Jurnal Online Universitas Islam Sumatera Utara
Not a member yet
6835 research outputs found
Sort by
ANALISA KEPADATAN TANAH MENGGUNAKAN SAND CONE PADA PENINGKATAN STRUKTUR TANGGUL BENDUNG LAU SIMEME SIBIRU-BIRU DELI SERDANG
Pembangunantanggul Bendungan Lau Simeme Sibiru-Birudirencanakanuntuk mencegah atau mengurangi dampak banjir luapan sungai agar konstruksi bendungan terhindar dari bahaya longsor.Stabilitas tanggulsangat ditentukan oleh kepadatan tanah timbunan yang diperoleh melalui proses pemadatan denganmenggunakan peralatan berat. Untuk menjamin kekuatan dan keandalan struktur, tanah timbunan harusmencapai derajat kepadatan sekurang-kurangnya 95% dari kepadatan maksimum menurut standar uji laboratorium. Apabila nilai tersebut tidak tercapai, maka kapasitas dukung tanah akan menurun secara signifikan dan berpotensi menyebabkan degradasi atau kerusakan pada struktur bendungan dalam jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji apakah timbunan tanah pada bagian tanggul Bendungan Lau Simeme telah memenuhi persyaratan kepadatan sesuai standar teknis yang ditetapkan. Metode yang digunakan dalam penelitian inibersifateksperimental,mencakup pengujian sifatfisistanah,ujiProctor Modified,dan ujisandcone. Nilai berat volume kering tanah hasil pengujian laboratorium digunakan sebagai parameter acuan untuk menentukan derajat kepadatan tanah. Analisis dilakukan terhadap hasil uji laboratorium dan lapangan guna memperoleh nilai berat volume kering. Berdasarkan hasil pengujian Atterberg Limit, tanah memiliki nilai batas cair sebesar 58,45%, batas plastis sebesar 38,94%, dan indeks plastisitas sebesar 19,19%. Hasil pengujian pemadatan menunjukkan kadar air sebesar 34,59%, berat volume basah 1,62 gr/cm³, berat jenis 2,57, kadar air optimum 31,75%, dan berat isi kering maksimum sebesar 1,670 gr/cm³. Dari hasil pengujian menggunakanmetode sandcone, diketahui bahwa seluruh titik pengujian pada Jalur A memenuhi syarat kepadatan dengan derajat kepadatan lebih dari 95%. Sebaliknya, Jalur B tidak memenuhi kriteria tersebut. Oleh karena itu, pada bagian timbunan yang telah memenuhi syarat, pekerjaan dapat dilanjutkan ke tahap berikutnya, sedangkanbagian yang belum memenuhi persyaratan harus dilakukan pemadatan ulang. Berdasarkan karakteristiknya,tanah yang digunakan tergolong dalam klasifikasi kerikil berpasir dengan kondisi padat
Analisis Kemampuan Pembangkit Listrik Terhadap Pemakaian Beban Pada Unit Palm Oil Mill Factory PT. Padasa Enam Utama Kebun Teluk Dalam
Di dalam sebuah pabrik pengolahan kelapa sawit, sangat dibutuhkan sistem kelistrikan yang handal dan efisien guna menunjang proses produksi. Disamping sistem kelistrikan yang handal dan efisien, sangat diperlukan juga sistem pendistribusian dan sistem pembebanan juga sistem proteksi pada pabrik pengolahan kelapa sawit. Pabrik Palm Oil Mill (POM) PT. Padasa Enam Utama Kebun Teluk Dalam adalah suatu perkebunan yang bergerak dalam bidang agroindustri, yang mengolah tandan buah segar dari kelapa sawit untuk diolah menjadi minyak kelapa sawit (CPO). Untuk mendukung pengolahan pabrik POM ini digunakan suatu pembangkit listrik tenaga uap pada pabrik POM didasarkan pada kemudahan dalam memperoleh bahan bakar untuk pemanasan ketel. Keuntungan yang diperoleh pabrik POM hingga dengan saat ini memakai PLTU sebagai pembangkit tenaga listrik adalah : terjadinya penghematan dalam memperoleh bahan bakar, terjadinya proses tepat guna yang sangat menguntungkan bagi intern pabrik dalam arti dari proses sirkulasi produksi hingga bahan tidak terpakai (sisa) hanya kurang lebih 0,1 % dari total keseluruhan, perawatan dilakukan hanya seminggu sekali yaitu pada motor-motor dengan memanfaatkan tenaga-tenaga yang berpengalaman dibidangnya. Kesulitan yang dihadapi pabrik POM hingga saat ini adalah mengeluarkan dana untuk memakai energi listrik sebesar 20 % yang digunakan sebagai penerangan dan perbengkelan dari Pabrik Fractination And Rafination (FRF) sebelum dan sesaat PLTU POM beroperasi
Peranan Kuliah Kerja Nyata dalam Pengembangan Kompetensi Mahasiswa: Studi Kasus Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan di Desa Sinyior, Kecamatan Angkola Selatan
The Community Service Program (KKN) serves as a vital platform for applying academic knowledge and technology in real social settings, fostering students’ intellectual, social, and personal competencies. This study aims to examine the role of KKN in developing students’ competencies during their community engagement in Sinyior Village, South Angkola. Using a qualitative descriptive method, data were collected through observation, interviews, and documentation involving both participating students and community members. The findings reveal that KKN plays a substantial role in enhancing students’ social sensitivity, communication skills, teamwork, and adaptability through direct involvement in community empowerment activities. The interaction between students and local residents fosters a mutual exchange of knowledge and values, contributing to the improvement of students’ emotional intelligence and problem-solving abilities. Therefore, the KKN program not only strengthens the university’s role in community development but also functions as a transformative learning experience that supports human resource quality improvement in higher education
PENGARUH VARIASI MASSA PADA GREEN SYNTHESIZED MATERIAL ADSORPSI Fe3O4/TiO2 DENGAN METODE KOPRESIPITASI TERHADAP NILAI BANDGAP MENGGUNAKAN UV-VIS
Material fotokatalitik adalah material yang digunakan untuk mempercepat degradasi polutan dalam air dengan menyerap foton yang dapat mempercepat reaksi kimia. Proses fotokatalitik dapat dipercepat jika nilai bandgap material lebih kecil dengan mencampurkan Fe₃O₄ dan TiO₂. Proses pencampuran menggunakan metode kopresipitasi. Rasio massa yang digunakan untuk Fe₃O₄/TiO₂ (FT) adalah 2:1 (FT1), 1:1 (FT2), dan 1:2 (FT3). Sampel FT kemudian diuji menggunakan XRD dan UV-Vis untuk menilai hasil degradasi dan pengurangan bandgap. Hasil analisis XRD menunjukkan penurunan ukuran kristal dari 30,71 menjadi 28,59 nm. Pengujian UV-Vis menunjukkan penurunan nilai bandgap sebesar 2,38 eV dan persentase degradasi sebesar 99,55%. Peningkatan rasio massa TiO₂ terhadap Fe₃O₄ memengaruhi ukuran dan nilai bandgap material fotokatalitik. Hasil degradasi metilen biru yang paling optimal diperoleh pada sampel FT3 dengan rasio campuran 1:2
Implementasi Program STBM Pilar Pertama dalam Penanggulangan Praktik Buang Air Besar Sembarangan di Kabupaten Sekadau
Open Defecation (OD) practices remain a public health issue in Indonesia, including in Sekadau Regency, which recorded in September 2024 that 70 households still practiced open defecation and 801 households lacked proper sanitation. This study analyzes the implementation of the Community-Based Total Sanitation (STBM) Program, First Pillar (Stop OD), in Sekadau using Purwanto and Sulistyastuti’s policy implementation theory, which covers socialization, execution, and policy outcomes. This descriptive qualitative study involved 6 categories of informants (n=18) through observation, in-depth interviews, and documentation, analyzed with an interactive model and triangulation. The main challenge was the limited number of sanitarians (1 for every 4,515 households). Multi-media communication strategies (print, digital, and face-to-face) effectively reached communities, supported by cross-sector collaboration among government, community leaders, and partners such as World Vision Indonesia. Program success was influenced by five factors: capacity building of sanitarians, contextual communication, innovation in addressing resistance, sustainable collaboration, and adaptive monitoring. The findings highlight the need for an integrated approach in implementing community-based sanitation policies to achieve sustainable Open Defecation Free (ODF) status.Open Defecation (OD) practices remain a public health issue in Indonesia, including in Sekadau Regency, which recorded in September 2024 that 70 households still practiced open defecation and 801 households lacked proper sanitation. This study analyzes the implementation of the Community-Based Total Sanitation (STBM) Program, First Pillar (Stop OD), in Sekadau using Purwanto and Sulistyastuti’s policy implementation theory, which covers socialization, execution, and policy outcomes. This descriptive qualitative study involved 6 categories of informants (n=18) through observation, in-depth interviews, and documentation, analyzed with an interactive model and triangulation. The main challenge was the limited number of sanitarians (1 for every 4,515 households). Multi-media communication strategies (print, digital, and face-to-face) effectively reached communities, supported by cross-sector collaboration among government, community leaders, and partners such as World Vision Indonesia. Program success was influenced by five factors: capacity building of sanitarians, contextual communication, innovation in addressing resistance, sustainable collaboration, and adaptive monitoring. The findings highlight the need for an integrated approach in implementing community-based sanitation policies to achieve sustainable Open Defecation Free (ODF) status
Australia–Indonesia Economic Relations Under IA-CEPA: Between Proximity and Distance
This article examines the extent to which the Indonesia–Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) has contributed to strengthening bilateral relations. It argues that despite geographic proximity, trade ties remain weak and IA-CEPA alone is unlikely to generate long-term mutual benefits. Employing an interpretivist qualitative interpretivist approach, the study draws on government reports and policy documents to analyze negotiation dynamics and outcomes. The article introduces an actor-centered perspective, showing how limited civil society involvement has constrained the agreement’s potential. It argues that IA-CEPA is unlikely to provide long-term mutual benefits unless the government of the two countries provides a more comprehensive approach to public diplomacy. The findings suggest that without stronger political leadership and more inclusive public diplomacy, IA-CEPA will deliver suboptimal results. The study highlights the need for people-to-people engagement as a bridge-builder for sustainable cooperation.This article examines the extent to which the Indonesia–Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) has contributed to strengthening bilateral relations. It argues that despite geographic proximity, trade ties remain weak and IA-CEPA alone is unlikely to generate long-term mutual benefits. Employing an interpretivist qualitative interpretivist approach, the study draws on government reports and policy documents to analyze negotiation dynamics and outcomes. The article introduces an actor-centered perspective, showing how limited civil society involvement has constrained the agreement’s potential. It argues that IA-CEPA is unlikely to provide long-term mutual benefits unless the government of the two countries provides a more comprehensive approach to public diplomacy. The findings suggest that without stronger political leadership and more inclusive public diplomacy, IA-CEPA will deliver suboptimal results. The study highlights the need for people-to-people engagement as a bridge-builder for sustainable cooperation
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Umbi Porang (Ammorphophallus muelleri Blume) Pada Streptococcus pyogenes, Propionibacterium acnes, Pseudomonas aeruginosa dan Escherichia coli
Penelitain ini bertujuan untuk menetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol umbi porang (Amorphophallus muelleri Blume) terhadap bakteri Streptococcus pyogenes, Propionibacterium acnes, Pseudomonas aeruginosa dan Escherichia coli serta untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder pada tanaman porang (Amorphophallus muelleri Blume). Ekstrak dibuat dengan menggunakan metode maserasi menggunakan etanol 96% selama 3x24 jam. Uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram dengan menggunakan variasi konsentrasi ekstrak umbi porang (Amorphophallus muelleri Blume) yaitu 10%, 15%, 20%, dan 25%, dan dilakukan skrining senyawa metabolit sekunder menggunakan uji tabung dan pengujian Kromatografi Lapis Tipis (KLT), dan Fourier Transform Infrared (FTIR) . Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa ekstrak umbi porang (Amorphophallus muelleri Blume) memiliki aktvitas antibakteri terbesar pada konsentrasi 25% dengan hasil rata-rata diameter pada tiap bakteri uji 10,01 mm dan diamaeter zona hambat terendah menunjukan nilai rata rata 6,16 mm, serta positif mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, dan saponin. Hasil analisis data menggunakan SPSS menunjukan hasil data yang terdistribusi normal dan homogen dengan hasil p0,05, dan data menunjukan hasil p0,05 pada uji ANOVA yang menunjukan adanya perbedaan yang signifikan pada variasi konsentrasi, sehingga ekstrak umbi porang berpotensi dikembangkan sebagai agen antibakteri alami
Desa Leces Go Digital: Edukasi Literasi Teknologi dengan Microsoft Word & Excel untuk Meningkatkan Tata Kelola Pemerintahan Desa
Kegiatan pengabdian masyarakat ini bukan hanya berfokus pada transfer keterampilan teknis, tetapi juga menanamkan kesadaran akan pentingnya transformasi digital dalam penyelenggaraan pemerintahan desa. Melalui pelatihan yang terstruktur, pendampingan intensif, serta evaluasi berkelanjutan, diharapkan Desa Leces dapat menjadi contoh praktik baik dalam implementasi digitalisasi tata kelola desa. Artikel ini kemudian menyajikan secara komprehensif latar belakang permasalahan, metode kegiatan, hasil dan pembahasan, serta kesimpulan yang diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata, baik secara teoritis maupun praktis, dalam upaya memperkuat tata kelola pemerintahan desa melalui literasi teknologi. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan partisipatif, yaitu melibatkan perangkat desa secara aktif dalam setiap tahapan pelaksanaan program (Yudha et al., 2024). Kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Desa Leces Go Digital: Edukasi Literasi Teknologi dengan Microsoft Word Excel untuk Meningkatkan Tata Kelola Pemerintahan Desa” berhasil meningkatkan kapasitas literasi digital aparatur Desa Leces, khususnya dalam penggunaan Microsoft Word dan Excel. Sebelum pelatihan, perangkat desa menghadapi kendala besar dalam pengelolaan administrasi dan pelaporan karena masih dilakukan secara manual, lambat, dan rawan kesalahan. Melalui intervensi berupa pelatihan, pendampingan, serta monitoring, terjadi peningkatan nyata dalam keterampilan teknis, efisiensi kerja, kualitas dokumen administrasi, serta transparansi keuangan de
PENERAPAN METODE BERCERITA MENGGUNAKAN BONEKA TANGAN DALAM MENINGKATKAN NILAI MORAL ANAK USIA 5-6 TAHUN DI ERA DIGITAL
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan nilai moral anak usia 5-6 tahun di RA Misbahut Tholibin yang menghadapi tantangan penggunaan bahasa tidak santun akibat paparan media digital, melalui penerapan metode bercerita menggunakan boneka tangan. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, melibatkan 10 subjek anak Kelompok B. Data dikumpulkan melalui observasi dan dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada nilai moral anak dari pra-tindakan hingga Siklus II. Pada Siklus I, persentase anak yang mencapai kriteria keberhasilan (BSH/BSB) baru mencapai sekitar 60-70%. Setelah dilakukan perbaikan tindakan di Siklus II, persentase keberhasilan mencapai 80% pada seluruh indikator, termasuk Ketaatan, Kejujuran, dan Kesantunan. Temuan kualitatif kunci menunjukkan adanya internalisasi nilai kepedulian pada anak, dibuktikan dengan inisiatif anak untuk memberitahu guru ketika ada temannya yang menggunakan kata-kata kotor/kasar. Disimpulkan bahwa metode bercerita menggunakan boneka tangan efektif sebagai strategi penguatan moral dan penanggulangan dampak negatif era digita
Pengaruh Pola Asuh Orang Tua Terhadap Status Kesehatan Anak Dengan Down Syndrome Dalam Perspektif Kesehatan Masyarakat Di Yayasan Rumah Ramah Anak Berkebutuhan Khusus
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui tingkat pola asuh orang tua terhadap anak dengan Down Syndrome di Yayasan Rumah Ramah Anak Berkebutuhan Khusus; (2) menganalisis status kesehatan anak dengan Down Syndrome ditinjau dari perspektif kesehatan masyarakat; dan (3) menguji pengaruh yang signifikan antara pola asuh orang tua terhadap status kesehatan anak dengan Down Syndrome. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif kausal. Pendekatan ini dipilih karena penelitian bertujuan untuk menguji hubungan sebab-akibat antara satu variabel bebas, yaitu pola asuh orang tua, terhadap satu variabel terikat, yakni status kesehatan anak dengan Down Syndrome. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pola asuh orang tua terhadap anak dengan Down Syndrome tergolong dalam kategori tinggi, dengan nilai rata-rata sebesar 71,20, median 76,00, dan nilai maksimum 84 serta minimum 43. Pola asuh yang dominan adalah pola asuh demokratis, ditandai de ngan komunikasi terbuka, dukungan emosional, dan keterlibatan aktif orang tua dalam perawatan anak; (2) status kesehatan anak berada dalam kategori baik, dengan nilai rata-rata 77,03, median 84,00, modus 84, dan rentang nilai antara 39 hingga 95. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar anak berada dalam kondisi kesehatan yang cukup stabil meskipun memiliki kebutuhan khusus secara medis dan perkembangan; dan (3) terdapat pengaruh yang sangat signifikan antara pola asuh orang tua terhadap status kesehatan anak dengan Down Syndrome. Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan nilai r = 0,972 dengan signifikansi p = 0,000, yang berarti hubungan tersebut sangat kuat dan positif. Analisis regresi linear sederhana menunjukkan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,945, yang menunjukkan bahwa 94,5% variasi dalam status kesehatan anak dapat dijelaskan oleh pola asuh orang tua, sedangkan sisanya 5,5% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model. Persamaan regresi yang diperoleh adalah Y = –12,289 + 1,255X. Hasil uji t menunjukkan nilai t-hitung sebesar 21,830 dengan p = 0,000, sedangkan uji F menghasilkan nilai F-hitung sebesar 476,550 dengan p = 0,000, yang mengonfirmasi bahwa model regresi signifikan secara statistik baik secara parsial maupun simulta