Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate
Not a member yet
    178 research outputs found

    Teknik Distraksi Menggunakan Vibrator Pendingin Mengurangi Nyeri Pasang Infusasi Pada Anak Demam Tipoid

    Get PDF
    Latar Belakang: Demam tifoid merupakan penyakit infeksi akut yang menyerang saluran pencernaan dengan gejala demam lebih dari satu minggu dan gangguan pencernaan. Salah satu pengobatan demam tifoid adalah terapi cairan infus. Memasukkan infus dapat menyebabkan rasa sakit pada anak. Tindakan untuk meminimalkan rasa sakit, stres dan trauma pada anak saat dilakukan pemasangan infus merupakan bagian dari prinsip atraumatic care. Salah satu tindakan atraumatik yang dapat dilakukan pada anak adalah penggunaan vibrator dan kompres dingin untuk meminimalkan rasa sakit.. Metode: Desain penelitian ini adalah true eksperimental dengan desain post-test only control group design. Peneliti dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok intervensi dan kontrol yang diambil secara acak. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik responden menurut umur sebagian besar berusia 4 tahun. Pada kelompok kontrol rata-rata umur anak sebesar 3,87 sedangkan pada kelompok intervensi rata-rata umur anak sebesar 3,93. Sebagian besar pengalaman pengambilan darah pada kedua kelompok pernah dilakukan pengambilan darah sebelumnya. Berdasarkan karakteristik gender, sebagian besar kelompok kontrol dan intervensi adalah perempuan. Terdapat perbedaan skor nyeri pada kelompok kontrol dan intervensi. Rerata skor nyeri pada kelompok intervensi adalah 3,13 dan rerata skor nyeri pada kelompok kontrol adalah 7,87. Hasil uji statistik menggunakan Mann Whitney menunjukkan terdapat perbedaan nyeri saat pungsi vena yang signifikan pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol (p=0,013). Kesimpulan: Hasil uji statistik menunjukkan terdapat perbedaan nyeri yang signifikan pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol (p=0,013). Penggunaan vibrator pendingin dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi nyeri pada anak saat venipuncture

    Analisis Penerapan Instrumen Strengths And Difficulties Questionnaire (Sdq) Terhadap Deteksi Dini Kejadian Depresi Pada Remaja

    Get PDF
    Latar Belakang: Perubahan perilaku remaja di Indonesia saat ini sangat memprihatinkan yang dikategorikan sebagai perilaku berisiko atau perilaku menyimpang. Remaja juga mengalami perubahan drastis, dari keadaan yang bergantung pada orang lain (orang tua) menuju masa yang dituntut untuk dapat mengambil keputusan secara mandiri walupun terkadang mengalami kesulitan dan kebingungan. Tantangan ini berpotensi menimbulkan masalah perilaku dan psikososial dalam kehidupan remaja jika mereka tidak mampu mengatasinya. Tujuan: Menganalisis Penerapan Instrumen Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ) terhadap Deteksi Dini Kejadian Depresi pada Remaja di SMA Kota Ternate. Metode: Desain penelitian menggunakan pendekatan Analitik Deskriptif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ), data dianalisis secara univariat yang dinyatakan dalam distribusi frekuensi dan persen. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa sekolah menengah atas di kota ternate.Hasil: Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data dari 93 responden, bahwa masalah perilaku pro-sosial yang terbanyak adalah responden dengan kategori normal yaitu sebanyak (90,32%), masalah emosional paling banyak responden berada pada kategori normal yaitu sebanyak (61,29%), masalah conduct juga terbanyak pada kategori normal yaitu sebanyak (82,80%), masalah hiperaktivitas juga terbanyak pada kategori normal yaitu (39,7%), namun disusul oleh kategori abnormal sebanyak (34,41%), masalah hiperaktifitas remaja pada proporsi abnormal sebanyak (34,41%), untuk masalah dengan teman sebaya, yang terbanyak proporsinya adalah pada kategori borderline (47,31%), Kesimpulan: Remaja belum memenuhi tugas perkembangan remaja untuk menerima hubungan yang lebih matang dengan teman sebaya dari jenis kelamin manapun

    Potensi Betanin Pada Analisis Logam Pb Dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis

    Get PDF
    Latar Belakang: Aplikasi zat warna alam yang terdapat di dalam sayur atau buah-buahan dalam analisis logam dapat digunakan dengan tujuan mengurangi perncemaran terhadap lingkungan. Betanin merupakan salah satu zat warna yang diketahui berpotensi sebagai zat pengompleks di dalam analisis logam dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Potensi betanin sebagai zat pengompleks disebabkan karena keberadaan logam dapat mempengaruhi kestabilan warna betanin dan menyebabkan efek batokromik atau hipokromik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan sebagai studi pendahuluan penggunaan betanin sebagai senyawa pengompleks dalam analisis logam Pb menggunakan metode Spektrofotometri Uv-Vis.. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan mereaksikan antara larutan Betanin dengan larutan Standar Pb, kemudian kompleks yang terbentuk diukur serapannya menggunakan Spektrofotometri Uv-Vis pada Panjang gelombang maksimumnya. Hasil: Hasil penelitian diperoleh bahwa dengan berbagai variasi konsentrasi larutan standar Pb, absorbansi dari kompleks Betanin-Pb sesuai dengan Hukum Lambert-Beer dan diperoleh persamaan garis Y = 0,0066x + 0,5388 dengan R2-0,9991. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, diketahui bahwa Betanin dapat digunakan sebagai alternatif sebagai senyawa pengompleks pada analisis logam Pb dengan metode Spektrofotometri UV-Vis

    PENGGUNAAN APLIKASI VIDEO DAN BONEKA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYUSUI DI KABUPATEN MALANG

    No full text
    WHO dan UNICEF merilis, dari 136,7 juta bayi lahir hanya 32,6% yang disusui secara eksklusif, sedangkan cakupan ASI ekslusif di Indonesia tahun 2016 sampai bayi usia enam bulan tepat hanya 29,5%. Kebiasaan menyusui eksklusif salah satunya dipengaruhi oleh kemampuan ibu tentang teknik menyusui yang benar. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji efektifitas penggunaan aplikasi video dan boneka peraga dalam meningkatkan kemampuan ibu dalam menyusui. Disain penelitian ini adalah kuasi ekspresimen, dengan pendekatan pre-tes dan post-tes dua kelompok. Sampel yang digunakan adalah ibu nifas hari ke-3 s.d. 10 sebanyak 24 orang, yang dibagi menjadi kelompok yang menerima pendidikan kesehatan menggunakan aplikasi video dan kelompok boneka peraga. Evaluasi terhadap kemampuan menyusui dilakukan menggunakan instrumen daftar tilik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok yang menerima pendidikan kesehatan tentang teknik menyusui yang benar menggunakan aplikasi video memiliki kemampuan menyusui yang lebih baik (ρ=0,002) dari pada kelompok boneka peraga (ρ=0,005). Dengan demikian, terdapat perbedaan efektivitas penggunaan aplikasi video dan boneka peraga dalam kemampuan menyusui

    KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA

    No full text
    Seksualitas dan kesehatan reproduksi remaja didefinisikan sebagai keadaan sejahtera fisik dan psikis seorang remaja, termasuk keadaan terbebas dari kehamilan yang tak dikehendaki, aborsi yang tidak aman, penyakit menular seksual (PMS) ter-masuk HIV/AIDS, serta semua bentuk kekerasan dan pemaksaan seksual (FCI, 2000). Masa remaja adalah masa transisi antara masa kanak-kanak dengan dewasa dan relatif belum mencapai tahap kematangan mental dan sosial sehingga mereka harus menghadapi tekanantekanan emosi dan sosial yang saling bertentangan. Banyak sekali life events yang akan terjadi yang tidak saja akan menentukan kehidupan masa dewasa tetapi juga kualitas hidup generasi berikutnya sehingga menempatkan masa ini sebagai masa kritis.Di negera-negara berkembang masa transisi ini berlangsung sangat cepat. Bahkan usia saat berhubungan seks pertama ternyata selalu lebih muda daripada usia ideal menikah (Kiragu, 1995:10, dikutip dari Iskandar, 1997)

    ANALISIS SISTEM PENCATATAN DAN PELAPORAN KECELAKAAN KERJA DI RUMAH SAKIT X TAHUN 2017

    Get PDF
    Selama tahun 2015-2016 diketahui terdapat 29 kasus kecelakaan di RS X, 29 kasus tersebut hanya sebagian kecil dari kasus yang tercatat. Kasus yang terjadi tidak tercatat dan teridentifikasi dengan baik sehingga tidak pernah ada pelaporan ke dinas ketenagakerjaan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis sumber daya manusia, anggaran, peralatan, sarana dan prasarana, pedoman dan SPO dalam pelaksanaan pencatatan dan pelaporan kecelakaan kerja di Rumah Sakit X. Metode penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif. Informan terdiri dari Informan utama yaitu , Kepala bagian Sanitasi dan K3RS, Koordinator Sanitasi dan Lingkungan, Ketua PK3RS, Sekertaris PK3RS, Pelaksana Sanitasi dan K3, dan Informan triangulasi yaitu , Kepala Seksi Pengawas Ketenagakerjaan Dinsosnakertrans Kota Cirebon, Dinas kesehatan Kota Cirebon. Hasil penelitian diketahui bahwa sumber daya manusia yang bertanggung jawab dalam pencatatan dan pelaporan kecelakaan kerja yaitu bagian PPI dan K3. Tidak ada alokasi anggaran secara khusus untuk kegiatan pencatatan dan pelaporan kecelakaan kerja. Peralatan, sarana dan prasarana yang ada hanya lembar khusus untuk pencatatan dan pelaporan internal, SPO untuk pencatatan dan pelaporan sudah ada namun hanya untuk internal dan belum tersosialisasikan dengan baik. Sistem pencatatan dan pelaporan kecelakaan kerja di RS X belum terintegrasi dengan seluruh bagian dan ditangani oleh dua bidang sehingga pencatatan dan pelaporan tidak terdokumentasi dengan baik dan menjadi sulit untuk melaporkan ke dinas ketenagakerjaa

    PERBEDAAN KADAR KALSIUM PADA SERUM LIPEMIK DENGAN DAN TANPA PENAMBAHAN FLOKULAN GAMMA-SIKLODEKSTRIN INKUBASI SUHU 23 °C

    Get PDF
    Serum lipemik merupakan serum berwarna keruh yang secara prinsip disebabkan oleh partikel besar lipoprotein seperti cylomicrons, VLDL (Verry Low Density Lipoprotein) maupun trigliserida. Serum lipemik umumnya dapat dikenali ketika kadar trigliserida di atas 300 mg/dl. Kekeruhan tersebut mengganggu absorbansi atau penghamburan cahaya pada berbagai pemeriksaan spektrofotometri. Gangguan ini dapat diatasi dengan flokulasi menggunakan gamma-siklodekstrin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kadar kalsium pada serum lipemik dengan dan tanpa penambahan flokulan gamma-siklodekstrin inkubasi suhu 23 °C. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode pra-eksperimen dan desain penelitian One-Group PretestPosttest Design. Bahan pemeriksaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah serum lipemiksejumlah 20, dengan kadar >300 mg/dl. Hasil penelitian dianalisis secara deskriptif dan statistik dengan uji parametrik menggunakan Paired Sample T-Test. Rerata selisih kadar kalsium dalam serum lipemik degan dan tanpa penambahan gamma-siklodekstrin inkubasi suhu 23 °C adalah 5,47 mg/dl (30%). Hasil uji Paired Sample T-Test menunjukkan signifikan sebesar 0,000 (<0,05). Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan kadar kalsium dalam serum lipemik dengan dan tanpa penambahan gamma-siklodekstrin inkubasi suhu 23 °

    Knowledge And The Role of Cadres in the Implementation of Early Detection of Toddlers Development Using KPSP

    Get PDF
    Pendahuluan: Perkembangan balita patut mendapat perhatian mengingat jumlah penduduk yang cukup besar. Deteksi dini merupakan perkembangan yang penting dengan KPSP dilakukan dalam upaya memfasilitasi deteksi dini terhadap gangguan tumbuh kembang sehingga dapat diberikan intervensi dini dan rujukan dini pada anak, pada akhirnya kualitas tumbuh kembang anak dapat optimal. Kader terlatih mempunyai kewenangan memantau perkembangan anak dengan Metode KPSP: pendekatan analitik cross sectional. Populasi kader kesehatan di wilayah kabupaten Lembeyan dengan teknik Random sampling dengan variabel independen pengetahuan dan keterampilan kader, peran kader dalam pelaksanaan deteksi dini perkembangan anak usia dini dengan menggunakan KPSP sebagai variabel dependen. Hasil: Hubungan pengetahuan dan peran kader dalam pelaksanaan deteksi dini perkembangan balita menggunakan KPSP dianalisis menggunakan uji Spearman Rank dengan hasil sebesar 0.565, sedangkan peran dan keterampilan nilai korelasinya sebesar 0,485. Kesimpulan: terdapat hubungan pengetahuan terhadap peran kader dan terdapat hubungan keterampilan terhadap peran kader dalam pelaksanaan deteksi dini tumbuh kembang balita menggunakan KPSP. Diharapkan pihak klinik secara rutin memberikan materi penyegaran mengenai pemantauan perkembangan dan menambah jumlah screening kit (infrastruktur pemantauan perkembangan)

    DAMPAK FAKTOR STRESS DAN GANGGUAN WAKTU MENSTRUASI PADA MAHASISWA

    Get PDF
    Dampak dari gangguan menstruasi yang tidak teratur nyeri haid, gangguan dalam jumlah perdarahan, dan PMS (Pre Menstural Syndrome). Hal ini dapat menjadi serius jika tidak segera ditangani. Haid yang tidak teratur dapat menjadi pertanda bahwa siklus yang dilaluinya tidak berovulasi (anovulatoir) sehingga wanita tersebut cenderung sulit memiliki keturunan (infertile). Masalah utama penelitian ini adalah 36% mahasiswa Prodi Kebidanan Magetan mengalami stress dan mengalami gangguan menstruasi. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui ada atau tidak hubungan antara tingkat stress dengan gangguan menstruasi pada mahasiswa Prodi D III Kebidanan Kampus Magetan Poltekkes Kementrian Kesehatan Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi pada penelitian ini sebanyak 147 mahasiswa dan pemilihan sampel dilakukan dengan teknik Cluster Sampling diperoleh besar sampel 108 mahasiswa. Variabel bebas adalah tingkat stress dan variable terikat adalah gangguan menstruasi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan uji statistik Chi-Square dengan taraf signifikansi < 0.05. Penelitian ini menunjukkan bahwa 55.56% mahasiswa mengalami stress pada tingkat normal dan 63% mahasiswa tidak mengalami gangguan menstruasi. Pada tingkat stress normal, 76.7% mahasiswa tidak mengalami gangguan menstruasi. Sedangkan pada tingkat stress parah, 100% mahasiswa mengalami gangguan menstruasi. Hasil Uji Chi-Square didapatkan nilai p=0,000 (<0.05) dengan nilai koefisien kontingensi 0.44 yang berarti mempunyai keeratan sedang. Selanjutnya disimpulkan ada hubungan antara tingkat stres dengan gangguan menstruasi dengan keeratan hubungan sedang. Semakin tinggi tingkat stress seorang wanita, semakin besar potensi mengalami gangguan menstruasi pada wanita tersebut. Saran penelitian lebih lanjut dengan memperbesar populasi dan perbaikan instrumen pengumpulan data tentang tingkat stress dan gangguan menstruasi

    PERBEDAAN KADAR ALBUMIN PADA SERUM LIPEMIK DENGAN DAN TANPA PENAMBAHAN FLOKULAN GAMMA-SIKLODEKSTRIN INKUBASI 23 oC

    Get PDF
    Serum lipemik disebabkan partikel lipoprotein seperti cylomicrons, VLDL (Verry Low Density Lipoprotein) maupun trigliserida. Secara visual, kekeruhan pada serum lipemik akan terlihat jelas dengan kadar trigliserida di atas 300 mg/dl. Keadaan ini menyebabkan gangguan kromoforik dalam analisis fotometri, gangguan pada panjang gelombang dan hamburan cahaya yang disebabkan oleh adanya partikel lipid. Gangguan ini dapat diatasi dengan flokulasi menggunakan gammasiklodekstrin dengan inkubasi suhu 23oC agar hasil pemeriksaan menjadi akurat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan dan selisih rata-rata kadar albumin dalam serum lipemik dengan dan tanpa penambahan gamma-siklodekstrin inkubasi suhu 23oC. Penelitian pre eksperimen ini menggunakan design penelitian Static Group Comparison. Sampel penelitian adalah semua serum lipemik sebanyak 20 sampel. Hasil penelitian yang telah dilakukan didapatkan rerata kadar albumin pada serum lipemik tanpa penambahan flokulan Gamma-siklodekstrin inkubasi suhu 23oC adalah 3,77 g/dl, rerata kadar albumin serum lipemik dengan penambahan flokulan Gammasiklodekstrin inkubasi suhu 23oC adalah 5,20 g/dl. Perbedaan hasil pemeriksaan kadar albumin dengan dan tanpa penambahan flokulan Gamma-siklodekstrin inkubasi suhu 23oC adalah 1,44 mg/dl (43 %

    165

    full texts

    178

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇