Kurios (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen)
Not a member yet
387 research outputs found
Sort by
Jurusan Praktika di SMA
This article will explain the reasons why the jurusan praktika di SMA is important program in education? system of Indonesia.?? One of reasons for the failure of the students reaching their achievement may be the lack of acceptance of their parents or teachers to their interest and capability.? These are crucial elements for developing students intellectual, skill, and personality.?? Indonesian education system, for example, actually has developed the education institutions named Professional School to meet these need, but some of them had been closed for some reasons.? I think, however, these should be opened for giving a chance to student whose special talent.? Or, the other way to solve this problem is to change the name of Professional School into Junior High School with some special program whereas the Junior High School can add a program titled Praktika beside IPA and IPS
Kurikulum PAK yang Kontekstual Bagi Usia Lanjut dan Aktual
Peranan pak terhadap Lanjut usia merupakan sesuatu yang penting karena PAK diharapkan dapat mengarahkan para lansia mengaktualisasikan dirinya.? Tujuan tulisan ini adalah untuk meneliti landasan Alkitab untuk PAK bagi lanjut usia agar menjadi pedoman dalam operasional program, meneliti keberadaan lanjut usia guna mendapat dasar penetapan program pelayanan dan merumuskan target pencapaian program PAK yaitu lansia yang mampu beraktualisasi diri didalam keluarga gereja dan lingkungan sosial. ??????????? Kurikulum pembahasan berdasarkan tujuan tersebut harus bersifat sederhana dan tepat guna yang meliputi pokok-pokok iman kristen pendalaman Alkitab dan pendalaman yang efektif
Kebenaran Tentang Hidup Produktif
Mengawali dan mengakhiri suatu aktifitas tidak selamanya berjalan dengan mulus, seperti apa yang direncanakan dan diprediksikan sebelumnya. Fakta ini membutuhkan kesadaran dan komitmen serta mentalitas seorang pahlawan yang terus berjuang sampai pada titik darah penghabisan untuk membahagiakan orang-orang yang dikasihinya. Bertanyalah pada diri Anda dalam mengawali tahun ini apa yang akan Anda perbuat bagi diri Anda sendiri untuk menggapai cita-citamu dan apa yang dapat Anda berikan kepada orang-orang yang Anda kasihi. Sudahkah Anda menemukan jawaban atas pertanyaan ini?. Silahkan menjawab dan berkeputusanlah untuk melangkah dan mewujudkan semuanya. Kegagalan Anda pada masa lalu Anda atau pada tahun-tahun yang lalu tidak perlu diratapi. Jangan menjadikan kegagalan Anda pada masa lalu sebagai momok yang menghentikanlangkah Anda,? untuk melangkah dalam menggapai impin dan cita-citamu. Kegagalan dimasa lalu bukan merupakan hantu yang menakutkan. Realita hidup membuktikan bahwa kegagalan lebih sering diperbincangkan https://bio-med.euroasia-science.ru/ dan lebih sering dialami. Banyak orang mempersiapkan diri untuk sukses dan lupa mempersikapkan diri untuk menghadapi kegagalan. Hal ini melahirkan orang-orang cenderung frustasi bahkan memilik untuk mengakhiri hidupnya
Kritik dan Analisa Terhadap Pandangan Saksi Yehuwa Tentang Keilahian Yesus
Penulis membahas judul karya tulis ini karena sangat penting untuk dimengerti dan dipahami oleh umat Kristen secara khusus mengenai ke-Tuhanan Yesus, karena ada pandangan yang berbeda-beda dalam mengajarkan pribadi Yesus sehubungan dengan ke-Tuhanan-Nya. Secara khusus, dimana Saksi Yehuwa mempunyai pandangan teologis terhadap ke-Tuhanan Yesus yang menyatakan bahwa Yesus bukanlah Allah melainkan lebih rendah dari Allah Bapa, sehingga Saksi Yehuwa memahami dan mengajarkan bahwa Yesus adalah suatu allah, Yesus diciptakan oleh Allah sebagai ciptaan yang sulung dan Yesus adalah malaikat Mikhael, bahkan karya penebusan Yesus tidak sepenuhnya menghapus dosa umat manusia. Sedangkan, dalam teologi Kristen Protestan mempunyai pandangan terhadap ke-Tuhanan Yesus yang menyatakan bahwa Yesus adalah Allah dan sehakikat dengan Allah Bapa, sehingga Teologi Kristen Protestan mengajarkan bahwa Yesus adalah Allah, Yesus adalah pencipta, bahkan karya penebusan Yesus sepenuhnya menghapus dosa umat manusia dan menyediakan keselamatan bagi orang yang percaya kepada-Nya
Menelusuri Jejak dan Upaya Menghubungkan Sains dan Agama
Looking for a connection between science and religion to be a struggle of its own throughout history. Many thinkers and schools of thought try to formulate them, among them critical realism, anti-reductionism, creationism, and intelligent design. The hypothetical alignment connection is expected to provide transcontinental, trans-contextual, and global expanse of connections. The stretch here refers to the religion is supposed to illuminate science and vice versa. Science and religion must be strived to enter in the same best condition because both have sought the truth in various ways. If necessary, the connection is attempted to enter into integration, although occasionally it can enter into conflict methodology.
Abstrak
Mencari hubungan antara sains dan agama menjadi pergumulan sendiri sepanjang sejarah. Banyak pemikir dan aliran pemikiran mencoba merumuskannya, di antaranya realisme kritis, anti reduksionisme, kreasionisme, dan intelligent design. Hubungan kesejajaran hipotetis diharapkan tersedianya bangunan hubungan bersifat transkontinental, transkontekstual, dan bentangan-bentangan global. Bentangan di sini merujuk pada agama diharapkan harus menerangi sains, dan sebaliknya. Sains dan agama harus diupayakan masuk dalam kondisi yang sama-sama terbaik karena keduanya telah mencari kebenaran https://colindancias.uvt.ro/ dengan berbagai jalan. Bila perlu, hubungan itu diupayakan masuk pada integrasi, walaupun sesekali bisa masuk ke metodologi konflik.
Peran Orang Tua Dalam Menerapkan Kasih dan Disiplin Kepada Anak Usia 2-6 Tahun Sebagai Upaya Pembentukkan Karakter
Kasih dan disiplin merupakan kebutuhan dasar setiap anak dalam upaya pembentukan karakter yang sehat. Kedua hal ini tidak dapat dipisahkan, demikian pula dalam penerapannya, kasih dan disiplin harus diterapkan secara seimbang. Kasih adalah alasan, motif dan tujuan adanya disiplin, dan disiplin merupakan perwujudan kasih itu sendiri. Masalah yang dihadapi orang tua saat ini adalah orang tua terjebak ke dalam dua pilihan dalam menerapkan kasih dan disiplin, yaitu menerapkan kasih dan disiplin secara bersama-sama dan seimbang atau menerapkan salah satunya dan memisahkan yang lainnya. Hal ini terjadi akibat kesalahpahaman orang tua mengenai konsep relasi antara kasih dengan kebebasan serta disiplin dan hukuman. Konsep yang menyatakan bahwa disiplin sama dengan hukuman, membuat disiplin begitu sempit dan dipandang negatif, kejam serta tidak mencerminkan adanya kasih. Konsep inilah yang kemudian menciptakan konsep berikutnya, yaitu disiplin dan kasih adalah dua hal yang saling bertentangan sehingga orang tua terjebak pada penerapan kasih atau disiplin yang ekstrim
Pendekatan Praksis-Teologis dalam Fondasi Pendidikan Kristiani
This article has some purposes; they are: first, a description of the about theoretical study of a theological practice approach; secondly, explained an implication theological practice approach to the Christian religion education foundation; and thirdly, described a religion studies foundation of Christians in theological practice approach. The method used in this article is an analysis-descriptive of literature available related to the problem that discussed. This research concluded that a practical approach theological in education foundation the Christian religion came into existence from the application of the truth in the life of that can be used with confidence as cornerstones biblical, and search for clues definitive from general principles offered by theology.AbstrakTulisan ini memiliki beberapa tujuan, yaitu: pertama, mendeskripsikan kajian teoretis pendekatan praksis teologis; kedua, ?menjelaskan implikasi praksis-teologis fondasi pendidikan Agama Kristen. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif terhadap kajian pustaka yang berkaitan dengan tema fondasi Pendidikan Agama Kristen. Penelitian ini memiliki kesimpulan bahwa pendekatan praktis teologis dalam fondasi pendidikan agama Kristen terwujud dari penerapan kebenaran ke dalam kehidupan yang bisa digunakan dengan percaya diri sebagai fondasi Alkitabiah, dan? mencari petunjuk definitif dari prinsip-prinsip umum yang ditawarkan oleh teologi
Pelayanan Bersama Komunitas Sebagai Model Pelayanan Pastoral Berbasis Paradigma Komunal-Kontekstual dalam Teologi Pastoral
Pastoral care ministry persists in the minister\u27s concept as the sole actor of pastoral ministry in the church. On the other hand, there has been growing awareness that pastoral care ministry also gives space to members of the congregation to presenting the pastoral care ministry in context. In these persist circumstances, questions arise is how do pastoral care ministry gives space to members? Can the paradigm be expanded by taking into account the communal context? What kind of model does it produce? With the development of a communal-contextual paradigm in pastoral theology began to raise awareness of expanding that understanding. In addition, contemporary pastoral theologians show that there has been a paradigm shift in pastoral ministry with communal nuance; however, the ministry also gives space to the members of the congregation in practice. My aim is to construct the concept and model of pastoral care ministry with the community within the framework of communal-contextual paradigm.AbstrakDiskusi pelayanan pastoral dalam teologi pastoral bertahan dalam konsep pendeta sebagai aktor tunggal pelayanan tersebut di dalam gereja hampir tiga dekade belakangan ini. Padahal, di sisi yang lain, sudah muncul dan berkembang paradigma bahwa pelayanan pastoral juga tentang pemberian ruang terhadap anggota jemaat secara umum yang hadir dalam pelayanan pendeta dalam konteksnya. Di dalam keadaan ini, muncullah pertanyaan-pertanyaan tentang apakah pelayanan pastoral hanya merupakan tugas seorang pendeta? Dapatkah paradigma tersebut diperluas dengan memperhatikan konteks pelayanan yang nilai komunalitasnya tinggi? Seperti apa model yang dihasilkannya? Dengan berkembangnya paradigma komunal-kontekstual dalam pelayanan pastoral mulai muncul kesadaran memperluas pemahaman itu. Di tambah lagi, pemikiran teolog pastoral kontemporer baik dari Indonesia dan Barat juga menunjukkan bahwa telah ada pergeseran paradigma tentang pelayanan pastoral yang bernuansa komunalitas di dalam suatu konteks, sehingga pelayanan tersebut juga memposisikan anggota jemaat secara umum. Penelitian ini berupaya menawarkan konsep dan model pelayanan pastoral yang kontekstual dengan menempatkan partisipasi komunitas guna memberi warna lain bagi pelayanan pastoral yang selama ini bertahan
Pengaruh Pola Asuh Autoritatif Terhadap Religiositas Remaja Gereja Kristen Jawa Se-Klasis Surakarta
Authoritative parenting was parenting which gives children a freedom to create and explore everything with controls from their parents. Aspects of authoritative parenting are giving an example, discipline, dialogue and parentsacceptance of adolescents. The objective of this research was to give empirical evidence about the effects of authoritative parenting on adolescent religiosity. Forty adolescences ages 13 to 17 years old from Java Christian Church in Surakarta filled the questionnaire. Forty data were analyzed by product moment correlation and t-test. The result shows that authoritative parenting has a strong correlation with adolescent religiosity. The result also shows that authoritative parenting significantly has positive effects on adolescent religiosity.
Abstrak
Pola asuh autoritatif merupakan pola asuh yang memberikan kebebasan kepada anak untuk bereksplorasi dalam kendali orang tua. Apsek-aspek pola asuh autoritatif adalah menjadi teladan, disiplin, dialog dan peenerimaan orang tua terhadap perkembangan remaja. Tujuan penelitian https://congresos.eumed.net/ ini adalah memberikan bukti empiris tentang adanya pengaruh pola asuh autoritatif terhadap religiositas remaja. Angket disebar dan diisi oleh empat puluh anak remaja usia 13 17 tahun Gereja Kristen Jawa se-Surakarta. Empat puluh data dianalisis dengan menggunakan rumus Korelasi Product Moment dan t-test. Hasilnya menunjukkan bahwa pola asuh autoritatif memiliki pengaruh yang kuat terhadap religiositas remaja. Hasilnya pun menunjukkan bahwa pola asuh autoritatif memiliki pengaruh yang signifikan terhadap religiositas remaja
Awasilah Dirimu Sendiri: 1 Timotius 4:16
Ledakan Pertumbuhan Gereja di abad ke-21 hingga memasuki millennium ke-3 ini sugguh dasyat. Multiplikasi orang percaya selama abad ini melebihi? jumlah orang Kristen seluruh abad sebelumnya. Dimulai dari 12 orang murid, kini mencapai 2,1 miliar lebih. Fenomena Spektakuler ini jelas melegitimasi karya Roh Kudus yang telah member kuasa (dunamos) kepada orang percaya untuk menjadi SAKSI KRISTUS dari Yerusalem, Yudea, Samaria dan samai keujung bumi (Kis1:8)