Jurnal Keperawatan Komprehensif (JKK)
Not a member yet
    497 research outputs found

    Kebutuhan Masyarakat Sekolah Tentang Media Edukasi Dalam Meningkatkan Personal Hygiene Pada Anak Di SD Sukagalih

    No full text
    ABSTRAKPendahuluan: Kebutuhan masyarakat sekolah tentang media edukasi kesehatan  dalam meningkatkan personal hygiene anak masih belum banyak dikembangkan. Pendidikan kesehatan dengan menggunakan media edukasi dapat meningkatkan kemampuan kritis anak. Personal hygiene atau kebersihan diri perorangan perlu diaplikasikan pada diri pribadi serta keluarga agar terhindar dari penyakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali ide-ide atau persepsi masyarakat sekolah tentang kebutuhan untuk meningkatkan Personal hygiene pada anak di SD Sukagalih. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kualitatif eksploratif untuk menggali ide-ide secara mendalam dari partisipan. Pemilihan partisipan menggunakan teknik purposive sample, berdasarkan kriteria inklusi. Sebanyak sembilan belas orang partisipan yang bersedia terlibat dalam penelitian ini. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam pada orangtua, guru, masyarakat, dan tenaga kesehatan, sedangkan pada anak-anak dilakukan focus group discussion (FGD). Waktu penelitian pada bulan September sampai dengan bulan November 2017, analisis data menggunakan teori Braun and Clarke (2006). Hasil: Penelitian didapatkan empat tema yaitu; kebutuhan akan media, kriteria media yang baik, jenis media yang dibutuhkan, dan penyitaan waktu dalam kebiasaan bermain. Diskusi: Bahwa masyarakat sekolah membutuhkan media dan metode untuk meningkatkan personal hygiene pada anak. Diperlunya kerjasama masyarakat sekolah untuk meningkatkan personal hygiene anak dan akan kebutuhan media edukasi yang dapat membantu pengetahuan, motivasi anak, dan  mendidik anak kearah yang lebih baik dalam kesehatan personal hygiene. ABSTRACTIntroduction: The needs of the school community about health education media in improving child hygiene are still not widely developed. Health education by using educational media can improve children\u27s critical ability. Personal hygiene or personal hygiene needs to be applied to personal and family to avoid disease. The purpose of this study was to explore the ideas or perceptions of the school community about the need to improve personal hygiene in children in SD Sukagalih. Method: This study was conducted using a qualitative explorative design to explore the ideas in depth from the participants. The selection of participants was used purposive sample technique, based on the inclusion criteria. Nineteen participants were agreed to join in the study. Data collection used in-depth interview techniques for parents, teachers, communities, and health workers, while in children focus group discussions (FGDs) were conducted. During the study period from September to November 2017, data analysis used Braun and Clarke\u27s theory (2006). Result: The research found four themes; the need for media, good media criteria, the type of media required, and the seizure of time in play habits. Discussion: That the school community needs media and methods to improve personal hygiene in children. There is a need for school community co-operation to improve the child\u27s personal hygiene and the need for educational media that can help knowledge, motivate children, and educate children towards better health of personal hygiene.Â

    KUALITAS HIDUP PASIEN PASCA-PERCUTANEOUS CORONARY INTERVENTION (PCI)

    No full text
    Serangan jantung biasanya disebabkan oleh penyumbatan yang mencegah darah mengalir ke jantung atau otak, sehingga dapat terjadi kerusakan atau komplikasi lebih lanjut seperti; miokard infark (kematian sel jantung) hingga gagalnya otot jantung dalam mendapatkan suplai oksigen yang dapat mengakibatkan kematian seseorang. Oleh sebab itu, pasien penyakit jantung memerlukan Percutaneous Coronary Intervention (PCI) untuk mengatasi permasalahnya. Pemasangan PCI pada pasien yang menderita penyakit jantung dapat memengaruhi aktivitas fisik pasien hingga kualitas hidupnya (Quality Of Life). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kualitas hidup pasien pasca PCI. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini pasien percutaneos coronary intervention (PCI) di Rumah Sakit Dustira Cimahi sebanyak 87 kasus.Teknik pengambilan sampel dengan cara  purposive sampling dengan jumlah 38 responden. Tehnik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan diolah dengan distribusi frekuensi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas hidup pasien pasca PCI berdasarkan empat domain kualitas hidup didapatkan hasil pada domain fisik sebagian besar (73,7%) kualitas hidup responden rendah, sebagian besar 78,9% kualitas hidup responden tinggi pada domain  psikologi, sebagian besar 63,2% kualitas hidup responden tinggi dilihat pada domain sosial, sebagian besar 55,3% kualitas hidup responden tinggi dilihat pada domain lingkungan. Diharapkan perawat dapat memberikan asuhan keperawatan dan memberikan motivasi kepada pasien agar rajin melakukan kontrol, melaksanakan diet serta berhenti merokok

    Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Deteksi Dini Dan Pencegahan Anemia Dalam Upaya Menurunkan Aki Pada Kader Posyandu

    No full text
    ABSTRAKLatar belakang: salah satu faktor penyebab masih tingginya angka mortalitas pada ibu antara lain anemia  ibu hamil. Peran kader masyarakat yang tergabung dalam posyandu sangat diperlukan untuk ibu hamil dalam bentuk pendidikan kesehatan kepada ibu hamil untuk mengetahui pengaruh edukasi deteksi dini anemia terhadap pengetahuan  kader posyandu. Tujuan Penelitian: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan deteksi dini dan penceghan anemia pada kader posyandu. Metode: desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan pretest dan post test without control. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode total sampling sebanyak 21 kader kesehatan posyandu di Cipamokolan Kelurahan Mekarjaya Kecamatan Rancasari Bandung. Analisis data meliputi univariat dan bivariat dengan menggunakan uji t test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata tingkat pengetahuan sebelum intervensi dalam kategori kurang  (19%), cukup (76,2%), baik (4,8%) meningkat setelah intervensi menjadi cukup (14,3%) dan baik (85,7%). Pada analisis lanjut ditemukan rata-rata tingkat pengetahuan sebelum intervensi dari 60 menjadi 90 (p= 0.001). Kesimpulan: pendidikan kesehatan berpengaruh dalam meningkatkan tingkat pengetahuan kader kesehatan.   tingkat pengetahuan kader kesehatan.  ABSTRACTBackground: one of the contributing factors of high maternal mortality rate is pregnant mother\u27s anemia. The role of community cadres incorporated in Posyandu is very necessary for pregnant women in the form of health education to pregnant women. Research Objectives: this study aimed to determine the effect of health education on knowledge of early detection of anemia and prevention of anemia of Posyandu cadres. Methods: the quasi experiment with pre test and post test without control design was used in this study. Sampling was collected by total sampling method as many as 21 health cadres of posyandu in Cipamokolan Kelurahan Mekarjaya, Rancasari District of Bandung. Data analysis included univariate and bivariate by using t-test. The results showed that the average level of knowledge before the intervention was in the category of less (19%), enough (76.2%), good (4.8%), it increased after intervention to enough (14.3%) and good (85.7 %). In the advanced analysis found that the average level of knowledge before the intervention was 60 to 90 (p = 0.001). Conclusion: health education is influential in increasing the level of health cadre knowledg

    HUBUNGAN ANTARA PENANGANAN DIABETES MELITUS: EDUKASI DAN DIET TERHADAP KOMPLIKASI PADA PASIEN DM TIPE 2 DI POLIKLINIK RSUP DR. HASAN SADIKIN BANDUNG

    No full text
    Diabetes Melitus (DM) adalah penyakit seumur hidup dimana badan seseorang tidak memproduksi cukup insulin atau tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksi dengan baik (Johnson, Marilyn 2005). Peningkatan komplikasi DM meningkat setiap bulannya di Poliklinik Endokrin RSHS Bandung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara penanganan DM: Edukasi dan Diet terhadap komplikasi pada pasien DM Tipe 2 di Poliklinik RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasi dengan desain retrospektif dengan populasi sebanyak 95 orang dengan teknik pengambilan sampel purposif sampling dan didapatkan sampel sebanyak 50. Analisa data diolah menggunakan uji Chi-Square Test. Hasil penelitian ini mendapatkan hubungan yang signifikan antara edukasi mengenai DM dengan komplikasi didapatkan nilai p value (0,041) dengan α (5%) dan untuk hubungan antara kepatuhan diet DM dengan kejadian komplikasi mendapatkan hubungan yang signifikan dengan didapatkan nilai p value (0,020) dengan α (5%). Untuk itu disarankan khususnya kepada responden agar ikut serta jika ada penyuluhan yang diberikan oleh tenaga kesehatan serta patuh terhadap pilar penanganan DM khususnya Diet DM yang dianjurkan oleh tenaga kesehatan

    PENGALAMAN HIDUP REMAJA YANG MENGALAMI PREMENSTRUAL SYNDROME (PMS) DI SMK MOCH TOHA CIMAHI

    No full text
    Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Pada remaja wanita akan terjadi pematangan seksual yang ditandai dengan datangnya menstruasi. Menjelang datangnya menstruasi seorang wanita akan mengalami premenstrual syndrome (PMS). Gejala yang ditimbulkan PMS meliputi gejala afektif dan gejala somatik. Gejala tersebut akan berdampak pada kualitas hidup remaja, karena bila tidak ditangani dengan baik tentunya dapat mengganggu aktifitas remaja baik itu dirumah maupun di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengalaman hidup remaja yang mengalami PMS di SMK Moch Toha Cimahi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan desain fenomenologi deskriptif, data diperoleh dari hasil wawancara. Informan dalam penelitian ini berjumlah lima orang. Data yang dikumpulkan berupa hasil rekaman wawancara dan catatan lapangan yang dianalisis dengan teknik Collaizi. Penelitian ini menghasilkan lima tema yaitu: Berbagai perubahan fisik, Psikologis dan perilaku dialami remaja saat PMS, PMS dirasakan mengganggu hubungan interpersonal dan aktivitas sosial, Penanganan non farmakologi lebih banyak dilakukan remaja saat mengalami PMS, Faktor eksternal dan internal menjadi alasan remaja saat melakukan penanganan, Gejala dirasakan berkurang setelah dilakukan beberapa penanganan. Hasil penelitian ini dapat memberikan gambaran kepada remaja mengenai pengalaman remaja dalam menghadapi PMS. Disarankan bagi tenaga kesehatan khususnya perawat untuk memberikan pendidikan kesehatan kepada remaja mengenai menstruasi dan gangguannya, khususnya premenstrual syndrome

    Studi Fenomenologi: Pengalaman Aktivitas Fisik Klien Yang Menjalani Hemodialisis

    No full text
    Hemodialisis merupakan salah satu terapi yang dilaksanakan oleh klien dengan penyakit ginjal kronis stadium akhir. Berbagai perubahan fisik dan psikologis klien yang menjalani hemodialisi berpengaruh pada kemampuan klien dalam melakukan aktivitas fisik. Pengalaman klien yang menjalani hemodialisis dalam melakukan aktivitas fisik merupakan hal penting untuk diketahui agar dapat menjadi dasar pengembangan program intervensi untuk mengurangi resiko komplikasi penyakit jantung yang menjadi penyebab utama kematian penyakit ini.Tujuan penelitian ini yaitu mengeksplorasi secara mendalam pengalaman pemenuhan kebutuhan aktivitas fisik klien yang menjalani hemodialisis.Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan melalui in-depth interview kepada 8 (delapan) orang klien yang menjalani hemodialisis.  Keabsahan data meliputi credibility, dependability, confirmability, transferability. Teknik analisis data menggunakan metode Collaizi.Hasil penelitian didapatkan 4 (empat) tema yaitu:  (1) Perubahan pemenuhan kebutuhan aktivitas selama menjalani hemodialisis; (2) Mempertahankan kemampuan perawatan diri selama menjalani hemodialisis (3) Perencanaan dalam upaya mempertahankan kemampuan aktivitas fisik; (4)  Harapan terhadap pelayanan terkait dengan intervensi keperawatanHasil penelitian pengalaman aktivitas fisik klien yang menjalani hemodialis dapat dijadikan dasar pengembangan program pelayanan keperawatan yang lebih bermutu untuk dapat meningkatkan produktifitas klien sehingga kualitas hidup klien hemodialisis menjadi lebih baik

    DUKUNGAN KELUARGA BERHUBUNGAN DENGAN KECERDASAN EMOSIONAL REMAJA

    No full text
    Kondisi remaja saat ini cukup mengkhawatirkan. Prevalensi ketidakstabilan emosi remaja pada tahun 2015 di kota Bandung mencapai 40%. Keluarga merupakan faktor yang dapat mempengaruhi terhadap kecerdasan emosional remaja, dengan adanya dukungan dari keluarga dapat membantu remaja memperoleh kecerdasan emosional yang tinggi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui adanya hubungan antara dukungan keluarga dengan kecerdasan emosional remaja di SMA kota Bandung. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional dengan metode cluster sampling dan didapatkan 170 sampel. Data dianalisis menggunakan non-parametrik Uji Spearman. Berdasarkan hasil analisis statistik diperoleh 27,1% remaja yang kurang mendapatkan dukungan dari keluarga memiliki kecerdasan emosional dalam kategori rendah dan 31,2% remaja yang memperoleh dukungan dari keluarga memiliki kecerdasan emosional dalam kategori tinggi. Hasil uji Spearman menunjukan p-value 0,033 (p < 0,05) r 0,163. H0 ditolak yang artinya ada hubungan yang sangat rendah antara dukungan keluarga dengan kecerdasan emosional remaja di SMA kota Bandung. Hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi perawat untuk melakukan promosi kesehatan mengenai psikologis remaja melalui program Bina Keluarga Remaja, Program Kesehatan Peduli Remaja, dan Usaha Kesehatan Sekolah

    PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN CERAMAH TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI DI SMP NEGERI 2 TANJUNGSARI SUMEDANG

    No full text
    Salah satu masalah utama yang dialami remaja adalah masalah kesehatan reproduksi. Hal ini didukung data SDKI (2012) yang menyatakan secara nasional terjadi peningkatan angka remaja yang melakukan hubungan seksual pranikah yaitu sekitar 9,3% atau sekitar 3,7 %.  Hal ini akan berdampak meningkatnya masalah reproduksi remaja misalkan kehamilan yang tidak diinginkan, aborsi, penyakit menular seksual (PMS), serta kekerasan seksual. Berdasarkan latar belakang diatas, perlu dilakukan pendidikan kesehatan untuk mengingkatkan pengetahuan remaja terkait kesehatan reproduksi remaja.  Menurut beberapa penelitian sebelumnya pendidikan kesehatan terbukti efektif untuk meningkatkan pengetahuan. Adapun tujuannya yaitu untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi. Metode Penelitian : Rancangan penelitian ini menggunakan eksperimen semu (Quasi exsperimen), dengan pendekatan pre test dan post tes. Jumlah sampel dari masing-masing baik kelompok intervensi maupun kontrol sebanyak 22 responden, teknik pengambilan sampel secara purposive sampling, instrumen dalam penelitian ini dengan menggunakan kuesioner. Pelaksanaan penelitian dilaksanakan ke dalam tiga tahap yaitu tahap persiapan pelaksanaan dan tahap evaluasi,  analisis data menggunakan uji statistik t test independent dan dependen. Hasil penelitian terdapat perbedaan yang bermakna pada pengetahuan tentang kesehatan reproduksi sebelum dan setelah dilakukan pendidikan keseahatan ceramah pada kelompok intervensi (P=0.036), tidak terdapat perbedaan pada kelompok kontrol (p= 0.162). Kesimpulan Pendidikan kesehatan dengan metode ceramah dapat meningkatkan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi

    HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG ANTISIPASI CEDERA DENGAN PRAKTIK PENCEGAHAN CEDERA PADA ANAK USIA TODDLER DI RW 01 KELURAHAN MANGGAHANG WILAYAH PUSKESMAS JELEKONG KABUPATEN BANDUNG

    No full text
    Cedera adalah dampak dari agen eksternal yang menimbulkan kerusakan fisik maupun mental. Cedera termasuk salah satu dari beberapa penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak di dunia. Prevalensi cedera pada tahun 2007 mencapai 7,5% dan mengalami peningkatan tahun 2013 yaitu 8,5%. Melihat karakteristik perkembangannya toddler lebih beresiko mengalami cedera. Hal ini dapat berdampak pada psikologis, terganggunya proses pertumbuhan dan perkembangannya dikemudian hari, menimbulkan kecacatan bahkan lebih fatal bisa menyebabkan kematian. Ibu yang memiliki pengetahuan tentang antisipasi cedera akan menentukan tindakan pencegahan cedera. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang antisipasi cedera dengan praktik pencegahan cedera pada anak usia toddler di RW 01 Kelurahan Manggahang Wilayah Puskesmas Jelekong Kabupaten Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelatif dengan desain crosssectional, sampel dalam penelitian ini sebanyak 79 ibu. Data diperoleh secara langsung selanjutnya diolah dengan analisis bivariate yaitu Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian ibu berpengetahuan cukup tentang antisipasi cedera (44,3%). Hasil uji Chi-Square diperoleh adanya hubungan antara  pengetahuan ibu tentang antisipasi cedera dengan praktik pencegahan cedera pada anak usia toddler di RW 01  (P value = 0,000). Disarankan para ibu untuk meningkatkan pengetahuan tentang antisipasi cidera sehingga ibu dapat melakukan tindakan dalam menjamin kesehatan, keamanan, dan keselamatan anak dalam beraktifitas sehingga anak terhindar dari bahaya cedera

    GAMBARAN KECERDASAN EMOSIONAL DAN PERILAKU CARING PERAWAT DI RUMAH SAKIT DAERAH BADUNG, BALI

    No full text
    Pelayanan keperawatan menjadi salah satu tolok ukur pelayanan kesehatan di rumah sakit dimana perawat melaksanakan tugas-tugas pemeliharaan klien secara langsung. Perilaku caring perawat dalam memberikan pelayanan sangat dibutuhkan. Perilaku ini sangat erat kaitannya dengan kecerdasan emosional dari kemampuan individu untuk mengetahui emosi dirinya sendiri dalam mengatur dan mengelola emosi menjadi motivasi positif. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan kecerdasan emosional perawat dan perilaku caring perawat pasien bedah dan penyakit dalam di RSU Badung. Desain penelitian adalah deskriptif dengan pendekatan cross-sectional yang melibatkan 148 responden dengan teknik convenience sampling yang memenuhi kriteria inklusi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dengan analisis deskriptif. Hasilnya ditemukan bahwa sebanyak 60 (81,1%) responden memiliki kecerdasan emosional sedang dan 14 (18,9%) yang tinggi. Untuk perilaku caring perawat ditemukan 3 (4,05%) responden dalam kategori kurang, 37 (50,0%) responden dalam kategori cukup, dan 34 (45,95%)responden dalam kategori adekuat. Sehingga dapat disimpulkan bahwa keseluruhan responden cenderung memiliki kecerdasan emosional yang baik, sementara beberapa perawat masih mempunyai perilaku caring dalam kategori cukup baik

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Keperawatan Komprehensif (JKK)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇