Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate
Not a member yet
178 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN CEMARAN BAKTERI Salmonella typhi PADA FESES ANAK TERHADAP PERSONAL HIGIENE DI KELURAHAN KAMPUNG MAKASSAR TIMUR KOTA TERNATE
Cemaran bakteri Salmonella typhi pada feses sangat erat kaitannya dengan hygiene pribadi. Penularan penyakit ini hamper selalu terjadi melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi, yang menyebabkan penyakit abdominalis. Infeksi bakteri Salmonella typhidiperkirakan angka insidensi di seluruh dunia terdapat sekitar 17 juta per tahundengan 600.000 orang meninggal.WHOmemperkirakan 70% kematianterjadi di Asia.Kampung Makassar merupakan kelurahan dengan sanitasi yang belum memadai. Penelitian ini bersifat komparatif dan bertujuan untuk mengetahui hubungan cemaran bakteri Salmonella typhi terhadap personal higiene anak di Kelurahan Kampung Makassar Kota Ternate.Teknik pengambilan sampel adalah secara non random dengan desain purposive sampling sebesar 40 orang. Sampel tersebut kemudian dibuat perlakuan untuk diidentifikasi Salmonella typhi dengan metode kultur feses. Dari hasil penelitian di peroleh hasil 17 sampel positif terdeteksi positif sebagai Salmonella typhi, dengan tingkat hygiene 3 buruk, 30 cukup baik , dan 7 baik. Berdasarkan hasil pengolahan data diperoleh p value 0,037<0,05. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara cemaran Salmonella typhi pada feses anak terhadap personal hygiene
Pemberdayaan Mengenai Cara Mendapatkan Obat Pada Era Digital Dengan Pendekatan Decision Making
Latar Belakang: Perkembangan teknologi digital juga berdampak pada bertambahnya sarana untuk mendapatkan obat, yaitu sarana digital dan sarana konvensional. Tentunya ada keuntungan serta risiko dalam perjalanan perkembangan jaman ini, oleh karena itu dibutuhkan edukasi mengenai cara mendapatkan obat pada era digital. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas video edukasi dalam pemberdayaan siswa untuk mendapatkan obat pada era digital melalui pendekatan decision-making. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Experiment Pretest and Posttest with Control Group Design dengan pendekatan cross sectional. Prosedur pengambilan sampel menggunakan teknik non-probability sampling. Responden penelitian sebanyak 62 orang, terbagi dalam kelompok eksperimen (33 siswa) dan kelompok kontrol (29 siswa). Pengumpulan data menggunakan kuesioner melalui media google form dengan link video edukasi yang ditautkan di dalamnya. Analisis data menggunakan uji t yang dilanjutkan dengan mencari effect size Cohen’s d. Hasil: Pada taraf kepercayaan 95%, video edukasi signifikan menurunkan konflik pengambilan keputusan (p-value < 0,001; Cohen’s d 0,799). Namun video edukasi tidak berpengaruh signifikan terhadap pengetahuan dan gaya pengambilan keputusan siswa. Kesimpulan: Video edukasi dinilai efektif untuk menurunkan konflik pengambilan keputusan, namun kurang efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan gaya pengambilan keputusan untuk mendapatkan obat pada era digital
STUDI KUALITATIF PENGALAMAN, PERSEPSI, DAN KESIAPAN ANAK DALAM MENGHADAPI MENARCHE DINI
Latar belakang dan tujuan: hasil penelitian sebelumnya mengggambarkan usia menarche semakin dini. Anak anak yang mengalaim menarche dini cendrung belum siap dan cemas dalam menghadapi periode menstruasi.. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengalaman, persepsi, dan kesiapan anak dalam menghadapi menarche dini Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan wawancara mendalam yang dilakukan pada 20 anak yang berusia 10-12 tahun kemudian dianalisis secara thematic. Hasil: Sebagian besar anak memiliki pegetahuan yang cukup terkait menstruasi, namun ada beberapa anak yang mempunyai pengetahuan yang kurang karena belum pernah mendapat informasi yang benar terkait menstruasi terutama dari orang tua. Bagi anak yang sudah cukup pengetahuan dan informasinya terkait menstruasi cendrung menceritakan pengalaman yang positif terkait menarche dan menstruasi. Namun, untuk pengalaman sehari-hari di lingkungan temannya mereka cendrung merasa menstruasi itu hal yang membuat mereka malu terutama yang menstruasi lebih awal dari temannya. Dan dari hasil wawancara didapatkan bahwa sebagian besar anak yang belum mengalami menarche cendrung mempunyai persepsi yang negative terhadap mensruasi, seperti mersa menstruasi itu kotor, jijik, membuat tidak nyamn, dan malu, sehingga mereka merasa belum siap karena takut dan cemas, namun lebih banyak anak yang siap menghadapi menarche. Simpulan: Sebagain besar anak yang sudah pernah diberikan informasi, memiliki pengetahuan yang baik terkait menstruasi, dan anak yang belum pernah mendapat informasi sebagain besar takut dan kaget saat mengalami menarche. Sebagian besar anak yang belum mengalami menarche cendrung kurang siap menghadapi menstruasi dan cendruang mempunyai persepsi yang negative terhadap mensruasi. 
UJI KUALITAS FISIK DAN KIMIA KOMPOS PADA PROSES PENGOMPOSAN AEROB DAN ANAEROB DENGAN MENGGUNAKAN MOL TAPE UBI DAN MOL BONGGOL PISANG
Latar Belakang: Kompos adalah hasil penguraian dari campuran bahan-bahan organik yang berasal dari sampah rumah tangga, sampah tanaman, sampah pasar, dan lain-lain serta diolah dengan cara pengomposan. Pengomposan merupakan salah satu cara untuk mengurangi sampah organik terutama sayur dan buah-buah. Mol adalah kumpulan mikroorganisme produksi sendiri dari bahan-bahan alami yang ada di sekeliling kita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas fisik dan kimia kompos pada proses pengomposan aerob dan anaerob dengan menggunakan mol tape ubi dan mol bonggol pisang. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian Experiment dengan desain post test only group control design. Hasil penelitian kompos selama 26 hari adalah kualitas fisik kompos untuk kelompok pengomposan aerob secara warna, bau dan tekstur sesuai dengan SNI Kompos dan untuk pengukuran kelembaban, suhu dan pH berada pada angka sesuai SNI. Pengomposan kelompok Anaerob didapatkan hasil bahwa untuk kualitas fisik yaitu warna dan tekstur sudah sesuai SNI kompos tetapi untuk bau masih ada bau dari proses pembusukan. Hasil uji NPK pada kedua kelompok kompos aerob dan anaerob sesuai dengan SNI : 19-70-30-2004. Penelitian ini masih bisa dikembangkan lagi dengan menambahkan waktu pengomposan untuk kelompok anaerob sehingga hasilnya lebih bai
PERANAN PERILAKU DAN DUKUNGAN TOKOH MASYARAKAT TERHADAP KEPEMILIKAN JAMBAN SEHAT DI TANJUNGPINANG
Permasalahan pembangunan sanitasi di Indonesia merupakan masalah tantangansosial-budaya, salah satunya adalah perilaku penduduk yang terbiasa Buang Air Besar (BAB) di sembarangan tempat.(sari,2014)Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui Peranan antara Perilaku, Kebiasaan serta Dukungan dari Tokoh Masyarakat Terhadap kepemilikan jamban sehat di Pesisir Kampung Penelitian ini termasuk penelitian observasional analitik dan desain yang digunakan adalah cross sectional, yaitu untuk mempelajari dinamika kolerasi antara faktor-faktor risiko dengan efek, dengancara pendekatan, observasi atau pengumpulan data sekaligus pada waktu yangsama. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat Kelurahan KampungBugis yang berjumlah 372 KK dengan sampel sebanyak 193 KK. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peranan antara Kebiasaan (ρ= 0,000). Tidak terdapat peran antara Pengetahuan (ρ= 0,788), Sikap (ρ= 0,092) serta Dukungan dari Tokoh Masyarakat (ρ= 1,000) terhadap kepemilikan jamban sehat. Saran yang diberikan dalam penelitian ini adalah agar seluruh pihak terkait memberikan penyuluhan pada masyarakat Kelurahan Kampung Bugis agar dapat memiliki jamban sehat yang memenuhi syarat kesehatan sehingga layak digunakan
PERBEDAAN KUALITAS KOMPOS SAMPAH RUMAH TANGGA BERDASARKAN JENIS AKTIVATOR
Sampah erat kaitannya dengan pencemaran lingkungan dan kesehatan masyarakat, karena dari sampah tersebut akan hidup berbagai mikroorganisme penyebab penyakit dan juga binatang/ serangga pemindah atau penyebar penyakit (Notoadmodjo, 2007). Mengacu pada UU no 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, Salah satu cara yang efektif dalam mengurangi jumlah timbulan sampah dari sumbernya di antaranya berupa pemanfaatan kembali sampah organic menjadi kompos yang dapat dipercepat dengan menggunakan activator mikroorganisme local (mol) tanpa menimbulkan aroma yang tidak sedap. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kualitas kompos sampah rumah tangga berdasarkan jenis activator. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan rancangan penelitian eksperimen sedangkan desain penelitian adalah post test only with kontrol group design. Hasil uji statistik kruskall wallis test dilanjutkan dengan uji u mann whitney didapatkan ada perbedaan kandungan phosphor kompos mol bonggol pisang dan kompos mol limbah pisang (p=0,008) dan ada perbedaan kandungan phosphor kompos mol bonggol pisang dan kompos tanpa aktivator (p=0,008) didapatkan ada perbedaan kualitas kompos sampah rumah tangga berdasarkan jenis activator (p=0,000). Saran yang dapat diberikan sebaiknya dilakukan penambahan dosis mol dalam pembuatan kompos
Burnout Perawat: Dampak Beban Kerja Dan Kurangnya Penghargaan Di Rsu Jenderal Ahmad Yani
Kasus burnout yang ditemukan pada 37,5% petugas kesehatan.Prevalensi burnout pada perawat 33,5%,. Prevalensi burnout padatenaga kesehatan paling banyak terjadi di Pulau Jawa (38,4%) dantenaga kesehatan yang bekerja di rumah sakit (28,6%). Berdasarkandimensi burnout, 48,2% petugas kesehatan mengalami kelelahanemosional sedang hingga tinggi, 51,8% depersonalisasi sedanghingga tinggi, dan pencapaian pribadi tinggi 96,9%. Faktor burnoutmeliputi beban kerja, lack of control, penghargaan, breakdown incommunity, treated fairly, dan stress kerja. Tujuan penelitianmengetahui hubungan beban kerja dan penghargaan terhadapburnout perawat di ruang instalasi bedah sentral dan ruang rawatinap bedah di RSUD Jenderal Ahmad Yani Kota Metro ProvinsiLampung Tahun 2024. Jenis penelitian kuantitatif, metode analitikdengan pendekatan cross sectiona. Jumlah sample yaitu 39responden. Menggunakan kuesioner Maslach Burnout Inventory,kuesioner beban kerja, kuesioner penghargaan. Waktu penelitianfebruari 2024. Uji univariat didapatkan 21 responden (53,8%)mengalami burnout berat, 17 responden (43,6%) mempunyai bebankerja besar, 27 responden (69,2%) memiliki penghargaan rendah,dan uji statistik menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian inimenunjukkan adanya hubungan beban kerja terhadap burnoutperawat dengan nilai (p-value sebesar 0,007 (α < 0,05) dengan OR8.500 dan pengharagaan terhadap burnout perawat dengan nilai (p-value = 0,001< α (0,05) dengan OR 31.429. Saran kepada rumahsakit untuk memberi perhatian terhadap beban kerja dan jugapenghargaan perawat. Beban kerja perlu dikelola dengan baik agartidak berlebihan dan tidak memberi tekanan kepada perawat.Penghargaan perlu diberikan secara wajar proporsional kepadaperawat atas kinerja mereka. Demikian diharapkan tingkat burnoutpada perawat dapat diminimalisir
Pengetahuan Ibu dan Dukungan Suami Terhadap Penilaian KPSP Anak 3-72 Bulan.
Latar Bekakang : Estimasi jumlah anak balita di Indonesia adalah 23,7 juta atau sekitar 10% darijumlah penduduk Indonesia, dari jumlah balita tersebut diperkirakan sekitar 4,5-6,7 juta mengalamimasalah tumbuh kembang. Menilai perkembangan bayi sampai balita menggunakan instrumenkhusus, salah satunya yang digunakan di Indonesia adalah Skrining Deteksi Intervensi Dini TumbuhKembang (SDIDTK). Deteksi ini dipantau melalui Kuesioner Pra-Skrining Perkembangan (KPSP).Penelitian Nugrahaningtyas (2020) membuktikan bahwa ada hubungan pengetahuan orang tua denganpelaksanaan stimulasi perkembangan anak pra sekolah usia 2 tahun, hal ini berarti bahwa tingkatpengetahuan orang tua yang baik tentang stimulasi dini mempengaruhi pemberian stimulasi terhadapperkembangan anak sehingga anak mencapai perkembangan optimal sesuai usianya. Tujuan :Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu dan dukungan suami terhadappenilaian KPSP anak 3-72 bulan di Praktek Mandiri Bidan E Serpong. Metode : Metode penelitianyang digunakan adalah cross sectional. Sampel penelitian adalah sebagian ibu yang memiliki bayiusia 3-72 bulan dan berada di wilayah PMB E Serpong tahun 2021. Hasil : Hasil analisis bivariatmenunjukkan ada hubungan pengetahuan Ibu dan dukungan suami dengan penilaian KPSP diperolehnilai pvalue < 0,05. Kesimpulan : kesimpulan penelitian yaitu ada hubungan signifikan antarapengetahuan Ibu dan dukungan suami dengan penilaian KPSP anak 3-72 bulan di PMB E Serpongtahun 2021. Saran: pentingnya bagi tenaga kesehatan dan orangtua untuk melakukan deteksi tumbuhkembang anak
Korelasi Asupan Nutrisi Dengan Ureum, Kreatinin Dan Hemoglobin Penderita Gagal Ginjal Kronik
Latar Belakang: Gagal ginjal kronik (GGK) ditandai dengan peningkatan kadar ureum, kreatinin danpenurunan kadar hemoglobin yang terjadi karena kegagalan fungsi ginjal. Hal ini menyebabkanpembatasan asupan zat gizi pada pasien. Dilain pihak eritropoetin juga menurun. Tujuan: penelitianini bertujuan untuk mengetahui korelasi asupan gizi dengan kadar ureum, kreatinin dan hemoglobinpada pasien GGK rawat jalan di RS Wijayakusuma Purwokerto. Metode: Penelitian ini menggunakanpendekatan korelasi analitik cross sectional, dan instrumen food recall selama 3 hari. Populasipenelitian ini pasien yang menjalani hemodilisa dan rawat jalan di RS Wijayakusuma Purwokertosebanyak 115 penderita GGK yang menjalani hemodialisa rutin dalam satu minggu. Teknik purposivesampling sebanyak 52 sampel. Analisis data menggunakan Pearson Product Moment. Hasil: Tidakada hubungan antara asupan kalori dengan ureum (p: 0,429), asupan kalori dengan kreatinin (p: 0,868),asupan kalori dengan hemoglobin (p: 0,463), asupan protein dengan urea (p: 0,347), asupan proteindengan kreatinin (p: 0,366), tetapi ada hubungan antara asupan protein dengan hemoglobin (p:0,011)Kesimpulan: Ada hubungan antara asupan protein dengan hemoglobin dengan p<0,5. Disarankanuntuk perawat hemodialisa agar selalu mengedukasi asupan makanan yang dikonsumsi pada penderitaGGK supaya tidak menimbulkan komplikasi lanjutan
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Mobilisasi Dini Pada Ibu Pasca Seksio Sesarea
Latar Belakang: seksio sesarea merupakan salah satu cara untuk mengeluarkan hasil konsepsi, demi keselamatan ibu dan bayi. Untuk mempercepat proses penyembuhan luka SC diperlukan mobilisasi dini secara bertahap. Namun, banyak ibu post SC yang takut untuk melakukan mobilisasi dini karena rasa nyeri dan takut luka SC akan membuka jika melakukan mobilisasi terlalu awal. Tujuan: untuk mengetahui faktor-faktor yang berubungan dengan perilaku mobilisasi dini pada ibu posca seksio sesarea Metode: deskriptif kuantitatif dengan cross-sectional untuk mengidentifikasi hubungan faktor-faktor dengan perilaku mobilisasi dini pada ibu post seksio sesarea. Instrumen penelitian ini adalah kuesioner dan lembar observasi. Pengambilan sampel accidental sampling selama dua bulan, besar sampel 75 responden. Analisa data dengan Chi Square melalui SPSS, untuk mengetahui hubungan masing-masing faktor. Hasil: Pada variable pengetahuan, sikap dan motivasi, P-Value < α (0,05), dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap dan motivasi ibu terhadap mobilisasi dini di pada ibu post seksio sesarea. Pada dukungan suami, didapatkan P-Value > α (0,05), artinya tidak ada hubungan antara dukungan suami dengan perilaku mobilisasi dini. Kesimpulan: Ada hubungan antara pengetahuan, sikap, dan motivasi ibu pasca seksio sesarea dengan perilaku mobilisasi dini; tidak ada hubungan antara dukungan suami dengan perilaku mobilisasi dini pada ibu pasca seksio sesarea