Nurse and Health: Jurnal Keperawatan
Not a member yet
255 research outputs found
Sort by
STUDI TINGKAT PENGETAHUAN ANAK USIA SEKOLAH TENTANG MAKANAN SIAP SAJI DI MI AL-ASRIYAH BANJAR PANJI, SIDOARJO
Introduction. Makanan siap saji adalah jenis makanan yang dikemas, mudah disajikan, praktis, atau diolah dengan cara sederhana. Makanan tersebut umumnya diproduksi oleh industri pengolahan pangan dengan teknologi tinggi dan memberikan berbagai zat aditif untuk mengawetkan dan memberikan cita rasa bagi produk tersebut.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan anak usia sekolah tentang makanan siap saji di MI Al-Asriyah Banjar Panji Sidoarjo. Methods. Desain dalam penelitian ini adalah deskriptif, penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat pengetahuan anak usia sekolah tentang makanan siap saji di MI Al-Asriyah Banjar Panji Sidoarjo, sampel sebanyak 78 responden diambil dengan tekhnik total sampling. Data diperoleh dengan menggunakan kuesioner tertutup skala ordinal. Setelah data terkumpul selanjutnya dilakukan pengolahan data dengan menggunakan cara editing, coding, dan scoring. Results. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan anak usia sekolah tentang makanan siap saji di MI Al-Asriyah Banjar Panji Sidoarjo memiliki tingkat pengetahuan lebih dari setengah sebanyak 43 responden (55%) berpengetahuan cukup. Discussion. Hal ini didukung oleh faktor dari usia, kelas, pernah mendapatkan informasi dan sumber informasi. Penyuluhan tentang makanan siap saji pada anak usia sekolah sehingga dapat menambah pengetahuan anak tentang makanan siap saji.Â
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL ANAK PRASEKOLAH DI TK PKK XI WINONG KECAMATAN GEMPOL KABUPATEN PASURUAN
Pola asuh orang tua merupakan interaksi antara orang tua kepada anak dalam bentuk pengasuhan atau mendidik sebagai wujud pertanggung jawaban terhadap anak. Perkembangan psikososial anak adalah suatu perkembangan dimana anak dalam tahap inisiatf vs rasa bersalah.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pola asuh orang tua dengan perkembangan psikososial anak di TK PKK XI Winong Kecaamatan Gempol Kabupaten Pasuruan.Desain penelitian yang digunakan adalah Analitik Cross Sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh orang tua murid di TK PKK XI Winong Kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan yang berjumlah 41 orang, dan besar sampel dalam penelitian ini sebanyak 37 orang. Variabel pertama dalam penelitian ini adalah pola asuh dan variable keduanya adalah perkembangan psikososial anak. Alat ukur yang dipakai dalam penelitian ini berupa kuesioner.Hasil penelitian yang diperoleh dari 37 responden, didapatkan bahwa 56,8 % orang tua menerapkan pola asuh demokratis. Lalu untuk perkembangan psikososial didapatkan 73,0 % menunjukkan perkembangan psikososial inisiatif. Berdasarkan hasil analisa yang menggunakan uji korelasi Speraman Rho di peroleh p = 0,00 < α = 0,05 terdapat hubungan antara pola asuh orang tua dengan perkembangan psikososial anak di TK PKK XI Winong Kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan.Dari hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa ada hubungan antara pola asuh orang tua dengan perkembangan psikososial anak di TK PKK XI Winong Kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan, artinya bahwa jika orang tua tidak terlalu membatasi imajinasi dan keinginan anak maka dengan sendirinya rasa inisiatif anak akan berkembang
HUBUNGAN PELAKSANAAN LIMA TUGAS KESEHATAN KELUARGA DENGAN KEIKUTSERTAAN LANSIA PADA POSYANDU LANSIA DI RW 02 KELURAHAN MENUR PUMPUNGAN SURABAYA
Posyandu lansia merupakan wahana pelayanan bagi kaum usia lanjut, yang dilakukan untuk menitik beratkan pada pelayanan promotif dan preventif, tanpa mengabaikan upaya kuratif dan rehabilitatif. Merawat keluarga yang mengalami gangguan kesehatan seringkali keluarga telah mengambil tindakan yang tepat dan benar, tetapi keluarga memiliki keterbatasan yang telah diketahui oleh keluarga sendiri. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pelaksanaan lima tugas kesehatan keluarga dengan keikutsertaan lansia pada posyandu lansia di RW 02 Kelurahan Menur Pumpungan Surabaya. Pada penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian Analitik. Desain penelitian menggunakan Cross Sectional. Jumlah sampel sebanyak 72 responden teknik yang digunakan menggunakan total sampling. Teknik analisis yang digunakan koefisien kontigensi C dengan alat bentuk kuesioner dan absensi lansia. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden dalam pelaksanaan lima tugas kesehatan kurang sebanyak 48,6% (35 responden). Lansia hadir dalam keikutsertaan sebanyak 75% (54 lansia). Hasil pengujian dalam pelaksanaan lima tugas kesehatan keluarga baik 100% (26 responden) keikutsertaan lansia hadir. Hasil pengujian didaptkan korelasi Spearman Rho : 0.519 dan nilai p : 0.000, sehingga Hi diterima, ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara Pelaksanaan Lima Tugas Kesehatan Keluarga Dengan Keikutsertaan Lansia Pada Posyandu Lansia. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada hubungan antara Pelaksanaan Lima Tugas Kesehatan Keluarga Dengan Keikutsertaan Lansia Pada Posyandu Lansia.Kata kunci : Lima tugas kesehatan keluarga, keikutsertaan lansia, lansi
PENGARUH TERAPI BEKAM TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI DUSUN TAMBAK REJO DESA GAYAMAN MOJOKERTO
Hypertension usually has no symptoms. That is why high blood pressure is called the silent killer. Hypertension that experienced by the public has been increase because most of them breaking treatment due to the high cost of treatment. One of the efforts made to resolve the issue with a non pharmacological therapy but with cupping therapy. This study aimed to determine the effect of cupping therapy to changes in blood pressure on the patients with hypertension.This reseach used design is Quasy experiment Pre Test - Post Test Control Group. The population is patients with hypertension in the Tambak Rejo Village Gayaman District Mojokerto Regency were 28 people, sample in this study are 28 respondents and divided into two groups: experiment and control groups, with total sampling technique. The data obtained through observation sheet blood pressure were analyzed descriptively to determine differences in mean changes of blood pressure.The result show that there are differences between the mean of blood pressure on Pretest and Post Test. The experiment group average value of SBP change is -28.57 mmHg, DBP -10.71 mmHg and MAP -16.66 mmHg. In the otherside control group SBP 8.57 mmHg, DBP 3.57 mmHg and MAP 5.23 mmHg.The reseach show that there is significant effect of cupping therapy for the patient with hypertension. And cupping therapy can be use as alternative therapy for patient with hypertension
PENGARUH BIMBINGAN RELAKSASI SPIRITUAL TERHADAP KECEMASAN PADA PASIEN PRE OPERASI DI RUANG SUNAN DRAJAT RSI SAKINAH KABUPATEN MOJOKERTO
Tindakan operasi dan trauma bedah yang direncanakan dapat menimbulkan respon kecemasan pada responden. Kecemasan ini ditunjukan melalui gejala-gejala fisiologi, emosional dan kognitif. Salah satu psikoterapi untyk mengatasi kecemasan adalah dengan pendekatan spiritual keagamaan yaitu melalui bimbingan doa.           Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bimbingan relaksasi terhadap tingkat kecemasan pasien pre operasi. Desain penelitian yang digunakan adalah pre experimental design dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Sampel dipilih menggunakan metode conveince (accidental) sampling sebanyak 20 responden yaitu pasien pre operasi fraktur extremitas bawah, pada bulan februari 2017. Data penelitian ini diambil dengan menggunakan kuesioner. Variabel yang diukur dalam penelitian ini adalah tingkat kecemasan pada pasien pre operasi. Pengukuran tingkat kecemasan menggunakan skala kecemasan Hamilton Anxietas Rating Scale (HARS). Setelah ditabulasi data yang ada dianalisis dengan menggunakan uji statistic Wilcoxon signed ranks test dengan tingkat kemaknaan (p < 0,05). Kepada responden diberikan bimbingan doa sebanyak dua kali yaitu 1-2 jam operasi.           Hasil penelitian menunjukan tingkat kecemasan sebelum intervensi diperoleh hasil tidak ada responden yang tidak cemas, kecemasan sedang 6 responden (30%), sedangkan 14 responden (70%) mengalami kecemasan berat. Sedangkan tingkat kecemasan responden sesudah intervensi menunjukan 6 orang (30%) mengalami kecemasan sedang, 14 responden (70%) mengalami kecemasan ringan. Dan tidak ada responden yang mengalami kecemasan berat. Hasil ini didapatkan nilai p = 0,000 pada tingkat p ≤ 0,05 (≤ 0,05). Bila dibandingkan dengan tingkat kemaknaan yaitu 0,000 ≤ 0,05, berarti Ho ditolak, H1 diterima Secara statistika berarti ada pengaruh yang signifikan dari intervensi yang diberikan.           Berdasarkan hasil penelitian ini maka perlu adanya pendekatan spiritual sebagai psikoterapi dalam mengatasi kecemasan pasien pre operasi Kata Kunci : Relaksasi, Spiritual, Kecemasan, Pre Operas
HUBUNGAN ANTARA USIA DAN TINGKAT PENDIDIKAN DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG PERAWATAN PAYUDARA SELAMA HAMIL DI POLI KANDUNGAN RSU JASEM, SIDOARJO
Introduction. Perawatan payudara merupakan kebutuhan perawatan diri yang diperlukan untuk meningkatkan kesehatan terutama pada ibu hamil. Fenomena yang terjadi poli kandungan di RSU Jasem Sidoarjo. Banyak ibu yang merawat payudaranya selama hamil tidak terawatt dengan baik dan benar, sebagian besar para ibu saat hamil tidak melakukan perawatan payudaranya, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu hamil tentang perawatan payudara selama hamil.Methods. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 30 Responden sampel sebanyak 30 responden diambil dengan teknik sampling quota sampling teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner jenis close-ended questionnaire dengan jumlah pertanyaan sebanyak 10 soal. Setelah data terkumpulkan dilakukan Uji statistik Pearson’s product moment correlation dengan menggunakan SPSS 21.Result. Terdapat hubungan yang positif antara usia dan tingkat pendidikan dengan tingkat pengetahuan ibu hamil tentang perawatan payudara selama hamil (r = .564, p < .01; r = .560, p < .01, secara berurutan).Conclusion. Dari hasil penelitian tersebut disimpulkan hubungan yang positif antara pertambahan usia dan tingkat pendidikan dengan tingkat pengetahuan ibu hamil tentang perawatan payudara selama hamil. Kata kunci: Tingkat pengetahuan, ibu, perawatan payudara selama hamil
TINGKAT PENGETAHUAN KELUARGA TENTANG GASTRITIS PADA LANSIA DI DESA NGABAN RW 04, TANGGULANGIN, SIDOARJO
Introduction. Lansia merupakan istilah tahap akhir dari proses penuaan, akibat proses ini lansia mengalami kemunduran, kelemahan manusiawi dan sosial. Gastritis merupakan salah satu penyakit yang terjadi pada lansia pada sistem pencernaan. Gastritis adalah suatu proses inflamasi pada lapisan mukosa dan submukosa lambung. Insiden gastritis meningkat dengan lanjutnya proses menua. Methods. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan keluarga lansia tentang gastritis pada lansia di Desa Ngaban RW 04 Tanggulangin. Desain dalam penelitian ini adalah deskriptif, penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat pengetahuan keluarga lansia tentang gastritis pada lansia di Desa Ngaban RW 04 Tanggulangin Sidoarjo, sampel sebanyak 35 responden diambil dengan tekhnik total sampling. Data diperoleh dengan menggunakan kuesioner tertutup skala ordinal. Setelah data terkumpul selanjutnya dilakukan pengolahan data dengan menggunakan cara editing, scoring, dan tabulating. Results. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari setengah sebanyak 21 orang (60%) mengalami pengetahuan cukup. Discussion. Untuk itu diharapkan pelayanan kesehatan di Desa Ngaban diadakan pendidikan kesehatan atau penyuluhan tentang gastritis pada lansia sehingga dapat menambah pengetahuan keluarga tetntang gastritis pada lansia.Â
GAMBARAN SIKAP REMAJA DALAM MENGKONSUMSI MINUMAN KERAS DI DESA SIDOWAYAH RW.05 SIDOARJO
Introduction.MinumanKeras adalah zat penekan susuan syaraf pusat meskipun dalam jumlah kecilmungkin mempunyai efek stimulasi ringan. Kebiasaan mabuk-mabukan minuman keras pada remaja sudah teramat memprihatinkan. Dimana kebiasaan konsumsi minuman keras sudah merajalela, tidak hanya kalangan remaja saja namun juga di kalangan orang dewasa. Awalnya mereka hanya ikut berkumpul dan akhirnya mereka diajak oleh temannya untuk mencoba meminum – minuman keras dan akhirnya menjadi ketagihan dan sampai sekarang menjadi pecandu minuman keras. Methods. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif, dimana peneliti ingin mengetahui sikap remaja dalam mengkonsumsi minuman keras. Populasi dalam peneliti ini berjumlah 60 responden. Teknik sampling penelitian ini menggunakan Tehnik Random Sampling, dengan jumlah sampel 52 responden. Data di ambil dengan kuesioner, kemudian di olah dan di analisis dengan data distribusi frekuensi. Results. Hasil penelitian yang dilakukan pada tanggal 28 April 2016 - 10 Mei 2016 di Desa Sidowayah RW.05Sidoarjo menunjukkan bahwa terdapat 37 responden (71%) mempunyai sikap negatif tentang minuman keras. Discussion. Dari hasil masalah tersebut dapat di atasi dengan mengadakan penyuluhan serta informasi tentang minuman keras. Selain itu juga perlu adanya upaya dari ketua RW yang bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk mengadakan razia rutin bagi pengguna maupun penjual minuman keras.Â
Studi Tingkat Pengetahuan Remaja Tentang Seks Pranikah Di SMAN Candipuro, Kec. Candi Puro, Lumajang
Introduction. Seks pranikah adalah sebuah perilaku berisiko yang merupakan hasilakumulatif dari kombinasi sejumlah faktor sehingga menghasilkan energi. Masalahyang muncul di SMA Negeri Candipuro adalah kurangnya pengetahuan tentangseks pranikah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan Remaja SMA di SMA Negeri Candipuro Kabupaten Lumajang. Methods. Desain penelitian ini adalah deskriptif dengan responden pada penelitian ini adalah kelas X dan XI di SMA Negeri Candipuro Kabupaten Lumajang yang berjumlah 420 responden, sampel sebanyak 204 responden yang diambil pada tanggal 25-26 April 2016, dengan teknik sampling yang digunakan adalah startified random sampling. Variabel dalam penelitian ini adalah pengetahuan Remaja SMAP tentang Seks Pranikah. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner, kemudian data yang diperoleh diolah dengan editing, coding, scoring, tabulating. Data kemudian di tabulasi dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Results. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lebih dari sebagian responden 53% mempunyai kriteria tingkat pengetahuan yang cukup tentang seks pranikah. Discussion. Dalam penelitian ini tingkat pengetahuan dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor internal yang terdiri dari usia, pekerjaan, paritas dan minat, sedangkan faktor eksternalnya terdiri dari pendidikan, informasi,dan sumber informasi.Untuk itu diharapkan para remaja di SMA Negeri Candipuro mempertahankan pengetahuan yang dimiliki dan lebih meningkatkan lagi pengetahuan tentang seks pranikah.Â
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN SIKAP REMAJA PUTRI DALAM MELAKUKAN SADARI DI RW 03 DESA KALIDAWIR SIDOARJO
Introduction. Kanker payudara adalah pembunuh wanita no 2 setelah kanker servik kanker ini dapat di deteksi secara dini dengan cara pemeriksaan payudara sendiri (SADARI).Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan remaja putri dengan sikap SADARI. Di RW 03 Desa Kalidawir Sidoarjo. Methods. Desain penelitian yang digunakan adalah korelasi Cross Sectional. Sampel penelitian berjumlah 30 orang responden dengan menggunakan total sampling. Penelitian ini terdiri dari variabel bebas “tingkat pengetahuan†dan variabel tergantung “Sikapâ€, data diambil dengan kuisioner, kemudian diolah dan dianalisis dengan menggunakan tabulasi dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Results. Hasil penelitian menunjukkan pada umumnya tingkat pengetahuan remaja tentang kanker payudara adalah kurang, (14 orang atau 47% responden) dan Sikap terhadap SADARI adalah Negatif (19 orang atau 63%) dan untuk hasil analisa data diketahui bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan sikap SADARI. Discussion. Diharapkan responden lebih aktif bertanya kepada petugas kesehatan tentang kankerpayudaradansikapSADARIsehinggadapatmeningkatkanpengetahuantentangkankerpayudara.Yang pada akhirnya nanti dapat menjadikan remaja memiliki sikap positif.Â