Journal Widya Mandala Catholic University Surabaya / Jurnal Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
Not a member yet
4152 research outputs found
Sort by
PATHOPHYSIOLOGY AND MANAGEMENT OF IRON DEFICIENCY IN HEART FAILURE : A LITERATURE REVIEW
When the availability of iron is insufficient to meet the needs of the body with or without anemia, it is classified as iron deficiency characterized by a serum ferritin concentration of less than 100 ng/ml or a 100-299 ng/mL with a transferrin saturation (TSAT) less than 20% in patients with heart failure. Reduced intake, low iron absorption due to increased hepcidin secretion, iron secretion in the reticuloendothelial system as a result of inflammation, and blood loss from the gastrointestinal system are mechanisms believed to cause iron deficiency (ID). With 25–42% of Heart Failure (HF) patients having ID when anaemia is absent, ID is frequent regardless of the presence of anaemia in HF. ID management in HF requires a shift in the therapeutic focus from dealing with anemia to iron supplementation, both oral and intravenous (IV). Current guidelines also support the use of IV iron. New drugs also focus on iron metabolism, which these drugs are still in development
THE IMPACT OF GADGET CONSUMPTION PATTERNS ON EARLY CHILDHOOD SOCIAL INTERACTION IN ERA 5.0
In the 5.0 era, gadgets are a necessity for everyone, so most parents have introduced gadgets to their children from an early age. As a result, long-term use of gadgets and applications without parental supervision will affect children's social interactions. This research uses qualitative methods with centralized observation and interviews, involving parents as informants. The aim of this research is to determine the impact of gadget consumption patterns on the social interactions of early childhood. Based on the research results, it can be concluded that in the 5.0 era, gadgets have a big influence on the social interaction abilities of young children because young children spend more time playing with gadgets than playing together with their peers
KANDUNGAN GIZI, DAYA TERIMA DAN ESTIMASI HARGA COOKIES BERBASIS PISANG KEPOK DAN KACANG MERAH
Penderita diabetes melitus di Indonesia mengalami peningkatan pada tahun 2023 menjadi 11,7% dan prevalensi DM pada kelompok usia ≥15 tahun sebesar 1,8%. Diabetes melitus dapat dikendalikan dengan pengaturan pola makan dan konsumsi makanan yang tinggi serat untuk menangani lonjakan kadar gula darah. Cookies berbasis tepung pisang kepok dan tepung kacang merah dapat digunakan sebagai pangan alternatif bagi penderita diabetes melitus untuk tetap mampu mencukupi kebutuhan gizi dan menekan peningkatan glukosa dalam darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung kacang merah terhadap kandungan gizi, daya terima dan estimasi harga pada cookies. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan uji kandungan gizi dan uji organoleptik yang melibatkan 30 panelis agak terlatih dengan mengisi form uji organoleptik. Analisis penelitian menggunakan uji Kruskal wallis. Formula terpilih F887 dengan kandungan energi 430,93 kkal, karbohidrat 65,19%, protein 6,97%, lemak 15,81%, kadar air 8,47%, kadar abu 3,56% dan serat kasar 02,04%. Uji daya terima cookies terhadap F887 memiliki penilaian secara keseluruhan sebesar 4,33. Dalam satu takaran saji cookies sebanyak 20 gram (4 keping cookies) memiliki harga jual minimal Rp 2.453 hingga maksimal harga jual Rp 2.944. Hasil uji statistik tidak menemukan perbedaan antara formulasi F580 dan F887 serta F113 dan F146
PERBANDINGAN KADAR ETHANOL PADA BUAH DURIAN (Durio zibethinus), NANAS (Ananas comosus (L.) Merr.) DAN SEMANGKA (Citrullus lanatus) MELALUI PROSES FERMENTASI DAN DISTILASI
Indonesia as a tropical country have many varieties of exotic fruits that contain a lot of water. Many of these fruits already contain ethanol on its raw form but it will produce even more ethanol content through fermentation process. In this research, three different types of tropical fruits: durian (Durio zibethinus), pineapple (Ananas comosus (L.) Merr) and watermelon (Citrullus lanatus) was chosen to undergo fermentation process, in addition ethanol content change during fermentation process was also observed. Fermentation process already started during second day as bubbles start to form inside the glass container and was let to continue up to seven days at room temperature. Fruit mixture get cloudier as the result of fermentation process and a distinct alcohol aroma started to spread once it reached fermentation day 4. Initially durian contain the highest level of ethanol with 12.24 gr followed by pineapple at 4.66 gr and watermelon at 3.12 gr. But on the course of 7 days, ethanol content in durian only increases by less than 3 gr while ethanol content in pineapple jump to 9.75 gr almost twice from watermelon at 5.52 gr. The increase of ethanol content for each fruit did not follow linear trend but rather exponential trend
THE IMPLEMENTATION OF INDEPENDENT LEARNING BY STUDENTS OF ENGLISH LANGUAGE EDUCATION STUDY PROGRAM
This paper reports on a study that aims to find out the extent to which the students of English Education Study Program implemented Independent Learning. This study is qualitative in nature employing phenomenological approach. Independent Learning involves individuals’ planning, self-monitoring, controlling and evaluating their learning activities. The participants of this study were students of the English Language Education Study Program of a private university in Surabaya. The implementation of Independent Learning by the students participated in this study was analysed based on those activities involved in Independent Learning. A questionnaire was used to collect data. The result of this study revealed that the extent to which the students implemented Independent Learning varied. The majority of the students did not do complete activities supposedly involved in Independent Learning. Only a few of them did self-monitoring and evaluation of their learning activities
SUSTAINABILITY REPORTING, CORPORATE GOVERNANCE MECHANISM, AND INTELLECTUAL CAPITAL ON FIRM VALUE MODERATING BY PROFITABILITY
Investor memandang nilai perusahan berdasarkan kinerja perusahaan tersebut. Investor tertarik dalam menanamkan modal atas pertimbangan nilai perusahaan yang tinggi karena perusahaan dianggap mempunyai prospek yang baik kedepannya serta mampu mensejahterakan para pemegang sahamnya. Kondisi pandemi COVID-19 menuntut Perusahaan melakukan berbagai penyesuaian agar dapat mempertahankan nilai perusahaannya. Tujuan penelitian ini menguji pengaruh dari Sustainability Reporting, Mekanisme Corporate Governance yang digunakan adalah Komisaris Independen, Dewan Direksi, Komite Audit, dan Kepemilikan Manajerial, serta Modal Intelektual dengan Profitabilitas sebagai moderasi atas Nilai Perusahaan. Objek penelitian adalah perusahaan manufaktur periode 2019-2021 yang terdaftar di BEI. Jumlah sampel yang dipakai dalam penelitian adalah 31 perusahaan manufaktur. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, dengan metode analisis regresi linier berganda menggunakan aplikasi SPSS. Berdasarkan hasil pengujian dengan Uji Kelayakan Model (Uji F), diperoleh Modal Intelektual, Mekanisme Corporate Governance, serta Sustainability Reporting dengan Profitabilitas sebagai moderasi layak digunakan dalam penelitian. Berdasarkan hasil Uji Hipotesis (Uji t) diketahui bahwa Modal Inteletual tidak berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan. Komisaris Independen tidak berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan. Dewan Direksi tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Komite Audit berpengaruh negatif terhadap Nilai Perusahaan. Kepemilikan Manajerial tidak berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan. Sustainability Reporting berpengaruh positif terhadap Nilai Perusahaan. Profitabilitas tidak memoderasi hubungan Modal Intelektual. Profitabilitas tidak memoderasi hubungan Komisaris Independen. Profitabilitas memoderasi hubungan Dewan Direksi. Profitabilitas tidak memoderasi hubungan Komite Audit. Profitabilitas tidak memoderasi hubungan Kepemilikan Manajerial. Profitabilitas tidak memoderasi hubungan Sustainability Reporting. Kontribusi penelitian ini diharapkan dapat menjadi pengembangan untuk ilmu peran pengaruh modal intelektual, mekanisme corporate governance, dan sustainability reporting terhadap nilai perusahaan dengan profitabilitas sebagai pemoderasi. Perusahaan dapat melihat hasil penelitian sebagai masukan dan evaluasi dalam hal menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi nilai perusahaan, khususnya dalam situasi pandemic COVID-19
REVIU PELINGKUPAN: PEMETAAN STRATEGI PENGADAAN, JENIS, DAN PENGOLAHAN SERANGGA KONSUMSI
Dalam kurun waktu antara tahun 2012 hingga 2050, kebutuhan pangan sumber protein hewani diperkirakan akan meningkat sebesar 70%-80% seiring meningkatnya populasi dunia. Tantangan utama yang kemudian akan dihadapi adalah bagaimana menghasilkan lebih banyak makanan tanpa menggunakan lebih banyak lahan dan sekaligus mampu menurunkan emisi CO2. Food and Agricultural Organization (FAO) menunjukkan perlunya memanfaatkan sumber protein alternatif seperti serangga. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk memetakan strategi pengadaan, jenis, dan pengolahan serangga konsumsi di dunia. Scoping review dilakukan dengan menggunakan metode Prisma Extension for Scoping Reviews (PRISMA-ScR) dengan tahapan mengidentifikasi dan merumuskan masalah dilanjutkan dengan mengumpulkan dan menyeleksi jurnal untuk selanjutnya dilakukan analisa hingga diperoleh kesimpulan dan saran untuk penelitian lebih lanjut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari lima basis data yang digunakan, ditemukan 125 artikel. Setelah disaring berdasarkan duplikasi, kriteria inklusi, dan kecocokan dengan ruang lingkup reviu, didapatkan 53 artikel penelitian. Teknologi budidaya serangga konsumsi telah berkembang terutama di Thailand yang merupakan penghasil jangkrik terbesar dunia, tetapi di sebagian besar belahan dunia, serangga konsumsi masih ditangkap dari alam liar. Masyarakat di Benua Asia dan Afrika mengkonsumsi serangga yang terlihat bentuk aslinya dengan proses seperti digoreng, direbus, dan dikukus. Sedangkan masyarakat Barat cenderung mengkonsumsi serangga yang bentuk aslinya sudah tersamarkan dalam bentuk olahan seperti tepung, biskuit, dan pasta.Kata Kunci: serangga konsumsi, pengolahan, pemetaan, strategi pengadaan AbstractIn the period of 2012-2050, the demand for food from animal protein sources is expected to increase by 70%-80%. The main challenge is how to produce more food with less resources and less CO2 emissions. The Food and Agricultural Organization (FAO) points out the need to utilize alternative protein sources such as insects. Therefore, the aim of this research is to map procurement strategies, types and processing of edible insect around the world. The scoping review was carried out using the Prisma Extension for Scoping Reviews (PRISMA-ScR) method with the stages of identifying and formulating the problem followed by collecting and selecting journals for analysis until conclusions and suggestions for further research were obtained. From 5 databases, 125 articles were found and 53 articles remains after filtered with exclusion criteria. Technology for cultivating edible insects has developed, especially in Thailand as the world's largest cricket producer, but in most parts of the world, edible insects are still caught from the wild. People on the continents of Asia and Africa tend to consume whole insects that show their original form, either being fried, boiled, or steamed. Meanwhile, Western people tend to consume insects of which original form has been disguised during processing, such as flour, biscuits and pasta.Keywords: edible insect, processing, mapping, procurement strategy
DETERMINANTS OF STATE TAX HAVEN UTILIZATION: EMPIRICAL STUDY ON BANKING COMPANIES
Research Purposes. This study aims to test the determinants of the utilization of tax haven countries. The determinants are multinational companies, intangible assets, and good corporate governance (GCG). We use bank healthy rate as control variable. Research Methods. The research is quantitative research, with the population is banks listed on the Indonesia Stock Exchange 2016-2020. The sample used as many as 125 banking companies with purposive sampling technique. Hypothesis testing using logistic regression analysis. Research Results and Findings. The results show that intangible assets have a positive effect on the use of tax haven countries. Multinational, GCG, and performance have no effect on the utilization of tax haven countries. This study concludes that banks use their intangible assets to reap the tax facilities in tax haven countries
Jenis Kelamin Memengaruhi Mekanisme Koping Mahasiswa Dalam Menyelesaikan Tugas Akhir
Mekanisme koping merupakan sebuah respon terhadap situasi yang mengancam baik secara kognitif maupun perilaku. Fenomena yang terjadi pada mahasiswa tingkat akhir di STIKES Katolik St Vincentius A Paulo Surabaya ditemukan beberapa mahasiswa tingkat akhir yang merasa terbebani dalam mengerjakan tugas akhir. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis hubungan jenis kelamin dengan mekanisme koping mahasiswa dalam menyelesaikan tugas akhir di Stikes Katolik St. Vincentius A Paulo Surabaya. Penelitian ini menggunakan desain korelasi dengan pendekatan crossectional dengan variabel Independen Jenis kelamin dan variabel dependen mekanisme koping. Jumlah subjek dalam penelitian ini adalah 69 responden dengan menggunakan Teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Brief Cope. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar 73, 9 % (51) responden perempuan, sebagian besar 68,1% (45) responden menggunakan emotional focused coping. Hasil uji statistic dengan Sparman rank didapatkan nilai p=0,029 dan r=+ 0,282 yang berarti ada hubungan dengan kekuatan rendah antara jenis kelamin dan mekenisme koping mahasiswa dalam menyelesaikan tugas akhir. Hasil penelitian ini dapat digunakan oleh STIKES Katolik St Vincentius A Paulo untuk menyusun program pendampingan dan edukasi tips memilih mekanisme koping adaptif.
Hubungan Perilaku Caring Perawat Dengan Tingkat Kecemasan Orang Tua Akibat Hospitalisasi Pada Anak Di Rumah Sakit Islam Lumajang
Dampak hospitalisasi dapat mengakibatkan kecemasan bagi anak dan orang tua. Perasaan cemas, marah, sedih, takut, dan rasa bersalah dapat timbul karena anak mengalami sesuatu yang tidak biasa dialami anak yang menimbulkan perasaan negatif pada orang tua. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan perilaku caring perawat dengan tingkat kecemasan orang tua akibat hospitalisasi pada anak di Rumah Sakit Islam Lumajang. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif diskriptif korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 40 orang tua anak yang menjalani perawatan, dan diambil dengan tenik total sampling. Alat ukur menggunakan kuesioner Caring Behavior Index 24 (CBI-24) dan Self-Rating Anxiety Scale (SAS). Uji analisis penelitian menggunakan uji sperman rho test. Hasil penelitian diperoleh bahwa caring perawat sebagian besar perawat memiliki perilaku caring kategori baik sebanyak 32 responden (80%), sebagian besar responden memiliki tingkat kecemasan kategori tidak cemas sebanyak 29 responden (72,5%). Nilai sig. (2-tailed) diperoleh 0,000<0,05 yang artinya terdapat hubungan perilaku caring perawat dengan tingkat kecemasan orang tua akibat hospitalisasi pada anak di Rumah Sakit Islam Lumajang. Perilaku caring perawat dapat dilakukan perawat dengan melibatkan orang tua dalam proses perawatan sehingga mengurangi kecemasan orang tua dan dampak hospitalisasi bagi anak