Journal Widya Mandala Catholic University Surabaya / Jurnal Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
Not a member yet
4152 research outputs found
Sort by
Desain Dinding Tangki Tahan Gempa: Evaluasi dan Perbandingan Pendekatan dengan dan tanpa Gaya Seismik
Struktur tangki adalah struktur yang berisikan cairan yang apabila mengalami kerusakan, dapat mencemari dan merusak lingkungan sekitar. Untuk menghasilkan struktur tangki yang berkelanjutan, struktur harus kuat menerima semua pembebanan yang ada, salah satunya gaya gempa. Namun, pertimbangan akan gaya gempa yang dihasilkan oleh cairan di dalam tangki, sebagaimana dijelaskan pada ACI 350.3-06, sering terabaikan. Tujuan penelitian ini adalah meneliti seberapa besar pengaruh gaya gempa pada desain struktur tangki. Gaya gempa akan diambil dari data historis di Taiwan dari tahun 2021 sampai dengan 2024. Metode pengelompokan cluster yang digunakan untuk mencari gaya gempa optimal antara lain adalah Elbow Method, Silhouette Score, Davies Bouldin Score (DBI). Gaya gempa optimal yang diperoleh akan digunakan untuk mendesain dinding tangki berdasarkan prosedur di dalam ACI 350.3-06 dan ACI 318-19. Ukuran tangki air yang digunakan untuk penelitian diambil dari proyek Mass Rapid Transit (MRT) di Taiwan. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh gaya gempa tersebut terhadap hasil desain, dilakukan komparasi hasil antara desain dengan dan tanpa mempertimbangkan gaya gempa. Penelitian menyimpulkan bahwa gaya gempa perlu dipertimbangkan dalam mendesain struktur tangki yang berkelanjutan pada saat struktur tangki berdimensi besar. Apabila struktur tangki berdimensi tidak terlalu besar, tulangan yang terpasang adalah tulangan minimum yang diperoleh berdasarkan ACI 318-19
Analisa Kecepatan Angin Terhadap Tekanan Dan Kecepatan Aliran Turbin Angin Menggunakan Computational Fluid Dynamics. Studi Kasus Pada Turbin Savonius.
Pembangunan berkelanjutan menjadi topik penting dalam agenda global saat ini. Target pembangunan berkelanjutan telah ditetapkan oleh PBB melalui Sustainable Development Goals (SDGs) yang bertujuan untuk mencapai keberlanjutan di berbagai bidang seperti kesehatan, pendidikan, lingkungan hidup, dan ekonomi. Salah satu bidang yang menjadi fokus utama SDGs adalah energi bersih dan terbarukan. Energi ini adalah salah satu sumber energi yang sangat penting dalam memajukan tujuan ini. Sejak revolusi industri penggunaan bahan bakar fosil meningkat secara signifikan untuk memenuhi kebutuhan energi global. Negara maju berinovasi untuk menemukan teknologi yang dapat menggantikan minyak bumi sebagai sumber energi terbarukan. Oleh karena itu saat ini banyak penelitian dilakukan tentang energi terbarukan agar mendapat sumber energi baru yang memiliki dampak positif bagi lingkungan. Salah satu sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan dan mudah didapat adalah angin. Penelitian ini membahas tentang perbedaan desain turbin angin Savonius dan pemanfaatan energi angin sebagai penghasil listrik dengan menggunakan turbin angin savonius. Turbin angin Savonius kategori Vertical Axis Wind Turbine (VAWT) yang memiliki rotor vertikal, tidak memerlukan pengaturan arah terhadap angin. Turbin yang mampu menangkap angin dari segala arah dan turbin ini juga memiliki kemampuan self-starting dan menghasilkan torsi yang relatif tinggi, pada kecepatan angin yang rendah. Melalui simulasi dapat menunjukkan pola aliran yang terjadi sehingga dapat dilakukan analisa guna melihat fenomena aliran yang terjadi disekitar rotor blade yang menyebabkan adanya gaya dorong dan gaya yang menyebabkan hambatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kecepatan angin terhadap tekanan dan kecepatan aliran turbin angin menggunakan Computational Fluid Dynamics (CFD). Dari hasil studi kasus simulasi pada rotor blade turbin angin Savonius, akan diperoleh nilai kecepatan maksimal dan tekanan Maksimal pada turbin angin. Dari hasil simulasi nilai terbaik diperoleh dari Desain C yaitu 10.228 Pa untuk tekanan maksimal dan 6.938 m/s untuk kecepatan aliran maksimal terhadap rotor blade turbin angin Savonius
Perancangan Mesin Terintegrasi Pengupas Dan Pemotong Bawang Merah Dengan Kapasitas 30kg/Jam
Bawang merah merupakan komoditas penting dalam industri makanan dan rumah tangga. Namun, proses pengupasan dan pemotongan bawang merah yang masih dilakukan secara manual memerlukan banyak tenaga dan waktu, sehingga menimbulkan inefisiensi yang signifikan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan merancang dan membangun mesin pengupas dan pemotong bawang merah terintegrasi dengan kapasitas 30 kg/jam. Penelitian ini dilaksanakan dengan menjunjung tinggi profesionalisme dan etika keinsinyuran, yang mencakup studi lapangan, kajian literatur, perancangan mekanis, perhitungan teknis, serta perakitan mesin yang bertanggung jawab. Mesin dirancang menggunakan motor listrik berdaya 0,5 HP dengan kecepatan 1420 rpm, yang menggerakkan sistem pengupas dan pemotong melalui transmisi bevel gear. Poros baja S45C dipilih untuk memberikan kekuatan dan ketahanan optimal, sedangkan rangka baja siku 4x4 digunakan untuk memastikan stabilitas dan kemudahan perakitan. Proses perancangan memperhatikan aspek etika keinsinyuran, seperti keselamatan operasional, dengan menambahkan penutup pelindung pada komponen pemotong guna melindungi operator dari potensi bahaya. Hasil pengujian menunjukkan bahwa mesin mampu bekerja secara efisien, mencapai kapasitas yang diharapkan dengan tingkat akurasi pemotongan yang cukup tinggi, sehingga mampu mengurangi kebutuhan tenaga kerja manual dan meningkatkan efisiensi waktu produksi. Mesin ini dirancang sesuai dengan standar profesionalisme dan memberikan solusi berkelanjutan bagi industri kecil dan menengah. Inovasi ini tidak hanya aman dan efisien, tetapi juga mendukung pengembangan industri pengolahan bawang merah skala rumahan. Penelitian ini membuktikan bahwa teknologi yang dirancang dengan baik dan etis dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat serta mendorong industri yang lebih modern
Written Corrective Feedback (WCF) preferences in a writing class: Developing pedagogy for feedback literacy
Written corrective feedback (WCF) plays an important role in second language (L2) education. While there have been many studies on the topic, the needs to understand WCF from different contexts are still needed. In the context of Indonesia, this study focused on types of English teachers’ WCF given on students’ argumentative essays, and types of WCF Indonesian secondary school students prefer as well as the reasons behind their preferences. The data were collected from twelfth-grade students’ essays (N=80) and questionnaire (N=98). To confirm the data, interview to six students were conducted. The WCFs on the essays were analyzed using a classification checklist while the questionnaire and the interviews were analyzed to understand students’ feedback preference and the underlying reasons of their preference. Findings revealed that there were different WCF styles among the three English teachers. It was also discovered that direct WCF was the most preferable type of feedback. From the findings, there seems to be a misalignment between teachers’ practices and students’ preferences regarding indirect and metalinguistic WCF. This discrepancy calls for teachers to address feedback literacy skills
THE INFLUENCE OF PERCEIVED ENVIRONMENT SUPPORT ON EMPLOYEE PERFORMANCE WITH SELF-EFFICACY AS A MEDIATING VARIABLE ON MSMEs IN THE CENTRAL SURABAYA
Employees are valuable assets owned by an organization or company, therefore, it is very important for companies, especially micro, small and medium enterprises (MSMEs) to be able to strive for maximum work results from these assets. Efforts to improve employee performance can be done in various ways, including by providing adequate environmental support, in the form of organizational support, supervisor support, peer support, and resource support, besides that, it can also be done by always paying attention to and encouraging employee Self-Efficacy, which is an employee's belief and confidence in their abilities. This study aims to determine the effect of Perceived Environment Support on Employee Performance with Self-Efficacy as the mediating variable. The technique and analysis method used in this research is PLS-SEM using the SmartPLS version 3.0 application. The object of this research is MSME employees in the Central Surabaya Region with a total sample of 137 respondents, most of them are 18-25 years old, and have worked for more than 1 year, and work in the culinary MSMEs business sector. The results of this study state that: 1) Perceived Environment Support has a positive and significant effect on Employee Performance, 2) Perceived Environment Support has a positive and significant effect on Self-Efficacy, 3) Self-Efficacy has a positive and significant effect on Employee Performance, and 4) Self-Efficacy has a positive effect as a mediating variable between Perceived Environment Support and Employee Performance
DIVIDEND POLICY, TRADING VOLUME AND ORDER IMBALANCE, AND ITS IMPACT ON STOCK PRICE VOLATILITY
Stock price volatility is a statistical measurement of fluctuations over a certain period. Investors observe stock price volatility to estimate the risk or profit to be gained. High and low stock price volatility depends on information about stock prices. This study aims to determine the effect of dividend yield, dividend payout ratio, trading volume and order imbalance on stock price volatility. The population in this study are companies that are members of the LQ45 index listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) in 2020-2022. The sample was selected using a purposive sampling technique, and 39 companies were selected as samples. The data analysis technique used is multiple linear regression with SPSS 23 software. The results showed that dividend yield, dividend payout ratio and trading volume affect stock price volatility, but order imbalance does not affect stock price volatility
FEMINISM STUDY: FASHION DETERMINING WOMAN POWER IN THE MOVIE ENTITLED “THE DEVIL WEARS PRADAâ€
This research aims to describe fashion and feminism in the film The Devil Wears Prada. This research aims to understand the picture of fashion in the world of work and explain the lifestyle changes experienced by the female character, Andy. This research analyzes fashion can express self-confidence and even social class. In this research, the researcher uses Ebunoluwa's theory about feminism. The research method used is descriptive qualitative. The research method also uses two approaches, the feminist and sociological approaches. The results of the analysis show that fashion is depicted as an important thing in the film The Devil Wears Prada and the impact of Andy's change into a fashionable woman. Fashion in this film can show a person's values and social class. Andy's new appearance is also balanced by her ability to fulfill all of Miranda's job demands, which she can do perfectly. So not only has her appearance changed, but Andy is also more competent in her job
THE BENEFICIAL VALUES OF APPLYING PEER ASSESSMENT STRATEGY IN MODERN EFL WRITING LEARNING ENTERPRISES
Comprehensive attainment of fruitful second language writing learning outcomes undeniably hinges on the meaningful usage of assessments. In the light of appropriate, contextual, and purposeful assessments, EFL learners can potentially endure better-facilitated writing learning enterprises as they fully locate their particular writing weaknesses to be further amended in the future. Peer assessment plays a pivotal role in response to this main nature of writing assessment purposes in which EFL learners significantly broaden their current writing perspectives, knowledge, skills, and experiences in concord with varied constructive suggestions derived from entrusted learning companions. This small-scale library study was initiated with the employment of thematic analysis to generate more comprehensible, reliable, and relatable research results. To that end, the researcher thematically analyzed the previously related research findings from 25 published peer-assessment journal articles both nationally and internationally wide. The thematically categorized research results suggested second language educators start reinforcing their learners’ writing proficiency skills growth with the internalization of a peer assessment strategy by which they progressively transform into more passionate and autonomous writers.
MUTU GIZI DAN ORGANOLEPTIK BAKSO TEMPE (Rhizopus oryzae) BERBAHAN JAMUR TIRAM (Pleurotus ostreatus) DAN WORTEL (Daucus carota L)
Penelitian ini dilakukan sebagai respons terhadap temuan uji pendahuluan yang menunjukkan adanya sisa makanan pada lauk sebesar 30% pada penyelenggaraan makanan untuk konsumen remaja. Oleh karena itu, dilakukan modifikasi pada pengembangan formula bakso tempe dengan tambahan bahan jamur tiram dan wortel yang berpotensi kaya protein. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi daya terima, mutu gizi, dan mutu organoleptik dari variasi formula bakso tempe tersebut. Melalui desain penelitian yang telah dimodifikasi, dilakukan analisis proksimat untuk menentukan mutu gizi, sementara mutu protein dinilai menggunakan parameter SAA, MC, BV, dan NPU. Pengujian organoleptik dilakukan untuk menilai aspek warna, rasa, tekstur, tampilan, dan after taste. Dengan menggunakan uji statistik, ditemukan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara beberapa perlakuan terhadap mutu organoleptik, namun tidak terdapat perbedaan signifikan pada aspek aroma dan off flavor. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa formula terbaik ditemukan pada perbandingan tempe 40%, jamur tiram 30%, dan wortel 30%
BRIDGING EFL LEARNERS’ TARGET LANGUAGE KNOWLEDGE DISCREPANCY WITH THE SUPPORT OF CRITICAL CULTURAL AWARENESS
It has been a long-standing issue that EFL learners are required to consistently showcase gratifying target language performances, competencies, and achievements while taking part in a wide variety of second language learning activities without being prepared well with suitable and authentic learning materials. In response to this aforesaid issue, second language educators need to immerse EFL learners into critical cultural awareness to make them become more efficient target language users. This present small-scale library study was projected to profoundly investigate the way critical cultural awareness can bridge globalized EFL learners’ target language knowledge discrepancy in actual second language learning contexts. To do so, the researcher conducted an in-depth thematic analysis of the previously generated research results addressed by 20 critical cultural awareness studies published worldwide. Concerning the specifically-obtained research results, critical cultural awareness can potentially become one of the worthwhile strategies to be further applied in nowadays second language circumstances by which EFL learners foster their target language competencies to the desired outcomes and transform into more skillful target language users