Nurse and Health: Jurnal Keperawatan
Not a member yet
255 research outputs found
Sort by
STUDI TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG KARIES GIGI PADA ANAK USIA PRA SEKOLAH DI PERUMAHAN CITRA GADING SUKODONO SIDOARJO
Introduction. Karies gigi merupakan penyakit yang paling banyak dijumpai di rongga mulut bersama-sama dengan penyakit periodontal, sehingga merupakan masalah utama kesehatan gigi dan mulut. Fenomena yang ada,banyak ibu yang belummengerti karies gigi dan banyak ibu yang bekerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu tentang karies gigi pada anak usia pra sekolah. Methods. Metode penelitian yang digunakan adalah Deskriptif. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 50 Ibu. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner dengan jumlah pertanyaan 15 soal. Setelah data terkumpul dilakukan tabulasi dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Data diinterpretasikan sehingga menghasilkan suatu kesimpulan. Results. Hasil penelitian menunjukan bahwa responden dengan tingkat pengetahuan kurang sebanyak 25 Ibu (50%). Discussion. Maka perlu ditingkatkan dengan pendidikan kesehatan, memberikan penyuluhan dari petigas kesehatan di posyandu.Â
TINGKAT PENGETAHUAN KARYAWAN BENGKEL MOBIL JAYA MOTOR TENTANG ALAT PERLINDUNGAN DIRI (APD) DI DESA ENTAL SEWU, BUDURAN, SIDOARJO
Introduction. Pemakaian Alat Perlindungan Diri digunakan untuk melindungi diri dari bahaya potensi yang ada di tempat mereka terpapar. Pemakaian Alat Perlindungan Diri harus sesuai agar tidak membahayakan tenaga kerja seperti pusing, sesak napas, batuk dan mata perih. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan karyawan bengkel mobil jaya motor tentang Alat Perlindungan Diri (APD) di desa ental sewu buduran sidoarjo. Methods. Desain penelitian ini adalah deskriptif, populasi menggunakan teknik sampling yaitu non probability sampling tipe total sampling, dengan sampel menggunakan 30 responden, variabel dalam penelitian ini adalah tingkat pengetahuan karyawan bengkel, instrumen penelitian menggunakan kuisioner. Kemudian diolah dengan menggunakan tabulasi dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Results. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan karyawan bengkel di Desa Ental Sewu Buduran - Sidoarjo hampir setengahnya responden yang mempunyai tingkat pengetahuan kurang sebanyak 14 responden (46,67%). Discussion. Tingkat Pengetahuan seseorang dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti umur, pendidikan, dan lama bekerja. Untuk itu peneliti mengadakan penyuluhan penyuluhan tentang Alat Perlindungan Diri dan diperlukan dukungan aktif dari karyawan, pemilik bengkel, dan juga petugas kesehatan dalam memberikan penyuluhan tentang Alat Perlindungan Diri (APD).Â
TINGKAT PENGETAHUAN AKSEPTOR DROP OUT TENTANG ALAT KONTRASEPSI DI DESA SUBOH KECAMATAN SUBOH KABUPATEN SITUBONDO
Introduction. Keluarga Berencana merupakan salah satu pelayanan kesehatan preventif yang paling dasardan utama bagi wanita, akseptor KB dapat mengambil keputusan untuk mengunakan alat kontrasepsi yang tepat dan sesuai akan tetapi dari beberapa WUS mengatakan takut atau cemas adanya efek samping dari alat kontrasepsi.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan akseptor drop out tentang alat kontrasepsi di Desa Suboh Kecamatan Suboh Situbondo. Methods. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dengan populasi akseptor drop out di Desa Suboh Kecamatan Suboh Situbondo sebanyak 91 responden. Sampel penelitian berjumlah 81 responden dengan menggunakan total sampling Intrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan kuisioner, kemudian diolah dan dianalisis dengan menggunakan tabulasi dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Results. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan kurang dari setengah akseptor drop out tentang alat kontrasepsi di Desa Suboh Kecamatan Suboh Situbondo adalah kurang yaitu sebanyak 45 orang atau 49% responden,cukup sebanyak 39 orang atau 43% responden dan baik sebanyak 7 orang atau 8% responden. Discussion. Hal ini didukung oleh beberapa faktor yang bervariasi seperti umur, pendidikan, dan pekerjaan. Penyuluhan yang berkelanjutan dan pendekatan secara individual adalah upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan tentang alat kontrasepsi.Â
TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI DI SMA PGRI 1 SIDOARJO
oai:ojs2.ejournal-kertacendekia.id:article/2Introduction. Remaja sering diliputi oleh banyak ketidaktahuan dengan perkembangan dirinya yang menimbulkan problematika tersendiri. Fenomena yang terjadi pada remaja di SMA PGRI 1 Sidoarjo adalah banyak remaja sudah pernah melakukan perilaku yang beresiko seperti ciuman, petting, berhubungan seks, terjadi kehamilan dengan aborsi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi di SMA PGRI 1 Sidoarjo. Methods. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif, dimana peneliti ingin mengetahui tingkat pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi. Populasi dalam peneliti ini berjumlah 209 responden. Sampel sebanyak 136 responden di ambil dengan stratified random sampling. Data di ambil dengan kuesioner, kemudian di olah dan di analisis dengan data distribusi frekuensi. Results. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar responden mempunyai pengetahuan kurang tentang kesehatan reproduksi sebanyak73 responden (54%). Tingkat pengetahuan yang kurang tersebut dapat dipengaruhi oleh faktor diantaranya usia, pendidikan, pernah / tidaknya mendapat informasi. Discussion. Dari hasil masalah tersebut dapat di atasi dengan meningkatkan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi dengan melakukan kerja sama dengan tim kesehatan terdekat atau BKKBN untuk memberikan penyuluhan tentang kesehatan reproduksi kepada remaja.Â
TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA TENTANG ROKOK HISAP SHISA DI SMK SENOPATI SEDATI SIDOARJO
Introduction. Banyak inovasi – inovasi baru yang telah diciptakan oleh masyarakat dan untuk masyarakat. Namun tidak semua inovasi tersebut membawa dampak baik untuk kelangsungan hidup manusia, salah satu contohnya adalah rokok hisap shisa.Fenomena yang terjadi adalah masih banyak pengguna sisha yang tidak mengetahui tentang pemahaman arti shisa serta bahaya dari mengonsumsi rokok hisap shisa secara berlebihan.Tujuan peneliti ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan remaja tentang rokok hisap shisa di SMK Senopati Sedati Sidoarjo. Methods. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif, Populasi dalam peneliti ini berjumlah 40 responden. Teknik sampling penelitian ini menggunakan tehnik total sampling , dengan jumlah sampel 40 responden. Variabel penelitian ini adalah tingkat pengetahuan remaja tentang rokok hisap shisa. Data di ambil dengan kuesioner, kemudian di olah dan di analisis dengan data distribusi frekuensi. Results. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 6 responden yang mempunyai pengetahuan baik, 13 responden mempunyai pengetahuan yang cukup serta 21 responden mempunyai pengetahuan kurang tentang rokok hisap shisa. Discussion. Tingkat pengetahuan yang kurang tersebut dapat dipengaruhi oleh factor diantaranya : usia, jenis kelamin, pernah / tidaknya mendapat informasi, dan sumber informasi.Â