Poltek-EJS (Politeknik Katolik Saint Paul Sorong - Jurnal Elektronic System)
Not a member yet
661 research outputs found
Sort by
Analisis Perbandingan Quality of Service LTE Telkomsel Berdasarkan Parameter KPI
Abstract
Key Performance Indicator (KPI) analysis aligned with Quality of Service is a parameter to evaluate cellular network performance. Telkomsel as one of the cellular operators applies quite strict parameters to always improve its network performance. The parameters discussed in this study are used to support network performance including accessibility, retention, and integrity. These parameters were analyzed to compare Frequency Division Duplex (FDD) and Time Division Duplex (TDD) technologies on Telkomsel's LTE network. As a result, Quality of Service (QoS) which has been aligned with the Key Performance Indicator parameters compares the performance between LTE TDD and FDD networks. LTE TDD has an average failure percentage of 0.073%, smaller than LTE FDD which has a higher failure percentage of up to 0.159%.
Keywords: Key Performance Indicator (KPI), BTS, QoS, LTE
Abstrak
Analisis Key Performance Indicator (KPI) yang diselaraskan dengan Quality of Service merupakan parameter untuk mengevaluasi kinerja sebuah jaringan. Telkomsel sebagai salah satu operator seluler menerapkan parameter yang cukup ketat untuk selalu meningkatkan performansi jaringannya. Paremeter yang dibahas pada penelitian ini digunakan untuk menunjang kinerja jaringan diantaranya accessibility, retainability dan integrity. Parameter tersebut dianalisis agar mengetahui perbandingan teknologi Frequency Division Duplex (FDD) dan Time Divison Duplex (TDD) pada jaringan LTE Telkomsel. Pada hasilnya Quality of Service (QoS) yang telah diselaraskan oleh parameter Key Performance Indicator memperlihatkan perbandingan performansi antara jaringan LTE TDD dan FDD. LTE TDD memiliki nilai rata-rata persentase kegagalan sebesar dalam pelayanan sebesar 0.073%, lebih kecil dibandingkan dengan LTE FDD yang memiliki persentase kegagalan lebih tinggi hingga mencapai nilai 0.159%.
Kata kunci : Key Performance Indicator (KPI), BTS, QoS, LTE
 
MONITORING NILAI SUHU DAN KELEMBABAN UDARA RUANG PERAWATAN PASIEN COVID-19 BERBASIS IoT
The Covid-19 outbreak is an unresolved problem because it is a new disease, so that a definite control formula is still being pursued, including by providing vaccines. There are no specific medical prescriptions for Covid-19 patients, and many experiments are carried out to achieve healing. This study offers observations of temperature and humidity in the treatment room for Covid-19 patients because temperature and humidity greatly affect the patient's recovery. The application of the Internet of Things with the nodeMCU ESP8266 module can make observations with location distances for security. These results will empirically obtain an average value for temperature and humidity in the treatment room for Covid-19 patients which can be used as a reference in other treatment rooms, especially for those who are self-isolating. From the test results of the instrument system, good results were obtained, and the percentage change in sensor readings in the temperature test sample was 3.8% and air humidity was 3.2% to the average value, and the instrument system was tested for 15 consecutive days. and the sample was taken 3 days to obtain a stable value.Wabah Covid-19 menjadi problema yang belum tuntas karena tergolong penyakit baru, sehingga formula pengendalian yang pasti masih terus diupayakan diantaranya dengan memberikan vaksin. Pasien Covid-19 belum ada resep khusus secara medis dan secara experimental banyak dilakukan untuk mencapai kesembuhan. Penelitian ini menawarkan pengamatan suhu dan kelembaban udara (humidity) di ruangan perawatan pasien Covid-19 karena suhu dan kelembaban udara sangat berpengaruh terhadap kesembuhan pasien. Penerapan Internet of Things dengan modul nodeMCU ESP8266 dapat melakukan pengamatan dengan location distance demi keamanan. Hasil tersebut secara empiris akan didapatkan nilai rata-rata pada suhu dan kelembaban udara di ruangan perawatan pasien Covid-19 yang dapat digunakan untuk acuan di ruang perawatan lainnya terutama bagi yang melakukan isolasi mandiri. Dari hasil uji coba sistem instrumen didapatkan hasil yang baik, serta prosentase perubahan hasil baca sensor pada sampel uji suhu adalah 3,8% dan kelembaban udara adalah 3,2% terhadap nilai rata-rata, serta sistem instrumen diuji selama 15 hari berturut – turut dan diambil sampelnya 3 hari didapatkan nilai yang stabil
POTENSI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA DI WAISAI KABUPATEN RAJA AMPAT PROPINSI PAPUA BARAT
Penelitian ini dilakukan adalah untuk mengetahui potensi pembangkit listrik di waisai kabupaten raja ampat. Untuk mengetahui besar potensi tersebut dilakukan penelitian dan perhitungan-perhitungan secara teoritis dengan menghitung besar daya input dan besar daya output sel fotovoltaik. Pembangkit listrik tenaga surya yang digunakan adalah tipe fotovoltaik yang dirancang di waisai kabupaten raja ampat. Dari hasil perhitungan diperoleh bahwa nilai intensitas radiasi maksimum adalah 980.2 W/m², daya input maksimum sel fotovoltaik adalah 301.7055 watt, dan daya output maksimum sel fotovoltaik adalah 31.7341 watt
SENSOR MULTI-MODAL UNTUK DETEKSI GERAK OBJEK PADA SISTEM KEAMANAN RUMAH BERBASIS KOMUNIKASI NODE ROBOT OPERATING SYSTEM
Tujuan penelitian ini adalah membangun sebuah modul sensor multi-modal yang dapat digunakan untuk mendeteksi gerak objek pada sistem keamanan rumah dengan memanfaatkan layanan sistem komunikasi antar node Robot Operating System (ROS). ROS merupakan framework atau middleware perangkat lunak robot yang dapat digunakan untuk mengintegrasikan beberapa modul sensor sehingga menjadi sebuah perangkat sensor multi-modal. Pada penelitian ini kami mengintegrasikan tiga buah sensor deteksi gerak objek yaitu sensor Passive Infrared Receiver (PIR), sensor jarak ultrasonic (PING), dan sensor Infrared (IR). Metode yang digunakan untuk mengintegrasikan sensor-sensor tersebut adalah dengan memanfaatkan sistem komunikasi antar node ROS menggunakan Arduino Uno dan Raspberry Pi, dimana fungsi Arduino adalah sebagai perangkat keras level bawah yang digunakan untuk membaca data sensor sedangkan Raspberry Pi berfungsi sebagai pusat pengolahan data sensor. Hasil dari penelitian ini adalah integrasi sensor deteksi gerak objek menjadi sebuah perangkat sensor multi-modal yang dapat digunakan untuk mendeteksi gerak objek secara kompleks, dimana kelebihan-kelebihan yang ada pada sensor PIR, sensor PING, dan sensor IR dipadukan menjadi satu kesatuan sehingga dapat digunakan untuk mendeteksi gerak objek pada sistem keamanan rumah
Analisis Audit Energi Dalam Pencapaian Efesiensi Konsumsi Energi Listrik Kantor Bupati Kabupaten Sorong
High energy demand requires government office management to be efficient in its use. The Sorong Regency government office has several separate buildings. The main sources of electricity consumption come from PLN and the Power Diesel Engine Generator (DEG). With the condition of the building that is more than 10 years old, it is suspected that there will be a decrease in the efficiency of electrical equipment, an increase in energy consumption. If left unchecked, it will affect the safety and comfort of the building, energy efficiency, productivity, and performance of the employees who work, as well as the people who come to the building. This study aims to analyze the intensity of energy consumption (IKE) in the Sorong Regent's office building in order to get a value according to the standards that have been set. By analyzing the lighting load, and cooling load. The method used in this study is a quantitative descriptive analysis of the calculation of energy consumption intensity (IKE), lighting load and AC usage load. From the results of the study, it can be seen that the energy consumption index (IKE) in May was 8.1 so that it was included in the efficient category, then in June of 7.0 it was in the very efficient category, then in July it was in the very efficient category of 6.6, in August there was an increase of 9.1 so that it was included in the efficient category, in September it was 6.1 with very efficient criteria and in October it was in the efficient category which was about 8.4. Based on the average IKE of the Sorong Regency Regent's Office, it is in the range of 4-7 so that the Sorong Regency Regent's office building is included in the very efficient IKE category.Kebutuhan energi yang tinggi menuntut manajemen perkantoran pemerintah melalukan efisiensi dalam penggunaannya.Kantor pemerintahan Kabupaten Sorong memiliki beberapa gedung yang terpisah. Sumber utama pemakaian listrik berasal dari PLN dan Power Diesel Engine Generator (DEG). Dengan kondisi gedung yang berumur lebih dari 10 tahun, maka diduga terjadi penurunan efisiensi peralatan kelistrikan, kenaikan konsumsi energi. Bila dibiarkan maka akan berpengaruh pada keamanan dan kenyamanan gedung, efisiensi energi, produktivitas, dan kinerja pegawai yang bekerja, serta masyarakat yang datang pada gedung tersebut.penelitian ini bertujuan untuk menganalisis intensitas konsumsi energi (IKE) pada gedung kantor bupati sorong agar mendaptkan nilai sesuai standar yang telah di tetapkan. Dengan cara menganalisis beban pencahayaan, dan beban pendingin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif terhadap perhitungan intensitas konsumsi energi (IKE), beban pencahyaan dan beban pemakaian AC. Dari hasi penelitian dapat di ketahui indeks komsumsi energi (IKE) pada bulan mei sebesar 8,1 sehingga termasuk dalam kategori efisien, kemudian pada bulan juni sebesar 7,0 berada pada kategori sangat efisien, selanjutnya pada bulan juli berada pada kategori sangat efisien yakni sebesar 6,6, pada bulan agustus mengalami peningkatan sebesar 9,1 sehingga termasuk dalam kategori efisien, pada bulan september sebesar 6,1 dengan kriteria sangat efisien dan pada bulan oktober berada pada kategori efisien yakni sekitar 8,4. Berdasarkan rata-rata IKE Kantor Bupati Kabupaten Sorong berada di range 4-7 sehingga gedung kantor Bupati Kabupaten Sorong termasuk dalam kategori IKE sangat efisien
PEMANFAATAN ENERGI ANGIN UNTUK MENGHASILKAN LISTRIK
Pembangkit listrik konvensional merupakan salah satu pembangkit listrik yang menghasilkan polusi. polusi tersebut mengakibatkan global warming yang mengancam kehidupan semua makhluk termasuk manusia. Untuk memenuhi kebutuhan listrik yang digunakan manusia, maka solusi untuk penanggulangan polusi dan kebutuhan listrik tersebut dengan menggunakan pembangkit listrik non-konvensional, dan pembangkit listrik tenaga angin merupakan salah satu dari pembangkit non-konvensional tersebut. Pembangkit listrik jenis horizontal merupakan satu diantara pembangkit listrik tenaga angin yang lain. Pembangkit ini dapat menghasilkan listrik dari bantuan angin yang mendorong turbin angin yang telah dibentuk dengan sudut tertentu. Untuk dapat menyesuaikan putaran yang dihasilkan, dibuatlah gearbox yang dapat menghasilkan putaran yang lebih banyak, yang diteruskan ke alternator, selanjutnya listrik yang telah dihasilkan disimpan di aki. Angin sangat penting bagi pembangkit ini untuk menghasilkan listrik, karena tanpa angin pembangkit ini tidak bisa menghasilkan listrik dan juga besarnya daya yang dihasilkan tergantung juga pada kecepatan angin. Begitu juga dengan peranan temperatur semakin rendah temperatur daerah sekitar pembangkit maka semakin besar pula daya yang dapat dihasilka
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA DENGAN MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMEN PADA SISWA KELAS V SD YPK KLAWANA DISTRIK KLAMONO KABUPATEN SORONG
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pencapaian hasil belajar IPA menggunakan metode eksperimen. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi, tes dan dokumentasi. Tempat penelitian SD YPK Klawana. Sampel yang digunakan kelas V SD YPK Klawana berjumlah 15 orang yang terdiri atas 5 laki – laki dan 10 orang perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I diperoleh siswa yang tuntas sebanyak 15 orang dengan ketuntasan belajar 91% dengan perolehan nilai tersebut maka pada siklus I dinyatakan sudah tuntas dan siklus selanjutnya di hentikan karena 15 siswa sudah mampu menyelesaikan soal – soal mencapai indikator dan tujuan pembelajaran pada materi perubahan wujud benda dan cirinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam penelitian ini dengan menggunakan metode eksperimen sangat berpengaruh untuk peningkatan hasil pelajaran IPA.
Keywords : Peningkatan Hasil Belajar IPA, Metode Eksperime
Implementasi Sistem Monitoring Risiko Peningkatan Kadar Glukosa Darah Secara Non-Invasive Menggunakan Photodioda dan LED
Diabetes Mellitus (DM) can be characterized by increasing levels of glucose in the blood. There are two types of methods that are often used to measure blood glucose levels, namely the invasive method and the non-invasive method. The invasive method is a method that requires a blood sample by making a cut on the finger and then the blood will be dripped on the blood strip, this tool is called a glucometer. Whereas in the non-invasive method, measuring glucose levels in the blood does not require a blood sample. In this study, blood glucose levels will be measured using a non-invasive method, using a photodiode as a light receiver and a red LED as a light emitter, so that blood glucose levels can be read through the measurement with the fingertip. The sensor readings will be processed in the Arduino Uno and then displayed on the LCD.Penyakit Diabetes Melitus (DM) dapat ditandai dengan meningkatnya kadar glukosa dalam darah. Terdapat dua jenis metode yang sering dipakai untuk mengukur kadar glukosa dalam darah, yaitu metode secara invasive dan secara non-invasive. Metode invasive merupakan sebuah metode yang memerlukan sampel darah dengan cara membuat luka di bagian jari kemudian darah akan diteteskan pada blood strip, alat ini yang disebut glucometer. Sedangkan pada metode non-invasive, untuk mengukur kadar glukosa dalam darah tidak memerlukan sampel darah. Pada penelitian ini kadar glukosa dalam darah akan diukur dengan metode non-invasive, menggunakan photodioda sebagai penerima cahaya serta LED merah sebagai pemancar cahaya maka kadar glukosa dalam darah dapat terbaca melalui pengukuran dengan ujung jari. Hasil pembacaan sensor akan diolah dalam Arduino Uno dan kemudian kana ditampilkan pada LCD
IMPLEMENTASI INTERNET OF THINGS MENGGUNAKAN PLATFORM THINGER UNTUK PEMANTAUAN DAN STERILISASI UDARA PADA RUANGAN
This research focuses on updating the air monitoring and sterilization system that uses Internet of Things technology like a remote control. This remote control is not limited to smartphones and all devices that can be connected to the internet. This is an advantage of web-based control so that the tools used are much more varied with just one design. This remote control has 2 main functions, namely a monitoring function and a sterilization function. The monitoring function will display the output of sensor reading data from Arduino, namely data on carbon monoxide (CO), carbon dioxide (CO2), and dust intensity. Meanwhile, the sterilization function is in the form of a push button that is used to turn on and off fans and UVC lamps to sterilize the air in the room. Based on the tests and observations carried out, the monitoring and sterilization tools are running well. The output data on the LCD and the Thinger IO platform have the same value. In addition, the connection time needed to be able to connect to WiFi or Thinger is quite good, which is still under 10 seconds. This study has a discussion of remote control with the Thinger IO platform with NodeMCU devicesPenelitian ini berfokus pada pembaruan sistem pemantauan dan sterilisasi udara yang menggunakan teknologi Internet of Things sebagai kendali jarak jauh. Kendali jarak jauh ini tidak terbatas pada smartphone saja namun juga segala perangkat yang dapat terkoneksi pada internet. Ini menjadi kelebihan kendali berbasis web, sehingga perangkat yang digunakan jauh lebih variatif hanya dengan sekali perancangan. Kendali jarak jauh ini terdapat 2 fungsi utama yaitu fungsi pemantauan dan fungsi sterilisasi. Fungsi pemantauan akan menampilkan keluaran data pembacaan sensor dari Arduino yaitu data karbon monoksida (CO), karbon dioksida (CO2) dan intensitas debu. Sedangkan fungsi sterilisasi berbentuk push button yang digunakan untuk menyalakan dan mematikan kipas dan lampu UVC untuk mensterilkan udara pada ruangan. Berdasarkan pengujian dan pengamatan yang dilakukan, alat pemantau dan sterilisasi berjalan dengan baik. Data keluaran yang berada di LCD dan platform Thinger IO memiliki nilai yang sama. Selain itu waktu koneksi yang dibutuhkan untuk dapat terhubung ke WiFi ataupun Thinger cukup baik dimana masih dibawah 10 sekon. Penelitian ini mempunyai pembahasan kendali jarak jauh dengan platform Thinger IO dengan perangkat NodeMCU
Penerapan COBIT 5.0 Domain Deliver, Service And Support (DSS) Untuk Audit Sistem Informasi NOSS-A (Studi Kasus : Telkom Witel Manado)
Information systems have become one of the fundamental requirements for organizations or companies. With an information system, business processes can run more effectively. Next Generation Operation Support System Assurance (NOSS-A) is an information system used by PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk, to monitor and record internet disruption complaints of Indihome service. The NOSS-A Information System manages a lot of data related to customer and staff data. For this reason, in this study, the research was carried out to audit the NOSS-A information system to see whether there is a need for an improvement in the information system, based on audit results that can show the impact of the effectiveness and capability level achieved. The audit standard used in this study is COBIT 5.0 with the domain Deliver, Service and Support. The results obtained from this study are the NOSS-A Information System is at level 4 which means the activities on the DSS domain has been done and monitored regularly. The NOSS-A Information System needs to have a regular evaluation with target improvement to increase its level in the future.Sistem informasi telah menjadi salah satu kebutuhan pokok bagi organisasi atau perusahaan. Dengan adanya sistem informasi, proses bisnis bisa berjalan lebih efektif. Next Generation Operation Support System Assurance (NOSS-A) merupakan sistem informasi PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk yang berfungsi untuk melakukan monitoring dan pencatatan komplain gangguan internet Indihome. Sistem Informasi NOSS-A mengelola banyak data yang beruhubungan dengan data pelanggan maupun data staff. Untuk itu, dalam dalam penelitian ini dilakukan audit untuk melihat apakah sistem informasi NOSS-A sudah diterapkan dengan baik dan apakah perlu adanya peningkatan sistem informasi, berlandaskan hasil audit yang dapat menunjukan pengaruh efektivitas dan capability level yang dicapai. Standar audit yang digunakan dalam penelitian ini adalah COBIT 5.0 dengan domain Deliver, Service and Support (DSS). Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah Sistem Informasi NOSS-A berada pada level 4, yaitu Predictable Process yang artinya setiap aktifitas dari item DSS sudah dilakukan dan di monitor secara regular. Untuk meningkatkan levelnya harus diadakan evaluasi dan target pencapaian pada penggunaan Sistem Informasi NOSS-A untuk kedepannya