INVOTEK: Jurnal Inovasi, Vokasional, dan Teknologi
Not a member yet
232 research outputs found
Sort by
Metode QFD dan TRIZ dalam Perancangan Kontainer Berpendingin pada Sepeda Motor sebagai sarana Penjualan dan Pengantaran Sayuran
The freshness of vegetables cannot always be sustained because vegetables are one of the perishable horticultural products. The decline of freshness of these vegetables is due to physical, chemical, and physiological factors which appear naturally after the harvesting process. To ensure the freshness of vegetables when distributed, refrigerated containers were designed in this study by combining the Quality Function Deployment (QFD) and Teoriya Reshenia Izobretatelskikh Zadatch (TRIZ). To get the voice of customer as the main input in the QFD method, interviews were conducted to 10 vegetable producers in Indonesia as potential consumers of designed refrigerated container products. Contradictions that arise between several technical responses in QFD are resolved by the TRIZ method. As the final result, this study recommends 12 target specifications that can be implemented on the prototype of the designed refrigerated container.Tingkat kesegaran sayuran tidak selalu dapat dipenuhi karena sayuran merupakan salah satu produk holikultura yang bersifat perisable (mudah rusak). Penurunan kualitas kesegaran sayuran ini dapat terjadi akibat pengaruh fisik, kimiawi, maupun fisiologis yang terjadi secara alami setelah proses pemanenan. Untuk menjamin terjaganya kesegaran sayuran saat didistribusikan, kontainer berpendingin dirancang dalam penelitian ini dengan mengkombinasikan metode Quality Function Deployment (QFD) dan Teoriya Reshenia Izobretatelskikh Zadatch (TRIZ). Untuk mendapatkan voice of customer sebagai input utama dalam metode QFD dilakukan wawancara kepada 10 orang produsen sayur di Indonesia sebagai calon konsumen produk kontainer berpendingin yang dirancang. Kontradiksi yang muncul antara beberapa respon teknis dalam QFD diselesaikan dengan metode TRIZ. Sebagai hasil akhir, penelitian ini merekomendasikan 12 target spesifikasi yang dapat diimplementasikan pada prototipe produk kontainer berpendingin
Studi Eksperimental Kemampuan Pelepasan Panas pada Radiator Straight Fin Jenis Flat Tube dengan Variasi Cooling Liquid
Perkembangan radiator saat ini sangat pesat baik secara kontruksi, material pembuatnya serta dimensinya yang cenderung lebih efisien dan efektif dalam pelepasan panas. Disisi lain dunia otomotif telah melakukan pengembangkan teknologi tentang cairan pendingin (cooling liquid) yang baik dalam pelepasan panas serta mampu bertahan ditemperatur tinggi. Cairan pendingin saat ini juga dikembangkan dengan memiliki kelebihan dibanding air biasa yakninya dilengkapi dengan anti-freeze agar cairan tidak membeku saat musim dingin, juga dilengkapi dengan kandungan anti karat agar radiator memiliki masa pakai yang lebih panjang. Untuk itu perlu upaya untuk mengetahui kemampuan radiator secara jelas agar ini dapat membantu dalam pemilihan jenis cairan pendingin yang cocok pada sebuah mobil sehingga mesin tidak mengalami overheating atau mesin tetap menjaga temperatur kerjanya. Hal ini berdampak pada jumlah varian cairan pendingin yang ada dipasaran sangat bervariasi dengan keunggulan masing. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode eksperimental dengan meggunakan engine stand. Pengujian dilakukan pada radiator kijang 5 K model straight fin dengan model flat tube dengan menvariasikan merk dari cairan pendingin (coolant liquid) dengan 5 varian Top 1 (TP), Wurth (WR), Prestone (PT), Megacool (MC), G-Force (GF). Dari hasil penelitian didapat efektifitas radiator terbaik terdapat pada cairan pendingin dengan merk PT dengan nilai 0.494 pada durasi 60 detik.Perkembangan radiator saat ini sangat pesat baik secara kontruksi, material pembuatnya serta dimensinya yang cenderung lebih efisien dan efektif dalam pelepasan panas. Disisi lain dunia otomotif telah melakukan pengembangkan teknologi tentang cairan pendingin (cooling liquid) yang baik dalam pelepasan panas serta mampu bertahan ditemperatur tinggi. Cairan pendingin saat ini juga dikembangkan dengan memiliki kelebihan dibanding air biasa yakninya dilengkapi dengan anti-freeze agar cairan tidak membeku saat musim dingin, juga dilengkapi dengan kandungan anti karat agar radiator memiliki masa pakai yang lebih panjang. Untuk itu perlu upaya untuk mengetahui kemampuan radiator secara jelas agar ini dapat membantu dalam pemilihan jenis cairan pendingin yang cocok pada sebuah mobil sehingga mesin tidak mengalami overheating atau mesin tetap menjaga temperatur kerjanya. Hal ini berdampak pada jumlah varian cairan pendingin yang ada dipasaran sangat bervariasi dengan keunggulan masing. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode eksperimental dengan meggunakan engine stand. Pengujian dilakukan pada radiator kijang 5 K model straight fin dengan model flat tube dengan menvariasikan merk dari cairan pendingin (coolant liquid) dengan 5 varian Top 1 (TP), Wurth (WR), Prestone (PT), Megacool (MC), G-Force (GF). Dari hasil penelitian didapat efektifitas radiator terbaik terdapat pada cairan pendingin dengan merk PT dengan nilai 0.494 pada durasi 60 detik
Analisis Kualitas Geometri Mesin Bubut Maximat Super 11
Penelitian ini bertujuan sejauh mana tingkat kepresisian dari mesin bubut maximat super 11 di Laboratorium Teknologi Produksi. Pengumpulan data dilakukan pengujian putaran (run out) spindle nose, pengujian ketirusan lubang spindle nose, pengujian kelurusan tailstock guideways terhadap gerakan eretan dan pengujian kebulatan terhadap benda kerja dalam pembubutan rata. Hasil penelitian pengujian putaran (run out) spindle nose masih dalam batas toleransi yang ditetapkan schlesinger standart (0.01 mm), pengujian ketirusan lubang spindle nose hampir secara keselurahan mesin sudah melewati batas penyimpangan yang diizinkan (posisi A = 0.01 mm, posisi B = 0.02 mm per 30 mm), pengujian kelurusan lintasan semua mesin sudah melewati batas penyimpangan (0.01 mm per 500 mm) dan dicobakan untuk pembubutan rata pada benda kerja (spesimen) ditentukan untuk 2 mesin dengan penyimpangan terkecil (M17) dan terbesar (M20) dari keseluruhan mesin dan setelah diuji tingkat kebulatan dari kedua benda disimpulkan masih dalam batas toleransi yang diizinkan (0.015 mm per 120 mm)
Analisis Perspektif Pelaksanaan Magang dan Peluang Kerja dalam Menilai Kesiapan Kerja Siswa
Tujuan dari makalah ini adalah untuk mengakaji bagaimana magang dapat melihat kesiapan kerja mahasiswa setelah menyelesaikan pendidikan. Pendekatan penelitian ini dengan mengeksplorasi persepsi mahasiswa tentang kesiapan kerja setelah program magang diselesaikan. Konsep kesiapan kerja adalah konsep dalam hal kejelasan peran, kemampuan dan motivasi. Hasil penelitian mahasiswa yang telah menyelesaikan magang, menilai secara positif atas segala aspek kesiapan kerja yang dibangun pada saat magang. Sehingga mereka mengerti apa yang diharapkan oleh pimpinan di tempat mereka magang. Mereka mampu secara efektif menerapkan keterampilan teknis dasar, keterampilan tingkat tinggi dan keterampilan profesional yang dibutuhkan oleh pimpinan tempat mereka magang.Tujuan dari makalah ini adalah untuk mengakaji bagaimana magang dapat melihat kesiapan kerja mahasiswa setelah menyelesaikan pendidikan. Pendekatan penelitian ini dengan mengeksplorasi persepsi mahasiswa tentang kesiapan kerja setelah program magang diselesaikan. Konsep kesiapan kerja adalah konsep dalam hal kejelasan peran, kemampuan dan motivasi. Hasil penelitian mahasiswa yang telah menyelesaikan magang, menilai secara positif atas segala aspek kesiapan kerja yang dibangun pada saat magang. Sehingga mereka mengerti apa yang diharapkan oleh pimpinan di tempat mereka magang. Mereka mampu secara efektif menerapkan keterampilan teknis dasar, keterampilan tingkat tinggi dan keterampilan profesional yang dibutuhkan oleh pimpinan tempat mereka magang
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Instruction Berbasis Collaboration, Communication, Creativity and Critical Thinking Terhadap Hasil Belajar Rangkaian Elektonika
4C (Collaboration, Communication, Creativity and Critical Thinking) skill-based Problem Based Instruction (PBI) is student-centered learning so that it can do problem solving activities and make students think more critically, present creative ideas and communicate with the lesson more broadly. The learning model is a planning guide in determining the set of lessons in the classroom. Learning on students is still centered on the teacher or conventional so it does not provide opportunities for students to express ideas as if students think in communication, collaboration, creative and critical thinking. This study aims to determine the effect of the 4C Skill-based Problem Based Instruction learning model on electronic learning outcomes. The 4C skill-based PBI learning model uses a quasy type of experimental research. In this study the effect of the treatment (treatment) was analyzed by different tests, namely the group received different treatment, namely the experimental group PBI learning based on 4C skills and the control group with conventional learning (two groups). From the results of the study showed an increase in the average value of learning outcomes of the experimental class was higher than the increase in the average value of the control class. It can be concluded that the learning outcomes of students who use the 4C-based problem based instruction learning model are better than students who use conventional learning.Pembelajaran Problem Based Instruction (PBI) berbasis keterampilan 4C (Collaboration, Communication, Creativity and Critical Thinking) merupakan pembelajaran yang berpusat pada siswa sehingga dapat melakukan kegiatan pemecahan masalah dan membuat siswa berpikir lebih kritis, mempresentasikan ide kreatif dan berkomunikasi dengan pelajaran secara lebih luas.Model pembelajaran merupakan pedoman perencanaan dalam menentukan perangkat pelajaran dalam kelas.Pembelajaran pada siswa masih berpusat pada guru atau konvensional sehingga kurang memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan ide sebagai olah pikir siswa secara komunikasi, kolaborasi, kreatif dan berfikir keritis.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran PBI berbasis Keterampilan 4C terhadap hasil belajar rangkaian elektronika. Model pembelajaran PBI berbasis keterampilan 4C menggunakan jenis penelitian eksperimen yang bersifat quasy eksperimen. Dalam penelitian ini pengaruh adanya perlakuan (treatment) di analisis dengan uji beda yaitu kelompok mendapatkan perlakuan beda yaitu kelompok eksperimen model pembelajaran PBI berbasis keterampilan 4C dan kelompok kontrol dengan pembelajaran Konvensional (two group). Dari hasil penelitian menunjukkan peningkatan nilai rata-rata hasil belajar kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan peningkatan nilai rata-rata kelas kontrol dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran problem based instruction berbasis 4C lebih baik dibandingkan siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional
Pengembangan Aplikasi Kehadiran Mahasiswa Berbasis Web Pada Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi dan Komputer
Through Aplikasi Kehadiran Mahasiswa Teknologi Informasi dan Komputer (AKEMATIK), Education of Technology Information and Computer Program on IKIP PGRI Pontianak can facilitate lecturers in filling teaching journals and monitoring student attendance, while also helping to prepare lecture reports that will help evaluation of teaching and learning in the Program Studi P.TIK IKIP PGRI Pontianak. The research aims to: 1) provide an overview of the application development process; and 2) find out the feasibility of the application. Application development uses the ADDIE model which consists of 5 stages: 1) Analysis; 2) Design; 3) Development; 4) Implementation; and 5) Evaluation. Based on this model it is known that the application has 3 actors namely admin, lecturer, and student. Application testing is done by validating media experts, and alpha testing. The results of expert validation were in the excellent category. The alpha test was conducted on 15 lecturers and 30 students of P.TIK, the results were in the excellent category.Melalui Aplikasi Kehadiran Mahasiswa Teknologi Informasi dan Komputer (AKEMATIK), Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi dan Komputer (P.TIK) IKIP PGRI Pontianak dapat memudahkan dosen dalam pengisian jurnal mengajar dan memantau kehadiran mahasiswa, selain itu juga dapat membantu menyusun laporan perkuliahan yang akan membantu proses evaluasi belajar mengajar di Program Studi P.TIK IKIP PGRI Pontianak. Penelitian memiliki tujuan untuk: 1) memberikan gambaran tentang proses pengembangan aplikasi; dan 2) mengetahui kelayakan aplikasi yang telah dibangun. Pengembangan aplikasi menggunakan ADDIE yang terdiri dari: analisi, desain, pengembangan, implementasi dan evaluasi. Berdasarkan model tersebut diketahui bahwa aplikasi memiliki 3 aktor yaitu admin, dosen, dan mahasiswa. validasi ahli diketahui bahwa aplikasi tergolong sangat baik. Uji alpha dilakukan kepada 15 dosen dan 30 orang mahasiswa P.TIK, berada pada kategori sangat baik
Pengembangan Modul E-Learning Berbasis LMS Sebagai Media Interaktif Pada Pelajaran Simulasi Dan Komukasi Digital
Penggunaan media yang tepat dapat menjadi salah satu solusi dalam melengkapi strategi pembelajaran yang tepat, salah satu media yang cocok dalam era digitalisasi saat ini adalah modul e-learning, modul E-learning yang merupakan sumber belajar yang kekinian sesuai dengan perkembangan teknologi. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian adalah untuk mengembangkan modul e-learning berbasis LMS sebagai media interaktif pada mata pelajaran simulasi dan komunikasi digital. Model pengembangan yang digunakan adalah pengembangan model 4-D (Four D Models), yang terdiri dari define, design, development dan disseminate. Sampel penelitian ini adalah 3 orang validator desain dan 3 orang validator materi. Sedangkan uji praktikalitas yaitu 3 orang guru dan 30 orang siswa SMKN 1 Lubuksikaping pada mata diklat Simulasi dan Komunikasi Digital Kelas X DPIB dan Untuk uji validitas dan praktikalitas menggunakan angket. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa uji modul e-learning terbukti valid dan praktis untuk digunakan pada pembelajaran simulasi dan komunikasi digital, sehingga dapat. Disimpulkan bahwa modul e-learning ini dapat digunakan sebagai media pembelajaran pada pembelajaran simulasi dan komunikasi digital.Penggunaan media yang tepat dapat menjadi salah satu solusi dalam melengkapi strategi pembelajaran yang tepat, salah satu media yang cocok dalam era digitalisasi saat ini adalah modul e-learning, modul E-learning yang merupakan sumber belajar yang kekinian sesuai dengan perkembangan teknologi. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian adalah untuk mengembangkan modul e-learning berbasis LMS sebagai media interaktif pada mata pelajaran simulasi dan komunikasi digital. Model pengembangan yang digunakan adalah pengembangan model 4-D (Four D Models), yang terdiri dari define, design, development dan disseminate. Sampel penelitian ini adalah 3 orang validator desain dan 3 orang validator materi. Sedangkan uji praktikalitas yaitu 3 orang guru dan 30 orang siswa SMKN 1 Lubuksikaping pada mata diklat Simulasi dan Komunikasi Digital Kelas X DPIB dan Untuk uji validitas dan praktikalitas menggunakan angket. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa uji modul e-learning terbukti valid dan praktis untuk digunakan pada pembelajaran simulasi dan komunikasi digital, sehingga dapat. Disimpulkan bahwa modul e-learning ini dapat digunakan sebagai media pembelajaran pada pembelajaran simulasi dan komunikasi digital
Analisis Pemetaan Kemampuan Numerik Siswa SMK Model Teori Respon Butir
Pada Sekolah Menengah Kejuruan, matematika memainkan peran penting untuk menguasai mata pelajaran yang berhubungan dengan ilmu-ilmu keteknikan dan sains. Salah satu kemampuan terpenting dalam matematika adalah kemampuan berhitung (numerik). Kemampuan numerik yang baik akan mempermudah siswa untuk mempelajari mata pelajaran lainnya disekolah. Penelitian ini dilakakukan berdasarkan rendahnya kemampuan siswa SMK khususnya kemampuan numerik siswa SMK yang mendukung pelajaran keteknikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesahihan alat ukur yang digunakan sekolah untuk menguji kemampuan numerik siswa. Analisis dilakukan terhadap parameter item dari tes kemampuan numerik (kesulitan & daya beda) nilai yang dapat diterima, butir-butir soal-soal numerik yang efektif untuk digunakan untuk pengukuran, tingkat kesesuaian butir soal (item fit), dan indikator validitas uji kemampuan numerik. Penelitian ini adalah penelitian ex post facto, Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data secara kuantitatif pendekatan teori respon butir model logistik dua parameter dengan menggunakan bahasa pemrograman R, eirt dan SPSS. Hasil analisis akan membantu sekolah dalam membuat program-program yang lebih efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Butir-butir soal yang ada, efektif untuk digunakan dalam pengukuran, dibuktikan dengan hasil korelasi Item-Total signifikan untuk semua butir soal. Penelitian di masa depan diharapkan sebuah tes dapat memetakan kemampuan siswa secara baik pada dimensi pengetahuan taxonomy bloom dan variable-variabel kemampuan numerik lainnya.Pada Sekolah Menengah Kejuruan, matematika memainkan peran penting untuk menguasai mata pelajaran yang berhubungan dengan ilmu-ilmu keteknikan dan sains. Salah satu kemampuan terpenting dalam matematika adalah kemampuan berhitung (numerik). Kemampuan numerik yang baik akan mempermudah siswa untuk mempelajari mata pelajaran lainnya disekolah. Penelitian ini dilakakukan berdasarkan rendahnya kemampuan siswa SMK khususnya kemampuan numerik siswa SMK yang mendukung pelajaran keteknikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesahihan alat ukur yang digunakan sekolah untuk menguji kemampuan numerik siswa. Analisis dilakukan terhadap parameter item dari tes kemampuan numerik (kesulitan & daya beda) nilai yang dapat diterima, butir-butir soal-soal numerik yang efektif untuk digunakan untuk pengukuran, tingkat kesesuaian butir soal (item fit), dan indikator validitas uji kemampuan numerik. Penelitian ini adalah penelitian ex post facto, Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data secara kuantitatif pendekatan teori respon butir model logistik dua parameter dengan menggunakan bahasa pemrograman R, eirt dan SPSS. Hasil analisis akan membantu sekolah dalam membuat program-program yang lebih efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Butir-butir soal yang ada, efektif untuk digunakan dalam pengukuran, dibuktikan dengan hasil korelasi Item-Total signifikan untuk semua butir soal. Penelitian di masa depan diharapkan sebuah tes dapat memetakan kemampuan siswa secara baik pada dimensi pengetahuan taxonomy bloom dan variable-variabel kemampuan numerik lainnya
Contribution of Production Unit Experience, Soft Skill, and On The Job Training to Student’s Competency and its Effect to The Work Readiness
The goal of this research was to know contribution between exogenous variable to the endogenous variable. Exogenous variable was practical of production unit (X1), soft skill (X2), and on the job training (X3), whereas endogenous variable was student’s competency (Y) and work readiness (Z). This research used quantitative approach with survey method. The research population was students in the Culinary Study Program at Batam Tourism Polytechnic. Sample in this research was 122 respondents that determined by using proportional random sampling technique. Data collection technique used questionnaire and documentation, data analysis technique that used in this research was path analysis. Test in the path analysis was divided into two groups, simultaneously and individually. The research result showed that there was significant contribution between practical experience of production unit, soft skill, and on the job training to the student competence for 99%, and significant contribution between practical experience of production unit, soft skill, on the job training, and student competence to the work readiness for 99,2%
Pengembangan Modul Belajar Berbasis Competency Based Training (CBT) Pada Mata Pelajaran Desain Grafis Percetakan Jurusan Multimedia Sekolah Menengah Kejuruan
This article aims to create a competency based training module on graphic design printing subjects. This study uses a research and development model with four methods namely define, design, develop, and dessiminate. To determine the level of validity, practicality, and effectiveness of learning outcomes seen by one group pre-test and post-test. The population in this study was all students of grade XI majoring in multimedia at SMKN 1 Ampek Angkek, totaling 30 students. In this study seen how much influence the learning outcomes on the CBT module.Artikel ini bertujuan untuk membuat Modul Competency Based Training (CBT) pada mata pelajaran Desain Grafis Percetakan. Penelitian ini menggunakan Research and Development dengan metode 4-D yaitu Difine), Design, Develop, dan Dessiminate. Tingkat Validitas, Pratikalitas dan Efektifitas dari hasil belajar dilihat dengan One Group Pre-Test dan Post-Test. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI Jurusan Multimedia di SMK N 1 Ampek Angkek yang berjumlah 30 siswa. Pada penelitian ini dilihat seberapa besar pengaruh hasil belajar pada Modul CBT