indonesia. Penelitian ini menginvestigasi tingkat usabilitas dan kepuasan Evernote sebagai platform e-learning. Metode yang digunakan adalah survei menggunakan kuesioner dengan teknik purposive sampling. Responden adalah 139 mahasiswa Fakultas Keperawatan, Universitas Padjadjaran yang mengikuti online course Ilmu Dasar Keperawatan versi trial. Data tendensi sentral (mean) dianalisis untuk setiap item dan setiap kategori. ‘Rerata usabilitas’ dan kepuasan terhadap ‘desain’ dinilai cukup baik (69,2% dan 77%), namun kategori ‘reliabitas sistem’, dan ‘hasil dan penggunaan di masa depan’ masih dinilai rendah (56,5% dan 56,4%). Ini menunjukkan bahwa aplikasi Evernote diminati oleh mahasiswa namun mereka belum dapat melihat kemanfaatannya dalam belajar karena penelitian dilakukan pada mata kuliah online versi trial. Penelitian lebih lanjut diperlukan dengan implementasi Evernote pada mata kuliah yang terintegrasi dengan kurikulum, dan didukung dengan tahap persiapan yang komprehensif
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Personal Hygiene terhadap Tingkat Pengetahuan dan Sikap Masyarakat
oai:https://journal.stikep-ppnijabar.ac.id/jkk/oai:article/2ABSTRAKPendahuluan: Personal hygiene (kebersihan diri) adalah upaya seseorang dalam memelihara kebersihan dirinya untuk memperoleh kesejahteraan fisik dan psikologis. Peningkatan pemberian informasi kepada masyarakat mengenai personal hygiene sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya berbagai macam penyakit. Salah satu cara untuk mencegah terjadinya penularan penyakit yang disebabkan personal hygiene, yaitu dengan pemberian pendidikan kesehatan. Metode:Penelitian bertujuan untuk mengetahui “Pengaruh Pendidikan Kesehatan Personal Hygiene terhadap Tingkat Pengetahuan dan Sikap Masyarakatâ€, penelitian ini menggunakan one group pretest-postest design. Sampel berjumlah 34 responden. Hasil uji statistik menggunakan uji paired sample test. Hasil: hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh pendidikan kesehatan Personal Hygiene terhadap tingkat pengetahuan, didapatkan nilai p sebesar 0,001 (p value< 0,05) dan sikap didapatkan hasil nilai p 0,038 (p value< 0,05) menunjukkan ada pengaruh pendidikan kesehatan Personal Hygiene terhadap tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat sebelum dan sesudah dilakukan intervensi. Diskusi: Hasil penelitian ini direkomendasikan kepada masyarakat untuk lebih memperhatikan personal hygiene (kebersihan diri) agar terhindar dari berbagai macam penyakit. ABSTRACTIntroduction: Personal hygiene (personal hygiene) is the effort of a person in maintaining his hygiene to obtain physical and psychological well-being. Increased provision of information to the public about personal hygiene is needed to prevent the occurrence of various diseases. One way to prevent the occurrence of disease transmission caused by personal hygiene is by providing health education. The aim of this research is to know the Influence of Personal Hygiene Health Education to Knowledge and Attitude of Mangunharjo. Method: research using one group pretest-postest design. The sample was 34 respondents. Statistical test results using paired sample test test. Result: result of research about knowledge got p value equal to 0,001 (p value <0,05) and attitude got result p value 0,038 (p value <0,05) show there is influence of health education of Personal Hygiene to Knowledge Level and Community Attitudes before And after intervention. Discussion: The results of this study recommended to the public to pay more attention to personal hygiene (hygiene) aagar protected from various disease