Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate
Not a member yet
    178 research outputs found

    HUBUNGAN SIKAP DAN HAMBATAN TERHADAP PERSEPSI MAHASISWA FARMASI DI SALAH SATU PERGURUAN TINGGI DI TASIKMALAYA (MAHASISWA D3 FARMASI) TENTANG COMPLEMENTARY AND ALTERNATIVE MEDICINE (CAM)

    Full text link
    Memasuki era globalisasi, pola penyakit di negara berkembang telah berubah dari penyakit infeksi menjadi penyakit tidak menular seperti penyakit kardiovaskular, diabetes, hipertensi, depresi, dan lainnya. Gaya hidup, diet, kegemukan, kurang olahraga, dan stres merupakan faktor penyebab penyakit tidak menular ini. Pendekatan dengan menggunakan Complementary and Alternative Medicine (CAM) dan Traditional Medicine (TM) ini secara khusus penting dalam pengembangan strategi perawatan kesehatan untuk negara berkembang yang telah banyak digunakan di negara maju. Tasikmalaya memiliki beberapa Institusi yang bergerak dalam bidang pendidikan kesehatan di wilayah kota. Pendidikan kesehatan yang sedang dilakukan oleh mahasiswa kesehatan menjadi hal yang sangat penting dalam mensosialisasikan mengenai pengobatan CAM atau TM setelah mahasiswa tersebut lulus dan terjun di dunia kerja, termasuk mahasiswa farmasi. Penelitian ini mendeskripsikan sikap mahasiswa Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya terhadap CAM. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif desain potong lintang dengan 67 responden. Analisis dilakukan secara kuantitatif menggunakan U man-Whitney. Dari hasil penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa sikap mahasiswa Program Studi D-III Farmasi di salah satu perguruan tinggi di Tasikmalaya angkatan 2016 dan 2017 memberikan hasil positif terhadap rekomendasi CAM, namun masih kurang untuk penggunaan CAM sendiri. Metode CAM yang masuk dalam materi perkuliahan memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan metode lain yang tidak masuk dalam materi baik untuk angkatan 2016 dan angkatan 2017.&nbsp

    IDENTIFIKASI SIKLAMAT PADA JAJANAN PASAR DI PASAR HYGIENES KELURAHAN GAMALAMA DI KOTA TERNATE TAHUN 2017

    Full text link
    Siklamat pemanis buatan digunakan dalam bentuk garam kalsium, kalium dan natrium siklamat. Di Indonesia masih banyak permasalahan terkait dengan penggunaan pemanis buatan. Meski sudah ada batas maksimum yang diizinkan, penggunaan pemanis buatan yang sering dilakukan melebihi batas maksimum yang diperbolehkan.Tujuan : penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi siklamat pada jajanan pasar di pasar hygienes di Kota Ternate. Metode :Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional. Sampel yang diambil merupakan total sampling yakni sejumlah 40 sampel. Sampel kemudian diuji dengan menggunakan kontrol siklamat, hasil positif ditandai dengan adanya endapan putih.Hasil : Hasil identifikasi menunjukkan ada 4 sampel positif mengandung siklamat

    Pengaruh Faktor Iklim, ABJ Terhadap Kejadian Demam Berdarah Dengue Menggunakan Analisis Regresi

    No full text
    Background: Dengue Hemorrhagic Fever or dengue is a health problem in Indonesia. Papar District of Kediri Regency is included in the area with the highest number of dengue cases. Purpose: knowing the climatic factors (rainfall, temperature, humidity) and ABJ that affect the incidence of DBD. Methods: This type of research is quantitative with retrospective methods. Research data is secondary data. The object of the study is climate factors, ABJ and dbd cases in 2016-2021 in Kediri Regency. Analyze data using linear regression. Results: The results of the correlation test are related between humidity, temperature, rainfall and ABJ with DBD, namely -0.273 (P = 0.029), 0.332 (P = 0.007), 0.286 (P = 0.022) and (P = 0.276). The form of regression equation is DBD = 78.1 + 0.01787 Rainfall + 0.986 Humidity with an R2 value of 22.53%. Conclusion: There is a significant relationship between DBD and Climate Factors (humidity, temperature, rainfall), there is no relationship of DBD with ABJ. Regression equations can be used to prepare for DHF prevention and control measures in the future

    Literature Review : Perbandingan Hasil Diagnosis Laboratorium pada COVID-19 menggunakan Metode Real Time-Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) dan Metode Rapid Test Antigen

    Full text link
    Latar Belakang: Penyakit Coronavirus 2019 (COVID-19) adalah merupakan krisis kesehatan dunia.Dalam mendiagnosis COVID-19 digunakan beberapa metode, salah satunya adalah RT-PCR danRapis Test Antigen. Tujuan: Membandingkan nilai sensitivitas dan spesifisitas antara metode RTPCR dan metode Rapid Test Antigen. Metode: Tinjauan  literatur ini didapatkan dari tiga database(Pubmed, Science Direct, dan Google Scholar) dan pencarian literatur dilakukan pada bulan oktobertahun 2020. Untuk menguji kelayakan studi digunakan MeSH dan prisma cheklist (judul, abstrak, danteks lengkap). Penyajian dibuat dalam bentuk tabulasi data dan analisis naratif. Dari penelitian inididapatkan dua belas studi yang memenuhi kriteria inklusi. Studi yang ada dibagi menjadi dua bagianberdasarkan tema: sensitivitas spesifisitas dari metode RT-PCR dan sensitivitas spesifisitas darimetode rapid test antigen (n=10) serta sensitivitas spesifisitas dari metode rapid test antigen (n=2).Adapun faktor yang mempengaruhi pemeriksaan metode RT-PCR : gender, gejala, penentuan nilaiCt, nilai sensitivitas, kendala logistik. Sedangkan  faktor yang mempengaruhi dalam pemeriksaanmetode rapid test antigen adalah jenis sampel, petugas pengambil swab, lama pajanan, kandunganvirus, dan faktor pengganggu lainnya. Hasil : nilai sensitivitas RT-PCR, Rapid Test Antigen adalah50,5%-100%,11,7%-93,9%. Spesifisitas RT-PCR, Rapid Test Antigen  adalah 98,4%-100%, 92%100%. Kesimpulan: Metode RT-PCR lebih baik dan lebih tinggi nilai sensitivitas dan spesifisitasnyadari metode Rapid Test Antigen

    Hubungan Aktivitas Fisik Terhadap IMT Mahasiswa FKM Universitas Mulawarman Selama Pandemi Covid-19

    Full text link
    Latar Belakang: Sejak pembatasan yang diterapkan untuk mencegah penyebaran Covid-19menyebabkannya keterbatasan dalam melakukan aktivitas fisik. Aktivitas fisik yang rendahmerupakan faktor resiko berbagai penyakit penyerta seperti obesitas, diabetes, hipertensi yangmembuat kita lebih rentan terhadap penyakit Covid-19. Tujuan: Mengetahui hubungan aktivitasfisik terhadap indeks massa tubuh pada mahasiswa Fakultas Kesehatan Universitas Mulawarmanselama pandemi Covid-19. Metode: Penelitian observasional dengan desain cross-sectional danpengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan total 197 responden. Instrumenyang digunakan yaitu Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ) WHO tahun 2002. Datadikumpulkan secara online dan dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil: Rata-rata dariaktivitas fisik adalah 1498,23 MET (Metabolic Equivalent) dan mayoritas responden (85,8%)melakukan aktivitas sedang (jalan cepat, mengepel lantai, membersihkan rumah, memindahkanperabot ringan, berkebun, menanam pohon, mencuci motor atau mobil), lebih dari sebagianresponden (60,4%) memiliki indeks massa tubuh status gizi mayoritas, namun masih terdapat (6,1%)yang memiliki kekurangan berat badan berat dan (10,2%) tergolong obesitas. Hasil analisismenunjukkan adanya hubungan antara aktivitas fisik terhadap indeks massa tubuh (p-value = 0.048).Kesimpulan: Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara aktivitasfisik terhadap indeks massa tubuh pada mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat UniversitasMulawarman selama pandemi Covid-1

    Personal Hygiene, Sanitasi Lingkungan Dan Keberadaan Bakteri E.Coli Pada Air Rendaman Tahu

    No full text
    Latar Belakang: Kampung Tahu Tinalan Kota Kediri merupakan sentral industri tahu yang dalam penerapan personal hygiene ditemukan penjamah yang merokok dan penjamah tidak menggunakan alat pelindung diri yang lengkap seperti penutup kepala, sarung tangan serta pakaian kerja. Sanitasi lingkungan Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP) dengan kondisi kotor, tak terawat, berdebu, tidak difasilitasi sarana cuci tangan dan suplai air yang digunakan adalah sumur bor dengan jarak < 10 meter dari septic tank dan kedalaman sumur < 5 meter. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui personal hygiene, sanitasi lingkungan dan keberadaan bakteri E.coli pada air rendaman tahu di Kampung Tahu Tinalan Kota Kediri. Metode: : Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional dengan desain penelitian deskriptif. Hasil: Hasil penelitian menunjukan personal hygiene penjamah seluruhnya sebanyak 12 penjamah (100,0%) adalah baik, sanitasi lingkungan sebagian besar sebanyak 8 sampel (66,7%) adalah kurang baik dan keberadaan bakteri Escherichia coli pada air rendaman tahu sebanyak 8 sampel (66,7%) adalah tidak memenuhi syarat. Kesimpulan: Personal hygiene penjamah dan sanitasi lingkungan IRTP berpotensi menyebabkan keberadaan bakteri E.coli pada air rendaman tahu yang dapat mempengaruhi keamanan pangan pada produk tahu yang dihasilkan sehingga berpotensi mengakibatkan foodborne disease bagi yang mengkonsumsinya

    Pengaruh Edukasi Kesehatan Bahaya Rokok Terhadap Pengetahuan dan Sikap Siswa Sekolah Dasar

    Full text link
    Bahaya rokok merupakan ancaman bagi kehidupan manusia termasuk anak sekolah dasar. Mereka dapat terpapar dari lingkungan, terutama keluarganya yang merokok. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan bahaya rokok pada siswa Sekolah Dasar. Desain penelitian quasi eksperimen dengan rancangan pre test dan post test. Penelitian dilakukan tahun 2017 di SDN Kecamatan Dayeuhkolot Kabupaten Bandung. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 4- 6 berjumlah 323 orang. Sample yang digunakan adalah total sampling. Semua siswa diberikan quisioner sebelum intervensi untuk  mengukur tingkat pengetahuan dan sikap siswa, kemudian diberikan penyuluhan tentang bahaya rokok, lalu diberikan quisioner kembali untuk mengukur tingkat pengetahuan dan sikap. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata tingkat pengetahuan tentang bahaya rokok sebelum intervensi 256 (79.3%)siswa berkatagori baik meningkat menjadi 293 (90.7%) siswa berkatagori baik (p=0,000). Penelitian ini juga menemukan bahwa rata-rata sikap sebelum intervensi 253 (78.3%) siswa memiliki sikap mendukung  tentang bahaya rokok meningkat menjadi 293 (90.7%) setelah intervensi (p=0,000). Penelitian ini menemukan perbedaan bermakna peningkatan rata-rata pengetahuan dan sikap siswa sebelum dan setelah periode intervensi (p= 0.000). Berdasarkan hasil penelitian perlu adanya dukungan dari pihak sekolah dan puskesmas bagi keberlanjutan program edukasi kesehatan bahaya rokok di sekolah beserta evaluasiny

    JUMLAH TROMBOSIT MENGGUNAKAN METODE AMONIUM OKSALAT 1% DENGAN METODE AUTOMATIK : PENELITIAN KOMPARATIF

    No full text
    Latar Belakang: Pemeriksaan hitung jumlah trombosit merupakan pemeriksaan yang sering digunakan untuk menunjang diagnosa gangguan perdarahan. Jumlah trombosit dapat diperiksa secara manual atau otomatis menggunakan berbagai teknik. Meskipun pendekatan otomatis menggunakan alat analisa hematologi, metode manual dapat dilakukan baik secara langsung maupun tidak langsung. Metode langsung menggunakan ruang hitung, dan metode tidak langsung menggunakan apusan darah. Meskipun penggunaan alat otomatis lebih akurat dan hemat waktu, tidak semua fasilitas medis memiliki akses terhadap alat semacam ini. Pendekatan manual masih menjadi standar, terutama untuk laboratorium tanpa peralatan atau dengan dana terbatas untuk membeli peralatan otomatis. Tujuan: diketahuinya perbedaan antara hasil pemeriksaan hitung jumlah trombosit menggunakan metode ammonium oksalat 1% dengan alat automatik.. Metode: Penelitian menggunakan desain komparatif yaitu membandingkan hasil jumlah trombosit menggunakan ammonium oksalat 1% dengan automatic. Sampel penelitian menggunakan metode purposive sampling dimana jumlah sampel sebanyak 33 siswa. Hasil: didapatkan nilai rerata hitung jumlah trombosit menggunakan metode Ammonium Oksalat 1% yaitu 212.775/mm3 lebih kecil dari metode otomatik dengan nilai rata – rata 263.636/mm3. Hasil uji T didapatkan sebaran nilai sebesar -4.953 dengan nilai p<0.001. Kesimpulan: terdapat perbedaan hasil jumlah trombosit menggunakan metode ammonium oksalat 1% dengan metode automati

    Pengaruh Karakteristik Penderita DM Terhadap Kualitas Hidup Setelah Penerapan Hipnoterapi

    Full text link
    Latar Belakang : Diabetes melitus merupakan penyakit yang progresif sehingga menyebabkan berbagai komplikasi baik akut maupun kronis jika tidak dikelola dengan baik akan dapat mengakibatkan terjadinya berbagai penyulit menahun, seperti penyakit serebrovaskular, penyakit jantung koroner, penyakit pembuluh darah tungkai, gangguan pada mata, ginjal dan syaraf. Metode: Desain penelitian ini adalah quasi eksperimental, yaitu dengan bentuk rancangan pre and post test with control group. Partisipan dalam penelitian ini diseleksi menggunakan teknik menggunakan simple random sampling dengan jumlah sampel 66 orang. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang bermakna antara kualitas hidup penderita DM dengan jenis kelamin laki-laki  (p Value : 0,920) dan perempuan (p Value : 0.005), tingkat Pendidikan  (p value; 0,116), umur (p Value : 0,662) dan lama menderita (p Value : 0,852)  sesudah penerapan hipnoterapi. Kesimpulan: karakteristik responden meliputi jenis kelamin, umur, status perkawianan, lama sakit dan pendidikan tidak berhubungan dengan kualitas hidup penderita diabetes mellitus bahwa (pValue > 0,05

    AKTIVITAS ANTIBAKTERI MADU TRIGONA TERHADAP BAKTERI GRAM POSITIF (Staphylococcus Aureus) DAN BAKTERI GRAM NEGATIF (Escherichia Coli)

    Full text link
    Madu merupakan cairan manis alami yang berasal sari bunga tanaman atau bagian lain dari tanaman dan ekskresi serangga (Gebremariam, 2014). Madu memiliki kemampuan dalam melawan bakteri (Molan PC, 1992). Pada penelitian ini, madu trigona Sulawesi Selatan diuji aktivitas antibakterinya terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli menggunakan metode difusi agar. Hasil analisis proksimat menunjukkan komposisi madu trigona terdiri dari karbohidrat (87,41%), kadar air (10,90%), kadar serat (0,90%),Madu Trigona, Uji kadar abu (0,57%), kadar protein (0,15%) kadar lemak (0,06%). Rata-rataAktivitas Antibakteri, diameter hambatan madu trigona terhadap bakteri Eschrichia coli konsentrasi Staphylococcus aureus, 10%, 20%, 40%, 60%, 80% v/v dan kontrol positif berturut-turut adalah 21.33, Escherichia coli, metode 24.67, 27.33, 29.33, 29.67, dan 28.67 sedangkan terhadap bakteri difusi agar. Staphylococcus aureus konsentrasi 10%, 20%, 40%, 60%, 80% v/v dan kontrol positif berturut-turut adalah 13.67, 15.00, 16.67, 18.00, 19.00, dan 21.33. Madu trigona lebih efektif menghambat pertumbuhan bakteri Eschrichia coli daripada Staphylococcus aureus. Konsentrasi terbaik madu trigona dalam menghambat pertumbuhan bakteri adalah 60%-80% karena pada konsentrasi ini setara dengan control positif (kloramfenikol)

    165

    full texts

    178

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇