Journal Widya Mandala Catholic University Surabaya / Jurnal Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
Not a member yet
4152 research outputs found
Sort by
PENGARUH PERBEDAAN PROPORSI BIT MERAH DAN PULP KULIT BUAH NAGA MERAH TERHADAP SIFAT FISIKOKIMIA DAN ORGANOLEPTIK VELVA
Velva merupakan salah satu jenis makanan pencuci mulut dengan karakteristik kadar lemak yang rendah namun kaya serat. Velva umumnya berbahan baku bubur buah (puree buah), gula, dan bahan penstabil. Umbi bit memiliki kandungan lemak yang rendah (0,17 g/100 g) dan serat yang tinggi (2,8 g/100 g). Velva yang dibuat hanya dari umbi bit menghasilkan tekstur velva bit yang kasar dan mudah meleleh, sehingga perlu ditambahkan bahan penstabil yaitu pektin. Pektin yang digunakan didapatkan dari penambahan pulp kulit buah naga. Beberapa alasan penggunaan pulp kulit buah naga sebagai bahan baku pada penelitian ini karena memiliki komponen pektin yang cukup tinggi sebesar 23,11%, sebagai bentuk pemanfaatan limbah kulit buah naga, dan menambah aktivitas antioksidan. Penggunaan pulp kulit buah naga merah diharapkan dapat memperbaiki tekstur dari velva bit. Proporsi bit merah dan pulp kulit buah naga merah yang digunakan yaitu, 9:1; 8:2; 7:3; 6:4; 5:5; dan 4:6. Rancangan penelitian yang akan digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK). Pengujian dilakukan terhadap sifat fisikokimia, organoleptik, dan pengujian pemilihan perlakuan terbaik metode spider web. Pengujian fisikokimia meliputi pH, viskositas, total padatan terlarut, warna dan daya leleh. Pengujian organoleptik meliputi warna, rasa, aroma, dan tekstur (mouthfeel). Data yang diperoleh akan diuji ANOVA (Analysis of Varians) dengan α=5%, hasil ANOVA yang menunjukkan adanya pengaruh nyata antara setiap perlakuan akan dilanjutkan dengan uji DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) dengan α=5% untuk mengetahui perlakuan manakah yang berbeda nyata. Hasil pH velva 5,54-5,95; TPT 9,13-9,52oBrix; viskositas 62,83-666,21 cP; hue 0,830-360,000o; dan total fenol 17,71-38,25 mg GAE/100g. Perlakuan terbaik yang dipilih berdasarkan uji organoleptik adalah proporsi bit dan pulp kulit buah naga merah 6:4. Serat pangan velva perlakuan terbaik adalah sebesar 0,54%
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN ORGANOLEPTIK SAMBAL TEMPE: PENGARUH KONSENTRASI ANGKAK DAN LAMA PENYIMPANAN
Tempe is a fermented soybean product using Rhizopus sp. It has bioactive components that act as antioxidants but has a short shelf life. Processing tempe into sambal tempe can extend the shelf life and improve the function of tempe. This study's main ingredients for making tempeh sauce include fried tempe, oil, chili, spices, and red yeast rice. Red yeast rice is the result of rice fermentation by Monascus purpureus. During storage, the fat component in sambal tempe can undergo oxidation. Apart the function as food colorant, red yeast rice can also act as antioxidant and flavor enhancer. This study aimed to examine the effects of red yeast rice concentration and storage time on the physicochemical and organoleptic characteristics of tempeh sauce. The research design used was a Randomized Block Design with a factorial design, namely red yeast rice concentration (0%; 0.2%; 0.4%; 0.6%; and 0.8%) and storage time (0, 7, and 14 days). Increasing the concentration of red yeast rice significantly affected the color parameters, and organoleptic acceptance of the color, aroma, and taste of tempeh sauce. The interaction between red yeast rice concentration and storage time significantly affected the peroxide value (0-1.42 meq/kg), % inhibition 28.47-83.05%, and total phenol 2.05-11.89 mg GAE/g. Red yeast rice concentration increasing led to reduction of color, taste, and aroma preferences of sambal tempe
Penggunaan Media Sosial dalam Aktivitas Digital PR Hotel-hotel di Kota Kupang
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penggunaan media sosial dalam aktivitas digital PR pada hotel-hotel di kota Kupang. Penelitian tentang digital PR di berbagai daerah sudah banyak dilakukan dengan metode dan temuan yang cukup beragam. Namun berdasarkan pantauan tim peneliti ke beberapa jurnal penelitian khususnya penelitan terkait dengan aktivitas digital PR pada hotel-hotel masih sangat jarang dilakukan khususnya di Kota Kupang. Meskipun media sosial telah banyak digunakan dalam PR digital di berbagai kota besar, studi spesifik di Kupang masih terbatas. Penelitian ini menggunakan pendekatan konstruktivisme (kualitatif) dan metode observasi (pada teks media sosial) dan wawancara dalam pengumpulan data. Jumlah hotel dan informan yang diteliti ada enam di kota Kupang. Fokus penelitian ini untuk menemukan penggunaan media sosial pada hotel-hotel di kota Kupang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial dalam aktivitas digital PR di arahkan pada informasi persuasif yaitu iklan atau promosi dan informasi umum yang dilakukan di hotel-hotel. Selain itu dampak yang ditumbulkan adalah adanya keterlibatan publik dalam memberikan tanggapan dan penggunaan lebih dari satu akun media sosial dalam menginformasikan produk dan jasa yang ditawarkan di Hotel-hotel di kota Kupang
Analisis Kualitatif terhadap Fenomena "Peringatan Darurat Garuda Biru": Memahami Peran Framing dan Resonansi Emosional dalam Membentuk Opini Publik
Munculnya simbol Peringatan Darurat Garuda Biru di Indonesia mencerminkan dinamika komunikasi politik yang terus berkembang di era digital. Fenomena ini meluas di berbagai platform media sosial, termasuk Twitter, Instagram, dan Facebook, sebagai simbol perlawanan terhadap ketidakadilan konstitusional dan ketidakpuasan terhadap kondisi politik nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi simbol Garuda Biru dalam membentuk persepsi politik, khususnya di kalangan generasi muda. Menggunakan metode analisis pembingkaian dan evaluasi viralitas konten, studi ini mengevaluasi bagaimana media sosial membentuk pandangan politik dan memengaruhi wacana publik di ruang digital.Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol Garuda Biru berfungsi sebagai alat framing visual yang memperkuat solidaritas kolektif melalui resonansi emosional dan viralitas konten. Media sosial tidak hanya mempercepat penyebaran isu politik tetapi juga membingkai narasi secara efektif, memobilisasi publik secara emosional dan kognitif. Simbol ini terutama berfungsi untuk menyampaikan ketidakpuasan publik terhadap kebijakan pemerintah, memperkuat solidaritas lintas kelompok, dan membangkitkan identitas nasional. Studi ini memberikan wawasan baru tentang peran media sosial sebagai katalis perubahan transformatif dalam kesadaran politik masyarakat kontemporer, dengan menekankan pentingnya penggunaan simbol visual dalam komunikasi politik digital
Hubungan Pengetahuan Dan Persepsi Masyarakat Terhadap Minat Beli Sediaan Sirup Di Apotek Terkait Isu Cemaran Etilen Glikol Dan Dietilen Glikol
Obat adalah bahan yang dimanfaatkan untuk mengobati penyakit, mengidentifikasi penyakit, mengurangi rasa nyeri serta sakit, dan menyembuhkan berbagai organ tubuh. Jumlah kandungan Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol dalam sirup obat yang melampaui kadar yang diperbolehkan telah mengkontaminasi sirup obat yang beredar di Indonesia dan meningkatkan risiko gagal ginjal yang akut dikalangan anak-anak. Dengan pendekatan deskriptif secara kuantitatif, penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis minat beli masyarakat terhadap sediaan sirup berdasarkan tingkat pengetahuan dan persepsi masyarakat. Dalam penelitian ini, IBM SPSS versi 25 digunakan untuk menganalisis data yang sudah ada dengan sampel purposif sebanyak 60 sampel. Analisis regresi berganda dilakukan terhadap data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nilai thitung pengetahuan = 2,087 dan persepsi = 2,301 dengan nilai ttabel 2,002 sedangkan nilai Fhitung 5,846 dengan nilai Ftabel 3,16. Dengan demikian, penelitian menunjukkan hasil bahwa pengetahuan dan persepsi masyarakat terhadap masalah kontaminasi etilen glikol dan dietilen glikol secara parsial dan simultan mempengaruhi minat beli sediaan sirup obat di Apotek. Medicines are substances that are used to treat diseases, identify diseases, reduce pain and illness, and heal various organs of the body. The amount of Ethylene Glycol (EG) and Diethylene Glycol content of medicinal syrups that exceeding the allowed levels has contaminated the medicinal syrups circulating in Indonesia and increased the risk of acute kidney failure among children. With a quantitative and descriptive approach, this study aims to analyse public buying interest in syrup preparations based on the level of public knowledge and perception. In this study, IBM SPSS version 25 was used to analyse existing data with a purposive sample of 60 samples. The analysis of multiplication regressions was applied to this data. The study results show that tcount value of knowledge = 2.087 and perception = 2.301 with ttable value of 2.002 while Fcount value is 5.846 with Ftable value of 3.16. The study showed that people's knowledge and perceptions about ethylene glycol and diethylene glycol contamination problems partially and simultaneously affect the interest in buying medicinal syrup preparations at the pharmacy
Analisa BKO Prednison, Paracetamol, Deksametason, Meloksikam dan Piroksikam dalam Sediaan Obat Tradisional
AbstrakPenambahan bahan kimia obat ke dalam sediaan obat tradisional masih sering ditemukan. Praktek ini dilarang oleh undang-undang di Indonesia dan dapat menimbulkan efek berbahaya bagi penggunanya. Unsur kesengajaan yang melatarbelakangi hal tersebut, membuat aspek pengawasan sediaan dan penindakan menjadi faktor yang krusial dalam penanganannya. Analisa keberadaan BKO dalam sediaan obat tradisional membutuhkan metode yang handal serta mampu mendeteksi keberadaan beragam BKO yang mungkin ditambahkan ke dalam sediaan. Dalam penelitian ini keberadaan BKO Prednison, Paracetamol, Deksametason, Meloksikam dan Piroksikam dideteksi menggunakan kromatografi lapis tipis-densitometri. Eluasi dilakukan menggunakan kloroform:metanol (9:1) pada fase diam silika yang diamati di λ 240 nm dan 246 nm. Lempeng kemudian dianalisa menggunakan TLC-scanner (densitometri) untuk mendapatkan luas area dibawah puncak untuk masing-masing analit. Metode ini mampu mendeteksi keberadaan BKO dengan konsentrasi 6,5 ppm (Prednison), 3,0 ppm (Paracetamol), 1,8 ppm (Deksametason), 6,0 ppm (Meloksikam), 8,0 ppm (Piroksikam) dalam larutan uji. Metode tervalidasi untuk menganalisa 5 pengotor kimia yang umum dijumpai pada sediaan obat tradisional. Analisis dapat dilakukan secara simultan menggunakan metode sederhana, sehingga sesuai untuk melakukan skrining pengotor yang terdapat dalam obat tradisional. AbstractMisuse of drugs (BKO) in traditional medicinal preparation is still often found. This practice is prohibited by Indonesia’s law and can harm users. Malfeasance behind this problem makes law enforcement and control a crucial factor in handling it. Analysis of BKO requires a reliable method that detects the presence of various BKOs that may be added to the preparation. In this study, Prednisone, Paracetamol, Dexamethasone, Meloxicam, and Piroxicam were detected using thin-layer chromatography–densitometry. Elution was carried out using chloroform:methanol (9:1) on silica stationary phase observed at 240 nm and 246 nm. Plates then analyzed using tlc-scanner (densitometry) to acquire area under curve of each analyte. The method is capable of detecting the presence of BKO with concentration of 6,5 ppm (Prednisone), 3,0 ppm (Paracetamol), 1,8 ppm (Dexamethasone), 5,9 ppm (Meloxicam), 8,0 ppm (Piroxicam) in test solution. The proposed validated method is capable to analyze 5 common chemical impurities often found in traditional drug preparation. Analysis can be done simultaneously using simple method hence it is suitable to used as a tool to screen impurities in traditional medicine
Efektifitas dan Keamanan Terapi Sodium Glucose Co-transporter 2 (SGLT2) Inhibitor pada Gagal Jantung: Narrative Literatur Review
Heart Failure (HF) is a clinical syndrome due to structural or functional defects in the myocardium causing impaired ventricular filling or ejection of blood. HF is currently divided into 3 types namely HFrEF, HFpEF, and HFmEF. In the last 5 years, treatment in HF patients has been updated to be able to use SGLT 2 inhibitor therapy. Initially, SGLT2 inhibitors were a therapy given to patients with type 2 diabetes mellitus. This recommendation was given because SGLT2 inhibitors can reduce the risk of cardiovascular death and reduce the incidence of repeated hospitalizations in HF patients. The safety of SGLT2 inhibitor administration is also reported to not cause serious side effects
Analisis Kadar Fenolik dan Flavonoid Total pada Teh Hijau (Camellia sinensis) yang Dikeringkan dengan Oven, Solar Dryer dan Pengeringan Tradisional
Green tea (Camellia sinensis) is renowned worldwide, not only for its flavor but also for its exceptional health benefits, primarily due to its antioxidant-rich bio active components, including polyphenols like flavonoids and phenolics. The drying process is crucial for preserving these benefits, making the choice of drying method vital. This research examines how different methods—traditional, oven, and solar tunnel drying—affect the total flavonoid and phenolic content in green tea. The findings show that the solar tunnel dryer results in the highest water loss at 90.00%, followed by the oven at 76.92% and traditional drying at 70.00%. The oven also produced the highest total flavonoid levels at 5.1 ± 0.1 mg EK/g, compared to 4.9 ± 0.2 mg EK/g for solar drying and 3.78 ± 0.05 mg EK/g for traditional methods. For total phenolics, oven drying yielded 93 ± 2 mg GAE/g, while solar drying produced 79 ± 3 mg GAE/g and traditional methods resulted in 57 ± 1 mg GAE/g. Selecting the right drying method can significantly enhance the health benefits of green tea, making it an excellent choice for health-conscious consumers.were obtained in the oven drying method of 93±2 mg GAE/g, in the solar tunnel dryer 79±3 mg GAE/g and traditional 57±1 mg GAE/g.spac
Skrining Microgreen Kacang Hijau (Vigna Radiata) sebagai Antibakteri terhadap Bakteri Staphylococus Aureus
Seiring dengan meningkatnya resistensi bakteri terhadap antibiotik khususnya dalam bakteri pathogen yang menyebabkan penyakit kulit, sehingga diperlukan kebaharuan antibiotik yang dapat digunakan sebagai antibakteri. Pada penilitian ini akan memanfaatkan tanaman microgreen dimana tanaman yang hanya memiliki tinggi 5-10 cmn dan masa panen yang singkat sekitar 10-20 hari. Dari hasil penelitian sebelumnya menemukan bahwa manfaat microgreen tidak kalah pentingnya dibandingkan tanaman tuanya untuk kesehatan manusia, baik berupa anti inflamasi dan juga anti kanker. Tujuan penelitian ini yaitu memanfaatkan microgreen kacang hijau (Vigna radiata) sebagai antibakteri terhadap Staphylococcus aureus (S.aureus). Dalam hal ini menggunakan metode maserasi dalam pembuatan ekstrak kental. Dari uji skrining fitokimia terdapat senyawa flavonoid, terpenoid, saponin, alkaloid dan juga tanin. Jumlah koloni bakteri S.aureus berkurang secara signifikan di konsentrasi 40% ekstrak kacang hijau (Vigna radiata
Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Konsep Diri Pada Remaja
Pendahuluan: Pola asuh orang tua dapat memberikan pengaruh yang besar terhadap perkembangan konsep diri anak khususnya remaja. Fenomena di SMPK Stella Maris ditemukan beberapa orang tua menerapkan pola asuh yang yang efektif seperti demokratis, namun ada juga orang tua menerapkan pola asuh permisif dan otoriter sehingga beberapa anak memiliki konsep diri rendah. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan pola asuh orang tua dengan konsep diri pada remaja. Metode: Jumlah sampel sebanyak 84 orang yang memenuhi kriteria inklusi, dari 108 orang. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dengan menggunakan teknik proposional random sampling. Instrument penelitian ini menggunakan kuesioner PAQ (parental authority questionnaire) dan TSCS (tennesse self concept scale). Hasil: Hasil analisis statistik didapatkan sebanyak 66% responden menerima pola asuh demokratis, sebanyak 32% responden menerima pola asuh permisif, dan sebanyak 2% responden menerima pola asuh otoriter. Sebagian besar remaja memiliki konsep diri yang positif. Hasil uji Rank Spearmen menunjukan nilai p=0,001 dengan r =+0,342 berarti menunjukkan kekuatan hubungan antara kedua variabel rendah dengan arah hubungan yang positif. Kesimpulan: Pola asuh orang tua yang efektif atau demokratis pada remaja membantu remaja tersebut dalam perkembangan konsep dirinya yang lebih positif. Oleh karena itu pihak sekolah tetap bekerjasama dengan orang tua dalam membantu mendidik dan mengarahkan remaja, dan tetap menjalankan program sekolah terkait dengan pemberian edukasi dan pengarahan kepada orang tua dalam memberikan pola asuh terhadap anak.
Kata Kunci: pola asuh orang tua, konsep diri, remaja