Poltek-EJS (Politeknik Katolik Saint Paul Sorong - Jurnal Elektronic System)
Not a member yet
661 research outputs found
Sort by
DESAIN STRUKTUR CABLE STAYED BRIDGE TYPE FAN PATTERN (JEMBATAN KEBON AGUNG 2, SLEMAN, YOGYAKARTA)
Jembatan Kebon Agung 2 terletak di Sleman, D.I. Yogyakarta memiliki bentang 200 m, lebar 7 m, dan memiliki dua trotoar dengan lebar 1 m. Dipilihnya tipe jembatan cable stayed dimaksudkan bahwa tipe jembatan tersebut merupakan tipe jembatan yang digunakan untuk bentang panjang. Tujuan dari penelitian ini untuk memperoleh hasil desain struktur jembatan Cable Stayed tipe Fan Pattern. Komponen struktur utama menggunakan material baja BJ 37 dan beton fc’ 25 MPa. Dari hasil perencanaan didapatkan dimensi profil baja gelagar memanjang menggunakan Box 1200.500.20.20, untuk End Cross Girder menggunakan IWF 700.300.13.24, Cross Girder menggunakan IWF 900.300.16.28, Stringers menggunakan IWF 450.200.9.14, Wind Bracing menggunakan IWF 200.200.8.12, serta sambungan menggunakan baut mutu tinggi A-325. Dimensi kabel secara total menggunakan Ø130 mm dengan jumlah angkur 61. Slab komposit tebal 20 cm dengan tulangan pokok Ø16-150 mm dan tulangan bagi Ø13-150 mm. Nilai lendutan maksimum yaitu 0,10 m dengan nilai lendutan ijin yang disyaratkan sebesar 0,13 m
MONITORING KONDISI STRUKTUR JEMBATAN RANGKA BAJA TERHADAP BEBAN DINAMIS AKTUAL KENDARAAN (Studi Kasus: Jembatan Tlatar)
Peristiwa keruntuhan jembatan sudah berulangkali terjadi di Indonesia. Monitoring kondisi struktur jembatan eksisting perlu dilakukan guna menjamin bahwa infrastruktur yang sudah dibangun tetap berada dalam kondisi prima meskipun dengan umur layan yang sudah tidak lagi muda. Apabila terdapat indikasi adanya kelemahan struktur dapat segera diantisipasi dengan melakukan rehabilitasi atau perkuatan struktur bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi struktur jembatan eksisting berdasarkan parameter frekuensi, gaya dalam, kapasitas frame struktur, lendutan serta rekomendasi perlakuan yang sesuai. Penelitian dilaksanakan menggunakan dua simulasi kondisi beban lalu lintas yaitu beban aktual dan rencana kendaraan. Beban aktual kendaraan diperoleh dari rekaman sensor accelerometer arduino gyroscope MPU6050 yang dipasang pada elemen struktur jembatan eksisting sedangkan beban rencana diperhitungkan sesuai dengan ketentuan SNI 1725: 2016. Kedua beban tersebut dikombinasikan dengan gaya gempa statik ekivalen sesuai dengan ketentuan SNI 2833: 2016 dan Peta Gempa 2017. Analisis struktur dikerjakan dengan metode analisis dinamik linear. Berdasarkan analisis diketahui nilai frekuensi aktual jembatan sebesar 2,083 Hz lebih kecil dibandingkan frekuensi alami sebesar 2,215 Hz dengan rasio frekuensi sebesar 5,923%. Gaya dalam akibat beban aktual kendaraan baik pada elemen struktur rangka batang maupun gelagar belum mencapai keadaan ultimate. Pemeriksaan kapasitas struktur jembatan baik pada elemen struktur rangka batang maupun gelagar menghasilkan rasio < 1 sehingga tidak terindikasi mengalami kerusakan lokal. Lendutan akibat beban aktual kendaraan menunjukkan nilai yang lebih kecil dari beban rencana dan batas izin. Hasil analisis parameter frekuensi, gaya dalam, kapasitas struktur, dan lendutan menunjukkan bahwa struktur jembatan eksisting termasuk berada dalam kondisi baik. Meskipun demikian, jembatan tetap memerlukan perawatan preventif untuk mencegah terjadinya kerusakan serta menjaga kinerja struktur
ASESMEN STRUKTUR DERMAGA TERHADAP POTENSI GELOMBANG, GEMPA DAN TSUNAMI
Gelombang, gempa dan tsunami yang berpotensi terjadi merupakan ancaman bagi infrastruktur dermaga. Kerugian yang ditimbulkan akibat kerusakan dermaga mencakup korban jiwa, kerugian ekonomi akibat gangguan distribusi logistik, biaya perbaikan struktur yang rusak, hambatan pendistribusian bantuan bagi para korban pada masa tanggap darurat dan pemulihan. Asesmen struktur dermaga diperlukan guna mengidentifikasi lebih dini apabila terdapat potensi kelemahan dermaga yang diakibat oleh beban gelombang, gempa atau tsunami sehingga diharapkan mampu mengurangi risiko serta kerugian. Beban gelombang dan tsunami diperhitungkan dengan metode lateral statik ekivalen dengan persamaan empiris fisika sesuai dengan ketentuan dan koefisien FEMA 55 & FEMA P646 sedangkan beban gempa diperhitungkan sebagai respons spektrum berdasarkan SNI 1726: 2019. Struktur dimodelkan secara tiga dimensi dengan perangkat lunak SAP 2000. Analisis struktur dikerjakan dengan metode statik dan dinamik linear. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya dalam pada elemen struktur dermaga akibat pengaruh gaya gempa cenderung lebih besar apabila dibandingkan dengan gelombang serta tsunami. Perhitungan beban tsunami menggunakan metode lateral statik ekivalen dengan persamaan empiris fisika cenderung menghasilkan gaya yang relatif kecil sehingga kurang representatif. Rasio gaya dalam ultimit terhadap kapasitas penampang struktur menunjukkan nilai kurang dari satu pada seluruh elemen struktur dengan berbagai skenario kombinasi beban akibat pengaruh lingkungan. Simpangan lateral pada arah x dan y belum melampaui batas izin yang berarti bahwa kondisi struktur termasuk dalam keadaan baik
ANALISIS PERBANDINGAN PERHITUNGAN STRUKTUR BETON PADA BANGUNAN GEDUNG ASTON SORONG CITY HOTEL BERDASARKAN STANDAR SNI DENGAN EUROCODE
Standarisasi yang diterapkan pada setiap Negara pastinya memiliki keistimewaan masing – masing sehingga dapat dijadikan acuan perencanaan dalam pembangunan, dalam penelitian ini ditujukan untuk mengetahui perbandingan antar standarisasi yang telah diterapkan. Dalam hal ini penulis mencoba menerapkan Standar Eurocode pada bangunan gedung Aston Sorong City Hotel dapat memenuhi perencanaan di daerah rawan gempa. Struktur yang berdiri 8 lantai dengan ketinggian 29,5 m. Input pembebanan dan dimensi struktur pada permodelan sama dengan aslinya yang dibantu perhitungannya menggunakan program SAP2000. Standarisasi yang dibandingkan antara SNI 2847:2019 dengan EN 1992-1-1:2004. Berdasarkan hasil analisa yang telah dilakukan maka diperoleh kebutuhan penulangan D12-250 pada plat menurut SNI lebih renggang dari kebutuhan Eurocode D12-200, sedangkan kebutuhan penulangan Balok 9D-19 menurut SNI yang lebih banyak dari Eurocode 8D-19, dan kebutuhan penulangan Kolom pada kedua standarisasi ini memiliki nilai yang sama sebesar 6869mm2
PENERAPAN JELAJAH ALAM SEKITAR BERBASIS PAIKEM PADA MATERI PENCEMARAN LINGKUNGAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DI SMP NEGERI 4 LANGOWAN
Applying appropriate teaching methods and approaches can aid students in constructing better understanding and actively engaging in learning, while also assisting teachers in addressing issues such as student inactivity and boredom. This study aims to examine the improvement of student learning outcomes through the implementation of an Nature Exploration Approach-based PAIKEM in teaching Environmental Pollution to 7th-grade students at SMP Negeri 4 Langowan. The research method utilized is Classroom Action Research (CAR) following Kemmis and Taggart's model. After implementing the JAS-based PAIKEM approach in the teaching process, the post-test results of the second cycle showed significant improvement. Out of 26 students, 25 students completed the test, achieving a 96.15% passing rate, with only one student not completing it, accounting for 3.85%, and the class average score was 87.5. These results indicate a substantial enhancement in student learning outcomes, reaching the predefined classical mastery level of 96.15%. Consequently, it can be concluded that utilizing the surrounding environment as a learning resource through the JAS-based PAIKEM approach effectively enhances the learning outcomes of 7th-grade students at SMP Negeri 4 Langowan regarding environmental pollutio
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI ZAT ADITIF DAN AKDITIF DI SMP NEGERI 2 TONDANO
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dan aktivitas siswa dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing pada materi zat aditif dan adiktif di SMP N 2 Negeri Tondano. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII C SMP Negeri 2 Tondano dengan jumlah siswa 15 orang tahun ajaran 2023/2024. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), terdiri dari beberapa tahapan yaitu: perencanaan (planning), tindakan (action), mengobservasi (observation), serta melakukan refleksi (reflecting). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase keterampilan guru adalah 69,44% pada siklus I, 94,44% pada siklus II. Persentase keaktifan siswa pada siklus I diperoleh 69,00% dan pada siklus II diperoleh 86,00%. Hasil belajar pada siklus I persentase ketuntasan 53,33%. Siklus II meningkat menjadi 93,33%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan inkuiri terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi zat aditif dan adiktif
EKSPLORASI KONTEKS-KONSEP FISIKA BERTEMAKAN AIR TERJUN TUMIMPERAS DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK-EKSPLORATIF-DEMOKRATIK (TED)
Tematik-Eksploratif-Demokratik (TED) merupakan pendekatan pembelajaran yang mendorong peserta didik untuk merekonstruksi pengalaman melalui eksplorasi aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hasil eksplorasi konteks-konsep fisika dengan menggunakan tema Air Terjun Tumimperas dalam pembelajaran TED. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi dan lembar eksplorasi. Analisis data dilakukan menggunakan rubrik penilaian untuk menilai nilai rata-rata setiap kelompok pada masing-masing indikator. Hasil eksplorasi mengidentifikasi berbagai konsep fisika seperti gerak parabola, energi mekanik, tekanan, hukum Bernoulli, usaha, momentum, tumbukan, gaya gesek kinetik, dan gesekan yang teramati pada enam fenomena di air terjun Tumimperas. Kesimpulan menunjukkan adanya enam fenomena yang signifikan dalam tema air terjun. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengeksplorasi pembelajaran TED dengan tema fenomena alam lainnya atau kearifan lokal masyarakat sekitar, seperti tarian dan permainan tradisional. Kolaborasi penelitian juga direkomendasikan mengingat cakupan aspek yang luas dalam TED. Selain itu, penting untuk mempertimbangkan pembagian kelompok agar setiap individu dapat berkontribusi secara optimal
PENERAPAN MEDIA AUDIO VISUAL PADA MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FISIKA EFEK DOPPLER
Penerapan media audio visual dalam pembelajaran adalah penggunaan teknologi multimedia secara audio (suara) dan visual (gambar atau video), dengan tujuan meningkatkan pemahaman, keterlibatan, dan hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar fisika Efek Doppler dengan menerapkan media audio visual pada pembelajaran model Problem Based Learning. Penelititan dilakukan dengan menggunakan metode Pre-Eksperimenta Design dengan rancangan one-group pretest-posttest. Teknik sampling menggunakan non probability sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas XI 1 dengan jumlah 20 siswa sebagai kelas eksperimen. Data diperoleh dengan observasi, dokumentasi dan tes. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah nilai dari pretest dan posttest. Selanjutnya dianalisis dengan uji normalitas dan hipotesis (uji-t). Perolehan nilai rata-rata untuk pretest 38,45 dan posttest 81,70. Dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan media audio visual pada pembelajaran model problem based learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Model Problem Based Learning disertai media audio visual dapat diterapkan dalam pembelajaran fisika sebagai alternatif dikarenakan minat dan hasil belajar yang cukup baik
EFEKTIVITAS MODEL PROBLEM POSING DENGAN PENDEKATAN LINGKUNGAN TERHADAP HASIL BELAJAR PADA MATERI HUKUM II NEWTON
This study aims to determine the effectiveness of using the problem posing learning model with an environmental approach to learning outcomes. This research was conducted at SMA N 1 Likupang, North Minahasa. In this study using one group pretest-posttest design. The instrument in this study used a cognitive description test in the form of a pre-test and posttest to measure student learning outcomes. The sample in this study was class X MIA II which amounted to 20 students. The average pretest score is 50 and the average posttest score is 84.25, the results of the data processing show an increase. The results of the N-Gain Test score 0.7791 which shows that there is an increase in student learning outcomes in the high category with a percentage of 77.90%. Based on this data, it can be concluded that the Problem Posing Learning Model with an Environmental Approach can improve student learning outcomes on the material of Newton's Law I
ANALISIS KESULITAN BELAJAR SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL MATEMATIKA PADA MATERI PERSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL DI SMP NEGERI 2 LANGOWAN
The ability to think mathematically is a basic need in solving various problems in every aspect of human life, including learning mathematics. However, in reality there are several obstacles in learning mathematics, one of which is student difficulties in learning mathematics which has an impact on student learning achievement. From the results of interviews conducted by researchers at SMP Negeri 2 Langowan involving mathematics teachers and several students, it turns out that there are still many students who make mistakes in solving mathematics problems. Students still have difficulty in understanding how to solve mathematical problems (problem solving). This research was conducted in Class VII-A SMP Negeri 2 Langowan, Minahasa Regency with the subjects in this study were students of class VII-A SMP Negeri 2 Langowan 2023/2024. For data collection techniques used in this study include written tests, interviews and documentation. The results showed that the percentage of students who mastered the material of one variable linear equation was 60%, the percentage of students who did not master the material of one variable linear equation was 30% and the percentage of students who did not master the material of one variable linear equation was 10%