Jurnal Online Universitas Islam Sumatera Utara
Not a member yet
    6835 research outputs found

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN STAD BERBANTUAN MEDIA PANRAM TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA SD

    No full text
    Penerapan model dan media pembelajaran yang masih kurang membuat siswa kurang aktif ketika mengikuti pembelajaran. Minim aktifnya siswa selama mengikuti kegiatan pembelajaran membuat kurang memahami materi sehingga menyebabkan kemampuan pemahaman konsep matematika rendah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan rata-rata nilai kemampuan pemahaman konsep matematika siswa sebelum dan sesudah menggunakan model STAD berbantuan media PANRAM. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif Pre-Experimental dengan desain one group pretest-posttest. Penelitian dilaksanakan di SDN 06 Bulungkulon dengan sampel sebanyak 31 siswa kelas V SDN 06 Bulungkulon. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan tes, wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisisis data menggunakan uji normalitas dan uji hipotesis Paired Sample T-Test. Hasil uji Paired Sample T-Test mendapatkan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05 sehingga H1 diterima dan Ho ditolak. Sesuai paparan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata nilai pemahaman konsep matematika sebelum dan sesudah penggunaan model STAD berbantuan media PANRAM

    Pengaruh Kompetensi dan Skeptisisme Profesional terhadap Kemampuan Auditor Mendeteksi Kecurangan pada Kantor Akuntan Publik (KAP) Kota Medan

    No full text
    This study analyzes the influence of competence and professional skepticism on auditors' ability to detect fraud in Public Accounting Firms (KAP) in Medan. Data were collected via questionnaires and analyzed using Partial Least Squares - Structural Equation Modeling (PLS-SEM) 4.1. The results indicate that competence has a positive and significant effect on auditors' fraud detection ability (coefficient 0.371, t-statistic 3.334, p-value 0.001). Professional skepticism also has a significant effect (coefficient 0.574, t-statistic 5.085, p-value 0.000). Outer Loading values above 0.7 confirm the validity of the measurement model. These findings align with previous research, indicating that auditors with high competence and skepticism are more effective in detecting fraud. This study suggests that Public Accounting Firms should enhance auditor training and professionalism to improve fraud detection effectiveness

    EFEKTIFITAS WARNA PERANGKAP DAN ATRAKTAN KANDANGU BOKU DALAM MENGENDALIKAN HAMA LALAT BUAH (Bactrocera Sp) PADA TANAMAN CABAI

    No full text
    Serangan lalat buah (Bactrocera spp.) telah menjadi momok bagi petani cabai di Indonesia, menyebabkan kerusakan buah yang parah hingga berujung pada kegagalan panen. Penggunaan insektisida kimia secara terus-menerus tidak hanya membahayakan lingkungan, tetapi juga menimbulkan resistensi pada hama. Oleh karena itu, pendekatan pengendalian yang ramah lingkungan menjadi sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas kombinasi warna perangkap dan atraktan alami dari daun kandanggu boku dalam mengendalikan populasi lalat buah pada tanaman cabai (Capsicum frutescens L.). Penelitian dilaksanakan di lahan pertanian cabai di Lambanapu, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur pada Februari–Maret 2025, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial 2 × 3 dengan dua faktor utama: warna perangkap (merah dan kuning) serta konsentrasi atraktan (1 ml, 2,5 ml, dan 5 ml). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi warna kuning dan atraktan 2,5 ml (W2P1) paling efektif dalam menangkap lalat buah, terutama pada minggu pertama pengamatan. Walaupun efektivitasnya cenderung menurun di minggu-minggu berikutnya, pola penurunan ini sejalan dengan penurunan jumlah buah yang terserang dan peningkatan buah utuh yang dapat dipanen. Namun, secara statistik tidak semua perlakuan menunjukkan perbedaan nyata antar kombinasi perlakuan. Penelitian ini memperkuat potensi penggunaan atraktan nabati dan perangkap warna sebagai strategi pengendalian hama yang efektif, ekonomis, dan berwawasan lingkungan

    Pengaruh Penyiraman Terhadap Pengelolaan Air oleh Hidrogel pada Pertumbuhan Tanaman Bawang Merah

    No full text
    Bawang merah merupakan salah satu komoditas sayuran unggulan yang sejak lama telah diusahakan oleh petani secara intensif. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyiraman terhadap pengelolaan air oleh hidrogel pada pertumbuhan tanaman bawang merah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non Faktorial dengan perlakuan interval penyiraman air yang terdiri dari 4 taraf yaitu A0 (2 x 1hari), A1 (1 x 3hari), A2 (1 x 2hari) dan A3 (1 x 1hari). Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan dan berat umbi. Data dianalisis dengan analysis of varian (ANOVA) dan apabila terdapat pengaruh nyata maka dilakukan uji lanjut menggunakan uji jarak berganda Duncan pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan interval penyiraman berpengaruh nyata terhadap adalah tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan dan berat umbi. Aplikasi hidrogel dapat menghemat penyiraman dari satu satu hari menjadi satu kali hari, namun tidak efektif dalam mengatasi genangan akibat suplai air yang berlebihan

    PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN DISCOVERY PADA MATERI TUMBUHAN HIJAU UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP IPA SISWA

    No full text
    Pendidikan di sekolah-sekolah telah menunjukkan perkembangan yang pesat. Hal ini terjadi karena adanya pembaharuan sehingga dalam proses belajar mengajar pun guru selalu ingin menemukan metode dan media baru yang dapat memberikan motivasi belajar bagi siswa-siswanya. Dari hasil pengamatan peniliti dari vidio simulasi pembelajaran dari laman online dan dari pengamatan di kelas V SDN 078512 Sifelendrua banua tahun pelajaran 2024/2025 terindikasi sebuah masalah yaitu Kurang maksimalnya kemampuan pemahaman konsep IPA siswa. Berdasarkan latar belakang diatas maka Penulis memperbaiki pembelajaran melalui Penelitian Tindakan Kelas Melalui Penerapan Metode Pembelajaran Discovery Pada Materi Tumbuhan Hijau Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Konsep IPA Siswa di Kelas V SDN 078512 Sifelendrua banua tahun pelajaran 2024/2025. Peneiltian ini dilakukan dengan 2 kali siklus perbaikan yang mana dari pelaksanaannya didapat bahwa Penggunaan metode pembelajaran Discovery dalam pembelajaran, sangat membantu pada perbaikan pembelajaran IPA untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep IPA siswa pada materi Tumbuhan Hijau hal ini sejalan dengan pendapat Menurut Hosnan ( 2014 : 282 ) Discovery Learning adalah model pengembangan kemampuan belajar aktif pada siswa dimana siswa mendapatkan ilmu secara mandiri dari hasil pengalaman belajarnya sendiri dan dilatih berfikir secara analisis dan dapat memecahkan suatu masalah sehingga ilmu yang ia dapat bertahan lama dalam dirinya tersebut

    OPTIMASI WAKTU PEMBAKARAN PADA PEMBUATAN ASAP CAIR DARI CANGKANG KELAPA SAWIT

    No full text
    Pemanfaatan cangkang sawit untuk pembuatan asap cair menggunakan alat pirolisis. Asap cair merupakan hasil kondensasi uap hasil pembakaran yang diperoleh secara langsung maupun tidak langsung dengan pirolisis. Metode pirolisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pirolisis selulosa, dimana suhu mencapai 150 0C, dengan menggunakan blower dan pipa spiral. Pelaksanaan dalam penelitian ini adalah dengan menambahkan cangkang sebanyak dua puluh kilogram setiap tiga puluh menit pembakaran selama dua setengah jam operasi pirolisis. Dengan adanya blower pada ruang bakar dan pipa spiral maka proses kondensasi akan lebih cepat membentuk asap cair. Hasil yang diperoleh adalah asap cair sebanyak 1029,02 gram dengan rendemen asap cair sebesar 1,201%. Kinerja alat dalam menghasilkan asap cair sebesar 0,48 kilogram per jam

    Faktor Penyebab Perilaku Membolos Siswa dan Implikasinya terhadap Layanan Bimbingan dan Konseling

    No full text
    Truancy is a form of disciplinary violation that can negatively impact students’ academic achievement and character development. This study aims to identify the factors contributing to truancy among junior high school students and to analyze its implications for school guidance and counseling services. A quantitative descriptive approach was employed, involving 20 purposively selected students from SMPN 2 Batang Anai. Data were collected using a questionnaire covering both internal and external factors. The results indicate that dominant internal factors include a desire to play and lack of learning motivation (60%), while key external factors are peer influence and insufficient teacher supervision (70%). These findings reveal that truancy behavior arises from a combination of personal and environmental factors. Accordingly, comprehensive, and responsive guidance and counseling services, such as information services, group counseling, and parent-school collaboration are essential to prevent and address truancy in a structured manner.Truancy is a form of disciplinary violation that can negatively impact students’ academic achievement and character development. This study aims to identify the factors contributing to truancy among junior high school students and to analyze its implications for school guidance and counseling services. A quantitative descriptive approach was employed, involving 20 purposively selected students from SMPN 2 Batang Anai. Data were collected using a questionnaire covering both internal and external factors. The results indicate that dominant internal factors include a desire to play and lack of learning motivation (60%), while key external factors are peer influence and insufficient teacher supervision (70%). These findings reveal that truancy behavior arises from a combination of personal and environmental factors. Accordingly, comprehensive, and responsive guidance and counseling services, such as information services, group counseling, and parent-school collaboration are essential to prevent and address truancy in a structured manner

    Pengaruh Penggunaan Media Audiovisual Berbasis Film Terhadap Nilai Nasionalisme Peserta Didik di Sekolah Menengah Atas Bina Guna Tanah Jawa

    No full text
    This study examines the effectiveness of film-based audiovisual media in enhancing nationalism values among eleventh-grade students at SMA Bina Guna Tanah Jawa in the 2024/2025 academic year. The research was driven by concerns over declining nationalism among younger generations due to globalization and cultural shifts. A quantitative approach with a One Group Pretest-Posttest design was employed, involving 80 purposively selected students. Data were collected through a 20-item Likert scale questionnaire based on four indicators of nationalism from the Ministry of Education and Culture: love for the homeland, pride in national identity, appreciation of cultural diversity, and commitment to unity. Results showed an increase in mean nationalism scores from 71.20 in the pretest to 78.10 in the first posttest, and 82.65 in the second posttest. The greatest improvement was in pride in national identity (+4.1 points), while the lowest was in commitment to unity (+1.7 points). A paired sample t-test yielded a significance value of 0.000 < 0.05, indicating a significant difference before and after treatment. These findings confirm the effectiveness of film-based audiovisual media in fostering nationalism, with further emphasis required on unity and diversity.‎This study examines the effectiveness of film-based audiovisual media in enhancing nationalism values among eleventh-grade students at SMA Bina Guna Tanah Jawa in the 2024/2025 academic year. The research was driven by concerns over declining nationalism among younger generations due to globalization and cultural shifts. A quantitative approach with a One Group Pretest-Posttest design was employed, involving 80 purposively selected students. Data were collected through a 20-item Likert scale questionnaire based on four indicators of nationalism from the Ministry of Education and Culture: love for the homeland, pride in national identity, appreciation of cultural diversity, and commitment to unity. Results showed an increase in mean nationalism scores from 71.20 in the pretest to 78.10 in the first posttest, and 82.65 in the second posttest. The greatest improvement was in pride in national identity (+4.1 points), while the lowest was in commitment to unity (+1.7 points). A paired sample t-test yielded a significance value of 0.000 < 0.05, indicating a significant difference before and after treatment. These findings confirm the effectiveness of film-based audiovisual media in fostering nationalism, with further emphasis required on unity and diversity.

    Perbedaan Perilaku Asertif Anak Sulung Berdasarkan Gender serta Implikasinya terhadap Layanan Bimbingan dan Konseling

    No full text
    This study aims to examine gender differences in assertive behavior among firstborn students and to analyze the implications for school guidance and counseling services. The research employs a quantitative descriptive comparative approach with 60 respondents (30 male and 30 female firstborn students) selected using purposive sampling. Data were collected using a validated assertiveness scale covering seven aspects: expressing feelings, rejecting requests, initiating interactions, expressing personal opinions, defending personal rights, requesting changes in others, and facing criticism. Statistical analysis revealed that male firstborn students demonstrate higher levels of assertiveness than their female counterparts across most indicators. These findings suggest that gender plays a significant role in shaping assertive behavior among firstborns, likely influenced by sociocultural expectations and familial roles. The results underscore the importance of implementing gender-responsive guidance and counseling strategies in schools to foster healthy communication, self-confidence, and emotional resilience among students, particularly those experiencing role pressure as firstborns.This study aims to examine gender differences in assertive behavior among firstborn students and to analyze the implications for school guidance and counseling services. The research employs a quantitative descriptive comparative approach with 60 respondents (30 male and 30 female firstborn students) selected using purposive sampling. Data were collected using a validated assertiveness scale covering seven aspects: expressing feelings, rejecting requests, initiating interactions, expressing personal opinions, defending personal rights, requesting changes in others, and facing criticism. Statistical analysis revealed that male firstborn students demonstrate higher levels of assertiveness than their female counterparts across most indicators. These findings suggest that gender plays a significant role in shaping assertive behavior among firstborns, likely influenced by sociocultural expectations and familial roles. The results underscore the importance of implementing gender-responsive guidance and counseling strategies in schools to foster healthy communication, self-confidence, and emotional resilience among students, particularly those experiencing role pressure as firstborns

    Korelasi Pengetahuan Remaja Putri Dengan Pencegahan Kanker Serviks Di SMA Swasta Taman Siswa Tapian Dolok Tahun 2025

    No full text
    Kanker serviks tergolong sebagai salah satu jenis penyakit ginekologi. Jumlah penduduk global yang menderita penyakit tersebut tiap tahunnya mencapai lebih dari 500.000 penduduk sejak tahun 2020. Hampir 90% dari angka tersebut dialami oleh penduduk negara berkembang termasuk di Indonesia di mana 95% penderita kanker serviks meninggal dunia dengan jumlah total penderita yaitu 260.000 perempuan. Bahwa dari 50 orang siswi di kelas X SMA Swasta Taman Siswa Tapian Dolok Tahun 2025, didapatkan 39 responden (78 %) yang memiliki pengetahuan baik dan 11 responden (22 %) dengan tingkat pengetahuan baik dan 11 orang atau 22% mempunyai tingkat pengetahuan yang kurang baik karena kamu terkait definisi, gejala penyebab tanda koil para penularan mengobati dan mencegah timbulnya kanker serviks. Dan juga menunjukkan sebagian besar diketahui bahwa yang pernah mencegah kanker serviks sebesar 42 responden (84 %) dan yang tidak mencegah sebesar 8 responden (16%). Berdasarkan hasil studi, sekolah dituntut lebih mengoptimalkan pemahaman peserta didik terkait penyakit kanker serviks dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas sosialisasi terkait kanker serviks baik untuk peserta didik maupun orang tuany

    5,451

    full texts

    6,835

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Universitas Islam Sumatera Utara
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇