Poltek-EJS (Politeknik Katolik Saint Paul Sorong - Jurnal Elektronic System)
Not a member yet
661 research outputs found
Sort by
IMPLEMENTASI KONTROL POMPA OTOMATIS PADA SISTEM DESTILASI AIR LAUT
This study aims to design an automatic pump control system and assess the effectiveness of using pumps in seawater distillation systems. The system uses an Arduino Uno microcontroller for central control of all system activities and a relay as a pump switch. Ultrasonic sensors, pH sensors and TDS sensors as input to provide information on the condition of the water in the storage container, the water pump as an output for pumping and flowing sea water and distilled water. The water pump in the seawater distillation system is used to drain seawater to the initial reservoir with a water level set point >20cm, if the set point is met, the pump will turn on. The second mini pump is used to flow the distilled water to the final reservoir with a set point value of pH <8 and a TDS value <1400, so the pump will turn on. The third mini pump is used to flow distilled water to the second basin with a set point value of pH >8 and a value of TDS >1400, so the pump will turn on, therefore the use of a pump in an automatic seawater distillation system is needed and its use can be said to be effective.
Keywords: Water Pump, Relay, ControlPenelitian ini bertujuan untuk membuat perancangan sistem kontrol pompa otomatis dan mengkaji efektivitas penggunaan pompa pada sistem destilasi air laut. Sistem menggunakan mikrokontroler arduino uno untuk pusat pengaturan seluruh aktivitas sistem dan relay sebagai saklar pompa. Sensor ultrasonic, sensor pH dan sensor TDS sebagai input untuk memberikan informasi kondisi air dalam wadah penampungan, pompa air sebagai output untuk memompa dan mengalirkan air laut dan air hasil destilasi. Pompa air pada sistem destilasi air laut digunakan untuk mengalirkan air laut ke penampungan awal dengan set point ketinggian air >20cm, jika set point terpenuhi maka pompa akan menyala. Pompa mini kedua digunakan untuk mengalirkan air hasil destilasi ke penampungan akhir dengan set point nilai pH <8 dan nilai TDS <1400 maka pompa akan menyala. Pompa mini ketiga digunakan untuk mengalirkan air hasil destilasi ke basin kedua dengan set point nilai pH >8 dan nilai TDS >1400 maka pompa akan menyala, maka dari itu penggunaan pompa pada sistem destilasi air laut otomatis sangat diperlukan dan penggunaan nya dapat dikatakan efektif.
Kata kunci: Pompa Air, Relay, Kontro
Penerapan Digital Marketing Pada Kedai Cimanuk Berbasis Website
Digital marketing is one of the media that is currently in great demand by the community as well as a support in daily activities. Slowly, many people are starting to leave conventional marketing methods and switch to digital marketing. Cimanuk shops must pay attention to the marketing strategy side to encourage and build consumers to make purchasing decisions to meet their needs and wants. The system built is a digital marketing system, with this system it can increase marketing reach to a wider range. With the digital marketing system, it is hoped that the Cimanuk shop will have no difficulty in promoting, informing, updating the latest news and serving customers and can help customers make the order process quickly and make it easier for customers to get more complete information.Digital marketing merupakan salah satu media yang saat ini sedang banyak diminati oleh masyarakat serta sebagai pendukung dalam kegiatan sehari hari. Secara perlahan lahan banyak masyarakat yang mulai meninggalkan cara marketing konvensional dan beralih pada digital marketing. Kedai Cimanuk harus memperhatikan sisi strategi pemasaran untuk mendorong dan membangun konsumen untuk melakukan keputusan pembelian hingga memenuhi kebutuhan dan keinginannya. Sistem yang dibangun merupakan sistem digital marketing, dengan sistem ini bisa meningkatkan jangkauan pemasaran menjadi lebih luas. Dengan adanya sistem digital marketing maka diharapkan Kedai Cimanuk tidak mengalami kesulitan dalam mempromosikan, menginformasikan, menperbaharui berita terbaru serta melayani pelanggan dan dapat membantu pelanggan dalam melakukan proses pemesanan dengan cepat dan memudahkan pelanggan untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap
IMPLEMENTASI SENSOR PHOTOCELL DAN PENANGKAL PETIR PADA PRODUK UMBRELLA ENERGY
In the use of multifunctional umbrellas using a Suya Panel with Photocell Sensor, or known by the term Umbrella Energy is one of the renewable energy by utilizing sunlight that produces an electrical energy, where solar panels and batteries can convert an electrical energy. The power of the battery can store energy by changing the DC or AC current, a multifunctional umbrella is given a solar panel to absorb solar energy as a center for mobile chargers handphone as well as a place to relax. This multifunctional umbrella has been designed and modified on the umbrella roof to absorb sunlight. In this study, 3 Solar Panels with a capacity of 30 WP are used, in which the energy produced by the Solar Panel is then stored in batteries (batteries) with a capacity of 12 volts 20 Ah. The inverter used in this study has a capacity of 300 watts as a DC 12 voltage converter volts to 220 volt AC, which will then be used as a source of electrical energy.Pada pemanfaatan payung multifungsi menggunakan Panel Surya dengan Sensor Photocell, atau dikenal dengan istilah Umbrella Energy merupakan salah satu energy terbarukan dengan memanfaatkan sinar matahari yang menghasilkan sebuah energy listrik, dimana panel surya dan baterai dapat menkonversikan sebuah energy listrik. Kekuatan daya pada baterai dapat menyimpan sebuah energy dengan merubah arus DC atau AC, sebuah payung multifungsi diberi panel surya untuk menyerap energy cahaya matahari sebagai pusat charger handphone sekaligus tempat untuk bersantai. Payung multifungsi ini sudah di desaign dan di modifikasi pada bagian atap payung duntuk menyerap cahaya matahri. Dalam penelitian ini, digunakan 3 Panel Surya dengan kapasitas 30 WP, yang mana energi yang dihasilkan Panel Surya tersebut kemudian disimpan dalam baterai (accu) dengan kapasitas 12 volt 20 Ah. Inverter yang digunakan dalam penelitian ini berkapasitas 300 watt sebagai pengubah tegangan DC 12 volt ke AC 220 volt, yang kemudian akan digunakan sebagai sumber energi listrik
Implementasi Penggunaan Modul Praktek PLC CP1E Pada Pelajaran Produktif Kompetensi Pengontrolan Motor Listrik Pada Program Keahlian Teknik Ketenagalistrikan SMK Negeri 3 Sorong Provinsi Papua Barat
PLC control is basically a computer designed to replace a relay-based system. SMK Negeri 3 Sorong as one of the Vocational High Schools in Sorong-West Papua has an Electricity Engineering Expertise Program that studies PLC mastery competencies, but from observations made by researchers at SMK Negeri 3 Sorong it turns out that it does not have adequate practice modules in the subject of applying PLC to control of industrial electric motors and there are also difficulties for teachers in these schools in providing learning competency in electric motor control techniques, especially in terms of application or practice. The implementation of the module that will be designed and applied is a learning medium that will help the process of practicing skills in electric motor control engineering competencies automatically using the PLC Omron CP1E module. This module is designed to pay attention to several important things as follows: (1). Practice module in accordance with existing competency standards, (2). Easy to use, and (3). Helps the level of understanding of teachers and students in applying it. This practical module is also used to study the working principle parts of the up / down motor control system with the addition of a simulation module of the lift motor work system using a limit switch that detects the presence of the lift box. At the PLC output, a motor power window and lift indicator are used which indicate the lift box is automatically running.
Pengontrolan dengan PLC pada dasarnya adalah sebuah komputer yang di rancang untuk mengantikan sistem berbasis relay. SMK Negeri 3 Sorong sebagai salah satu SMK di Sorong- Papua Barat memiliki Program Keahlian Teknik Ketenagalistrikan yang mempelajari kompetensi penguasaan PLC, namun dari hasil pengamatan yang dilakukan oleh peneliti ke SMK Negeri 3 Sorong ternyata belum memiliki modul praktek yang memadai dalam mata pelajaran penerapan PLC pada kontrol motor listrik industri dan juga terdapat kesulitan bagi guru di sekolah tersebut dalam memberikan pembelajaran kompetensi teknik kontrol motor listrik, khususnya dari sisi penerapan atau prakteknya. Implementasi modul yang akan dirancang dan diaplikasikan, merupakan media pembelajaran yang akan membantu proses praktek keterampilan dalam kompetensi teknik kontrol motor listrik secara otomatis menggunakan modul PLC Omron CP1E. Modul ini dirancang memperhatikan beberapa hal penting sebagai berikut: (1).modul praktek sesuai dengan standar kompetensi yang ada, (2).mudah digunakan, dan (3).membantu tingkat pemahaman guru dan peserta didik dalam mengaplikasikannya. Modul praktek ini juga digunakan untuk mempelajari bagian prinsip kerja dari sistem kontrol motor up/down dengan tambahan modul simulasi sistem kerja motor lift mengunakan limit switch yang mendeteksi keberadaan box lift. Pada output PLC digunakan motor power window dan indicator lift yang menandakan box lift secara otomatis sedang berjalan
PENGARUH WAKTU PENCAMPURAN TERHADAP KUAT TEKAN BETON DENGAN BAHAN TAMBAH SIKAMENT® –LN
Dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi beton yang lebih maju, manusia dituntut untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas beton. Konstruksi beton sangat diminati karena memiliki banyak kelebihan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh waktu pencampuran terhadap kuat tekan beton dengan bahan tambah Sikament® –LN dengan variasi waktu pencampuran 30 menit, 60 menit, 120 menit, dan 180 menit. Dari hasil penelitian didapat hasil waktu pencampuran mempengaruhi kuat tekan beton, nilai kuat tekan maksimum didapat pada waktu pencampuran 120 menit, kemudian kuat tekan menurun dan bertambahnya lama waktu pencampuran akan mempengaruhi nilai slump. Ditandai dengan semakin lama waktu pencampuran nilai slump semakin keci
STABILISASI TANAH LEMPUNG DENGAN MENGGUNAKAN MATERIAL ABU BATU QUARRY PII
Pada saat melakukan perencanaan perkerasan suatu jalan maka daya dukung tanah adalah salah satu parameter yang menentukan. Kualitas daya dukung tanah dapat diketahui dengan pengujian California Bearing Ratio (CBR). Tanah lempung merupakan salah satu jenis tanah yang memiliki daya dukung yang rendah karena memiliki kembang susut yang tinggi. Oleh karena itu usaha perbaikan sifat tanah dilakukan untuk meningkatkan daya dukungnya. Pada penelitian ini, metode perbaikan daya dukung tanah lempung dilakukan melalui penambahan material abu batu sebagai bahan stabilisasi yang diperoleh dari salah satu quarry yang terletak di kota Sorong.Variasi penambahan abu batu pada tanah lempung sebesar 0%, 10%, 20% dan 30% terhadap berat kering tanah. Dari hasil pengujian yang dilakukan berurutan sesuai penambahan variasi abu batu di atas maka diperoleh nilai CBR sebesar 1.6%, 1.7%, 2.61%, dan 3%. Besar peningkatan CBR pada variasi penambahan abu batu sebanyak 10%, 20% dan 30% berturut-turut sebesar 6.25%, 63,12% dan 87.50% dari variasi normal. Oleh karena itu, maka dapat disimpulkan bahwa abu batu dapat digunakan untuk stabilisasi tanah lempung dimana semakin besar penambahan material abu batu ke dalam tanah lempung maka daya dukung tanahnya menjadi meningkat
ANALISIS AKUNTANSI AKTIVA TETAP PADA CV. BINTUNI RAYA
Penjualan jasa kredit memang memiliki resiko menimbulkan kegagalan untuk menagih piutang. Piutang usaha tak tertagih (penyisihan piutang) merupakan kerugian pendapatan, yang memerlukan ayat jurnal pencatatan yang tepat, penurunan aktiva piutang usaha, serta penurunan yang berkaitan dengan laba. PT. Pelindo IV (Persero) Cabang Sorong selaku perusahaan BUMN yang bergerak di bidang usaha jasa pelabuhan telah menjual produk jasanya kepada konsumen maupun pelanggan dengan cara kredit. Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh yang signifikan antara beban piutang usaha tak tertagih (penyisihan piutang usaha) terhadap laba operasional pada PT. Pelindo IV (Persero) Cabang Sorong. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif deskriptif dan asosiatif. Sedangkan data akan dianalisis dengan menggunakan statistik parametris yaitu dalam bentuk analisis regresi linear sederhana. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa bahwa ternyata PT. Pelindo IV (Persero) Cabang Sorong dalam upaya menjalankan usaha (bisnis) di sektor jasa kepelabuhanan telah mengambil kebijakan dalam penjualan jasa kepelabuhanan dengan cara kredit. Kebijakan ini telah menimbulkan munculnya beban piutang usaha tak tertagih (penyisihan piutang usaha) setiap tahunnya, dengan rata-rata per tahun (selama periode penelitian) sebesar Rp 4.834.448.695 atau rata-rata 21,86% dari piutang usaha perusahaan. Besarnya beban piutang usaha tak tertagih (penyisihan piutang usaha) pada PT. Pelindo IV (Persero) Cabang Sorong telah menunjukkan kinerja panagihan piutang usaha perusahaan kepada klien atau konsumen dengan kurang efektif, walaupun ada kecenderungan berkurangnya beban piutang usaha tak tertagih (penyisihan piutang usaha) setiap tahunnya
ANALISIS LAPORAN KEUANGAN DALAM MENILAI KINERJA KEUANGAN PADA KOPERASI KARYAWAN SWAKARYA PT.PLN (Persero) UP3 SORONG
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menilai kinerja keuangan Koperasi Karyawan Swakarya PT.PLN (Persero) UP3 Sorong dari tahun ke tahun dengan menganalisa raasio keuangan koperaasi menggunakann laporan keuangan berupa laporan neraca dan laporan laba rugi periode 2018-219. Dalam penelitian ini penulis menggunakan Analisis rasio berupa rasio Likuiditas (Rasio Lancar), Rasio Solvabilitas Leverage (Rasio Hutang atas Total Aset, Rasio Hutang atas Modal), dan Rasio Profitabilitas (Rasio Pendapatan terhadap Penjualan, Rasiio Pengembalian atas Aset, Rasio Pengembalian atas Modal). Hasil penelian ini menunjukan gambaran keuangan yang dimiliki Koperasi Karyawan Swakarya PT.PLN (Persero) UP3 Sorong sealama dua tahun terakhir dalam keadaan cukup baik, berdasarkan analisa rasio Likuditas dapat disimpulkan bahwa Koperasi Karyawan Swakarya PT.PLN (Persero) UP3 Sorong dalam keadaan yang cukup baik karena memenuhi standar kriteria penilaian koperasi sehingga dapat memenuhi kewajiban jangka pendek koperasi. Dari Analisa Rasio Solvabilitas Leverage dapat disimpulkan bahwa Koperasi Karyawan Swakarya PT.PLN (Persero) UP3 Sorong dalam keadaan cukup baik sehingga dapat memenuhi seluruh kewajiban jangka panjan
CARA PENGHITUNGAN TERHADAP BESARNYA ANGSURAN PAJAK BAGI WAJIB PAJAK BARU
usahaan sudah sesuai dengan undang-undang nomor 36 tahun 2008, penerapan penyetoran pph pasal 25. perusahaan sudah menaati serta penerapan pelaporan pph pasal 25. dengan tidak melakukan laporan ke kantor pajak lebih dari tanggal 20 bulan takwin atau 20 hari setelah masa pajak berakhir. Tarif pph pasal 25, pph pasal 25 adalah angsuran pembayaran pajak penghasilan terutang. Tarif pph pasal 25 wajib pajak pribadi, pengusaha atau badan tertentu, adalah 0,75% dari jumlah peredaran bruto perbulan dari masing-masing tempat usaha. Pajak ini sifatnya final dan dapat di kredit kan pada akhir tahun pajak
PENGARUH KOMPETENSI DALAM MENINGKATKAN KINERJA SUMBER DAYA MANUSIA: SEBUAH STUDY EMPIRIS
The aim of this research is to learn about the impact of competence on the performance of human resources. The type of research used is Explanatory Research aimed at testing a relationship hypothesis among variables. This study used questionnaires as tools to obtain data, spreading them with Non-probability Sampling with a simple random sampling technique against 41 teachers. A structural equatin model (SEM) with SmartPLS 2.0 M3 is the analytical technique used. The finding showed that there was a positive and important effect on human resource efficiency across competencies, with a TStatistics value of 7,757 > Ttable 1,682. The effect of skill in improving the performance of human resource at teacher in district X, Sorong Regency of West Papua has various limitations, among others, with the limitations of existing teachers causing representation on a district scale cannot generalize the overall teacher in the District Government of Sorong, West Papu