Jurnal Online Universitas Katolik Parahyangan / Parahyangan Catholic University Journal
Not a member yet
    3954 research outputs found

    Identifikasi Risiko Pada Kondisi Keselamatan dan Keamanan Stasiun Kereta Api di Bandar Lampung (Studi Kasus: Stasiun Tanjung Karang Dan Stasiun Labuhan Ratu)

    No full text
    Transportasi kereta api merupakan salah satu moda transportasi massal yang memiliki peran penting dalam mobilitas masyarakat. Dimana stasiun kereta api sebagai infrastruktur pendukung memiliki risiko keselamatan dan keamanan yang perlu dianalisis. Kecelakaan dan insiden di stasiun sering terjadi akibat faktor lingkungan, kurangnya pengawasan, dan minimnya sistem mitigasi risiko. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi risiko kecelakaan berdasarkan variabel yang mempengaruhi keselamatan penumpang di stasiun kereta api Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan metode survei lapangan di Stasiun Tanjung Karang (TNK) dan Stasiun Labuhan Ratu (LAR), serta penyebaran kuesioner kepada beberapa staf Dinas Perhubungan dan PT KAI Divre IV Tanjung Karang. Data yang diperoleh yaitu dari area parkir kendaraan, loket, konter cetak tiket, Ticket Checking, ruang tunggu, tangga stasiun, serta peron. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 16 variabel penyebab risiko kecelakaan di Stasiun Kereta Api Bandar Lampung dari (X1), (X2), (X3), (X4), (X5), (X6), (X7), (X8), (X9), (X10), (X11), (X12), (X13), (X14), (X15), dan (X16).Transportasi kereta api merupakan salah satu moda transportasi massal yang memiliki peran penting dalam mobilitas masyarakat. Dimana stasiun kereta api sebagai infrastruktur pendukung memiliki risiko keselamatan dan keamanan yang perlu dianalisis. Kecelakaan dan insiden di stasiun sering terjadi akibat faktor lingkungan, kurangnya pengawasan, dan minimnya sistem mitigasi risiko. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi risiko kecelakaan berdasarkan variabel yang mempengaruhi keselamatan penumpang di stasiun kereta api Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan metode survei lapangan di Stasiun Tanjung Karang (TNK) dan Stasiun Labuhan Ratu (LAR), serta penyebaran kuesioner kepada beberapa staf Dinas Perhubungan dan PT KAI Divre IV Tanjung Karang. Data yang diperoleh yaitu dari area parkir kendaraan, loket, konter cetak tiket, Ticket Checking, ruang tunggu, tangga stasiun, serta peron. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 16 variabel penyebab risiko kecelakaan di Stasiun Kereta Api Bandar Lampung dari (X1), (X2), (X3), (X4), (X5), (X6), (X7), (X8), (X9), (X10), (X11), (X12), (X13), (X14), (X15), dan (X16)

    Startups and Entrepreneurship Programme: Self-Employment and Economic Empowerment in India

    No full text
    The objective of this paper is to analyse startups and entrepreneurship programmes in India. There is an essential requirement to strengthen abilities in areas marked by actual skill gaps since self-employment provides a potential pathway to addressing unemployment. Entrepreneurship has a significant role in economic progress, and its creation of jobs is a common accolade for its practitioners. Self-employment offers a chance to overcome unemployment and poverty. The recent economic recession has led to a substantial surge in self-employment and business start-ups in many modernised economies, as people displaced sought to leverage their skills or pursue new opportunities. The small, independently owned businesses have a positive impact on the social, environmental, and economic development of the state and country. The Government of India launched a variety of initiatives to support businesses and startups. This article suggests a framework that outlines the use of innovation by policymakers in decision-making to promote innovation, startup entrepreneurship, and economic growth

    Penggabungan Model Servqual dan Kano untuk Mengukur Kepuasan Pelanggan terhadap Layanan Swab dan PCR

    No full text
    Swabs and PCR are ways to track patients infected with COVID-19. One private swab and PCR service provider in Surabaya offers swab and PCR tests with fast results and is open 24 hours a day. This research aims to determine service quality performance, identify the causes of consumer dissatisfaction, and identify service attributes that must be maintained and improved for Swab and PCR services in Surabaya. This research uses an integration of the Servqual and Kano methods. The integration of Servqual and Kano determines the service attributes to be improved. Data was obtained from a questionnaire using the five-dimensional Servqual approach, then calculated to get a gap value and categorized using the Blauth formula. The Servqual gap and the Blauth formula\u27s category values are combined to make action decisions. The results state that swab and PCR service providers still need to improve all factors used in this research. Three attributes fall into the weak and indifferent category, so the decision that needs to be made is to ignore them because they do not affect consumer satisfaction and are not a priority for improvement. The other twenty-one attributes fall into the weak and one-dimensional category, meaning companies must improve these attributes to satisfy consumers. Companies need to make improvements to ensure better service, including increasing the number of medical officers to reduce fatigue and queues and providing training on medical procedures and communication skills for medical officers.  Swab dan PCR adalah cara untuk melacak pasien tertular Covid-19. Salah satu penyedia layanan swab dan PCR swasta di Surabaya menawarkan tes Swab dan PCR dengan hasil cepat dan buka 24 jam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja kualitas layanan, mengidentifikasi penyebab ketidakpuasan konsumen, dan mengidentifikasi atribut layanan yang harus dipertahankan dan ditingkatkan untuk layanan Swab dan PCR di Surabaya. Penelitian ini menggunakan integrasi metode Servqual dan Kano. Integrasi Servqual dan Kano menentukan atribut layanan yang akan ditingkatkan. Data diperoleh dari kuesioner dengan pendekatan lima dimensi Servqual, selanjutnya dihitung untuk memperoleh nilai gap dan dikategorikan dengan formula Blauth. Nilai gap dan kategori dari formula Blauth diintegrasikan sehingga memperoleh keputusan tindakan. Hasil penelitian menyatakan bahwa semua faktor yang digunakan dalam penelitian ini masih perlu diperbaiki oleh penyedia layanan Swab dan PCR. Tiga atribut masuk pada kategori lemah dan indifferent sehingga keputusan yang perlu diambil adalah diabaikan karena atribut tersebut tidak mempengaruhi kepuasan konsumen dan tidak menjadi prioritas perbaikan. Dua puluh satu atribut lainnya masuk pada kategori lemah dan one-dimensional, artinya perusahaan harus meningkatkan atribut tersebut untuk membuat konsumen lebih puas. Perbaikan yang perlu dilakukan perusahan supaya pelayanan lebih baik adalah menambah jumlah petugas medis untuk mengurangi kelelahan dan antrian, serta memberikan pelatihan tatacara tindakan medis serta kemampuan komunikasi pada petugas medis

    Pemelajaran Mesin untuk Pengendalian Mutu pada Proses Produksi Tekstil Tradisional

    No full text
    This research is centered on the practical implementation of machine learning and computer vision technologies to enhance production quality control within the traditional textile industry. The traditional textile sector, known for labor-intensive practices, has slowly adapted to digital transformation. We present a practical case study from Bandung, Indonesia, to validate the effectiveness of our approach in real-world textile manufacturing. By emphasizing machine learning and computer vision, this research narrows the gap between traditional textile practices and digitalization, offering tailored solutions for manufacturers seeking to excel in today\u27s rapidly changing global market. The findings provide valuable insights into the challenges and opportunities of using machine learning and computer vision for production quality control in traditional textile manufacturing. The machine learning models in the study showed good accuracy, ranging from 75% to 100% under various lighting conditions in real-world textile manufacturing environments, confirming their suitability for practical quality control applications.Industri tekstil UMKM biasanya bersifat padat karya dan traditional sehingga sulit bersaing di era transformasi digital. Penelitian ini berfokus untuk menerapkan teknologi machine learning pada proses pengendalian mutu dalam industri tekstil tradisional. Untuk itu, akan dirancang teknologi berbasis computer vision yang dapat melakukan identifikasi dan klasifikasi kain selama proses produksi berlangsung. Model machine learning diterapkan pada aplikasi berbasis web dan mobile yang mudah digunakan oleh pekerja industri padat karya. Sebagai metode validasi, dilakukan juga studi kasus  di kota Bandung Indonesia untuk menguji keefektifan algorima dalam manufaktur tekstil. Penelitian ini menggabungkan teknologi informasi yang dapat mengoptimalkan produksi, meningkatkan kualitas produk, dan meningkatkan daya saing. Model machine learning dalam penelitian ini menunjukkan akurasi yang tinggi, berkisar antara 75% hingga 100% dalam berbagai kondisi pencahayaan di lingkungan manufaktur tekstil sesungguhnya sehingga dapat diterapkan dalam pengendalian kualitas

    Penentuan Profil Pengunjung Lokal Maupun Wisatawan dengan Teknik K-means Clustering untuk Menentukan Strategi Suatu Ritel

    No full text
    The tourism sector undeniably has a significant economic impact on a region. One of the activities of tourists is shopping, which can create an additional market share for retailers. Therefore, retailers need to seize this opportunity by implementing strategies tailored to the profiles of both local and tourist visitors. This article proposes a retail strategy based on the analysis of local and tourist visitor profiles, using transaction data from Point of Sales (POS) to classify visitors based on their distance from the retailer. Hypothesis testing is conducted to understand the differences in purchasing patterns between local and tourist visitors, along with K-means clustering techniques to group visitors based on distance, age, and purchase value. The interpretation of clustering results helps identify purchasing patterns in each group, enabling retailers to adjust marketing and promotional strategies according to customer profiles. Through clustering analysis in a case study of a retailer in Yogyakarta, Indonesia, three main customer groups were identified: inactive, active, and out-of-town visitors. Retailers should prioritize efforts on active groups, especially Cluster 4, with active members and high transaction values. Clusters 6 and 9 should also be targeted to increase the probability of becoming Cluster 4. Group 1 can be disregarded in marketing efforts, and retailers should tailor their strategies for Group 3 based on their visitation patterns.Sektor pariwisata tidak dapat dipungkiri memberikan dampak ekonomi yang besar bagi suatu wilayah. Salah satu aktivitas para wisatawan adalah berbelanja, sehingga kehadiran wisatawan dapat menimbulkan pangsa pasar tambahan pada suatu ritel. Oleh karena itu peritel perlu menangkap peluang ini dengan melakukan strategi yang sesuai dengan profil pengunjungnya baik itu pengunjung lokal maupun wisatawan. Penelitian pada artikel ini mengusulkan strategi suatu ritel dengan melakukan analisis profil pengunjung lokal maupun wisatawan, dimana data transaksi dari  Point of Sales (POS) diambil untuk mengklasifikasikan pengunjung berdasarkan jarak domisili dengan peritel. Selanjutnya dilakukan uji hipotesis untuk memahami perbedaan pola pembelian antara pengunjung lokal dan wisatawan dan juga teknik K-means clustering untuk membagi pengunjung menjadi kelompok-kelompok berdasarkan jarak, usia, dan nilai pembelian. Interpretasi hasil clustering membantu mengidentifikasi pola pembelian pada masing-masing kelompok, sehingga peritel dapat menyesuaikan strategi pemasaran dan promosi sesuai dengan profil pelanggan  Melalui analisis clustering dari contoh studi kasus di salah satu peritel yang ada di Yogyakarta, Indonesia, ditemukan 3 kelompok utama pelanggan: tidak aktif, aktif, dan pelanggan dari luar pulau. Prioritas peritel adalah memfokuskan upaya pada kelompok aktif, terutama kluster 4, dengan member aktif dan nilai transaksi tinggi. Kluster 6 dan 9 juga perlu menjadi target untuk meningkatkan probabilitas menjadi kluster 4. Kluster 1 dapat diabaikan dalam upaya pemasaran. Ritel harus menyesuaikan strategi untuk kluster 3 berdasarkan waktu kunjungan mereka

    Rough Cut Capacity Planning dengan Menggunakan Matriks Skill dalam Pemenuhan Order di PT X Manufaktur Furnitur

    No full text
    The COVID-19 pandemic has had a significant impact on a variety of sectors, including the furniture manufacturing industry. The industry is undergoing drastic demand changes, complicating adjustment efforts during the pandemic. Additional human resources (HRM) is becoming a more complex challenge due to strict health protocols and the necessary vaccination efforts. In this context, increased availability of capacity has become critical, but an appropriate approach has not been revealed in the literature. As for the in-depth literature study, it covers various methods of increasing production capacity, such as adding human resources, machines, shift work systems, overtime, and subcontractors. The research focuses on a new way to multi-skill by using the skill matrix as an innovative method to increase the availability of capacity at PT X, a furniture manufacturing company. Using Rough Cut Capacity Planning (RCCP), the study describes current production capacity, analyzes the impact of post-COVID demand shifts, and evaluates the effectiveness of multi-skill application with a skill matrix in improving production flexibility and responsiveness. The research findings provide valuable insights for furniture companies and related sectors in dealing with post-COVID dynamics, as well as providing the basis for developing more adaptive and sustainable capacity planning strategies.Pandemi COVID-19 telah memberikan dampak yang signifikan pada berbagai sektor, termasuk industri manufaktur furniture. Industri ini mengalami perubahan permintaan yang drastis, menyulitkan upaya penyesuaian selama pandemi. Penambahan sumber daya manusia (SDM) menjadi tantangan yang lebih kompleks karena adanya protokol kesehatan yang ketat dan upaya vaksinasi yang diperlukan. Dalam konteks ini, peningkatan ketersediaan kapasitas menjadi kritis, tetapi pendekatan yang tepat belum terungkap dalam literatur. Adapun kajian literatur mendalam mencakup berbagai metode peningkatan kapasitas produksi, seperti penambahan sumber daya manusia, mesin, sistem kerja shift, overtime, dan subkontraktor. Penelitian ini fokus pada cara baru bagaimana multi skill dengan menggunakan matriks keterampilan sebagai metode inovatif untuk meningkatkan ketersediaan kapasitas di PT X, sebuah perusahaan manufaktur furniture. Dengan menggunakan Rough Cut Capacity Planning (RCCP), penelitian ini menggambarkan kapasitas produksi saat ini, menganalisis dampak pergeseran permintaan pasca-COVID, dan mengevaluasi efektivitas penerapan multi skill dengan matriks keterampilan dalam meningkatkan fleksibilitas dan responsivitas produksi. Temuan penelitian memberikan wawasan yang berharga bagi perusahaan furnitur dan sektor terkait dalam menghadapi dinamika pasca-COVID, serta memberikan dasar untuk pengembangan strategi perencanaan kapasitas yang lebih adaptif dan berkelanjutan

    Penerapan Lightning Search Algorithm dengan 2-Opt Local Search untuk Penyelesaian Asymmetric Traveling Salesman Problem

    No full text
    The Asymmetric Traveling Salesman Problem (ATSP) is an optimization problem where a "salesman" must visit several cities in a single trip. In the ATSP, the distance traveled from city i to j differs from the distance from city j to i. The goal of the ATSP is to minimize the total distance traveled by the "salesman." In this study, the Lightning Search Algorithm (LSA) and the 2-Opt local search algorithm are used to find solutions for the ATSP. LSA is a metaheuristic algorithm inspired by the process of lightning propagation to the earth\u27s surface. 2-Opt is a local search algorithm that can manipulate routes to produce better solutions. This research aims to design LSA with 2-Opt for solving the ATSP and to identify the parameters that influence the ATSP solution. Three parameters are used in this study: maximum channel time (max_ctime) and forking probability (fork_prob), which are responsible for the forking phenomenon, and Boundaries (Bound), which define the solution space. ANOVA testing was conducted on 8 parameter combinations implemented on 5 ATSP cases from TSPLIB: BR17, FTV33, FTV44, FTV55, and FTV70 to determine the best parameter values. The ANOVA results show that the Bound parameter affects the solution in the FTV33, FTV44, and FTV70 cases, while the max_ctime parameter affects the solution in the FTV55 case. Based on the determined parameter values, the LSA with 2-Opt was re-implemented on the five ATSP cases. The results show that the LSA with 2-Opt was able to find the best-known solution for the BR17 case but was unable to find the best-known solution for the other cases.Asymmetric Traveling Salesman Problem (ATSP) adalah suatu permasalahan optimasi dimana terdapat seorang “salesman” yang harus mengunjungi beberapa kota dalam satu kali perjalanan. Pada ATSP, jarak yang ditempuh dari kota i ke j berbeda dengan jarak dari kota j ke i. Tujuan dari ATSP adalah meminimasi total jarak yang ditempuh oleh “salesman”. Pada penelitian ini Lightning Search Algorithm (LSA) dan 2-Opt local search algorithm digunakan untuk menemukan solusi dari ATSP. LSA adalah sebuah algoritma metaheuristik yang terinspirasi dari proses perambatan lidah petir (step leader) ke permukaan bumi. 2-Opt merupakan algoritma local search yang dapat memanipulasi rute agar menghasilkan solusi yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk merancang LSA dengan 2-Opt dalam menyelesaikan ATSP dan menemukan parameter          yang berpengaruh terhadap solusi ATSP. Tiga parameter digunakan dalam penelitian ini, yaitu maximum channel time (max_ctime) dan forking probability (fork_prob) yang bertanggungjawab atas terjadinya fenomena forking, dan Boundaries (Bound) yang mendefinisikan ruang solusi. Pengujian ANOVA dilakukan terhadap 8 kombinasi parameter yang diimplementasi ke 5 kasus ATSP dari TSPLIB, yaitu kasus BR17, FTV33, FTV44, FTV55, dan FTV70 untuk menentukan nilai parameter terbaik. Hasil ANOVA menunjukkan parameter Bound berpengaruh terhadap solusi pada kasus FTV33, FTV44, dan FTV70. Sedangkan parameter max_ctime berpengaruh terhadap solusi pada kasus FTV55. Berdasarkan nilai parameter yang ditentukan, LSA dengan 2-Opt diimplementasikan kembali ke 5 (lima) kasus ATSP. Hasil yang didapat adalah LSA dengan 2-Opt mampu menemukan best known solution untuk kasus BR17, tetapi tidak mampu menemukan best known solution untuk kasus lain-nya

    Multikulturalisme dan Kebijakan Publik: Rekognisi dan Perlindungan Hak Asasi Masyarakat Adat di Indonesia dalam Perspektif Universalisme Interaktif Seyla Benhabib

    No full text
    This article discusses the issue of recognition and protection of community rights in Indonesia in the light of Seyla Benhabib\u27s interactive universalism. The research aims to analyse the challenges and opportunities in pursuing recognition and protection of indigenous peoples within the framework of interactive universalism, by emphasising cultural diversity and the importance of the local context. Interactive universalism concerns about the importance of dialogue, public participation, and the adaptation of democratic principles in preserving indigenous peoples\u27 rights. Here interactive universalism is used to review the state of indigenous peoples\u27 rights in Indonesia. Various public policies have caused conflicts, ranging from land take over to human rights violation, that are detrimental to the existence of indigenous peoples. Public policy as a representation of the state should protect their rights. In this article public policies are reviewed from the perspective of interactive universalism. The review process will consider cultural diversity in order to prevent future problems and to recommend adequate and assured protection of the rights of indigenous peoples. This research is a qualitative research using a philosophical approach and literature review to analyse actual problems

    Kritik Amartya Sen terhadap Naluri, Nalar, dan Nilai dalam Diri Manusia Ekonomi

    No full text
    Every action within the economic policy framework must refer to three main principles, namely growth, social balance and sustainability. These three principles have direct political content. In the context of a state, the study of economic problems cannot be separated from its relationship with politics and government. Meanwhile, each leader, whether executive, legislative or judicial, is an individual with a different character. In this article, the author offers an interpretation and analysis of Amartya Sen’s thoughts regarding how reason should stem the urge to lust. Sen believes that every policy will be correct if it has undergone critical rational testing. Problems such as poverty, hunger, injustice and social inequality have not been resolved because policy makers are still trapped in the prison of strong desires. As a result, they tend to make policies that actually worsen poverty conditions. Therefore, through social assistance policies, people are led to no longer question injustice, but to do what the authorities want

    PENGARUH KOMUTER TERHADAP PERTUMBUHAN KAWASAN PERMUKIMAN DI SEKITAR STASIUN RANGKASBITUNG

    No full text
    Perkembangan area kota yang semakin pesat selalu diikuti dengan terjadinya peningkatan kebutuhan sarana dan prasarana transportasi. Rangkasbitung merupakan salah satu kota yang menjadi simpul utama transportasi berbasis rel yang melayani berbagai kota di sekitarnya. Adanya peningkatan layanan transportasi kereta api turut meningkatkan pertumbuhan jumlah kaum komuter yang bekerja dan tinggal di Rangkasbitung. Hal ini turut mempengaruhi pertumbuhan kawasan disekitarnya dengan terjadi perubahan tata guna lahan akibat adanya pertumbuhan permukiman baru. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui seberapa besar pengaruh keberadaan komuter terhadap pertumbuhan kawasan permukiman di sekitar Stasiun Rangkasbitung. Metode penelitian dilakukan melalui pendekatan kuantitatif dengan analisis citra satelit, analisis regresi linier berganda, dan analisis deskriptif kualitatif. Hasil analisis menunjukkan kaum komuter mempengaruhi pertumbuhan kawasan di sekitar stasiun Rangkasbitung sebesar 75,9%, serta analisis citra satelit menunjukkan bahwa arah pertumbuhan kawasan permukiman cenderung dari tengah (pusat) Stasiun Rangkasbitung membentuk radial menerus ke bagian timur dan barat, serta semakin dekat dengan simpul transportasi

    0

    full texts

    3,954

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Universitas Katolik Parahyangan / Parahyangan Catholic University Journal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇