Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate
Not a member yet
178 research outputs found
Sort by
The Effect of Simulation-Based Education on Youth Preparedness in Facing the Gamalama Volcano Eruption Disaster in Tobololo Village
A natural disaster is an event caused by nature that can occur at any time, one of which is a volcanic eruption. Understanding of disaster preparedness needs to be understood by all levels of society to reduce various impacts, both material and non-material, caused by the threat of volcanic disasters. One of the communities that play a role in disaster management is the youth. Youth can play a role in knowledge and attitudes about disasters. Therefore, efforts can be made to improve preparedness in reducing disaster risk through simulation-based education. Purpose: This study aims to analyze the effect of disaster simulation education on the level of youth preparedness to face the eruption of the Gamalama volcano in Ternate Village, Tobololo Ternate. Methods: This study uses a quasi-experimental one-group pretest-posttest design. Results: the study showed that the majority (30.2%) of respondents received a preparedness score of 50 prior to disaster simulation-based education. The value of preparedness after conducting education based on disaster simulation, the majority (76.7%) of respondents got a value of 85.90. The results of the T-test statistic with (ɑ = 0.05) obtained a p-value of 0.000 which means that there is an effect of education based on disaster simulation on preparedness facing a volcanic eruption disaster in Youth in Tobololo Village, West Ternate City District Conclusion: Disaster simulation-based education affects youth preparedness in dealing with volcanic eruption
PENERAPAN TEKNIK KOMPRES HANGAT JAHE TERHADAP PENGENDALIAN LEVEL NYERI DENGAN KASUS RHEUMATOID ARTRITIS
Rheumatoid arthritis merupakan salah satu penyakit autoimun yang berupa inflamasi arthritis pada pasien dewasa, seseorang yang menderita penyakit Rheumatoid Arthritis akan mengalami gejala berupa rasa nyeri pada bagian sinovial sendi. Berdasarkan data dari Puskesmas Mapane penderita rheumatoid arthritis tahun 2016 sebanyak 422 orang dan meningkat pada tahun 2017 menjadi 613 pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan teknik kompres hangat terhadap pengendalian level nyeri pada asuhan keperawatan gerontik dengan kasus rheumatoid arthritis. Metode dalam penelitian ini yaitu studi kasus pada penderita rheumatoid arthritis dengan tindakan penerapan teknik kompres hangat jahe untuk mengendalikan level nyeri. Hasil terdapat pengaruh kompres hangat jahe dalam menurunkan nyeri rheumathoid arthritis dari skala 6 menjadi skala 3. Terapi kompres hangat jahe dengan 3 kali pemberian pada pagi hari selama 1 minggu dalam waktu 20 menit dapat menurunkan nyeri lutut. Kesimpulan pemberian terapi kompres hangat jahe dengan 3 kali pemberian selama 1 minggu dalam waktu 20 menit dapat menurunkan nyeri lutut
MANAJEMEN RISIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA PEKERJAAN GALANGAN KAPAL DI TANJUNGPINANG
Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) merupakan bagian dari sistem manajemen organisasi secara keseluruhan yang berperan penting dalam pengendalian risiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja guna terciptanya tempat kerja yang aman, efisien, dan produktif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan SMK3 dan analisis penilaian risiko K3pada pekerjaan galangan kapal di Kota Tanjungpinang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif semi-kuantitatif dengan pendekatan wawancara, observasi, dan penilaian lapangan, dimana metode analisis data dilakukan denganmenggunakan lembar ceklis OHSAS 18001:2007 dan standar AS/NZS 4360:2004. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan SMK3 perusahaan sudah sesuai secara persyaratan dengan persentase 97,2%. Sementara itu, hasil analisis penilaian potensi bahaya risiko K3, nilai risiko K3 tertinggi pada pekerjaan galangan kapal terjadi pada proses pembersihan badan kapal/tongkang untuk risiko bahaya tekanan air tinggi (45) dan bekerja di ketinggian (30) dan pada proses pengelasan dan pemotongan dengan risiko bahaya bekerja di ketinggian (30), sehingga pengendalian terhadap potensi bahaya risiko K3 yang dapat dilakukan berupa instruksi kerja efektif dan APD. Rekomendasi yang dapat diusulkan adalah perlunya perusahaan dalam melakukan sertifikasi standar SMK3 secara berkala, melakukan sosiliasasi dan pelatihan K3 secara rutin, dan upgrade SOP dan APD pada setiap tahapan kerja, sehinga manajemen risiko K3 perusahaan dapat berjalan dengan optimal
EFEKTIFITAS EKSTRAK BUAH MENGKUDU (Morinda Citrifolia L) TERHADAP PENURUNAN KOLONI JAMUR C.albicans PADA MENCIT YANG TERPAPAR C.albicans
Infeksi vagina dapat terjadi dikarenakan pertumbuhan yang tidak terkendali dari jamur C. albicans.. Kandungan antrakuinon dalam buah mengkudu (Morinda citrifolia L.) mempunyai efek farmakologik sebagai lisosim terhadap jamur. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektifitas ekstrak buah mengkudu (Morinda Citrifolia L) terhadap penurunan koloni jamur C.albicans pada mencit yang terpapar C.albicans. Desain penelitian true eksperimental dengan rancangan pre-post test randomized control group design. Sampel dari penelitian ini adalah mencit (Mus musculus) betina, usia 2-3 bulan, dengan berat 20-25 gram, diinfeksi C.albicans. Menggunakan empat perlakuan dan enam kali pengulangan. Perlakuan yang digunakan adalah kontrol negatif (tanpa ekstrak buah mengkudu (Morinda citrifolia L.) dan kontrol positif (pemberian ekstrak buah mengkudu (Morinda citrifolia L.) dengan dosis yang berbeda, yaitu 50 mg/kg BB, 100 mg/kg BB, 200 mg/kg BB). Jumlah koloni jamur diamati dengan metode pour Plate Slide. Hasil penelitian menunjukkan. Analisis menggunakan one way ANOVA atau uji alternative Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan terdapat penurunan koloni jamur yang tidak signifikan pada kelompok perlakuan pemberian ekstrak buah mengkudu dosis 50 mg/kgBB, 100 mg/kgBB dan 200 mg/kgBB, meskipun secara deskriptif terjadi penurunan rata-rata koloni jamur pada semua kelompok perlakuan. p-value lebih dari 0,05 (p>0,05). Ekstrak buah mengkudu dapat bermanfaat untuk meningkatkan imunitas tubuh dalam mengatasi infeksi jamur
Pola Asuh Orangtua Pada Anak Pra Remaja Dengan Kecanduan Gadget Di Keiurahan Tafure
Latar belakang Pola asuh orang tua sangat berpengaruh terhadap perkembangan motorik kasar danhalus, perkembangan bahasa dan kemampuan sosial anak. Tujuan.Penelitian ini bertujuan mengujisecara empiris hubungan antara pola asuh permisif orang tua dengan intensitas bermain gadget anakusia dini. Hipotesis yang diajukan adalah ada hubungan positif antara pola asuh permisif orang tuadengan intensitas bermain gadget anak usia dini. Metode. Subjek penelitian 50 orang yang memilikianak berusia dini. Penelitian diungkap menggunakan Skala pola asuh permisif orang tua dan Skalaintensitas bermain gadget anak usia dini. Teknik analisis data yang digunakan adalah korelasi productmoment dari Karl Pearson. Hasil. Berdasarkan analisis data yang dilakukan diperoleh koefisienkorelasi rxy :-119, dengan taraf signifikansi sebesar 0,412 (p>0,05), sehingga hipotesis yang diajukantidak dapat diterima. Kesimpulan Artinya tidak ada hubungan yang signifikan antara pola asuhpermisif orang tua dengan intensitas bermain gadget anak usia dini
Hubungan Sarana Sanitasi Dasar dengan Kejadian Stunting di Puseksmas Loceret, Nganjuk
Latar Belakang: Stunting merupakan masalah gizi kronik yang mengakibatkan gagal tumbuh pada anak. Salah satu faktor utama penyebab kejadian stunting adalah sarana sanitasi dasar yang dapat mempengaruhi asupan gizi pada anak karena asupan gizi harus didukung dengan dengan hygiene sanitasi dan kondisi lingkungan yang memadai. Tujuan : penelitian ini bertujuan untuk mengetahuihubungan sanitasi dasar dengan kejadian stunting diwilayah kerja Puskesmas Loceret Kabupaten Nganjuk. Metode: Metode yang digunakan bersifat observasional dengan pendekatan analitik dandesaincase control. Sampel penelitian adalah balita di Puskesmas Loceret berjumlah 98 sampel. Observasi sarana sanitasi dasar rumah dilakukan dengan menggunakan instrumen dan dianalisismenggunakan uji chi-square. Hasil : Hasil penelitian dari 98 sampel diteliti bahwa71,4% sarana penyediaan air bersih, 48% sarana jamban, 15,3% sarana pengelolaan air limbah, 30,6% sarana pengelolaan sampah, 29,6% sarana pengelolaan makanan dan 42,9% sarana sanitasi dasar adalahmemenuhi syarat.Berdasarkan uji statistik,didapatkan hasil bahwa sarana penyediaan air bersih (p=0,180) dan sarana pengelolaan air limbah tidak signifikan (p=0,161). Sarana jamban (p=0,026), sarana pengelolaan sampah (p=0,028), sarana pengelolaan makanan (p=0,000) dan sarana sanitasi dasar signifikan (p=0,001). Kesimpulan :Hasil uji statistik menunjukkan bahwaada hubungan sarana sanitasi dasardengan kejadian stunting. 
Hubungan Lama Menderita Diabetes Melitus dengan Kadar Prothrombin Time (PT) dan Activated Partial Thromboplastin Time (APTT)
Latar Belakang : Hiperglikemia, hiperinsulinemia dan resistensi insulin telah terbukti dalamberbagai penelitian dapat menimbulkan perubahan terhadap berbagai komponen yang berperanterhadap faal hemostasis. Tujuan : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubunganlama DM Tipe 2 dengan kondisi hemostatis PT dan APTT. Metode : Penelitian ini merupakan studiobservasional dengan pendekatan cross sectional menggunakan sampel darah plasma yang telahterisi antikoagulan Na citrate 3.2% yang diambil dari pasien yang telah memenuhi kriteria sampelpenelitian. Jumlah sampel sebanyak 30 yang seluruhnya merupakan pasien DM Tipe 2. Hasil :Berdasarkan dari uji korelasi Pearson merupakan uji korelasi antara lama DM dengan PT dan APTT,antara lama DM dengan PT didapatkan nilai p = 0.506 yaitu nilai p > 0.05. Sedangkan antara lamaDM dengan APTT dari hasil uji didapatkan nilai p = 0.014 yaitu nilai p < 0.05. Kesimpulan :Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh kesimpulan uji korelasi antara lama DMdengan PT dan APTT. Antara lama DM dengan PT didapatkan hasil yang tidak signifikan (p >0.05), hal ini menggambarkan tidak ada pengaruh yang signifikan pada jalur ekstrensik pembekuandarah dengan lama DM. Sedangkan antara lama DM dengan APTT dari hasil uji didapatkan hasilhubungan yang signifikan (p < 0.05), hal ini menggambarkan bahwa ada pengaruh yang signifikanpada jalur intrinsik dengan dengan lama DM
Analysis of The Application of Kolcaba Theory in Patient Mr. S.S.M. with Post Percutaneus Coronary Intervention in The Intensive Cardiology Care Unit of the Prof. dr. R. D. Kandou Manado General Hospital
Latar belakang: Penyakit jantung koroner terjadi karena adanya penyumbatan pada pembuluh koroner baik akibat endapan kolesterol maupun peradangan. Penyakit jantung dapat menimbulkan ketidaknyamanan sebelum dilakukan tindakan perawatan dan pengobatan, maupun setelah dilakukan tindakan medis, dalam hal ini percutaneus coronary intervention (PCI). Ketidaknyamanan yang dirasakan pasien post PCI berupa nyeri ringan di dada, suhu lingkungan yang dingin, prosedur tindakan dan beberapa keluhan yang mempengaruhi rasa nyaman pasien. Peneliti menemukan belum banyak penelitian tentang penerapan teory Kolcaba pada pasien post PCI. Tujuan umum: Penerapan teory Kolcaba pada pasien Tn.S.S.M. dengan memberikan bantalan hangat untuk meningkatkan kenyamanan post tindakan PCI. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus dengan sampel pasien post tindakan PCI. Implementasi dilakukan selama 3 hari, dengan durasi pemberian kompres bantalan hangat selama 20 menit. Hasil: Tingkat kenyamanan pasien meningkat setelah pemberian bantalan hangat. Kesimpulan: Penerapan teori Kolcaba tentang kenyamanan pada pasien post PCI dapat menjadi terapi yang efektif dan mudah dalam meningkatkan kenyamanan pasien sehingga membantu mempercepat proses penyembuhan pasien
Gangguan Psikologis Ibu Hamil Berhubungan dengan Keberhasilan Menyusui Pada Bulan Pertama Setelah Kelahiran di Masa Pandemi COVID 19
Latar Belakang: Menyusui eksklusif selama enam bulan terbukti memiliki banyak manfaat. Namun,angka cakupan ASI eksklusif masih jauh dari target. Kecemasan dan depresi merupakan gangguanpsikologis yang sering terjadi pada ibu hamil. Depresi pada ibu hamil berisiko bagi ibu dan bayi.Wanita hamil dan janin merupakan populasi berisiko tinggi selama wabah covid. Dampak lanjut dariinfeksi COVID-19 pada ibu hamil adalah munculnya kekhawatiran terkait pertumbuhan danperkembangan neonatal. Ibu dengan kecemasan dan depresi lebih sedikit yang melaksanakan inisiasimenyusu dini (IMD) dan memiliki durasi menyusui yang lebih singkat. Tujuan: penelitian inibertujuan untuk menganalisis hubungan ganggungan psikologis ibu hamil dengan keberhasilanmenyusui pada satu bulan pertama di masa pandemi covid-19 di Kota Palangkaraya. Metode:Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan rancangan Kohort Prospektif. Sampel penelitian sejumlah 66 orang yang dibagi menjadi dua grup. Analisis penelitian menggunakanuji chi square dan Risk Relative. Hasil: Terdapat hubungan antara gangguan psikologis ibu hamildengan keberhasilan menyusui pada satu bulan pertama (p<0,05). Ibu hamil dengan risiko depresiberisiko 1,9 kali lebih tinggi untuk tidak memberikan ASI secara penuh. Kesimpulan: gangguanpsikologis berhubungan dengan keberhasilan menyusui pada bulan pertama
Studi Deskriptif Karakteristik dan Diagnosis Keperawatan pada Pasien Stroke Berbasis SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia)
Latar Belakang: Diagnosis keperawatan yang tepat dapat membantu mengatasi masalah dan penyebab yang dialami oleh pasien, namun diagnosis dari tiap pasien itu berbeda-beda tergantung dari respon tiap induvidu. Tujuan: penelitian ini untuk mengetahui karakteristik dan diagnosis keperawatan apa saja yang biasa dialami oleh pasien stoke berbasis SDKI. Metode: Penelitian ini mengambil data subjektif dari hasil laporan akhir asuhan keperawatan program profesi ners dengan gangguan sistem persyarafan di stase mata kuliah Keperawatan Medikal Bedah Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Alauddin Makassar Hasil: diperoleh bahwa rentang usia pada pasien yang mengalami stroke paling banyak 45-54 tahun dengan jenis kelamin paling banyak perempuang, profesi IRT (ibu rumah tangga), dan jenis stroke non hemoragik. Terdapat 13 diagnosis keperawatan berbasis SDKI yang terdapat pada pasien stoke. Kesimpulan: Dalam pelaksanaannya diagnosis keperawatan yang biasa ditegakkan pada kasus stroke berjumlah 13. Saran agar dafttar diagnosis keperawatan yang sudah dikumpul berdasarkan studi kasus bisa dijakdikan dalam 1 aplikasi yang memudahkan calonn perawat dalam proses pembelajaran untuk menentukan diagnosis keperawatan