Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate
Not a member yet
178 research outputs found
Sort by
Hubungan Tingkat Activity Daily Living (Adl) Dengan Kualitas Hidup Lansia Penderita Diabetes Melitus Tipe Ii Di Kota Ternate
Latar Belakang: Konsep kualitas hidup sangat berkaitan dengan menua dengan sukses yang umumnyaselalu dihubungkan dengan kesehatan fisik, kemandirian dan kemampuan fungsional lansia. Tujuan:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat activity daily living (ADL) dengan kualitas hiduplansia penderita Diabetes Melitus Tipe II di Kota Ternate. Metode: Rancang bangun penelitian yangdigunakan adalah cross sectional. Penelitian dilaksanakan di Kota Ternate Provinsi Maluku Utara.Populasi dalam penelitian ini adalah lansia di Kota Ternate, dengan besar sampel 60 responden. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner dan instrument Instrumen WHOQOL BREF yangtelah dilakukan uji reliabilitas dan validitas. Data dianalisis menggunakan Uji Spearman. Hasil: Hasilpenelitian menunjukan bahwa activity daily living (ADL) terhadap keempat domain kualitas hiduppenderita DM Tipe II memiliki nilai p value < 0,05 dan nilai korelasi (r) berkisar 0,30 – 0,49 yangmemiliki hubungan yang sedang terhadap kualitas hidup, serta nilai korelasi (r) berkisar 0,50 – 0,69yang memiliki kekuatan hubungan yang kuat terhadap kualitas hidup penderita DM Tipe II yaitu padadomain fisik (p = 0,000; r = 0,454), domain psikologi (p = 0,001; r = 0,422 ), domain sosial (p = 0,000;r = 0,682), dan domain lingkungan (p = 0,000; r = 0,577). Kesimpulan: Kesimpulan dalam penelitianini adalah ada hubungan antara activity daily living (ADL) dengan kualitas hidup lansia penderita DMTipe II di Kota Ternate
GAMBARAN TINGKAT DEPRESI PASIEN DIABETES MELLITUS DI KABUPATEN KENDA
Diabetes Mellitus merupakan penyakit yang bersifat menahun, berhubungan dengan suatu sistem dalam tubuh, disebabkan oleh berbagai faktor, yang ditandai dengan hiperglikemia dan hiperlipidemia, akibat kurangnya sekresi atau ketidak efektifan insulin yang telah disekresi oleh pankreas. Pasien Diabetes Mellitus harus melakukan terapi pengelolaan farmakologis dan non farmakologis untuk mencegah terjadinya komplikasi dan mengontrol kestabilan kadar gula darahnya. Terapi tersebut dapat menimbulkan dampak fisik maupun psikologis bagi pasien DM. Dampak psikologis yang dapat dirasakan oleh pasien Diabetes Mellitus adalah depresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat depresi pada pasien Diabetes Mellitus di wilayah dokter keluarga Djazariyah Kabupaten Kendal. Metode deskriptif kuantitatif. Besar sampel penelitian 37 responden. Alat ukur menggunakan kuesioner Depression Anxiety Stres Scale. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini yaitu purposive sampling. Cara analisis data dengan analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi. Sebagian besar pasien Diabetes Mellitus normal atau tidak mengalami depresi. Peneliti memberikan saran bagi peneliti selanjutnya untuk menggunakan kuesioner Depression Anxiety Stres Scale yang telah dimodifikasi agar mempermudah responden dalam menjawab
GAMBARAN KONDISI SANITASI TERMINAL BRAWIJAYA DI KEBALENAN, KECAMATAN BANYUWANGI, KABUPATEN BANYUWANGI
Pembangunan kesehatan bertujuan meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang sehingga terwujud derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Cara memperbaiki kondisi sanitasi lingkungan masyarakat, dengan cara pencegahan dan pemberantasan penyakit salah satunya di tempat-tempat umum. Sanitasi yang buruk diyakini menjadi penyebab utama dalam 280.000 kematian. Sehingga menyebabkan 31% kematian anak di Indonesia (Riskesdas, 2007). Terminal merupakan salah satu contoh dari tempat-tempat umum, Terminal Brawijaya Banyuwangi termasuk dalam terminal penumpang tipe B yang berfungsi melayani kendaraan umum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi sanitasi di Terminal Brawijaya Banyuwangi. Metode yang digunakan adalah wawancara dan observasi. Wawancara dilakukan kepada petugas dinas perhubungan dan petugas kebersihan dengan menggunakan panduan wawancara. Sementara observasi yang dilakukan menggunakan instrumen yang dibuat berdasarkan rujukan teori terkait sanitasi kesehatan di tempat-tempat umum. Berdasarkan hasil penelitian terhadap 5 aspek penilaian yakni fasilitas utama dan bangunan terminal dalam kategori baik, sarana sanitasi terminal dalam kategori baik, ketersediaan lingkungan sehat dalam kategori buruk, fasilitas pemeliharaan terminal dalam kategori baik, ketertiban umum dan fasilitas penunjang lainnya dalam kategori baik. Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa Terminal Brawijaya Banyuwangi dalam kategori baik yakni berada pada skor 66%, tetapi masih perlu adanya peningkatan pelayanan
Penerapan Sanitasi Di Pasar Tradisional Kota Palembang: Tinjauan Fasilitas Dan Perspektif Pedagang
Di era pandemic Covid-19, Sanitasi menjadi bagian penting dalam pencegahan penularan virus tersebut. Pasar merupakan tempat umum yang berpotensi untuk menjadi kluster penularan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan fasilitas sanitasi di pasar serta perspektif pedagang mengenai Covid-19. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskripsi observasional, sampel dalam penelitian ini sebanyak 206 pedagang pasar tradisional di 19 pasar Kota Palembang. Pemilihan sampel menggunakan purposive sampling. Pengambilan data dengan menggunakan wawancara dengan kuesionar terstruktur dan observasi dengan menggunakan checklist. Data dianalisis secara univariable. Hasil penelitian menemukan bahwa kurang dari 50% pasar tradisonal yang sudah memiliki fasilitas sanitasi berupa jamban, sarana cuci tangan menggunakan sabun, air bersih dan saluran pembuangan air limbah yang memenuhi persyaratan. Sementara sikap pedagang pasar terhadap penularan Covid-19, hanya sebanyak 39% pedagang yang merasa dapat menularkan Covid-19. Penerapan protocol kesehatan juga rendah, 61.2% pedagang masih berkerumun, 60,2% tidak menggunakan masker dan 81,1% tidak menjaga jarak. Fasilitas protokol kesehatan dan fasilitas sanitasi perlu ditingkatkan untuk memaksimalkan pencegahan penularan Covid-19 di pasar tradisional
Pengaruh Kadar Sisa Klor Terhadap Keluhan Iritasi Mata Pada Pengunjung Kolam Renang X Kota Surabaya
Latar Belakang : Pengelolaan faktor penting dalam menjaga kualitas air kolam renang sangat diperlukan untuk mencegah penyebaran penyakit. Salah satu faktor tersebut adalah kadar sisa klor bebas yang tinggi, yang dapat menyebabkan iritasi pada mata. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efek kadar sisa klor bebas terhadap keluhan iritasi mata pada pengunjung Kolam Renang X di Kota Surabaya. Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain cross-sectional. Sampel air dari kolam renang dewasa diambil pada dua waktu, yaitu sebelum dan sesudah penambahan klorin, kemudian dianalisis di laboratorium. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil : Rata-rata kadar sisa klor bebas sebelum penambahan klorin adalah 0,43 mg/l, sedangkan setelah penambahan klorin adalah 1,85 mg/l. Rata-rata pengukuran pH sebelum penambahan klorin adalah 7,3, sedangkan setelah penambahan klorin adalah 6,9. Dari 97 responden, 60 orang (62%) mengalami keluhan iritasi mata dan 37 orang (38%) tidak mengalami keluhan. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh dari kadar sisa klor bebas pada keluhan iritasi mata (P=0,002), namun tidak ditemukan pengaruh lama berenang terhadap keluhan iritasi mata (P=0,114). Disarankan untuk melakukan pemeriksaan rutin terhadap kualitas air kolam renang, memberikan dosis kaporit yang sesuai, dan menggunakan kacamata renang
Hubungan Aktivitas Fisik dengan Hipertensi pada Penduduk Dewasa di Indonesia (Analisis Data Ifls 5 Tahun 2014)
Latar Belakang: Prevalensi hipertensi pada penduduk dewasa di Indonesia sebesar 25,8% danproporsi kurang aktivitas fisik sebesar 26,1% pada tahun 2013. Tujuan: Mengetahui prevalensihipertensi, proporsi aktivitas fisik kurang aktif dan hubungan aktivitas fisik dengan hipertensi padapenduduk dewasa di Indonesia berdasarkan data Indonesian Family Life Survey (IFLS) 5 tahun 2014.Metode: Populasi adalah seluruh penduduk dewasa (≥18 tahun) sebanyak 26.043 responden. Variabelyang dianalisis meliputi hipertensi, aktivitas fisik, umur, jenis kelamin, pendidikan, obesitas, merokokdan tempat tinggal. Kriteria hipertensi menggunakan pedoman JNC-7 (140/90 mmHg), aktivitas fisikdiukur berdasarkan kebiasaan melakukan kegiatan fisik minimal selama 10 menit dalam seminggu,terdiri dari aktif dan kurang aktif. Uji statistik pada analisis bivariat dan multivariat menggunakan cox regression. Hasil: Hasil analisis menunjukkan prevalensi hipertensi sebesar 24,09%, proporsi kurangaktivitas fisik sebesar 35,68% dan terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik denganhipertensi (P value 0,0001). Kesimpulan: Penduduk yang memiliki aktivitas fisik kurang aktifberisiko 1,15 kali mengalami hipertensi dibandingkan penduduk yang memiliki aktivitas fisik aktif(PR: 1,15; 95% CI: 1,09-1,21). Disarankan kepada masyarakat untuk melakukan kegiatan fisik denganjalan kaki minimal selama 30 menit setiap harinya
Efektifitas Lilin Aromaterapi Serbuk Daun Cengkeh Terhadap Kematian Nyamuk Aedes aegypti
Latar Belakang: Demam berdarah adalah infeksi virus yang dibawa nyamuk Aedes aegypti yangmenyebabkan penyakit mirip flu yang parah dan, terkadang menyebabkan komplikasi yang berpotensimematikan yang disebut demam berdarah. Pemberantasan nyamuk bisa memanfaatkan berbagaitumbuhan yang ada di sekitar mayarakat. Tujuan Penelitian: untuk mengetahui efektivitas lilinaromaterapy serbuk daun cengkeh terhadap kematian nyamuk Aedes aegypti. Metode: Penelitian inimenggunakan penelitian eksperimental dengan metode post test only group control design. Sampelnyamuk yang digunakan adalah nyamuk Aedes Sp betina yang sudah dewasa. Jumlah sampel nyamukyang digunakan sebanyak 150 ekor. Percobaan penelitian dilakukan sebanyak 3 kali denganmelakukan pengamatan selama 12 jam. Pengamatan dimulai pada pukul 09.00 – 21.00. Hasil: padapenelitian percobaan pertama jumlah kematian nyamuk 100%, percobaan kedua 76% dan percobaanketiga 56 %. Sedangkan pada kontrol (lilin tanpa campuran serbuk daun cengkeh) tidak didapatkanadanya kematian nyamuk pada percobaan satu sampai dengan percobaan ketiga. Suhu rata-rata padapenelitian ini yaitu 30,1oC dan kelembaban 74%. Kesimpulan: Lilin aroamterapy serbuk daun cengkeh memiliki efektifitas terhadap kematian nyamuk Aedes aegypt
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Hipertensi pada Pegawai di Pusdiklat Pajak Kemanggisan Jakarta Barat Tahun 2021
Latar Belakang: Hipertensi adalah suatu peningkatan tekanan darah arteri dimana tekanan darahsistol lebih atau sama dengan 140 mmHg atau tekanan diastol lebih atau sama dengan 90 mmHg ataukeduanya. Hipertensi disebut sebagai the silent killer karena sering tidak menunjukkan gejala.Prevalensi hipertensi di DKI Jakarta yaitu 33.43% dan berada pada peringkat ke-9 pada 10 besarprovinsi di Indonesia dengan kejadian kasus hipertensi terbanyak. Hipertensi ke-3 tertinggi berada diwilayah Jakarta Barat dengan prevalensi sebesar 43,22%. Tujuan: Diketahui faktor-faktor yangBerhubungan dengan Kejadian Hipertensi pada pegawai di Pusdiklat Pajak Kemanggisan JakartaBarat Tahun 2021. Metode: Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatifdengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian menggunakan Konsekutive Sampling danminimal sampel 130 responden dengan menyebarkan kuesioner online, instrumen penelitianmenggunakan angket dengan analisis chi-square. Penelitian ini dilakukan di Pusdiklat PajakKemanggisan Jakarta Barat Periode Februari - Juli Tahun 2021. Hasil: Uji statistik menggunakan chisquare dan hasil penelitian menunjukan ada hubungan yang signifikan antara Usia (p = 0,001) (OR =4,787). Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa pegawaiyang menderita hipertensi sebesar 55,6%
Kemampuan Garam Konsumsi Sebagai Larutan Flotasi Untuk Deteksi Telur Nematoda Usus
Latar belakang ; Flotasi atau pengapungan merupakan salah satu metoda untuk mendeteksi telurcacing nematoda usus. Metoda ini lebih baik dalam mendeteksi telur nematoda usus dibandingkanmetoda langsung. Penggunaan metoda flotasi sering digunakan peneliti untuk mendeteksi telurcacing baik secara langsung dari feses ataupun pada makanan yang diduga mengalami pencemarantelur cacing nematoda usus. Umumnya larutan flotasi yang digunakan peneliti adalah NaCl (pa) atauNaCl murni. Peneliti memodifikasikan larutan NaCl (pa) dengan menggantinya menggunakan duamerek larutan garam konsumsi yang sering digunakan oleh masyarakat. Tujuan ; Mengidentifikasitelur cacing nematoda usus menggunakan metode flotasi pada dengan garam konsumsi konsentrasi27% dan 28%. Metode ; Penelitian ini menggnakan metode eksperimen laboratorium denganpendekatan deskriptif. Hasil ; Konsentrasi 27% dan 28% garam konsumsi merek M dan R terjadi flotasi telur cacing Trichiuris trichiura dan Ascaris lumbricoides sedangkan untuk control NaCl (pa)terjadi flotasi telur telur cacing Trichiuris trichiura, Ascaris lumbricoides dan Hookworm.Kesimpulan ; Garam konsumsi merek M dan R dengan konsentrasi 27% dan 28% hanya dapatmengapungkan spesises Trichiuris trichiura dan Ascaris lumbricoides. 
Studi Literatur Efektivitas Stretching Exercises Terhadap Gejala Musculoskeletal Disorder
Latar Belakang: Gangguan muskuloskeletal akibat kerja (MSDs) merupakan kumpulan gangguan nyeri pada otot, tendon, sendi, dan saraf yang dapat mengenai seluruh bagian tubuh, seperti leher, ekstremitas atas, dan punggung merupakan area yang paling umum terjadi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi gangguan muskuloskeletal adalah dengan melakukan exercise. Metode: Pendekatan Studi Literatur digunakan untuk penelusuran artikel-artikel penelitian tentang efek exercise terhadap gangguan Muskuloskeletal dengan desain penelitian randomized controlled trial (RCT) dan kuasi-eksperimental. Penelusuran dilakukan pada empat basis data, yaitu Proquest, Scopus, Pubmed, dan Embase Hasil: Penelusuran artikel dengan menggunakan empat database Proquest, Scopus, Pubmed, dan Embase diperoleh 124 artikel, kemudian pada seleksi awal artikel di temukan 72 artikel, selanjutnya diseleksi berdasarkan judul, abstrak, didapatkan 14 artikel dan memilih 10 artikel ilmiah dengan tahun terbitan 2019-2023 Kesimpulan: latihan peregangan atau stretching signifikan menurungkan nyeri pada gangguan muskuloskeletal seperti nyeri pada leher, punggung atas, punggung bawah, bahu, siku, tangan/pergelangan tangan, pinggul, lutut, dan pergelangan kaki/ kaki.latihan peregangan atau stretching Exercise efektif digunakan sebagai manajemen nonfarmakologis untuk menurunkan gejalah gangguan muskuloskeletal seperti nyeri punggung, leher, ekstermitas atas dan bawah pada intensitas nyeri akut pada pekerja yang bekerja yang memiliki keluhan gangguan muskuloskeleta