INVOTEK: Jurnal Inovasi, Vokasional, dan Teknologi
Not a member yet
232 research outputs found
Sort by
IMPROVED STUDENT LEARNING ACTIVITIES AND OUTCOME USING TALKING STICK METHOD
Aktivitas siswa yang terjadi pada saat proses pembelajaran terlihat bahwa siswa cenderung menjadi pendengar saja, enggan mengemukakan pendapat dan cenderung pasif. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan bahwa penerapan metode pembelajaran talking stick dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran menjelaskan proses dasar teknik mesin. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian siswa kelas X Teknik Pemesinan sebanyak 21 orang. Data dikumpulkan melalui lembaran observasi untuk melihat perubahan aktivitas belajar dan tes objektif untuk melihat perubahan hasil belajar dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I aktivitas belajar mencapai 62,2%, dan meningkat menjadi 81,03%. Pada siklus II. Untuk hasil belajar, pada siklus I ketuntasan klasikal mencapai 61,90% dan pada siklus II meningkat menjadi 76,19%. Nilai rata-rata siswa pada siklus I, 75,54 dan pada siklus II meningkat menjadi 84,04. Jadi dapat disimpulkan bahwa penerapan metode pembelajaran talking stick dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.In learning process basic mechanical engineering is seen that students tend to be passive, as hearers only, reluctant to express opinions. The purpose of research study is to explore effectiveness of talking stick method in learning process in mechanical engineering in SMK Muhammadiyah 1 Padang. Students of class X has been selected as the research subject. Observation sheets used to collect data on learning activity process and objective test used to know learning outcome of this method. Research conducted in two cycles. The result in cycle 1, the value of learning activity is 62.2% and 81.03% in cycle 2. The value of clasical completeness 61.90% in cycle 1 and 76.19% in cycle 2. Th average of learning outome in cycle 1 is 75.54 and 84.04 in cycle 2
IMPROVEMENT OF STUDENT LEARNING ACHIEVEMENTS AND ACTIVITIES IN LEARNING MECHANICS USING TOOLS USING MODEL PROBLEM BASED LEARNING CLASS X TECHNIQUE LIGHT VEHICLES 2 SMK N 1 PARIAMAN
Peningkatan prestasi dan aktivitas belajar siswa pada pelajaran Menggunakan Alat Ukur diperlukan untuk memperbaharui cara pengajaran lama yang berpusat pada guru atau Teacher Center Learning (TCL). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi dan aktivitas belajar siswa dalam menggunakan alat ukur mekanik dengan model Problem Based Learning(PBL).Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas menggunakan model siklus Kemmis dan Mc. Taggart.Jumlah Responden sebanyak 40 siswa. Instrumen penelitiannya pre test dan post test, observasi, Lembar Kegiatan Siswa (LKS) dan angket.Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai meningkat dibuktikan dengan hasil nilai siklus terakhir pre test 55% dan post test 90% yang tuntas. Nilai afektif dan psikomotor meningkat yaitu79,75% dan.78,25%, dan sudah melewati indikator pencapaian kelulusan yaitu 75%. Nilai angket memperoleh kriteria baik dengan nilai Tingkat Pencapaian Responden (TPR) 81,89%. Dengan ini berarti model PBL dapat membantu guru menyajikan pelajaran di depan kelas.Peningkatan prestasi dan aktivitas belajar siswa pada pelajaran Menggunakan Alat Ukur diperlukan untuk memperbaharui cara pengajaran lama yang berpusat pada guru atau Teacher Center Learning (TCL). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi dan aktivitas belajar siswa dalam menggunakan alat ukur mekanik dengan model Problem Based Learning(PBL).Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas menggunakan model siklus Kemmis dan Mc. Taggart.Jumlah Responden sebanyak 40 siswa. Instrumen penelitiannya pre test dan post test, observasi, Lembar Kegiatan Siswa (LKS) dan angket.Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai meningkat dibuktikan dengan hasil nilai siklus terakhir pre test 55% dan post test 90% yang tuntas. Nilai afektif dan psikomotor meningkat yaitu79,75% dan.78,25%, dan sudah melewati indikator pencapaian kelulusan yaitu 75%. Nilai angket memperoleh kriteria baik dengan nilai Tingkat Pencapaian Responden (TPR) 81,89%. Dengan ini berarti model PBL dapat membantu guru menyajikan pelajaran di depan kelas
SIMULASI NUMERIK PADA SILINDER DENGAN SUSUNAN SELANG-SELING (STAGGERED) DALAM SALURAN SEGI EMPAT MENGUNAKAN K Ԑ MODEL
Abstrak— Silinder digunakan pada alat penukar kalor untuk meningkatkan luasan perpindahan panas antara permukaan utama dengan fluida di sekitarnya. Idealnya, material untuk membuat silinder harus memiliki konduktivitas termal yang tinggi untuk meminimalkan perbedaan temperatur antara permukaan utama dengan permukaan yang diperluas. Aplikasi silinder sering dijumpai pada system pendinginan ruangan, peralatan elektronik, motor bakar, trailing edge sudu turbin gas, alat penukar kalor, dengan udara sebagai media perpindahan panasnya. Ada berbagai tipe silinder pada alat penukar kalor yang telah digunakan, mulai dari bentuk yang relatif sederhana seperti silinder segiempat, silindris, anular, tirus atau pin sampai dengan kombinasi dari berbagai geometri yang berbeda dengan jarak yang teratur dalam susunan segaris (in-line) ataupun selang-seling (staggered). Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik boundary layer turbulen pada Cylinder tersusun staggered untuk kasus dengan cara mendapatkan data secara kualitatif dan kuantitatif pada a) Coefficient of Pressure (Cp) , Nusselt Number dan (c) Velocity contour . Parameter tersebut diukur pada daerah mid span dengan, . Penelitian ini menggunakan software Fluent 6.3.26 dimana pada penelitian secara numerik digunakan turbulence model yaitu k realisable dengan discretization Second Order Upwind mengunakan software Fluent . Analisa pada penelitian numerik dilakukan secara 2 dimensi (2D) Unsteady Reynolds Averages Navier Stokes. Didapat bahwa dengan meningkatkan Re maka hal yang terjadi Cd pada silinder mengalami penurunan apabila aliran tersebut diganggu oleh silinder yang lain pada susunan staggered karena akibat kenaikan turbulensi aliran, turbuensi aliran meningkat juga mengakibatkan meningkatnya perpindahan panas ditandai dengan kenaikan Nu.Abstrak— Silinder digunakan pada alat penukar kalor untuk meningkatkan luasan perpindahan panas antara permukaan utama dengan fluida di sekitarnya. Idealnya, material untuk membuat silinder harus memiliki konduktivitas termal yang tinggi untuk meminimalkan perbedaan temperatur antara permukaan utama dengan permukaan yang diperluas. Aplikasi silinder sering dijumpai pada system pendinginan ruangan, peralatan elektronik, motor bakar, trailing edge sudu turbin gas, alat penukar kalor, dengan udara sebagai media perpindahan panasnya. Ada berbagai tipe silinder pada alat penukar kalor yang telah digunakan, mulai dari bentuk yang relatif sederhana seperti silinder segiempat, silindris, anular, tirus atau pin sampai dengan kombinasi dari berbagai geometri yang berbeda dengan jarak yang teratur dalam susunan segaris (in-line) ataupun selang-seling (staggered). Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik boundary layer turbulen pada Cylinder tersusun staggered untuk kasus dengan cara mendapatkan data secara kualitatif dan kuantitatif pada a) Coefficient of Pressure (Cp) , Nusselt Number dan (c) Velocity contour . Parameter tersebut diukur pada daerah mid span dengan, . Penelitian ini menggunakan software Fluent 6.3.26 dimana pada penelitian secara numerik digunakan turbulence model yaitu k realisable dengan discretization Second Order Upwind mengunakan software Fluent . Analisa pada penelitian numerik dilakukan secara 2 dimensi (2D) Unsteady Reynolds Averages Navier Stokes. Didapat bahwa dengan meningkatkan Re maka hal yang terjadi Cd pada silinder mengalami penurunan apabila aliran tersebut diganggu oleh silinder yang lain pada susunan staggered karena akibat kenaikan turbulensi aliran, turbuensi aliran meningkat juga mengakibatkan meningkatnya perpindahan panas ditandai dengan kenaikan Nu
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF PADA MATA PELAJARAN DASAR DAN PENGUKURAN LISTRIK
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan multimedia pembelajaran interaktif yang valid, praktis, dan efektif untuk digunakan dalam proses pembelajaran mata pelajaran Dasar dan Pengukuran Listrik (DPL) pada kompetensi dasar memahami rangkaian arus bolak-balik di SMKN 1 Padang. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan model pengembangan 4D yang terdiri dari 4 tahap yaitu tahap pendefinisian (Define), tahap perancangan (Design), tahap pengembangan (Develop) dan tahap penyebaran (Disseminate). Berdasarkan hasil penelitian, pengujian validitas multimedia interaktif yang dilakukan oleh tiga orang validator diperoleh nilai rata-rata sebesar 0,835 dengan kategori valid. Hasil uji praktikalitas guru diperoleh sebesar 100% dan siswa sebesar 89,8% dengan kategori sangat praktis. Hasil uji efektivitas didapatkan ketuntasan klasikal sebesar 84,6% dengan kategori efektif. Dengan demikian penelitian ini telah menghasilkan multimedia pembelajaran DPL yang valid, praktis dan efektif.Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan multimedia pembelajaran interaktif yang valid, praktis, dan efektif untuk digunakan dalam proses pembelajaran mata pelajaran Dasar dan Pengukuran Listrik (DPL) pada kompetensi dasar memahami rangkaian arus bolak-balik di SMKN 1 Padang. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan model pengembangan 4D yang terdiri dari 4 tahap yaitu tahap pendefinisian (Define), tahap perancangan (Design), tahap pengembangan (Develop) dan tahap penyebaran (Disseminate). Berdasarkan hasil penelitian, pengujian validitas multimedia interaktif yang dilakukan oleh tiga orang validator diperoleh nilai rata-rata sebesar 0,835 dengan kategori valid. Hasil uji praktikalitas guru diperoleh sebesar 100% dan siswa sebesar 89,8% dengan kategori sangat praktis. Hasil uji efektivitas didapatkan ketuntasan klasikal sebesar 84,6% dengan kategori efektif. Dengan demikian penelitian ini telah menghasilkan multimedia pembelajaran DPL yang valid, praktis dan efektif
MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD PADA MATA MATA PELAJARAN MEMAHAMI PENGUKURAN KOMPONEN ELEKTRONIKA
Penelitian ini membahas tentang penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada Mata Pelajaran Memahami Pengukuran Komponen Elektronika di SMK Muhammadiyah 1 Padang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya ketuntasan hasil belajar siswa setelah menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Jenis penelitian ini menggunakan eksperimen bebas (pre eksprimental). Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas X TITL 1 SMK Muhammadiyah 1 Padang yang terdaftar pada tahun ajaran 2016/2017 yang terdiri dari 32 orang siswa. Metode pengumpulan data dengan menggunakan tes hasil belajar berupa tes objektif yang terdiri dari pretest, kuis sebanyak 3 kali serta posttest yang sudah dilakukan uji coba soal sebelumnya. Data yang diperoleh tersebut dianalisis menggunakan rumus ketuntasan belajar siswa Sedangkan untuk menentukan Skor kemajuan Individu sebagai syarat penentuan nilai kelompok STAD dilakukan kuis setiap akhir pembelajaran. Hasil penelitian ditemukan bahwa rata-rata nilai pretest sebelum penerapan pembelajaran kooperatif tipe STAD sebesar 61,09 dan rata-rata nilai posttest setelah penerapan pembelajaran kooperatif tipe STAD sebesar 83,56.. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan ketuntasan belajar siswa pada mata pelajaran Memahami Pengukuran Komponen Elektronika di SMK Muhammadiyah 1 Padang.Penelitian ini membahas tentang penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada Mata Pelajaran Memahami Pengukuran Komponen Elektronika di SMK Muhammadiyah 1 Padang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya ketuntasan hasil belajar siswa setelah menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Jenis penelitian ini menggunakan eksperimen bebas (pre eksprimental). Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas X TITL 1 SMK Muhammadiyah 1 Padang yang terdaftar pada tahun ajaran 2016/2017 yang terdiri dari 32 orang siswa. Metode pengumpulan data dengan menggunakan tes hasil belajar berupa tes objektif yang terdiri dari pretest, kuis sebanyak 3 kali serta posttest yang sudah dilakukan uji coba soal sebelumnya. Data yang diperoleh tersebut dianalisis menggunakan rumus ketuntasan belajar siswa Sedangkan untuk menentukan Skor kemajuan Individu sebagai syarat penentuan nilai kelompok STAD dilakukan kuis setiap akhir pembelajaran. Hasil penelitian ditemukan bahwa rata-rata nilai pretest sebelum penerapan pembelajaran kooperatif tipe STAD sebesar 61,09 dan rata-rata nilai posttest setelah penerapan pembelajaran kooperatif tipe STAD sebesar 83,56.. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan ketuntasan belajar siswa pada mata pelajaran Memahami Pengukuran Komponen Elektronika di SMK Muhammadiyah 1 Padang
PEMETAAN PERSEPSI MAHASISWA JURUSAN TEKNIK MESIN FT UNP TERHADAP TEMPAT BEKERJA MENGGUNAKAN PENSKALAAN DIMENSI GANDA
Berbagai masalah dapat muncul dalam dunia profesi kerja, diantaranya disebabkan oleh kesalahan persepsi. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara singkat dengan mahasiswa jurusan Teknik Mesin FT UNP didapat persepsi yang berbeda-beda dari setiap mahasiswa terhadap tempat bekerja/perusahaan yang sama. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran visual mengenai persepsi mahasiswa Jurusan Teknik Mesin FT UNP terhadap tempat bekerja menggunakan Penskalaan Dimensi Ganda. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif menggunakan Penskalaan Dimensi Ganda. Penskalaan Dimensi Ganda merupakan salah satu metode yang digunakan untuk memetakan persepsi mahasiswa terhadap 10 (sepuluh) tempat bekerja/perusahaan yang mendukung profesi engineering, yaitu PT. Chevron, PT. Pertamina, PT. PLN, PT. GMF AeroAsia, PT. Astra, PT. Krakatau Steel, PT. Bukit Asam, PT. RAPP, PT. Indah Kiat dan PT. Semen Padang yang diperoleh dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan model yang terpilih adalah model tiga dimensi dengan nilai stress sebesar 0.05 dan kemampuan menjelaskan keragaman responden (R2) sebesar 98%. PT. Chevron dan PT. Pertamina merupakan tempat bekerja/perusahaan yang dipersepsikan paling mirip oleh responden. PT. Semen Padang dan PT. Astra dipersepsikan paling tidak mirip oleh responden. Responden mempersepsikan kemiripan tempat bekerja/perusahaan berdasarkan atribut/kriteria gaji, tunjangan, visi dan misi tempat bekerja/perusahaan, supervisi tempat bekerja/perusahaan dan kondisi lingkungan tempat bekerja/perusahaan.Berbagai masalah dapat muncul dalam dunia profesi kerja, diantaranya disebabkan oleh kesalahan persepsi. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara singkat dengan mahasiswa jurusan Teknik Mesin FT UNP didapat persepsi yang berbeda-beda dari setiap mahasiswa terhadap tempat bekerja/perusahaan yang sama. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran visual mengenai persepsi mahasiswa Jurusan Teknik Mesin FT UNP terhadap tempat bekerja menggunakan Penskalaan Dimensi Ganda. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif menggunakan Penskalaan Dimensi Ganda. Penskalaan Dimensi Ganda merupakan salah satu metode yang digunakan untuk memetakan persepsi mahasiswa terhadap 10 (sepuluh) tempat bekerja/perusahaan yang mendukung profesi engineering, yaitu PT. Chevron, PT. Pertamina, PT. PLN, PT. GMF AeroAsia, PT. Astra, PT. Krakatau Steel, PT. Bukit Asam, PT. RAPP, PT. Indah Kiat dan PT. Semen Padang yang diperoleh dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan model yang terpilih adalah model tiga dimensi dengan nilai stress sebesar 0.05 dan kemampuan menjelaskan keragaman responden (R2) sebesar 98%. PT. Chevron dan PT. Pertamina merupakan tempat bekerja/perusahaan yang dipersepsikan paling mirip oleh responden. PT. Semen Padang dan PT. Astra dipersepsikan paling tidak mirip oleh responden. Responden mempersepsikan kemiripan tempat bekerja/perusahaan berdasarkan atribut/kriteria gaji, tunjangan, visi dan misi tempat bekerja/perusahaan, supervisi tempat bekerja/perusahaan dan kondisi lingkungan tempat bekerja/perusahaan
PENGEMBANGAN SMK RUJUKAN BERDASARKAN PETA JALAN SARANA PRASARANA DAN KETERSERAPAN LULUSAN DI MALANG RAYA
Penelitian ini bertujuan mengungkapkan dan mendeskripsikan pengembangan SMK rujukan berdasarkan peta jalan sarana prasarana dan keterserapan lulusan di Malang raya. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dengan presentase dan rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan peta jalan sarana prasaran di Malang raya tahun 2014 sampai 2015 untuk wilayah kota Malang memenuhi kriteria sesuai dengan rata-rata 4,5. Wilayah kabupaten Malang memenuhi kriteria sesuai dengan rata-rata 4,00. Sedangkan wilayah kota Batu memenuhi dengan kriteria sesuai dengan rata-rata 4,00. Hasil pengembangan peta jalan keterserapan lulusan Malang raya tahun 2014 sampai tahun 2016 menunjukkan wilayah kota Malang tahun 2014 menunjukkan rata-rata 328 siswa yang bekerja, tahun 2015 dengan rata-rata 416 siswa, dan tahun 2016 dengan rata-rata 369 siswa. Sedangkan wilayah kabupaten Malang tahun 2014 dengan rata-rata 305 siswa yang bekerja, tahun 2015 dengan rata-rata 282 siswa, dan tahun 2016 dengan rata-rata 254 siswa. Kemudian wilayah kota Batu tahun 2014 berjumlah 109 orang, tahun 2015 berjumlah 100 orang, dan tahun 2016 berjumlah 97 orang.Penelitian ini bertujuan mengungkapkan dan mendeskripsikan pengembangan SMK rujukan berdasarkan peta jalan sarana prasarana dan keterserapan lulusan di Malang raya. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dengan presentase dan rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan peta jalan sarana prasaran di Malang raya tahun 2014 sampai 2015 untuk wilayah kota Malang memenuhi kriteria sesuai dengan rata-rata 4,5. Wilayah kabupaten Malang memenuhi kriteria sesuai dengan rata-rata 4,00. Sedangkan wilayah kota Batu memenuhi dengan kriteria sesuai dengan rata-rata 4,00. Hasil pengembangan peta jalan keterserapan lulusan Malang raya tahun 2014 sampai tahun 2016 menunjukkan wilayah kota Malang tahun 2014 menunjukkan rata-rata 328 siswa yang bekerja, tahun 2015 dengan rata-rata 416 siswa, dan tahun 2016 dengan rata-rata 369 siswa. Sedangkan wilayah kabupaten Malang tahun 2014 dengan rata-rata 305 siswa yang bekerja, tahun 2015 dengan rata-rata 282 siswa, dan tahun 2016 dengan rata-rata 254 siswa. Kemudian wilayah kota Batu tahun 2014 berjumlah 109 orang, tahun 2015 berjumlah 100 orang, dan tahun 2016 berjumlah 97 orang
PENINGKATAN KOMPETENSI SISWA MELALUI PELATIHAN AUTO CAD
Siswa-siswa SMK membutuhkan beberapa keahlian yang nantinya akan digunakan ketika siswa menyeleseikan studinya di sekolah. Salah keahlian yang diharapkan adalah kemampuan menggambar menggunakan program Auto Cad. Dimana kemampuan akhir yang diharapkan dari siswa nantinya adalah mampu membuat gambar dalam bentuk model 2-D dan 3-D. Tujuan dari program pelatihan adalah untuk mengembangkan dan meningkatkan kemampuan dari siswa kelas XII dalam menggunakan program Auto Cad. Dengan program pelatihan ini diharapkan siswa mampu membuat gambar komponen-komponen mesin dalam bentuk format 2-D dan 3-D. Sehingga siswa kelas XII SMK memiliki kemampuan menggambar komponen-komponen mesin dan gambar-gambar lainnya dalam format 2-D dan 3-D. Program pelatihan ini menggunakan metode melaui pemberian modul Auto Cad, diskusi, menayangkan melalui slide cara pembuatan gambar mesin dalam format 2-D dan 3-D serta mempraktekkan cara membuat gambar 2-D dan 3-D. Sehingga diharapkan terjadi peningkatan kemampuan siswa kelas XII dalam menggambar komponen-komponen mesin dan gambar-gambar lainnya dalam format 2-D dan 3-D.Siswa-siswa SMK membutuhkan beberapa keahlian yang nantinya akan digunakan ketika siswa menyeleseikan studinya di sekolah. Salah keahlian yang diharapkan adalah kemampuan menggambar menggunakan program Auto Cad. Dimana kemampuan akhir yang diharapkan dari siswa nantinya adalah mampu membuat gambar dalam bentuk model 2-D dan 3-D. Tujuan dari program pelatihan adalah untuk mengembangkan dan meningkatkan kemampuan dari siswa kelas XII dalam menggunakan program Auto Cad. Dengan program pelatihan ini diharapkan siswa mampu membuat gambar komponen-komponen mesin dalam bentuk format 2-D dan 3-D. Sehingga siswa kelas XII SMK memiliki kemampuan menggambar komponen-komponen mesin dan gambar-gambar lainnya dalam format 2-D dan 3-D. Program pelatihan ini menggunakan metode melaui pemberian modul Auto Cad, diskusi, menayangkan melalui slide cara pembuatan gambar mesin dalam format 2-D dan 3-D serta mempraktekkan cara membuat gambar 2-D dan 3-D. Sehingga diharapkan terjadi peningkatan kemampuan siswa kelas XII dalam menggambar komponen-komponen mesin dan gambar-gambar lainnya dalam format 2-D dan 3-D
APLIKASI WEBSERVER ESP8266 UNTUK PENGENDALI PERALATAN LISTRIK
Penerapan teknologi Internet Of Thing (IoT) telah berkembang pesat, baik digunakan untuk aplikasi di industri maupun rumah tangga. Dengan penerapan teknologi IoT, peralatan listrik rumah tangga dapat dikendalikan secara otomatis melalui web, baik melalui internet maupun jaringan lokal. Web ini dapat menampilkan pengaturan waktu kapan perangkat dinyalakan dan kapan dimatikan. Pembuatan webserver ini menggunakan modul ESP8266 sebagai mikrokontroller utama. Program HTML dan Javascript diubah dan dimasukkan pada program C++ dengan bantuan aplikasi Arduino IDE. Sistem yang dibuat ini, telah disingkronkan dengan NTP server, sehingga waktu pada sistem ini lebih akurat. Disamping itu, RTC DS3231 juga diintegrasikan dalam sistem sehingga jika jaringan internet tidak ada, RTC ini dapat diandalkan. Hasil pengujian yang didapatkan yaitu webserver telah bekerja dengan baik untuk mengendalikan peralatan rumah tangga. Sistem perhitungan dan konversi tabel waktu menjadi bilangan desimal dan begitu sebaliknya dapat diimplementasikan pada webserver.Penerapan teknologi Internet Of Thing (IoT) telah berkembang pesat, baik digunakan untuk aplikasi di industri maupun rumah tangga. Dengan penerapan teknologi IoT, peralatan listrik rumah tangga dapat dikendalikan secara otomatis melalui web, baik melalui internet maupun jaringan lokal. Web ini dapat menampilkan pengaturan waktu kapan perangkat dinyalakan dan kapan dimatikan. Pembuatan webserver ini menggunakan modul ESP8266 sebagai mikrokontroller utama. Program HTML dan Javascript diubah dan dimasukkan pada program C++ dengan bantuan aplikasi Arduino IDE. Sistem yang dibuat ini, telah disingkronkan dengan NTP server, sehingga waktu pada sistem ini lebih akurat. Disamping itu, RTC DS3231 juga diintegrasikan dalam sistem sehingga jika jaringan internet tidak ada, RTC ini dapat diandalkan. Hasil pengujian yang didapatkan yaitu webserver telah bekerja dengan baik untuk mengendalikan peralatan rumah tangga. Sistem perhitungan dan konversi tabel waktu menjadi bilangan desimal dan begitu sebaliknya dapat diimplementasikan pada webserver
PENERAPAN STRATEGI TRAINING WITHIN INDUSTRY DALAM PEMBELAJARAN MENGOPERASIKAN SISTEM PENGENDALI ELEKTROMAGNETIK
Penelitian ini bertujuan untuk melihat hasil unjuk kerja siswa dengan strategi Training Within Industry (TWI) menggunakan instrumen penilaian unjuk kerja pada mata pelajaran Mengoperasikan Sistem Pengendali Elektromagnetik (MSPEM) kelas XI TITL 1 SMK Muhammadiyah 1 Padang. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang dilaksanakan secara Quasi Experiment. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas XI TITL 1 SMK Muhammadiyah 1 Padang yang terdiri dari 32 orang siswa. Pada penelitian ini, metode pengumpulan data dengan menggunakan penilaian kinerja berupa rubrics yang divalidasi oleh penimbang ahli. Data yang diperoleh diolah dalam bentuk deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa siswa telah mencapai nilai KKM yang telah ditetapkan yaitu 80. Hal ini dibuktikan dengan perolehan rata-rata dari skor penilaian kinerja dengan presentase 85% sudah mencapai ketuntasan dari nilai KKM yang ditentukan dan berdasarkan kategori yang diperoleh melalui skor penilaian kinerja sebanyak 27 dari 32 siswa berada pada kategori sangat tinggi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan hasil unjuk kerja dalam penerapan Strategi TWI, dan memberikan pegaruh positif pada siswa dengan menjadi aktif dalam pembelajaran, meningkatkan kinerja siswa dalam menyelesaikan praktikum yang dibuat maupun kemandirian dan kedisiplinan di SMK Muhammadiyah 1 Padang.
Kata Kunci: Strategi Training Within Industry, Hasil Unjuk Kerja, MSPEMPenelitian ini bertujuan untuk melihat hasil unjuk kerja siswa dengan strategi Training Within Industry (TWI) menggunakan instrumen penilaian unjuk kerja pada mata pelajaran Mengoperasikan Sistem Pengendali Elektromagnetik (MSPEM) kelas XI TITL 1 SMK Muhammadiyah 1 Padang. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang dilaksanakan secara Quasi Experiment. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas XI TITL 1 SMK Muhammadiyah 1 Padang yang terdiri dari 32 orang siswa. Pada penelitian ini, metode pengumpulan data dengan menggunakan penilaian kinerja berupa rubrics yang divalidasi oleh penimbang ahli. Data yang diperoleh diolah dalam bentuk deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa siswa telah mencapai nilai KKM yang telah ditetapkan yaitu 80. Hal ini dibuktikan dengan perolehan rata-rata dari skor penilaian kinerja dengan presentase 85% sudah mencapai ketuntasan dari nilai KKM yang ditentukan dan berdasarkan kategori yang diperoleh melalui skor penilaian kinerja sebanyak 27 dari 32 siswa berada pada kategori sangat tinggi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan hasil unjuk kerja dalam penerapan Strategi TWI, dan memberikan pegaruh positif pada siswa dengan menjadi aktif dalam pembelajaran, meningkatkan kinerja siswa dalam menyelesaikan praktikum yang dibuat maupun kemandirian dan kedisiplinan di SMK Muhammadiyah 1 Padang.
Kata Kunci: Strategi Training Within Industry, Hasil Unjuk Kerja, MSPE