Journal Widya Mandala Catholic University Surabaya / Jurnal Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
Not a member yet
    4152 research outputs found

    THE PIVOTAL ROLE OF PERFORMANCE MANAGEMENT SYSTEMS IN MEDIATING ORGANIZATIONAL AGILITY AND PERFORMANCE

    Get PDF
    Research Purposes. This study aims to investigate the influence of organizational agility on organizational performance in the hospitality industry.Research Methods The data analysis technique used is Structural Equation Modeling (SEM) with SmartPLS 4 Software to analyze the relationship between variables. The sampling technique used is non-probability on 105 employees/business owners in the hotel sector with 3-5 stars in Indonesia.Research Results and Findings. The findings show that organization agility does not possess any direct correlation with organization performance among starred hotels in Indonesia. Furthermore, positive and significant correlation from organizational agility to performance can be established through the mediatory of performance management system implementation and supportive organizational culture among the industry. The result of this study generates enticing implications towards hospitality business leaders.

    Hubungan Antara Kepuasan Perawat Terhadap Sistem Pendokumentasian Elektronik Dengan Kualitas Pendokumentasian

    Get PDF
    Pendokumentasian asuhan keperawatan berbasis komputer sangatlah penting dalam meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit. Peningkatan kualitas pelayanan pada rumah sakit tergantung pada catatan  dan laporan asuhan keperawatan yang dilakukan, pendokumentasian yang dilakukan seorang perawat, sangat mempengaruhi kualitas dari pelayanan setempat. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara tingkat kepuasan perawat terhadap sistem pendokumentasian berbasis elektronik dengan kualitas pendokumentasian di RS X Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif korelatif dann pendekatan cross sectional. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 79 responden dengan teknik non probability yaitu dengan menggunakan teknik Purposive sampling. Hasil analisis didapatkan sebanyak 4 (11,8%) responden yang kurang puas terhadap kualitas pendokumentasian yang berkualitas, sedangkan yang tidak berkualitas sebanyak 30 (88,2%), responden yang puas terhadap kualitas pendokumentasian yang berkualitas sebanyak 36 (80,0%). Hasil analisa uji chi square didapatkan hasil  Pvalue 0,000 < 0,05 yang artinya menunjukan ada hubungan yang bermakna antara Kepuasan perawat terhadap pendokumentasian dengan Kualitas pendokumentasian di RS X Jakart

    IMPROVEMENT OF FOOD INTAKE IN MALE VOLLEYBALL ATHLETES AFTER NUTRIRION COUNSELING

    No full text
    Introduction: Proper macronutrient intake, including carbohydrates, protein, and fat, is essential for promoting overall well-being and enhancing physical performance. Adequate food intake is helpful to replenish energy stores during physical activities such as training, competition, or recovering.Purpose: This study was conducted to investigate the energy and macronutrient intake habits of male volleyball players who received nutritional counseling as an intervention.Methods: This study was an experimental with one group pre and post test design, conducted on ten male volleyball athletes aged 16-22 years in Jember Regency. The data collection included anthropometric measurements, hydration state, biochemical status, and the the participant's food intake. Data of food intake was gathered on two occasions, specifically prior and following the intervention using 24-hour food recall questionnaire.Result: There was no significant difference in the mean intake of energy, protein, fa t, and carbohydrates before and after the intervention (p>0.05), however there was a tendency towards an increase in the mean intake of energy, protein, and carbohydrates after the intervention. Conclusion: Nutritional counseling proves beneficial in enhancing the energy and macronutrient consumption of male volleyball athletes, although not statistically significant

    PENGARUH MANAJEMEN LABA DAN MEKANISME GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP INTEGRITAS LAPORAN KEUANGAN

    Get PDF
    Objek dalam penelitian ini merupakan perusahaan manufaktur sector aneka industry dan sector aneka barang konsumsi di Indonesia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2019 hingga 2022. Tujuan dari penelitian ini untuk memperoleh pengetahuan mengenai pengaruh manajemen laba, komite audit, mekanisme good corporate governance dengan meneliti dewan komisaris independen terhadap integritas laporan keuangan. Data yang digunakan merupakan laporan keuangan tahunan tiap perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2019 hingga 2022. Penelitian ini menggunakan 50 perusahaan manufaktur yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah populasi 692 perusahaan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan program yang digunakan dalam mengolah data adalah Statistical Product and Service Solution 23 (SPSS 23). Analisis penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda dan nilai signifikansi dari masing-masing variable yang diukur menggunakan uji-t. Hasil penelitian ini mnunjukkan bahwa manajemen laba tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap integritas laporan keuangan, sebaliknya komite audit dan dewan komisaris independen memiliki perngaruh positif terhadap integritas laporan keuangan

    PENGEMBANGAN BERWIRAUSAHA BERBASIS DIGITAL DAN SELF LEADERSHIP

    Get PDF
    Entrepreneurship development needs to be pursued as early as possible since secondary education. Students who are a digital generation certainly need a positive distribution of digital skills that they generally have today. Digital-based entrepreneurship and self-leadership training is an alternative to helping students train their leadership through concrete activities which can at the same time help them channel their interests and prepare the mentality and skills needed at later stages of education. Student development programs in the form of entrepreneurship and character development programs have been successfully fulfilled in the service in the form of this training. This was proven based on the evaluation after the training which showed that the community service participants considered that the material provided was interesting and new. The resource persons were interactive and clear in providing material, as well as allocating training time that was appropriate to the situation and conditions of the trainees

    SUCCESSFUL MANAGEMENT OF PENETRATING KERATOPLASTY IN PEDIATRIC PATIENTS WITH CORNEAL TRAUMA

    Get PDF
    Introduction: Corneal perforation is an ophthalmic emergency and requires immediate medical and surgical treatment. The most common causes of corneal perforation are infection, inflammation, or trauma. Case Report: A 9-year-old boy came with complaints pain in his right eye for 2 days of BATH, he had history of hit by a sharp tip wire. Visual acuity on the right eye was 6/60 PH 6/30, revealed ciliary injection, corneal rupture with the avulsion, size 6x3x1mm, stromal oedema, iris prolapse, shallow anterior chamber, eye pressure was n-1/p. Patient was diagnosed with corneal rupture and iris prolapse. Patient was treated by penetrating keratoplasty. The last condition of the graft is quite good and the visual acuity was 6/15. Discussion: Perforation cause by the traumatic more than 3 mm can be treated by the penetrating keratoplasty as an emergency situation. Tissue adhesives, such as cyanoacrylate glue, amniotic membrane multilayer transplantation, conjunctival flap, or patch graft, can be used to treat small corneal defects. The success of keratoplasty is measured by corneal clarity and functional refractive outcomes. Conclusion: The success rate of emergency keratoplasty in corneal perforations reported by various studies and one of these case reports reinforces the importance of eye banking in corneal graft supplies

    ANTIDIABETIC EFFECT TEST OF CENTELLA ASIATICA EXTRACT IN HYPERCHOLESTEROLEMIA RAT MODELS

    Get PDF
    Introduction: High blood sugar levels can lead to hypercholesterolemia, a condition where cholesterol levels in the blood exceed normal values. The active compounds in Centella asiatica (pegagan) have the potential to act as antidiabetic agents by stimulating insulin production by pancreatic beta cells. Objective: This study aims to determine the effect of Centella asiatica extract on lowering fasting blood glucose (FBG) levels in hypercholesterolemia rat models. Methods: Thirty-two test animals were divided into 4 groups: normal control, negative control, positive control (Simvastatin 1.8 mg/kgBW/day), and treatment (Centella asiatica extract 500 mg/kgBW/day). Hypercholesterolemia was induced using 2% cholesterol and 0.2% cholic acid. FBG measurement was performed after 5 weeks of administration of Centella asiatica extract and Simvastatin. Data analysis used one-way ANOVA and post hoc Bonferroni tests. Results: The mean FBG (mg/dL) in P1=70.85±1.89; P2=151.82±2.91; P3=92.34±1.86; and P4=83.89±2.17. The one-way ANOVA test results showed statistically significant differences (

    KUALITAS ES KRIM SUBSTITUSI EKSTRAK KACANG GUDE DAN TEPUNG KULIT BUAH NAGA MERAH

    Get PDF
    Es krim merupakan makanan dengan bahan utama berupa susu full cream, susu skim, gula, dan penstabil. Ekstrak kacang gude akan menggantikan sebagian dari penggunaan susu sapi full cream, sedangkan ekstrak tepung kulit buah naga merah akan menggantikan penggunaan CMC dan SP. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak kacang gude dan ekstrak tepung kulit buah naga merah terhadap kualitas es krim berdasarkan uji kimia, fisik, mikrobiologi, dan organoleptik, serta mengetahui perbandingan konsentrasi ekstrak kacang gude dan ekstrak tepung kulit buah naga merah untuk menghasilkan es krim dengan kualitas terbaik. Penelitian ini dilakukan dengan empat perlakuan perbandingan susu full cream, ekstrak kacang gude, dan ekstrak tepung kulit buah naga merah yaitu 100:0:0 (K), 80:20:0,5 (A), 60:40:1 (B), dan 40:60:1,5 (C). Penelitian produk es krim ini memiliki hasil overrun 56,67-100%, waktu leleh 1220-1429,83 detik, total padatan 23,83-29,08%, total gula 23,50-28,67%, kadar lemak 5,63-11,52%, kadar protein 5,09-6,03%, kadar serat tidak larut 5,32-8,04%, kadar serat larut 0,70-1,01%, Angka Lempeng Total 4,5-7x102 CFU/g, serta hasil Salmonella adalah negatif. Es krim dengan kualitas terbaik pada penelitian ini adalah es krim perlakuan B (60:40:1).

    KARAKTERISTIK FISIK DAN HEDONIK MI KERING BERBAHAN DASAR TEPUNG MOCAF (Modified Cassava Flour) DAN TEPUNG TALAS (Colocasia esculenta) DENGAN PENAMBAHAN GUAR GUM

    Get PDF
    Mi non gandum adalah mi yang terbuat dari bahan non gandum atau non terigu. Bahan-bahan yang bisa digunakan untuk membuat mi non gandum antara lain jagung, beras, sagu, singkong atau umbi-umbian lokal lain seperti ganyong. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh dari perbandingan penambahan hidrokoloid jenis guar gum pada pembuatan mi kering. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor yaitu penambahan guar gum pada mi tepung talas dan tepung mocaf dengan lima taraf perlakuan (0%; 0,5%; 1%; 1,5%; dan 2%). Analisis produk meliputi uji hedonik hedonik  (warna, aroma, rasa, tekstur, penerimaan umum/overall) dan uji fisik meliputi daya serap air, cooking loss, cooking time. Hasil analisis data menunjukkan bahwa penambahan guar gum berpengaruh terhadap analisis mutu hedonik dari atribut warna, aroma, rasa dan tekstur pada mi kering. Penambahan guar gum dapat mempengaruhi persepsi panelis hedonik dari mi kering. Hasil analisis fisik menunjukan penambahan guar gum memiliki nilai cooking loss mi yang lebih rendah daripada mi tanpa guar gum yang disebabkan oleh adanya pembentukan ikatan kompleks antara amilosa dan hidrokoloid. Produk terpilih ada pada perlakuan A2 (0,5%). Untuk nilai cooking loss dari produk terpilih adalah 9.49% dengan nilai dari daya serap air nya adalah 147.5% dan nilai cooking time nya adalah 337 detik atau setara dengan 5 menit 37 detik

    EFEKTIVITAS PEMBERIAN EKSTRAK DAUN KALAKAI (Stenochlaena palustris) DAN JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia) TERHADAP PRODUKSI ASI DAN KADAR HEMOGLOBIN PADA IBU MENYUSUI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS HARAPAN BARU

    Get PDF
    ASI merupakan makanan yang bersifat alamiah dan terbaik bagi bayi. Pada masa kehamilan hingga menyusui asupan ibu dapat memengaruhi produksi ASI, terutama asupan zat besi dan asam folat. Jika ibu kekurangan zat besi, dampaknya adalah anemia yang dapat berpengaruh terhadap penurunan produksi, kualitas dan kuantitas ASI yang diproduksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun kalakai dan jeruk nipis terhadap produksi ASI dan kadar Hb pada ibu menyusui di wilayah puskesmas harapan baru. Metode : desain quasy eksperimental dengan rancangan pretest posttest with control group berjumlah 18 orang responden. Pada responden diberikan ekstrak daun kalakai dan jeruk nipis sebanyak 2 g diseduh dengan air hangat ±150 ml diminum selama 1 minggu dengan frekuensi 2x sehari di pagi dan sore hari. Data di analisis menggunakan uji Wilcoxon dan uji Mann Whitney. Hasil : posttest produksi ASI pada kelompok intervensi menghasilkan 80 ± 48,088 dan kelompok kontrol menghasilkan 59,33 ± 56,374, sedangkan pada hasil posttest kadar Hb pada kelompok intervensi menghasilkan 13,556 ± 1,0725 dan pada kelompok kontrol menghasilkan 13,356 ± 1,4715. Kesimpulan : pemberian ekstrak daun kalakai dan jeruk nipis maupun yang hanya diberikan ekstrak daun kalakai saja, sama-sama dapat meningkatkan produksi ASI dan kadar Hb pada ibu menyusui. Dimana hasil terbaik dalam penelitian ini yaitu terdapat efektivitas pemberian ekstrak daun kalakai dan jeruk nipis terhadap produksi ASI dan kadar Hb pada ibu menyusui di wilayah kerja puskesmas harapan baru

    3,513

    full texts

    4,152

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal Widya Mandala Catholic University Surabaya / Jurnal Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇