Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate
Not a member yet
    178 research outputs found

    Outbreak Keracunan Makanan Di Kecamatan Purwosari Kabupaten Bojonegoro Provinsi Jawa Timur Tahun 2020

    Get PDF
    Latar Belakang: Pada tanggal 14 Januari 2020 Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro menerima laporan dugaan keracunan makanan  setelah seminar hasil Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang diadakan suatu perguruan tinggi negeri di Surabaya. Tujuan: Mengetahui gambaran outbreak dan menentukan agent   dan sumber penularan. Metode: Agar dapat mengidentifikasi agen dan sumber penularan dilakukan  penelitian dengan desain kohor. Populasi risiko berjumlah 101 orang yang hadir pada pertemuan tersebut. Investigasi outbreak dilakukan pada tanggal 16 Januari 2020.Data primer dikumpulkan melalui kegiatan wawancara pada 91 responden. Pemastian agen dengan pemeriksaan sisa makanan yang dikirimkan ke BBLK Surabaya. Variabel yang diteliti adalah gejala, jenis kelamin, umur, waktu kejadian, jenis makanan, dan masa inkubasi. Hasil: Jumlah kasus 38 (AR = 37,6%), terbanyak pada perempuan 37 (97,4%; AR=44,04%), berumur 20-14 tahun sebanyak 34 (89,4%; AR=40,00%). Seluruh kasus mengalami diare.  Kurva epidemik berbentuk common source. Masa inkubasi 5-16 jam, tersering 13 jam 30 menit. Jenis makanan yang dicurigai sebagai media penularan adalah sambal (RR=3,84) dan kemangi (RR=2,18). Hasil laboratorium menunjukkan hasil positif nitrit pada nasi, daging ayam, dan timun. Kesimpulan: Telah terjadi outbreak keracunan makanan. Gejala klinis dan masa inkubasi mengarah pada dugaan penyebab adalah agen mikrobiologis. Namun, hasil pemeriksaan laboratorium pada spesimen sisa makanan menunjukkan hasil yang tidak sesua

    Hubungan Budaya Pijat,Rorano dan Bakera Terhadap Perubahan Masa Nifas di Kota Ternate Provinsi Maluku Utara

    Get PDF
    Latar Belakang: Diabetes melitus merupakan penyakit yang progresif sehingga menyebabkan berbagai komplikasi baik akut maupun kronis jika tidak dikelola dengan baik akan dapat mengakibatkan terjadinya berbagai penyulit menahun, seperti penyakit serebrovaskular, penyakit jantung koroner, penyakit pembuluh darah tungkai, gangguan pada mata, ginjal dan syaraf. Metode: Desain penelitian ini adalah quasi eksperimental, yaitu dengan bentuk rancangan pre and post test with control group. Partisipan dalam penelitian ini diseleksi menggunakan teknik menggunakan simple random sampling dengan jumlah sampel 66 orang. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah penerapan hipnoterapi dan kelompok intervensi menunjukkan perbedaan yang signifikan dibandingkan dengan kelompok kontrol (pValue: 0,0005 : 0,05), sedangkan karakteristik responden meliputi jenis kelamin, umur, status perkawianan, lama sakit dan pendidikan tidak berhubungan dengan kualitas hidup penderita diabetes mellitus. Kesimpulan: Penerapan hipnoterapi dapat meningkatkan kualitas hidup penderita diabetes dengan 4 kali sesi pertemuan yang dilakukan oleh terapis yang terlatih sebagai rekomendasi dari penelitian in

    Literatur Review: IntervensiiKesehatan Mental Berbasis Teknologi Internet

    Get PDF
    Latarbelakang: Kemajuan teknologi dijaman sekarang ini memudahkan berbagaii prosesssemakin cepat, efektif, dan tidak pperlu waktu lama. Internet merupakan cara yang efektif untuk mengurangi keterbatasan serta menjembatani pemberian berbagai layanan kesehatan, termasuk kesehatan mental. Intervensi kesehatan mental berbasis internet dapat dilakukan untuk memfasilitasi pelayanan kesehatan mental bagi mereka yang membutuhkan. Tujuan: Tujuan dari studi ini untuk menggambarkan Intervensi Kesehatan mental berbasis teknologi internet. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur. Pencarian sumber telaah dibatasi pada literatur dengan tahun publikasi antara tahun 2018-2022. Hasil: Pencarian artikell pada tiga basis data daring (Pubmed, ProQuest dan Google Scholar) menghasilkan 379 artikel, kemudian diekstraksi berdasarkan dengan kriteria inklusi menghasilkan 11 artikel yang sesuai dengan topik dalam penelitian ini dan dianggap layakk untuk dianalisis. Kesimpulan: Secara keseluruhan intervensi kesehatan mental berbasisi internet dapat meningkatkan kesehatan mental, menurunkan tingkat stress, depresi, cemas dan gangguan Kesehatan mental lainny

    Pelayanan Kesehatan Penyakit Tropis Terabaikan di Jayapura, Papua

    Get PDF
    Latar Belakang: Papua adalah salah satu daerah endemis untuk beberapa penyakit tropis terabaikan, namun terdapat perbedaan distribusi sumber daya sehingga dalam upaya eradikasi dan eliminasi penyakit tropis membutuhkan strategi penanganan yang spesifik di setiap daerah.. Tujuan: mengkaji pelayanan kesehatan penyakit tropis terabaikan di Kota Jayapura. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang dilakukan di Kota Jayapura pada bulan Juni – Oktober 2021. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, telaah dokumen dan fokus group diskusi. Informan penelitian berjumlah 8 orang yang terdiri dari kepala bidang pengendalian penyakit, kepala puskesmas, programer dan pasien. Hasil: Pelayanan penyakit tropis terabaikan di Kota Jayapura difokuskan pada pengobatan dan peningkatan kualitas hidup pada dimensi sosial dan psikologi. Saat ini dinas kesehatan masih menjadi pemain tunggal dalam penanganan penanganan penyakit tropis terabaikan dan dianggap sebagai penyakit yang “tidak seksi” sehingga menurunkan ketertarikan banyak pihak untuk ditangani. Kegiatan screening dalam rangka menemukan kasus baru semakin berkurang. Jangkauan screening yang dilakukan hanya pada anggota keluarga tanpa dilakukan penelusuran riwayat kontak penderita. Beban ganda tenaga kesehatan yang bertanggung jawab sebagai programer terjadi karena mereka harus menangani beberapa penyakit dengan wilayah kerja yang luas. Kesimpulan: Penguatan screening untuk penemuan kasus baru perlu dilakukan dengan penelusuran kontak tidak hanya keluarga serumah tetapi juga pada tetangga dan riwayat kontak seperti di sekolah dan tempat kerja. Penanganan kasus penyakit tropis terabaikan perlu didorong agar berbasis evidance based berdasarkan analisis situasi insidensi dan prevalensi kasus pada masing-masing wilayah kerja puskesmas

    Analisis Hubungan Sanitasi Tempat Dan Alat Dengan Keberadaan Bakteri Escherichia Coli Pada Depot Air Minum Isi Ulang (Damiu) Di Indonesia: Meta-Analisis Tahun 20112021

    Get PDF
    Latarbelakang: Depot air minum isi ulang merupakan salah satu kegiatan usaha yang mengarah kepada air bersih untuk memenuhi kebutuhan air minum masyarakat dan juga memenuhi gaya hidup masyarakat sekarang yang mengutamakan kepraktisan dan kemudahan dalam memenuhi kebutuhan hidup (Muhammad Syahril, et al, 2020). Tujuan: untuk menganalisis hubungan Sanitasi Tempat dan Alat dengan keberadaan bakteri Escherichia coli pada depot air minum isi ulang (DAMIU) di Indonesia. Metode: penelitian ini menggunakan meta-analisis yaitu suatu metode statistik yang menggabungkan beberapa (2 atau lebih) dari hasil penelitian secara kuantitatif dengan cara mencari nilai effect size atau ringkasan dengan menggunakan software JASP version 0.9.2. Sumber data dalam penelitian ini berasal dari Google Scholar kemudian dilakukan pemilahan sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi dan diperoleh 7 artikel penelitian. Hasil: dari meta analisis yang memiliki hubungan antara Lokasi/tempat dengan nilai pooled PR = e 0.40 = 1.491 (95% CI -0.12 – 0.68) Kemudian variabel kedua terdapat hygiene sanitasi peralatan dan Bakteri Escherihia Coli dengan nilai pooled PR = e 0.62 = 1.858 (95% CI -0.16 - 1.07). Kesimpulan: dari hasil meta-analisis variabel lokasi/tempat dan variabel peralatan memiliki hubungan dengan keberadaan Bakteri Escherihia Coli. Disarankan Pemilik depot dan operator memperhatikan kebersihan alat dan memelihara alat tersebut, Instansi terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota memberikan edukasi, pendampingan terhadap pemilik depot

    Faktor Yang Mempengaruhi Kecemasan Ibu Hamil Primigravida Pada Masa Pandemi COVID-19 Di Wilayah Kerja Puskesmas Langsa Barat Kota Langsa

    Get PDF
    Latar Belakang: Kecemasan yang dialami oleh ibu hamil dapat berdampak buruk untuk kehamilan dan janin. Dampak dari kecemasan dalam kehamilan yaitu perdarahan, partus lama, syok, premature dan BBLR. Virus COVID-19 adalah salah satu faktor ibu mengalami cemas, karena ibu hamil beresiko tinggi tertular COVID-19. Tujuan: Mengetahui faktor penyebab kecemasan pandemi COVID-19 pada ibu hamil primigravida. Metode: Penelitian analitik dengan pendekatan cros sectional. Sampel penelitian yaitu ibu hamil primigravida di wilayah kerja Puskesmas Langsa Barat yang berjumlah 32 sampel dan pengambilan sampel dengan tehnik accidental sampling. Instrument penelitian ini adalah kuesioner dan HRS-A (Hamilton Rating Scale for Anxiety). Analisa data menggunakan uji chi-square. Hasil: Sebahagian besar ibu yang mengalami kecemasan ringan yaitu 68,8%. Hasil statistik didapatkan ada hubungan kecemasan dengan pendidikan, pekerjaan, pendapatan, usia kehamilan dan tempat tinggal ibu dengan nilai p < 0,05 (0,320; 0,37; 0,24; 0,001 dan 0,024) dan hanya faktor usia ibu yang tidak ada hubungan dengan kecemasan dengan nilai p= 0,94. Kesimpulan: Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pendidikan, pekerjaan, pendapatan, usia kehamilan dan tempat tinggal ibu dengan kecemasan pandemi COVID-19

    Uji Kualitas Kimia Kompos Pada Pengomposan Aerob Dengan Menggunakan Insang Ikan Cakalang Dan Menggunakan Tapai Ubi

    Get PDF
    Latar Belakang: Mikroorganisme lokal (MOL) yaitu mikroorganisme yang dimanfaatkan sebagai starter dalam pembuatan pupuk organik padat maupun pupuk cair. Bahan utama MOL terdiri dari beberapa komponen yaitu karbohidrat, glukosa, dan sumber mikroorganisme. Bahan dasar untuk fermentasi larutan MOL dapat berasal dari hasil pertanian, perkebunan, maupun limbah organik rumah tangga, salah satunya adalah MOL Tapai Ubi.Tujuan: Tujuan penelitian Untuk mengetahui Uji Kualitas Kimia Kompos Pada Pengomposan Aerob Dengan Menggunakan Insang Ikan Cakalang Dan Menggunakan Tapai Ubi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian experimen dengan membandingkan nilai NPK pada kompos menggunakan ikan cakalang dan menggunakan tapai ubi Hasil: Hasil penelitian ini menunjukan bahwa proses pengomposan yang dilakukan selama 21 hari di dapatkan hasil NPK pada kompos insang ikan cakalang pada nilai N = 5,276% P = 6,243% dan K = 10,527% sehingga dikatakan indikator K memenuhi syarat SNI 2803:2010 yaitu nilai berada pada angka 8-15%. Sedangkan nilai N dan P tidak memenuhi standar SNI. NPK pada kompos MOL tapai ubi pada nilai N = 5,332% P = 5,143% dan K = 10,391% sehingga dikatakan indikator K memenuhi syarat SNI 2803:2010 yaitu nilai berada pada angka 8-15%. Sedangkan nilai N dan P tidak memenuhi standar SNI. NPK pada kompos kontrol pada nilai N = 4,763% P = 7,841% dan K = 10,452% Kesimpulan: Indikator K memenuhi syarat SNI 2803:2010 yaitu nilai berada pada angka 8-15%. Sedangkan nilai N dan P tidak memenuhi standar SNI

    Studi Literatur Penerapan Virtual Reality Dalam Rehabilitasi Fisik Pasien Dengan Parkinson Disease

    Get PDF
    Latar Belakang: Perkembangan teknologi informasi di era industri revolusi 4.0 sekarang ini berkembang dengan cepat. Salah satu terobosan teknologi informasi yang berkembang yaitu teknologi virtual reality (VR) yang dapat diaplikasikan dalam layanan kesehatan, khususnya terapi rehabilitasi aktifikas fisik pasien dengan Parkinson disease. Tujuan: Untuk mengetahui Penerapan teknologi Virtual Reality dalam rehabilitasi fisik pasien dengan Parkinson disease. Metode: metude yang digunakan dalam penelitian ini adalah Studi Literatur. Hasil: Penelusuran artikel dengan menggunakan tiga data base (ProQuest, PubMed dan Embase) menghasilkan 821 artikel dengan tahun terbit antara 2019 sampai dengan 2022. Artikel-artikel tersebut kemudian diekstraksi kembali berdasarkan kriteria inklusi sehingga menyisakan 10 artikel yang sesuai dengan topik. Kesimpulan: Penerapan teknologi virtual reality dalam rehabilitasi aktifitas fisik pasien dengan Parkinson disease dapat meningkatkan kualitas hidup pasien dan fungsi keseimbangan mereka. Penerapan VR yang dilakukan secara rutin menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam tremor istirahat, kekakuan, Gaya berjalan, postur, bradikinesia tubuh, bangkit dari kursi, dan gerakan bergantian yang cepat

    Efektivitas Penerapan Physical Distancing dalam Upaya Pengendalian Covid-19 di Kelurahan Siwalankerto

    Get PDF
    Latar Belakang: Penerapan physical distancing sering tidak dilakukan oleh masyarakat, sehingga pencapaian efektivitas physical distancing diperlukan sebagai upaya pengendalian Covid-19. Pengukuran efektivitas mengidentifikasi faktor physical distancing yang dilakukan oleh masyarakat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan physical distancing dalam upaya pengendalian Covid-19 di Kelurahan Siwalankerto. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan desain deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah 324 orang di Kelurahan Siwalankerto. Sampel ini yaitu kelompok rentan terkena Covid-19 yang dominan pada usia lansia (< 55 tahun). Besar Sampel yang digunakan sebanyak 116 orang dengan teknik cluster random sampling. Analisis data dengan univariat. Analisis mengukur program dengan rumus efektivitas. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa 7 indikator physical distancing pada durasi aktivitas di luar rumah (34,5%), batas aktivitas di luar rumah (48,3%), menjaga jarak (44,8%), bepergian (65,5%), berjabat tangan (73,3%), berdiam diri (69,8%), sentuh benda publik (86,2%). Kebijakan physical distancing ini cukup efektif jika dilakukan dalam pengendalian Covid-19. Kesimpulan: Penelitian ini menggambarkan bahwa tujuh kebijakan physical distancing yang cukup efektif dalam upaya pengendalian Covid-19, yang paling dekat efektif adalah menjaga jarak

    Pengetahuan dan Sikap Perawat dalam Penerapan SDKI, SLKI, SIKI di Rumah Sakit X Kabupaten Jember

    Get PDF
    Latar Belakang: PPNI telah melakukan standarisasi terhadap standar II dan III asuhan keperawatan yaitu diagnosis (SDKI) dan perencanaan keperawatan (SLKI dan SIKI). Namun belum seluruh rumah sakit di Indonesia sudah menerapkan SDKI, SLKI, SIKI. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan pengetahuan dan sikap perawat dalam penerapan SDKI, SLKI, dan SIKI di Rumah Sakit x Kabupaten  Jember. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif. Sampel penelitian adalah 121 perawat yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap perawat terhadap SDKI, SLKI, dan SIKI.  Alat Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji Spearman.. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan tingkat pengetahuan perawat tentang standar asuhan keperawatan berada pada kategori baik (52,9%) dan sebagian besar perawat  memiliki sikap positif terhadap penerapan 3S (57%). Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara pengetahuan perawat tentang standar asuhan keperawatan dengan sikap perawat terhadap penerapan SDKI, SLKI, dan SIKI di Rumah Sakit x Kabupaten  Jember (nilai p = 0,011). Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian, perawat memiliki pengetahuan baik dan sikap yang positif terhadap penerapan 3S. Namun tidak seluruh responden yang memiliki pengetahuan baik juga memiliki sikap yang positif. Rumah sakit dapat memberikan motivasi, sosialisasi dan pelatihan kepada perawat mengenai pelaksanaan asuhan keperawatan berdasarkan SDKI, SLKI dan SIKI untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan pengalaman perawa

    165

    full texts

    178

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇