Journal Widya Mandala Catholic University Surabaya / Jurnal Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
Not a member yet
4152 research outputs found
Sort by
UNRELATED CANCER OR CHEMOTHERAPY-INDUCED MALIGNANCY: A CASE OF RECTAL ADENOCARCINOMA FOLLOWED BY PLASMACYTOMA
Proper diagnosis is the mainstay of comprehensive cancer management. However, this process is not straightforward. Some types of cancers, such as intra-abdominal cancer, are anatomically challenging to sample. Even after proper resection, the pathological diagnosis may be uncertain and requires further immunohistochemical processing. We present a rare case in which a patient with adenocarcinoma of the colon was diagnosed, surgically resected, and received chemotherapy, in which the postoperative specimen was also diagnosed as adenocarcinoma. However, after five years, he was diagnosed with plasmacytoma of the right iliac wing. Here, we discuss the possibility of unrelated secondary cancer or chemotherapy-induced malignancy
PERCUTANEOUS TRANSLUMINAL ANGIOPLASTY IN SUBCLAVIAN VEIN STENOSIS CAUSED BY CENTRAL VENOUS CATHETERIZATION FOR HEMODIALYSIS ACCESS IN CHRONIC KIDNEY DISEASE PATIENTS
Introduction: The increased of central vein access for hemodialysis in chronic kidney disease patients has led to increase of side effect in clinically relevant stenosis of subclavian vein. One of therapeutic options to solve stenosis of subclavian vein is endovascular treatment Percutaneous Transluminal Angioplasty (PTA) .Objectives: To show our experience in treating subclavian vein stenosis using Endovacular treatment Percutaneous Transluminal Angioplasty (PTA). Materials and Methods: A retrospective study in 62 chronic kidney disease patients who undergo hemodyalisis with stenosis of subclavian vein treated with PTA in 3 hospitals in Surabaya from October 2017-October 2020 with range age 18-70 years was conducted .Results: We performed PTA for subclavian vein stenosis in 62 cases. Partial stenosis was found in 35 cases and total occlusion in 27 cases. For 27 total occlusion cases, 19 cases can still be opened, but 8 cases can’t be opened or recanalization and we drop out these patient. 54 cases (87%) were good and 8 cases (13%) can’t be open. The result of PTA in treating stenosis of subclavian vein was good. The result of reduced in arm swelling and using doppler USG follow up are 100%(54/54) after 1 month, 100%(54/54) after 3 months, 90.7% (49/54) after 6 months.Conclusion: Percutaneous Transluminal Angioplasty (PTA) is effective in treating subclavian vein stenosis reliefe its symptomps. The patency rate is 90.7% after 6 months post procedure of PTA
A RARE CASE OF CERVICAL LEIOMYOSARCOMA: CASE REPORT AND COMPREHENSIVE MANAGEMENT AT PHC SURABAYA HOSPITAL
Introduction: Cervical cancer is a malignant neoplasm that grows from cells originating from the cervix in the uterus. Leiomyosarcoma is a type of neck cancer that is relatively rare, data from the USA shows an incidence rate of only 0.35-0.64 per 100,000 women.Objective: This paper reports on the management of leiomyosarcoma cases at PHC Surabaya Hospital.Case Report: A 45-year-old female patient complained of continuous menstruation. An ultrasound was performed, and a biopsy was planned due to the mass found during the ultrasound. The biopsy showed cervical malignancy. A total hysterectomy, and bilateral oophorectomy, were performed and a PA examination was carried out on the uterine samples resulting from the operation the results, were leiomyosarcoma, high-grade, cervix, invasion in the stroma of the parametrium, vaginal cuff and both sides of the lymph nodes were free of tumor (pt1b3 n0mx)Conclusion: The patient was treated for 3 days at PHC Hospital after surgery and went home without complications from the surgical wound. The patient returned to control after 6 months with signs of tumor recurrence and negative metastases
PEMANFAATAN LIMBAH KARET PT. SUMBER LANCAR CEMERLANG MENJADI PRODUK ASPAL KARET
Proses produksi sarung tangan jenis telapak karet tebal (RPG/SAS) di PT. Sumber Lancar Cemerlang (PT. SLC) menghasilkan limbah berupa potongan sisa karet yang tidak digunakan sebanyak 15% dari bahan baku karet berupa lembaran (limbah karet yang dihasilkan sebanyak 3 ton/bulan) yang hingga saat ini belum dilakukan pengolahan dan tidak bisa dibuang langsung ke pembuangan akhir karena menimbulkan pencemaran lingkungan. Permasalahan limbah karet ini dapat diatasi dengan cara mengolahnya tersebut menjadi produk yang berguna, yaitu aspal karet. Produk aspal karet ini digunakan sebagai bahan campuran pada pembuatan aspal konvensional dengan tujuan memperbaiki sifat produk aspal menjadi lengket, sehingga umur pakainya menjadi lebih lama. Pembuatan aspal karet ini menggunakan aditif karet dengan dosis penambahan sebesar 5 – 7 % dari berat aspal. Hasil kegiatan adalah didapatkannya produk aspal karet dengan metode cold mix (pencampuran antara limbah karet, pelarut pertasol, aspal dan kerikil tanpa pemanasan). Sebagai pembanding digunakan campuran yang terbuat dari karet, pertasol dan kerikil. Produk aspal karet dan campuran pembanding tersebut kemudian diuji coba pada lingkungan nyata di area mitra PT. SLC untuk menguji ketahanan dan kekuatannya. Hasil uji coba menunjukkan bahwa aspal karet dari campuran bahan aspal, karet, pertasol dan kerikil memiliki kekuatan dan daya tahan yang lebih baik daripada pembanding dengan campuran karet, pertasol dan kerikil (tanpa aspal)
DRY AGING PADA DAGING SAPI DAN BABI
Dry aging dilakukan pada daging yang memiliki marbling atau lemak intramuskular, misalnya daging sapi danbabi. Kualitas hasil dry aging daging sapi dan babi berbeda karena karakteristik daging yang berbeda sehinggameskipun proses dry aging serupa, tetapi akan menghasilkan kualitas daging yang berbeda. Selain itu, bagian daging yang berbeda juga dapat mempengaruhi kualitas daging dry aging. Bagian sapi yang menghasilkan daging dry aging paling bagus adalah bagian pinggang sapi. Dry aging akan mempengaruhi kandungan nutrisi dan tingkat keamanan mikrobiologis daging. Daging yang dilakukan dry aging akan mengalami penurunan kadar air serta peningkatan kadar protein dan lemak. Dry aging juga dapat menyebabkan pertumbuhan bakteri pada daging karena terpapar udara bebas
Penentuan Rute Terpendek Pada PT. SES dengan Menggunakan Algoritma Modifikasi Clarke and Wright Savings
Vehicle Routing Problem (VRP) merupakan masalah optimasi yang melibatkan pencarian rute yang paling efisien untuk sebuah armada kendaraan dalam melayani sejumlah pelanggan dengan memperhatikan berbagai batasan. Penyelesaian masalah VRP bisa dilakukan dengan menggunakan berbagai cara, salah satunya adalah dengan menggunakan Clarke and Wright Savings. Penelitian ini mengembangkan algoritma Clarke and Wright Saving yaitu dengan menambahkan pembatas time window dan kapasitas angkut kendaraan. Dengan pengembangan modifikasi ini, algoritma menghasilkan penghematan jarak sebesar 1315,3 km, dengan persentase penghematan jarak tempuh adalah 25%. Biaya yang dapat dihemat setelah menggunakan modifikasi algoritma ini adalah sebesar Rp 1.313.358,67
Penerapan Metode Economic Order Quantity (EOQ) dalam Pengendalian Bahan Baku Pada UKM Gula Merah
Permintaan pasar yang tinggi menyebabkan permasalahan dalam kegiatan produksi yang tidak disadari oleh UKM. Salah satu permasalahan yang sering dihadapi oleh perusahaan adalah terjadinya kekurangan dan kelebihan bahan baku yang menyebabkan UKM menjadi kurang produktif dalam proses produksinya. Pengelolaan bahan baku yang baik dan benar akan membantu kelancaran proses produksi sehingga pesanan konsumen dapat dipenuhi dalam waktu yang relatif lebih cepat. Economic Order Quantity (EOQ) merupakan metode yang digunakan untuk mengoptimalkan pembelian bahan baku yang dapat menekan biaya persediaan sehingga efisiensi persediaan pada UKM dapat berjalan dengan baik. UKM gula merah ini merupakan usaha pembuatan gula merah dengan bahan baku tebu. Pada tahun 2020, UKM membeli bahan baku sebanyak 1.870 ton dengan frekuensi pemesanan sebanyak 216 kali dengan total biaya pembelian bahan baku sebesar Rp. 3.224.558.475. Berdasarkan perhitungan dengan metode EOQ didapatkan untuk kebutuhan bahan baku sebesar 1435 ton frekuensi pemesanan sebanyak 208 kali dengan total biaya sebesar Rp. 3.183.956.876. Dari perhitungan dapat disimpulkan terjadi penghematan bahan baku sebanyak 435 ton, frekuensi pemesanan 8 kali penghematan Rp. 40.601.599. persediaan pengaman (Safety Stock) tebu sebanyak 5,89 ton dan titik pemesanan ulang (Reorder Point) tebu sebanyak 5,89 ton
IMPLEMENTATION OF ARDUINO-ASSISTED 5E LEARNING MODEL IN PHYSICS ONLINE LEARNING
As communication technology develops, online learning grows significantly. However, online physics learning still faces constraints related to incorporating laboratory work. This paper reports on implementing the Arduino-assisted 5E learning model in physics online learning. The learning phase consists of engagement, exploration, explanation, elaboration, and evaluation. The learning strategy includes Arduino-based hands-on physics experiments conducted by students at home. The learning model is implemented in a class consisted ten college students majoring in physics education. We also investigate the effect of the learning model on improving students' understanding of thermal physics. Our study shows that students' understanding of thermal physics improves moderately, with an average N-gain of 0.56
Pemanfaatan Media Sosial untuk Quality Time Keluarga pada Pekerja Stayer dan Mover
Physical absence due to distance limits quality family time for workers due to job migration. Social media now has become a means of communication to maintain ties, form family identity, and replace physical presence. This research aims to test and prove the existence of differences between stayer and mover (circular) workers in utilizing social media for quality family time. This research uses quantitative methods, explanatory in nature, with comparative analysis. The survey method was used to collect data by filling out a questionnaire via Google Form. The sample was selected using convenience sampling from workers in a number of offices in the Jabodetabek area. Data processing was carried out using SPSS version 29 on 127 questionnaires filled in by respondents. The Mann-Whitney Test was used to determine differences in the use of social media by stayer and mover (circular) workers. The research results show that there are differences between stayer and mover (circular) workers in utilizing social media for family quality time, as measured by perceptions, attitudes, behavior and level of social media use. Behavioral variables have a moderate correlation to perception variables, and strong correlations to attitude variables. The variable level of social media use has a very weak correlation with the variables of perception, attitude and behavior. This proves that compared to stayer workers, mover (circular) workers use social media more to create quality family time and overcome physical absence. It is recommended that further research add qualitative methods (becoming mixed methods) so as to enrich and strengthen the data about the different reasons for using social media through in-depth interviews. Expanding the opulation, different research areas, and samples involving different community groups can be carried out to determine differences in the use of social media by other community groups.ABSTRAKKetidakhadiran fisik karena jarak membatasi quality time keluarga pada pekerja karena migrasi pekerjaan. Media sosial kini menjadi sarana komunikasi untuk menjaga ikatan, membentuk identitas keluarga, dan menggantikan kehadiran fisik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan membuktikan adanya perbedaan antara pekerja stayer dan mover (sirkuler) dalam memanfaatkan media sosial untuk quality time keluarga. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, bersifat eksplanatif, dengan analisis komparatif. Metode survei dilakukan untuk mengumpulkan data dengan mengisi kuesioner melalui Google Form. Sampel dipilih secara convenience sampling terhadap pekerja pada sejumlah kantor di wilayah Jabodetabek. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan SPSS versi 29 atas 127 isian kuesioner oleh responden. Mann-Whitney Test digunakan untuk mengetahui perbedaan pemanfaatan media sosial oleh pekerja stayer dan mover (sirkuler). Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan antara pekerja stayer dan mover (sirkuler) dalam memanfaatkan media sosial untuk quality time keluarga, yang diukur dari persepsi, sikap, perilaku, dan tingkat penggunaan media sosial. Variabel perilaku memiliki korelasi yang moderat terhadap variabel persepsi, serta kuat terhadap variabel sikap. Variabel tingkat penggunaan media sosial memiliki korelasi yang sangat lemah terhadap variabel persepsi, sikap, dan perilaku. Hal tersebut membuktikan bahwa dibanding pekerja stayer, pekerja mover (sirkuler) lebih banyak dalam menggunakan media sosial untuk menciptakan quality time keluarga dan mengatasi ketidakhadiran secara fisik. Penelitian selanjutnya disarankan menambahkan metode kualitatif (menjadi mixed method) sehingga memperkaya dan memperkuat data tentang perbedaan alasan penggunaan media sosial melalui wawancara mendalam. Perluasan populasi, wilayah penelitian yang berbeda, dan sampel yang melibatkan kelompok masyarakat yang berbeda dapat dilakukan untuk mengetahui perbedaan penggunaan media sosial oleh kelompok masyarakat lainnya
DISRUPSI DALAM TINJAUAN MANUSIA EKONOMI: KESEJAHTERAAN BERSAMA DI ERA DISRUPSI
Abstrak Makalah ini menelusuri hakikat dasar kelahiran ilmu ekonomi dari sudut pandang terbentuknya manusia ekonomi (homo economicus). Dalam upaya itu, aspek pengejaran “self interest” yang melandasi kelahiran manusia ekonomi menjadi titik sentral pembahasan. Dari aspek itulah, makalah ini masuk ke dalam perjalanan sistem ekonomi dari masa ke masa hingga saat ini yang diwarnai oleh dominasi kapitalisme.Pemikiran filsuf Yunani Klasik, Adam Smith, Thomas Piketty, David Harvey, dan Karl Polanyi akan menjadi landasan argumen tentang perjalanan ekonomi sejak abad ke-18. Munculnya ketidakpuasan global, krisis dan resesi, hingga pandemi Covid-19 menjadi pemicu pertanyaan, apakah manusia ekonomi dapat membawa nalarnya mewujudkan kesejahteraan bersama? Janji kesejahteraan yang kerap dicetuskan oleh ilmu ekonomi sulit untuk bisa ditepati. David Harvey menganggap bahwa sistem kapitalisme saat ini didasari oleh motif mencari keuntungan yang didukung oleh sifat modal yang dalam dirinya mengandung kontradiksi internal. Sifat tersebut, menurut Harvey, menjadi akar terjadinya krisis yang semakin hari semakin tidak dapat ditolerir dan membahayakan.Tulisan ini mencoba menunjukkan bagaimana para pemikir ekonomi menemukan kesulitan untuk menjawab permasalahan yang diakibatkan setiap sistem ekonomi. Manusia ekonomi yang kelahirannya adalah sebuah andaian epistemis, untuk mempermudah bangunan ilmu ekonomi, telah dianggap sebagai andaian ontologis. Dengan demikian, masalah kesejahteraan di era disrupsi tidak akan mudah karena akan sangat bergantung pada pilihan-pilihan etis manusia yang menjalankan sistem ekonomi. Melihat pada perjalanan sejarah, upaya mewujudkan kesejahteran tidak bisa dipatok secara permanen, termasuk di era disrupsi digital saat ini, tetapi hanya bisa dikenali dari gerak pendulum gejalanya.Kata kunci: Manusia Ekonomi, Homo Economicus, Eudaimonia, Self Interest, Modal, Kapitalisme, Ruang (Space), Waktu (Time), ruang-waktu, Ruang Perkotaan, Kontradiksi Internal Modal, Urbanisasi, Ketimpangan Sosial, Distribusi Pendapatan, Etika, Pemberontakan Etis, Gerakan-balik, Keadilan Sosial. Abstract This essay investigates the fundamentals of the origins of economics from the standpoint of the development of economic humans (homo economicus). In this endeavor, the topic of "self-interest" pursuit—which is fundamental to the emergence of economic humans—takes center stage. From this perspective, the article delves into the history of the economy up to the present, which is shaped by capitalism's hegemony.The thoughts of Classical Greek philosophers, Adam Smith, Thomas Piketty, David Harvey, and Karl Polanyi will serve as the foundation for arguments regarding the journey of the economy since the 18th century. The emergence of global dissatisfaction, crisis and recession, to the Covid-19 pandemic have triggered the question, can economic humans bring their reason to realize common prosperity? The promise of prosperity that is often put forward by economics is difficult to fulfill. David Harvey believes that the current capitalist system is based on the motive of seeking profit supported by the nature of capital which in itself contains internal contradictions. This nature, according to Harvey, is the root of the crisis which is increasingly intolerable and dangerous.The paper attempts to demonstrate how challenging it is for economists to address the issues raised by various economic systems. Economic humans whose birth is an epistemic assumption, to facilitate the construction of economic science, have been considered as an ontological assumption.Thus, the problem of welfare in the era of disruption will not be easy because it will depend mostly on the ethical choices of humans who run the economic system. Considering the trajectory of history, attempts to achieve welfare, even in the present day of digital disruption, cannot be fixed permanently; instead, they can only be recognized by the pendulum swing of their symptoms.Keywords: Economic Man, Homo Economicus, Eudaimonia, Self Interest, Capital, Capitalism, Space, Time, space-time, Urban Space, Internal Contradictions of Capital, Urbanization, Social Inequality, Income Distribution, Ethics, Ethical Rebellion, Counter-movement, Social Justice